Your browser does not support JavaScript!
 19 Jun 2020    18:00 WIB
Apa itu Vasektomi ?
Vasektomi merupakan suatu tindakan pembedahan yang dilakukan sebagai salah satu cara kontrasepsi permanen pada pria. Vasektomi mencegah sperma bercampur dengan air mani saat seorang pria ejakulasi. Pada saat vasektomi, suatu saluran yang disebut vas deferens yang berada di setiap testis (buah zakar) dijepit dan kemudian dipotong atau diikat. Hal ini mencegah sperma untuk bercampur dengan air mani saat ejakulasi terjadi. Sel telur tidak dapat dibuahi jika tidak ada sperma pada air mani. Testis tetap terus menghasilkan sperma. Sperma yang tidak keluar ini pada akhirnya akan diserap kembali oleh tubuh. Hal ini juga merupakan proses yang biasanya terjadi bila anda tidak mengalami ejakulasi, baik sebelum atau setelah vasektomi. Vasektomi tidak mempengaruhi jumlah air mani yang anda keluarkan saat ejakulasi, karena vas deferens terletak sebelum vesika seminal dan prostat. Biasanya diperlukan waktu beberapa bulan setelah tindakan vasektomi sebelum semua sperma yang tersisa keluar melalui ejakulasi atau diserap kembali oleh tubuh. Anda tetap harus menggunakan alat kontrasepsi lainnya saat berhubungan seksual sampai hasil pemeriksaan air mani menunjukkan tidak ada lagi sperma di dalam air mani. Bila tidak, pasangan anda masih mungkin hamil.   Tindakan Pembedahan yang Dapat Dilakukan 1.      Vasektomi Klasik Di bawah ini terdapat urutan hal-hal yang dilakukan selama tindakan vasektomi, yaitu: Bulu kemaluan dicukur dan daerah kantung serta buah zakar dibersihkan dengan cairan antiseptik Dokter mungkin akan memberikan obat sedasi melalui pembuluh darah anda untuk membuat anda tertidur selama tindakan dilakukan Dokter kemudian akan mencari dan menemukan vas deferens Setelah vas deferens ditemukan, maka dokter akan menyuntikkan obat anestesi lokal di daerah tersebut Dokter kemudian akan membuka kantung zakar anda dan memotong kedua saluran vas deferens anda. Kedua ujung vas deferens ini kemudiaan diikat dan kemudian dipanaskan dengan elektrokauter sehingga terbentuk jaringan parut yang menutupi kedua ujung saluran tersebut Vas deferens kemudian dikembalikan ke dalam kantong zakar dan dokter kemudian menutup daerah ini dengan jahitan. Untuk menjahit biasanya digunakan benang yang dapat diserap oleh tubuh sehingga benang tidak perlu dilepaskan lagi nantinya   2.      Vasektomi Non Skalpel Pada tindakan ini, dokter tidak menggunakan pisau bedah untuk membuka skrotum, melainkan dengan menggunakan suatu klem (suatu alat yang berbentuk seperti gunting) yang memiliki ujung tajam. Keuntungan dari prosedur ini adalah perdarahan lebih sedikit, lubang yang terbentuk pada kulit lebih kecil, dan komplikasi paska operasi lebih sedikit. Tindakan ini mempunyai efektivitas yang sama dengan tindakan vasektomi klasik. 3.      Prosedur Implan Vasklip Pada prosedur implan vasklip, vas deferens ditutup dengan menggunakan suatu alat yang disebut vasklip. Vas deferens tidak dipotong atau dikauterisasi (ditutup dengan menggunakan panas). Dengan demikian, dapat mengurangi rasa sakit paska operasi dan menurunkan resiko terjadinya komplikasi paska operasi. Akan tetapi, tindakan ini tidak seefektif vasektomi klasik maupun vasektomi non skalpel.   Apa yang Terjadi Setelah Vasektomi ? Kantung zakar atau skrotum anda akan mati rasa selama 1-2 jam setelah tindakan vasektomi. Berikan kompres dingin pada daerah tersebut dan berbaringlah. Gunakanlah pakaian dalam yang nyaman atau longgar untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan melindungi daerah tersebut. Selain itu, dapat terjadi pembengkakan dan nyeri ringan pada kantung zakar anda selama beberapa hari setelah tindakan pembedahan dilakukan. Anda kembali dapat bekerja 1 atau 2 hari kemudian, kecuali bila pekerjaan anda berat, maka dibutuhkan waktu yang lebih lama. Jangan mengangkat barang-barang berat selama kurang lebih seminggu. Anda dapat kembali melakukan hubungan seksual segera setelah anda merasa nyaman, biasanya sekitar 1 minggu kemudian. Akan tetapi, pasangan anda masih dapat hamil karena masih adanya sperma yang tersisa. Anda dan pasangan harus menggunakan alat kontrasepsi lainnya sampai anda melakukan pemeriksaan air mani 2 bulan setelah tindakan vasektomi untuk memastikan tidak ada lagi sperma pada air mani anda. Tindakan vasektomi ini tidak akan mempengaruhi gairah seksual anda, kemampuan ereksi anda, kemampuan orgasme anda, dan kemampuan ejakulasi anda. Anda mungkin kadang-kadang dapat merasakan nyeri ringan di daerah buah zakar anda selama berhubungan seksual selama beberapa bulan setelah tindakan vasektomi.   Kehamilan Setelah Vasektomi Kehamilan masih dapat terjadi setelah tindakan vasektomi apabila anda atau pasangan anda tidak menggunakan alat kontrasepsi lainnya sampai hasil pemeriksaan air mani menunjukkan tidak adanya sperma. Biasanya diperlukan 10-20 ejakulasi untuk menghabiskan seluruh sisa sperma yang masih ada. Penyebab lain yang lebih jarang adalah adanya hubungan kembali di antara vas deferens yang terjadi secara spontan atau karena adanya lubang yang menyebabkan sperma masih dapat masuk ke dalam air mani. Hal ini sangat jarang terjadi.   Tingkat Keberhasilan Vasektomi Vasektomi merupakan suatu tindakan kontrasepsi yang sangat efektif (99.85%). Hanya sekitar 1-2 orang dari 1.000 wanita yang masih tetap dapat hamil dalam satu tahun pertama setelah tindakan vasektomi dilakukan.  
 13 Jan 2020    18:00 WIB
Apakah Vasektomi Membuat Libido Anda Menurun?
Vasektomi merupakan tindakan KB yang aman, efektif, dan permanen bagi seorang pria. Tindakan ini sebenarnya lebih murah daripada tindakan ligasi tuba, KB permanen bagi wanita. Walaupun demikian, sedikit pria yang memilih untuk melakukan tindakan ini. Hal ini mungkin dikarenakan ketakutan seorang pria akan rasa nyeri yang mungkin timbul paska tindakan dan karena adanya ketakutan bahwa tindakan vasektomi ini dapat mengganggu kehidupan seksualnya.   Baca juga: Apa itu Vasektomi?   Benarkah tindakan vasektomi dapat membuat seorang pria tidak lagi bergairah atau bahkan mengalami impotensi? Jawabannya adalah TIDAK! Hal ini dikarenakan tindakan ini tidak mempengaruhi pembuluh darah atau saraf yang berada di sekitar penis, yang sangat penting bagi berhasil tidaknya seorang pria mencapai ereksi. Setelah menjalani tindakan vasektomi, seorang pria tetap dapat mengalami ereksi, berejakulasi, dan mencapai orgasme. Bahkan warna dan konsistensi cairan mani pun tidak akan berubah. Hal ini dikarenakan 95% cairan mani pria dibentuk di dalam prostat dan vesikula seminalis, di mana keduanya tidak akan terpengaruh oleh tindakan vasektomi. Satu-satunya perubahan yang terjadi setelah Anda melakukan tindakan vasektomi adalah tidak ada lagi sperma di dalam cairan mani. Karenanya, jumlah cairan mani yang dihasilkan mungkin akan berkurang (amat sangat sedikit sehingga hampir tidak terlihat bedanya). Walaupun demikian, sejumlah pria melaporkan bahwa merekan mengalami nyeri ringan di daerah buah zakarnya saat merasa bergairah paska melakukan tindakan vasektomi. Akan tetapi, rasa nyeri ini biasanya hanya berlangsung selama 2 bulan pertama paska tindakan vasektomi. Berbeda dengan proses kebiri, tindakan vasektomi tidak akan mempengaruhi maskulinitas Anda. Hal ini dikarenakan buah zakar dan kelenjar adrenal tetap akan memproduksi testosteron, hormon pria. Hal ini berarti seorang pria yang telah melakukan tindakan vasektomi tetap akan merasa bergairah, memiliki suara yang sama, dan tetap akan memiliki kumis atau janggutnya. Jadi, tindakan vasektomi tidak akan menurunkan gairah seksual atau kemampuan seorang pria untuk menikmati hubungan seksual. Satu-satunya yang berubah adalah Anda tidak dapat lagi memiliki anak. Oleh karena tindakan ini memberikan efek permanen, maka diperlukan pertimbangan mendalam sebelum melakukan tindakan ini. Dianjurkan agar Anda berdiskusi dengan pasangan Anda terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan ini. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: abouthealth
 23 Dec 2019    16:00 WIB
Keuntungan dan Kerugian Tindakan Vasektomi
Setiap tindakan pembedahan memiliki resiko terjadinya komplikasi. Walaupun demikian, resiko terjadinya komplikasi setelah tindakan vasektomi sangat rendah. Komplikasi yang dapat terjadi adalah: Perdarahan di bawah kulit, yang dapat menyebabkan pembengkakan atau memar Infeksi pada daerah bekas operasi. Pada beberapa kasus yang jarang, dapat terjadi infeksi di dalam kantung zakar Sperma merembes keluar dari vas deferens dan masuk ke jaringan di sekitarnya sehingga terbentuk suatu benjolan kecil (granuloma sperma). Pengobatan yang dapat dilakukan adalah istirahat, pemberian obat anti nyeri, dan tindakan pembedahan untuk mengangkat granuloma Peradangan pada saluran yang membawa sperma dari testis (epididimitis) Pada kasus yang sangat jarang, vas deferens tumbuh dan menyatu kembali   Keuntungan Tindakan Vasektomi 1.  Kontrasepsi Permanen Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi permanen. Setelah hasil pemeriksaan air mani anda menunjukkan tidak ada lagi sperma, maka tidak diperlukan penggunaan alat kontrasepsi lainnya. 2.  Resiko Komplikasi Rendah Vasektomi merupakan suatu tindakan yang lebih aman dan murah dan memiliki resiko komplikasi yang lebih rendah daripada tindakan ligasi tuba yang merupakan kontrasepsi permanen pada wanita.   Kerugian Tindakan Vasektomi Tindakan vasektomi tidak dapat melindungi anda dari penyakit menular seksual, yaitu suatu penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, misalnya HIV. Kondom merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular seksual. Selain itu, beberapa penelitian terdahulu menunjukkan adanya resiko kanker prostat pada pria yang melakukan tindakan vasektomi, walaupun belum ada bukti yang jelas mengenai hubungan antara tindakan vasektomi dan kanker prostat.