Your browser does not support JavaScript!
 25 Jul 2018    08:00 WIB
Apakah Benar Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Darah Tinggi ?
Ladies, apa pernah mengalami tidak ada riwayat darah tinggi tapi kenapa tekanan darah bisa tinggi? Yang kita tahu mungkin disebabkan oleh makanan, namun studi terakhir ini ditemukan kalau ladies mengalami sedikit saja gangguan tidur bisa menyebabkan resiko darah tinggi pada wanita…wah..wah…mesti tidur dengan tenang tanpa gangguan nich. Baru-baru ini para peneliti dari dari Columbia University Irving Medical Center di New York melakukan penelitian untuk menilai apakah kurang tidur bisa menjadi hal yang serius atau tidak terhadap kesehatan kardiovaskular. Penelitian ini difokuskan kepada wanita karena diperkirakan sepertiga dari orang Amerikan tidak cukup tidurnya dan wanita yang kebanyakan mengalami gangguan tidur ini. Hal ini bisa disebabkan karena wanita cenderung mengurus anak atau orang tua di rumah, selain itu juga bisa karena faktor perubahan hormon yang dilami setiap bulan ataupun seumur hidup mereka. Penelitian dilakukan terhadap 323 wanita dengan rentang usia 20-79 tahun. Masalah gangguan tidur juga diteliti seperti sleep apnea yaitu saat tertidur seorang berhenti bernafas untuk jangka waktu yang singkat, serta masalah tidur lain seperti insomnia dan juga kualitas tidurnya. Hasil penelitian ini dipulikasikan dalam the Journal of the American Heart Association yang menemukan bahwa gangguan tidur yang buruk seperti perlunya waktu yang lama untuk tertidur dan insomnia berdampak atau berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan peradangan pada pembuluh darah wanita. So, ladies pastikan tidur yang cukup dan juga kualitas yang bagus dari tidur kita. Untuk mendapatkan tips bagaimana mendapatkan kualitas tidur yang baik nantikan di artikel selanjutnya. Jika ladies merasa sudah melakukan segala cara namun masih ada masalah atau memiliki gangguan dalam tidur, ada baiknya segera kunjungi dokter. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Baca juga : Tekanan Darah Tinggi dan Kehamilan Sumber : www.medicalnewstoday.com
 01 Jul 2018    08:00 WIB
Makanan Untuk Menurunkan Tekanan Darah
Guys, kita pasti tahu memiliki tekanan darah tinggi sangat beresiko terhadap kesehatan kita. Tekanan darah tinggi menyebabkan seorang beresiko lebih besar mengidap penyakit seperti sakit jantung, stroke dan penyakit ginjal. Untuk mencegah dan mengatasi hal ini diperlukan pengobatan, perubahan pola makan dan juga pola hidup. Mengubah makanan kita akan membantu menurunkan tekanan darah kita secara signifikan. Riset yang telah dilakukan selama ini telah membuktikan bahwa makanan tertentu bisa menurunkan tekeanan darah tinggi baik yang hasilnya seketika maupun jangka waktu yang lama. So, guy check out daftar makanan di bawah ini yang bisa membantu kita menurunkan tekanan darah   1.         Berry             Baik bluberry maupun strawberry mengandung senyawa antioksidan yang disebut sebagai anthocyanin yang sejenis dengan flavonoid. Berdasarkan riset yang dilakukan terhadap 34.000 penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, ditemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi lebih banyak anthocyanin bisa menurukan 8% resiko tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang sedikit mengkonsumi anthocyanin ini. Jadi kita perlu tambahkan buah ini dalam camilan, makanan atau minuman kita agar kita bisa menurunkan tekanan darah tinggi kita.   2.         Pisang             Buah yang satu ini tentu tidak asing bagi kita di Indonesia. Buah yang mudah untuk kita dapatkan. Nah, ternyata buah ini mengandung potassium, suatu mineral yang memiliki peranan penting dalam dalam mengatur hipertensi. Menurut the American Heart Association, potassium menurunkan efek natrium dan mengurangi ketegangan di dinding pembuluh darah. Untuk dewasa disarankan untuk mengkonsumsi 4.700 mg potassium dalam satu hari. Untuk mereka yang ada penyakit ginjal disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter karena terlalu banyak potassium bisa membahayakan.   3.         Beet/Bit             Buah yang berwarna merah satu ini ternyata bisa menurunkan tekanan darah dalam jangka waktu singkat dan lama melalui meminum jusnya. Pada tahun 2015, para peneliti melaporkan bahwa mereka yang mengidap tekanan darah tinggi setelah meminum jus buah bit selama 4 minggu sebanyak 250 ml atau sekitar 1 gelas, tekanan darahnya menjadi lebih rendah. Para meneliti menemukan hasil postif dari minum jus ini dalam waktu 24 jam.   4.         Dark coklat             Camilan yang manis ini ternyata dapat menurunkan tekanan darah juga. Berdasarkan 15 percobaan yang dilakukan terhadap penderita hipertensi dan prehipertensi ditemukan bahwa coklat yang kaya akan kandunga kakao ini bisa menurunkan tekan darah. Disarankan untuk memilih coklat yang kandungan kakaonya sekitar 70 persen dan cukup mengkonsumsinya satu potong saja atau sekitar 1 ons setiap harinya.   5.         Kiwi             Buah satu ini kaya akan kandungan vitamin C dan jika dikonsumsi setiap hari bisa mengurangi tekanan darah pada orang yang tingkat hiperensinya agak tinggi. Para peneliti membandingkan dengan buah apel dan ditemukan bahwa mereka yang makan tiga buah kiwi setiap hari selama 8 minggu menghasilkan penurunan darah mereka baik sistolik maupun diastolik dibandingkan dengan makan apel.   6.         Semangka             Buah yang satu ini tentu tidak asing lagi bagi kita. Semangka mengandung asam amino yang disebut citrulline, yang dapat membantu mengatur tekanan darah tinggi. Citrulline membantu tubuh memproduksi oksida nitrat, gas yang melemaskan pembuluh darah dan mendorong fleksibilitas dalam arteri. Efek ini membantu aliran darah, yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.   7.         Oat             Guys, oat dan gandum ternyata berbeda sekalipun berasal dari satu famili yaitu serelia. Kalau oat bisa dimakan langsung sedangkan gandum tidak bisa. Keduanya terkenal akan kandungan seratnya. Lebih tepatnya lagi oat ini mengadung serat yang disebut beta-glukan, yang dapat mengurangi kadar kolesterol darah. Sehingga, menurut beberapa penelitian oat dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini didasarkan pada suatu tinjauan terhadap 28 percobaan yang didapati bahwa dengan mengonsumsi serat beta-glukan yang lebih tinggi dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Selain oat yang lebih umum lagi buat kita di Indonesia. Makanan yang mengandung serat beta-glukan ini adalah jelai atau jali.   8.         Sayuran yang daunnya berwarna hijau             Sayuran hijau ini kaya akan kandungan nitrat yang berguna untuk mengatur tekanan darah. Beberapa penelitian sendiri menunjukan bahwa makan 1-2 porsi sayuran ini setiap hari dapat mengurangi hiperensi hingga 24 jam.   9.         Bawang putih             Untuk yang satu ini, mereka yang suka masak tentu tidak asing lagi karena bisa meningkatkan rasa gurih pada masakan atau makan kita. Ternyata berdasarkan penelitian bawang putih meningkatkan produksi nitrat oksida tubuh, yang membantu otot-otot halus untuk rileks dan pembuluh darah membesar. Sehingga hasilnya, ekstrak bawang putih mengurangi baik tekanan darah sistolik dan diastolik pada orang hipertensi.   10.       Makanan fermentasi             Makanan fermentasi kaya akan probiotik yaitu bakteri menguntungkan yang menjaga kesehatan usus kita yang diantaranya menurunkan juga tekanan darah. Makan fermentasi  ini diantaranya adalah: yogurt, kimchi, cuka apel, tempe. Untuk yogurt khusunya yang alami menurut The American Heart Association dapat mengurangi resiko tekanan darah tinggi pada wanita. So, ladies jangan lupakan menambah yogurt dalam camilan sehat kita.   11.       Delima             Buah yang satu ini menurut studi yang dilakukan pada tahun 2012 ternyata sanggup menurunkan tekanan darah dalam waktu yang singkat melalui meminum jusnya setiap hari selama 28 hari. Ini disebabkan karena kandungan antioksidan di dalamnya.   12.       Kayu Manis             Kayu manis juga bisa menurunkan tekanan darah setidaknya untuk sejangka waktu.   13.       Pistachios             Jenis kacang satu ini merupakan jenis kacang sehat yang mampu menurunkan hipertensi. Bahkan satu studi melaporkan bahwa memasukan kacang ini dalam daftar menu diet rendah lemak kita dapat mengurangi tekanan darah selama masa stress. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: medicalnewstoday , cnnindonesia.com
 22 May 2018    11:00 WIB
Melakukan Tindakan Pencegahan Sebagai Kebiasaan
Selama ini kita sudah membahas mengenai pentingnya tindakan pencegahan yang termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes untuk meningkatkan taraf kesehatan. Olahraga yang teratur dan melakukan tes skrining kesehatan merupakan langkah penting untuk kesehatan Anda. Hasil tes akan menunjukkan gambaran singkat mengenai status kesehatan kita dan memberikan kita kesempatan untuk membuat perubahan pola hidup menjadi lebih sehat. tes skrining juga dapat mendeteksi masalah lebih awal ketika gejala belum muncul, yang sering menjadi kunci kesuksesan suatu pengobatan. Tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi daoat menyebabkan berbagai penyakit mulai dari penyakit jantung sampai stroke. Kombinasi dari kondisi diatas menjadi penyebab banyak kematian di dunia. Ketika tekanan darah tinggi, pre-diabetes dan kolesterol tinggi terdeteksi tepat pada waktunya kemudian diikuti dengan perubahan pola hidup lebih sehat akan mengurangi kemungkinan terserang penyakit berbahaya.  Skrining untuk tekanan darah tinggi hanya memerlukan waktu kira-kira 5 menit dan memeriksakan kolesterol dan gula darah merupakan jenis pemeriksaan darah yang sederhana yang sangat mudah dilakukan. Tindakan skrening dapat membantu mendeteksi adanya sel kanker pada tahap awal dan menyelamatkan hidup.   Konsultasikan dengan dokter Anda apakah pemeriksaan skrining berikut direkomendasikan untuk Anda: Hipertensi Setelah berusia 18 tahun Anda harus memeriksakan tekanan darah minimal sekali dalam 2 tahun. Jika dibawah atau diatas normal maka harus dimonitor secara reguler. Diabetes Orang dewasa berusia 45 tahun keatas atau semua orang dewasa dengan hipertensi atau indeks masa tubuh diatas 25 harus memeriksakan gula darah puasanya dengan teratur. Kolesterol Total kolesterol, kolesterol LDL, kolesterol HDL dan trigliserida harus diperiksa setiap 5 tahun setelah berusia 20 tahun keatas dan dievaluasi hasilnya Kanker kolorektal Pada usia 50 tahun seorang dewasa harus mulai membicarakan pentingnya melakukan tes mengenai kanker kolorektal dengan dokternya. Imunisasi memang bukan termasuk skrining, tetapi imunisasi juga memainkan peranan penting dalam tindakan pencegahan penyakit. Periksakan diri ke dokter dan perbarui diri Anda dengan pengetahuan mengena semua jenis imunisasi yang direkomendasikan. Tindakan pencegahan lain yang bisa dilakukan: Makanan makanan sehatn menghindari tembakau Lengkapi diri dengan asuransi untuk mengurangi biaya saat memerlukan pengobatan Memeriksakan diri secara teratur Makan makanan yang mengandung serat seperti sayuran, buah, dan lain-lain.     Sumber: mayoklinik
 17 Apr 2018    12:30 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Otak
Selain menyebabkan berbagai gangguan dan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada otak dan ginjal akibat gangguan aliran darah yang menyebabkan sel otak dan ginjal kekurangan nutrisi dan oksigen yang penting bagi fungsi kedua organ tersebut.   1.      Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attack) Serangan iskemik sesaat atau serangan stroke ringan merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh gangguan aliran darah sementara ke otak. Serangan iskemik sesaat dapat disebabkan oleh aterosklerosis maupun bekuan darah pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyumbatan sementara pada pembuluh darah otak. Kedua hal ini dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. 2.      Stroke Stroke terjadi akibat adanya gangguan aliran darah dan nutrisi ke sel otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menyempit, robek, atau bocor. Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang kemudian dapat menyumbat pembuluh darah otak anda dan menyebabkan terjadinya serangan stroke. 3.      Demensia Demensia merupakan suatu kelainan pada otak yang menyebabkan gangguan dalam berpikir, berbicara, membuat keputusan, mengingat, penglihatan, dan pergerakan. Demensia dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebab demensia adalah gangguan pada pembuluh darah (demensia vaskular). Demensia jenis ini disebabkan oleh penyempitan dinding pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah ke otak. Penyebab demensia lainnya adalah suatu serangan stroke, yang juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Baik penyempitan dinding pembuluh darah maupun stroke, keduanya dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Penderita tekanan darah tinggi memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita demensia di kemudian hari daripada orang lain yang tidak menderita tekanan darah tinggi. 4.      Gangguan Kognitif Ringan Gangguan koginitif ringan merupakan suatu gangguan yang menyebabkan penurunan kemampuan seseorang dalam mengerti dan mengingat sesuatu, yang sering terjadi seiring dengan makin bertambahnya usia. Keadaan berat gangguan kognitif dapat ditemukan pada penderita Alzheimer. Gangguan ini juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.    Baca juga: Anak Muda Pun Bisa Mengalami Tekanan Darah Tinggi, Mengapa Demikian?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     sumber: mayoclinic
 17 Apr 2018    08:00 WIB
Makanan Yang Membantu Turunkan Tekanan Darah
Pisang Ilmuwan dari John Hopkins University menemukan bahwa mengkonsumsi pisang bisa menurunkan tekanan darah sampai 10%, dan pisang bekerja menurunkan darah seperti obat penurun tekanan darah ACE-inhibitor. Anda bisa menikmati pisang sebagai kudapan atau menambahkan pisang ke dalam sereal atau salad. Bagaimanapun cara Anda mengkonsumsinya, sebuah pisang berukuran sedang akan menyediakan kebutuhan potasium sampai 422 mg dan bisa mencukupi 17% dari kebutuhan vitamin C harian.   Bit Menurut para ilmuwan meminum 500ml jus bit akan membantu menurunkan tekanan darah secara signifikan. Para ilmuwan menemukan bahwa kandungan nitrat didalam jus bist akan dikonversi menjadi nitrit oleh bakteri yang hidup di lidah. Nitrit kemudian akan dikonversi menjadi nitrit oksida yang sangat penting dalam regulasi dan kontrol dari tekanan darah.   Daging ayam tanpa kulit Mengkonsumsi paha ayam atau dada ayam atau sup ayam ternyata dapat menurunkan tekanan darah juga. Protein yang terkandung didalam dada ayam atau paha ayam akan dipecah didalam perut menjadi peptida (bentuk kecil dari protein). Peptida ini mempunyai cara kerja yang mirip dengan obat penurun tekanan darah ACE inhibitor. Efek menurunkan tekanan darah akan berlanjut sampai 4 jam kedepan setelah memakan dada ayam dan bahkan sampai 24 jam jika mengkonsumsi paha ayam.   Coklat  Mengkonsumsi coklat dalam bentuk coklat hitam atau minuman coklat dapat menurunkan tekanan darah pada mereka yang mengalami kelebihan berat badan. Coklat atau cocoa mengandung polyphenol yang didalam tubuh akan diubah menjadi nitrit oksida yang akan membantu menurunkan tekanan darah. Sebagai contoh 2 gelas cocoa mampu memperbaiki dinding pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Tetapi jika Anda mengkonsumsi coklat disertai gula maka tidak akan memberi pengaruh apapun. Lagipula, terlalu banyak gula justru akan meningkatkan berat badan bukan?   Bawang putih Ada banyak sekali pertentangan mengenai penggunaan singkat dari bawang putih untuk menurunkan tekanan darah. Bawang putih memerlukan waktu lebih lama dalam menurunkan tekanan darah, karena pada awal kerjanya bawang putih akan menurunkan kadar lemak didalam darah. Jadi sebenarnya tidak tepat penggunaan bawang putih untuk menurunkan tekanan  darah. Tetapi bawang putih secara tidak langsung dapat menurunkan tekanan darah. Jika Anda tidak tahan dengan bau bawang putih yang menyengat, Anda bisa menggantinya dengan suplemen bawang putih dalam bentuk kapsul.   Bawang merah Rutin, merupakan jenis flavonoid atau antioksidan yang banyak terkandung dalam berbagai jenis makanan misalnya saja bawang merah, apel, teh dan anggur merah terbukti dapat menurunkan tekanan darah. Sebuah penelitian membuktikan pasien diabetes yang diberikan suplemen Rutin selama 60 hari menunjukkan hasil penurunan tekanan darah yang signifikan. Selain itu rutin tidak memiliki efek samping.   Diet DASH "Dietary Approaches to Stop Hypertension" diet atau diet DASH mengindikasikan bahwa dengan mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung potasium dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. Diet ini banyak melibatkan buah-buahan dan sayuran yang mengandung potasium.     Sumber: medindia
 25 Jan 2018    18:00 WIB
Dampak Buruk Mengkonsumsi Makanan Rendah Nutrisi
Mengkonsumsi diet sehat dapat menjadi sangat berat dan merepotkan bagi sebagian besar orang, terutama bila anda telah terlalu sibuk dan lelah bekerja untuk memasak makanan. Pada sisi lain, makanan siap saji atau berbagai jenis makanan olahan lainnya dapat dimasak dengan cepat dan memiliki rasa yang cukup enak, akan tetapi dapat menyebabkan anda kekurangan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh anda. Di bawah ini terdapat beberapa dampak buruk dari kekurangan berbagai nutrisi penting tersebut. Peningkatan Berat BadanAnda akan mengalami peningkatan berat badan bila anda mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang anda keluarkan. Kentang goreng, berbagai jenis makanan ringan, hamburger, pizza, atau ayam goreng dapat menyebabkan anda kekurangan berbagai nutrisi penting. Semua jenis makanan ini memiliki kalori yang tinggi tetapi sedikit nutrisi. Kekurangan Berbagai Nutrisi PentingDiet yang buruk mungkin dapat mencukupi kebutuhan protein dan lemak harian anda, akan tetapi tidak demikian dengan berbagai nutrisi penting lainnya yang juga diperlukan oleh tubuh anda. Anda dapat mengalami kekurangan kalsium, zat besi, vitamin D, dan asam folat yang banyak terdapat pada buah dan sayuran. Anda juga mungkin akan kekurangan asam lemak omega 3 rantai panjang, seperti asam dokosaheksanoid (DHA) dan asam eikosapentaenoat (EPA) yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung. Omega 3 banyak terdapat di dalam ikan dan kerang. Tekanan Darah TinggiDiet tinggi natrium (garam) merupakan salah satu faktor resiko terjadinya tekanan darah tinggi, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Makanan olahan, makanan siap saji, dan junk food cenderung mengandung banyak natrium. Diet tinggi kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah anda, akan tetapi diet yang buruk mungkin hanya mengandung sedikit kalium. Kalium banyak ditemukan pada sayuran, buah-buahan, dan susu serta produk olahannya. Peningkatan Kadar KolesterolTerdapat berbagai jenis makanan yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol anda, yang tentunya juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Makanan siap saji, makanan olahan, dan junk food mengandung banyak lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL. Selain itu, kurangnya konsumsi buah dan sayuran juga dapat menyebabkan anda kekurangan serat, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan resiko penyakit jantung. Sumber: healthyeating.sfgate
 30 Sep 2017    15:00 WIB
5 Alasan Mengapa Anda Harus Kurangi Konsumsi Garam
Garam adalah salah satu jenis bumbu yang paling banyak digunakan diseluruh dunia. Garam dapat menambah cita rasa dari suatu masakan dan banyak orang tidak dapat lepas dari garam walaupun hanya membutuhkan jumlah yang sedikit. Ya garam memang bisa memberikan manfaat kesehatan kepada Anda jika dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas, tetapi jika terlalu banyak garam justru dapat merugikan kesehatan Anda. berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus membatasi konsumsi garam harian Anda. The American Heart Association (AHA) menyarankan untuk seseorang yang sehat tanpa tekanan darah tinggi, diabetes atau penyakit jantung lainnya tidak boleh mengkonsumsi garam melebihi 3,75 gram garam setiap harinya. Walaupun garam dapat memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh, tetapi konsumsi garam yang melebihi dosis anjuran perhari dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Berikut adalah berbagai gangguan kesehatan yang akan muncul jika Anda tidak membatasi konsumsi garam harian Anda.1.  Tekanan DarahKonsekuensi utama dari konsumsi tinggi garam adalah peningkatan darah tinggi. Kondisi ini jika dibiarkan maka dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung dan stroke. Penelitian memperkirakan dengan mengurangi asupan sodium di garam sampai satu pertiga akan dapat menurunkan resiko stroke sampai 22% dan resiko serangan jantung sampai 16%. 2.  OsteoporosisOsteoporosis adalah salah satu kondisi medis yang menyerang tulang, menyebabkan tulang rapuh dan cenderung mudah patah. Kalsium merupakan salah satu mineral penting untuk memperkuat tulang. Diet tinggi garam dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium sehingga menyebabkan tulang rapuh dan terkena osteoporosis 3.  Kanker PerutTelah banyak penelitian yang dilakukan untuk memastikan adanya hubungan antara konsumsi tinggi garam dengan terjadinya kanker lambung. Penelitian tersebut mengatakan orang yang selalu menambahkan garam ke makanan mereka mengalami peningkatan resiko terkena kanker lambung sebanyak 78% 4.  ObesitasKonsumsi sodium memang tidak secara langsung menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas, tetapi memiliki kaitan dengan hal tersebut. Garam membuat Anda merasa sangat haus dan membuat Anda minum lebih banyak dan tidak selalu air. Dengan memilih minum minuman energi atau minuman yang mengandung gula lainnya akan menyebabkan Anda mengalami peningkatan berat badan terutama untuk anak-anak dan remaja. 5.  Batu GinjalBatu ginjal dapat terjadi karena endapan kalsium di ginjal. Garam menyebabkan tubuh kehilangan calsium dan tubuh mengeluarkannya melalui urin. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya endapan kalsium di ginjal dan membentuk batu ginjal.Sumber: healthmeup
 14 Jun 2017    18:00 WIB
5 Gejala Dari Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah atau hipotensi merupaka jenis kondisi yang sering terjadi terutama diantara mereka yang menjalani diet yang tidak sehat atau mereka yang mengalami kekurangan nutrisi. Kekurangan darah didalam tubuh dan stress juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Setiap kali terjadi denyut jantung, darah akan menekan dinding pembuluh darah dengan tekanan rata-rata yang normal. Tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHG, dan tekanan ini dapat berkurang karena berbagai alasan sehingga menyebabkan hipotensi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala seperti pusing yang disebabkan kurangnya aliran darah ke organ vital seperti jantung, otak dan ginjal. Gejala dari tekanan darah rendah dapat diketahui melalui pengukuran tekanan darah. Selain itu penurunan tekanan darah dapat memberikan gejala-gejala khas seperti dibawah ini.1.  PusingPusing atau kepala terasa melayang merupakan gejala yang paling terjadi saat tekanan darah rendah terjadi. Hal ini terjadi karena aliran darah ke otak tidak mencukupi kebutuhan sehingga kebutuhan otak akan oksigen tidak cukup. Bahkan terkadang tekanan darah rendah dapat menyebabkans seseorang pingsan. 2.  Nafas pendek-pendek dan cepatSaat tekanan darah tidak mencukupi, aliran darah dapat terhambat oleh otot jantung. Hal ini menyebabkan nafas sesak dan pendek-pendek bahkan terkadang sampai menyebabkan nyeri dada. 3.  Kulit pucatSaat aliran darah ke bagian permukaan kulit tidak tercukupi, warna kulit akan terlihat pucat. Terkadang gejala disertai rasa dingin di telapak tangan dan kaki, denyut nadi yang lemah. 4.  Denyut jantung tidak teraturKarena tekanan darah rendah jantung tidak dapat memompa darah dengan baik, kondisi tersebut dapat menyebabkan irama jantung tidak teraturt atau dikenal dengan aritmia. 5.  Nyeri kepalaTekanan darah rendah dapat menyebabkan nyeri kepala. Nyeri kepala yang disebabkan karena variasi dari tekanan darah disebut orthostatic dan secara umum terjadi ketika ada perubahan tekanan darah secara tiba-tiba. Terkadang kondisi ini dapat menyebabkan muntah. Tekanan darah rendah walaupun tidak seberbahaya tekanan darah tinggi harus tetap mendapat perhatian secara medis, terutama jika gejala yang dirasakan semakin memburuk. Jika tekanan darah rendah menyebabkan seseorang pingsan, maka yang harus Anda lakukan Adalah membaringkan orang itu di permukaan yang rata dan angkat kakinya lebih tinggi dari tubuh. Saat aliran darah kembali normla, kesadaran orang tersebut akan kembali.Sumber: magforwomen
 12 May 2017    15:00 WIB
Apakah Bertemu Dokter Dapat Meningkatkan Tekanan Darah?
Menurut penelitian terbaru pembacaan hasil tekanan darah pasien yang dilakukan oleh dokter biasanya lebih tinggi dibandingkan jika dilakukan oleh perawat. Mengapa bisa demikian? Diduga kaitan antara dokter dan peningkatan pembacaan tekanan darah diketahui karena "efek jas putih" atau "white coat effect" dan dipercaya karena disebabkan oleh kegugupan pasien diperiksa oleh seorang dokter. Efek ini sudah pernah diteliti oleh beberapa studi lalu, tetapi baru dikonfirmasi oleh penelitian terbaru ini. Para peneliti menganalisis data dari lebih 1.000 pasien yang menjalani pembacaan tekanan darah yang dilakukan baik oleh dokter dan perawat pada satu kali kunjungan. Pembacaan yang dilakukan oleh dokter secara signifikan lebih tinggi dibandingkan yang dilakukan oleh perawat. Penelitian ini dipublikasikan pada British Journal of General Practice akan membuat perubahan mengenai bagaimana cara pembacaan tekanan darah dilakukan. Seorang dokter tetap harus memeriksakan tekanan darah sebagai bagian dari pemeriksaan fisik terhadap pasien yang sakit atau sebagai pemeriksaan rutin, tetapi bukan merupakan keputusan klinik dari diagnosa tekanan darah. Diagnosa tekanan darah ditegakkan setelah melalui beberapa pemeriksaan fisik dan anamnesa yang jelas. Perbedaan hasil pembacaan tekanan darah yang dilakukan oleh dokter dan perawat ini sangatlah jelas, karena beberapa pasien telah melewati ambang tekanan darah normal dan dikategorikan sebagai tekanan darah tinggi saat diperiksa oleh dokter. Dengan begitu pasien tersebut akan menerima obat penurun tekanan darah yang seharusnya tidak perlu dikonsumsi. Dan obat ini dapat menyebabkan berbagai efek samping yang tidak diinginkan. Beberapa pasien dapat memeriksakan tekanan darah terus menerus dan dapat membuat mereka cemas. Kesalahan ini dapat dihindari dengan meminta seseorang lain selain dokter untuk memeriksakan tekanan darah dan pastikan dicatat dengan baik.   Sumber: webmd
 22 Jan 2017    08:00 WIB
Benarkah Konsumsi Minuman Beralkohol Dapat Melindungi Jantung Penderita Tekanan Darah Tinggi?
Mengkonsumsi minuman beralkohol memang telah banyak dihubungkan dengan peningkatan resiko terjadinya tekanan darah tinggi. Akan tetapi, pada sebuah analisis baru pada berbagai penelitian terdahulu, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol sebanyak 1 atau 2 gelas setiap harinya justru dapat membantu melindungi penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dari penyakit jantung dan bahkan kematian. Akan tetapi, para peneliti juga menekankan bahwa bagi para penderita hipertensi yang tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol sebelumnya tetap tidak dianjurkan untuk memulai konsumsi minuman beralkohol hanya karena hasil penelitian ini. Hal ini dikarenakan para peneliti tidak sepenuhnya yakin apakah benar konsumsi minuman beralkohol dapat membantu menjaga kesehatan jantung seseorang hanya berdasarkan sebuah penelitian observasi yang tidak meneliti semua aspek yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung seseorang selain dari apa yang biasa mereka lakukan dan apa dampaknya pada mereka. Pada analisis ini, para peneliti menggabungkan data dari 9 penelitian sebelumnya, yang meneliti hampir 400.000 orang penderita hipertensi.  Pada berbagai penelitian tersebut, para peneliti juga mencatat bagaimana konsumsi minuman alkohol setiap peserta penelitian, termasuk jenis minuman beralkohol yang mereka konsumsi seperti wine, bir, dan berbagai jenis minuman beralkohol lainnya.  Selain itu, para peneliti juga mencatat riwayat penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan kematian akibat sebab apapun pada semua peserta penelitian. Para peneliti kemudian membagi peserta penelitian menjadi 4 kelompok, yaitu: Peserta yang jarang atau tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol Peserta yang mengkonsumsi sekitar 10 gram etanol (sekitar sepertiga ons) setiap harinya Peserta yang mengkonsumsi sekitar 20 gram etanol setiap harinya Peserta yang mengkonsumsi sekitar 30 gram etanol setiap harinya Di Amerika, 148 ml wine, 355 ml bir, dan 44 ml minuman beralkohol lainnya mengadung sekitar 14 gram etanol (alkohol murni). Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, serangan jantung, dan stroke menurun seiring dengan semakin banyaknya konsumsi minuman beralkohol.  Akan tetapi, para peneliti juga menemukan bahwa tidak terjadi penurunan resiko terjadinya penyakit jantung bila seseorang mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol (berlebihan atau binge). Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa resiko terjadinya kematian akibat berbagai sebab juga paling rendah pada peserta yang mengkonsumsi 8-10 gram alkohol setiap harinya. Sedangkan resiko kematian tertinggi terdapat pada orang yang mengkonsumsi lebih banyak minuman beralkohol setiap harinya dan yang tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol. Orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah sedikit atau sedang juga memiliki resiko kematian yang lebih rendah, yaitu 18% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol. Beberapa penelitian lainnya juga menemukan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol mungkin dapat membantu mencegah penumpukkan lemak di dalam pembuluh darah, walaupun para peneliti masih tidak mengetahui bagaimana hal ini terjadi. Sampai saat ini, para peneliti masih tidak dapat memastikan apakah alkohol benar-benar dapat menjaga kesehatan jantung seseorang bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat atau apakah kesehatan jantung yang baik merupakan akibat dari gaya hidup sehat yang juga dilakukan oleh orang yang jarang atau sesekali mengkonsumsi alkohol. Para peneliti tetap tidak menganjurkan seseorang untuk mulai mengkonsumsi minuman beralkohol untuk menjaga kesehatan jantungnya. Hal ini dikarenakan seseorang dapat mulai mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau mengalami kecanduan akibat mencoba mulai mengkonsumsi minuman beralkohol.       Sumber: newsmaxhealth