Your browser does not support JavaScript!
 09 Nov 2016    08:00 WIB
5 Cara Turunin Berat Badan Saat Tidur
  Tahukah Anda bahwa kurang tidur tidak hanya dapat membuat Anda mudah marah, tetapi juga dapat membuat Anda jadi gemuk? Para ahli menemukan bahwa tidur kurang dari 8 jam setiap malamnya dapat meningkatkan kadar hormon stress, kortisol, yang akan berpengaruh buruk terhadap bakteri di dalam usus Anda dan menurunkan laju metabolisme tubuh Anda. Untungnya, Anda dapat mengubah hal tersebut dan menjaga metabolisme tubuh Anda tetap bekerja dengan beberapa cara mudah di bawah ini.   1.      Angkat Beban di Malam Hari Menurut sebuah penelitian, berolahraga angkat beban di malam hari dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh Anda hingga 16 jam alias selama Anda tidur.   2.      Konsumsi Susu Protein Setelah berolahraga, berilah otot Anda yang lapar makanan tinggi protein seperti susu (mengandung kasein). Protein ini akan dicerna secara perlahan di dalam tubuh selama lebih dari 8 jam dan membuat metabolisme tubuh Anda tetap tinggi di sepanjang malam. Selain itu, para ahli di Belanda juga menemukan bahwa kasein akan meningkatkan produksi protein di dalam tubuh, yang akan membantu membakar 35 kalori setiap hari untuk setiap 500 gram otot baru yang terbentuk.   Baca juga: Tips Makan Larut Malam Tanpa Meningkatkan Berat Badan   3.      Mandi Air Dingin Mandi air dingin tidak hanya dapat membantu mengeluarkan asam laktat dari dalam tubuh setelah berolahraga, tetapi juga dapat membantu mengaktivasi lemak cokleat di dalam tubuh, yang dapat membakar hingga 400 kalori saat Anda tidur. Pastikan saja Anda membasahi kepala Anda, karena lemak cokelat lebih banyak terdapat di bagian belakang leher dan bahu.   4.      Minum Teh Flavonoid yang terdapat di dalam teh hijau akan meningkatkan laju metabolisme tubuh Anda. Mengkonsumsi 3 gelas teh hijau setiap harinya dapat membuat Anda membakar kalori lebih banyak (3.5 kali lipat) di sepanjang malam. Walaupun teh hijau mengandung kafein, akan tetapi kadarnya tidak cukup tinggi sehingga Anda tetap dapat tidur nyenyak di malam hari.   5.      Tidur di Ruangan Dingin Para ahli menemukan bahwa tidur dalam ruangan dingin (19 derajat Celcius) dapat membakar kalori lebih banyak (7% lebih banyak) karena tubuh Anda akan berusaha untuk menjaga suhu tubuh Anda tetap hangat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 20 Sep 2016    15:00 WIB
Hati-hati, Terlalu Banyak Tidur Ternyata Akibatkan Penyakit Jantung?
Kita tentu tahu bahwa waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi performa kerja serta dapat meningkatkan resiko hipertensi, penyakit jantung dan diabetes. Namun, ternyata waktu tidur yang lama pun memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan! Penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki waktu tidur lebih dari 8 jam per hari lebih rentan terkena metabolic syndrome dibandingkan responden yang tidur 6-8 jam per hari.   Apa itu Metabolic Syndrome? Metabolic syndrome merupakan kelompok faktor risiko terkait obesitas yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Adapun faktor resiko tersebut antara lain: -          Tingginya kadar lemak di perut (ditandai dengan nilai lingkar pinggang lebih dari 80 cm bagi wanita atau lebih dari 90 cm bagi pria) -          Kadar trigliserida tinggi (lebih dari 150 mg/dl) -          Kadar kolesterol HDL yang rendah (lebih dari 35 mg/dl untuk pria dan lebih dari 39 mg/dl untuk wanita) -          Tekanan darah tinggi (lebih dari 140/90 mmHg) -          Gula darah puasa tinggi (lebih dari 100 mg/dl) Seseorang didiagnosis mengalami metabolic syndrome apabila memiliki 3 atau lebih faktor resiko di atas. Adapun seseorang yang mengalami metabolic syndrome akan lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Baca Juga: Berapa Lama Waktu Tidur Yang Efektif?  Baca juga: Apa Hubungan Antara Diabetes dan Gangguan Jantung? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Info Sehat
 20 Aug 2016    15:00 WIB
Kurang Tidur Tingkatkan Resiko Depresi Pada Remaja
Kekurangan waktu tidur ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan anak remaja anda, tetapi juga dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi. Masa remaja sendiri sebenarnya merupakan suatu masa yang cukup berat dalam kehidupan anak anda, suatu masa di mana mereka sedang berusaha mencari jati dirinya dengan emosi yang meledak-ledak, yang membuat mereka lebih rentan terhadap depresi. Sekitar 11% remaja mengalami depresi saat mereka berusia 18 tahun. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, para remaja yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup memiliki resiko 4 kali lebih besar untuk mengalami gangguan depresi dibandingkan anak-anak lain seusia mereka. Remaja yang depresi pun biasanya memiliki waktu tidur yang kurang. CDC (Centers for Disease Control) merekomendasikan agar para remaja setidaknya tidur selama 9-10 jam setiap malamnya. Orang tua pun memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan anaknya memperoleh waktu tidur yang cukup. Anak-anak harus diajarkan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Sebuah penelitian lain yang dilakukan di Swedia menemukan bahwa kurangnya waktu tidur dan paparan berlebihan terhadap media (televisi) tampaknya memiliki hubungan dengan terjadinya gangguan jiwa pada remaja. Sebuah penelitian lainnya di Stockholm menemukan bahwa para remaja yang menggunakan obat-obatan terlarang dan sering bolos sekolah lebih mudah mengalami depresi. Kurangnya olahraga, kurangnya waktu tidur, dan terlalu banyak menghabiskan waktu melihat internet dapat membuat remaja lebih rentan terhadap depresi dan bahkan membuat mereka berpikiran untuk bunuh diri. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara penggunaan internet dan terjadinya depresi. Para peneliti menduga bahwa penggunaan internet merupakan salah satu cara para remaja ini untuk menghindari interaksi sosial atau dapat juga merupakan tempat mereka mencari pertolongan. Sebenarnya, depresi sendiri dapat terjadi baik pada orang dewasa maupun pada remaja. Akan tetapi, para remaja lebih rentan mengalami kurangnya waktu tidur. Hal ini mungkin diakibatkan oleh perubahan irama sirkardian (pengatur tidur dan bangun di dalam tubuh manusia) yang terjadi selama remaja, yang membuat para remaja ini ingin tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Selain itu, saat para remaja ini memasuki sekolah menengah atas (SMA) pun memiliki lebih banyak tugas dan ujian. Kadangkala, mereka pun harus mulai bekerja. Kemajuan teknologi pun memiliki peranan dalam berkurangnya waktu tidur para remaja ini, berbagai permainan, telepon genggam, dan tablet yang ada sekarang ini membuat para remaja semakin sering bermain internet dan semakin enggan untuk tidur. Baca juga: Kurang Tidur Membuat Anda Mudah Lupa, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: npr
 20 Aug 2016    12:00 WIB
Tidur dan Penuaan
Tidur yang nyenyak sangat penting bagi kesehatan anda. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, pola tidur pun mengalami perubahan. Dengan semakin bertambahnya usia, anda akan mengalami perubahan pola tidur seperti waktu tidur anda berkurang dan mudah terbangun atau jarang sekali tidur nyenyak atau bahkan bermimpi.   Apakah Tidur Anda Cukup? Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda. Kebutuhan tidur orang dewasa biasanya berkisar antara 7-9 jam setiap harinya. Jika sekarang ini anda membutuhkan waktu tidur lebih sedikit daripada saat anda masih muda, tetapi anda tetap merasa bersemangat dan tidak merasa lelah atau kurang tidur, berarti kebutuhan tidur anda memang telah berkurang. Tetapi bila waktu tidur anda berkurang dan anda merasa lelah atau mengantuk saat anda bekerja, berarti anda mempunyai masalah. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anda tidur lebih baik, yaitu: Tidurlah pada waktunya. Biasakan diri anda untuk tidur pada suatu waktu tertentu Matikanlah computer atau TV anda satu jam sebelum waktu tidur yang telah anda tetapkan Bersantailah sebelum tidur. Hal ini akan membuat anda merasa lebih nyaman dan memudahkan anda untuk tertidur Kurangi waktu tidur siang anda Jangan minum alkohol sebelum tidur Bila beberapa hal di atas ini tidak dapat membantu anda, hubungilah dokter anda untuk mencari penyebab dan cara mengatasinya. Hal-hal yang Dapat Mengganggu Tidur Anda di Hari Tua Perubahan Perubahan dalam kehidupan anda dapat sangat mempengaruhi anda. Pindah tempat tinggal, penyakit, kematian dapat membuat anda merasa stress dan mengganggu tidur anda. Kondisi Tertentu Suatu kondisi atau penyakit tertentu dapat menyebabkan gangguan tidur. Beberapa penyakit tersebut adalah artritis (rasa nyeri menyebabkan anda sulit tidur), sleep apnea (sering terbangun saat tidur), atau penyakit lainnya yang menyebabkan anda sulit memulai tidur atau sering terbangun saat tidur. Tidak Bekerja Saat anda pensiun, maka anda akan mempunyai lebih banyak waktu untuk bersantai dan aktivitas anda pun sudah jauh berkurang. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada pola tidur anda. Obat-obatan Beberapa obat-obatan yang anda gunakan mungkin membuat anda sulit tidur atau malah membuat anda lebih bersemangat di malam hari. Bila obat yang anda gunakan membuat anda sulit tidur, maka dokter anda dapat menyesuaikan dosis untuk mengurangi efek samping tersebut. Baca juga: Osteoporosis dan Penuaan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 30 Sep 2015    09:00 WIB
OMG! Kabar Buruk Bagi Anda Para Workaholic!
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang bekerja lebih dari 55 jam setiap minggunya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita stroke! Pada penelitian yang menganalisa lebih dari 600.000 orang ini, para peneliti menemukan bahwa orang yang bekerja selama lebih dari 55 jam setiap minggunya memiliki resiko stroke yang lebih tinggi, yaitu hingga 33% dan memiliki resiko terjadinya penyakit jantung koroner yang lebih tinggi, yaitu hingga 13% dibandingkan dengan orang yang hanya bekerja selama 35-40 jam setiap minggunya. Para peneliti menemukan bahwa untuk setiap 1 jam kelebihan waktu kerja (batasnya adalah 40 jam untuk 1 minggu), maka resiko terjadinya stroke pun akan meningkat. Para peneliti menemukan bahwa orang yang bekerja selama 48 jam setiap minggunya memiliki resiko stroke yang lebih tinggi daripada orang yang hanya bekerja selama 40 jam setiap minggunya, yaitu hingga 10% lebih tinggi. Sementara itu, orang yang bekerja selama 54 jam setiap minggunya akan memiliki resiko stroke yang lebih tinggi lagi, yaitu hingga 27% lebih tinggi daripada orang yang hanya bekerja selama 40 jam setiap minggunya.   Baca juga: Tips Hilangkan Kantuk Saat Bekerja   Walaupun demikian, para peneliti hanya berhasil menemukan adanya hubungan antara lamanya waktu kerja dengan kesehatan jantung seseorang dan tidak menemukan apa penyebab dari peningkatan resiko tersebut, bahkan setelah meneliti berbagai hal lain yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke dan gangguan jantung seperti kebiasaan merokok. Para peneliti menduga hal ini mungkin terjadi karena semakin lama seseorang bekerja, maka orang tersebut pun akan memiliki gaya hidup yang semakin tidak sehat seperti stress, pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan duduk terlalu lama. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang . Sumber: foxnews
 16 Sep 2015    12:00 WIB
Makin Lama Tidur, Makin Sehat!
Anda tentunya pernah mendengar bahwa tidur siang dapat membantu mengembalikan kewaspadaan dan membuat pikiran Anda menjadi lebih jernih bukan? Akan tetapi, tahukah Anda bahwa tidur siang ternyata masih memiliki beberapa manfaat lainnya tergantung dari berapa lama waktu tidur siang Anda tersebut? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat tidur siang berdasarkan pada berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk melakukannya.   Baca juga: Tidur Siang Dapat Meningkatkan Resiko Kematian   15-20 Menit Tahukah Anda bahwa tidur siang selama 15-20 menit dapat membuat Anda kembali merasa segar dan lebih waspada? Oleh karena itu, bila pikiran Anda terasa “mumet” akibat pekerjaan, jangan ragu untuk pergi tidur siang sejenak dan Anda pun akan kembali dengan pikiran yang lebih jernih.   30 Menit Tidur siang selama 30 menit ternyata dapat membantu menghentikan berbagai proses radang yang terjadi di dalam tubuh akibat kurang tidur semalam lho!   45 Menit Mudah lupa dan mudah marah karena kurang tidur semalam? Cobalah untuk tidur siang selama setidaknya 45 menit! Tidur siang selama 45 menit ternyata dapat membantu meningkatkan daya ingat dan menurunkan tekanan darah Anda.   60 Menit Terlalu sibuk untuk tidur semalam membuat Anda merasa sangat mengantuk hari ini? Bila ya, tidur siang selama 60 menit alias 1 jam dapat membuat Anda merasa lebih segar dan bertenaga, bahkan lebih baik daripada saat Anda mengkonsumsi segelas kopi untuk mengatasi rasa kantuk Anda tersebut.   90 Menit Tidur siang selama 90 menit ternyata tidak hanya dapat mengembalikan tenaga Anda, tetapi juga dapat membuat otot-otot tubuh Anda menjadi lebih rileks lho!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 30 Apr 2015    20:00 WIB
Berapa Lama Waktu Tidur Yang Efektif?
Setiap orang, rata-rata akan tidur selama 24 tahun sepanjang hidupnya. Selama beberapa tahun belakangan, penelitian seputar tidur telah banyak dilakukan oleh ilmuwan untuk menemukan jawaban dari berbagai pertanyaan, misalnya: berapa lama waktu yang ideal untuk tidur, bagaimana tidur bisa berdampak pada kita, dan mengapa banyak fenomena terjadi saat tidur.   APA YANG TERJADI PADA OTAK KETIKA KURANG TIDUR? Pada kenyataannya, orang yang tidur hanya 4 jam juga bisa sesegar dan seaktif seperti orang yang tidur selama 7,5 jam. Hal itu juga dikuatkan oleh penelitian yang menyatakan bahwa, “orang kurang tidur pada kenyataannya bisa memberikan dampak yang sama persis seperti seseorang yang tidak kurang tidur, ketika keesokan paginya.” Temuan utama ini menemukan bahwa otak pada orang yang kurang tidur bisa bekerja normal kadang-kadang, tapi sebentar-sebentar akan mengalami fenomena yang mirip dengan mati listrik. Jadi, orang yang hanya tidur 4 jam masih bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan sadar dengan apa yang dikatakannya.  Masalahnya terletak pada, ketika sesorang kurang tidur ia tidak memiliki kemampuan otak  untuk mengarahkan fokus setelah mereka kehilangan perhatian. Bahkan lebih buruknya lagi, orang kurang tidur tidak sadar akan penurunan dalam kinerjanya. “Orang kurang tidur mungkin tidak tahu pekerjaannya terganggu. Pada periode untuk menormalkan fungsi otak, mereka hanya bisa memberikan rasa aman palsu pada kompetensi dan keamanan. Pada kenyataannya, inkonsistensi otak bisa memiliki konsekuensi yang membahayakan,” ujar Saper. Mitos tidur 8-9 jam ini memang sudah menyebar luas. Namun, secara ilmiah mitos ini tidak pernah dibuktikan. Dalam penelitian Kripke, ia menemukan bahwa “orang yang tidur antara 6,5 jam dan 7,5 jam setiap malam memiliki umur yang paling lama, lebih bahagia dan paling produktif. Menariknya lagi, ternyata tidur lebih lama dari 7,5 jam justru akan berdampak kurang baik bagi kesehatan”. Demikian info, bagimu yang terlalu sering begadang, atau terlalu banyak tidur informasi berikut mungkin dapat membantumu mengatur waktu tidur yang efektif. Jangan keseringan ngebo ya ;P Baca juga : Laba-Laba Bermukim di Perut Dylan selama Tiga Hari   Sumber: Info Kesehatan
 14 Apr 2015    14:00 WIB
Tips Aman Tidur Bersama Bayi Anda di Malam Hari
Banyak orang bingung mengenai mana sebenarnya yang lebih baik tidur bersama bayinya atau membiarkan bayinya tidur sendiri. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa membiarkan bayi tidur sendiri dan menangis sendirian ternyata tidak hanya dapat mengganggu perkembangan emosionalnya tetapi juga dapat mengganggu perkembangan otaknya. Saat bayi ditinggalkan sendirian dan dibiarkan menangis untuk waktu yang lama, maka kadar hormon stress di dalam otaknya pun akan meningkat. Hormon stress ini bersifat racun bagi otak. Pada dasarnya, seorang ibu memiliki sebuah insting untuk selalu ingin berdekatan dengan bayinya, begitu pula sebaliknya. Di bawah ini terdapat beberapa tips mengenai bagaimana cara yang aman untuk tidur bersama dengan bayi Anda.   Jangan Tidur Pada Permukaan Benda Lunak Hal ini berarti jangan tidur bersama dengan bayi Anda di sofa atau kasur air. Jangan gunakan ranjang atau bantal yang empuk. Sesak napas atau kehabisan udara merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kematian pada bayi saat tidur, baik saat mereka tidur bersama dengan orang tuanya di atas ranjang atau saat mereka tidur di ranjangnya sendiri.   Jangan Tidurkan Bayi di Dekat Anak Balita dan Orang yang Sedang Merokok atau Mengkonsumsi Alkohol Tempat terbaik bagi bayi untuk tidur adalah di dekat orang dewasa yang bertanggung jawab dan tidak merokok, tetapi paling baik adalah ibunya.   Nikmatilah Saat-saat Kebersamaan Anda Dengan Anak Anda Salah satu keuntungan tidur bersama dengan bayi Anda di malam hari adalah memudahkan Anda untuk berespon terhadap semua kebutuhan bayi Anda. Tidak hanya dapat membantu perkembangan emosional dan fisik bayi Anda, Anda juga dapat segera mengetahui bila bayi Anda sedang sakit. Berbagai penelitian baru menemukan bahwa orang yang semasa kecilnya tidur bersama dengan orang tuanya memiliki resiko yang lebih rendah untuk mengalami depresi dan berbagai gangguan psikologis lainnya, serta merasa lebih bahagia dan puas dengan kehidupannya.   Sumber: sheknows
 06 Mar 2015    12:00 WIB
4 Pengganggu Tidur yang Membuat Berat Badan Meningkat
Jika Anda tidur kurang dari 7-8 jam setiap malamnya, maka usaha Anda untuk menurunkan berat badan mungkin tidak akan berhasil. Kurang tidur membuat seseorang makan lebih banyak, terutama makanan yang terbuat dari karbohidrat olahan, yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Perubahan gaya hidup dan lama tidur yang semakin berkurang telah menyebabkan peningkatan resiko terjadinya obesitas. Di bawah ini terdapat 4 hal yang dapat mengganggu tidur nyenyak Anda di malam hari selain daripada gangguan kesehatan atau mental tertentu.   1.      Suara Bising Apakah tempat tinggal Anda berdekatan dengan rel kereta api atau tempat pemadam kebakaran atau tetangga yang senang mendengarkan lagu keras-keras? Bila ya, maka suara bising yang ditimbulkannya mungkin dapat mengganggu tidur nyenyak Anda.   2.      Stress Berbagai hal dalam kehidupan mulai dari masalah keuangan, kesehatan, hingga masalah keluarga dapat menyebabkan terjadinya stress. Sebuah penelitian di tahun 2014 menemukan bahwa ketidakmampuan menghadapi berbagai kejadian yang menimbulkan stress berhubungan dengan terjadinya insomnia (sulit tidur).   3.      Kurangnya Aktivitas Fisik Penelitian menunjukkan bahwa duduk di sepanjang hari dapat mengganggu insting alami tubuh untuk tidur nyenyak di malam hari. Seiring dengan kemajuan teknologi, segala kebutuhan manusia pun menjadi lebih mudah dan praktis, yang membuat manusia lebih jarang bergerak. Hal ini dapat membuat seseorang sulit tidur di malam hari. Berolahraga selama 10 menit setiap harinya dapat membantu meningkatkan lama dan kualitas tidur seseorang.   4.      Berbagai Alat Elektronik Kemajuan teknologi seperti ditemukannya komputer, laptop, telepon genggam, dan tablet juga turut berperan dalam terjadinya gangguan tidur. Hal ini dikarenakan sebagian besar orang masih sibuk dengan berbagai alat elektronik tersebut pada waktu tidur. Sebuah penelitian menemukan bahwa paparan sinar biru dari berbagai alat elektronik tersebutlah yang merupakan penyebab masalah. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa para mahasiswa yang menggunakan tablet selama 2 jam setiap malamnya memiliki kadar hormon tidur, melatonin, yang lebih rendah (23% lebih rendah). Oleh karena itu, pastikan Anda tidak menggunakan berbagai elektronik di atas 2 jam sebelum tidur.   Sumber: fitbie