Your browser does not support JavaScript!
 30 Oct 2016    18:00 WIB
Berbagai Jenis Pemeriksaan yang Biasa Dilakukan Pada Trimester I Kehamilan
Pemeriksaan Darah Pemeriksaan ini biasanya dilakukan agar petugas medis mengetahui golongan darah dan rhesus Anda. Selain itu, pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mendeteksi apakah Anda menderita anemia, memiliki imunitas terhadap rubella, memeriksa apakah Anda menderita hepatitis B, sifilis, HIV, atau penyakit menular seksual lainnya.  Dokter Anda mungkin juga dapat menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan toksoplasmosis dan varicella bila diperlukan. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan kadar hormon hCG.   Pemeriksaan Genetika Tergantung pada ras atau latar belakang keluarga, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan pemeriksaan genetika untuk mendeteksi kemungkin terjadinya berbagai penyakit seperti Tay-Sachs, fibrosis kistik, atau sickle cell anemia.   Pemeriksaan Air Kemih Pada awal kehamilan Anda, dokter Anda biasanya akan  meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan air kemih untuk memastikan kehamilan dengan cara mendeteksi adanya hormon hCG atau untuk mendeteksi adanya tAnda penyakit ginjal.  Selain itu, pemeriksaan air kemih juga bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya glukosa (tAnda diabetes) dan albumin (suatu jenis protein yang merupakan penAnda terjadinya preeklampsia).   Pemeriksaan Plasenta (Chorionic Villus Sampling) Jika Anda berusia 35 tahun atau lebih atau memiliki suatu penyakit tertentu yang dapat diturunkan dalam keluarga, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan ini.  Pemeriksaan plasenta merupakan pemeriksaan invasif, yang biasanya dilakukan saat kehamilan berusia 10-12 minggu. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya berbagai kelainan genetika seperti sindrom Down, sickle cell anemia, fibrosis kistik, hemofilia, dan distrofi muscular.  Tindakan ini dapat menyebabkan keguguran, walaupun resiko ini sangat kecil (sekitar 1%), akan tetapi sangat akurat (98%) untuk mendeteksi adanya kelainan bawaan akibat kelainan kromosom. Walaupun demikian, berbeda dengan amniosentesis (pemeriksaan cairan ketuban), pemeriksaan ini tidak dapat mendeteksi adanya kelainan sistem saraf seperti spina bifida dan anencephali atau kelainan dinding perut bawaan pada janin. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd