Your browser does not support JavaScript!
 27 Aug 2016    12:00 WIB
Waspada Bila Sering Waxing, Ini Masalah Kulit Yang Bisa Terjadi
Semua orang memiliki bulu kemaluan, ada yang tidak mempermasalahkan hal ini namun ada juga yang merasa terganggu. Sehingga melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan bulu kemaluan. Keadaan organ intim tanpa bulu kemaluan mungkin terlihat lebih seksi dan terlihat lebih bersih bagi sebagian orang. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah melakukan waxing bulu kemaluan, kemudian melakukan laser untuk menghambat pertumbuhan bulu kemaluan secara permanen. Namun tahukah Anda bahwa cara diatas dapat menyebabkan risiko yang berbahaya bagi para wanita. Sebenarnya bulu kemaluan ini berguna untuk melindungi kulit vagina terhadap gesekan yang terjadi saat berhubungan intim karena daerah vagina merupakan daerah yang sangat sensitif. Selain itu, bulu kemaluan berfungsi untuk untuk menjaga vagina dari bakteri berbahaya yang tak diinginkan sehingga pengangkatan bulu kemaluan dapat memberikan efek yang tidak baik bagi kesehatan alat kelamin. Saat melakukan waxing biasanya akan menimbulkan iritasi, luka terbuka dan menyebabkan peradangan pada kantung rambut yang tersisa. Luka dan kondisi hangat dan lembab dari area vital, akan menjadi tempat yang baik bagi perkembangan bakteri yang berbahaya. Hal tersebut akan menyebabkan gangguan risiko kesehatan yang berbahaya, seperti: Selulitis Infeksi bakteri pada kulit dan jaringan lunak di bawah kulit. Sehingga menimbulkan pembengkakan, kemerahan dan nyeri. Herpes Genitalis Dikarenakan tidak lagi memiliki bulu kemaluan dan adanya luka maka virus herpes genitalis dapat masuk ke dalam tubuh. Gejala herpes genitalis yang pertama kali muncul adalah luka melepuh yang kemerahan dan terasa sakit di sekitar daerah genital. Luka ini bisa pecah dan menjadi luka terbuka. Impetigo Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan luka merah dan bisa pecah. Ketika luka tersebut pecah biasanya akan keluar cairan yang menyebabkan kerak berwarna kuning kecokelatan pada kulit Moluskum Kontagiosum Moluskum Kontagiosum adalah infeksi virus pada kulit yang cepat menular. Terutama pada wanita yang tidak mampu menjaga kebersihan organ intim dengan baik. Biasanya akan membuat kulit rusak dan akan terlihat jelas saat akar rambut dipotong atau dirobek. Kutil kelamin Tumbuhnya daging kecil atau benjolan yang muncul di sekitar daerah kelamin atau dubur. Biasanya hal ini disebabkan oleh Human Papilomavirus (HPV) Rambut tumbuh ke dalam Biasanya setelah waxing, rambut baru akan mulai tumbuh. Namun karena penggunaan lilin pada saat proses waxing dilakukan, maka rambut akan terjebak di bawah permukaan yang menyebabkan benjolan disertai iritasi dan menyebabkan infeksi dalam waktu lama. Bisul Bisul ini disebabkan oleh bakteri stafilokokus dan menyebabkan area itu terkena radang dan berisi nanah. Melihat adanya dampak negatif akibat waxing ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan kulit vagina dan tidak melakuan waxing terlalu sering Baca juga: Makanan Anti Galau  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: thesun