Your browser does not support JavaScript!
 29 Dec 2019    11:00 WIB
Hati-Hati Efek Samping Penggunaan Tampon
Saat seseorang wanita mengalami menstruasi biasanya menggunakan pembalut. Namun sekarang ini sudah lumayan banyak wanita yang mulai menggunakan tampon. Menstruasi merupakan siklus alami yang dialami seorang wanita. Sehingga Anda harus memperhatikan mengenai penggunaan pembalut ataupun tampon. Dikatakan bahwa wanita lebih suka menggunakan tampon karena ada beberapa keuntungan dimana si wanita meras lebih bebas dalam bergerak terutama saat berolahraga dan berenang. Namun penggunaan tampon yang tidak baik ternyata mempunyai beberapa efek samping seperti berikut: 1.      Cara pemakaian yang sulit Untuk Anda yang pertama kali menggunakan tampon memasukkan tampon bisa sangat sulit dan membuat  Anda tidak nyaman. Apabila saat Anda menggunakan tampon dan terasa nyeri maka kemungkinan Anda tidak cocok menggunakan tampon. 2.      Bisa bocor Saat Anda menggunakan pembalut bisa selalu memeriksa kemungkinan terjadinya kebocoran, namun agak sulit saat menggunakan tampon.  Jadi penting untuk memilih jenis kekuatan serap tampon. 3.      Kandungan Pestisida Tampon mengandung sejumlah kecil pestisida dan klorin yang digunakan untuk memutihkan dan mensterilkan kapas. Karena penggunaan tampon yang biasanya dimasukkan lebih dalam lubang miss V sehingga bahan-bahan kimia tersebut bisa saja menyebabkan peradangan dan mengiritasi area genital yang sensitif. 4.      Toxic Shock Syndrome Jangan pernah menggunakan tampon lebih dari 8 jam karena Anda bisa terjangkit Toxic Shock Syndrome (TSS) yang bisa saja mematikan. TSS umumnya ditandai dengan demam yang sangat tinggi, pusing, muntah, nyeri otot, penurunan tekanan darah, ruam kulit, kulit seperti terbakar, dan dalam kasus yang parah, gagal ginjal atau gagal hati. Jadi usahakan untuk mengganti tampon Anda sesering mungkin. Perhatikan cara penggunaan tampon yang benar untuk mencegah efek samping dan perhatikan selalu kebersihan area genital saat Anda menstruasi. Sumber: amazine