Your browser does not support JavaScript!
 19 Dec 2019    08:00 WIB
Para Vegan Ini Yang Anda Butuhkan Agar Selalu Prima
Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan apabila Anda menjadi seorang vegetarian. Apabila Anda berpikir menjadi vegetarian akan ada banyak zat penting yang hilang dalam menu Anda. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena Anda seorang vegetarian juga bisa mendapatkan nutrisi yang tepat dan seimbang bagi tubuh asalkan berbekal pemahaman dan perencanaan pola makan yang baik agar Anda selalu tampil prima. Untuk seorang vegetarian, apabila tidak memperhatikan pola makan dengan baik maka dapat terjadi kekurangan beberapa asupan nutrisi yang penting untuk fungsi normal tubuh. Oleh karena itu perlunya seorang vegetarian memperhatikan pola makanan yang dimakan setiap harinya untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang seperti dibawah ini: 1.      Protein Tubuh membutuhan protein untuk tulang, kulit, otot dan organ tubuh lain untuk tetap sehat. Untuk vegetarian, sumber protein dapat diperoleh dari produk kedelai dan biji-bijian, kacang-kacangan, dan gandum. Sangat penting untuk mengonsumsi beragam jenis sumber protein untuk memenuhi kebutuhan tubuh tiap hari. Seorang vegetarian paling sering mengkonsumsi kedelai sebagai sumber protein. Kedelai merupakan protein berkualitas tinggi dan diperkaya isoflavin yang mampu mencegah penyakit seperti, kanker payudara, usus besar, kanker prostat, paru – paru, kanker rahim. 2.      Kalsium Tubuh membutuhkan kalsium untuk membangun tulang dan gigi sehat. Untuk vegetarian, sumber kalsium dapat diperoleh dari produk  kedelai seperti tahu dan tempe, beras, atau gandum yang telah difortifikasi atau diberikan zat-zat tambahan, tahu, biji wijen, kacang-kacangan, roti dengan tambahan kalsium, dan buah-buahan kering seperti kismis. 3.      Vitamin D Untuk membantu menyerap kalsium, tubuh membutuhkan Vitamin D. Bagi seorang vegetarian, selain mendapatkannya dari sinar matahari, zat ini dapat diperoleh dari sereal dan minuman kedelai yang sudah dilengkapi vitamin D. Selain itu, konsumsi suplemen vitamin D bisa menjadi pilihan lain. Pastikan produk yang Anda beli tidak mengandung produk-produk hewani dengan selalu membaca label produk sebelum Anda membelinya. 4.      Iodin Bermanfaat sebagai salah satu komponen hormon tiroid yang membantu mengatur metabolisme, pertumbuhan, dan fungsi organ-organ tubuh utama. Untuk vegetarian, sumber iodin dapat diperoleh dari kacang kedelai, kentang manis, dan jenis sayuran kubis seperti brokoli, bok choy, dan kembang kol. Selain itu, Anda bisa menambahkan sekitar seperempat sendok garam yang mengandung iodin juga dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut. 5.      Vitamin B12 Tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk menjaga sistem saraf dan darah tetap sehat. Sayangnya, zat gizi ini ditemukan secara alami dari produk-produk hewani. Untuk seorang vegetarian, produk-produk yang dapat menjadi sumber vitamin B12 sangat terbatas. Beberapa produk seperti sereal atau minuman kedelai yang sudah difortifikasi dengan vitamin B12 dapat menjadi pilihan. Namun ada baiknya mempertimbangkan suplemen tambahan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. 6.      Zat Besi Produksi sel darah merah di dalam tubuh akan membutuhkan zat besi. Untuk vegetarian, sumber zat besi dapat diperoleh dari biji-bijian, tepung dan roti yang terbuat dari gandum, sereal yang diperkaya dengan zat besi, serta sayuran berwarna hijau seperti brokoli, bayam, kacang-kacangan, serta buah yang dikeringkan. 7.      Seng (Zinc) Enzim ini sangat penting dan berfungsi di dalam proses pembelahan sel dan pembentukan protein. Seng yang berasal dari nabati lebih sulit diserap dibandingkan dengan seng yang berasal dari hewani. Apabila Anda masih mengonsumsi produk olahan susu, maka keju dapat menjadi sumber zat seng. Selain itu dapat diperoleh dari gandum, produk kedelai, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 8.      Asam Lemak Omega-3 Asam lemak omega-3 pentinguntuk menjaga kesehatan jantung. Ikan salmon dan telur yang biasanya mengandung banyak asam lemak omega-3. Namun untuk seorang vegetarian yang tidak konsumsi daging maka bisa mendapatkan Asam lemak omega-3 dari minyak kanola, minyak kedelai, dan kacang kedelai. Jika asupan dirasa belum mencukupi, Anda dapat mengonsumsi produk yang telah difortifikasi atau suplemen tambahan. Perhatikan terus asupan yang Anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis gizi untuk mendapatkan saran mengenai pola makan yang baik. Baca juga: Sumber Omega 3 Untuk Vegetarian Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: bbcgoodfood
 08 Jul 2019    08:00 WIB
Tips Meningkatkan Kekuatan Tulang Saat Masa Penuaan
Mengapa Tulang Melemah Seiring Dengan Penuaan? Selama masa anak-anak dan remaja, tubuh anda membentuk jaringan tulang lebih cepat daripada resorpsinya (penyerapan kembali sel tulang oleh tubuh). Pada saat anda berusia 18-20 tahun, anda telah membentuk 90% tulang anda. Pertumbuhan tulang akan terus berlangsung hingga anda memasuki usia 30 tahun (masa puncak pertumbuhan tulang). Setelah berusia 30 tahun, laju pertumbuhan tulang akan melambat sedangkan laju resorpsinya akan mulai meningkat. Anda tidak dapat menumbuhkan kembali tulang yang telah terresorpsi, akan tetapi anda dapat memaksimalkan pembentukan tulang dan meminimalisasi resorpsinya. Resorpsi tulang yang berlangsung lebih cepat daripada pembentukan tulang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya osteoporosis. Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kepadatan tulang anda seperti faktor genetika, jenis kelamin, usia, dan ras. Dengan berolahraga dan mencukupi kebutuhan nutrisi anda, maka anda dapat melindungi tulang anda dan menurunkan resiko osteoporosis.   Nutrisi Untuk Menguatkan Tulang Jika anda ingin mempunyai tulang yang kuat, anda membutuhkan 3 nutrisi penting, yaitu kalsium, protein, dan vitamin D. Sebagian besar tulang dibentuk oleh protein (kolagen) yang disatukan oleh kalsium dan berbagai mineral lainnya. Vitamin D membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh anda. Vitamin D dibutuhkan untuk membentuk tulang yang kuat dan berperan dalam kepadatan tulang. Sebagian besar orang dewasa membutuhkan 600-800 UI vitamin D setiap harinya, dan 1.000-1.300 mg kalsium setiap harinya. Dosis yang lebih tinggi direkomendasikan pada wanita yang telah memasuki masa menopause, remaja, wanita hamil, dan menyusui. Terdapat beberapa jenis makanan yang mengandung kalsium cukup tinggi dan juga protein, seperti susu, yogurt, dan keju. Makanan lain yang juga mengandung kalsium adalah jus buah, sereal, dan oatmeal yang telah diperkaya oleh kalsium, kacang-kacangan, polong-polongan, sayuran hijau (brokoli dan bok choy), salmon, sardin, dan almond. Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen kalsium untuk mencukupi kebutuhan kalsium harian anda. Makanan yang mengandung vitamin D adalah telur, salmon, mackerel, tuna, minyak ikan, produk susu dan sereal yang diperkaya oleh vitamin D, hati sapi, dan jus jeruk yang diperkaya dengan vitamin D. Makanan yang mengandung protein adalah daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, dan keju.   Olahraga yang Dapat Menguatkan Tulang Olahraga sangat penting bagi kekuatan tulang anda. Orang yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik, misalnya orang yang harus berbaring terus di ranjang dapat kehilangan 10% kepadatan tulangnya hanya dalam waktu 4 bulan, sedangkan dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengembalikan kepadatan tulang yang telah hilang ini. Selain itu, orang yang mengalami cedera dan menyebabkannya tidak dapat lagi menggerakkan kaki atau tangannya serta astronot juga mengalami hal yang sama. Seorang ahli mengatakan bahwa olahraga dapat meningkatkan pembentukan tulang hingga 1-3%. Selain itu, olahraga juga dapat menguatkan tulang yang telah terbentuk. Satu penelitian menemukan bahwa wanita yang berjalan setidaknya selama 4 jam setiap minggunya mengalami penurunan resiko patah tulang panggul hingga 40%. Beberapa jenis olahraga yang baik bagi kesehatan tulang anda adalah berjalan, dansa, jogging, dan tenis. Intinya adalah agar anda tetap aktif secara fisik, melakukan aktivitas fisik dapat sangat membantu dalam menjaga kesehatan tulang anda.   Hal yang Sebaiknya Dihindari Terdapat beberapa hal yang sebaiknya anda hindari untuk menjaga kesehatan tulang anda. Salah satunya adalah merokok. Kehilangan massa tulang yang cukup signifikan telah ditemukan pada pria dan wanita yang merokok. Semakin lama anda merokok, maka semakin besar resiko anda mengalami patah tulang. Selain itu, seseorang yang telah menjadi perokok pasif sejak kecil dapat memiliki massa (kepadatan) tulang yang rendah setelah dewasa.   Sumber: webmd
 29 Jun 2019    08:00 WIB
5 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D
Anda telah mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang, tidur yang cukup, berolahraga beberapa kali setiap minggunya, dan menggunakan tabir surya untuk mencegah efek radiasi pada kulit. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kekurangan satu jenis vitamin ternyata dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi  dan diabetes hingga 2.5 kali lipat??? Kekurangan vitamin D ternyata dapat membuat gaya hidup sehat yang telah Anda jalani dengan susah payah menjadi percuma! Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda melakukan pemeriksaan darah untuk mencari tahu berapa kadar vitamin D di dalam tubuh Anda. Bila Anda enggan melakukan pemeriksaan darah, di bawah ini terdapat beberapa gejala kekurangan vitamin D yang mungkin dapat membantu Anda.  1.      Keringat BerlebihSaat Anda tidak melakukan aktivitas fisik berat, suhu tubuh Anda berada pada kisaran normal, dan cuaca di lingkungan sekitar Anda juga tidak terlalu panas tetapi entah mengapa dahi Anda tampak berkeringat, Anda mungkin harus memeriksa kadar vitamin D di dalam tubuh Anda, segera! 2.      Badan Terasa Lemah Tanpa Penyebab yang JelasSaat Anda kekurangan vitamin D, maka Anda dapat merasa amat sangat lelah, walaupun telah tidur dengan cukup. Hal ini dikarenakan vitamin D dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga setiap serat otot di dalam tubuh Anda, berapa pun usia Anda.Menurut sebuah penelitian, dengan mengkonsumsi suplemen vitamin D selama 6 bulan, Anda telah dapat mengatasi kelemahan otot yang terjadi akibat kekurangan vitamin D. Baca juga: 3 Tanda Anda Mungkin Kekurangan Vitamin K 3.      Tulang Mudah Patah  Tubuh manusia biasanya akan berhenti membentuk massa tulang saat berusia 30 tahun dan kekurangan vitamin D akan mempercepat atau memperburuk gejala osteoporosis. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin D tubuh Anda, makanan saja tampak tidak cukup. Masih dibutuhkan bantuan dari sinar matahari dan suplemen. 4.      Nyeri Kronik Walaupun biasanya tidak begitu jelas, beberapa orang yang kekurangan vitamin D dapat mengalami nyeri pada tulang (osteomalasia). Selain itu, orang-orang yang didiagnosa menderita radang sendi atau fibromialgia mungkin juga kekurangan vitamin D yang membuat sendi dan otot menjadi nyeri.Jika nyeri otot yang Anda rasakan sudah berlangsung selama beberapa minggu, berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mencari tahu apakah kekurangan vitamin D merupakan penyebabnya. Tercukupinya kebutuhan vitamin D juga dapat mencegah terjadinya nyeri otot setelah berolahraga dan mempercepat masa penyembuhan otot. 5.      Diagnosa depresi ternyata seringkali berhubungan dengan kekurangan kadar vitamin D di dalam tubuh penderita. Walaupun belum mengetahui secara pasti, para ahli menduga bahwa vitamin D mungkin mempengaruhi area otak tertentu dan hormon serotonin, yang berfungsi untuk mengendalikan mood seseorang. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: prevention  
 14 Mar 2019    08:00 WIB
Benarkah Konsumsi Vitamin D Dapat Memperpanjang Usia Penderita Kanker Usus Besar?
Sebuah penelitian menemukan bahwa penderita kanker usus besar tahap lanjut yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi tampaknya berespon lebih baik terhadap kemoterapi dan obat anti kanker lainnya. Para peneliti menemukan bahwa para penderita yang memiliki kadar vitamin D tertinggi di dalam tubuhnya memiliki angka ketahanan hidup dan kesembuhan yang lebih baik dibandingkan dengan penderita lainnya yang memiliki kadar vitamin D terendah. Para penderita dengan kadar vitamin D yang tinggi dapat hidup sepertiga kali lebih lama dibandingkan dengan penderita lain yang memiliki kadar vitamin D yang rendah. Rata-rata lama  hidup seorang penderita kanker usus besar dengan kadar vitamin D yang tinggi adalah 32.6 bulan, sedangkan lama hidup seorang penderita kanker usus besar dengan kadar vitamin D yang rendah adalah 24.5 bulan. Hasil penelitian ini membuat para ahli semakin yakin bahwa vitamin D mungkin memang berguna sebagai salah satu suplemen pelawan kanker. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hasil penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara kadar vitamin D dengan angka ketahanan hidup seorang penderita kanker usus besar dan bukannya suatu hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, para ahli tetap tidak menganjurkan para penderita kanker usus besar untuk meningkatkan konsumsi vitamin D nya hingga melebihi batas normal. Pada penelitian ini, para peneliti mengukur kadar vitamin D pada 1.043 orang penderita kanker usus besar yang mengikuti uji klinis obat (tahap 3) bagi kanker usus besar tahap lanjut. Pengobatan tersebut meliputi kemoterapi yang dikombinasikan dengan obat anti kanker lainnya seperti bevacizumab dan atau cetuximab (targeted anti-cancer). Vitamin D sendiri sebenarnya merupakan vitamin yang dapat dibentuk di dalam tubuh manusia dengan bantuan sinar matahari. Vitamin D berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan berbagai mineral penting lainnya di dalam usus; yang berfungsi untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang. Selain itu, vitamin D juga mempengaruhi fungsi selular dalam berbagai aspek yang tampaknya bermanfaat untuk pengobatan kanker. Vitamin D dapat mengurangi atau memperlambat pertumbuhan sel, memicu terjadinya kematian sel kanker, dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang berfungsi untuk memberi makan sel-sel kanker. Para peneliti menemukan bahwa penderita kanker tertentu cenderung memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah. Orang-orang yang biasanya memiliki kadar vitamin D yang rendah adalah orang yang tinggal di negara yang memiliki 4 musim (terutama di musim dingin dan musim gugur), orang yang tinggal di Amerika bagian utara dan timur laut, orang lanjut usia, keturunan Afrika, orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, orang yang jarang berolahraga, dan orang yang memiliki keadaan kesehatan yang buruk. Para peneliti membagi peserta penelitian menjadi 5 kelompok berdasarkan pada kadar vitamin D di dalam darahnya, yaitu dari rendah hingga tinggi. Setelah menyesuaikan data dengan prognosis dan perilaku sehat setiap penderita, para peneliti menemukan bahwa para penderita yang memiliki kadar vitamin D paling tinggi ternyata dapat hidup sekitar 8 bulan lebih lama dibandingkan dengan penderita lainnya yang memiliki kadar vitamin D paling rendah. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa diperlukan waktu lebih lama bagi sel kanker untuk berkembang pada orang yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi yaitu sekitar 12.2 bulan dibandingkan dengan para penderita yang memiliki kadar vitamin D yang paling rendah, yaitu sekitar 10 bulan. Para peneliti tidak menemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan di antara para penderita yang menerima pengobatan kanker yang berbeda-beda.   Sumber: newsmaxhealth  
 18 Jan 2019    08:00 WIB
Jenis Makanan Yang Kaya Akan Sumber Vitamin D
Halo Sobat Sehat, masih ingatkah teman-teman kehebatan dari vitamin D? Yup kemarin kita sudah membahasnya, sekarang kita juga perlu tahu sumber makanan yang mengandung Vitamin D. Vitamin D adalah satu-satunya nutrisi yang diproduksi tubuh kita ketika terkena sinar matahari. Namun, hingga 50% dari populasi dunia mungkin tidak mendapatkan cukup sinar matahari, dan 40% penduduk AS kekurangan vitamin D. Ini sebagian karena orang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, memakai tabir surya di luar dan makan makanan Barat yang rendah sumber vitamin ini. Sedangkan Reference Daily Intake (RDI) adalah 600 IU vitamin D per hari dari makanan. Jika kita tidak mendapatkan cukup sinar matahari, asupan kita kemungkinan harus mendekati 1.000 IU per hari. Baiklah teman-teman, sekarang mari kita kembali keluarkan catatan kecil kita sebagai pengingat, makanan apa saja sih yang kaya akan sumber Vitamin D. Ikan Salmon. Salmon adalah ikan berlemak populer dan sumber vitamin D. Menurut Database Komposisi Makanan USDA, satu porsi 3,5 ons (100 gram) salmon mengandung antara 361 dan 685 IU vitamin D. Namun, biasanya tidak ditentukan apakah salmon itu liar atau bertani. Ini mungkin tidak tampak penting, tetapi dapat membuat perbedaan besar. Rata-rata, salmon hasil tangkapan liar mengemas 988 IU vitamin D per porsi 3,5 ons (100 gram), atau 165% dari RDI. Beberapa penelitian telah menemukan level yang lebih tinggi pada salmon liar - hingga 1.300 IU per porsi. Namun, salmon yang dibudidayakan hanya mengandung 25% dari jumlah itu. Dan satu porsi salmon yang dibudidayakan menyediakan sekitar 250 IU vitamin D, atau 42% dari RDI. Ikan herring dan sarden. Adalah ikan yang dimakan di seluruh dunia. Dapat disajikan mentah, kalengan, diasapi, atau diasamkan. Ikan kecil ini juga merupakan salah satu sumber vitamin D. Ikan haring Atlantik segar menyediakan 1.628 IU per 3,5 ons (100 gram) sajian, yang hampir tiga kali lipat RDI. Jika ikan segar bukan pilihan kita, acar herring juga merupakan sumber vitamin D yang baik, menyediakan 680 IU per 3,5 ons (100 gram) porsi, atau 113% dari RDI. Namun, acar herring juga mengandung natrium dalam jumlah tinggi, yang dikonsumsi terlalu banyak oleh banyak orang. Sarden juga merupakan sumber vitamin D yang baik - satu porsi mengandung 272 IU, atau 45% dari RDI. Jenis ikan berlemak lainnya juga merupakan sumber vitamin D yang baik. Halibut dan makarel masing-masing menyediakan 600 dan 360 IU. Minyak Hati Ikan Cod. Adalah suplemen yang populer. Jika kita tidak suka ikan, mengonsumsi minyak ikan cod bisa menjadi kunci untuk mendapatkan nutrisi tertentu yang tidak tersedia di sumber lainnya. Ini adalah sumber vitamin D yang sangat baik - sekitar 450 IU per sendok teh (4,9 ml), ini menghabiskan 75% RDI. Tuna kaleng. Banyak orang menikmati tuna kalengan karena rasanya dan metode penyimpanannya yang mudah. Biasanya juga lebih murah daripada membeli ikan segar. Tuna kalengan kemasan hingga 236 IU vitamin D dalam porsi 3,5 ons (100 gram), yang hampir setengah dari RDI. Sayangnya, tuna kalengan mengandung methylmercury, racun yang ditemukan di banyak jenis ikan. Jika menumpuk di tubuh kita, itu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Maka itu lebih disarankan makan ikan yang fresh dari market atau pasar. Tiram adalah jenis kerang yang hidup di air asin. Mereka lezat, rendah kalori dan penuh nutrisi. Satu porsi tiram liar 3,5 ons (100 gram) hanya mengandung 68 kalori tetapi mengandung 320 IU vitamin D - lebih dari setengah RDI. Udang. Tidak seperti kebanyakan sumber makanan laut lainnya dari vitamin D, udang sangat rendah lemak. Namun, mereka masih mengandung jumlah vitamin D-152 IU yang baik per porsi, atau 25% dari RDI. Mereka juga mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat, meskipun dalam jumlah yang lebih rendah daripada banyak makanan lain yang kaya vitamin D. Kuning telur. Orang yang tidak makan ikan harus tahu bahwa makanan laut bukan satu-satunya sumber vitamin D. Telur utuh adalah sumber lain yang baik, serta makanan yang sangat bergizi. Sementara sebagian besar protein dalam telur ditemukan dalam putih, lemak, vitamin dan mineral kebanyakan ditemukan dalam kuning telur. Satu kuning telur khas dari ayam yang dipelihara di dalam ruangan mengandung 18-39 IU vitamin D, yang tidak terlalu tinggi. Namun, ayam yang dipelihara di padang rumput yang berkeliaran di luar di bawah sinar matahari menghasilkan telur dengan tingkat 3-4 kali lebih tinggi. Selain itu, telur dari ayam yang diberi pakan kaya vitamin D memiliki hingga 6.000 IU vitamin D per kuningnya. Jamur. Tidak termasuk makanan yang diperkaya, jamur adalah satu-satunya sumber vitamin D. Seperti halnya manusia, jamur dapat mensintesis vitamin ini ketika terkena sinar UV. Namun, jamur menghasilkan vitamin D2, sedangkan hewan menghasilkan vitamin D3. Meskipun vitamin D2 membantu meningkatkan kadar vitamin D dalam darah, vitamin D2 mungkin tidak seefektif vitamin D3. Meskipun demikian, jamur liar adalah sumber vitamin D2 yang sangat baik. Bahkan, beberapa varietas mengemas hingga 2.300 IU per porsi 3,5 ons (100 gram) - hampir empat kali lipat RDI. Di sisi lain, jamur yang ditanam secara komersial sering tumbuh di tempat gelap dan mengandung sangat sedikit D2. Namun, merek tertentu diperlakukan dengan sinar UV. Jamur ini dapat menyediakan vitamin D2 130-450 IU per 3,5 ons (100 gram). Makanan yang diperkaya. Sumber alami vitamin D terbatas, terutama jika kita vegetarian atau tidak suka ikan. Untungnya, beberapa produk makanan yang tidak secara alami mengandung vitamin D diperkaya dengan nutrisi ini. Makanan seperti susu sapi, susu kedelai, jus jeruk, sereal dan oatmeal kadang-kadang diperkaya dengan vitamin D. Ini mengandung 55-130 IU per sajian.   Jadi sahabat, mulai dari hari ini kita bisa mulai mengkonsumsi makanan-makanan yang kaya akan Vitamin D, bagi para pecinta ikan, pertahankan terus yah konsumsi ikan-ikan di atas, khususnya yang fresh. Dan jika butuh informasi tentang vitamin D, silahkan berkonsultasi dengan ahli gizi. Baca juga : Pentingnya Vitamin D Untuk Tubuh Sumber : www.healthline.com, www.webmd.com.
 14 Nov 2018    11:00 WIB
Apa Hubungan Antara Vitamin D dan Eksim?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin D setiap harinya dapat membantu mengurangi gejala eksim pada anak yang biasanya memburuk saat cuaca dingin. Eksim merupakan suatu keadaan di mana terjadi reaksi inflamasi (radang) kronik pada kulit. Para peneliti pada penelitian ini menemukan bahwa konsumsi vitamin D dapat mengurangi berbagai gejala tidak mengenakkan dari eksim dengan cukup signifikan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa pada sebagian besar penderita eksim, yang mungkin juga mengalami kekurangan vitamin D, mengkonsumsi suplemen vitamin D setiap harinya telah terbukti cukup membantu. Pengobatan yang umumnya dilakukan untuk mengatasi gejala eksim berat adalah dengan menggunakan sinar ultraviolet, yang memicu produksi vitamin D di dalam kulit. Para peneliti menduga salah satu penyebab mengapa gejala eksim biasanya memburuk di saat cuaca dingin adalah dikarenakan kurangnya sinar matahari, yang berarti kurangnya produksi vitamin D di dalam tubuh, yang menyebabkan penderita kekurangan vitamin D. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 107 orang anak di Mongolia, yang berusia antara 2-17 tahun, yang berasal dari 9 klinik rawat jalan di ibu kota Ulaanbaatar, Mongolia. Semua anak yang menjadi peserta penelitian ini menderita eksim yang biasa mengalami kekambuhan di saat cuaca dingin. Para peneliti kemudian membagi para peserta penelitian menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok pertama merupakan peserta penelitian yang menerima 1.000 IU vitamin D setiap harinya, sedangkan kelompok kedua merupakan peserta penelitian yang hanya menerima plasebo. Para peneliti kemudian mengamati berbagai gejala yang dialami oleh semua peserta penelitian saat awal penelitian, 1 bulan kemudian, dan pada akhir penelitian. Para peneliti juga bertanya pada para orang tua peserta penelitian mengenai apakah mereka merasakan adanya perbaikan gejala eksim yang dialami oleh anak-anak mereka. Para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang menerima suplemen vitamin D setiap harinya mengalami perbaikan gejala (sekitar 29%). Sebaliknya, anak-anak yang menerima plasebo setiap harinya hanya mengalami perbaikan gejala sebesar 16%. Walaupun pada penelitian ini para peneliti tidak memeriksa apakah para peserta penelitian mengalami kekurangan vitamin D saat penelitian dimulai, mereka menyatakan bahwa sebuah penelitian lainnya yang lebih besar, yang juga dilakukan pada anak-anak di Mongolia, menemukan bahwa sekitar 98% anak-anak di Mongolia memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam darahnya. Oleh karena itu, para peneliti menduga bahwa para peserta penelitian di dalam penelitian ini kemungkinan besar juga mengalami kekurangan vitamin D. Para peneliti mengatakan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah konsumsi suplemen vitamin D dapat membantu mengurangi gejala eksim pada orang dewasa dan anak-anak yang mengalami gejala eksim di sepanjang tahun (tidak hanya saat cuaca dingin). Selain itu, para peneliti juga menganjurkan agar anak-anak yang mengalami perburukkan gejala eksim di musim dingin untuk mencoba mengkonsumsi suplemen vitamin D selama beberapa minggu untuk mengetahui apakah mereka mengalami perbaikan gejala. Dianjurkan agar para orang tua berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak setempat.     Sumber: webmd
 20 Feb 2018    11:00 WIB
Konsumsi Vitamin D Membuat Anda Tampak Lebih Muda, Benarkah?
Sebuah penelitian baru pada hewan percobaan (tikus) menemukan bahwa vitamin D ternyata dapat meningkatkan kerja otak dan memperlambat proses penuaan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa tikus percobaan yang diberikan sejumlah vitamin D setiap harinya dapat menemukan arah dengan lebih baik saat dimasukkan ke dalam sebuah maze air yang sulit dibandingkan dengan tikus percobaan lainnya yang diberikan vitamin D dengan dosis yang lebih rendah setiap harinya. Nada Porter, seorang farmakologis biomedical di University of Kentucky College of Medicine mengatakan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin D mungkin dapat membantu proses penerimaan dan pemrosesan sinyal di dalam otak yang berhubungan dengan daya ingat.   Baca Juga: Bagaimana Meningkatkan Asupan Vitamin D Anda?   Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa perbaikan fungsi daya ingat tampak pada para tikus percobaan yang diberikan vitamin D dengan dosis yang lebih banyak daripada yang dianjurkan oleh Institute of Medicine untuk menjaga kesehatan tulang, yaitu sekitar 50% lebih banyak. Sebagian besar proses produksi vitamin D di dalam tubuh manusia terjadi saat kulit terpapar oleh sinar UV dari matahari. Beberapa sumber vitamin D lainnya adalah susu dan suplemen vitamin D. Akan tetapi, karena terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi kadar vitamin D di dalam tubuh seseorang, maka akan lebih baik bila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen vitamin D tertentu.   Sumber: newsmaxhealth
 20 Jan 2018    16:00 WIB
Bagaimana Meningkatkan Asupan Vitamin D Anda?
Vitamin D merupakan vitamin yang sangat penting untuk membantu tubuh berfungsi dengan baik. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan terjadinya beberapa jenis penyakit mulai dari masalah tulang, masalah rambut sampai ke kelemahan otot. Matahari merupakan sumber vitamin D terbaik, tetapi berjemur terlalu lama di bawah matahari juga tidak disarankan.   Untuk itu, jika Anda ingin meningkatkan kadar vitamin D, konsumsilah makanan dibawah ini: Jamur Jamur dapat memproduksi vitamin D saat terekspose sinar matahari. Jamur merupakan jenis makanan yang mengandung vitamin D paling tinggi dan merupakan pilihan terbaik untuk para vegetarian. Selain itu jamur juga mengandung vitamin B5 dan tembaga. Lemak ikan Lemak ikan seperti salmon, tuna, makarel merupakan jenis ikan yang kaya akan vitain D. iakn mentah seperti sushi memang mengandung vitamin D lebih tinggi dibanding ikan yang sudah dimasak. Ikan juga mengandung asam lemak omega 3 yang menyehatkan jantung Minyak hati ikan Cod Minyak hati ikan cod merupakan suplemen yang diketahui dapat meningkatkan kadar vitamin D dan A. Kuning telur Kuning telur juga mengandung vitamin D. kuning telur juga merupakan sumber protein dan vitamin B12 Produk yang diperkaya Vitamin D juga bisa ditemukan di produk-produk makanan yang sudah diperkaya berbagai vitamin. Banyak produk seperti susu sapi, susu kedelai. Jus jeruk, sereal dapat diperkaya atau ditambahkan kandungan vitamin D. bacalah di label untuk mendapat informasi lebih lengkap. Sumber: healthmeup
 09 Dec 2017    13:00 WIB
Manfaat Vitamin D Bagi Tubuh Anda
Berikut ini manfaat dari Vitamin D utnuk tubuh kita: Meningkatkan Kekuatan TulangVitamin D sangat penting untuk menjaga kekuatan tulang anda, mulai dari bayi hingga dewasa, bahkan hingga lanjut usia. Vitamin D membantu proses penyerapan kalsium dari dalam makanan. Pada orang lanjut usia, vitamin D dan kalsium membantu mencegah tulang menjadi rapuh dan bahkan patah. Anak-anak membutuhkan vitamin D untuk membentuk tulang yang kuat dan mencegah terjadinya rickettsia (suatu gangguan perkembangan tulang) yang menyebabkan tulang menjadi lunak dan lemah dan mengalami kelainan bentuk. Menurunkan Resiko Terjadinya Sklerosis MultipelSklerosis multipel lebih sering terjadi pada negara yang jauh dari khatulistiwa. Selama bertahun-tahun, para ahli menduga adanya suatu hubungan antara sinar matahari, kadar vitamin D, dan sklerosis multipel (suatu gangguan autoimun yang merusak saraf). Sebuah penelitian menemukan adanya hubungan antara suatu kelainan genetik langka yang menyebabkan tubuh memiliki kadar vitamin D yang rendah dengan peningkatan resiko sklerosis multipel. Walaupun demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah vitamin D dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati sklerosis multipel.Membantu Menurunkan Berat BadanBerbagai penelitian telah menemukan bahwa orang yang mengalami obesitas seringkali memiliki kadar vitamin D yang rendah. Lemak membuat vitamin D terperangkap di dalamnya sehingga tidak dapat digunakan oleh bagian tubuh lainnya. Para ahli masih belum menemukan apakah obesitas yang menyebabkan rendahnya kadar vitamin D atau justru sebaliknya. Akan tetapi, sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa dengan menambahkan vitamin D pada diet rendah kalori dapat membantu orang-orang dengan berat badan berlebih yang memiliki kadar vitamin D yang rendah untuk menurunkan berat badannya.Mengurangi Gejala DepresiSelain berperan dalam menjaga kekuatan tulang anda, vitamin D pun berperan dalam perkembangan dan fungsi otak anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa pemberian vitamin D dosis tinggi dapat mengurangi gejala depresi ringan. Walaupun terdapat berbagai penelitian lain yang memiliki hasil berbeda. Berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi vitamin D.Menurunkan Resiko Kanker Usus BesarSebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa orang dengan kadar vitamin D yang cukup tinggi di dalam darahnya mungkin memiliki resiko kanker usus besar yang lebih rendah.Vitamin D dan Penyakit JantungKadar vitamin D yang rendah di dalam darah dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung, stroke, dan berbagai penyakit jantung lainnya. Akan tetapi, para ahli juga masih tidak mengetahui apakah meningkatkan kadar vitamin D dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan berapa dosis vitamin D yang dibutuhkan.Perlu diingat bahwa kadar vitamin D yang sangat tinggi di dalam darah justru dapat membahayakan pembuluh darah dan jantung karena menyebabkan peningkatan kadar kalsium di dalam aliran darah.Vitamin D dan Gangguan Daya IngatOrang lanjut usia seringkali memiliki kadar vitamin D yang sangat rendah di dalam darahnya. Para peneliti menemukan bahwa orang lanjut usia yang mengalami kekurangan vitamin D memiliki hasil yang lebih buruk pada pemeriksaan daya ingat, kemampuan memusatkan perhatian, dan kemampuan analisis dibandingkan dengan orang lanjut usia yang memiliki kadar vitamin D yang cukup di dalam darahnya.Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai apakah pemberian suplemen vitamin D benar-benar dapat mencegah terjadinya demensia (gangguan daya ingat) atau memperlambat penurunan fungsi mental.   Baca Juga: Manfaat Vitamin A Bagi Tubuh Anda   Sumber: webmd
 15 Jul 2017    18:00 WIB
Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Resiko Terjadinya Gangguan Jantung, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang dewasa yang mengalami kekurangan vitamin D di masa kanak-kanak dan remajanya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami pengerasan pembuluh darah. Pengerasan pembuluh darah ini telah diketahui berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 2.100 orang di Finlandia. Para peneliti mengukur kadar vitamin D para peserta penelitian mulai dari saat mereka berusia 3 tahun hingga mereka berusia 18 tahun. Para peneliti kemudian memeriksa keadaan pembuluh darah para peserta penelitian (apakah mengalami pengerasan atau tidak) saat mereka berusia 30 hingga 45 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa para peserta penelitian yang memiliki kadar vitamin D yang paling rendah saat masih muda memiliki resiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami pengerasan pembuluh darah saat dewasa. Para peneliti menyatakan bahwa hubungan antara kadar vitamin D dan pengerasan pembuluh darah ini tidak berhubungan dengan berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya seperti tekanan darah tinggi, merokok, pola makan tidak sehat, jarang berolahraga, dan obesitas. Akan tetapi, perlu diingat bahwa pada penelitian ini, para peneliti hanya menemukan adanya hubungan antara kadar vitamin D di masa kanak-kanak dan remaja dengan keadaan kesehatan jantung di usia dewasa dan tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya. Walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apa sebenarnya peranan rendahnya kadar vitamin D terhadap pengerasan pembuluh darah, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sangatlah penting bagi setiap anak untuk memiliki kadar vitamin D yang mencukupi di masa mudanya.   Sumber: newsmaxhealth