Your browser does not support JavaScript!
 20 Aug 2014    14:00 WIB
Siapa yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Rotavirus?
Rotavirus merupakan virus yang paling sering menyebabkan terjadinya diare, terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksin rotavirus bukan merupakan imunisasi wajib di Indonesia. Pemberian vaksin rotavirus dapat membantu mencegah terjadinya diare atau infeksi lainnya yang disebabkan oleh rotavirus. Walaupun vaksin rotavirus cukup aman diberikan pada bayi, akan tetapi terdapat beberapa keadaan yang membuat seorang bayi tidak diperbolehkan menerima vaksin rotavirus. Beberapa keadaan tersebut adalah: • Seorang bayi yang pernah mengalami reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa setelah pemberian vaksin rotavirus • Seorang bayi yang pernah mengalami reaksi alergi berat pada berbagai komponen vaksin rotavirus •Seorang bayi yang menderita immunodefisiensi berat (severe combined immunodeficiency) • Seorang bayi yang menderita intususepsi • Seorang bayi yang sedang mengalami sakit sedang atau berat (misalnya sedang menderita diare sedang atau berat atau muntah-muntah) tidak diperbolehkan menerima vaksin rotavirus hingga sembuh • Seorang bayi dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena menderita HIV/AIDS atau berbagai penyakit yang mengganggu sistem kekebalan tubuh • Seorang bayi yang sedang menerima pengobatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seperti kemoterapi atau radiasi atau mengkonsumsi obat golongan steroid dalam jangka waktu lama • Seorang bayi yang menderita kanker Sumber: cdc
 18 Aug 2014    14:00 WIB
Vaksin HPV, Kembali Menyebabkan Kematian Seorang Remaja Perempuan!
Kematian mendadak seorang remaja perempuan berusia 12 tahun di Waukesha, Wisconsin, beberapa jam setelah menerima vaksin HPV, Gardasil membuat keluarganya sangat terkejut dan membuat media setempat bertanya-tanya bagaimana hal ini dapat terjadi. Seorang reporter di WISN 12 mewawancara seorang dokter dari departemen kesehatan setempat untuk mengetahui apa yang terjadi. Dokter tersebut mengatakan hal yang sama seperti CDC yang menyatakan bahwa reaksi alergi berat yang dapat menyebabkan kematian setelah pemberian suatu vaksin tertentu sangatlah jarang terjadi, yaitu hanya sekitar 1 dari 1.000.000 dosis vaksin. Vaksin HPV merupakan vaksin yang diberikan untuk mencegah infeksi HPV jenis tertentu yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual dan kanker leher rahim. Pada saat berita mengenai Meredith Prohaska banyak diberitakan di media, ternyata terdapat orang tua lainnya yang menghubungi media berita setempat mengenai reaksi alergi berat yang dialami oleh putrinya yang berusia 17 tahun, yang membuatnya memerlukan perawatan di rumah sakit setempat. Selain reaksi alergi berat yang dapat membahayakan jiwa penerimanya, vaksin HPV ternyata juga memiliki beberapa efek samping lainnya seperti: • Menopause dini atau kemandulan • Narkolepsi (sejenis gangguan tidur) • Gangguan autoimun • Sindrom Guillain Barre • Stroke • Emboli pembuluh darah vena • Apendisitis (radang usus buntu) • Kejang • Sinkop (pingsan) • Berbagai reaksi alergi Sumber: healthimpactnews
 15 Aug 2014    14:00 WIB
Siapa yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Rabies?
Vaksin rabies biasanya diberikan pada orang yang terkena gigitan anjing liar atau anjing yang tidak diketahui apakah pernah menerima vaksin rabies untuk mencegah orang tersebut terkena infeksi rabies. Vaksin rabies biasanya diberikan dalam 3 dosis. Dosis kedua biasanya diberikan 3 hari setelah dosis pertama diberikan. Dosis ketiga biasanya diberikan 2 minggu setelah dosis pertama diberikan. Walaupun vaksin rabies cukup aman diberikan pada semua orang, akan tetapi terdapat beberapa keadaan di mana seseorang tidak diperbolehkan menerima vaksin rabies seperti: • Pernah mengalami reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa setelah pemberian vaksin • Pernah mengalami reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa terhadap berbagai komponen vaksin • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena menderita HIV/AIDS atau berbagai penyakit lainnya yang mengganggu sistem kekebalan tubuh • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena sedang dalam pengobatan kanker atau obat-obatan lainnya yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seperti steroid atau radiasi atau kemoterapi Jika Anda sedang mengalami sakit ringan seperti flu, maka Anda tetap dapat menerima vaksin. Jika Anda sedang mengalami sakit sedang atau berat, maka Anda mungkin harus menunggu hingga sembuh sebelum diperbolehkan menerima vaksin. Jika Anda telah terinfeksi oleh virus rabies, maka Anda harus segera menerima vaksin rabies walaupun Anda sedang sakit. Sumber: cdc
 06 Aug 2014    14:00 WIB
Siapa Saja yang Tidak Boleh Menerima Vaksin MMR?
Vaksin MMR merupakan vaksin gabungan dari campak (measles), gondongan (mumps), dan campak jerman (rubella).  Di bawah ini terdapat beberapa keadaan yang membuat seseorang tidak boleh menerima vaksin MMR, yaitu: Pernah mengalami reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa akibat pemberian antibiotika neomisin atau komponen lain dari vaksin MMR Pernah mengalami reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa setelah menerima vaksin MMR  Sedang hamil. Wanita yang sedang hamil harus menunggu hingga proses persalinan selesai sebelum diperbolehkan menerima vaksin MMR. Wanita yang baru saja menerima vaksin MMR dianjurkan agar tidak hamil hingga 4 minggu setelah pemberian vaksin MMR Keadaan yang membuat seseorang harus menunggu selama beberapa waktu sebelum menerima vaksin MMR adalah bila ia sedang sakit saat jadwal pemberian vaksin MMR harus dilakukan. Beberapa hal lainnya yang mungkin membuat seseorang tidak boleh menerima vaksin atau harus menunda pemberian vaksin MMR adalah: Menderita HIV/AIDS atau penyakit lainnya yang melemahkan sistem kekebalan tubuh Mengkonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seperti obat golongan steroid Menderita kanker apapun Sedang menjalani pengobatan kanker, baik kemoterapi maupun radioterapi Menderita gangguan darah seperti memiliki jumlah trombosit yang rendah Baru saja menerima vaksin lainnya dalam 4 minggu terakhir Baru saja menerima transfusi darah sumber: cdc
 04 Aug 2014    09:00 WIB
Apa Efek Samping Dari Vaksin MMR?
Vaksin MMR merupakan vaksin gabungan bagi campak (measles), gondongan (mumps), dan campak jerman (rubella). Walaupun sangat jarang, pemberian vaksin MMR dapat menimbulkan beberapa efek samping, berupa reaksi alergi, mulai dari reaksi alergi ringan hingga berat. Resiko terjadinya reaksi alergi berat yang dapat membahayakan jiwa seseorang sangatlah kecil.    Efek Samping Ringan Beberapa efek samping ringan yang mungkin terjadi setelah menerima vaksin MMR adalah: Demam Timbulnya sedikit bercak kemerahan pada kulit Pembesaran kelenjar getah bening di daerah pipi atau leher Berbagai gejala ini biasanya terjadi dalam waktu 7-12 hari setelah pemberian vaksin. Gejala ini biasanya lebih jarang terjadi pada saat pemberian dosis kedua vaksin.   Efek Samping Sedang Beberapa efek samping sedang yang dapat terjadi setelah pemberian vaksin MMR adalah: Kejang akibat demam Nyeri dan kekakuan sementara pada persendian. Hal ini terutama dialami oleh para remaja atau wanita dewasa Penurunan jumlah trombosit sementara, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan perdarahan   Efek Samping Berat Beberapa efek samping berat yang dapat terjadi (sangat jarang) setelah menerima vaksin MMR adalah: Reaksi alergi berat (sangat jarang terjadi, kurang dari 1 pada setiap 1 juta orang yang menerima vaksin) Beberapa gangguan berat yang dapat terjadi pada seorang anak setelah menerima vaksin MMR adalah tuli, kejang dalam jangka waktu lama, koma, penurunan kesadaran, dan kerusakan otak permanen Karena efek samping berat ini sangat jarang terjadi, banyak ahli meragukan apakah benar efek samping berat ini disebabkan oleh pemberian vaksin.   Sumber: cdc
 25 Jul 2014    14:00 WIB
Siapa Saja yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Influenza?
Walaupun cukup aman, terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang tidak dapat menerima suatu vaksin tertentu, termasuk vaksin influenza.   Vaksin Influenza Inaktif Di bawah ini terdapat beberapa hal yang membuat seseorang tidak boleh menerima vaksin influenza inaktif, yaitu: Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi berat (membahayakan jiwa), termasuk pada telur Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi berat setelah menerima dosis pertama vaksin flu Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap satu atau beberapa komponen penyusun vaksin Jika Anda pernah mengalami sindrom Guillain Barre Jika Anda sedang merasa tidak enak badan atau sedang sakit. Akan lebih baik Anda menunggu hingga keadaan kesehatan Anda membaik sebelum menerima vaksin influenza inaktif ini   Vaksin Influenza Aktif Vaksin influenza aktif berisi virus hidup yang telah dilemahkan. Walaupun tidak akan menyebabkan infeksi, akan tetapi terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang tidak dapat menerima vaksin influenza aktif ini, yaitu: Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi berat (membahayakan jiwa), termasuk pada telur Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi berat setelah menerima dosis pertama vaksin flu Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap satu atau beberapa komponen penyusun vaksin Jika Anda pernah mengalami sindrom Guillain Barre Jika Anda pernah menerima vaksin lainnya dalam waktu 4 minggu terakhir Jika Anda sedang merasa tidak enak badan atau sedang sakit Pada beberapa keadaan, akan lebih baik bila seseorang menerima vaksin influenza daripada menggunakan obat-obatan. Beberapa keadaan tersebut adalah: Sedang hamil Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah Memiliki gangguan kesehatan kronik tertentu Masih kecil dan menderita asma atau gangguan pernapasan lainnya Seorang anak kecil atau orang dewasa yang telah menggunakan aspirin dalam waktu lama Harus merawat seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah Berusia kurang dari 2 tahun atau lebih dari 49 tahun   Sumber: cdc