Your browser does not support JavaScript!
 11 Aug 2016    11:00 WIB
9 Penyebab Anak Anda Sulit Tidur
1.  Masih Terlalu KecilSelama 2 bulan pertama kehidupannya, bayi anda tidak dapat tidur secara teratur apalagi sepanjang malam. Bayi anda biasanya akan tidur selama 12-18 jam sehari dengan tidak teratur. Bayi membutuhkan sekitar 6 minggu untuk mulai membentuk pola tidur yang lebih teratur.Dalam waktu 3-6 bulan, pola tidur bayi anda akan mulai teratur. Saat berusia 9 bulan, sekitar 70-80% bayi telah dapat tidur sepanjang malam, yaitu sekitar 5-6 jam setiap kali tidur.2.  Tidak Ada Anda di SampingnyaJika anda terbiasa menemani bayi anda tidur setiap malamnya, maka ia tidak dapat belajar untuk tidur sendiri. Hal ini membuatnya harus berada di sampingnya sehingga ia dapat tidur kembali. Oleh karena itu, letakkanlah bayi anda saat ia mulai mengantuk, tetapi belum tertidur sehingga ia dapat belajar untuk tidur sendiri.3.  Terlalu LelahAnak balita akan menjadi rewel saat kurang tidur. Balita biasanya membutuhkan waktu tidur sekitar 11-14 jam setiap harinya. Beberapa jam di antaranya adalah waktu tidur siang. Pada saat anak anda telah memasuki masa balita, ajarlah ia untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama.4.  Tidak Memiliki Rutinitas Sebelum TidurMelakukan hal yang sam setiap malam sebelum tidur membantu anak anda mengenali perubahan antara bangun dan tidur. Ciptakanlah suatu rutinitas tidur yang sesuai dengan usia anak anda, mulai dari memandikannya, membacakannya cerita, memberikan cemilan ringan, kemudian mematikan lampu. Rutinitas ini harus selalu sama setiap malamnya dan harus diakhiri di dalam kamar anak anda. Para ahli menyarankan agar anda memulai rutinitas ini sejak anak anda berusia 4 bulan.5.  Kurangnya Waktu Tidur SiangBila anak anda tidak memperoleh waktu tidur siang yang cukup, maka anak anda dapat sulit tidur di malam hari. Sebagian besar bayi membutuhkan 2-3 kali tidur siang selama sehari. Balita mungkin membutuhkan 1-2 kali tidur siang setiap harinya. Sebagian besar anak-anak biasanya masih tidur siang hingga mereka berusia 5 tahun. Bila anak anda tampak rewel dan mengantuk, maka biarkanlah ia untuk tidur siang, tetapi jangan tidur siang berdekatan dengan waktu tidur di malam hari dan jangan lewatkan waktu tidur siang anak anda.6.  Menderita Berbagai Gangguan TidurSindrom Tidur ApneuKadang-kadang, anak tidak dapat tidur karena mengalami sindrom tidur apneu, di mana terjadi sumbatan jalan napas, yang sering disebabkan oleh pembesaran amandel. Anak yang mengalami gangguan tidur apneu biasanya mengorok dengan sangat keras, kesulitan bernapas, dan tampak gelisah saat tidur.Sindrom tidur apneu dapat mengenai 1 dari 100 anak dan biasanya sering mengenai anak berusia 3-7 tahun. Pada usia inilah amandel biasanya berukuran paling besar. Pengobatannya dapat berupa tindakan pembedahan atau menggunakan CPAP saat tidur di malam hari. MengorokSekitar 10% anak-anak mengorok. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti sindrom tidur apneu, alergi musiman, hidung tersumbat akibat flu atau deviasi septum nasi (dinding yang memisahkan antara lubang hidung kanan dan kiri tidak berada tepat di tengah). Bila tidak menyebabkan gangguan tidur, maka mengorok biasanya tidak memerlukan tindakan pengobatan.Segera hubungi dokter anak anda bila mengorok membuat tidur anak anda terganggu atau mengorok menyebabkan gangguan pernapasan. Mimpi Buruk dan Teror MalamMimpi buruk biasanya tidak berbahaya dan biasanya berakhir saat anak memasuki usia remaja. Teror malam adalah suatu keadaan di mana anak terlihat ketakutan saat tidur dan tidak dapat mengingat apa yang membuatnya sangat ketakutan saat terbangun. Berbeda dengan mimpi buruk, di mana anak dapat mengingat mimpi buruk yang dialaminya. Hiburlah dan tenangkan anak anda saat ia mengalami mimpi buruk. Hubungi dokter anak anda bila mimpi buruk terus berlanjut. Berjalan Saat TidurAnak-anak yang mengalami teror malam seringkali juga berjalan saat tidur. Mereka dapat berjalan, berbicara, atau melakukan berbagai aktivitas lainnya, dengan mata terbuka, tetapi mereka mungkin tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Sebagian besar anak tidak lagi mengalami hal ini saat mereka memasuki usia remaja. Jangan bangunkan anak yang sedang berjalan saat tidur karena anda dapat membuatnya takut. Ajaklah ia kembali ke kamarnya dan pastikan daerah di sekitarnya aman, kunci pintu rumah anda, dan pasang pengaman di dekat tangga rumah anda.7.  Menderita Asma atau AlergiBeberapa gangguan kesehatan dapat mengganggu tidur anak anda. Hidung tersumbat akibat alergi atau flu dapat membuat anak kesulitan bernapas. Pada bayi, nyeri perut, refluks asam lambung, nyeri telinga, atau nyeri gigi dapat membuatnya sulit tidur. 8.  Efek Samping Obat-obatanKadangkala beberapa jenis obat-obatan yang dikonsumsi anak anda untuk mengobati gangguan kesehatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Dekongestan dan anti histamin yang digunakan untuk mengatasi flu atau alergi dapat membuat anak anda tampak gelisah saat tidur. Obat yang digunakan untuk mengatasi ADHD juga memiliki efek samping berupa sulit tidur. Segera beritahu dokter anak anda bila obat yang digunakan oleh anak anda mengganggu tidurnya sehingga dokter dapat mengubah dosis obat tersebut atau menggantinya dengan obat lain. Jangan mengubah dosis atau jenis obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anak anda.9.  Berusia RemajaSaat anak anda memasuki usia remaja dan dewasa muda, maka pola tidurnya pun ikut berubah, di mana mereka akan tampak lebih segar di sore dan malam hari, dan terlihat lebih mengantuk di pagi hari. Sumber: webmd