Your browser does not support JavaScript!
 06 Nov 2020    21:00 WIB
Berapa Ukuran Normalnya Vagina?
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai bagaimana sebenarnya ukuran vagina yang normal? Vagina atau yang juga dikenal dengan miss V memang merupakan bagian tubuh wanita yang cukup misterius. Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2005, para ahli melakukan pengukuran vagina pada sekitar 50 orang wanita, berikut hasil pengukurannya.  Labia Minora Labia minora merupakan bibir dalam yang berukuran lebih kecil yang mengelilingi lubang vagina seorang wanita. Labia minora terbagi menjadi kiri dan kanan. Lebar rata-rata labia minora kiri adalah sekitar 2.1 cm dengan variasi antara 0.4-6.4 cm. Lebar rata-rata labia minora kanan adalah sekitar 1.9 cm, dengan variasi antara 0.3-7 cm. Panjang rata-rata labia minora kiri adalah sekitar 4 cm (hampir sama dengan panjang baby wortel), dengan variasi antara 1.2-7.5 cm. Panjang rata-rata labia minora kanan adalah sekitar 3.8 cm, dengan variasi antara 0.8-8 cm. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran panjang dan lebar labia minora setiap wanita dapat berbeda-beda. Selain itu, ukuran antara labia minora kanan dan kiri pun berbeda. Labia Majora Labia majora merupakan bibir luar yang mengelilingi labia minora Anda. Panjang rata-rata dari labia majora adalah sekitar 8.1 cm (hampir sama dengan panjang sebotol kutek), dengan variasi antara 4-11.5 cm. Perlu diketahui bahwa seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka ukuran labia minora dan majora Anda juga akan semakin mengecil. Klitoris Seperti halnya ukuran labia minora dan labia majora berbeda pada setiap wanita, demikian pula halnya dengan klitoris. Menurut penelitian, lebar rata-rata klitoris para peserta adalah sekitar 0.8 cm, dengan variasi antara 0.2-2.5 cm. Sementara itu, panjang rata-rata klitoris para peserta adalah sekitar 1.6 cm (sedikit lebih kecil daripada kancing celana Anda), dengan variasi antara 0.4-4 cm. Satu hal menarik yang ditemukan para ahli adalah bahwa ukuran klitoris ini berhubungan dengan seberapa sering seorang wanita berhasil mencapai orgasme saat berhubungan intim. Jika Anda dapat mencapai orgasme setiap kali berhubungan intim dengan pasangan, maka Anda mungkin memiliki klitoris yang lebih besar dibandingkan dengan para wanita yang hanya dapat mencapai orgasme dengan cara lain. Liang Vagina Para ahli menemukan bahwa kedalaman liang vagina rata-rata seorang wanita adalah sekitar 9.6 cm (hampir sama dengan panjang sebotol lip gloss), dengan variasi antara 6.5-12.5 cm. Sementara itu, lebar liang vagina rata-rata seorang wanita adalah sekitar 2.1-3.5 cm. Lebar liang vagina yang terlalu kecil (2.1 cm) dapat membuat seorang wanita merasa nyeri setiap kali berhubungan intim. Perlu diingat bahwa ukuran kedalaman dan lebar liang vagina ini dapat berubah saat seorang wanita berhubungan intim dan melahirkan. Intinya adalah bila Anda tidak mengalami keluhan atau nyeri saat berhubungan intim, maka kemungkinan besar Anda memiliki bentuk dan ukuran kemaluan yang normal. Sumber: womenshealthmag
 05 Nov 2020    21:00 WIB
Tips Masturbasi untuk Perawan
Untuk pria melakukan masturbasi mungkin bukan sesuatu hal yang aneh dan tidak ada sesuatu yang hal ditakuti namun bagaimana untuk wanita yang belum menikah. Salah satu hal yang ditakuti wanita dalam melakukan masturbasi adalah rusaknya selaput dara yang bisa membuatnya seolah-olah tidak perawan lagi. Padahal keperawanan adalah simbol penting seorang wanita  yang harus dijaga sampai menikah. Untuk Anda yang mungkin ingin mencoba cara untuk menyenangkan diri sendiri namun tidak sampai merusak selaput dara sebenarnya ada caranya. Mastubasi adalah tindakan merangsang diri sendiri atau orang lain dengan cara menyentuh, meraba, atau memijat organ kelamin sendiri. Jadi masturbasi bisa dilakukan tanpa harus merusak selaput dara Berikut adalah cara melakukan masturbasi untuk yang masih perawan: Untuk mencapai orgasme saat melakukan mastubasi bukan hanya cara merangsang tubuh sendiri namun bagaimana cara Anda berfantasi karena disini Anda hanya melakukannya sendiri. Merangsang titik sensual Anda Anda cukup fokus pada zona sensual seperti paha bagian dalam, perut bagian bawah untuk merangsang diri sendiri. Cara ini akan membantu Anda mencapai kenikmatan seksual untuk tingkat yang lebih besar. Merangsang bagian payudara Untuk mencapai orgasme tidak harus dengan memasukkan jari kedalam vagina. Namun Anda bisa merangsang bagian tubuh yang lain. Titik sensitif wanita yang juga dapat dirangsang adalah puting payudara. Anda bisa merangsang bagian puting payudara dengan memegang atau memuntirnya. Menjepit kaki Anda Salah satu cara aman untuk mencapai klimaks, adalah dengan melakukan jepitan di daerah klitoris, Anda bisa melakukannya dengan menjepit kaki Anda dan dalam posisi tengkurap. Merangsang klitoris Klitoris memang merupakan titik sensitif wanita yang paling mudah membuat seorang wanita mencapai klimaks. Anda bisa mencoba untuk menggosok bagian klitoris dengan jari, namun ingat hanya bagian klitoris jangan pernah menyentuh bagian selaput dara Anda. Saat melakukan masturbasi perlu diingat jangan pernah memasukkan jari-jari Anda ke dalam vagina yang kemungkinan dapat merusak selaput darah. Sumber: indiansutras
 03 Nov 2020    21:00 WIB
Ejakulasi Wanita: Squirting Itu Apa Sih?
Yuk blak-blakan ngomongin semua tentang ejakulasi wanita! Kembali lagi dengan sex educator, Jennifer Elim. Hari ini kita akan bahas tuntas tentang ejakulasi wanita! Sudah banyak pembahasan terkait ejakulasi laki-laki: sperma, penis, orgasme pria, dan lain-lain. Namun ada stigma seksual terkait ejakulasi wanita, bahwa seakan-akan ngomongin ejakulasi wanita itu lebih tabu daripada ngomongin ejakulasi laki-laki. 1. Apakah wanita kalau orgasme akan mengeluarkan cairan khusus? Iya, wanita bisa mengeluarkan cairan ejakulasi saat orgasme! Namun perlu diingat, bahwa tidak semua wanita bisa mengeluarkan cairan ejakulasi saat orgasme. Kalau misalkan sperma, kan keluarnya dari prostat laki-laki. Nah kalau wanita itu nggak punya prostat, tapi punya yang menyerupai prostat, yaitu Skene’s Gland. Pada kenyataannya, hanya ½ sampai 2/3 wanita saja yang mempunyai Skene’s Gland! Itu artinya, ada wanita yang tidak mempunyai Skene’s Gland sama sekali. Oleh karena itu, apabila kamu tidak mengeluarkan cairan khusus saat ejakulasi, that’s perfectly normal! 2. Squirting itu apa sih? Apakah sama kayak cairan ejakulasi wanita? Nope, keduanya hal yang berbeda ya! Cairan ejakulasi wanita berbeda dengan squirting. Seperti yang sudah kujelaskan di atas, cairan ejakulasi wanita kan dari Skene’s Gland. Nah, kalau squirting itu merupakan cairan kombinasi, antara urin & cairan ejakulasi wanita! 3. Apakah semua perempuan bisa squirting? Jawabannya: tidak. Tidak semua perempuan bisa squirting, justru hanya sebagian kecil wanita yang bisa squirting. Di pornografi ditampilkan bahwa seakan-akan semua wanita bisa squirting, padahal kenyataannya tidak seperti itu! Realitanya, hanya sebagian kecil wanita yang bisa squirting. Oleh karena itu, kamu harus tau bahwa: - Kamu normal meski tidak mengeluarkan cairan ejakulasi saat orgasme. - Kamu normal apabila tidak bisa squirting. - Tubuh kita berbeda-beda sehingga tidak bisa disamakan! Nah demikian pembahasan kita soal ejakulasi wanita. Apabila kamu ingin tahu lebih banyak dan lengkap soal ejakulasi wanita, aku ada video youtube lengkap tentang penjelasan ejakulasi wanita di youtube channel-ku. Klik link ini kalau mau menonton https://www.youtube.com/watch?v=orI8LkFRKAw Kalian juga bisa follow aku di Instagram @jenniferelim untuk dapet informasi sex education yang seru-seru ke depannya! See you there!   Sumber: https://www.researchgate.net/publication/236601214_Female_Ejaculation_Orgasm_vs_Coital_Incontinence_A_Systematic_Review
 30 Oct 2020    13:00 WIB
Ini yang Terjadi Pada Miss V Saat Berhubungan Intim
Women’s Health dan the American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) bekerja sama melakukan sebuah survei yang bertujuan untuk mencari tahu seberapa banyak hal yang diketahui wanita mengenai anatomi tubuhnya sendiri. Hasilnya ternyata cukup menyedihkan, yaitu tidak terlalu banyak. Banyak wanita tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya saat ada stimulasi seksual, berbeda dengan pria yang langsung mengalami ereksi. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang terjadi saat seorang wanita menerima suatu stimulasi seksual secara berurutan. Pertama Saat otak Anda menyadari adanya suatu stimulasi seksual, maka berbagai pembuluh darah di dalam tubuh Anda pun akan melebar dan mulai mengarahkan aliran darah ke daerah kemaluan. Peningkatan aliran darah ini akan memicu keluarnya cairan (pelumas alami) dari vagina yang terdiri dari protein dan asam amino. Vulva (bibir kemaluan) pun akan membengkak. Setelah itu, ribuan saraf tepi pada vagina pun akan menjadi sangat sensitif. Kedua Berbagai jaringan di dalam klitoris Anda pun akan membengkak dan menjadi kaku (ereksi mini). Jika Anda menjadi sangat bergairah, maka klitoris Anda pun akan membesar hingga 3 kali lipat. Dibutuhkan waktu beberapa saat sebelum klitoris kembali ke ukurannya semula dan dapat membuat seorang wanita sulit buang air kecil. Ketiga Leher rahim Anda akan melembut dan bila saraf di sekitar vagina distimulasi oleh penis atau mainan seks, maka hal ini akan mengaktivasi area "kesenangan" di dalam otak Anda sama seperti saat Anda dan pasangan sedang melakukan pemanasan. Keempat Pada sekitar 10% wanita, otot-otot dasar panggul dapat berkontraksi saat orgasme dan menyemprotkan beberapa tetes cairan jernih dari dalam uretra (lubang kencing). Hal inilah yang disebut dengan ejakulasi pada wanita. Cairan jernih ini bukanlah air kemih. Cairan ini dibentuk dari gula alami dan asam fosfat prostatik (sejenis bahan kimia yang dapat ditemukan pada cairan mani).   Sumber: womenshealthmag
 29 Oct 2020    09:00 WIB
Jaga Kesehatan Vagina dengan Tips Berikut Ini
1. Gunakan Pakaian Dalam Berbahan Katun Katun dapat membantu menjaga kelembaban vagina Anda dan menyerap keringat berlebih. Keadaan vagina yang terlalu lembab dapat meningkatkan pertumbuhan jamur pada daerah kemaluan dan memicu terjadinya keputihan. 2. Olahraga Secara Teratur Katun dapat membantu menjaga kelembaban vagina Anda dan menyerap keringat berlebih. Keadaan vagina yang terlalu lembab dapat meningkatkan pertumbuhan jamur pada daerah kemaluan dan memicu terjadinya keputihan. 3. Hindari Berbagai Produk Pembersih Kewanitaan Anda mungkin mengira bahwa Anda membutuhkan bantuan berbagai produk pembersih kewanitaan untuk membersihkan vagina Anda. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa vagina Anda tidak membutuhkan hal tersebut? Vagina dapat membersihkan dirinya sendiri.  Selain itu, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan berbagai produk pembersih kewanitaan justru dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai infeksi vagina, penyakit radang panggul, dan penyakit menular seksual. 4. Perhatikan Penggunaan Antibiotika Bahaya lainnya yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik pada vagina Anda adalah antibiotika. Antibiotika dapat membunuh sejumlah bakteri baik yang berfungsi untuk menjaga kesehatan vagina Anda.  Jika Anda harus mengkonsumsi antibiotika karena menderita suatu infeksi tertentu, maka jangan lupa untuk mengkonsumsi yogurt untuk membantu meningkatkan jumlah bakteri baik pada vagina Anda. 5. Pilihlah Sabun Mandi Anda Dengan Hati-hati Sabun mandi yang wangi mungkin baik bagi tubuh Anda, akan tetapi tidak demikian halnya bagi kesehatan daerah kemaluan Anda. Sabun dapat membuat daerah vagina Anda menjadi kering. Anda hanya perlu membersihkan vagina Anda dengan air hangat untuk menjaga kebersihannya. Akan tetapi, jika Anda merasa tidak nyaman jika tidak menggunakan sabun, maka pilihlah sabun yang lembut dan tidak mengandung wewangian apapun. 6. Gunakan Kondom Saat Berhubungan Seksual Kondom merupakan salah satu cara untuk mencegah Anda terjangkit penyakit menular seksual dan kehamilan. Akan tetapi, sebuah penelitian menemukan bahwa menggunakan kondom dapat membantu menjaga pH vagina Anda tetap seimbang sehingga bakteri baik seperti lactobacillus dapat tetap hidup di vagina. Hal ini penting karena bakteri baik inilah yang dapat mencegah terjadinya infeksi jamur pada kemaluan (keputihan), infeksi saluran kemih, dan infeksi bakteri pada vagina. 7. Periksakan Kesehatannya Setiap Tahun Walaupun tidak ada ketentuan yang mewajibkan Anda untuk memeriksakan kesehatan vagina Anda setiap tahunnya bila Anda tidak mengalami gangguan apapun dan sedang tidak hamil, akan tetapi tidak ada salahnya bila Anda mengunjungi dokter Anda untuk mengetahui bagaimana keadaan kesehatan vagina Anda sambil menanyakan berbagai hal seputar kesuburan dan pemilihan kondom. Selain itu, sangatlah penting melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan terjadinya penyakit menular seksual, terutama bila Anda memiliki banyak pasangan seksual.
 26 Oct 2020    17:00 WIB
Macam-macam Perawatan Untuk Miss V
Miss V adalah daerah paling penting untuk seorang wanita. Sehingga sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dari Miss V tersebut. Perawatan untuk merawat miss V ada perawatan harian dan perawatan yang berkala. Perawatan harian bisa dilakukan dengan cara: Memerhatikan pemilihan bahan celana dalam yang tepat seperti berbahan katun yang mudah menyerap keringat Menggunakan air putih yang bersih untuk membersihkan vagina dengan baik Mengganti celana dalam 2 kali dalam sehari dan tidak lupa mengganti pembalut sesering mungkin saat menstruasi Selain perawatan harian yang baik sebenarnya ada beberapa perawatan vagina yang dapat dilakukan secara berkala seperti: 1.      Ratus Akhir-akhir ini ratus menjadi salah satu perawatan yang sering dilakukan oleh para wanita. Ratus adalah perawatan area V dengan memanfaatkan uap dari bahan-bahan alami, seperti rempah-rempa yang direbus. Biasanya wanita yang melakukan ratus akan duduk dengan kaki yang sedikit terbuka disebuah kursi berlubang, kemudian rempah-rempah yang mendidih dan ditaruh diwadah khusus ditaruh di bawah (antara kedua kaki). Rempah-rempah yang mendidih tersebut akan menguapi vagina sehingga memberikan efek hangat pada vagina. 2.      V Spa (Vitalitas Spa) Tahapan perawatan V-spa ini terdiri dari  vagina yang dibersihkan, discrub, dimassage, berendam kemudian di-steam atau diasap. Perawatan V spa menggunakan asap. Cara yang dilakukan dan bahan yang digunakan hampir sama dengan ratus. Asap yang keluar dari pembakaran rempah-rempahnya tidak hanya akan memberikan bau harum, tetapi juga membunuh mikroorganisme yang merugikan 3.      Gurah V Gurah V hampir sama dengan V-spa, namun perawatannya biasanya lebih lengkap, mulai dari pemijatan area genital hingga pengasapan atau penguapan. Gurah V biasanya banyak diminati oleh mereka yang pernah melahirkan. Untuk membersihkan sisa-sisa darah setelah nifas. 4.      Totok V Totok V adalah pemijatan pada titik-titik tertentu di vagina Tujuannya untuk merilekskan otot-otot daerah bokong dan area vagina. Pemijatan pada titik-titik tersebut akan memberi rasa rileks hingga ke otak, sehingga mampu meningkatkan gairah seks. Totok vagina sebaiknya tidak dilakukan oleh wanita yang belum pernah berhubungan intim, karena fungsi organ kewanitaannya masih bagus. Selain itu, penderita kanker mulut rahim juga tidak boleh menjalani totok vagina, karena dikhawatirkan terapi itu justru akan membuat sel-sel kanker bertambah aktif, sehingga malah menyebar. 5.      V-Ozone Vagina juga bisa dirawat menggunakan terapi V-ozone. Sesuai namanya, perawatan tersebut dilakukan menggunakan ozone atau uap O3. Caranya, pasien dilakukan pemijatan Kemudian, vagina dibersihkan menggunakan alat khusus untuk mengeluarkan sisa-sisa darah haid maupun sperma yang bisa menyebabkan bau kurang Setelahnya, ozone yang disemprotkan pada vagina. Cara ini memiliki kelebihan, yaitu tidak akan membunuh flora normal yang dibutuhkan vagina.. Perawatan-perawatan diatas memang boleh dilakukan sesuai dengan kebutuhan namun jangan dilakukan terlalu sering, jangan kurang dari satu bulan. Perawatan lain selain v-ozone dapat dikombinasi. Selain itu yang penting adalah sebelum melakukan perawatan diatas ada baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dan melakukan perawatan tersebut di klinik kecantikan yang terpercaya. Sumber: womenshealth
 22 Oct 2020    19:00 WIB
Mengetahui Masa Subur Wanita
Masa subur pada wanita adalah masa terjadinya ovulasi, dimana sel telur dilepaskan dari indung telurnya dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Sel telur ini kemudian di simpan dalam saluran indung telur, menunggu dibuahi. Penting untuk Anda sebagai seorang wanita untuk mengetahui kapan masa subur anda, terlebih jika anda sedang berusaha untuk hamil, karena wanita yang dalam masa suburnya memiliki peluang yang sangat besar untuk terjadinya kehamilan. Dalam siklus yang terjadi 14 hari setelah menstruasi pertama tersebut, wanita sering mengalami hal yang tidak nyaman. Beberapa wanita yang mengalami hal tersebut dikarenakan adanya perubahan hormon, sehingga kerap mengalami nyeri perut. Meski demikian, keluhan itu akan hilang bersamaan dengan usainya masa subur, tetapi beberapa wanita merasa tidak nyaman hingga berlanjut sampai menstruasi selesai. Bila keluhan tersebut muncul, maka sudah selayaknya untuk berkonsultasi pada dokter. 1.       Perut bagian bawah sedikit nyeri Rasa nyeri seperti ditarik tersebut merupakan akibat aktivitas indung telur. Ketidaknyamanan ini terjadi sebelum menstruasi merupakan sebagai sinyal seorang wanita sedang dalam masa subur. Sedangkan beberapa wanita, rasa nyeri ini berlanjut saat dirinya mengalami menstruasi. 2.       Perut terasa kembung Jika Anda merasa celana yang Anda pakai semakin sempit padahal Anda sedang tidak hamil atau tidak sedang mengalami penambahan berat badan, bisa jadi Anda sedang memasuki masa subur. Pada masa subur, tubuh Anda akan menyimpan cairan lebih banyak sehingga perut akan terasa lebih kembung. 3.       Suhu tubuh meningkat Wanita yang dalam masa subur biasanya memiliki suhu tubuh yang meningkat sekitar 1-2 derajat dibanding biasanya. Bila suhu wanita dalam keadaan normal sekitar 35-36 derajat celsius, maka ketika wanita subur suhu tubuhnya meningkat sekitar 37-38 derajat celsius. Peningkatan suhu tubuh diakibatkan terbentuknya progesteron yang berfungsi menyiapkan jaringan dalam rahim. Jaringan ini nantinya menerima sel telur yang telah dibuahi dan kelak menjadi janin. Untuk mengetahui peningkatan suhu tubuh yang hanya sedikit ini kerap kali sulit dilakukan jika tidak teratur mengukur suhu tubuh. Karena itu disarankan agar wanita setiap pagi sehabis bangun tidur untuk mengukur suhu tubuhnya dengan termometer. 4.       Peningkatan produksi cairan vagina Setiap bulannya wanita mengalami peningkatan produksi cairan, akibat perubahan hormon ketika memasuki masa subur. Cairan jernih, licin, dan elastis. Peningkatan produksi dimaksudkan mempermudah sperma memasuki tuba falopii dan membuahi ovum. 5.       Wanita merasa lebih bergairah Wanita akan meras lebih bergairah saat memasuki masa subur. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon lutein pada puncak masa subur dan beberapa hari sebelumnya.
 20 Oct 2020    13:00 WIB
6 Penyebab Bau Tidak Sedap Pada Miss V
Tahukah Anda bahwa setiap wanita memiliki bau vagina yang berbeda-beda? Bagaimana bau seorang wanita tergantung pada bakteri alami yang terdapat pada vagina, makanan yang dikonsumsi, tingkat kebersihan diri, pilihan pakaian, dan seberapa banyak lendir yang dihasilkan oleh kelenjar di vagina Anda. Mengetahui bagaimana bau vagina Anda memiliki keuntungannya tersendiri. Dengan mengetahui hal ini, maka Anda pun dapat langsung mengetahui bila ada yang salah pada vagina Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat menyebabkan bau vagina Anda mengalami perubahan. Vaginosis Bakterial Vaginosis bakterial merupakan penyebab tersering dari bau tidak sedap pada vagina. Vaginosis bakterial sendiri disebabkan oleh bakteri normal pada vagina yang bertumbuh secara berlebihan. Menurut seorang ahli, sebagian besar wanita yang berada pada usia produktif pasti pernah mengalami vaginosis bakterial, setidaknya satu kali. Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan bakteri normal vagina tumbuh secara berlebihan, akan tetapi seks tanpa pelindung dan sering melakukan vaginal douching diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya vaginosis bakterial. Vaginosis bakterial biasanya akan membuat vagina berbau amis. Gejala lain yang juga sering ditemukan pada vaginosis bakterial adalah gatal, perih, dan keputihan yang berbau tidak sedap. Bau ini biasanya akan menjadi sangat jelas paska hubungan intim. Walaupun ada beberapa kasus vaginosis bakterial yang sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan, akan tetapi dianjurkan agar setiap wanita yang mengalami vaginosis bakterial untuk segera memeriksakan dirinya ke seorang dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi berat. Terapi yang biasa diberikan adalah pemberian antibiotik. Infeksi Jamur Infeksi jamur juga merupakan salah satu jenis infeksi kemaluan yang sering terjadi. Seperti halnya vaginosis bakterial, infeksi jamur juga akan menyebabkan terjadinya keputihan. Akan tetapi, biasanya tidak menimbulkan bau khusus. Infeksi jamur terjadi akibat jamur jenis Candida mengalami pertumbuhan yang berlebihan pada kemaluan. Keputihan akibat infeksi jamur biasanya tampak cukup kental seperti keju cottage dan bisa tidak berbau, walaupun kadang-kadang berbau seperti roti atau ragi. Gejala lain yang sering ditemukan pada infeksi jamur adalah gatal dan kemerahan pada vagina, rasa panas dan nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan intim. Infeksi ini dapat diobati dengan pemberian obat anti jamur. Perlu diingat bahwa infeksi jamur tidak perlu diobati dengan antibiotika. Penyakit Menular Seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual dapat menyebabkan bau tidak sedap pada vagina, terutama klamidia dan gonorea. Keduanya merupakan jenis penyakit menular seksual yang cukup sering ditemui dan seringkali tidak terdiagnosa karena tidak menimbulkan gejala. Gejala yang paling sering ditemukan pada klamidia dan gonorea adalah nyeri saat buang air kecil dan keluarnya nanah dari kemaluan, serta timbulnya bau tidak sedap pada vagina. Selain kedua jenis penyakit di atas, penyakit menular seksual lainnya seperti trikomoniasis juga dapat menyebabkan terjadinya bau tidak sedap dan keputihan yang berwarna kehijauan pada vagina. Dapat juga terjadi nyeri saat buang air kecil. Ketiga penyakit menular seksual ini biasanya diatasi dengan pemberian antibiotika. Penyakit Radang Panggul Jika penyakit menular seksual tidak diatasi dengan baik, maka Anda dapat mengalami penyakit radang panggul. Penyakit radang panggul merupakan infeksi pada organ reproduksi wanita yang merupakan komplikasi dari berbagai penyakit menular seksual seperti klamidia atau gonorea. Penyakit radang panggul biasanya juga menimbulkan bau tidak sedap pada vagina. Gejala yang sering ditemukan adalah adanya keputihan yang berbau tidak sedap, nyeri saat berhubungan intim, nyeri perut, dan nyeri panggul. Penyakit radang panggul biasanya tidak akan terdiagnosa hingga Anda menderita nyeri kronik atau mengalami kesulitan untuk hamil karena biasanya tidak menimbulkan gejala. Pengobatannya adalah pemberian antibiotik. Penyakit ini seringkali menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada organ reproduksi wanita. Beberapa gejala sisa yang dapat terjadi akibat menderita penyakit radang panggul adalah nyeri kronik, kemandulan, atau kehamilan ektopik. Kebersihan Diri Kurang Hal lain yang mungkin menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada vagina adalah kurangnya kebersihan diri. Dua hal yang dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada vagina akibat kurangnya kebersihan diri adalah berkeringat dan kurang sering membersihkan daerah kewanitaan Anda. Kelenjar keringat yang ada di daerah kemaluan dapat menyebabkan daerah di sekitar kemaluan Anda berkeringat. Berkeringat setelah berolahraga atau aktivitas fisik tentu saja dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada vagina. Menjaga kebersihan daerah kewanitaan Anda merupakan hal yang penting untuk mencegah timbulnya bau tidak sedap pada vagina. Mandi secara teratur juga dapat sangat membantu mencegah timbulnya bau tidak sedap pada vagina. Pastikan Anda selalu membersihkan daerah kewanitaan Anda setiap hari. Gunakanlah sabun yang ringan dan tidak mengandung pewangi untuk mencegah terjadinya iritasi dan infeksi pada kemaluan. Selain itu, pastikan Anda juga selalu membersihkan vagina dari depan ke belakang setelah pergi ke toilet dan selalu gunakan pakaian dalam bersih setiap harinya, bahkan bila Anda tidak mandi. Satu hal penting lainnya yang perlu Anda ketahui adalah hindarilah vaginal douching karena bukannya membuat vagina Anda menjadi bersih dan bebas bau, vaginal douching justru akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi pada kemaluan. Adanya Benda Asing Pada Vagina Jika Anda menggunakan tampon saat menstruasi, maka pastikan saja Anda tidak lupa mengeluarkannya. Meninggalkan tampon di dalam vagina dalam waktu yang cukup lama dapat berbahaya, tidak hanya dapat menimbulkan bau tidak sedap pada vagina, adanya tampon di dalam vagina juga dapat meningkatkan resiko terjadinya sindrom syok toksik. Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan vagina Anda, pastikan Anda selalu mengganti tampon Anda setiap 8 jam sekali. Sumber: sheknows
 03 Oct 2020    11:00 WIB
Ini Penyebab Infeksi Jamur Pada Miss V
Miss V atau vagina merupakan aset penting yang harus dipelihara oleh seorang wanita. Seringkali masalah yang dialami pada seorang wanita adalah terjadinya infeksi jamur. Agar terhindar dari masalah infeksi jamur. Sebaiknya Anda mengetahui penyebab infeksi jamur. Berikut penjelasannya: AntibiotikPenggunaan obat antibiotik adalah salah satu penyebab paling umum dari infeksi jamur vagina. Antibiotik dan beberapa obat lain mengubah tingkat bakteri dan organisme lain pada vagina - seperti bakteri acidophilus lactobacillus, yang biasanya membantu menjaga sel-sel ragi dalam jumlah yang seimbang.. Obat-obatan juga dapat mengubah keasaman vagina atau "keseimbangan pH" yang memungkinkan ragi untuk tumbuh terlalu cepat. Sehingga mudah terjadi keputihan, alergi, gatl-gatal dan infeksi. KehamilanWanita hamil memiliki tingkat estrogen yang tinggi, yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi jamur selama kehamilan. Kadar hormonMenggunakan terapi penggantian hormon (HRT) atau pil KB dapat menyebabkan perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh, terutama estrogen dan progesteron. Sehingga lebih mudah terjadi infeksi. Kencing manis Kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan infeksi jamur. Sistem kekebalan tubuh yang lemah HIV atau penyakit lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh dapat mencegah tubuh melawan infeksi jamur. Perawatan vagina yang tidak baik Terlalu sering menggunakan sabun yang terlalu banyak bahan deterjen. Juga dapat menyebabkan terjadinya infeksi jamur. Sumber: webmd