Your browser does not support JavaScript!
 12 Sep 2016    15:00 WIB
Benarkah Amarah Dapat Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi?
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, ketidaksabaran dan kebencian dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi pada orang dewasa muda di masa yang akan datang. Para penelitian ini, para peneliti mengamati bagaimana perilaku (mudah marah, tidak sabar, rasa benci), gangguan depresi, dan gangguan cemas dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi di masa yang akan datang. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama dari terjadinya penyakit jantung, gangguan ginjal, gagal jantung kongestif, dan stroke. Tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80 mmHg. Disebut tekanan darah tinggi bila tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih atau bila tekanan darah diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Pengukuran darah di antaranya disebut dengan pre hipertensi dan merupakan salah satu faktor resiko terjadinya tekanan darah tinggi. Walapun tekanan darah tinggi jarang terjadi pada dewasa muda, akan tetapi dewasa muda dan awal paruh baya merupakan masa penting bagi perkembangan hipertensi dan berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya. Pada penelitian ini, para peneliti menggunakan sebuah data dari penelitian mengenai resiko terjadinya penyakit jantung koroner pada dewasa muda yang mengamati sekitar 3.308 pria dan wanita di Amerika. Para peserta berusia antara 18-30 tahun pada awal penelitian. Para peneliti mengukur keadaan kesehatan para peserta penelitian secara teratur, termasuk pengukuran tekanan darah. Para peserta juga diminta untuk menjawab berbagai pertanyaan psikososial, yang mencakup 5 hal, yaitu:•  Kesabaran peserta•  Keinginan untuk bersaing•  Rasa benci•  Gangguan depresi•  Gangguan cemas Para peneliti kemudian mengukur ketiga hal pertama di atas pada awal penelitian dan mengukur dua hal sisanya 5 tahun kemudian. Pengukuran dilakukan dengan sistem skor. Rasa tidak sabar atau mudah marah diukur dari angka 0-4. Setelah 15 tahun kemudian, para peserta yang memiliki angka tertinggi memiliki resiko hipertensi yang lebih tinggi yaitu sebesar 84%. Sementara itu, orang yang memiliki skor 2 juga mengalami peningkatan resiko hipertensi sebesar 47% bila dibandingkan dengan orang yang memiliki skor 0. Rasa benci juga diukur dalam bentuk skor, yaitu dari 0-50, yang dibagi menjadi 4 kelompok. Para peneliti menemukan bahwa 15 tahun kemudian orang yang termasuk dalam kelompok yang memiliki skor yang tinggi mengalami peningkatan resiko terjadinya hipertensi hingga 84% dan orang yang berada dalam kelompok kedua tertinggi mengalami peningkatan resiko hipertensi sebanyak 38% dibandingkan dengan orang yang memiliki skor rendah. Akan tetapi, para ahli tidak menemukan adanya hubungan antara tekanan darah tinggi dengan ketiga hal lainnya. Penelitian ini kemudian menemukan bahwa sekitar 15% dari seluruh peserta penelitian mengalami hipertensi saat berusia 33-45 tahun. Hasil penelitian ini sama baik bagi orang kulit putih maupun orang kulit hitam dan tidak dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, atau tekanan darah saat penelitian dimulai. Selain itu, hasil ini juga berlaku bagi orang yang memiliki berbagai faktor resiko lain dari hipertensi seperti berat badan berlebih, obesitas, konsumsi alkohol, dan kurang aktif (jarang berolahraga). Walaupun penelitian ini telah berhasil menemukan adanya hubungan antara resiko terjadinya hipertensi dan faktor psikologis, akan tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya. Baca juga: Cara Ini Bisa Meredam Amarah Sang Suami Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 04 Sep 2016    15:00 WIB
Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Resiko Terjadinya Tekanan Darah Tinggi?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa kekurangan vitamin D mungkin dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. Berbagai penelitian sebelumnya telah menemukan adanya hubungan yang kuat antara kekurangan vitamin D dan terjadinya tekanan darah tinggi, akan tetapi para peneliti tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya.   Baca juga: Benarkah Vitamin D Dapat Membuat Proses Persalinan Tidak Terlalu Menyakitkan?   Selain dapat diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari, vitamin D juga dapat diperoleh melalui berbagai jenis makanan seperti telur, susu, yogurt, tuna, salmon, sereal, dan jus jeruk. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data genetik lebih dari 146.500 orang keturunan Eropa di Eropa dan Amerika Utara. Untuk setiap 10% kenaikan kadar vitamin D, maka resiko terjadinya tekanan darah tinggi pun akan menurun sebanyak 8%. Akan tetapi, walaupun penelitian ini menemukan adanya hubungan sebab akibat, akan tetapi para peneliti masih tidak dapat memastikan adanya hubungan pasti. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa kekurangan vitamin D memang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi  dan bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin D dapat menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi. Baca juga: 4 Penyebab Ketidakstabilan Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newsmax
 09 Aug 2016    11:00 WIB
7 Langkah Meningkatkan Kesehatan Jantung Anda
Mungkin kalimat yang paling sering Anda dengan dari dokter Anda adalah: lindungi jantung Anda dan kesehatan dimulai dari gaya hidup sehat. diduga sebanyak 600.000 orang di Amerika mengalami sakit jantung setiap tahunnya, tetapi sebenarnya sangat mudah untuk terhindar dari serangan jantung. Makan sehat dan berolahraga merupakan perubahan gaya hidup paling utama yang harus Anda lakukan untuk kesehatan jantung Anda. Tetapi para peneliti mengungkapkan bahwa serangan jantung dapat dihindari dengan 7 langkah mudah. Berikut adalah 7 langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda. Langkah 1Aktif bergerak. Hampir 70% penduduk di Amerika menjalani gaya hidup yang dapat meningkatkan tekanan untuk jantung dan tubuhnya. Tetapi hanya dengan berlatih kardio selama 30 menit perhari dapat membantu untuk meningkatkan kesehatan jantung dan fisik secara keseluruhan. Langkah 2Mengkonsumsi makanan sehat. Makanan yang dimasak secara sederhana dengan bahan-bahan rendah lemak merupakan langkah terbaik untuk mendapatkan jantung sehat. jika memungkinkan, gantilah bahan makanan Anda menjadi organik, diet sayur-sayuran dan ikan  untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda. Langkah 3Pembentukan tubuh. Hilangkan lemak tubuh dengan menambahkan olahraga rutin sekali seminggu. Aerobik sederhana, berjalan dan berenang selama 30 menit dapat mengurangi timbunan lemak didalam tubuh sampai 30% Langkah 4Berhenti merokok. Merokok dapat menyebabkan tekanan darah tidak stabil, peningkatan kadar kolesterol dan diabetes. Pada saat yang bersamaan merokok dapat merusak paru-paru dan sistem peredaran darah. Langkah 5Kontrol penyakit yang aktif, misalnya diabetes. Jika Anda sudah mengalami diabetes, Anda harus mengalami mengkonsultasikan dengan dokter Anda dan memulai pengobatan secara rutin. Diabetes tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal, tekanan darah tinggi dan berbagai kondisi medis lainnya. Jika Anda tidak mengidap diabetes, konsultasikan resiko terkena diabetes yang ada pada diri Anda dengan ahli diabetes dan periksa kadar gula darah setiap enam bulan sekali untuk mendapatkan kesehatan yang optimal. Langkah 6 Kontrol tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol akan mendorong darah melalui arteri dengan tekanan yang sangat besar dan dapat membahayakan. Kondisi ini dapat merusak jantung dan dinding pembuluh darah, juga dpaat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Pastikan tekanan darah Anda berada di kisaran 120/80mmHg-130/80mmHg. Langkah 7Periksa kesehatan jantung Anda secara teratur. Bahkan jika Anda sudah melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, sangat penting untuk Anda tetap melakukan evaluasi medis secara teratur setiap tahunnya, terlebih jika Anda berusia 35 tahun keatas, memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi dalam keluarga, dan memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30.Sumber: newsmaxhealth
 19 Jul 2016    11:00 WIB
Lingkar Pinggang Dapat Memperkirakan Usia Harapan Hidup
Ternyata ada langkah mudah yang bisa Anda lakukan di rumah yang berguna untuk skrining cepat kondisi kesehatan Anda. Cukup dengan menggunakan pita pengukur. Lingkar pinggang adalah pengukuran sederhana yang akan menunjukkan banyak mengenai usia harapan hidup Anda. Bahkan faktanya analisis poling yang dilakukan terhadap 650.000 orang dewasa menemukan bahwa ukuran lingkar pinggang merupakan ukuran penting ketika Anda ingin mengetahui kondisi kesehatan Anda sebenarnya. Hasil dari pengukuran ini sendiri bersifat independen, sama seperti usia, BMI, aktivitas fisik, riwayat merokok dan penggunaan alkohol. Secara spesifik, data ini menunjukkan bahwa pria dengan lingkar pinggang 110cm ternyata memiliki resiko kematian lebih besar dibandingkan pria yang memiliki lingkar pinggang 95cm. untuk wanita dengan ukuran lingkar pinggang 95cm memiliki resiko 80% lebih besar mengalami kematian dibandingkan wanita yang memiliki lingkar pinggang 70cm. Perkiraan usia harapan hidup akan terus menurun seiring dengan semakin besarnya lingkar pinggang. Lingkar pinggang yang besar merupakan tanda adanya penimbunan lemak di daerah perut, yang berhubungan dengan obesitas. Berbagai penyakit yang terkait dengan obesitas misalnya saja diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner. Apakah Anda sudah tahu caranya mengukur lingkar pinggang? Berikut adalah caranya:  Temukan tulang pinggul di perut Anda Lingkarkan pita pengukur disekitar tubuh Anda setinggi tulang pinggul Anda.  Pita pengukur harusnya paralel dengan lantai. Santai, tarik nafas dan bacanya hasil pengukuran. Jika Anda tidak puas dengan hasilnya, cobalah untuk berikir positif dan melakukan tindakan untuk mengubahnya. Aktif secara fisik, pola makan sehat dan menjaga porsi makan dengan baik akan sangat berpengaruh pada lingkar pinggang Anda dan untuk kesehatan Anda secara menyeluruh.   Sumber: mayoclinic
 13 Jul 2015    12:00 WIB
Tips Untuk Mencegah Terjadinya Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang cukup sering ditemukan, terutama bila Anda juga menderita diabetes. Sebenarnya terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya tekanan darah tinggi atau menjaga tekanan darah Anda tetap berada dalam batas normal bila telah menderita tekanan darah tinggi. Di bawah ini, Anda dapat melihat beberapa tips untuk mencegah terjadinya tekanan darah tinggi.   Konsumsi Diet Sehat dan Seimbang Secara umum tidak ada pantangan yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya hipertensi. Yang terpenting adalah membatasi jumlah konsumsi makanan tertentu dan lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, gandum, dan susu rendah lemak. Konsumsi lebih banyak air putih, serat, dan mineral seperti kalsium, kalium, dan magnesium juga baik untuk menjaga tekanan darah yang sehat.   Batasi Konsumsi Garam Batas maksimum konsumsi garam per hari adalah sekitar 2.300 mg (setara dengan 1 sendok teh). Rekomendasi dari AHA (American Heart Association) adalah sekitar 1.500 mg/hari.   Olahraga Teratur Berolahraga paling tidak 30 menit setiap harinya dapat mencegah penumpukan lemak di dalam tubuh sehingga tekanan darah pun tetap normal. Secara umum, seseorang yang memiliki aktivitas fisik yang aktif, memiliki resiko terkena hipertensi yang lebih rendah, yaitu sekitar 20-50% lebih rendah.   Jaga Berat Badan Ideal Kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi hingga 2-6 kali lipat. Oleh karena itu, menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya hipertensi.   Hindari Stress Berusahalah untuk menghindari hal-hal yang membuat Anda merasa stress, walaupun hal ini mungkin agak sulit dilakukan di zaman modern seperti sekarang ini. Sisihkanlah sejumlah waktu untuk bermeditasi, yoga, atau rekreasi bersama keluarga, yang mungkin dapat membantu mengurangi rasa stress yang Anda rasakan.   Berhenti Merokok dan Jangan Konsumsi Minuman Beralkohol Merokok dan sering mengkonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda tidak mengkonsumsi keduanya.   Baca juga: Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Jantung dan Pembuluh Darah   Sumber: americanheartassociation
 08 Dec 2014    14:00 WIB
Turunkan Tekanan Darah Anda Dengan Berolahraga!
Tahukah Anda bahwa olahraga ternyata merupakan salah satu kunci untuk menurunkan tekanan darah Anda yang tinggi? Selain itu, berolahraga ternyata juga dapat meningkatkan efektivitas obat tekanan darah tinggi yang Anda konsumsi. Anda dapat memulai kegiatan olahraga Anda dengan menemukan berbagai aktivitas fisik yang Anda sukai dan berolahragalah selama 30 menit setiap harinya, 5 kali seminggu. Jika Anda tidak dapat pergi ke tempat fitness atau melakukan berbagai jenis olahraga, berdansa pun dapat menjadi pilihan olahraga Anda. Selain itu, yoga, panjat gunung, berkebun, dan berbagai aktivitas fisik lainnya yang mampu meningkatkan denyut jantung Anda juga dapat menjadi pilihan. Yang terpenting adalah pilihlah kegiatan yang Anda sukai karena Anda akan melakukannya cukup sering. Olahraga angkat beban atau olahraga lainnya yang berfungsi untuk melatih dan membentuk otot haruslah menjadi bagian dari rutinitas olahraga Anda. Selain mampu menurunkan lemak tubuh, olahraga ini juga dapat meningkatkan massa otot dan meningkatkan laju metabolisme tubuh Anda. Menurunkan berat badan Anda hingga 5 kg juga dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda jika Anda memiliki berat badan berlebih. Jika Anda tidak menyukai berbagai aktivitas fisik yang membuat Anda berkeringat, maka berenang dapat menjadi pilihan Anda. Anda dapat melakukan hal ini selama 30 menit setiap harinya sebagai pengganti berbagai jenis olahraga di atas. Jadi berapa banyak olahraga yang harus Anda lakukan yang termasuk kategori cukup? Berjalan cepat selama setidaknya 30 menit setiap harinya selama 5 hari atau lebih setiap minggunya juga telah mencukupi. Hal ini dapat membuat Anda tetap terbebas dari tekanan darah tinggi (hipertensi) atau agar obat anti hipertensi yang Anda konsumsi bekerja lebih baik.     Sumber: webmd
 10 Jun 2014    13:00 WIB
Berbagai Pilihan Pengobatan Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang berbahaya yang dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, kegagalan jantung atau penyakit ginjal. Tujuan utama dari pengobatan hipertensi adalah menurunkan tekanan darah dan melindungi organ-organ penting seperti otak, jantung dan ginjal dari kerusakan. Pengobatan dari hipertensi telah diasosiasikan dengan penurunan kejadian stroke (menurun sampai 35%-40%), serangan jantung (20%-25%), dan gagal jantung (lebih dari 50%), menurut para peneliti. Untuk mencegah tekanan darah, setiap orang perlu didorong untuk membuat modifikasi didalam hidupnya seperti makan lebih sehat, berhenti merokok dan lebih banyak berolahraga. Terapi dengan obat-obatan direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah dari 140/90 pada orang muda dan 150/90 untuk orang yang lebih tua. Mengobati tekanan darah Anda melibatkan kombinasi dari gaya hidup sehat dan kemungkinan terapi obat-obatan. Perubahan gaya hidup untuk mengobati hipertensi Langkah kritikal yang harus Anda lakukan untuk mencegah dan mengobati tekanan darah adalah gaya hidup sehat. Anda dapat menurunkan tekanan darah dengan melakukan perubahan gaya hidup berikut ini: Turunkan berat badan jika Anda obesitas Berhenti merokok Makan makanan sehat, termasuk melakukan diet DASH (makan lebih banyak buah, sayuran dan produk rendah lemak, kurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak saturasi tinggi) Mengurangi konsumsi sodium menjadi kurang dari 1.500mg perhari jika Anda menderita hipertensi. Orang dewasa sehat harus membatasi asupan sodium tidak lebih dari 2.300 mg (kurang lebih 1 sendok teh garam perhari) Melakukan olahraga secara teratur, yang paling baik adalah aerobik (misalnya jalan cepat selama 30 menit perhari, beberapa kali seminggu) Batasi konsumsi alkohol  Obat-obatan yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, termasuk: Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors Angiotensin II receptor blockers (ARBs) Diuretics Beta-blockers Calcium channel blockers Alpha-blockers Alpha-agonists Renin inhibitors Obat kombinasi Diuretik merupakan obat yang paling sering direkomendasikan sebagai lini pertama untuk terapi orang dengan hipertensi. Tetapi dokter mungkin dapat mengawali pengobatan dengan obat selain diuretik sebagai lini pertama jika Anda memiliki masalah kesehatan lainnya. Sebagai contoh ACE inhibitor banyak digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita diabetes. Jika satu obat tidak dapat menurunkan tekanan darah sampai ke angka yang diharapkan maka diperlukan alternatif obat lain atau kombinasi beberapa jenis obat.   Sumber: webmd
 22 May 2014    14:00 WIB
Para Penyuka Garam Beresiko Menderita Tekanan Darah Tinggi
Mengkonsumsi banyak garam telah dikenal sebagai salah satu faktor resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan stroke. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang-orang yang menderita tekanan darah tinggi biasanya merupakan orang yang lebih menyukai makanan asin. Untuk mengatasinya, para ahli menganjurkan agar mengganti garam dengan berbagai jenis rempah-rempah lainnya untuk membuat makanan Anda terasa lebih nikmat. Mengurangi konsumsi garam harian Anda tentunya dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda. Para ahli dari the American Society of Hypertension mengatakan bahwa tekanan darah tinggi merupakan salah satu “pembunuh tersembunyi” karena tekanan darah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala apapun dan penderita biasanya tidak menyadari bahwa mereka mengalami gangguan ini. Pada penelitian yang dilakukan di Brazil, para peneliti mengamati 118 orang yang dibagi menjadi 4 kelompok. Dua kelompok pertama terdiri dari pria dan wanita yang berusia 30 tahunan, dengan atau tanpa tekanan darah tinggi. Dua kelompok lainnya terdiri dari pria dan wanita yang berusia 70 tahunan, dengan atau tanpa tekanan darah tinggi. Semua peserta penelitian diminta untuk memilih 3 jenis roti perancis. Setiap roti mengandung jumlah garam yang berbeda, beberapa jenis roti jauh lebih asin daripada roti lainnya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa tidak ada seorang pun dari antara peserta yang sehat, yaitu yang tidak menderita tekanan darah tinggi menunjukkan ketertarikan pada roti yang sangat asin. Para peserta penelitian yang berusia 70 tahunan dan tidak menderita tekanan darah tinggi biasanya lebih memilih roti yang tidak terlalu asin (sedang), sedangkan peserta penelitian yang berusia 30 tahunan dan tidak menderita tekanan darah tinggi biasanya memilih roti yang mengandung paling sedikit garam.Sebaliknya, para peserta penelitian yang berusia 30 atau 70 tahunan dan menderita tekanan darah tinggi justru lebih menyukai roti yang mengandung paling banyak garam. Pada penelitian tahap kedua, yang dilakukan 2 minggu kemudian, semua peserta kembali diminta untuk memilih 3 jenis roti yang mengandung jumlah garam yang berbeda. Akan tetapi, kali ini ketiga jenis roti juga dibumbui oleh oregano, yang merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang tidak mengandung garam sama sekali. Hasilnya adalah semua orang pada 4 kelompok peserta penelitian menunjukkan perubahan pilihan roti, yaitu memilih roti yang lebih tidak asin daripada pilihan mereka yang sebelumnya. Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa para peserta yang menderita tekanan darah tinggi tampaknya lebih menyukai makanan yang asin. Akan tetapi, para peneliti percaya bahwa hal ini dapat diatasi dengan membumbui makanan dengan rempah-rempah yang tidak mengandung garam seperti oregano. Penelitian ini tidak meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat antara kesukaan akan makanan asin dengan kejadian tekanan darah tinggi. Para peneliti hanya menemukan adanya hubungan antara penyuka makanan asin dengan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan bukti kuat mengenai benar tidaknya para penderita tekanan darah tinggi biasanya lebih menyukai makanan asin.Sumber: newsmaxhealth