Your browser does not support JavaScript!
 26 Feb 2017    11:00 WIB
Hindari Efek Buruk Sinar Matahari
Seperti yang kita ketahui pada dasarnya manusia membutuhkan paparan sinar matahari. Ada manfaat dan bahaya sinar matahari. Manfaat sinar matahari: Radiasi sinar UB (ultraviolet A) merangsang kulit untuk memproduksi vitamin D. Vitamin D penting untuk pertumbuhan, komposisi dan regenerasi jaringan tulang. Bahaya sinar matahari: Pengaruh buruk yang paling terlihat akibat terpapar sinar matahari berlebihan adalah kulit terbakar yang disebabkan sinar UVB (ultraviolet B). Efek kulit terbakar adalah akibat reaksi sel kekebalan pada kulit yang melepaskan histamin dalam jumlah besar. Histamin kemudian menyebabkan pembuluh darah membesar dan terjadinya peradangan akut.  Selain itu paparan terus menerus UV akan membuat beberapa sel kulit mati dan akan terjadi pengelupasan kulit.  Berikut adalah langkah-langkah menghindari efek buruk sinar UV: Mengidentifikasi sumber sinar UV di lingkungan Anda Sumber UV bukan hanya dari matahari, ternyata beberapa lampu neon pun dapat memancarkan sinar UV. Menghindari terpapar sinar UV pada pukul 10.00 – 14.00 WIB  Ganti lampu dengan menggunakan LED Gunakan penyaring sinar UV dengan menggunakan kaca film pada mobil Gunakan tabir surya yang mengandung SPF. Apabila Anda melihat tabir surya mengandung SPF 30 artinya tabir surya tersebut bertahan selama 30x10= 300 menit dalam melindungi kulit Anda. Gunakan pakaian lengkap saat Anda terpaksa harus berhadapan dengan sinar matahari Sumber: wikihow
 04 Sep 2016    15:00 WIB
Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Resiko Terjadinya Tekanan Darah Tinggi?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa kekurangan vitamin D mungkin dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. Berbagai penelitian sebelumnya telah menemukan adanya hubungan yang kuat antara kekurangan vitamin D dan terjadinya tekanan darah tinggi, akan tetapi para peneliti tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya.   Baca juga: Benarkah Vitamin D Dapat Membuat Proses Persalinan Tidak Terlalu Menyakitkan?   Selain dapat diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari, vitamin D juga dapat diperoleh melalui berbagai jenis makanan seperti telur, susu, yogurt, tuna, salmon, sereal, dan jus jeruk. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data genetik lebih dari 146.500 orang keturunan Eropa di Eropa dan Amerika Utara. Untuk setiap 10% kenaikan kadar vitamin D, maka resiko terjadinya tekanan darah tinggi pun akan menurun sebanyak 8%. Akan tetapi, walaupun penelitian ini menemukan adanya hubungan sebab akibat, akan tetapi para peneliti masih tidak dapat memastikan adanya hubungan pasti. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa kekurangan vitamin D memang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi  dan bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin D dapat menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi. Baca juga: 4 Penyebab Ketidakstabilan Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newsmax
 26 Jul 2016    15:00 WIB
Obesitas dan Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Resiko Diabetes
Menurut penelitian terbaru, obesitas dan kadar vitamin D yang rendah didalam tubuh akan meningkatkan resiko diabetes. Obesitas memang sudah lama diketahui sebagai salah satu faktor resiko dari diabetes. Ternyata kadar vitamin D yang rendah juga dapat menjadi penyebab terjadinya diabetes. Saat kedua kondisi tersebut berlangsung secara bersamaan maka akan meningkatkan tingkat resistensi dari insulin lebih hebat lagi. Penelitian ini sudah dipublikasikan di jurnal Diabetes Care. Penelitian ini melibatkan hampir 6.000 orang. Peneliti menemukan bahwa orang dengan obesitas dengan kadar vitamin D yang sehat didalam tubuh memiliki resiko 20 kali lebih besar mengalami resistensi insulin dibandingkan dengan orang didalam populasi umum. Bagaimanapun resiko dari resistensi insulin pada orang obesitas dengan kadar vitamin D lebih rendah 32 kali lebih tinggi dari normal. Insufisiensi vitamin D dan obesitas merupakan faktor resiko yang bersifat individual untuk resistensi insulin dan diabetes. Hasil dari penelitian mengkombinasikan kedua faktor ini yang menghasilkan rasio dari resistensi insulin menjadi lebih besar dibandingkan kondisi yang diharapkan. Para ahli merasa jika hasil studi ini diterima, maka sebagian besar dari populasi penderita diabetes dapat mempertahankan kadar gla darah tanpa obat-obatan, cukup dengan menerima suntikan vitamin D secara teratur. Walaupun negara kita kaya dengan sinar matahari dan juga susu, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak penduduk yang mengalami defisiensi vitamin D. Para peneliti yakin bahwa vitamin D akan mengurangi faktor resiko dari diabetes, tetapi tidak dengan penyebab dari diabetes. Pada tahap awal diabetes atau mereka yang memiliki riwayat keluarga diabetes, pengawasan asupan vitamin D mungkin akan membantu menghindari atau memperlambat terjadinya diabetes. Lebih dari 35% pasien yang harus menjalani operasi bariatrik karena diabetes tipe 2 mengalami defisiensi vitamin D. setelah selesai operasi, status vitamin D mereka juga akan dikoreksi menggunakan suplemen vitamin D. hal ini akan menjadi sumber penelitian menarik berikutnya bagaimana vitamin D dapat mempengaruhi waktu pemulihan paska operasi untuk penderita diabetes tipe 2.   Sumber: healthmeup
 22 Nov 2015    12:00 WIB
Osteoporosis Pada Pria
Ternyata osteoporosis tidak hanya mengenai wanita, pria pun dapat mengalaminya. Sekitar 20% penderita osteoporosis adalah pria. Osteoporosis merupakan suatu keadaan di mana tulang menipis sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah mengalami patah tulang.   Mengapa Resiko Osteoporosis Lebih Rendah Pada Pria? Karena sebagian besar pria memiliki aktivitas fisik yang lebih aktif daripada wanita, maka resiko osteoporosis pun menjadi lebih rendah karena penipisan tulang dan penurunan kepadatan tulang dapat dicegah dengan olahraga atau tetap aktif.   Beberapa Penyebab Osteoporosis Pada Pria Defisiensi Testosteron Penyebab paling sering dari osteoporosis adalah defisiensi (kekurangan) hormon testosteron. Perubahan testosteron menjadi estrogen pada pria pun memiliki peranan terhadap kepadatan tulang anda. Kekurangan enzim yang diperlukan untuk mengubah testosteron menjadi estrogen juga menyebabkan penderitanya mengalami osteoporosis. Rendahnya Kadar Kalsium dan Vitamin D Tulang terus terbentuk seumur hidup anda atau disebut juga dengan remodeling tulang, di mana kematian satu sel tulang akan digantikan oleh satu sel tulang baru. Untuk membentuk tulang baru ini, tubuh anda memerlukan banyak kalsium dan vitamin D. Kurang Olahraga Saat otot-otot menarik tulang, maka tulang akan meresponnya dengan membentuk sel tulang baru. Oleh karena itu, bila anda tidak berolahraga, maka otot dan tulang anda pun akan melemah. Berjalan atau jogging dapat meningkatkan kepadatan tulang panggul anda. Obat-obatan Beberapa obat-obatan yang dapat menyebabkan penipisan tulang adalah: Kortikosteroid yang digunakan sebagai obat anti peradangan yang juga dapat menurunkan reaksi sistem kekebalan tubuh anda seperti kortison, hidrokortison, glukokortikoid, dan prednison. Sebuah penelitian menemukan bahwa dosis prednison lebih dari 7.5 mg per hari dapat menghentikan pertumbuhan sel tulang baru dan mempercepat penipisan tulang Obat kanker prostat yaitu obat agonis GnRH dapat menurunkan kepadatan tulang dan meningkatkan resiko patah tulang Obat anti kejang yang digunakan dalam waktu lama dan dosis tinggi dapat menyebabkan penipisan tulang, terutama bila anda juga tidak mengkonsumsi cukup kalsium dan vitamin D Gangguan Kesehatan Lainnya Beberapa jenis gangguan kesehatan lainnya yang dapat menyebabkan penurunan massa tulang (penipisan tulang) adalah fibrosis kistik, diabetes, artritis reumatoid, gangguan pencernaan, dan gangguan pembekuan darah. Bila anda memiliki penyakit kronik, walaupun anda teratur mengkonsumsi obat-obatan untuk mengatasinya, perhatikanlah diet anda (tinggi kalsium dan vitamin D) untuk menjaga kesehatan tulang anda. Merokok Perokok memiliki resiko patah tulang panggul yang lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok (hingga 55%). Selain itu, merokok juga dapat menurunkan kepadatan tulang anda. Nikotin bersifat racun bagi sel-sel tulang.   Tips Mengatasi Osteoporosis Terdapat 2 perubahan gaya hidup yang dapat anda lakukan untuk menjaga kesehatan tulang anda, sebelum maupun setelah anda mengalami osteoporosis. Olahraga Teratur Olahraga dapat menjaga kesehatan tulang anda, terutama kepadatan tulang anda. Bila anda banyak mengikuti kegiatan olahraga di masa muda anda, maka hal ini akan sangat membantu anda di kemudian hari. Berbagai jenis olahraga yang baik bagi kepadatan tulang anda adalah setiap olahraga yang menyebabkan kaki anda harus bertumbukkan dengan bumi, seperti jogging, basket, berjalan cepat, lompat tali, tenis, dan lain sebaginya. Berolahragalah selama setidaknya 30 menit setiap harinya atau setidaknya 5 hari dalam seminggu. Olahraga angkat beban selama setidaknya 2 kali seminggu juga dapat membantu. Penuhi Kebutuhan Kalsium dan Vitamin D Anda Bila anda telah memiliki gejala-gejala penipisan tulang, maka disarankan agar anda mengkonsumsi 1.000 mg kalsium setiap harinya bila anda berusia 19-50 tahun, dan 1.200 mg kalsium setiap harinya bila anda berusia lebih dari 50 tahun. Selain itu, perhatikan juga konsumsi vitamin D anda. Setiap orang dewasa membutuhkan setidaknya 400 IU vitamin D setiap harinya. Bila anda telah mengalami osteoporosis, maka anda membutuhkan setidaknya 800 IU vitamin D setiap harinya. Bila anda tinggal di dataran tinggi dan jarang terkena matahari serta telah mengalami osteoporosis maka konsumsilah 1.200 IU vitamin D setiap harinya.   Sumber: webmd