Your browser does not support JavaScript!
Seseorang
Seseorang
 13 Jan 2020  21:00 WIB  1 komentar
Dok saya mau tanya sekitar satu bulan kebelakang sejak saya pakai kb dan itupun baru suntik 2 kali keputihan saya menjandi berbau dan kaya ada bintintik disekitar mulut vagina, bersenggama pun terasa nyeri cairannya encer berbau, tolong jawaban nya?
 14 Jan 2020  08:31 WIB

Selamat Pagi

Terimakasih telah berkonsultasi dengan layanan dokter.id

 

Perlu Anda ketahui bahwa keputihan bisa saja merupakan bagian normal dari gejala wanita.  Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat terjadi secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan dikatakan normal apabila terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Keputihan patologis/tidak normal bila timbul akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

 

Cairan vagina dikatakan normal bila warnanya putih jernih, konsistensi seperti lendir tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan. Apabila cairan mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan seperti gatal, panas, dll menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi kuman, jamur ataupun parasit.

 

Apabila keputihan anda tidak normal dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam bila tidak segera diobati. Cobalah untuk sering mengganti celana dalam, hindari menggunakan celana ketat dan terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat, hindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri, bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang. Selain itu diperlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Apabila keputihan anda tergolong keputihan yang abnormal, kami sarankan anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk mendapat diagnosis dan terapi yang optimal. Dengan begitu, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, termasuk tes urin atau apus lendir vagina untuk kemudian diperiksa dilaboratorium. Jika diagnosis sudah ditegakkan, barulah penanganan bisa dilakukan tepat sasaran.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.