Your browser does not support JavaScript!
 07 Aug 2020    11:00 WIB
Turunkan Tekanan Darah dengan Diet DASH
DASH merupakan singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Sebenarnya tidak diciptakan untuk menurunkan berat badan, melainkan untuk menurunkan tekanan darah. Tapi diet ini juga mendapat penilaian baik dari ahli kesehatan, karena aman dan berguna untuk orang yang menderita penyakit kronis. DASH dikembangkan untuk membantu mencegah dan mengobati hipertensi. Tidak ada trik rahasia untuk mengatur pola makan pada diet DASH, yang perlu diatur adalah konsumsi garam harus rendah, tinggi serat, dan makan 10 porsi harian buah dan sayur untuk diet 2000 kalori perhari. Sistem diet ini dikembangkan oleh 22 ahli gizi di dunia. Berdasarkan ulasan para ahli diet, diet ini memiliki 7 langkah dalam penelitian yaitu: jangka pendek penurunan berat badan, kemudahan, nutrisi, keselamatan, kemampuan untuk mencegah dan mengatasi diabetes, dan mencegah atau mengendalikan penyakit jantung. 2 macam DASH diet Diet DASH standar, yaitu maksimal asupan sodium yang diperbolehkan adalah 2300 mg per hari. Diet DASH di bawah standard, yakni asupan sodium per hari tidak boleh melebihi 1500 mg per hari. Kedua versi diet DASH ini bertujuan untuk mengurangi jumlah asupan sodium yang biasanya pada makanan sehari-hari (tanpa diet) mencapai 3500 mg per hari bahkan lebih. Bagaimana menjalankan DASH diet Kedua macam cara diet DASH menganjurkan Anda untuk mengkonsumsi gandum utuh, buah-buahan, sayuran dan produk susu rendah lemak. Selain itu makanan sehat pada diet sehat ini mencakup beberapa jenis ikan, ayam dan legumes. Sedangkan daging merah, makanan manis(permen) dan lemak dperbolehkan dalam jumlah kecil. Sebagai gambaran umum, DASH diet berprinsip pada rendah lemak, kolesterol dan lemak total. Sajian Makanan Yang Dianjurkan Berikut adalah contoh sajian makanan per hari untuk kebutuhan kalori 2000. Gandum (6 sampai 8 sajian per hari) Jenis makanan : roti, sereal, beras dan pasta. Setiap sajian berisi 1 potong roti tawar gandum, 1 ons sereal kering, atau ½ cup sereal masak, beras atau pasta. Sayuran ( 4 sampai 5 sajian per hari) Sayuran yang termasuk dalam diet DASH adalah sayuran yang kaya akan serat dan mengandung vitamin, mineral penting yang berperan menurunkan tekanan darah seperti potassium dan magnesium. Contoh satu sajian sayuran adalah 1 cup sayur hijau mentah atau ½ cup sayur Buah-buahan ( 4 sampai 5 sajian per hari) Buah-buahan baik untuk penderita hipertensi karena tinggi serat, rendah lemak,  dan mengandung potassium dan magnesium (kecuali alpukat dan kelapa). Produk susu rendah lemak ( 2 hingga 3 sajian per hari) Termasuk di dalamnya adalah susu, yougurt, keju dan produk susu lainnya. Golongan makanan ini sangat bermanfaat karena kandungan kalsium, vitamin D dan protein. Dan pilihlah yang rendah lemak atau bahkan bebas lemak. Daging merah mulus, ayam dan ikan ( sebanyak 6  sajian atau kurang per harinya) Daging merupakan sumber penting protein, vitamin B, zat besi  dan zinc. Namun disebabkan kandungan lemak dan kolesterolnya, sajikan daging bukan sebagai menu utama, atau kurangi porsi daging hari itu dengan menyajikan lebih banyak sayuran. Satu sajian daging misalnya : 1 oz daging ayam kukus tanpa kulit, seafood atau daging tanpa lemak, satu buah telur atau 1 oz tuna kalengan tanpa tambahan garam. Kacang-kacangan, biji-bijian dan legumes (4 sampai 5 sajian per minggu) Yang termasuk di dalamnya adalah kacang almond, biji bunga matahari, ercis, buncis, kacang polong,  dimana kacang-kacangan ini kaya akan magnesium, potassium dan protein. Selain itu juga memiliki kandungan serat tinggi serta zat fitokimia yang berguna untuk mencegah kanker dan penyakit kardiovaskuler. Sajikanlah dalam porsi kecil saja sebab kandungan kalorinya tinggi. Sebagai contoh sajikan 1/3 cup kacang, 2 sendok makan biji-bijian atau ½ cup kacang polong atau buncis kukus. Lemak dan minyak (2 hingga 3 sajian per hari) Lemak merupakan zat gizi yang berperan dalam penyerapan beberapa vitamin dan pembentukan system pertahanan tubuh. Namun konsumsi lemak berlebih akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung, diabetes dan obesitas (kegemukan). Asupan lemak yang dianjurkan adalah 30 % dari total kalori per hari, diutamakan bersumber dari lemak sehat(lemak tak jenuh). Contoh satu sajian makanan dengan kandungan lemak yaitu 1 sendok makan mayonnaise rendah lemak atau 2 sendok makan light salad dressing. Makanan manis (paling banyak 5 sajian per minggu) Tidak perlu mem-black list makanan manis, hanya kurangi asupannya. Tiap sajian berupa 1 sendok makan gula, jelly atau jam, ½ cup sornet atau 1 cup lemonade. Baca juga: Tips Untuk Mencegah Terjadinya Tekanan Darah Tinggi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 02 Jul 2020    11:00 WIB
Pra Hipertensi? 6 Tips Untuk Mencegahnya Berubah Menjadi Hipertensi!
Apakah tekanan darah Anda lebih tinggi daripada normal tetapi lebih rendah daripada batasan tekanan darah tinggi? Anda mungkin mengalami suatu keadaan yang disebut dengan pra hipertensi. Disebut pra hipertensi bila tekanan darah sistolik Anda berada di antara 120-139 dan tekanan darah diastolik berada di antara 80-89 mmHg. Bila demikian, maka resiko Anda untuk mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) pun akan semakin meningkat. Sebuah penelitian menemukan bahwa menderita pra hipertensi dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke, terutama bila Anda berusia kurang dari 65 tahun. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah pra hipertensi Anda berubah menjadi hipertensi yang sebenarnya.  1.      Perhatikan Apa yang Anda Makan Mulailah mengkonsumsi banyak buah, sayuran, gandum, dan berbagai produk susu rendah lemak. Berbagai makanan ini dapat membantu mengurangi kadar lemak dan kolesterol di dalam tubuh. Selain itu, makanan ini juga dapat membantu mengurangi konsumsi natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah dan karena mengandung banyak kalsium, kalium, dan magnesium; maka makanan ini juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.  2.      Perhatikan Jumlah Garam yang Anda Konsumsi Sebagian besar dokter pasti akan meminta Anda untuk mengurangi konsumsi garam. American Heart Association menganjurkan para penderita pra hipertensi untuk membatasi konsumsi garamnya yaitu tidak lebih dari 1.500 mg atau sama dengan 1 sendok teh garam setiap harinya.  3.      Berolahraga Secara Teratur Mulailah berolahraga secara teratur, setidaknya selama 30 menit setiap harinya atau 5 hari selama seminggu. Hal ini dapat membantu menjaga berat badan Anda tetap ideal karena memiliki berat badan berlebih dapat meningkatkan resiko terjadinya pra hipertensi.  4.      Batasi Konsumsi Minuman Beralkohol Batasilah konsumsi minuman beralkohol Anda, yaitu tidak lebih dari 2 gelas setiap harinya bila Anda seorang pria dan tidak lebih dari 1 gelas setiap harinya bila Anda seorang perempuan.  5.      Atasi Stress Sebenarnya, para peneliti pun masih tidak dapat memastikan apakah stress kronik sendiri dapat meningkatkan tekanan darah seseorang bila berlangsung dalam waktu lama. Akan tetapi, karena stress dapat membuat seseorang makan lebih banyak dan berhenti berolahraga, maka stress pun secara tidak langsung dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi. Oleh karena itu, temukanlah cara untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi stress dalam kehidupan Anda.  6.      Periksa Tekanan Darah Anda Secara Teratur Jika memungkinkan, belilah alat pemeriksa tekanan darah sehingga Anda pun dapat mengukur tekanan darah Anda setiap harinya. Periksalah tekanan darah Anda 2 kali sehari, satu kali di pagi hari dan satu kali di malam hari. Dengan demikian, Anda pun dapat mengetahui berapa tekanan darah Anda dan perubahan yang terjadi padanya di sepanjang hari.     Sumber: webmd
 07 Nov 2019    18:00 WIB
Apa Gejala Tinggi Atau Rendahnya Kadar Gula Darah Anda?
Selain memiliki beberapa dampak negatif bagi tubuh, seperti menyebabkan terjadinya obesitas dan diabetes, gula juga diperlukan tubuh sebagai salah satu sumber tenaga penting bagi tubuh.  Akan tetapi, untuk itu diperlukan pengaturan kadar gula darah di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti terlalu tingginya kadar gula darah di dalam tubuh, hiperglikemia, atau terlalu rendahnya kadar gula darah di dalam tubuh, hipoglikemia.   Hiperglikemia  Hiperglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah seseorang terlalu tinggi di dalam tubuhnya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti: Mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung banyak gula Tidak memiliki cukup insulin di dalam tubuh Menderita cedera atau infeksi tertentu Stress  Jika tidak ditangani segera, hiperglikemia dapat menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan di dalam tubuh, termasuk pada mata, ginjal, pembuluh darah, saraf, dan jantung.   Hipoglikemia Hipoglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah di dalam tubuh terlalu rendah. Hipoglikemia dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti: Terlalu banyak berolahraga Mengkonsumsi terlalu banyak hormon insulin Kekurangan asupan nutrisi Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat menyebabkan terjadinya syok hipoglikemia, dan bahkan kematian.   Kapan Hiper atau Hipoglikemia Terjadi? Terjadinya hiper atau hipoglikemia dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Jika hiperglikemia disebabkan oleh terlalu banyak makan, maka diperlukan waktu 3-5 jam hingga gejala muncul. Jika hipoglikemia terjadi karena kurangnya asupan makanan, maka diperlukan waktu beberapa jam hingga beberapa hari hingga gejala muncul, tergantung pada berapa lama kekurangan gizi tersebut berlangsung. Jika disebabkan oleh insulin, maka gejala hiper atau hipoglikemia dapat terjadi dalam waktu singkat, tergantung pada seberapa banyak insulin yang dikonsumsi. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.   Gejala Hiperglikemia Beberapa gejala hiperglikemia adalah: Peningkatan nafsu makan Rasa lelah berlebihan Sering buang air kecil Penurunan berat badan Sering haus Mulut terasa kering Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau bila gejala terus memburuk, segera hubungi dokter Anda.   Gejala Hipoglikemia Beberapa gejala hipoglikemia adalah: Berkeringat terus-menerus Badan terasa lemas Merasa cemas Peningkatan denyut jantung Mudah marah Nyeri kepala Perut terasa nyeri karena lapar Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau terus memburuk, maka segera hubungi dokter Anda.   Gejala Darurat yang Membutuhkan Pertolongan Medis Segera Beberapa gejala di bawah ini dapat terjadi pada keadaan hiper maupun hipoglikemia dan membutuhkan pertolongan medis segera. Beberapa gejala tersebut adalah: Penurunan berat badan dalam waktu singkat Pusing saat mencoba untuk berdiri Pingsan Kesulitan bernapas Mengalami penurunan kesadaran Merasa bingung akan lingkungan sekitar Berbagai gejala di atas dapat merupakan gejala syok akibat hiper atau hipoglikemia yang Anda alami. Segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan segera.  Baca juga: Efek Pisang Terhadap Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 05 Sep 2019    11:00 WIB
Cara Alami Turunkan Tekanan Darah
Darah tinggi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah di arteri menjadi naik. Darah tinggi jarang menunjukkan gejala, dan pengenalannya biasanya melalui skrining, atau saat mencari penanganan medis untuk masalah kesehatan yang tidak berkaitan. Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi melaporkan sakit kepala (terutama di bagian belakang kepala dan pada pagi hari), serta pusing, vertigo, tinitus (dengung atau desis di dalam telinga), gangguan penglihatan atau pingsan. Tekanan darah rendah juga dapat menyebabkan pusing, mual dan pada kasus yang ekstrim dapat menyebabkan shock. Tekanan darah tinggi yang ekstrim juga dapat menimbulkan serangan jantung. Untuk itu Anda harus rajin mengontrol tekanan darah dengan memeriksanya dengan teratur. Menurut penelitian tekanan darah tinggi lebih berbahaya dibandingkan tekanan darah rendah. Untuk menurunkan tekanan darah tinggi diperlukan pengobatan yang baik dan teratur untuk memastikan tidak timbul efek samping yang merugikan. Tapi jangan khawatir, tekanan darah yang tinggi tak melulu harus diatasi dengan obat-obatan kimia. Berikut adalah beberapa cara alami untuk menurunkan tekanan darah: Berolahraga secara teraturOlahraga dapat mengurangi tingkat stress dan menurunkan tekanan darah. Olahraga juga terbukti meningkatkan hormon yang dapat membuat Anda merasa "senang". Hormon inilah yang membuat turunnya tekanan darah. Dengan berolahraga secara teratur juga akan membantu Anda mempertahankan berat badan dan indeks masa tubuh. Peningkatan berat badan juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Sehingga dengan mempertahankan berat badan berarti Anda juga mempertahankan tekanan darah. Makanan sehatMakanan yang mengandung kolesterol dan lemak tinggi dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Oleh karena itu hindarilah makanan yang berminyak dan berlemak untuk menjaga tekanan darah Anda tetap normal. Terdapat berbagai jenis buah, sayuran dan gandum yang mampu menurunkan tekanan darah. Selalu masukkan sayuran seperti salad, roti gandum, buah dan sup ke dalam menu makan Anda. jangan lupa mengkonsumsinya secara teratur. Tinggalkan kebiasaan merokok dan alkoholKecanduan rokok, te,bakau dan alkohol berakibat buruk untuk kesehatan Anda. dengan mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak akan memberikan efek ke tubuh Anda secara darstis. Tekanan darah akan meningkan 5-10 mmHg setiap kali mengkonsumsi alkohl. Hal yang sama juga terjadi saat mengkonsumsi tembakau. Kafein dengan kadar yang tinggi juga dapat mengakibatkan hal yang sama dengan alkohol. Kurangi garamSalt mengandung sodium didalamnya dan sodium dapat meningkatkan tekanan darah. Sodium paling banyak masuk ke dalam tubuh paling banyak  melalui garam. Untuk dapat menurunkan kadar gula darah maka Anda harus menghindari konsumsi garam kurang dari 5 gram perhari. Juga hindari makanan yang menagandung banyak garam didalamnua seperi keripik dan kudapan dalam kemasan. Periksa tekanan darah secara teraturMasalah tekanan darah tinggi tidak boleh dianggap enteng. And aharus memeriksa tekanan darah Anda secara teratur dan waspadai fluktuasi tekanan darah yang terjadi. Dengan memeriksa tekanan darah secara teratur Anda juga dapat memantau efek yang dihasilkan setelah Anda mengkonsumsi makanan alami yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah. Jika Anda sudah berhasil menurunkan tekanan darah dengan cara-cara diatas, Anda juga harus dapat mempertahankannya dengan cara tetap berpikir positif dan jauhi stress. Baca juga: Berbagai Penyebab Menurunnya Tekanan Darah Saat Berdiri Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Boldsky
 12 Aug 2019    11:00 WIB
Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis Hipertensi?
Tekanan darah tinggi atau hipertensi didiagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darah. Ada dua komponen dari tekanan darah yaitu: sistolik dan diastolik. Tekanan SistolikTekanan sistolik adalah angka yang tertulis di awal (atau diatas). Tekanan sistolik menggambarkan tekanan didalam arteri ketika jantung berkontraksi memompa darah. Tekanan DiastolikTekanan diastolik adalah angka yang tertulis kedua (atau dibawah). Tekanan diastolik menggambarkan tekanan didalam pembuluh darah arteri ketika jantung beristirahat dan mengisi kembali dengan darah. Dengan kata lain tekanan diastolik mengambarkan keadaan diantara kedua denyut jantung.Angka tekanan darah sering dituliskan dengan format tekanan sistolik/tekanan diastolik, sebagai contoh 120/80. Unit satuan untuk tekanan darah adalah milimeter merkuri atau mmHG. Kategori tekanan darah pada orang dewasaThe National Heart, Lung, and Blood Institute membagi tekanan darah menjadi beberapa kategori. Berikut adalah kategori pembagian tekanan darah pada orang dewasa: •  NormalTekanan sistolik kurang dari 120mmHg dan tekanan diastolik kurang dari 80mmHg.•  PrahipertensiTekanan sistolik 120-139mmHg atau tekanan diastolik 80-90mmHg•  Tekanan darah tinggi tingkat 1Tekanan sistolik 140-159 atau tekanan diastolik 90-99mmHg•   Tekanan darah tinggi tingkat 2Tekanan sistolik 160mmHg keatas atau tekanan diastolik 100mmHg keatas.Ketika tekanan sistolik dan diastolik yang diperoleh memiliki kategori yang berbeda maka yang digunakan adalah kategori yang paling tinggi. Misalnya, hasil pemeriksaan tekanan darah 165/85 akan masuk kedalam kategori tekanan darah tinggi tingkat 2. Isolated systolic hypertension mengacu pada tekanan darah tinggi dimana hanya tekanan sistolik saja yang mengalami peningkatan. Hal ini sering terjadi pada dua pertiga orang tua berusia lebih dari 60 tahun. Kondisi ini harus mendapatkan perhatian yang serius karena setiap saat angka tersebut dapat naik dan akan menyebabkan berbagai gangguan yang tidak diinginkan jika tidak diatasi sejak dini.Sumber: healthline
 01 Aug 2019    18:00 WIB
Seberapa Dampak Buruk Garam Bagi Kesehatan ?
Mengkonsumsi banyak garam (natrium) dapat berdampak negatif bagi kesehatan anda, yaitu menyebabkan peningkatan tekanan darah dan berbagai komplikasi jantung. Akan tetapi, konsumsi natrium dalam jumlah sedang (sesuai rekomendasi ahli keseahtan) justru dapat berdampak positif bagi kesehatan anda, yaitu membuat tubuh anda berfungsi sebagaimana mestinya. Jumlah natrium yang boleh anda konsumsi berbeda-beda setiap harinya, tergantung pada berbagai keadaan kesehatan anda.Dampak PositifNatrium membantu otot dan saraf anda bekerja sebagaimana  mestinya dengan cara membantu kontraksi otot dan transmisi impuls saraf. Selain itu, natrium juga membantu mengatur tekanan dan volume darah. Mengkonsumsi natrium dalam jumlah yang sesuai dapat membantu mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh anda dan menjaga pH darah anda.Dampak NegatifMengkonsumsi terlalu banyak natrium (garam) di dalam menu makanan anda dapat menyebabkan berbagai efek samping berbahaya dan berat. Misalnya saat ginjal (berfungsi untuk menjaga keseimbangan kadar natrium) tidak dapat mengeluarkan natrium dari dalam tubuh, maka natrium akan mulai menumpuk di dalam darah. Terlalu banyak natrium di dalam darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi serta penumpukkan cairan di dalam tubuh orang-orang yang menderita gagal jantung kongestif, sirosis hati, atau penyakit ginjal. Berbagai keadaan ini menyebabkan ginjal semakin sulit menjaga keseimbangan kadar natrium.Terlalu banyak garam menyebabkan air tertahan di dalam tubuh sehingga terjadi peningkatkan volume darah dan menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah, yang meningkatkan tekanan pada pembuluh darah. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung, gagal jantung, atau stroke.Berapa Banyak Garam yang Boleh Dikonsumsi Setiap Harinya?Garam dapur mengandung natrium (40%). Satu sendok teh garam mengandung sekitar 2.300 mg natrium, yang merupakan jumlah garam maksimal yang boleh dikonsumsi oleh orang dewasa sehat setiap harinya. Orang yang menderita tekanan darah tinggi harus membatasi jumlah konsumsi natrium hingga 1.500 mg setiap harinya. Orang yang menderita gagal jantung kongestif, sirosis hati, dan penyakit ginjal mungkin hanya diperbolehkan mengkonsumsi lebih sedikit natrium. Para ahli mengatakan bahwa orang yang berusia lebih dari 51 tahun cenderung lebih mudah mengalami berbagai efek samping dari natrium seperti pengerasan pembuluh darah akibat penuaan, yang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.Sumber: healthyeating.sfgate
 28 Jul 2019    11:00 WIB
Mengenal Jenis-Jenis Hipertensi
Mudah marah, suka teriak-teriak, gampang tersinggung, itu gejala hipertensi atau memang karakter. Biar lebih jelas, mari kita bahas bersama. Hipertensi adalah istilah medis untuk tekanan darah tinggi. Ini dapat menyebabkan komplikasi parah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kematian. Wah…sebelum marah, pikir-pikir dulu yah dan belajar tenang. Dari pada terkena penyakit mematikan. Pedoman medis yang dikeluarkan oleh American Heart Association (AHA) pada bulan November 2017. Menentukan hipertensi sebagai tekanan darah tinggi, jika mencapai angka sistolik sebesar 130 lebih dan dengan diastolik sebesar 80 milimeter merkuri (mmHg). Sistolik dan Diastolik adalah dua macam tekanan darah. Tekanan darah Sistolik, adalah tekanan darah, dimana tekanan darah ini tercipta karena adanya kontraksi jantung, sehingga mendorong darah melalui arteri ke seluruh tubuh kita, dengan mengacu pada jumlah tekanan darah yang ada dalam arteri. Sedangkan tekanan darah Diastolik adalah Tekanan darah bawah atau angka bawah yang memperlihatkan jumlah tekanan darah di dalam arteri ketika jantung kita sedang beristirahat (antara ketukan/ detak), seperti saat kita tidur. Singkatnya Sistolik Tekanan darah maksimum yang ada dalam arteri manusia dan Diastolik Tekanan darah minimum yang ada dalam arteri manusia. Lalu tanda-tanda apa yang dapat kita ketahui jika kita mengalami hipertensi atau tidak. Kita bisa mengetahui, apakah kita mempunyai tekanan darah tinggi atau tidak. Dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah yang bernama sphygmomanometer. Sphygmomanometer terbagi menjadi 3 jenis yaitu tensi meter air raksa, tensimeter aneroid dan tensimeter digital. Harga tensimeter setiap jenisnya berbeda-beda. Dan setiap jenisnya mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. 1. Tensimeter Air Raksa. Tensimeter jenis ini merupakan tensimeter konvensional, alat tensi ini sudah jarang digunakan karena alasan keamanan. Pada alat ini terdapat air raksa sebagai pengukur tekanan darah dan apabila pecah dan mengenai tubuh maka bisa berdampak buruk. Meskipun begitu, keakuratan tensimeter air raksa paling tinggi dibanding jenis tensimeter lainnya. Sistem kerjanya memakai dua alat, yaitu tensimeter dan stetoskop. Kedua alat tersebut dikombinasikan sehingga dapat menyimpulkan secara akurat normal atau tidaknya tekanan darah kita. 2. Tensimeter Aneroid. Tensimeter aneroid, lebih aman dibanding tensimeter air raksa. Tensimeter aneroid tidak menggunakan air raksa sebagai pengukur tekanan darah melainkan menggunakan jarum mekanik yang mana akan bekerja sewaktu kain sintetis melingkar di lengan. 3. Tensimeter Digital. Tensimeter digital akan menampilkan hasil ukur digital secara otomatis. Dibandingkan dengan jenis air raksa dan aneroid, alat tensi digital ini sangat mudah digunakan bahkan untuk orang non-medis sekalipun. Pengoperasiannya sangat sederhana, hanya menekan tombol start dan stop, maka alat ini akan bekerja secara otomatis melakukan pengukuran dan hasil pengukuran akan langsung ditampilkan pada layar. Harga alat tensi digital ini lebih mahal dibanding dengan 2 jenis tensimeter sebelumnya. Kelebihan lain dari alat tensi digital yaitu dilengkapi dengan fitur tambahan, seperti informasi denyut jantung serta dilengkapi memori guna menyimpan hasil pengukuran. Berikut adalah pedoman AHA  2017 tentang rentang (angka) tekanan darah:                Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)   Tekanan darah normal   Kurang dari 120   Kurang dari 80   Tinggi Antara 120 dan 129   Kurang dari 80   Stadium 1 hipertensi   Antara 130 dan 139   Antara 80 dan 89   Stadium 2 hipertensi   Paling sedikit 140   Paling sedikit 90   Krisis hipertensi   Lebih dari 180   Lebih dari 120                                                      Jika pembacaan menunjukkan krisis hipertensi saat kita mengukur tekanan darah kita, tunggu 2 atau 3 menit dan kemudian ulangi tes untuk memastikan. Dan jika ternyata positif kita mengalami krisis hipertensi, segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mengatasi hal ini.   Baca juga : Diet Hipertensi: Yang Harus dan Tidak Boleh Dimakan. Sumber : www.webmd.com
 17 Jul 2019    16:00 WIB
Yang Harus dan Tidak Boleh Dimakan Bagi Diet Hipertensi
Peraturan pertama untuk menurunkan tekanan darah adalah mengurangi atau menghentikan konsumsi dari garam. Tetapi diet hipertensi tidak hanya mengenai garam, ada beberapa jenis makanan yang memang harus Anda masukkan ke menu diet Anda dan ada beberapa jenis makanan yang harus Anda hindari. Sayur-sayuran Mengkonsumsi sayuran merupakan pilihan yang menyehatkan. Sangat direkomendasikan untuk Anda mengkonsumsi sayuran berdaun hijau gelap untuk membantu menurunkan tekanan darah. Kafein  Kafein yang banyak terkandung di kopi dapat dengan cepat meningkatkan tekanan darah, yang mungkin bisa memberikan efek baik jika Anda memang dalam kondisi yang lemah energi dan tekanan darah rendah. Tetapi jika Anda menderita tekanan darah tinggi maka tidak disarankan untuk mengkonsumsi kafein. Batasi alkohol Alkohol tidak hanya meningkatkan tekanan darah, tetapi konsumsi alkohol berulang dapat menyebabkan tekanan darah naik secara konstan dan dalam jangka waktu panjang. Oleh karena itu sangat penting untuk menghidari konsumsi alkohol untuk menurunkan tekanan darah Kurangi garam Pembatasan sodium akan mengontrol tekanan darah dan juga dapat mencegah timbulnya darah tinggi untuk mereka yang belum mengalami tekanan darah tinggi. WHO merekomendasikan tidak lebih dari 2.000mg sodium atau lima gram garam, yang setara dengan satu sendok teh perhari. Jangan lupa untuk mengawasi kandungan garam pada makanan dalam kemasan, fast food dan makanan kaleng, dan semua sumber garam lainnya. Susu skim Jika Anda ingin menurunkan tekanan darah, konsumsinya segelas susu skim setiap harinya. Susu skim kaya akan kalsium dan vitamin D. kedua nutrisi ini bekerja secara tim untuk membantu menurunkan tekanan darah dan juga meningkatkan kekuatan tulang Anda. selain itu, kandungan vitamin D dan kalsium dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung.   Sumber: healthmeup
 03 Feb 2019    11:00 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Jantung dan Pembuluh Darah
Tekanan darah tinggi sama halnya seperti diabetes, dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh sebelum menimbulkan gejala. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ, terutama pada jantung dan pembuluh darah. KERUSAKAN PADA PEMBULUH DARAHPembuluh darah arteri merupakan suatu pembuluh darah kuat, fleksibel, dan bersifat elastis. Arteri berfungsi untuk menyalurkan berbagai nutrisi dan oksigen ke berbagai organ tubuh. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam arteri yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah tersebut. 1.      Kerusakan dan Penyempitan ArteriTekanan darah tinggi dapat merusak sel penyusun dinding dalam pembuluh darah, yang pada akhirnya menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan keras (arteriosklerosis). Kerusakan pada dinding pembuluh darah ini menyebabkan kolesterol yang berada di dalam pembuluh darah anda menempel pada dinding pembuluh darah yang rusak tersebut (aterosklerosis) dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah.Penyempitan pembuluh darah ini menyebabkan berkurangnya aliran darah ke berbagai organ penting, seperti otak, ginjal, jantung, tangan, dan kaki. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi seperti nyeri dada (angina), serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, stroke, penyumbatan pembuluh darah tepi di tangan dan kaki, kerusakan mata dan aneurisma.2.      AneurismaAneurisma terjadi akibat peningkatan tekanan di dalam dinding pembuluh darah dalam waktu lama yang pada akhirnya menyebabkan pelebaran dinding pembuluh darah yang memang sudah melemah.Aneurisma dapat pecah sewaktu-waktu dan menyebabkan perdarahan hebat. Aneurisma dapat terjadi di setiap pembuluh darah di dalam tubuh anda, tetapi biasanya paling sering terjadi pada pembuluh darah aorta (pembuluh darah terbesar di dalam tubuh anda). KERUSAKAN PADA JANTUNGSelain pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada jantung. Jantung merupakan organ penting yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada jantung anda.1.      Penyakit Jantung KoronerArteri koroner merupakan pembuluh darah yang mensuplai darah ke otot jantung. Penyempitan dinding pembuluh darah dapat menyebabkan terganggunya aliran darah ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan berbagai jantung seperti nyeri dada, serangan jantung, dan aritmia (gangguan irama jantung)2.      Pembesaran Jantung KiriTekanan darah tinggi menyebabkan jantung anda harus bekerja lebih keras untuk dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Bila berlangsung dalam waktu lama, maka hal ini dapat menyebabkan pembesaran ventrikel (serambi) kiri. Pembesaran ventrikel kiri ini membuat jantung semakin sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Bila tekanan darah terus tidak terkontrol maka dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung, gagal jantung, dan bahkan henti jantung.3.      Gagal JantungTekanan darah tinggi membuat jantung harus bekerja lebih keras. Bila hal ini terus berlangsung untuk waktu yang lama, maka otot jantung akan melemah dan dapat terjadi penurunan fungsi jantung. Jadi, pada dasarnya jantung anda telah kelelahan bekerja dan mulai gagal berfungsi. Serangan jantung dapat memperberat keadaan ini.  Baca juga: 10 Hal Yang Anda Lakukan Ini Bisa Membuat Jantung Makin Sehat. Berani Coba??? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: mayoclinic