Your browser does not support JavaScript!
 27 Dec 2019    18:00 WIB
Miss V Anda Terasa Nyeri? Cari Tahu Penyebabnya!
1.      Herpes Menurut CDC, sekitar 1 di antara 6 orang dewasa di Amerika akan mengalami penyakit menular seksual yang satu ini. Jika Anda memiliki benjolan yang berbentuk seperi jerawat dan terasa sangat nyeri, maka Anda mungkin menderita herpes. Walaupun hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat mengatasi herpes, akan tetapi dokter Anda dapat memberikan berbagai jenis obat-obatan yang dapat mengurangi nyeri dan frekuensi kekambuhan.  2.      Infeksi Jamur Walaupun infeksi jamur pada kemaluan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri, akan tetapi beberapa orang dapat mengartikan rasa gatal dan kering di daerah vagina sebagai nyeri. Hampir sebagian besar orang, terutama wanita akan mengalami infeksi jamur pada kemaluannya di sepanjang hidupnya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sehingga Anda dapat memperoleh pengobatan yang tepat.  3.      Vagina Kering Bila Anda mengira kekeringan pada vagina hanya dialami oleh para wanita yang telah memasuki masa menopause, maka perkiraan Anda pun salah. Vagina kering yang dialami oleh para wanita muda dapat disebabkan oleh pil KB yang mengandung kadar estrogen yang rendah. Vagina kering ini dapat membuat hubungan seks terasa tidak nyaman dan bahkan nyeri.  4.      Ukuran Penis Pasangan Anda Apakah Anda hanya merasa nyeri di daerah vagina saat penis pasangan Anda memasuki liang vagina Anda? Hal ini mungkin dikarenakan ukuran penis pasangan Anda yang terlalu besar.  5.      Endometriosis atau Radang Panggul Kronik Jika Anda merasakan nyeri selama penetrasi (masuknya penis ke liang vagina) dan saat menstruasi, maka Anda mungkin mengalami endometriosis (jaringan rahim tumbuh di luar rahim) atau radang panggul kronik (infeksi organ reproduksi wanita). Gejala lain yang mungkin Anda alami selain nyeri adalah perdarahan berlebihan. Segera hubungi dokter spesialis kandungan Anda untuk memastikan penyebab dari rasa nyeri di vagina Anda.  6.      Vulvodinia Sekitar 9% wanita akan mengalami hal ini. Vulvodinia merupakan suatu keadaan di mana rasa nyeri pada vagina hanya terjadi saat penetrasi atau saat Anda memasukkan tampon ke dalam liang vagina. Akan tetapi, pada beberapa orang wanita, rasa nyeri dapat timbul secara spontan dan tidak berhubungan dengan seks atau sentuhan pada daerah vagina.   Sumber: womenshealthmag
 09 Nov 2019    16:00 WIB
Ini Tanda Wanita Masuk Masa Subur
Masa subur pada wanita adalah masa terjadinya ovulasi, dimana sel telur dilepaskan dari indung telurnya dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Sel telur ini kemudian di simpan dalam saluran indung telur, menunggu dibuahi. Penting untuk Anda sebagai seorang wanita untuk mengetahui kapan masa subur anda, terlebih jika anda sedang berusaha untuk hamil, karena wanita yang dalam masa suburnya memiliki peluang yang sangat besar untuk terjadinya kehamilan. Dalam siklus yang terjadi 14 hari setelah menstruasi pertama tersebut, wanita sering mengalami hal yang tidak nyaman. Beberapa wanita yang mengalami hal tersebut dikarenakan adanya perubahan hormon, sehingga kerap mengalami nyeri perut. Meski demikian, keluhan itu akan hilang bersamaan dengan usainya masa subur, tetapi beberapa wanita merasa tidak nyaman hingga berlanjut sampai menstruasi selesai. Bila keluhan tersebut muncul, maka sudah selayaknya untuk berkonsultasi pada dokter. 1.       Perut bagian bawah sedikit nyeri Rasa nyeri seperti ditarik tersebut merupakan akibat aktivitas indung telur. Ketidaknyamanan ini terjadi sebelum menstruasi merupakan sebagai sinyal seorang wanita sedang dalam masa subur. Sedangkan beberapa wanita, rasa nyeri ini berlanjut saat dirinya mengalami menstruasi. 2.       Perut terasa kembung Jika Anda merasa celana yang Anda pakai semakin sempit padahal Anda sedang tidak hamil atau tidak sedang mengalami penambahan berat badan, bisa jadi Anda sedang memasuki masa subur. Pada masa subur, tubuh Anda akan menyimpan cairan lebih banyak sehingga perut akan terasa lebih kembung. 3.       Suhu tubuh meningkat Wanita yang dalam masa subur biasanya memiliki suhu tubuh yang meningkat sekitar 1-2 derajat dibanding biasanya. Bila suhu wanita dalam keadaan normal sekitar 35-36 derajat celsius, maka ketika wanita subur suhu tubuhnya meningkat sekitar 37-38 derajat celsius. Peningkatan suhu tubuh diakibatkan terbentuknya progesteron yang berfungsi menyiapkan jaringan dalam rahim. Jaringan ini nantinya menerima sel telur yang telah dibuahi dan kelak menjadi janin. Untuk mengetahui peningkatan suhu tubuh yang hanya sedikit ini kerap kali sulit dilakukan jika tidak teratur mengukur suhu tubuh. Karena itu disarankan agar wanita setiap pagi sehabis bangun tidur untuk mengukur suhu tubuhnya dengan termometer. 4.       Peningkatan produksi cairan vagina Setiap bulannya wanita mengalami peningkatan produksi cairan, akibat perubahan hormon ketika memasuki masa subur. Cairan jernih, licin, dan elastis. Peningkatan produksi dimaksudkan mempermudah sperma memasuki tuba falopii dan membuahi ovum. 5.       Wanita merasa lebih bergairah Wanita akan meras lebih bergairah saat memasuki masa subur. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon lutein pada puncak masa subur dan beberapa hari sebelumnya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. 
 03 Aug 2019    18:00 WIB
Wow Ternyata Ratus Vagina Berbahaya Bagi Kesehatan
Sebagai seorang wanita, Anda mungkin pernah mencoba berbagai cara untuk menjaga kesehatan organ intim Anda. Salah satunya adalah dengan melakukan ratus vagina. Di Indonesia, ratus vagina merupakan salah satu perawatan tradisional, di mana organ intim diuapi dengan campuran air dan tanaman herbal. Ratus dipercaya dapat membersihkan rahim dan menjaga keseimbangan kadar hormonal para wanita. Tertarik untuk mencoba? Benarkah teknik perawatan tradisional tersebut dapat memberikan hasil seperti yang dijanjikannya? Menurut seorang dokter spesialis kandungan di Amerika, ratus ternyata sama sekali tidak memberikan efek seperti yang dijanjikan, malah justru membahayakan bagi kesehatan organ intim Anda tersebut. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja dampak berbahaya ratus bagi vagina Anda.   Baca juga: 11 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina Anda   Membuat Kulit Terbakar Karena uap yang dihasilkan cukup panas, maka ada kemungkinan kemaluan dan kulit di sekitarnya menjadi terbakar. Hal ini terutama berbahaya bagi vagina, karena vagina terletak di dekat kandung kemih dan rektum (bagian usus besar). Luka bakar yang cukup parah dapat merusak lapisan yang memisahkan keduanya dan menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan.   Mengganggu Keseimbangan Bakteri di Vagina Sama seperti douching, membersihkan vagina Anda dengan uap air dapat membuat kulit vagina menjadi kering dan mengganggu keseimbangan bakteri vagina. Selain itu, karena vagina sebenarnya dapat membersihkan dirinya sendiri, maka Anda pun tidak perlu melakukan hal ini utuk membersihkan vagina. Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu membersihkan vagina Anda adalah dengan mengkonsumsi yogurt, yang mengandung bakteri baik yang akan membuat vagina Anda tetap bersih dan terbebas dari infeksi jamur. Selain itu, karena rahim terletak cukup jauh di dalam, maka sangat kecil kemungkinannya bahwa uap ratus dapat mencapai rahim dan "membersihkannya". Bahkan bila uap ratus dapat mencapai rahim, sangat sedikit bakteri yang terdapat di dalam dinding rahim dan bakteri tersebut tentu saja tidak perlu dibersihkan.   Tidak Akan Menyeimbangkan Kadar Hormonal Karena hormon tidak diproduksi oleh rahim atau vagina, maka tidak mungkin ratus dapat mempengaruhi keseimbangan kadar hormonal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 19 Jul 2019    18:00 WIB
Cara Mencegah Terjadinya Infeksi Vagina
Ribuan wanita mengalami permasalahan pada daerah vagina seperti infeksi vagina. Infeksi vagina menimbulkan gejala seperti gatal, rasa terbakar, cairan yang keluar berwarna dan bau. Hal ini tentu akan mengganggu dan membuat keadaan menjadi tidak nyaman. Berikut adalah cara untuk mencegah terjadinya infeksi pada vagina: Konsumsi yogurt Dengan mengkonsumsi yogurt yang berisi lactobacillus acidophilus hidup, bakteri probiotik yang baik. Probiotik mempertahankan flora normal di daerah vagina Bawang putih Makan satu siung bawang putih setiap hari. Anda dapat memotong dan menambahkan bawang putih ke dalam sup, salad ataupun makanan lainnya. Bawang putih mempunyai sifat antijamur dan berfungsi untuk menyembuhkan dan mencegah infeksi vagina. Konsumsi vitamin C dan E Dengan mengkonsumsi vitamin C dan vitamin E. Kedua vitamin tersebut akan membantu reaksi peradangan dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Konsumsi suplemen kalsium dan magnesium. Sebuah penelitian mengatakan wanita yang mengalami infeksi pada vagina dapat disebabkan karena kekurangan kadar kalsium dan magnesium dalam tubuh. Kurangi jumlah lemak hewani Kurang konsumsi jumlah lemak hewani dan tingkatkan konsumsi asam lemak esensial yang banyak ditemukan pada ikan dan kacang-kacangan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan jaringan. Gunakan pakaian dalam yang tepat Selalu perhatikan kebersihan daerah vagina agar bersih dan tidak lembab. Gunakan pakaian dalam yang berasal dari kain katun. Setelah buang air kecil usahakan agar mengeringkan daerah vagina Anda gunakan tissue yang bersih dengan cara usap dari bagian depan baru bagian belakang.Minimalkan terjadinya infeksi pada vagina dengan menghindari terjadinya iritasi, seperti: Gesekan. Bisa disebakan karena celana atau pakaian dalam yang tidak sesuai dan terlalu ketat. Aktivitas seksual yang agresif dan terlalu berlebihan.Naik sepeda terlalu lama. Hindari penggunaan tampon, pembalut, kertas toilet dan produk lain yang memiliki pewarna buatan dan mengandung parfum Hindari melakukan hubungan seksual Hindari melakukan hubungan seksual saat Anda memiliki infeksi vagina. Beberapa infeksi pada vagina dapat menular. Gunakan kondom saat akan berhubungan. Sumber: wikihow Baca juga: Keram Vagina, Ganggu Kehidupan Seks Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 14 Jul 2019    11:00 WIB
Apa Saja Sih Macam-macam Perawatan Untuk Miss V ?
Miss V adalah daerah paling penting untuk seorang wanita. Sehingga sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dari Miss V tersebut. Perawatan untuk merawat miss V ada perawatan harian dan perawatan yang berkala. Perawatan harian bisa dilakukan dengan cara: memerhatikan pemilihan bahan celana dalam yang tepat seperti berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Menggunakan air putih yang bersih untuk membersihkan vagina dengan baik Mengganti celana dalam 2 kali dalam sehari dan tidak lupa mengganti pembalut sesering mungkin saat menstruasi. Selain perawatan harian yang baik sebenarnya ada beberapa perawatan vagina yang dapat dilakukan secara berkala seperti: 1.      Ratus Akhir-akhir ini ratus menjadi salah satu perawatan yang sering dilakukan oleh para wanita. Ratus adalah perawatan area V dengan memanfaatkan uap dari bahan-bahan alami, seperti rempah-rempa yang direbus. Biasanya wanita yang melakukan ratus akan duduk dengan kaki yang sedikit terbuka disebuah kursi berlubang, kemudian rempah-rempah yang mendidih dan ditaruh diwadah khusus ditaruh di bawah (antara kedua kaki). Rempah-rempah yang mendidih tersebut akan menguapi vagina sehingga memberikan efek hangat pada vagina. 2.      V Spa (Vitalitas Spa) Tahapan perawatan V-spa ini terdiri dari  vagina yang dibersihkan, discrub, dimassage, berendam kemudian di-steam atau diasap. Perawatan V spa menggunakan asap. Cara yang dilakukan dan bahan yang digunakan hampir sama dengan ratus. Asap yang keluar dari pembakaran rempah-rempahnya tidak hanya akan memberikan bau harum, tetapi juga membunuh mikroorganisme yang merugikan 3.      Gurah V Gurah V hampir sama dengan V-spa, namun perawatannya biasanya lebih lengkap, mulai dari pemijatan area genital hingga pengasapan atau penguapan. Gurah V biasanya banyak diminati oleh mereka yang pernah melahirkan. Untuk membersihkan sisa-sisa darah setelah nifas. 4.      Totok V Totok V adalah pemijatan pada titik-titik tertentu di vagina Tujuannya untuk merilekskan otot-otot daerah bokong dan area vagina. Pemijatan pada titik-titik tersebut akan memberi rasa rileks hingga ke otak, sehingga mampu meningkatkan gairah seks. Totok vagina sebaiknya tidak dilakukan oleh wanita yang belum pernah berhubungan intim, karena fungsi organ kewanitaannya masih bagus. Selain itu, penderita kanker mulut rahim juga tidak boleh menjalani totok vagina, karena dikhawatirkan terapi itu justru akan membuat sel-sel kanker bertambah aktif, sehingga malah menyebar. 5.      V-Ozone Vagina juga bisa dirawat menggunakan terapi V-ozone. Sesuai namanya, perawatan tersebut dilakukan menggunakan ozone atau uap O3. Caranya, pasien dilakukan pemijatan Kemudian, vagina dibersihkan menggunakan alat khusus untuk mengeluarkan sisa-sisa darah haid maupun sperma yang bisa menyebabkan bau kurang Setelahnya, ozone yang disemprotkan pada vagina. Cara ini memiliki kelebihan, yaitu tidak akan membunuh flora normal yang dibutuhkan vagina.. Perawatan-perawatan diatas memang boleh dilakukan sesuai dengan kebutuhan namun jangan dilakukan terlalu sering, jangan kurang dari satu bulan. Perawatan lain selain v-ozone dapat dikombinasi. Selain itu yang penting adalah sebelum melakukan perawatan diatas ada baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dan melakukan perawatan tersebut di klinik kecantikan yang terpercaya. Baca juga: Makanan Anti Galau  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealth
 07 Jun 2019    16:00 WIB
Cara Atasi Iritasi Daerah Miss V
Daerah miss V merupakan daerah yang sangat sensitif, bila Anda tidak merawat dengan baik daerah vagina akan mudah mengalami iritasi. Hampir semua wanita pernah mengalami iritasi pada daerah vaginanya. Iritasi pada daerah vagina bisa sangat mengganggu, rasanya yang mungkin perih namun mau periksa ke dokter merasa enggan. Ada beberapa hal penyebab dari iritasi pada vagina seperti kurang menjaga kebersihan daerah vagina, sering menggunakan sabun pembersih kewanitaan yang mengandung deterjen, tidak mengganti pakaian dalam, tidak sering mengganti pembalut, menggunakan pakaian dalam yang bahannya kasar. Nah agar organ intim Anda tidak lagi mengalami iritasi, berikut ini cara yang dapat Anda ikuti: Ganti pakaian dalam Anda Vagina sangat sensitif bila dalam keadaan basah, usahakan selalu agar daerah sana kering dan tidak lembab. Menurut WH penasihat Shari Brasner, MD, asisten profesor ginekologi klinis di Mount Sinai School of Medicine untuk itu gantilah pakaian dalam Anda, gunakan yang berbahan katun, mudah menyerap keringat dan tidak mudah lembab. Hindari penggunaan bahan kimia Sebaiknya Anda menghindari menggunakan produk yang mengandung bahan kimia seperti pembalut, celana dalam dari bahan sintetis yang ketat, kondom, sabun mandi, sabun pembersih kewanitaan dan tisu toilet wangi yang digunakan untuk membersihkan daerah kewanitaan, semua itu bisa menyebabkan iritasi dan gatal-gatal di vagina. Sebaiknya Anda mencari produk yang sesuai dengan kulit vagina Anda, perhatikan penggunaan produk tersebut apakah membuat iritasi atau tidak, bila iya hentikan penggunaan. Oleskan salep Terlalu keras saat membersihkan daerah vagina dan hubungan seks yang dilakukan dengan cepat juga bisa membuat iritasi daerah sekitar vagina. Anda bisa menggunakan salep yang mengandung petroleum jelly yang dapat membantu melindungi dan menyembuhkan daerah vagina yang mengalami iritasi. Menyembuhkan infeksi Vagina yang gatal adalah ciri dari terjadinya infeksi jamur. Untuk mengatasinya menggunakan krim antijamur atau supositoria yang dimasukkan kedalam vagina. Hubungi dokter Anda. Bila Anda merasakan rasa sangat tidak nyaman didaerah vagina, seperti timbul rasa nyeri, rasa terbakar. Kemungkinan terjadi infeksi yang harus diberikan antibiotik dibawah pengawasan dokter. Biasanya dokter akan memeriksa apakah Anda terinfeksi penyakit menular seksual atau tidak. Beberapa penyakit menular seksual seperti klamidia, herpes, trikomoniasis, dan gonore dapat menyebabkan iritasi vagina. Secara keseluruhan, iritasi pada vagina umumnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan organ intim. Jaga selalu kesehatan organ intim Anda, karena organ intim ini merupakan aset yang harus dijaga selalu kesehatannya. Baca juga: 11 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 16 May 2019    18:00 WIB
7 Penyebab Timbulnya Rasa Gatal Pada Ms. V
Rasa gatal tentunya akan membuat siapa saja merasa tidak nyaman, apalagi bila rasa gatal tersebut justru berasal dari organ intim Anda, yang tentu saja tidak mudah untuk digaruk. Rasa gatal pada vagina dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari pembalut hinggga berbagai penyakit serius. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa penyakit yang dapat membuat vagina Anda terasa gatal.   Baca juga: Tips Untuk Mencegah Timbulnya Bau Tidak Sedap Pada Miss. V   Infeksi Bakteri Infeksi bakteri pada vagina atau biasa disebut dengan vaginosis bakterial merupakan penyebab tersering dari timbulnya rasa gatal pada vagina dan disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah bakteri baik dan karena perubahan pH vagina. Vaginosis bakterial memiliki gejala yang hampir sama dengan infeksi jamur, perbedaannya adalah cairan yang keluar dari dalam vagina lebih encer dan biasanya berbau.   Infeksi Jamur Seperti halnya vaginosis bakterial, infeksi jamur (kandidiasis) seringkali disebabkan oleh perubahan pH vagina. Infeksi jamur dapat terjadi sewaktu-waktu atau saat Anda mengkonsumsi obat antibiotika, setelah berhubungan seks, stress, saat pola makan Anda berubah, atau bila Anda menderita diabetes (penderita diabetes beresiko tinggi untuk mengalami infeksi jamur karena tingginya kadar gula darah). Selain menimbulkan rasa gatal, biasanya penderita juga akan menyadari adanya cairan kental berwarna putih yang keluar dari vagina.   Dermatitis Kontak Dermatitis kontak merupakan iritasi kulit yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap beberapa produk tertentu. Berbagai produk ini dapat berupa parfum atau pengawet, termasuk kondom dan pelumas. Selain rasa gatal; kulit juga tampak berwarna kemerahan, membengkak, dan menebal. Jika Anda memang memiliki kulit yang sensitif, dianjurkan agar menggunakan berbagai produk hipoalergenik; termasuk shampo, pelembut pakaian, dan deterjen. Hindarilah berbagai jenis produk yang mengandung zat-zat kimia, sabun, dan pelumas yang mengiritasi. Bahkan tisu toilet yang mengandung pewangi atau berwarna juga dapat memicu terjadinya iritasi pada kulit Anda. Pastikan juga Anda tidak mencukur rambut kemaluan Anda bila Anda memiliki kulit yang sensitif dan jangan pernah menggunakan berbagai produk pembersih kewanitaan.   Eksim atau Psoriasis Gangguan kulit yang disebabkan oleh faktor genetika seperti eksim (dermatitis atopik) dan psoriasis dapat menyebabkan kulit kemerahan dan gatal di daerah kemaluan, serta timbulnya bercak kemerahan pada daerah selangkangan.   Penyakit Menular Seksual (PMS) Beberapa penyakit menular seksual seperti klamidia, herpes, trikomonas, dan gonorea dapat membuat vagina Anda terasa gatal. Selain itu, kutu juga dapat hidup pada rambut kemaluan dan menimbulkan rasa gatal yang akan berlanjut menjadi rasa nyeri dan rasa seperti terbakar di daerah kemaluan. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami rasa gatal di daerah kemaluan disertai dengan beberapa gejala penyakit menular seksual lainnya seperti rasa seperti terbakar saat buang air kecil, keluarnya cairan berbau tidak sedap dari vagina, adanya luka terbuka pada daerah kemaluan, dan nyeri saat berhubungan seksual.   Liken Sklerosus Liken sklerosus merupakan suatu gangguan seirus yang menyebabkan vagina terasa gatal. Gejalanya adalah adanya bintik putih pada kulit kemaluan. Gangguan ini dapat terjadi secara mendadak dan para ahli menduga bahwa gangguan ini  disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal atau karena sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.   Perubahan Kadar Hormonal Berbagai hal yang menyebabkan terjadinya perubahan kadar hormon di dalam tubuh seperti menstruasi, kehamilan, menopause, dan konsumsi pil KB dapat membuat vagina Anda terasa gatal. Saat menstruasi, berbagai jenis pembalut yang Anda gunakan seringkali juga mengandung pewangi atau pewarna yang membuat vagina terasa gatal. Jika hal ini sering terjadi, maka gunakanlah pembalut berbahan katun organik, yang tidak terlalu mengiritasi kulit vagina Anda.   Sumber: womenshealthmag
 11 Apr 2019    18:00 WIB
Jarang Bercinta Baik Buat Miss.V, Masa Sih???
Jika Anda pernah mendengar anggapan yang mengatakan bahwa jarang berhubungan seks akan membuat vagina Anda menjadi lebih kencang, maka Anda sebaiknya melupakan hal tersebut karena anggapan tersebut sama sekali salah!   Baca juga: Penyebab Miss V Sakit   Banyak orang mengira bahwa seorang wanita yang jarang berhubungan seks tentunya akan memiliki vagina yang lebih kencang dan seorang wanita yang sering berhubungan seks pastinya akan memiliki vagina yang lebih longgar. Akan tetapi, hal ini merupakan suatu kesalahan besar! Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan otot-otot vagina Anda merupakan otot-otot yang sangat elastis. Otot-otot ini akan berkontraksi dan kembali ke ukurannya semula setelah Anda selesai berhubungan intim dengan pasangan dan bahkan setelah Anda melahirkan. Walaupun demikian, memang ada saatnya di mana vagina seorang wanita akan mengalami perubahan di sepanjang hidupnya. Pertama adalah setelah mereka melahirkan. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa otot-otot vagina membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk kembali ke bentuk dan ukurannya semula (sebelum melahirkan). Saat kedua adalah saat Anda mulai menua. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang wanita, maka kadar hormonnya pun akan menurun, yang berakibat pada menipisnya dinding vagina sehingga otot-otot vagina pun menjadi tidak terlalu elastis, jadi memang otot vagina akan terasa sedikit kendor. Kabar baiknya adalah kekencangan otot vagina ini dapat kembali Anda peroleh dengan melakukan olahraga Kegel, tidak perduli berapa usia Anda. Jadi, bila vagina Anda terasa lebih kaku saat berhubungan intim dengan pasangan, hal ini bukan dikarenakan Anda dan pasangan telah lama tidak berhubungan intim, tetapi karena Anda kurang bergairah sehingga perlu lebih banyak pemanasan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 20 Mar 2019    16:00 WIB
5 Penyebab Bau Tidak Sedap Pada Kemaluan Wanita
Sebagian besar wanita pasti pernah mengalami gangguan yang satu ini, yaitu bau tidak sedap pada daerah kemaluan. Bau tidak sedap pada daerah kemaluan ini dapat membuat seorang wanita merasa malu, frustasi, dan bahkan jijik pada dirinya sendiri. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 hal yang paling sering menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita.   1.      Vaginosis Bakterial Walaupun terdengar menakutkan, akan tetapi vaginosis bacterial sebenarnya merupakan hal yang sangat sering terjadi. Vaginosis bakterial merupakan penyebab tersering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita. Setiap vagina sebenarnya dipenuhi oleh flora alami (bakteri yang memang umum ditemukan pada vagina) dan vaginosis bakterial sebenarnya terjadi akibat pertumbuhan berlebihan dari bakteri. Menurut seorang dokter spesialis kandungan, sebagian besar wanita yang masih berada pada usia produktif biasanya pasti akan mengalami vaginosis bakterial ini setidaknya satu kali. Sampai saat ini, para ahli masih tidak mengetahui apa penyebab pasti dari vaginosis bakterial, akan tetapi seks yang tidak aman dan seringnya membersihkan daerah kewanitaan dengan berbagai pembersih vagina yang dijual secara bebas dapat meningkatkan resiko terjadinya vaginosis bakterial. Selain bau tidak sedap, vaginosis bakterial biasanya juga menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan adanya cairan yang keluar dari dalam vagina. Beberapa kasus vaginosis bakterial dapat sembuh dengan sendirinya, akan tetapi dianjurkan agar setiap wanita yang mengalami vaginosis bakterial untuk berobat ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi berat. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah pemberian antibiotika.   2.      Infeksi Jamur Infeksi jamur juga merupakan penyebab paling sering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Gejalanya biasanya hampir sama dengan vaginosis bakterial, akan tetapi pada infeksi jamur gejala biasanya disertai dengan keluarnya cairan putih dan kental dari dalam vagina. Untuk mengatasi infeksi jamur, tidak diperlukan pemberian antibiotik. Infeksi jamur biasanya diatasi dengan pemberian obat anti jamur.   3.      Penyakit Menular Seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Penyakit menular seksual yang paling sering ditemukan adalah klamidia dan gonorea. Keduanya dapat diobati dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius bila tidak diobati. Akan tetapi, keduanya seringkali tidak terdiagnosa karena tidak menimbulkan gejala apapun atau hanya menimbulkan sedikit gejala. Gejala yang paling sering ditemukan pada klamidia dan gonorea adalah nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan kuning seperti nanah dari kemaluan, serta bau tidak sedap.   4.      Penyakit Radang Panggul Penyakit radang panggul terjadi saat bakteri, biasanya yang menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual, masuk ke dalam vagina dan sampai ke rahim. Penyakit radang panggul seringkali merupakan tahap akhir dari penyakit menular seksual yang tidak terdiagnosa seperti klamidia. Penyakit radang panggul biasanya tidak terdiagnosa hingga Anda mengalami nyeri kronik atau sulit hamil karena seringkali tidak bergejala. Jika bergejala, penyakit radang panggul biasanya menyebabkan timbulnya nyeri panggul, bau tidak sedap pada daerah kemaluan, keluarnya cairan dari dalam vagina dalam jumlah banyak, demam, merasa sangat lelah, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri saat buang air kecil. Penyakit radang panggul dapat diatasi dengan pemberian antibiotika, akan tetapi dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut yang akan menimbulkan efek permanen seperti nyeri kronik, kemandulan, atau kehamilan ektopik.   5.      Kurangnya Kebersihan Pada Daerah Kemaluan Kurangnya kebersihan pada daerah kemaluan juga dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu membersihkan daerah kewanitaan Anda setiap harinya. Karena pada daerah kemaluan terdapat kelenjar minyak dan kelenjar keringat, maka merupakan hal yang normal bila daerah tersebut berbau tidak sedap bila jarang dibersihkan. Bersihkanlah daerah kemaluan Anda dengan sabun ringan yang tidak mengandung pewangi untuk mencegah terjadinya iritasi pada daerah sensitif Anda tersebut dan menimbulkan terjadinya berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Pastikan Anda selalu membersihkan vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan selalu gunakan pakaian dalam bersih setiap harinya, bahkan bila Anda tidak mandi seharian. Hindarilah penggunaan berbagai jenis pembersih daerah kewanitaan, spray, pakaian, dan krim yang berfungsi untuk membuat daerah kewanitaan menjadi super bersih karena mereka justru dapat menimbulkan berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Hal ini dikarenakan berbagai pembersih tersebut berfungsi untuk menyingkirkan berbagai bakteri, yang sebenarnya berfungsi untuk menjaga kesehatan vagina Anda. Berbagai pewangi yang terdapat di dalamnya juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada daerah kemaluan. Gunakanlah pakaian dalam berbahan katun untuk membuat daerah kewanitaan tetap kering sepanjang hari karena katun dapat menyerap keringat.   Sumber: sheknows