Your browser does not support JavaScript!
 10 Apr 2020    16:00 WIB
Cara Mengobati dan Mencegah Sakit Maag
Pengobatan sakit maag sebenarnya dapat berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Bila dokter tidak menemukan adanya penyebab yang jelas dari sakit maag yang Anda alami, maka keadaan Anda ini dikenal dengan nama dispepsia non ulkus atau dispepsia fungsional.   Pengobatan Dispepsia Non Ulkus Karena stress diduga merupakan penyebab utama terjadinya dispepsia non ulkus, maka banyak dokter yang memberikan obat anti depresi dan obat anti cemas untuk mengatasi gejala. Selain itu, dokter biasanya juga akan memberikan beberapa obat yang berfungsi untuk mengurangi jumlah asam lambung. Beberapa jenis obat yang sering digunakan untuk mengurangi jumlah asam lambung adalah: Penghambat H2, seperti cimetidine, rantidine, nizatidine, dan famotidine Proton pump inhibitors (PPIs)   Pengobatan Ulkus Peptikum Jika dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa nyeri ulu hati disebabkan oleh ulkus peptikum, maka dokter Anda biasanya juga akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi jumlah asam lambung seperti di atas. Jika terjadinya ulkus berhubungan dengan infeksi bakteri H. pylori, maka dokter biasanya akan memberikan terapi kombinasi yang terdiri dari satu obat penurun asam lambung dan 2 jenis antibiotika. Pada sekitar 90% kasus, bakteri dapat diatasi dengan terapi kombinasi ini.   Baca juga: Nyeri Ulu Hati di Saat Cemas dan Stress   Tips Untuk Mencegah Terjadinya Sakit Maag Untuk mencegah terjadinya sakit maag, baik yang disebabkan oleh stress atau ulkus atau infeksi bakteri; ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan seperti: Makan dengan porsi kecil tetapi sering. Jika Anda sering mengalami gangguan pencernaan, maka makanlah 5-6x setiap harinya dengan porsi yang lebih kecil daripada makan 3x sehari dengan porsi besar Makan dengan teratur dan jangan terlambat makan. Hal ini akan membuat lambung hanya mengeluarkan asam lambung pada waktu makan saja, bukan secara tidak beraturan Hindari konsumsi makanan yang dapat mengiritasi lamgung seperti makanan pedas, asam, digoreng, atau berlemak untuk mengurangi jumlah asam lambung dan memberikan lambung Anda cukup waktu untuk sembuh Kurangi konsumsi alkohol. Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat melemahkan dinding lambung, yang akan membuat Anda lebih rentan menderita ulkus Berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan produksi asam lambung, memperlambat penyembuhan, dan meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung Atasi stress. Merasa stress dapat meningkatkan produksi asam lambung. Berolahraga secara teratur dan melakukan berbagai aktivitas relaksasi seperti yoga dapat membantu mengurangi stress   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: healthxchange
 20 Feb 2020    11:00 WIB
Terlambat Makan? Apa yang Terjadi Pada Tubuh Anda?
Hampir sebagian besar orang pasti pernah mengalami hal yang satu ini, terlambat makan atau bahkan sengaja melewatkan waktu karena ingin menurunkan berat badan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa rasa lapar dan kurangnya energi justru dapat memperburuk keadaan tubuh Anda. Saat Anda melewatkan satu waktu makan, maka kadar gula darah Anda pun akan menurun atau bila Anda melewatkan waktu sarapan, maka kadar gula darah Anda pun tidak akan pernah meningkat. Gula dibutuhkan oleh tubuh Anda sebagai sumber energi untuk menjalankan berbagai fungsinya dan bila tubuh Anda tidak memiliki cukup gula, maka setiap organ di dalam tubuh Anda pun akan terpengaruh. Hal ini akan membuat Anda merasa lelah dan tidak enak badan secara keseluruhan. Selain itu, bila tubuh Anda tidak memperoleh asupan kalori yang dibutuhkannya, maka berbagai sistem tubuh Anda pun akan masuk ke dalam mode "kelaparan" untuk menyimpan energi. Hal ini membuat metabolisme tubuh Anda melambat, sehingga makanan yang Anda konsumsi pun tidak dapat dicerna dan dimetabolisme dengan efisien. Kurangnya nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh juga dapat mengganggu fungsi intelektual dan emosional Anda. Anda menjadi tidak dapat berpikir dengan jernih, mudah marah, dan moody. Saat Anda makan kembali 8 jam atau lebih kemudian, maka tubuh Anda pun akan terasa lebih baik, tetapi hanya untuk waktu singkat. Metabolisme tubuh Anda akan tetap lambat karena tubuh Anda tidak mengetahui kapan suplai kalori berikutnya akan datang dan siklus di atas pun akan kembali berulang. Bila hal ini berlangsung dalam waktu lama, maka tubuh Anda pun dapat menjadikan otot tubuh Anda sebagai sumber energinya, yang dapat membuat metabolisme tubuh Anda semakin menurun, begitu pula dengan tenaga Anda. Jadi, kesimpulannya adalah melewatkan waktu makan tidak hanya mengganggu berbagai fungsi tubuh Anda, akan tetapi juga dapat berdampak negatif bagi usaha Anda untuk menurunkan berat badan karena dapat memperlambat metabolisme tubuh dan membuat Anda lebih sulit melawan godaan untuk makan. Akan lebih baik bila Anda mengkonsumsi makanan dengan porsi yang lebih kecil dan lebih sehat di sepanjang hari untuk membantu proses penurunan berat badan Anda. Selain mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, jangan lupa untuk menambahkan olahraga dalam jadwal aktivitas harian Anda. Hal ini akan membuat metabolisme tubuh Anda tetap bekerja sebagaimana mestinya dan membuat Anda tidak terlalu menderita selama proses ini berlangsung, walaupun penurunan berat badan memang akan terjadi dalam waktu yang lebih lambat.     Sumber: womenshealthmag