Your browser does not support JavaScript!
 02 Sep 2019    18:00 WIB
Fakta Tentang Virus MERS yang Mematikan
Virus mematikan pada saluran pernafasan yang dikenal dengan nama MERS ternyata sudah menyebar ke seluruh dunia. Virus ini pertama kali ditemukan di Saudi Arabia pada tahun 2012, dan banyak berkembang di timur tengah. MERS merupakan virus yang sangat berhubungan dengan virus mematikan lainnya yaitu SARS (severe acute respiratory syndrome) yaitu virus yang menginfeksi 8.000 orang diseluruh dunia pada tahun 2003, dan 774 diantaranya meninggal dunia. Apakah MERS itu?MERS atau Middle East Respiratoru Syndrome adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebut coronavirus. Terkadang MERS dikenal sebagai MERS-CoV untuk Middle East respiratory syndrome coronavirus. MERS masih satu keluarga dengan SARS. Coronavirus sudah menyebar ke seluruh dunia, dan CDC mengatakan ada lima tipe coronavirus yang menyebabkan orang sakit. Coronavirus juga dapat menyerang hewan. Gejala MERSGeraja yang timbul dari infeksi MERS adalah batuk, demam dan nafas pendek-pendek. Berapa banyak penderita MERS?Sampai saat ini telah ditemukan 401 kasus MERS di 12 negara. Sebanyak 93 diantaranya telah meninggal dunia. Bagaimana mengobati MERS?Sampai saat ini belum ada pengobatan untuk MERS, tetapi dokter dapat mengobati gejala-gejala yang dialami oleh pasien. Bagaimana MERS menyebar?Secara umum MERS menyebar diantara mereka yang melakukan kontak langsung. Sebagai contoh pada pasien yang sudah terinfeksi dapat menyebarkan virus kepada para tenaga medis yang sedang menanganinya. Tetapi virus tidak dapat dengan mudah menyebar begitu saja, misalnya saat berbelanja di mall. Dimana saja virus MERS ditemukan?Selain Saudi Arabia, ada lima negara lain yang tercatat sudah melaporkan kasus MERS, yaitu:•  Uni Emirat Arab•  Qatar•  Oman•  Yordania•  Kuwait Ditambah, enam negara lain yang dilaporkan mendapat kasus MERS berhubungan dengan orang yang sedang dalam perjalanan, yaitu:•  Amerika Serikat•  Perancis•  Tunisia•  Italia•  Malaysia•  Inggris Darimanakah asal virus MERS?Petugas kesehatan publik mengatakan bahwa virus berasal dari hewan, tetapi hal ini masih harus diteliti lebih lanjut. Virus ini telah ditemukan pada unta di Qatar, Mesir dan Saudi Arabia. MERS juga ditemukan pada kelelawar di Saudi Arabia. Tetapi para petugas belum bisa memastikan apakah unta memang sumber dari virus. Sejauh ini para petugas mengatakan unta, kelelawar dan binatang lain mungkin memiliki peranan penting dalam persebaran virus Apakah ada vaksin?Sampai saat ini tidak ada vaksin yang tersedia untuk virus MERS.Sumber: webmd
 12 Jun 2015    18:00 WIB
Cara Pencegahan MERS Untuk Jamaah Haji
Sejak bulan April 2012, kasus MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus) telah ditemukan di daerah Timur Tengah seperti Yordania, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Yaman, Lebanon dan Iran. Oleh karena itu para calon jamaah haji dan umroh yang akan berangkat disarankan untuk berwaspada.  Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan sebelum melakukan perjalanan ibadah Anda: Konsultasikan dengan dokter atau kunjungi klinik kesehatan enam minggu sebelum Anda bepergian.  Menyadari bahwa seseorang yang memiliki kondisi medis kronis (misalnya: kencing manis, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit pernapasan) mempunyai risiko yang lebih tinggi. Bila mempunyai kondisi medis kronis sebaiknya memeriksakan diri secara lengkap terlebih dahulu. Hindari makan dan minum air yang tidak bersih. Hindari makanan dan minuman yang mungkin terkontaminasi dengan cairan hewan.  Hindari makanan mentah atau setengah matang. Usahakan hanya makan makanan yang dimasak dengan baik dan disajikan panas-panas.  Hindari minum produk susu yang tidak dipasteurisasi seperti susu unta mentah.  Hindari minum air seni onta (praktek yang berhubungan dengan tujuan pengobatan di daerah tertentu).  Hindari kontak terlalu dekat dengan semua binatang liar atau ternak, seperti kelelawar dan unta.  Lindungi diri Anda dan orang lain dari penyebaran kuman dan penyakit seperti flu. Cuci tangan Anda sesering mungkin. Gunakanlah saputangan saat bersin atau batuk. Saat ini tidak vaksin untuk Mers, CoV namun biasanya Anda akan diberikan vaksin yang mecegah flu. Melakukan vaksinasi pneumonia dan influenza. Baca juga: Flu dan komplikasinya Sumber: phacaspc