Your browser does not support JavaScript!
 11 Nov 2018    18:00 WIB
Hati-hati! Varikokel Pada Pria Bisa Bikin Mandul
Hai, sahabat! Kita pasti bertanya-tanya apa itu varikokel dan apa hubungannya dengan ketidak suburan pada pria. Yuk kita bahas! Pertama-tama kita harus tahu bahwa Varikokel adalah pembesaran vena di dalam skrotum. Skrotum adalah kantung yang tertutup kulit yang memegang testis pria. Ini juga mengandung arteri dan vena yang mengantarkan darah ke kelenjar reproduksi. Vena-vena ini disebut pleksus pampiniformis. Kelainan vena pada skrotum dapat menyebabkan varikokel. Varikokel hanya terjadi di skrotum dan sangat mirip dengan varises yang dapat terjadi di kaki. Varikokel dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas sperma, yang pada beberapa kasus dapat menyebabkan infertilitas (kemandulan). Hal ini juga bisa mengecilkan testis seorang pria. Varikokel seringkali terjadi, khususnya dapat ditemukan pada pria dewasa sebanyak 15 persen dan sekitar 20 persen pada remaja laki-laki. Dan lebih sering terjadi pada laki-laki berusia 15 hingga 25 tahun. Varikokel umumnya terbentuk selama masa pubertas dan lebih sering ditemukan di sisi kiri skrotum pria. Anatomi sisi kanan dan kiri skrotum pria tidak sama. Varikokel bisa ada di kedua sisi, tetapi sangat jarang. Tidak semua varikokel mempengaruhi produksi sperma. Apa yang menyebabkan varikokel ? Tali spermatika menahan setiap testis. Tali ini juga mengandung vena, arteri, dan saraf yang mendukung kelenjar. Dalam pembuluh darah yang sehat di dalam skrotum, katup satu arah memindahkan darah dari testikel ke skrotum, dan kemudian mereka mengirimnya kembali ke jantung. Kadang-kadang darah tidak bergerak melalui pembuluh darah seperti seharusnya dan mulai menggenang di pembuluh darah, hingga menyebabkan pembesaran, Varikokel berkembang perlahan seiring waktu. Tidak ada faktor risiko yang ditetapkan terjadinya varikokel, dan penyebab pastinya tidak jelas. Tetapi kita bisa kenali mengenai gejala-gejala varikokel : Adanya benjolan di salah satu buah zakar pria; pembengkakan di skrotum pria, vena yang terlihat membesar atau terpelintir di skrotum pria, yang sering digambarkan tampak seperti sekantong cacing, nyeri tumpul dan berulang di skrotum pria. Kondisi ini dapat berdampak pada kesuburan. Varikokel ditemukan pada 35 hingga 44 persen pria dengan infertilitas primer dan pada 45 hingga 81 persen pria dengan infertilitas sekunder. Infertilitas primer umumnya terjadi pada pasangan yang tidak memiliki anak setelah setidaknya satu tahun mencoba. Sedangkan infertilitas sekunder terjadi pada pasangan yang telah hamil, setidaknya sekali, tetapi tidak bisa hamil lagi. Bagaimana varikokel didiagnosis? Dokter biasanya mendiagnosa kondisi pasien setelah pemeriksaan fisik. Varikokel tidak bisa selalu dirasakan atau terlihat ketika pasien berbaring. Dokter kemungkinan besar akan memeriksa testis pasien dalam keadaan berdiri dan berbaring. Dokter akan melakukan USG skrotum. Ini membantu mengukur vena spermatika dan memungkinkan dokter yang memeriksa  mendapatkan gambaran kondisi yang mendetail dan akurat. Bagaimana cara Pengobatannya? Tidak semua varikokel membutuhkan perawatan. Itu sebagian besar dilakukan jika: kita kesakitan ,kita memiliki masalah kesuburan, testis kiri tumbuh lebih kecil dari pada yang kanan. Pada dasarnya tidak ada obat untuk mencegah varikokel. Jika kita sakit, dokter mungkin meminta kita untuk mengambil ibuprofen untuk rasa sakit. Tetapi jika kita memang membutuhkan perawatan, Kita mungkin harus menjalani salah satu operasi ini: 1. Varicocelectomy (Bedah Terbuka Konvensional). Ini adalah prosedur yang paling umum. Dalam varicocelectomy konvensional dokter membuat sayatan dua atau tiga inci di bawah area selangkangan atau di perut. masuk dan mengikat pembuluh darah yang bermasalah. 2. Bedah Mikro. Mikro (Ligasi mikro) adalah prosedur di mana sayatan yang lebih kecil dibuat. Dokter hanya memotong kulit dan jaringan lemak. Karena dia tidak memotong otot, ada lebih sedikit rasa sakit dan pemulihan lebih cepat. Dokter mengidentifikasi varikokel (vena bengkak) melalui mikroskop operasi. Varikokel besar dipotong dan dijepit tertutup. Varikokel yang lebih kecil dipotong dan dijepit. Operasi membutuhkan waktu kurang dari satu jam dan waktu pemulihan singkat. 3. Laproscopy. Ini mirip dengan bedah terbuka konvensional dan sayatan biasanya dilakukan di perut. 4. Coil Embolization, Occlusion Radiologic Balloon atau Radiologic Ablation (Non-Bedah) Ini disebut sebagai prosedur minor atau prosedur non-bedah. Hal ini tidak terlalu umum dilakukan. Kumparan baja atau kateter balon silikon dimasukkan ke vena pada kaki di bawah selangkangan dan dilewatkan di bawah bimbingan sinar X ke vena testis. Intinya, pembedahan hanya diperlukan jika varikokel menyebabkan kita sakit atau jika kita mencoba memiliki anak. Nah, guys!…ada baiknya kan kita berkonsultasi ke dokter ahli yang tepat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.\ Sumber : www.healthline.com, www.nyfertility.org
 26 Jul 2018    18:00 WIB
Testis Besar Sebelah ? Apakah Normal ?
Guys, tentu tidak asing dengan testis yang orang bilang "biji" kemaluan atau juga dikenal sebagai "buah zakar" kita yang berjumlah dua. Kebanyakan yang didapati testis sebelah kanan lebih besar dan yang kiri menggantung lebih rendah. Teman saya pernah bercerita kalau testis salah satu keluarganya besar sebelah sehingga merisaukan. Nah, artikel kali ini kita akan membahas mengenai hal ini supaya kita jelas dalam kondisi yang bagaimana seharusnya kita segera memeriksakan testis kita ke dokter. Penyebab Berikut in adalah beberapa alasan yang menyebabkan testis membesar sebelah : Epididimistis  yaitu saluran di belakang testis mengalami peradangan yang biasanya disebabkan karena infeksi dan bisa jadi diakibatkan dari penyakit menular seksual klamidia. Gejalanya seperti nyeri saat buang air kecil. Orchitis yaitu peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus mumps atau gondong. Kista epididymis yaitu terjadinya kelebihan cairan di duktus. Kista ini tidak berbahaya dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan biasanya hilang dengan sendirinya. Hidrokel yang merupakan kantung disekitar testis terisi cairan. Jika mengalami peradangan perlu dibawa ke dokter. Varikokel yaitu kondisi dimana pembuluh darah di sekitar skrotum membesar. Ada benjolan di testis yang kemungkinan bisa menjadi kanker testis Langkah pengecekan DIY Sobat sehat bisa melakukan pemeriksaan sendiri alias DIY (Do It Yourself) di rumah dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pastikan skrotum atau kantong pelir yang membungkus testis kita tidak dalam keadaan tegang tetapi kendor. Dengan menggunakan jempol dan jari tangan cobalah gulung testis pelan-pelan dan hati-hati. Periksa permukaan testis apakah ada benjolan, sakit atau perubahan bentuk. Testis yang sehat halus, dan lebih dekat ke bentuk telur daripada bulat. Rasakan hingga ke bagian bawah skrotum hingga ke bagian belakang yang disebut epididimis yang seharusnya berasa seberti sekelompok tabung. Lakukan pemeriksaan ini setidaknya sebulan sekali Kapan harus segera ke dokter Setelah melakukan pengecekan maka sobat harus segera ke dokter jika menemukan beberapa gejala berikut ini : Rasa sakit atau nyeri sekali pada bagian testis Testis mengalami pembekakan Testis berwarna kemerahan Kesulitan atau susah buang air kecil Nyeri di perut bagian belakang atau bawah Pembekakan atau nyeri di kelenjar dada Jadi sobat sehat testis besar normal namun tidak menjadi normal kapankala kita menemui gejala atau kondisi seperti yang dijelaskan di atas. Begitu sobat temui, segeralah temui dokter. Tentu kita sayang dengan asset kita bukan. Maka jangan menunda kalau menemui gejala di atas, segera ke rumah sakit atau dokter agar segera dilakukan tes yang dibutuhkan entahkah tes urin, ultrasound, maupun CT scan agar bisa didapatkan hasil yang jelas. Tetap semangat, tetap sehat. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Baca juga : Gangguan Pada Testis dan Infertilitas Sumber : www.medicalnewstoday.com
 22 Apr 2017    12:00 WIB
Terapi testoteron : kunci vitalitas pria ?
Banyak yang ingin melakukan terapi testosteron karena tertarik dengan hasil yang bisa didapatkan, yaitu otot yang lebih kencang, meningkatnya daya ingat & konsentrasi, meningkatnya vitalitas serta stamina. Semakin bertambahnya usia hal-hal tersebut umum dirasakan oleh para pria, sehingga terapi testosteron ini terdengar seperti formula anti penuaan yang tepat. Tetapi apakah terapi testostero itu baik dan aman? Mari kita bahas lebih lanjut Apakah testosteron itu ? Testosteron adalah hormon yang diproduksi sebagian besar di testis. Jadi testosteron berfungsi untuk membentuk fitur-fitur tubuh khas pria & juga membantu menjaga kesehatan pria secara umum. Berikut adalah fungsi testosteron bagi tubuh pria :• Menjaga kepadatan tulang• Menjaga distribusi lemak di tubuh• Menjaga kekuatan & massa otot• Menjaga produksi sel darah merah• Menjaga gairah seksual• Menjaga produksi sperma Hipogonadisme adalah penyakit dimana tubuh tidak bisa memproduksi hormon testosteron dalam jumlah yang cukup karena adanya masalah pada testis atau pada kelenjar dibawah otak yang mengatur testis. Bila mengalami masalah tersebut, maka terapi pengganti testosteron dapat membantu mengurangi tanda & gejala gangguan kesehatan akibat kadar testosteron yang rendah pada pasien tersebut. Dokter dapat memberikan testosteron tersebut dalam bentuk suntikan, koyo atapun gel yang dioles. Apa yang terjadi pada testoteron di usia tertentu ? Kadar testosteron akan memuncak pada pria dimasa remaja & dewasa muda. Semakin bertambahnya usia, maka kadar testosteron dalam tubuh akan berkurang, sekitar 1% per-tahun, dimana penurunan ini biasanya dimulai sejak usia 30 tahun. Oleh karena itu pada pria yang mengalami kadar testosteron yang rendah, penting untuk memastikan apakah penurunan kadar testosteron tersebut disebabkan oleh efek penuaan normal atau karena adanya masalah kesehatan (hipogonadisme). Apakah penurunan kadar testosteron secara alami juga menyebabkan tanda & gejala penuaan ?Penurunan kadar testosteron secara alami tidak selalu akan menyebabkan timbulnya tanda & gejala penuaan. Dengan semakin bertambahnya usia, pria dapat mengalami beragam tanda & gejala kesehatan tapi tidak semuanya berkaitan dengan menurunnya kadar testosteron dalam tubuh.Berikut adalah tanda & gejala kesehatan yang berkaitan dengan menurunnya kadar testosteron dalam tubuh :• Adanya perubahan dalam fungsi seksual. Hal ini seperti berkurangnya gairah seksual, berkurangnya ereksi spontan (biasa terjadi saat tidur) serta gangguan kesuburan.• Adanya perubahan dalam pola tidur. Terkadang kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan insomnia atau gangguan pola tidur lainnya.• Adanya perubahan fisik. Berbagai perubahan fisik dapat terjadi, termasuk diantaranya meningkatnya lemak tubuh, berkurangnya massa & kekuatan otot serta berkurangnya kepadatan tulang. Payudara yang membesar (gynecomastia) & rambut yang rontok juga dapat terjadi. Selain itu juga bisa mengalami rasa panas di wajah & berkurangnya tenaga dari yang biasa dirasakan.• Adanya perubahan emosi. Rendahnya kadar testosteron juga bisa mengakibatkan menurunnya motivasi atau kepercayaan diri. Selain itu, bisa juga merasa sedih atau depresi atau mengalami masalah konsentrasi & gangguan daya ingat. Yang perlu diperhatikan adalah, bahwa sebagian tanda & gejala ini merupakan hal yang normal dialami seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, tanda & gejala tersbeut juga bisa juga disebabkan oleh hal lain, seperti misalnya efek samping pengobatan, adanya masalah pada kelenjar tiroid, depresi & konsumsi alkohol yang berlebihan. Pemeriksaan darah adalah satu-satunya cara untuk memastikan apakah kadar testosteron dalam tubuh rendah atau tidak.Bisakah terapi testosteron menjaga vitalitas & membuat awet muda ?Terapi testosteron dapat membantu membalik efek dari hipogonadisme, tetapi masih belum jelas apakah terapi testosteron memberikan manfaat pada pria yang tidak mempunyai masalah hipogonadisme. Meskipun beberapa pria percaya bahwa dengan melakukan terapi testosteron membantu mereka menjadi tetap awet muda & lebih bertenaga serta menjaga vitalitas saat usia bertambah, tetapi masih sedikit penelitian menyeluruh yang dilakukan mengenai terapi testosteron terhadap pria dengan kadar testosteron sehat, karena penelitian-penelitian kecil yang telah dilakukan memberikan hasil yang beragam. Sebagai contoh pada salah satu penelitian yang dilakukan, pria sehat yang diberikan terapi testosteron meningkat massa ototnya tetapi tidak bertambah kekuatannya. Apa resiko terapi testosteron terhadap penuaan normal ? Terapi testosteron mempunyai resiko yang beragam, contohnya :• Dapat menimbulkan apneu tidur, yaitu gangguan tidur yang bisa berbahaya dimana terjadi henti nafas yang berulang.• Dapat menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak sel darah merah (polycythemia), sehingga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.• Menyebabkan timbulnya jerawat atau reaksi kulit lainnya.• Menstimulasi pertumbuhan non-kanker dari prostat (benign prostatic hyperplasia) & kemungkinan juga menstimulasi pertumbuhan kanker prostat yang sudah ada.• Menyebabkan pembesaran pada payudara• Mengurangi jumlah produksi sperma atau menyebabkan testis menciut. Apakah perlu berkonsultasi dengan dokter untuk penggunaan terapi testoteron ?Bila masih ragu apakah terapi testosteron merupakan tindakan yang tepat untuk mengatasi gejala yang dirasakan, maka sebaiknya berkonsultasi langsung ke dokter untuk mengetahui apa manfaat & resiko dari terapi testosteron yang ingin dilakukan. Bila penurunan kadar testosteron yang dialami adalah akibat dari kondisi kesehatan tertentu, maka terapi testosteron dapat membantu memperbaiki kondisi tersebut. Tetapi, bila untuk mengatasi kondisi penuaan normal, maka tidak terlalu disarankan untuk melakukan terapi testosteron. Sumber : mayoclinic