Your browser does not support JavaScript!
 20 Nov 2020    13:00 WIB
Pentingnya Vitamin D Untuk Tubuh
Halo sahabat setia dokter.Id!, hari ini kita akan membahas tentang Vitamin D, apakah kita tahu bahwa terlepas dari namanya, vitamin D dianggap sebagai pro-hormon dan sebenarnya bukan vitamin. Karena Vitamin adalah nutrisi yang tidak dapat dibuat oleh tubuh dan karenanya harus dikonsumsi melalui makanan kita. Namun, vitamin D dapat disintesis oleh tubuh kita ketika sinar matahari mengenai kulit kita. Diperkirakan bahwa paparan sinar matahari yang masuk akal pada kulit kita selama 5-10 menit 2-3 kali per minggu memungkinkan sebagian besar orang untuk memproduksi vitamin D yang cukup. Lalu bagaimana Vitamin D bekerja? Pada dasarnya Vitamin D diperlukan untuk pengaturan mineral kalsium dan fosfor yang ditemukan dalam tubuh. Ini juga memainkan peran penting dalam mempertahankan struktur tulang yang tepat. Paparan sinar matahari adalah cara yang mudah dan andal bagi kebanyakan orang untuk mendapatkan vitamin D. Paparan tangan, wajah, lengan, dan kaki pada sinar matahari dua hingga tiga kali seminggu selama sekitar seperempat dari waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan kulit ringan. sengatan matahari akan menyebabkan kulit menghasilkan cukup vitamin D. Waktu paparan yang diperlukan bervariasi tergantung usia, jenis kulit, musim, waktu, dll. Sungguh menakjubkan betapa cepatnya kadar vitamin D yang cukup dapat dipulihkan oleh sinar matahari. Lemak tubuh bertindak seperti semacam baterai penyimpanan untuk vitamin D. Selama periode sinar matahari, vitamin D disimpan dalam lemak berlemak dan kemudian dilepaskan ketika sinar matahari hilang. Namun demikian, kekurangan vitamin D lebih umum dari yang kita harapkan. Orang yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari, terutama orang yang tinggal di Kanada dan bagian utara AS, sangat beresiko. Kekurangan vitamin D juga terjadi bahkan di iklim yang cerah, mungkin karena orang lebih banyak tinggal di dalam rumah, menutupi ketika berada di luar, atau menggunakan tabir surya secara konsisten akhir-akhir ini untuk mengurangi risiko kanker kulit. Orang yang lebih tua juga berisiko kekurangan vitamin D. Mereka cenderung menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, memiliki lebih sedikit "reseptor" di kulit mereka yang mengubah sinar matahari menjadi vitamin D, mungkin tidak mendapatkan vitamin D dalam makanan mereka, mungkin mengalami kesulitan menyerap vitamin D bahkan jika mereka mendapatkannya dalam makanan mereka , dan mungkin lebih sulit mengubah vitamin D makanan menjadi bentuk yang bermanfaat karena penuaan ginjal. Bahkan, risiko kekurangan vitamin D pada orang di atas 65 tahun sangat tinggi. Nah sekarang kita yang perlu jadi catatan kita juga adalah, kita perlu mengetahui Penggunaan & Keefektifannya, ternyata Vitamin D, bisa membantu, mencegah ataupun mengobati : Rendahnya kadar fosfat dalam darah karena kelainan bawaan yang disebut familial hypophosphatemia. Kadar fosfat dalam darah rendah karena penyakit yang disebut sindrom Fanconi. Kadar kalsium darah rendah karena kadar hormon paratiroid rendah. Pelunakan tulang (osteomalacia). Psoriasis (penyakit peradangan kronis dan bersifat autoimun, penyakit yang muncul sebagai akibat dari reaksi sistem kekebalan atau sistem imun tubuh) yang terjadi pada kulit yang ditandai dengan bercak putih, perak, atau merah bersisik tebal di berbagai bagian tubuh terutama pada kaki, punggung bawah, lutut, siku, tangan, dan kulit kepala. Kelainan tulang yang disebut osteodistrofi ginjal, yang terjadi pada orang dengan gagal ginjal. Rakhitis (penyakit anak-anak yang disebabkan oleh defisiensi vitamin D, ditandai dengan kalsifikasi yang tidak sempurna, pelunakan, dan distorsi tulang yang biasanya mengakibatkan kaki busur). Keropos tulang pada orang yang memakai obat yang disebut kortikosteroid. Jatuh dengan mengurangi goyangan tubuh dan tekanan darah. Osteoporosis. Gigi berlubang atau kehilangan gigi. Gagal jantung. Keropos tulang yang disebabkan oleh terlalu banyak hormon paratiroid (hiperparatiroidisme). Multiple sclerosis (MS). Infeksi pernapasan. Berikut adalah rekomendasi asupan vitamin D: Asupan vitamin D dapat diukur dengan dua cara: dalam mikrogram (mcg) dan Unit Internasional (IU). Satu mikrogram vitamin D sama dengan 40 IU vitamin D. Asupan vitamin D yang direkomendasikan sepanjang hidup diperbarui oleh Institut Kedokteran AS (IOM) pada 2010 dan saat ini ditetapkan di: Bayi 0-12 bulan - 400 IU (10 mcg). Anak-anak 1-18 tahun - 600 IU (15 mcg). Dewasa hingga usia 70 - 600 IU (15 mcg). Dewasa lebih dari 70 - 800 IU (20 mcg). Wanita hamil atau menyusui - 600 IU (15 mcg). Well, sahabat setia Dokter.ID, setelah kita semua mengetahui betapa pentingnya vitamin D, jangan sampai kekurangan vitamin ini yah, kalau kita ada mengalami penyakit-penyakit di atas, ada baiknya segera konsultasikan dengan dokter. Sumber : www.webmd.com, www.medicalnewstoday.com.
 11 Jun 2020    18:00 WIB
Vitamin yang Dapat Membuat Mr. P Bekerja Lebih Optimal
Sebuah penelitian baru di Italia menemukan bahwa rendahnya kadar vitamin D pada seorang pria dapat meningkatkan resiko terjadinya disfungsi ereksi. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati 143 orang pria yang menderita disfungsi ereksi pada berbagai tingkat keparahan. Para peneliti kemudian menemukan bahwa hampir setengah dari para pria ini mengalami kekurangan vitamin D dan hanya 1 di antara 5 orang pria yang memiliki kadar nutrisi yang optimal. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa para pria yang mengalami disfungsi ereksi berat memiliki kadar vitamin D yang 24% lebih rendah dibandingkan dengan pria yang menderita disfungsi ereksi yang lebih ringan. Kekurangan vitamin D dapat memicu produksi radikal bebas yang disebut dengan ion superoksida. Radikal bebas ini dapat menurunkan kadar nitrit oksida, suatu molekul yang berfungsi untuk membantu pembuluh darah Anda menjalankan fungsinya dengan baik. Dengan demikian, hal ini tentu saja akan membuat Mr.P seorang pria sulit mencapai ereksi (disfungsi ereksi). Nitrit oksida merupakan suatu molekul yang dapat membuat pembuluh darah menjadi rileks, yang berarti juga membantu memperlancar aliran darah dan menyebabkan terjadinya ereksi. Kekurangan nitrit oksida membuat pembuluh darah seseorang sulit menjadi rileks, sehingga ereksi pun sulit dicapai. Oleh karena itu, bagi para pria yang memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam tubuhnya, para peneliti menganjurkan agar para pria tersebut mengkonsumsi suplemen vitamin D hingga kadar vitamin D di dalam tubuhnya mencapai 30 ng/mL atau lebih. Hingga saat ini, para peneliti masih meneliti mengenai apakah konsumsi suplemen vitamin D dapat membantu mencegah atau memperlambat terjadinya disfungsi ereksi pada pria yang belum pernah mengalami disfungsi ereksi sebelumnya.   Baca juga: Tips Untuk Mencegah Timbulnya Bau Tidak Sedap Pada Penis   Sumber: womenshealthmag
 01 May 2020    16:00 WIB
Hati-Hati Garam Dapat Melemahkan Tulang
Garam merupakan hambatan besar pada pembentukan tulang kuat. Para peneliti menemukan bahwa wanita paska menopause yang mengkonsumsi diet tinggi garam mengalami kehilangan mineral tulang yang lebih banyak daripada wanita lain yang seusia. Banyak penelitian telah menemukan bahwa garam dapur biasa dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium sehingga membuat tulang menjadi lemah bila berlangsung dalam waktu lama. Batas konsumsi garam harian yang direkomendasikan adalah 2.300 mg natrium setiap harinya, yang sama dengan satu sendok teh garam. Untuk setiap 2.300 mg natrium atau garam yang anda konsumsi, maka sekitar 40 mg kalsium dikeluarkan melalui air kemih. Mengurangi konsumsi garam dapat membantu mencegah penipisan tulang. Hindarilah mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang telah diproses. Beberapa jenis makanan tinggi garam yang sebaiknya anda hindari atau batasi konsumsinya adalah:•    Daging olahan seperti ham, sosis, atau daging asap•    Makanan siap saji seperti pizza, burger, taco, dan kentang goreng•    Makanan olahan seperti makanan beku •    Makanan kalengan dan jus buah•    Makanan yang dipanggang seperti roti dan sereal Mengkonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup setiap harinya dapat membantu mencegah penipisan tulang akibat garam. Setiap orang dewasa yang berusia 50 tahun dan lebih muda membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 800 ml susu). Orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun membutuhkan 1.200 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 1.2 L susu). Setiap orang berusia 50 tahun dan kurang membutuhkan 200 IU vitamin D setiap harinya. Orang dewasa yang berusia 51-70 tahun membutuhkan 400 IU vitamin D setiap harinya. Orang dewasa yang berusia lebih dari 70 tahun membutuhkan 600 IU vitamin D setiap harinya. Berbagai makanan sumber vitamin D adalah susu, kuning telur, ikan laut, hati, dan suplemen. Periksa label pada kemasan makanan anda untuk melihat kadar natrium di dalamnya. Pilihlah makanan dengan kadar natrium yang lebih rendah karena lebih baik bagi tulang anda. Jika anda tidak dapat menurunkan konsumsi garam anda, maka konsumsilah makanan kaya kalium seperti pisang, tomat, dan jus jeruk karena kalium dapat membantu menurunkan pengeluaran kalsium. Untuk membantu menjaga kekuatan tulang anda, konsumsilah makanan rendah garam dan konsumsilah makanan segar (hindari makanan beku, makanan siap saji, atau makanan olahan) seperti gandum, buah, dan sayuran segar. Konsumsilah kalsium dan vitamin D sesuai kebutuhan anda, baik melalui makanan maupun suplemen bila diperlukan. Sumber: webmd
 04 Apr 2020    11:00 WIB
6 Vitamin dan Mineral Penting Untuk Anak
Anak-anak dan remaja memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan orang dewasa. Beberapa vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan anak anda akan dibahas di bawah ini: 1.      Kalsium Kalsium merupakan mineral penting bagi pertumbuhan tulang dan gigi anak anda. Semakin banyak tulang yang dibentuk di masa kanak-kanak, maka akan semakin banyak tulang yang ada setelah proses penipisan tulang dimulai nantinya. Kebutuhan kalsium berdasarkan usia anak adalah: Usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 700 mg kalsium setiap harinya Usia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium setiap harinya Usia 9-18 tahun membutuhkan sekitar 1.300 mg kalsium setiap harinya Beberapa jenis makanan sumber kalsium adalah susu, salmon, sayuran hijau, dan berbagai jenis makanan serta minuman yang telah diperkaya dengan kalsium.   2.      Serat Serat memang bukan vitamin ataupun mineral, akan tetapi berbagai jenis makanan yang mengandung serat biasanya juga mengandung berbagai nutrisi penting lainnya, seperti vitamin E, vitamin C, kalsium, magnesium, dan kalium. Anda membutuhkan sekitar 14 gram serat bagi setiap 1.000 kalori yang anda konsumsi. Walaupun tubuh anak-anak lebih kecil daripada orang dewasa, akan tetapi tubuh mereka memerlukan serat sebanyak orang dewasa untuk menjaga kesehatan sistem pencernaannya. Seorang anak berusia 4-8 tahun memerlukan sekitar 25 gram serat bagi 1.500 kalori setiap harinya. Oleh karena itu, anak balita yang makan lebih sedikit daripada anak yang lebih tua, mungkin membutuhkan sekitar 18 gram setiap harinya. Beberapa jenis makanan tinggi serat adalah strawberi, blueberi, raspberi, brokoli, alpukat, dan oatmeal. Selain itu, kacang-kacangan juga merupakan sumber serat yang sempurna. Selain serat, kacang-kacangan juga mengandung protein dan nutrisi penting lainnya seperti vitamin A dan kalium.   3.      Vitamin B Kompleks Vitamin B kompleks merupakan komponen penting bagi metabolisme, energi, dan bagi kesehatan jantung serta sistem saraf anda. Vitamin B yang paling penting adalah vitamin B12. Kebutuhan vitamin B berdasarkan usia adalah: Bayi membutuhkan sekitar 0.5 mcg setiap harinya Balita membutuhkan sekitar 0.9 mcg setiap harinya Anak berusia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 1.2 mcg setiap harinya Anak berusia 9-13 tahun membutuhkan sekitar 1.8 mcg setiap harinya Remaja membutuhkan sekitar 2.4 mcg setiap harinya dan 2.6 mcg setiap harinya bagi remaja yang sedang hamil Beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin B12 adalah daging, unggas, ikan, dan telur.   4.      Vitamin D Vitamin D merupakan vitamin yang bekerja sama dengan kalsium untuk membentuk tulang. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu tubuh melawan penyakit kronik di masa tua. Bayi dan anak-anak membutuhkan sekitar 400 IU vitamin D setiap harinya. Bayi yang disusui membutuhkan suplemen vitamin D hingga mereka dapat mengkonsumsi susu sapi. Berbagai makanan sumber vitamin D adalah salmon, mackerel, sardin, dan susu.   5.      Vitamin E Vitamin E merupakan vitamin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin E juga membantu menjaga pembuluh darah anda tetap bersih sehingga aliran darah dapat mengalir dengan lancar. Kebutuhan vitamin E berdasarkan usia adalah: Anak berusia 1-3 tahun membutuhkan 9 IU vitamin E setiap harinya Anak beruisa 4-8 tahun membutuhkan 10.4 IU vitamin E setiap harinya Anak berusia 9-13 tahun membutuhkan 16.4 IU vitamin E setiap harinya Remaja dan orang dewasa membutuhkan 22 IU vitamin E setiap harinya. Berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin E adalah minyak sayuran, kacang-kacangan serperti almond dan hazelnut.   6.      Zat Besi Zat besi merupakan salah satu mineral yang membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Anak-anak membutuhkan sekitar 7-10 mg zat besi setiap harinya. Remaja laki-laki memerlukan sekitar 11 mg zat besi setiap harinya, sedangkan remaja perempuan membutuhkan sekitar 15 mg zat besi setiap harinya. Beberapa jenis makanan sumber zat besi adalah daging merah dan daging lainnya yang kaya zat besi, sayuran hijau, kedelai, dan kacang-kacangan.     Sumber: webmd
 02 Mar 2020    15:00 WIB
Ini Dia Vitamin Pelindung Kesehatan Prostat
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa rendahnya kadar vitamin D di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat dan mempercepat penyebaran sel-sel kanker di dalam tubuh Anda. Pada penelitian ini, para peneliti memeriksa kadar vitamin D di dalam darah 667 orang pria yang berusia antara 40-79 tahun yang memiliki kadar PSA yang abnormal atau memiliki hasil pemeriksaan dubur yang abnormal, sebelum mereka melakukan pemeriksaan biopsy pertamanya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa defisiensi (kekurangan) vitamin D berat ternyata berhubungan dengan terjadinya kanker prostat yang lebih agresif dan lebih berat (stadium lanjut). Vitamin D telah terbukti dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat pada hewan percobaan yang menderita kanker prostat. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu mengatur pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah baru, yang penting untuk menjaga kesehatan sel-sel tubuh Anda. Kadar vitamin D di dalam darah yang diperlukan oleh tubuh bagi pria adalah antara 30-80 ng/ml. Para peneliti menemukan bahwa pria keturunan Afrika-Amerika (16.7 ng/ml) cenderung memiliki kadar vitamin D di dalam darah yang lebih rendah dibandingkan dengan pria keturunan Eropa-Amerika (19.3 ng/ml). Oleh karena itu, bila kadar vitamin D di dalam darah sangat rendah, maka pria keturunan Afrika-Amerika memiliki resiko untuk menderita kanker prostat agresif 5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan pria lainnya. Sementara itu, seorang pria keturunan Eropa-Amerika memiliki resiko untuk menderita kanker prostat agresif 3.5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pria lainnya bila memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam darah. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan pria keturunan Afrika-Amerika memiliki lebih banyak melanin pada kulitnya, yang mencegah paparan sinar UV dan pembentukan vitamin D. Kadar vitamin D di dalam tubuh seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal seperti di mana tempat tinggal Anda, apa warna kulit Anda, dan bagaimana iklim atau cuaca lingkungan tempat tinggal Anda. Untuk memastikan agar Anda memiliki kadar vitamin D yang memadai di dalam tubuh dan melindungi kesehatan prostat Anda, maka pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin D seperti salmon, tuna, susu, jus buah, dan sereal yang telah diperkaya dengan vitamin D. Jika Anda ingin mengkonsumsi suplemen vitamin D, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda. Orang dewasa membutuhkan setidaknya 600 IU vitamin D setiap harinya.       Sumber: menshealth
 28 Jan 2020    08:00 WIB
Cukupkah Konsumsi Vitamin D Anda?
Vitamin D merupakan nutrisi penting yang mempunyai manfaat baik bagi kesehatan anda. Akan tetapi, sebagian besar orang dewasa mengalami kekurangan vitamin D. Berdasarkan beberapa penelitian, selain baik bagi kesehatan tulang, vitamin D juga diduga dapat menurunkan resiko kanker, penyakit jantung, stroke, diabetes, berbagai penyakit autoimun, dan lainnya.   Mengapa Anda Tetap Kekurangan Vitamin D? Walaupun vitamin D dapat dibentuk di dalam tubuh anda melalui bantuan sinar matahari, akan tetapi banyak orang tetap mengalami kekurangan vitamin D. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal yang mengganggu kemampuan kulit dalam memproduksi vitamin D. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kemampuan kulit dalam memproduksi vitamin D adalah: Musim Waktu Ketinggian tempat tinggal anda Polusi udara Tertutupnya sinar matahari oleh awan Pemakaian tabir surya Bagian tubuh yang terkena sinar matahari Warna kulit Usia Para ahli menyarankan agar anda tetap menggunakan tabir surya dan mengkonsumsi suplemen vitamin D daripada menjemur diri anda di bawah sinar matahari karena bahaya sinar matahari bagi kulit anda.   Fungsi Vitamin D Kombinasi antara kalsium dan vitamin D dapat membantu mencegah terjadinya osteoporosis pada orang lanjut usia. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh sehingga mudah mengalami patah tulang.   Berapa Banyak Vitamin D yang Anda Butuhkan? Tujuan utama pemberian vitamin D dan kalsium adalah untuk menjaga kesehatan tulang anda. Kebutuhan vitamin D yang direkomendasikan bagi orang dewasa berusia 69 tahun dan di bawahnya adalah 600 IU/hari dan 800 IU/hari bagi orang dewasa berusia 70 tahun atau lebih. Orang lanjut usia membutuhkan lebih banyak vitamin D karena seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, kulit tidak lagi dapat memproduksi vitamin D dengan baik. Selain itu, orang lanjut usia juga lebih jarang berada di luar ruangan.   Sumber Vitamin D Sinar matahari merupakan sumber vitamin D terbaik, akan tetapi hal ini pun dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit. Terdapat beberapa makanan yang mengandung vitamin D, seperti susu, yogurt, sereal, ikan, jamur, telur, hati sapi, dan jus jeruk. Vitamin D biasanya ditambahkan pada makanan atau minuman yang mengandung kalsium karena penyerapan kalsium membutuhkan bantuan vitamin D. Selain itu, penggunaan suplemen vitamin D juga dapat membantu.   Batas Maksimum Konsumsi Vitamin D Vitamin D merupakan vitamin yang larut di dalam lemak. Vitamin larut lemak dapat disimpan di dalam tubuh dan tidak dapat dikeluarkan dengan mudah seperti vitamin larut air. Menurut IOM, kadar maksimum vitamin D harian yang dianggap masih aman adalah sebesar 4.000 IU.  Baca juga: Kekurangan Vitamin D Sumber: webmd
 24 Dec 2019    11:00 WIB
Cegah Osteoporosis Dengan 6 Cara
Seiring dengan pertambahan usia ada begitu banyak penyakit yang dapat terjadi. Salah satu keadaan yang harus diperhatikan adalah Osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kepadatan tulang. Osteoporosis adalah suatu keadaan yang tak mungkin terelakkan. Namun ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko. Berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan: Mengkonsumsi makanan yang sehat Tulang Anda membutuhkan berbagai nutrisi, termasuk kalsium, serta vitamin D, beberapa vitamin B dan vitamin K. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pada saat menopause, vitamin K mulai kehilangan kemampuannya untuk membantu menghasilkan protein tulang penting yang berguna untuk mengikat kalsium. Kebanyakan multivitamin tidak mengandung vitamin K, jadi cobalah untuk mengkonsumsi tiga porsi produk susu rendah lemak, sayuran hijau setiap hari. Kurangi konsumsi lemak. Mengkonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dapat meningkatkan homosistein ??(zat kimia dalam tubuh yang dapat menurunkan kepadatan tulang) Suplemen tambahan Untuk pencegahan osteoporosis, Anda dapat mengkonsumsi suplemen tambahan yang mengandung kalsium, magnesium, vitamin B-6, vitamin B-12, vitamin D, folat, vitamin B, yang dapat membantu dalam mengurangi kadar homosistein. Perhatikan obat yang Anda konsumsi Apabila Anda sering mengkonsumsi atau mendapatkan suntikan obat golongan kortikosteroid seperti prednison. Maka Anda memerlukan asupan vitamin D. Kortikosteroid menghalangi kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin tulang. Berhenti merokok dan konsumsi alkohol Merokok menggandakan risiko terjadinya patah tulang karena osteoporosis. Apabila Anda mengkonsumsi lebih dari dua gelas alkohol per hari akan meningkatkan risiko patah tulang. Menjaga berat badan yang normal Apabila Anda mempunyai berat badan yang terlalu berlebihan atau terlalu kurus ternyata juga dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis Olahraga Olahraga juga salah satu langkah untuk menunda terjadinya osteoporosis. Latihan angkat beban dan berjalan kaki. Latihan tersebut berguna untuk memperkuat tulang. Cobalah lakukan berjalan cepat selama 20 menit, angkat beban selama 15 menit dan latihan keseimbangan selama 10 menit setidaknya tiga hari dalam seminggu.   Sumber: arthritistoday