Your browser does not support JavaScript!
 25 Jan 2020    18:00 WIB
Kuatir Punya Penis Berukuran Kecil? Coba Baca Artikel Berikut
Seringkali seorang pria berpikir bahwa ukuran penis adalah hal yang begitu penting. Namun harus Anda ketahui bahwa ukuran bukan segalanya. Coba simak pernyataan dibawah ini Ukuran penis kecil mudah terjadi disfungsi ereksi? Banyak pria yang mengeluhkan karena ukuran penisnya yang kecil maka mudah terjadi disfungsi ereksi. Harus Anda ketahui bahwa ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi saat berhubungan seks bukan dikarenakan ukuran penis yang kecil. Ini semua tentang persepsi Saat Anda berpikir mengenai ukuran penis adalah segalanya maka ini akan membuat hal itu seolah penting. Padahal yang perlu Anda ketahui saat Anda merasa memiliki penis yang kecil hal ini dapat dipengaruhi dari cara Anda melihat ke arahnya. Lemak perut juga berpengaruh dan menutupi daerah penis Anda, sehingga penis terlihat begitu kecil.   Ukuran tidak penting bagi perempuan Bagi wanita, seks tidak hanya tentang penis. Sebaliknya, beberapa wanita justru mengaku takut dengan penis 'panjang'. Jika kita benar-benar peduli tentang ukuran, sebagian besar wanita mengaku lebih terkesan dengan ketebalan daripada panjang penis. Bahkan ketika terangsang, daerah liang vagina perempuan hanya sekitar 10 cm (4 inci).Jadi untuk seorang wanita berharap memiliki pasangan dengan penis yang kecil namun dapat mengisi liang vagina wanita sepenuhnya. Dan untuk seorang wanita ada hal yang lain yang dapat membuatnya merasakan orgasme selain penetrasi seperti foreplay, seks oral. Sumber: thehealthsite
 14 Jan 2020    18:00 WIB
Atasi Nyeri Pada Miss V Setelah Melahirkan
Melahirkan merupakan impian untuk semua wanita. Dikatakan dengan melahirkan maka seorang wanita sudah lengkap menjadi seorang wanita. Saat Anda hamil, akan terjadi perubahan berat badan dan permasalahan yang Anda hadapi tidak hanya sampai disitu. Untuk wanita yang melahirkan secara normal. Kemungkinan besar akan merasakan nyeri pada daerah miss V. Apabila saat melahirkan secara normal Anda mengalami robekan pada vagina dan dilakukan episiotomi, sebuah tindakan yang dilakukan dengan melakukan irisan di daerah perineum untuk memperlebar daerah miss V untuk memperluas jalan lahir dan membantu proses kelahiran bayi. Hal ini akan menimbulkan luka yang membuat Anda merasa nyeri dan merasa tidak nyaman untuk sementara waktu. Maka untuk membantu mengatasi rasa nyeri pada miss V setelah melahirkan, berikut adalah hal yang dapat Anda lakukan: Bila Anda merasa nyeri atau tidak nyaman saat duduk, Anda bisa duduk dibantal bulat berbentuk seperti donat Anda bisa menuangkan air hangat pada vagina Anda saat Anda sedang buang air kecil. Tekan kain lap pada daerah yang luka ketika Anda mengejan untuk buang air besar. Mendinginkan luka dengan kompres es Gunakan pelunak feses agar anda tidak perlu mengejan saat buang air besar Gunakan obat penghilang rasa sakit Sementara dalam proses penyembuhan, lama-lama keadaan akan membaik. Hubungi dokter apabila lukanya terasa semakin sakit, luka menjadi panas, bengkak ataupun ada nanah. Baca juga: 5 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mayoclinic
 11 Jan 2020    16:00 WIB
Apa Pengaruh Makanan Terhadap Kesehatan Vagina Anda?
Vagina yang sehat memang memiliki kadar pH yang asam dan juga mengandung bakteri baik untuk mencegah terjadinya berbagai jenis infeksi serta menjaga kelembaban vagina tetap berada di dalam batas normal. Tahukah Anda bahwa makanan yang Anda konsumsi ternyata dapat mempengaruhi pH vagina Anda dan juga mempengaruhi bagaimana bau, bahkan rasa vagina Anda. Beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat mempengaruhi keseimbangan pH vagina Anda adalah rempah-rempah, bawang Bombay, bawang putih, daging merah, susu, asparagus, brokoli, dan minuman beralkohol. Sementara itu, berbagai jenis buah-buahan dan jus buah dapat membuat daerah vagina Anda terasa lebih manis. Akan tetapi, ingatlah bahwa pengaruh makanan dan minuman ini hanya akan berlangsung selama 2-3 hari setelah Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman tersebut. Oleh karena itu, seorang ahli menganjurkan agar para wanita mengkonsumsi banyak sayur dan buah segar, gandum, dan banyak air putih serta greek yogurt untuk menjaga kesehatan, kelembaban, bau, dan bahkan rasa vagina Anda. Yogurt yang mengandung bakteri baik yang hidup dan aktif dapat membantu menjaga keseimbangan kadar pH vagina. Selain itu, pastikan Anda mengurangi konsumsi gula Anda. Hal ini dikarenakan wanita yang memiliki kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkendali, misalnya karena diabetes, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi jamur pada kemaluan.     Sumber: womenshealthmag
 27 Dec 2019    18:00 WIB
Miss V Anda Terasa Nyeri? Cari Tahu Penyebabnya!
1.      Herpes Menurut CDC, sekitar 1 di antara 6 orang dewasa di Amerika akan mengalami penyakit menular seksual yang satu ini. Jika Anda memiliki benjolan yang berbentuk seperi jerawat dan terasa sangat nyeri, maka Anda mungkin menderita herpes. Walaupun hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat mengatasi herpes, akan tetapi dokter Anda dapat memberikan berbagai jenis obat-obatan yang dapat mengurangi nyeri dan frekuensi kekambuhan.  2.      Infeksi Jamur Walaupun infeksi jamur pada kemaluan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri, akan tetapi beberapa orang dapat mengartikan rasa gatal dan kering di daerah vagina sebagai nyeri. Hampir sebagian besar orang, terutama wanita akan mengalami infeksi jamur pada kemaluannya di sepanjang hidupnya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sehingga Anda dapat memperoleh pengobatan yang tepat.  3.      Vagina Kering Bila Anda mengira kekeringan pada vagina hanya dialami oleh para wanita yang telah memasuki masa menopause, maka perkiraan Anda pun salah. Vagina kering yang dialami oleh para wanita muda dapat disebabkan oleh pil KB yang mengandung kadar estrogen yang rendah. Vagina kering ini dapat membuat hubungan seks terasa tidak nyaman dan bahkan nyeri.  4.      Ukuran Penis Pasangan Anda Apakah Anda hanya merasa nyeri di daerah vagina saat penis pasangan Anda memasuki liang vagina Anda? Hal ini mungkin dikarenakan ukuran penis pasangan Anda yang terlalu besar.  5.      Endometriosis atau Radang Panggul Kronik Jika Anda merasakan nyeri selama penetrasi (masuknya penis ke liang vagina) dan saat menstruasi, maka Anda mungkin mengalami endometriosis (jaringan rahim tumbuh di luar rahim) atau radang panggul kronik (infeksi organ reproduksi wanita). Gejala lain yang mungkin Anda alami selain nyeri adalah perdarahan berlebihan. Segera hubungi dokter spesialis kandungan Anda untuk memastikan penyebab dari rasa nyeri di vagina Anda.  6.      Vulvodinia Sekitar 9% wanita akan mengalami hal ini. Vulvodinia merupakan suatu keadaan di mana rasa nyeri pada vagina hanya terjadi saat penetrasi atau saat Anda memasukkan tampon ke dalam liang vagina. Akan tetapi, pada beberapa orang wanita, rasa nyeri dapat timbul secara spontan dan tidak berhubungan dengan seks atau sentuhan pada daerah vagina.   Sumber: womenshealthmag
 09 Nov 2019    16:00 WIB
Ini Tanda Wanita Masuk Masa Subur
Masa subur pada wanita adalah masa terjadinya ovulasi, dimana sel telur dilepaskan dari indung telurnya dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Sel telur ini kemudian di simpan dalam saluran indung telur, menunggu dibuahi. Penting untuk Anda sebagai seorang wanita untuk mengetahui kapan masa subur anda, terlebih jika anda sedang berusaha untuk hamil, karena wanita yang dalam masa suburnya memiliki peluang yang sangat besar untuk terjadinya kehamilan. Dalam siklus yang terjadi 14 hari setelah menstruasi pertama tersebut, wanita sering mengalami hal yang tidak nyaman. Beberapa wanita yang mengalami hal tersebut dikarenakan adanya perubahan hormon, sehingga kerap mengalami nyeri perut. Meski demikian, keluhan itu akan hilang bersamaan dengan usainya masa subur, tetapi beberapa wanita merasa tidak nyaman hingga berlanjut sampai menstruasi selesai. Bila keluhan tersebut muncul, maka sudah selayaknya untuk berkonsultasi pada dokter. 1.       Perut bagian bawah sedikit nyeri Rasa nyeri seperti ditarik tersebut merupakan akibat aktivitas indung telur. Ketidaknyamanan ini terjadi sebelum menstruasi merupakan sebagai sinyal seorang wanita sedang dalam masa subur. Sedangkan beberapa wanita, rasa nyeri ini berlanjut saat dirinya mengalami menstruasi. 2.       Perut terasa kembung Jika Anda merasa celana yang Anda pakai semakin sempit padahal Anda sedang tidak hamil atau tidak sedang mengalami penambahan berat badan, bisa jadi Anda sedang memasuki masa subur. Pada masa subur, tubuh Anda akan menyimpan cairan lebih banyak sehingga perut akan terasa lebih kembung. 3.       Suhu tubuh meningkat Wanita yang dalam masa subur biasanya memiliki suhu tubuh yang meningkat sekitar 1-2 derajat dibanding biasanya. Bila suhu wanita dalam keadaan normal sekitar 35-36 derajat celsius, maka ketika wanita subur suhu tubuhnya meningkat sekitar 37-38 derajat celsius. Peningkatan suhu tubuh diakibatkan terbentuknya progesteron yang berfungsi menyiapkan jaringan dalam rahim. Jaringan ini nantinya menerima sel telur yang telah dibuahi dan kelak menjadi janin. Untuk mengetahui peningkatan suhu tubuh yang hanya sedikit ini kerap kali sulit dilakukan jika tidak teratur mengukur suhu tubuh. Karena itu disarankan agar wanita setiap pagi sehabis bangun tidur untuk mengukur suhu tubuhnya dengan termometer. 4.       Peningkatan produksi cairan vagina Setiap bulannya wanita mengalami peningkatan produksi cairan, akibat perubahan hormon ketika memasuki masa subur. Cairan jernih, licin, dan elastis. Peningkatan produksi dimaksudkan mempermudah sperma memasuki tuba falopii dan membuahi ovum. 5.       Wanita merasa lebih bergairah Wanita akan meras lebih bergairah saat memasuki masa subur. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon lutein pada puncak masa subur dan beberapa hari sebelumnya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. 
 28 Aug 2019    11:00 WIB
Infeksi Trikomonas Buat Vagina Berbuih, Bernanah, dan Berbusa
Trichomonas (biasanya disebut sebagai "trich") adalah penyakit menular seksual yang paling umum ditemukan di dunia yang sebenarnya dapat disembuhkan. Penyakit ini membuat daerah di sekitar vagina menjadi berbuih atau berbusa. Selain itu, bila sang ibu menderita penyakit ini saat hamil, maka ada kemungkinan bayinya akan terlahir secara prematur. Infeksi trikomonas atau biasa dikenal dengan nama trikomoniasis  ini disebabkan oleh Trichomonas vaginalis, suatu protozoa patogen yang sebagian besar menyerang organ reproduksi wanita bagian bawah (vagina). Infeksi trikomonas ini dapat bergejala dan dapat juga tidak bergejala. Organisme ini dapat dikenali dari gerakannya pada cairan vagina. Selain Trichomonas vaginalis, sebenarnya ada dua jenis spesies lainnya yang juga dapat ditemukan pada manusia, yaitu T. tenax yang hidup di rongga mulut dan Pentatrichomonas hominis yang hidup di dalam usus besar. Gejala infeksi trikomonas pada wanita biasanya muncul 5-28 hari setelah terpapar kuman. Akan tetapi, gejala tersebut dapat juga muncul dalam waktu beberapa bulan bahkan bertahun-tahun kemudian. Beberapa gejala infeksi trikomoniasis yang dapat ditemukan adalah: Peradangan pada vagina (wanita) dan peradangan pada saluran kencing di dalam penis (pria) Keluarnya cairan berwarna kuning kehijauan atau keabu-abuan dari dalam vagina, yang kadang juga berbusa Bau tidak sedap pada daerah kemaluan Nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual Iritasi atau gatal di daerah vagina dan sekitarnya Nyeri perut bagian bawah (jarang) Keluarnya nanah dari ujung kepala penis (pria)   Sumber: seksiology
 03 Aug 2019    18:00 WIB
Wow Ternyata Ratus Vagina Berbahaya Bagi Kesehatan
Sebagai seorang wanita, Anda mungkin pernah mencoba berbagai cara untuk menjaga kesehatan organ intim Anda. Salah satunya adalah dengan melakukan ratus vagina. Di Indonesia, ratus vagina merupakan salah satu perawatan tradisional, di mana organ intim diuapi dengan campuran air dan tanaman herbal. Ratus dipercaya dapat membersihkan rahim dan menjaga keseimbangan kadar hormonal para wanita. Tertarik untuk mencoba? Benarkah teknik perawatan tradisional tersebut dapat memberikan hasil seperti yang dijanjikannya? Menurut seorang dokter spesialis kandungan di Amerika, ratus ternyata sama sekali tidak memberikan efek seperti yang dijanjikan, malah justru membahayakan bagi kesehatan organ intim Anda tersebut. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja dampak berbahaya ratus bagi vagina Anda.   Baca juga: 11 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina Anda   Membuat Kulit Terbakar Karena uap yang dihasilkan cukup panas, maka ada kemungkinan kemaluan dan kulit di sekitarnya menjadi terbakar. Hal ini terutama berbahaya bagi vagina, karena vagina terletak di dekat kandung kemih dan rektum (bagian usus besar). Luka bakar yang cukup parah dapat merusak lapisan yang memisahkan keduanya dan menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan.   Mengganggu Keseimbangan Bakteri di Vagina Sama seperti douching, membersihkan vagina Anda dengan uap air dapat membuat kulit vagina menjadi kering dan mengganggu keseimbangan bakteri vagina. Selain itu, karena vagina sebenarnya dapat membersihkan dirinya sendiri, maka Anda pun tidak perlu melakukan hal ini utuk membersihkan vagina. Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu membersihkan vagina Anda adalah dengan mengkonsumsi yogurt, yang mengandung bakteri baik yang akan membuat vagina Anda tetap bersih dan terbebas dari infeksi jamur. Selain itu, karena rahim terletak cukup jauh di dalam, maka sangat kecil kemungkinannya bahwa uap ratus dapat mencapai rahim dan "membersihkannya". Bahkan bila uap ratus dapat mencapai rahim, sangat sedikit bakteri yang terdapat di dalam dinding rahim dan bakteri tersebut tentu saja tidak perlu dibersihkan.   Tidak Akan Menyeimbangkan Kadar Hormonal Karena hormon tidak diproduksi oleh rahim atau vagina, maka tidak mungkin ratus dapat mempengaruhi keseimbangan kadar hormonal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 19 Jul 2019    18:00 WIB
Cara Mencegah Terjadinya Infeksi Vagina
Ribuan wanita mengalami permasalahan pada daerah vagina seperti infeksi vagina. Infeksi vagina menimbulkan gejala seperti gatal, rasa terbakar, cairan yang keluar berwarna dan bau. Hal ini tentu akan mengganggu dan membuat keadaan menjadi tidak nyaman. Berikut adalah cara untuk mencegah terjadinya infeksi pada vagina: Konsumsi yogurt Dengan mengkonsumsi yogurt yang berisi lactobacillus acidophilus hidup, bakteri probiotik yang baik. Probiotik mempertahankan flora normal di daerah vagina Bawang putih Makan satu siung bawang putih setiap hari. Anda dapat memotong dan menambahkan bawang putih ke dalam sup, salad ataupun makanan lainnya. Bawang putih mempunyai sifat antijamur dan berfungsi untuk menyembuhkan dan mencegah infeksi vagina. Konsumsi vitamin C dan E Dengan mengkonsumsi vitamin C dan vitamin E. Kedua vitamin tersebut akan membantu reaksi peradangan dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Konsumsi suplemen kalsium dan magnesium. Sebuah penelitian mengatakan wanita yang mengalami infeksi pada vagina dapat disebabkan karena kekurangan kadar kalsium dan magnesium dalam tubuh. Kurangi jumlah lemak hewani Kurang konsumsi jumlah lemak hewani dan tingkatkan konsumsi asam lemak esensial yang banyak ditemukan pada ikan dan kacang-kacangan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan jaringan. Gunakan pakaian dalam yang tepat Selalu perhatikan kebersihan daerah vagina agar bersih dan tidak lembab. Gunakan pakaian dalam yang berasal dari kain katun. Setelah buang air kecil usahakan agar mengeringkan daerah vagina Anda gunakan tissue yang bersih dengan cara usap dari bagian depan baru bagian belakang.Minimalkan terjadinya infeksi pada vagina dengan menghindari terjadinya iritasi, seperti: Gesekan. Bisa disebakan karena celana atau pakaian dalam yang tidak sesuai dan terlalu ketat. Aktivitas seksual yang agresif dan terlalu berlebihan.Naik sepeda terlalu lama. Hindari penggunaan tampon, pembalut, kertas toilet dan produk lain yang memiliki pewarna buatan dan mengandung parfum Hindari melakukan hubungan seksual Hindari melakukan hubungan seksual saat Anda memiliki infeksi vagina. Beberapa infeksi pada vagina dapat menular. Gunakan kondom saat akan berhubungan. Sumber: wikihow Baca juga: Keram Vagina, Ganggu Kehidupan Seks Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 14 Jul 2019    11:00 WIB
Apa Saja Sih Macam-macam Perawatan Untuk Miss V ?
Miss V adalah daerah paling penting untuk seorang wanita. Sehingga sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dari Miss V tersebut. Perawatan untuk merawat miss V ada perawatan harian dan perawatan yang berkala. Perawatan harian bisa dilakukan dengan cara: memerhatikan pemilihan bahan celana dalam yang tepat seperti berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Menggunakan air putih yang bersih untuk membersihkan vagina dengan baik Mengganti celana dalam 2 kali dalam sehari dan tidak lupa mengganti pembalut sesering mungkin saat menstruasi. Selain perawatan harian yang baik sebenarnya ada beberapa perawatan vagina yang dapat dilakukan secara berkala seperti: 1.      Ratus Akhir-akhir ini ratus menjadi salah satu perawatan yang sering dilakukan oleh para wanita. Ratus adalah perawatan area V dengan memanfaatkan uap dari bahan-bahan alami, seperti rempah-rempa yang direbus. Biasanya wanita yang melakukan ratus akan duduk dengan kaki yang sedikit terbuka disebuah kursi berlubang, kemudian rempah-rempah yang mendidih dan ditaruh diwadah khusus ditaruh di bawah (antara kedua kaki). Rempah-rempah yang mendidih tersebut akan menguapi vagina sehingga memberikan efek hangat pada vagina. 2.      V Spa (Vitalitas Spa) Tahapan perawatan V-spa ini terdiri dari  vagina yang dibersihkan, discrub, dimassage, berendam kemudian di-steam atau diasap. Perawatan V spa menggunakan asap. Cara yang dilakukan dan bahan yang digunakan hampir sama dengan ratus. Asap yang keluar dari pembakaran rempah-rempahnya tidak hanya akan memberikan bau harum, tetapi juga membunuh mikroorganisme yang merugikan 3.      Gurah V Gurah V hampir sama dengan V-spa, namun perawatannya biasanya lebih lengkap, mulai dari pemijatan area genital hingga pengasapan atau penguapan. Gurah V biasanya banyak diminati oleh mereka yang pernah melahirkan. Untuk membersihkan sisa-sisa darah setelah nifas. 4.      Totok V Totok V adalah pemijatan pada titik-titik tertentu di vagina Tujuannya untuk merilekskan otot-otot daerah bokong dan area vagina. Pemijatan pada titik-titik tersebut akan memberi rasa rileks hingga ke otak, sehingga mampu meningkatkan gairah seks. Totok vagina sebaiknya tidak dilakukan oleh wanita yang belum pernah berhubungan intim, karena fungsi organ kewanitaannya masih bagus. Selain itu, penderita kanker mulut rahim juga tidak boleh menjalani totok vagina, karena dikhawatirkan terapi itu justru akan membuat sel-sel kanker bertambah aktif, sehingga malah menyebar. 5.      V-Ozone Vagina juga bisa dirawat menggunakan terapi V-ozone. Sesuai namanya, perawatan tersebut dilakukan menggunakan ozone atau uap O3. Caranya, pasien dilakukan pemijatan Kemudian, vagina dibersihkan menggunakan alat khusus untuk mengeluarkan sisa-sisa darah haid maupun sperma yang bisa menyebabkan bau kurang Setelahnya, ozone yang disemprotkan pada vagina. Cara ini memiliki kelebihan, yaitu tidak akan membunuh flora normal yang dibutuhkan vagina.. Perawatan-perawatan diatas memang boleh dilakukan sesuai dengan kebutuhan namun jangan dilakukan terlalu sering, jangan kurang dari satu bulan. Perawatan lain selain v-ozone dapat dikombinasi. Selain itu yang penting adalah sebelum melakukan perawatan diatas ada baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dan melakukan perawatan tersebut di klinik kecantikan yang terpercaya. Baca juga: Makanan Anti Galau  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealth