Your browser does not support JavaScript!
 29 Jul 2019    11:00 WIB
Cara Mengatasi Perdarahan Akibat Varises Pada Penderita Sirosis Hati
Komplikasi lain yang sering terjadi pada penderita sirosis (pengerasan) hati selain pembengkakan pada kaki dan perut adalah terjadinya varises pada esofagus (kerongkongan) atau pada lambung bagian atas. Hal ini dapat membuat penderita sirosis hati mengalami peradarahan bila varises pecah. Bila varises telah mengalami perdarahan, maka perdarahan ini cenderung berulang dan meningkatkan resiko kematian hingga 30-35%. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan untuk mencegah terjadinya perdarahan ini. Pengobatan dapat berupa pemberian obat-obatan, berbagai tindakan untuk menurunkan tekanan pada vena porta, dan tindakan untuk mengangkat varises itu sendiri.   Obat-obatan Beta blocker merupakan obat yang cukup efektif untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta dan dapat digunakan untuk mencegah terjadinya perdarahan pertama dan perdarahan berulang pada varises. Obat lain yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan dalam vena porta adalah obat golongan nitrat. Kombinasi beta blocker dan nitrat lebih efektif untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta atau mencegah perdarahan daripada penggunaan beta blocker saja. Selain itu, obat golongan statin juga dapat digunakan untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta dan untuk mengatasi perdarahan akibat varises.   Skleroterapi atau Ligasi Tindakan skleroterapi atau ligasi dapat dilakukan untuk menghilangkan varises dan menghentikan perdarahan yang sedang terjadi serta mencegah terjadinya perdarahan ulang.  Tindakan skleroterapi telah jarang digunakan karena memiliki resiko komplikasi yang lebih tinggi daripada ligasi.    Transjugular Intrahepatik Portosistemik Shunt (TIPS) TIPS merupakan tindakan radiologi yang bertujuan untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta. TIPS biasanya dilakukan oleh dokter spesialis radiologi dengan cara memasukkan sebuah stent ke dalam vena leher yang diarahkan ke bawah, ke vena cava inferior dan ke dalam vena hepatika di dalam hati. Pemasangan stent ini bertujuan untuk memperbaiki aliran darah di sekitar hati sehingga tekanan di dalam vena porta dan varises akan menurun dan mencegah terjadinya perdarahan akibat pecahnya varises. Tindakan ini biasanya dilakukan pada penderita sirosis hati yang tidak mengalami perbaikan dengan pemberian obat beta blocker atau ligasi atau pada penderita asites yang tidak membaik setelah pembatasan konsumsi garam dan air serta telah diberikan obat diuretika.  Salah satu efek samping tersering dari TIPS adalah ensefalopati hepatikum. Komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah penyumbatan stent yang menyebabkan kembali meningkatnya tekanan di dalam vena porta, perdarahan varises dan asites. Komplikasi lain dari tindakan TIPS adalah perdarahan karena robeknya kapsul pembungkus hati atau saluran empedu, infeksi, gagal jantung, dan gagal hati.    Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan bertujuan untuk membentuk suatu shunt atau jalan pintas dari vena porta ke beberapa vena lainnya dengan tekanan yang lebih rendah yang dapat membantu menurunkan aliran darah dan menurunkan tekanan di dalam vena sehingga dapat mencegah terjadinya perdarahan varises.  Tindakan pembedahan ini biasanya dilakukan pada penderita sirosis hati tahap awal yang menderita hipertensi porta. Tindakan pembedahan memiliki resiko yang lebih tinggi bila dilakukan pada penderita sirosis hati tahap lanjut.   Baca juga: Pengobatan Komplikasi Sirosis Hati Lainnya Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicinenet