Your browser does not support JavaScript!
Seseorang
Seseorang
 14 Feb 2020  09:47 WIB  1 komentar
siang dok . maaf mau tanya .. saya sudah mulai resah karena ada benjolan di bibir vagina saya sejak elum menikah dulu..kira2 bahaya ga ya dok.. dan skrg sy sdh menikah
 15 Feb 2020  09:58 WIB

Selamat Pagi

Terimakasih telah berkonsultasi dengan layanan dokter.id

 

Mendiagnosis suatu benjolan tidak cukup dengan keterangan singkat seperti yang anda berikan. Mendiagnosis suatu benjolan diperlukan inspeksi (pengamatan), palpasi (perabaan), dan berbagai pemeriksaan lainnya, misalnya biopsi jaringan. Ada beberapa kemungkinan penyebab benjolan di vagina yang perlu diwaspadai:

 

1. Kista Bartolin

Kelenjar Bartholin berfungsi memproduksi cairan yang melembapkan kelamin luar (vulva). Cairan ini keluar melalui 2 saluran yang terdapat di dekat mulut vagina. Apabila saluran kelenjar Bartholin tersumbat, cairan akan menumpuk di dalam kelenjar. Kista bartolin biasanya berupa benjolan kecil berisi cairan yang terletak pada bibir vagina, tidak terasa sakit dan tidak keras. Bila kista ini mengalami infeksi, benjolan akan membengkak, kemerahan, terasa panas dan nyeri, dan berisi kumpulan nanah. Selain itu dapat juga benjolan di vagina berupa kista kelenjar Gartner yang muncul setelah lahir dan tidak menghilang seperti seharusnya sehingga akan tetap muncul di kemudian hari.

2. Infeksi

Infeksi karena penyakit menular seksual seperti sifilis, herpes genital, chancroid, dll

3. Kista duktus Gartner, Kista sebasea, dll

4. Kutil kelamin (infeksi Human Papilloma Virus)

5. Tumor di kemaluan

misal: lipoma, mioma geburt, keganasan, dll

 

Apabila benjolan yang anda alami adalah suatu kista yang tidak terinfeksi biasanya dapat menghilang sendiri tanpa pengobatan. Namun bila kista terinfeksi dan sangat nyeri, sebaiknya dilakukan pembersihan oleh dokter dan pemberian antibiotik.

 

Kami sarankan anda sebaiknya segera berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk menentukan apakah sebenarnya benjolan yang anda alami, karena perlu dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter, sehingga anda mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. 

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat