Your browser does not support JavaScript!
 04 May 2021    13:00 WIB
Here’s how you shave down there.
Shaving down there edition. Jadi gue sebenernya bukan fans berat shaving di bawah sana, karena downside nya ketika di shaving bener-bener pakai manual razor, itu bisa bikin gatal keitka tumbuh, trust me on that. Ada dua cara untuk shaving yang pertama manual razor, dan yang kedua electric razor. Tapi kalau lo ngotot pengen pakai manual razor atau razor yang murah yang bisa lo dapetin di mini market gitu 1.       Manual razor     a.       Exfoliate dulu: di scrub secara lembut untuk menyingkirkan sel kulit mati. Itu lo bisa pertama Exfoliate di bawah sana dulu, jadi pakai scrub yang bulir-bulir nya halus  dan jangan terlalu kasar ya ketika exfoliate karena tujuannya hanya untuk getting rid of the dead skin. Jadi jangan terlalu kasar.   b.      Pakai shaving foam untuk memudahkan razor, dan meminimalisir gesekan Abis itu setelah beberapa menit udah, langsung pakai, harus pakai shaving foam ya jangan pakai sabun untuk melincinkan di bawah sana.   c.       Dicukur mengikuti arah tumbuhnya rambut Setelah itu lo shave areanya ngikutin arah tumbuhnya rambut.   d.      Cuci bersih, dikeringkan- ditepuk-tepuk dengan handuk Setelah selesai di shave, lo cuci, lo keringkan, ditepuk-tepuk aja jangan di gosok-gosok ya by the way, karena lagi sensitive banget.   e.       Oleskan minyak kelapa untuk mengembalikan kelembapannya Habis itu langsung di moisturize atau dilembapin pakai coconut oil, sedikit aja pakai minyak kelapa langsung diolesin aja daerah situ. That’s my way of shaving pake manual razor.   2.       Electric Razor cara kedua, lo bisa pakai electric razor. Jadi ini elektrik bisa beli di online, ada electric shaver yang kecil kecil gitu. Harga terjangkau mungkin sekitar 200 hingga berapa ratusan ribu dan lebih awet untuk penggunaan jangka Panjang. Kalo pake electric tuh kayak nge-trim aja, kadang suka masih ada sisanya gitu, tergantung dari jenis razor nya. Kayak ya kalo pake apa manual razor tadi. But that’s better. Gue orangnya waxing, gue tim sugaring. But than good luck, lo bisa coba metode apapun yang works for you, tapi kalau nggak sugaring biasanya gue coba mending pakai elektrik razor aja sih, jadi kayak macam ditrimming aja gitu. Good luck!
 29 Apr 2021    14:00 WIB
Mengetahui Masa Subur Wanita
Masa subur pada wanita adalah masa terjadinya ovulasi, dimana sel telur dilepaskan dari indung telurnya dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Sel telur ini kemudian di simpan dalam saluran indung telur, menunggu dibuahi. Penting untuk Anda sebagai seorang wanita untuk mengetahui kapan masa subur anda, terlebih jika anda sedang berusaha untuk hamil, karena wanita yang dalam masa suburnya memiliki peluang yang sangat besar untuk terjadinya kehamilan. Dalam siklus yang terjadi 14 hari setelah menstruasi pertama tersebut, wanita sering mengalami hal yang tidak nyaman. Beberapa wanita yang mengalami hal tersebut dikarenakan adanya perubahan hormon, sehingga kerap mengalami nyeri perut. Meski demikian, keluhan itu akan hilang bersamaan dengan usainya masa subur, tetapi beberapa wanita merasa tidak nyaman hingga berlanjut sampai menstruasi selesai. Bila keluhan tersebut muncul, maka sudah selayaknya untuk berkonsultasi pada dokter. 1.       Perut bagian bawah sedikit nyeri Rasa nyeri seperti ditarik tersebut merupakan akibat aktivitas indung telur. Ketidaknyamanan ini terjadi sebelum menstruasi merupakan sebagai sinyal seorang wanita sedang dalam masa subur. Sedangkan beberapa wanita, rasa nyeri ini berlanjut saat dirinya mengalami menstruasi. 2.       Perut terasa kembung Jika Anda merasa celana yang Anda pakai semakin sempit padahal Anda sedang tidak hamil atau tidak sedang mengalami penambahan berat badan, bisa jadi Anda sedang memasuki masa subur. Pada masa subur, tubuh Anda akan menyimpan cairan lebih banyak sehingga perut akan terasa lebih kembung. 3.       Suhu tubuh meningkat Wanita yang dalam masa subur biasanya memiliki suhu tubuh yang meningkat sekitar 1-2 derajat dibanding biasanya. Bila suhu wanita dalam keadaan normal sekitar 35-36 derajat celsius, maka ketika wanita subur suhu tubuhnya meningkat sekitar 37-38 derajat celsius. Peningkatan suhu tubuh diakibatkan terbentuknya progesteron yang berfungsi menyiapkan jaringan dalam rahim. Jaringan ini nantinya menerima sel telur yang telah dibuahi dan kelak menjadi janin. Untuk mengetahui peningkatan suhu tubuh yang hanya sedikit ini kerap kali sulit dilakukan jika tidak teratur mengukur suhu tubuh. Karena itu disarankan agar wanita setiap pagi sehabis bangun tidur untuk mengukur suhu tubuhnya dengan termometer. 4.       Peningkatan produksi cairan vagina Setiap bulannya wanita mengalami peningkatan produksi cairan, akibat perubahan hormon ketika memasuki masa subur. Cairan jernih, licin, dan elastis. Peningkatan produksi dimaksudkan mempermudah sperma memasuki tuba falopii dan membuahi ovum. 5.       Wanita merasa lebih bergairah Wanita akan meras lebih bergairah saat memasuki masa subur. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon lutein pada puncak masa subur dan beberapa hari sebelumnya.   Baca Juga: 6 Jenis Makanan Yang Akan Meningkatkan Kesuburan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 28 Apr 2021    13:00 WIB
Vagina Menolak Saat Berhubungan Seksual.
Ketika sedang melakukan hubungan seksual rasanya sakit sekali, vagina seperti menolak saat mau melakukan hubungan seksual. Walaupun hanya dicoba menggunakan jari, rasa saat mau di masukan seperti sakit yang luar biasa sekali. Bahkan ketika jari belum masuk kedalam vagina. Jika mengalami hal seperti ini berarti kamu mengidap vaginismus, tetapi jangan khawatir  vaginismus bisa disembuhkan dengan diatasi dari bantuan dokter dan juga dukungan dari suami loh! Menurut dr.Robbi Asri Wicaksono,SpOG, vaginismus merupakan kekakuan otot yang terjadi dinding-dinding vagina yang tidak bisa dikendalikan oleh penderitanya, sehingga bisa menyebabkan masalah dengan penetrasi (ke dalam) vagina. Yuk mari kita coba mengenal vaginismus dan cara menyembuhkan lukanya dan juga stigmanya! Ketika seseorang pertama kali mencoba hubungan seksual vagina terasa sakit yang dirasakan saat berhubungan seks adalah hal yang wajar dirasakan. Tetapi jika rasa sakit berlebihan itu tidak wajar. Penyakit vaginismus ternyata memiliki lima level, jika pengidap vaginismus level empat harus dilakukan terapi dilatasi berbantu. Pengidap vaginismus tidak hanya mengalami kesulitan saat berhubungan seks tetapi juga dalam perawatan kesehatan organ reproduksinya. Secara umum gejala yang paling banyak diketahui oleh masyarakat adalah ketika pasangan melakukan hubungan seksual normal biasanya disertai juga dengan proses penetrasi penis ke vagina.  Nah jika pada pengidap vaginismus dua-duanya akan mengalami rangsangan yang normal, jadi hasrat seksual mereka itu normal rangsangan seksual dan respons mereka mereka juga normal. Bahkan pada si penderita terjadi lubrikasi vagina, tetapi penetrasi penis ke vagina tidak bisa terjadi. Masalah pada pengidap vaginismus bukan hanya bisa terjadinya penetrasi penis pada saat berhubungan seks. Tetapi juga tidak bisa diperiksa. Contohnya ketika mereka mengalami keputihan atau ada pendarahan saat belum memasuki siklus haid. Dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan yang melalui penetrasi vagina kepada pasien. Nah solusi untuk pengidap vaginismus adalah terapi yaitu dilatasi berbantu, apa sih dilatasi berbantu itu ? Ini merupakan pelatihan untuk melemaskan otot di vagina tanpa operasi. Dilatasi berbantu ataupun mandiri dilakukan dengan alat bantu, menggunakan jari atau dilator silicon yang berbentuk silinder dengan bervariasi ukuran, jadi alat ini akan dimasukan dan dikeluarkan ke dalam vagina dengan suatu gerakan tertentu. Biasanya penyembuhan vaginismus akan dilakukan dari penyembuhan fisik, dan juga dilakukan dengan pemulihan mental dan psikologis.   Baca Juga: Otot Vagina Terlalu Kencang? Hati-Hati Vaginismus Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  
 19 Apr 2021    18:00 WIB
6 Fakta Menarik Tentang Si Miss V!
Vagina merupakan aset penting bagi wanita. Namun banyak wanita yang tidak memperhatikan aset pentingnya ini. Pembahasan mengenai vagina seringkali menjadi tabu, sehingga wanita justru kurang mengetahui apa saja kemampuan dari vagina. Agar Anda bisa lebih mengenali aset penting ini, berikut adalah fakta-fakta hebat dari vagina: Vagina Mampu membersihkan secara alami Karena itu Anda tidak disarankan mencuci vagina dengan sabun, Vagina dilengkapi dengan berbagai kelenjar yang memproduksi cairan yang dibutuhkan untuk melubrikasi sekaligus membersihkan area vagina. Produk-produk mandi, khususnya yang mengandung pewarna kimia atau pewangi, bisa mengiritasi vagina serta menghilangkan cairan lubrikasi dan flora (bakteri dan jamur) yang normal dan alami. Ketika senyawa yang menguntungkan ini lenyap, bakteri anaerobik dan jamur bisa berkembang biak, dan hal ini bisa menyebabkan gejala seperti gatal atau berbau. Anda boleh saja membersihkan daerah vagina dengan sabun yang bahan yang ringan, namun yang dikhawatirkan sabun tersebut dapat masuk ke dalam vagina.   Ukuran Vagina bisa membesar ketika dirangsang Menurut seorang ahli kebidanan Panjang rata-rata liang vagina adalah 7 - 10 cm. Terdengar pendek ya dan seolah tidak mampu menerima penetrasi dari penis. Apa iya? Ternyata liang vagina bisa memanjang apabila dalam keadaan terangsang.   Vagina berejakulasi saat orgasme Dinding vagina memiliki beberapa kelenjar yang dapat mengeluarkan cairan. Bentuknya adalah kumpulan kelenjar, pembuluh darah, saraf, dan jaringan kenyal, yang ketika dirangsang tampaknya menghasilkan cairan pada beberapa perempuan.   Vagina juga bisa keriput Seperti juga wajah Anda, vagina pun bisa keriput seiring bertambahnya usia. Bibir vagina bisa mengendur karena penurunan kadar estrogen, lapisan lemak pada bibir vagina yang menyusut, kemudian menipisnya kolagen bisa menyebabkan bibir vagina menggelambir, warnanya pun dapat menghitam.   Vagina kendur setelah melahirkan Otot-otot vagina memang cenderung mengendur setelah melahirkan anak, namun tidak terlalu terlihat perubahannya. Cara terbaik untuk memperbaiki fungsi otot-otot vagina, yang meregang dan berubah setelah melahirkan adalah dengan melakukan latihan kegel.   Supaya lebih sehat, Vagina harus sering dilatih Vagina akan lebih sehat jika Anda berhubungan seks secara rutin. Seks tidak hanya menjaga agar jaringan vagina yang sensitif tetap sehat. Jika Anda terlalu lama tidak berhubungan seks, dinding vagina bisa menjadi rapuh. Ketika Anda memasuki masa menopause, dinding vagina bisa terluka dan menutup.   Baca juga: Tips Untuk Mencegah Bau Tidak Sedap di Vagina Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: shape
 18 Feb 2021    13:00 WIB
Lima Penyebab Vagina Selalu Basah
Suka ngerasa vaginamu selalu basah? Padahal kondisimu bukan habis buang air kecil, enggak keputihan juga enggak lagi terangsang? Jangan khawatir dulu ya, Ladies. Terkadang hal ini normal, karena vagina memang butuh pelumasan agar tidak kering dan infeksi. Berikut ini lima penyebab yang bikin vaginamu basah. Simak yuk! Hormon Ketika hormon esterogen tinggi, biasanya produksi cairan pada vagina menjadi lebih banyak. Jadi enggak heran kalau kamu ngerasa vaginamu menjadi lebih basah. Untuk mengatasinya, kamu bisa makan-makanan yang rendah esterogen dulu ya, seperti sayuran brokoli, kol, kangkung, jamur dan buah anggur. Baca juga: Lima Fakta Tentang Vagina, Wanita Wajib Tahu Fistula Fistula adalah kondisi ketika saluran kandung kemih dan vagina menjadi terhubung. Saat kamu ingin pipis, airnya keluar dari vagina sehingga vagina menjadi terasa basah terus-menerus. Fistula sendiri bisa menutup sendirinya. Namun, fistula terkadang juga butuh penanganan dokter. Beberapa kasus harus dilakukan operasi agar bisa ditutup dengan sempurna. Pelvic Congestion Ini adalah kondisi yang mirip seperti varises pada kaki. Dengan kata lain, pembuluh vena dalam panggul kita membengkak, sehingga panggul menjadi lebar dan menekan daerah lain, seperti usus, ovarium, rahim, hingga kandung kemih. Karena kondisi itu, maka biasanya vagina akan lebih sering mengeluarkan cairan karena terstimulasi terus dari dalam tubuh. Pelvic Organ Prolapse Penyakit ini bisa terjadi karena otot yang menyokong organ di sekitar panggul melemah, sehingga organ-organ tersebut jadi menekan bagian rahim, kandung kemih, hingga dubur. Uterus Fibroids Ini adalah kondisi saat adanya tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Tumor ini bisa hanya kecil atau sebesar bola. Kondisi tumor yang menekan bagian usus dan kandung kemih inilah yang menyebabkan vagina menjadi selalu basah. Baca juga: Jaga Kesehatan Vagina dengan Tips Berikut Ini Sumber: Grid
 10 Feb 2021    15:00 WIB
Ini Ukuran Normal Vagina
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai bagaimana sebenarnya ukuran vagina yang normal? Vagina atau yang juga dikenal dengan miss V memang merupakan bagian tubuh wanita yang cukup misterius. Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2005, para ahli melakukan pengukuran vagina pada sekitar 50 orang wanita, berikut hasil pengukurannya. Labia Minora Labia minora merupakan bibir dalam yang berukuran lebih kecil yang mengelilingi lubang vagina seorang wanita. Labia minora terbagi menjadi kiri dan kanan. Lebar rata-rata labia minora kiri adalah sekitar 2.1 cm dengan variasi antara 0.4-6.4 cm. Lebar rata-rata labia minora kanan adalah sekitar 1.9 cm, dengan variasi antara 0.3-7 cm. Panjang rata-rata labia minora kiri adalah sekitar 4 cm (hampir sama dengan panjang baby wortel), dengan variasi antara 1.2-7.5 cm. Panjang rata-rata labia minora kanan adalah sekitar 3.8 cm, dengan variasi antara 0.8-8 cm. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran panjang dan lebar labia minora setiap wanita dapat berbeda-beda. Selain itu, ukuran antara labia minora kanan dan kiri pun berbeda. Labia Majora Labia majora merupakan bibir luar yang mengelilingi labia minora Anda. Panjang rata-rata dari labia majora adalah sekitar 8.1 cm (hampir sama dengan panjang sebotol kutek), dengan variasi antara 4-11.5 cm. Perlu diketahui bahwa seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka ukuran labia minora dan majora Anda juga akan semakin mengecil. Klitoris Seperti halnya ukuran labia minora dan labia majora berbeda pada setiap wanita, demikian pula halnya dengan klitoris. Menurut penelitian, lebar rata-rata klitoris para peserta adalah sekitar 0.8 cm, dengan variasi antara 0.2-2.5 cm. Sementara itu, panjang rata-rata klitoris para peserta adalah sekitar 1.6 cm (sedikit lebih kecil daripada kancing celana Anda), dengan variasi antara 0.4-4 cm. Satu hal menarik yang ditemukan para ahli adalah bahwa ukuran klitoris ini berhubungan dengan seberapa sering seorang wanita berhasil mencapai orgasme saat berhubungan intim. Jika Anda dapat mencapai orgasme setiap kali berhubungan intim dengan pasangan, maka Anda mungkin memiliki klitoris yang lebih besar dibandingkan dengan para wanita yang hanya dapat mencapai orgasme dengan cara lain. Liang Vagina Para ahli menemukan bahwa kedalaman liang vagina rata-rata seorang wanita adalah sekitar 9.6 cm (hampir sama dengan panjang sebotol lip gloss), dengan variasi antara 6.5-12.5 cm. Sementara itu, lebar liang vagina rata-rata seorang wanita adalah sekitar 2.1-3.5 cm. Lebar liang vagina yang terlalu kecil (2.1 cm) dapat membuat seorang wanita merasa nyeri setiap kali berhubungan intim. Perlu diingat bahwa ukuran kedalaman dan lebar liang vagina ini dapat berubah saat seorang wanita berhubungan intim dan melahirkan. Intinya adalah bila Anda tidak mengalami keluhan atau nyeri saat berhubungan intim, maka kemungkinan besar Anda memiliki bentuk dan ukuran kemaluan yang normal.
 29 Jan 2021    13:05 WIB
Ingin Vagina yang Sehat dan Kencang? Ini Tipsnya
Vagina adalah organ yang sangat sensitif dan memerlukan perawatan ekstra. Vagina dapat kehilangan elastisitasnya dan juga timbul bau yang tidak sedap. Tetapi dengan kebiasaan yang baik dan beberapa tips akan mecegah terjadinya masalah pada vagina. Latihan untuk mengencangkan vagina Olahraga, dan lebih spesifik lagi latihan kegel dapat membantu membuat vagina lebih kencang. Latihan kegel tidak hanya meningkatkan kekuatan otot pelvis, tetapi juga dapat mencegah terjadinya hernia dan inkonsinensia urin. Lakukan latihan kegel dengan mengkontraksikan otot-otot paggul Anda, yang biasanya Anda gunakan saat menahan buang air kecil. Tetapi jangan libatkan kaki, otot perut atau otot bokong. Setelah Anda menemukan otot pelvis, tahan kontraksi selama Anda mampu dan lepaskan, kemudian ulang lagi. Atau kontraksikan otot panggul dan hitung sampai lima dan lepaskan. Anda bisa melakukan ini tiga kali sehari. Direkomendasikan untuk melakukan latihan ini 50 kali setiap harinya. Metode alternatif untuk mengencangkan vagina • Bedah plastik direkomendasikan untuk wanita yang sudah memiliki anak atau wanita yang sudah berumur• Terdapat gel atau obat yang dapat digunakan untuk mengencangkan vagina, tetapi pastikan penggunaannya dibawah pengawasan dokter. Pembersih vagina untuk kesehatan vagina Selama masa menstruasi. Sangat disarankan untuk mencuci area feminim Anda agar mencegah bau yang disebabkan menstruasi. Juga gantilah pembalut atau tampon lebih sering untuk menghindari perkembangan bakteri di vagina. Hindari penggunaan sabun yang keras untuk membersihkan area sensitif Anda Sabun dan body wash mengandung pH yang lebih tinggi sehingga dapat mematikan bakteri baik yang hidup di daerah feminim Anda. untuk mempertahankan kesehatan vagina Anda, gunakan pembersih khusus untuk vagina jika diperlukan, atau membersihkan dengan air mengalir juga sudah cukup. Salah satu langkah yang bisa Anda lakukan untuk mempertahankan kesehatan area sensitif Anda adalah dengan memendekkan rambut disekitar vagina karena jika dibiarkan akan membuat kelembaban berkurang dan bakteri tumbuh subur hingga menyebabkan infeksi. Selain itu akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Saat udara lembab atau saat musim hujan, gunakanlah pakaian dalam berbahan katun sehingga kulit Anda bisa bernafas dengan baik dan sirkulasi juga baik. Jangan lupa untuk mengganti pakaian dalam Anda dengan teratur untuk mencegah munculnya bakteri. Pakaian dalam yang lembab akan membuat bakteri tumbuh dengan subur. Baca juga: Tips untuk Mencegah Bau Tak Sedap pada Vagina
 27 Jan 2021    19:00 WIB
Bau Tak Sedap pada Miss V? Ini Penyebabnya
Sebagian besar wanita pasti pernah mengalami gangguan yang satu ini, yaitu bau tidak sedap pada daerah kemaluan. Bau tidak sedap pada daerah kemaluan ini dapat membuat seorang wanita merasa malu, frustasi, dan bahkan jijik pada dirinya sendiri. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 hal yang paling sering menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita. 1.      Vaginosis Bakterial Walaupun terdengar menakutkan, akan tetapi vaginosis bacterial sebenarnya merupakan hal yang sangat sering terjadi. Vaginosis bakterial merupakan penyebab tersering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita. Setiap vagina sebenarnya dipenuhi oleh flora alami (bakteri yang memang umum ditemukan pada vagina) dan vaginosis bakterial sebenarnya terjadi akibat pertumbuhan berlebihan dari bakteri. Menurut seorang dokter spesialis kandungan, sebagian besar wanita yang masih berada pada usia produktif biasanya pasti akan mengalami vaginosis bakterial ini setidaknya satu kali. Sampai saat ini, para ahli masih tidak mengetahui apa penyebab pasti dari vaginosis bakterial, akan tetapi seks yang tidak aman dan seringnya membersihkan daerah kewanitaan dengan berbagai pembersih vagina yang dijual secara bebas dapat meningkatkan resiko terjadinya vaginosis bakterial. Selain bau tidak sedap, vaginosis bakterial biasanya juga menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan adanya cairan yang keluar dari dalam vagina. Beberapa kasus vaginosis bakterial dapat sembuh dengan sendirinya, akan tetapi dianjurkan agar setiap wanita yang mengalami vaginosis bakterial untuk berobat ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi berat. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah pemberian antibiotika. 2.      Infeksi Jamur Infeksi jamur juga merupakan penyebab paling sering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Gejalanya biasanya hampir sama dengan vaginosis bakterial, akan tetapi pada infeksi jamur gejala biasanya disertai dengan keluarnya cairan putih dan kental dari dalam vagina. Untuk mengatasi infeksi jamur, tidak diperlukan pemberian antibiotik. Infeksi jamur biasanya diatasi dengan pemberian obat anti jamur. 3.      Penyakit Menular Seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Penyakit menular seksual yang paling sering ditemukan adalah klamidia dan gonorea. Keduanya dapat diobati dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius bila tidak diobati. Akan tetapi, keduanya seringkali tidak terdiagnosa karena tidak menimbulkan gejala apapun atau hanya menimbulkan sedikit gejala. Gejala yang paling sering ditemukan pada klamidia dan gonorea adalah nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan kuning seperti nanah dari kemaluan, serta bau tidak sedap. 4.      Penyakit Radang Panggul Penyakit radang panggul terjadi saat bakteri, biasanya yang menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual, masuk ke dalam vagina dan sampai ke rahim. Penyakit radang panggul seringkali merupakan tahap akhir dari penyakit menular seksual yang tidak terdiagnosa seperti klamidia. Penyakit radang panggul biasanya tidak terdiagnosa hingga Anda mengalami nyeri kronik atau sulit hamil karena seringkali tidak bergejala. Jika bergejala, penyakit radang panggul biasanya menyebabkan timbulnya nyeri panggul, bau tidak sedap pada daerah kemaluan, keluarnya cairan dari dalam vagina dalam jumlah banyak, demam, merasa sangat lelah, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri saat buang air kecil. Penyakit radang panggul dapat diatasi dengan pemberian antibiotika, akan tetapi dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut yang akan menimbulkan efek permanen seperti nyeri kronik, kemandulan, atau kehamilan ektopik. 5.      Kurangnya Kebersihan Pada Daerah Kemaluan Kurangnya kebersihan pada daerah kemaluan juga dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu membersihkan daerah kewanitaan Anda setiap harinya. Karena pada daerah kemaluan terdapat kelenjar minyak dan kelenjar keringat, maka merupakan hal yang normal bila daerah tersebut berbau tidak sedap bila jarang dibersihkan. Bersihkanlah daerah kemaluan Anda dengan sabun ringan yang tidak mengandung pewangi untuk mencegah terjadinya iritasi pada daerah sensitif Anda tersebut dan menimbulkan terjadinya berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Pastikan Anda selalu membersihkan vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan selalu gunakan pakaian dalam bersih setiap harinya, bahkan bila Anda tidak mandi seharian. Hindarilah penggunaan berbagai jenis pembersih daerah kewanitaan, spray, pakaian, dan krim yang berfungsi untuk membuat daerah kewanitaan menjadi super bersih karena mereka justru dapat menimbulkan berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Hal ini dikarenakan berbagai pembersih tersebut berfungsi untuk menyingkirkan berbagai bakteri, yang sebenarnya berfungsi untuk menjaga kesehatan vagina Anda. Berbagai pewangi yang terdapat di dalamnya juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada daerah kemaluan. Gunakanlah pakaian dalam berbahan katun untuk membuat daerah kewanitaan tetap kering sepanjang hari karena katun dapat menyerap keringat. Sumber: sheknows