Your browser does not support JavaScript!
 05 Sep 2018    11:00 WIB
Apakah Bayi Yang Sudah Bisa Makan Masih Butuh Minum Susu ?
Saat bayi kesayangan Anda sudah berusia 1 tahun maka biasanya kebiasaan minum susu akan berkurang karena sudah mulai makan beberapa jenis makanan. Padahal ternyata kebiasaan minum susu ini adalah hal yang penting. Bahkan WHO merekomendasikan untuk Anda para ibu agar menyusui sampai bayi usia 2 tahun. Hal ini dikarenakan susu memiliki kandungan nutrisi yang penting.   Berikut Kandungan Nutrisi Susu Yang Dibutuhkan Bayi Anda: Kalsium Susu dan produk susu lainnya menyediakan sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang yang sehat. 1 cangkir susu memasok 300 miligram kalsium. Balita membutuhkan sekitar 500 miligram per hari. Yogurt dan keju serta makanan yang diperkaya kalsium seperti jus jeruk dapat memenuhi kebutuhan kalsium anak Anda.   Vitamin D Susu yang difortifikasi memasok vitamin D, yang dibutuhkan balita Anda untuk membantunya menyerap kalsium. Balita yang tidak mendapatkan cukup vitamin D dapat mengalami rakhitis, penipisan tulang yang bisa menyebabkan bungkuk dan nyeri. Bayi yang diberi ASI yang tidak mengonsumsi suplemen vitamin D setelah usia 6 bulan berisiko kekurangan vitamin D, terutama jika berkulit gelap, tidak terkena sinar matahari yang cukup atau memiliki ibu kekurangan vitamin D.   Menyediakan Lemak Balita membutuhkan lemak untuk pertumbuhan persarafan yang optimal, meski anak sudah konsumsi makanan yang mengandung lemak. Namun masih memerlukan susu, susu utuh mengandung 4 persen lemak. Setelah usia 2 tahun, Anda bisa memberi makan susu rendah lemak kepada balita Anda, namun jangan beri susu skim.   Penggantian Susu Balita tertentu tidak bisa minum susu apapun, tapi mereka bisa memenuhi kebutuhan nutrisi untuk kalsium dan lemak dengan cara lain. Dua faktor yang dapat mempengaruhi asupan susu balita adalah alergi susu dan intoleransi laktosa. Sekitar 2,5 persen balita di bawah usia 3 tahun memiliki alergi susu, menurut Stanford School of Medicine.   Intoleransi laktosa terjadi pada orang yang kekurangan enzim laktase, yang memecah gula susu laktosa. Intoleransi laktosa jarang terjadi sebelum usia 2 tahun, Dr. Richard Grand of Children's Hospital Boston menjelaskan. Balita dengan alergi susu atau intoleransi laktosa dapat minum susu kedelai yang diperkaya kalsium atau sumber susu alternatif lainnya. Jus yang diperkaya dengan kalsium dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium balita Anda.   Baca juga: Susu Formula Bagi Buah Hati Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 21 Aug 2018    08:00 WIB
Susu Kedelai Mampu Mencegah Osteoporosis
Susu kedelai didapat dengan cara merendam, menggiling dan merebus kacang kedelai dengan air. Susu kedelai adalah minuman yang sangat bergizi. Kedelai mengandung asam lemak esensial, protein, serat, vitamin dan mineral. Kandungan gizi dari susu kedelai adalah: Setiap 100 gram (sekitar 3,5 ons) susu kedelai mengandung Mangan, Selenium, Tembaga, Kalium, Fosfor, Magnesium, Besi, Kalsium, Vitamin B6, Folate, Riboflavin (B2), Tiamin (B1) dan Vitamin K. Mengandung 173 kalori, dengan 9 gram lemak, 10 gram karbohidrat (6 gram di antaranya adalah serat) dan 17 gram protein. Kedelai merupakan sumber protein yang cukup baik dari protein. Memang tidak sebaik daging ataupun telur namun merupakan sumber protein nabati yang terbaik dibandingkan makanan sejenis. Namun perlu Anda ketahui pengolahan kedelai dalam suhu tinggi dapat mengurai beberapa protein yang terdapat didalamnya dan mengurangi kualitas protein di dalam kedelai. Nutrisi ini memberikan energi dan menjaga tubuh Anda berfungsi dengan baik. Berikut adalah enam manfaat kesehatan yang paling penting yang dapat Anda peroleh dari minum susu kedelai: 1.      Meningkatkan kolesterol baik Salah satu manfaat paling penting dari susu kedelai adalah kemampuannya untuk meningkatkan kolesterol baik Anda. Tidak seperti susu sapi, yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol, lemak susu kedelai sebagian besar tak jenuh dengan kadar kolesterol nol. Asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda dalam kedelai dapat menghambat transportasi kolesterol dalam aliran darah Anda. Penelitian telah menunjukkan konsumsi rutin susu kedelai secara signifikan dapat menurunkan konsentrasi kadar trigliserida dan lipoprotein densitas rendah (LDL atau si kolesterol jahat) dan meningkatkan tingkat lipoprotein densitas tinggi (HDL atau si kolesterol baik). Efek gabungan ini membuat susu kedelai minuman sangat ideal untuk Andayang memiliki kolesterol tinggi atau memiliki riwayat keluarga penyakit jantung koroner. 2.      Memperkuat kemampuan pembuluh darah Asam lemak omega-3 dan omega-6 serta kandungan antioksidan fito dalam susu kedelai dapat secara efektif melindungi pembuluh darah dari terluka dan terjadinya perdarahan. Senyawa ini terikat pada lapisan pembuluh darah dan melindungi sel-sel lapisan Anda dari serangan radikal bebas dan kumpulan kolesterol yang merusak pembuluh darah. Selain itu kemampuan susu kedelai juga menguatkan pembuluh darah Anda sehingga jauh lebih tahan terhadap perubahan tekanan darah. 3.      Menjaga berat badan ideal Ingin berat badan tetap ideal, maka segera minum susu kedelai secara rutin. Mengapa susu kedelai dapat membantu menjaga berat badan ideal karena kandungan gula di dalam susu kedelai lebih sedikit dibandingkan dengan susu biasa. Susu sapi mengandung sekitar 12 gram gula per cangkir dan susu kedelai hanya mengandung gula sebanyak 7 gram. Sehingga satu cangkir susu kedelai hanya mengandung 80 kalori hampir setara dengan susu skim. Selain itu, asam lemak tak jenuh tunggal dalam susu kedelai dapat menghambat penyerapan usus Anda dari lemak, yang merupakan keuntungan besar lain untuk membantu menurunkan berat badan. Bukan hanya itu susu kedelai juga memberikan memiliki kadar serat yang tinggi sehingga menjaga Anda agar tetap kenyang dan membuat Anda terhindar untuk makan lebih banyak. 4.      Mencegah kanker prostat Untuk Anda para pria jangan merasa ragu untuk minum susu kedelai, karena susu kedelai akan menjauhkan Anda dari penyakit kanker prostat. Susu kedelai merupakan sumber yang kaya akan fitoestrogen, hormon tanaman unik ini yang dapat menghambat produksi testosteron pada pria. Kadar testosteron yang berkurang secara signifikan dapat mengurangi risiko kanker prostat. 5.      Mencegah sindrom paska menopause Saat memasuki masa menopause, kadar hormon estrogen pada wanita mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan hormon estrogen secara tiba-tiba dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan bagi wanita paska menopause. Wanita menopause memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung, kencing manis dan obesitas. Mereka juga lebih rentan terhadap depresi, mudah mengalami perubahan suasana hati, insomnia dan gangguan psikologis lainnya. Fitoestrogen dalam susu kedelai dapat menjadi pengganti estrogen yang cukup efektif. Untuk wanita yang menjelang menopause dan setelah masa menopause akan disarankan minum susu kedelai secara rutin untuk mencegah dan mengurangi sindrom paska menopause. 6.      Mencegah osteoporosis Osteoporosis akan membuat seseorang mudah mengalami patah tulang. Kondisi ini sering dialami oleh orang yang berusia lanjut, wanita paska menopause dan orang-orang yang kurang mendapatkan vitamin D. kondisi patah tulang akan memberikan banyak efek negatif untuk orang yang mengalaminya. Oleh karena itu untuk membantu mencegah osteoporosis maka disarankan untuk minum susu kedelai. Fitoestrogen dalam susu kedelai dapat membantu mempercepat penyerapan kalsium oleh tubuh Anda dan mencegah hilangnya massa tulang. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, pastikan untuk membeli susu kedelai yang diperkaya dengan kalsium tambahan dan vitamin D. Ada banyak manfaat yang didapat dari susu kedelai maka jangan ragu untuk konsumsi susu kedelai secara teratur. Namun saat Anda minum susu kedelai kemasan tolong perhatikan kadar gula didalamnya, jangan sampai Anda mencari manfaat susu kedelai namun justru jadi mengonsumsi banyak gula dan berisiko mengalami kencing manis. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: fitday
 19 Jul 2018    11:00 WIB
Masalah Yang Ditemui Para Ibu Menyusui Dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Hore! Anda sudah berhasil melewati masa kehamilan dan persalinan Anda. Sekarang bayi mungil dan lucu sudah hadir dalam pangkuan Anda. Pasti saat-saat ini adalah saat yang membahagiakan Anda. Anda yang telah berhasil melewati masa kehamilan dan persalinan berjanji untuk memberikan ASI. Seperti kita ketahui manfaat ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Namun perlu Anda ketahui menyusui juga memiliki tantangan tersendiri ada beberapa hal yang bisa Anda hadapi. Kebanyakan wanita mengalami beberapa rasa ketidaknyamanan saat menyusui. Berikut adalah kendala yang paling umum dirasakan saat menyusui: Pembengkakan payudara Masalah: Setelah melahirkan, payudara Anda akan menjadi seperti batu keras dimana pasokan air ASI meningkat yang begitu banyak sehingga Anda mungkin hampir tidak dapat mengangkat lengan Anda. Solusi: Untungnya rasa sakit yang terburuk akan mereda dalam beberapa hari dan akan hampir hilang dalam beberapa minggu menyusui. Sampai saat itu, untuk meringankan ketidaknyamanan karena menyusui yang sering, gunakan kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelahnya,  pijat payudara Anda saat menyusui, beralih posisi kanan dan kiri, kemudian mengenakan bra menyusui yang nyaman. Keluar cairan Masalah: bocor, cairan keluar dari payudara pada saat hamil adalah hal yang wajar, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan sebagai pasokan dan permintaan ASI. Anda kemungkinan mengalami "bocor" ketika Anda mendengar atau bahkan berpikir tentang bayi Anda, yang dapat merangsang kelaurnya ASI. Solusi: Kenakan bantalan pada daerah puting dan areola sehingga Anda menjadi satu-satunya orang yang tahu bila Anda sedang "bocor" Setelah pasokan ASI Anda stabil setelah beberapa minggu pertama, Anda dapat mencoba menerapkan tekanan pada payudara Anda untuk membendung kebocoran tersebut. Mastitis Masalah: infeksi payudara ini sering terjadi ketika kuman, biasanya dari mulut bayi, masuk melalui celah di puting Anda atau melalui saluran susu Anda. Hal ini paling mungkin terjadi dalam enam minggu pertama, menimbulkan rasa sakit pada satu payudara dengan gejala seperti flu, termasuk demam dan kelelahan. Solusi: Dokter akan meresepkan antibiotik yang akan membuat Anda merasa lebih baik dengan cepat. Dan Anda tetap didorong untuk terus menyusui bahkan saat Anda sedang mengobati infeksi. ASI sedikit Masalah: Payudara Anda ASI sesuai permintaan, tapi akan sulit untuk tahu persis berapa banyak yang akan diproduksi. Bisa banyak bisa sedikit. Solusi: pasokan ASI cukup jika bayi memproduksi banyak popok kotor (8 sampai 10 popok basah dan setidaknya 5x buang air besar dalam sehari selama beberapa minggu pertama) dan biasanya bayi akan menunjukkan kenaikan berat badan. Jika pasokan susu Anda rendah, periksa apakah bayi Anda minum ASI dengan benar. Juga pastikan Anda cukup makan, beristirahat dan terhidrasi juga. Puting datar atau terbalik Masalah: Sebagian besar puting menonjol ke luar, bentuk ideal untuk mulut bayi. Namun puting beberapa perempuan ada yang datar atau masuk kedalam. Solusi: Memiliki puting datar atau terbalik tidak mempengaruhi kemampuan Anda untuk memasok susu, dan sering bayi bisa minum ASI tanpa hambatan. Jika bayi Anda mengalami kesulitan menempelkan mulutnya, kompres areola Anda dan menggunakan breast shell  atau pelindung payudara pada sesi menyusui. Puting sakit atau terbakar Masalah: Puting luka, terasa terbakar atau berkerak, itu mungkin karena infeksi jamur yang disebut thrush. Solusi: Periksa posisi menyusui Anda dan bayi Anda apakah menempel ke kedua areola dan puting dengan benar. Setelah menyusui biarkan payudara Anda terkena udara selama beberapa menit jika mungkin dan gosok krim lanolin. Membasmi sariawan dengan krim antijamur untuk Anda dan bayi yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Masalah pada saat menyusui memang membuat bingung para ibu, tetapi jangan pernah karena masalah ini kemudian Anda berhenti menyusui karena ASI adalah susu yang terbaik untuk bayi Anda. Baca juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: whattoexpect
 18 Jul 2018    13:00 WIB
Ingin ASI Melimpah ? Berikut Makanan Yang Harus Dikonsumsi Dan Dihindari!
ASI adalah asupan yang terpenting dan terbaik untuk bayi Anda, tidak ada satupun susu formula yang dapat menyamai kemampuan dari ASI. Jadi tidak heran bila para ibu hamil sudah bertekad sejak awal untuk memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan, atau bahkan sampai 2 tahun. Agar ASI yang Anda miliki melimpah ruah dan baik untuk bayi tentu dipengaruhi beberapa hal salah satunya adalah makanan yang Anda makan. Makan dengan baik ketika Anda menyusui adalah cara untuk mendapatkan berbagai makanan bergizi. Dan karena makanan yang bervariasi akan memberikan perubahan rasa dan bau pada ASI Anda. Berikut adalah pola makan yang baik saat menyusui: Protein: 3 porsi Kalsium: 5 porsi (atau sekitar 1.500 mg sangat penting karena menyusui menarik cadangan kalsium Anda) Makanan kaya besi: 1 porsi atau lebih Vitamin C: 2 porsi Sayuran berdaun hijau dan buah berwarna kuning: 3-4 porsi Buah-buahan dan sayuran lainnya: 1 porsi atau lebih Biji-bijian dan karbohidrat kompleks: 3 porsi atau lebih Makanan tinggi lemak: Jumlah kecil (Anda tidak perlu sebanyak yang Anda perlukan selama masa kehamilan) Asam lemak omega-3: 2-3 porsi per minggu, untuk mempromosikan pertumbuhan otak bayi seperti ikan rendah merkuri yaitu salmon liar dan sarden, Anda juga bisa konsumsi telur yang sudah diperkaya DHA dan asam lemak omega-3. Vitamin prenatal: setiap hari Makanan yang harus dihindari saat menyusui: Kafein yang berlebihan: Satu atau dua cangkir kopi, teh atau soda sehari tidak akan mempengaruhi bayi Anda. Namun bila lebih dari itu dapat menyebabkan Anda dan bayi merasa gelisah, mudah tersinggung dan sulit tidur. Selain itu konsumsi kafein berlebihan telah dikaitkan dengan kolik dan peningkatan asam lambung pada beberapa bayi. Ikan tinggi merkuri: pedoman EPA yang sama mengenai konsumsi ikan yang berlaku untuk wanita hamil juga berlaku untuk wanita menyusui: hindari ikan yang tinggi merkuri termasuk hiu, tilefish dan makarel, dan batasi tuna ke kaleng putih, 6 ons per minggu. Susu tinggi lemak dan daging: Pada daging bukan tidak mungkin mengandung pestisida dan bahan kimia yang berbahaya. Setiap kali Anda akan konsumsi susu l tinggi lemak, unggas dan daging, pertimbangkan untuk memilih yang organik, karena produsen tidak menggunakan antibiotik, hormon pertumbuhan, pestisida atau bahan kimia lainnya. Makanan olahan: Sebagai aturan umum, periksa label dan mencoba untuk menghindari makanan olahan yang mengandung bahan aditif. Makanan mentah: seperti ikan mentah (termasuk sushi dan tiram), keju lunak, telur setengah matang, mayonaise. Berapa banyak air yang Anda minum selama masa menyusui? Usahakan untuk minum 8 gelas setiap hari - terutama di minggu-minggu awal setelah melahirkan karena akan membantu tubuh Anda cepat pulih. Untuk memastikan Anda mendapatkan cukup, cairan usahakan untuk minum secangkir air pada setiap sesi menyusui. Perlu diingat pasokan ASI Anda tidak akan terpengaruh kecuali Anda mengalami dehidrasi yang serius, tetapi urin Anda akan menjadi lebih gelap dan pekat. Tidak minum yang cukup dapat membuat Anda mengalami masalah kesehatan termasuk infeksi saluran kemih (ISK), sembelit dan kelelahan. Makanan adalah hal yang penting pada saat menyusui, semoga dengan mengikuti pola makan diatas maka ASI Anda akan melimpah dan menyehatkan bayi Anda. Baca juga: Berapa Banyak Minyak Ikan Yang Harus Dikonsumsi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber:whattoexpect
 01 Apr 2018    08:00 WIB
Manfaat Susu Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam Susu:Setiap 100 gram susu mengandung sekitar 75 kalori. Hampir 90% susu terdiri dari air. Susu mengandung banyak kalsium dan protein. Selain itu, susu juga mengandung lemak, vitamin A, vitamin B, vitamin D, vitamin K, natrium, magnesium, dan kalium. 1.  Meningkatkan Kekuatan TulangSusu merupakan sumber kalsium yang penting bagi perkembangan dan pertumbuhan tulang. Kalsium berperan dalam menjaga kekuatan tulang dan meningkatkan kepadatan tulang. Konsumsi susu setiap harinya dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Kalsium di dalam susu dan produk olahannya lebih mudah diserap daripada kalsium yang terdapat dalam berbagai jenis sayuran. Selain kalsium, susu juga mengandung fosfor, magnesium, dan protein yang juga berperan dalam proses perkembangan tulang.2.  Menjaga Kesehatan GigiKalsium dan fosfor di dalam susu dapat membantu menjaga kesehatan gigi anda. Kasein merupakan salah satu jenis protein yang terdapat di dalam susu, yang berfungsi untuk melindungi dan membentuk suatu lapisan pelindung di atas enamel, yang dapat mencegah kerusakan dan pembentukan plak pada gigi. Sedikit iodium yang terdapat di dalam susu juga dapat membantu menguatkan gigi anda dan membuatnya terbebas dari berbagai kuman. Fosfor di dalam susu juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan gusi. Vitamin D di dalam susu juga berperan dalam mencegah terbentuknya sitokin yang dapat menyebabkan berbagai gangguan gusi. Riboflavin atau vitamin B2 juga dapat mencegah terbentuknya ulkus (luka terbuka) pada mulut dan membantu menjaga kesehatan rongga mulut anda.3.  Membantu Pembentukan OtotProtein di dalam susu dapat membantu proses pembentukan otot. Protein whey dan kasein merupakan 2 jenis protein yang terdapat di dalam susu. Protein whey sangat mudah dicerna dan dipecah menjadi asam amino yang mudah diserap di dalam darah. Oleh karena itu, konsumsilah susu bila anda ingin membuat otot tubuh anda tampak lebih besar.4.  Membantu Menjaga Berat BadanSusu dapat menjadi pengganti berbagai jenis cemilan dan makanan anda. Anda dapat mengkonsumsi susu skim untuk menurunkan berat badan dan susu full cream bila ingin meningkatkan berat badan anda.5.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari susu bagi kesehatan anda adalah:•  Menurunkan resiko terjadinya kanker usus besar dan rektum (kolorektal), kanker usus besar, dan kanker payudara•  Membantu menjaga hidrasi tubuh (susu mengandung banyak air)•  Menurunkan kadar kolesterol LDL (kalsium)•  Membuat otot dan saraf yang tegang untuk rileks sehingga dapat membuat tidur lebih nyenyak (segelas susu hangat)•  Membantu mengatasi gejala gangguan lambung (bekerja sebagai antasida, sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan dingin)•  Sumber tenaga dan menurunkan stress akibat sindrom premenstrual   Sumber: foodtofitness
 17 Oct 2017    08:00 WIB
Makanan yang Harus Dihindari Setelah Berusia 65 Tahun
Orang lanjut usia memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami keracunan makanan dan beberapa jenis makanan juga lebih sering menyebabkan terjadinya keracunan makanan daripada makanan lainnya. Beberapa jenis makanan dapat menyebabkan keracunan makanan karena makanan tersebut mengandung kuman tertentu. Sebagian besar orang yang sehat dapat sembuh dari keracunan makanan tanpa pengobatan, akan tetapi orang lanjut usia, terutama yang berusia lebih dari 65 tahun lebih rentan terhadap keracunan makanan ini karena penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh anda pun lebih sulit melawan berbagai kuman, akibatnya keracunan makanan pun dapat membahayakan jiwa anda. Gejala keracunan makanan biasanya lebih berat pada orang yang berusia lebih dari 65 tahun daripada orang lain yang berusia lebih muda dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi berbahaya seperti dehidrasi. Selain itu, orang lanjut usia juga membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih lama. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala keracunan makanan. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan keracunan makanan terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti orang lanjut usia, orang dengan gangguan kesehatan tertentu, wanita hamil, bayi, dan anak kecil1.  Beberapa Jenis KejuDianjurkan agar anda menghindari konsumsi berbagai jenis keju seperti brie, camembert, soft blue cheese (danish blue, gorgonzola, dan roquefort), serta berbagai jenis keju lainnya yang tidak melalui proses pasteurisasi. Keju-keju ini lebih berbahaya bila dikonsumsi oleh orang lanjut usia karena keju ini tidak terlalu asam dan lebih lembab daripada keju lainnya, yang membuat mereka lebih mudah ditumbuhi oleh berbagai kuman penyebab keracunan makanan, terutama listeria. Memasak keju-keju ini dapat membunuh bakteri di dalamnya.2.  Telur Mentah atau Telur Setengah MatangHindarilah mengkonsumsi makanan yang mengandung telur mentah atau telur setengah matang seperti mayonnaise buatan sendiri dan berbagai jenis minuman yang menggunakan telur mentah untuk menambah stamina karena mungkin mengandung salmonella yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan. Masaklah telur hingga bagian kuning maupun putih telurnya matang untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan makanan. Jika anda ingin mengkonsumsi makanan yang mengandung telur mentah atau telur setengah matang, akan lebih aman bila anda menggunakan telur yang telah dipasteurisasi.3.  Makanan Mentah atau Setengah MatangBerhati-hatilah saat anda mengkonsumsi makanan yang dibakar atau saat mengikuti acara baberque karena mungkin terdapat makanan yang masih mentah atau setengah matang, terutama daging ayam, sosis, burger, atau daging sapi yang dapat mengandung berbagai kuman penyebab keracunan makanan, seperti salmonella, campylobacter, dan E. coli. Pastikan anda memasak berbagai jenis daging hingga matang (tidak terdapat bagian berwarna merah muda atau darah) dan ingatlah untuk mencuci tangan anda serta peralatan masak anda setelah mengolah daging mentah untuk mencegah penularan kuman-kuman berbahaya.Berbagai jenis kerang, udang, lobster, kepiting, dan berbagai makanan laut mentah lainnya dapat mengandung berbagai bakteri dan virus berbahaya yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan. Sushi, sashimi, dan berbagai makanan lainnya yang dibuat dengan menggunakan ikan mentah harus diwaspadai karena kadangkala ikan mengandung cacing yang dapat membuat anda sakit, akan tetapi membekukan ikan dapat membunuh cacing ini dan membuat ikan mentah aman untuk di makan. Bekukanlah ikan mentah selama setidaknya 4 hari sebelum mengkonsumsinya.4.  SusuJangan mengkonsumsi susu mentah atau susu yang belum dipasteurisasi.Sumber: nhs
 21 Aug 2017    18:00 WIB
Nutrisi 6 Bulan Pertama Kehidupannya
Pada tahun pertama kehidupannya, bayi anda akan mengalami peningkatan berat badan hingga tiga kali lipat. Untuk itu, bayi anda memerlukan berbagai nutrisi penting guna mengimbangi pertumbuhannya yang berlangsung sangat cepat. Para ahli berpendapat bahwa ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya. Akan tetapi, bila anda tidak dapat menyusui atau bayi anda memerlukan tambahan nutrisi khusus, maka penggunaan susu formula juga dapat menjadi pilihan yang baik.   Berbagai Nutrisi Penting Bagi Bayi Anda Bayi anda memerlukan berbagai nutrisi untuk pertumbuhan dan juga untuk menjaga kesehatannya. Berbagai nutrisi tersebut adalah: Kalsium, yang membantu pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat Lemak, yang berguna untuk menghasilkan tenaga, membantu perkembangan otak, menjaga kesehatan kulit dan rambut, serta melindungi tubuh terhadap infeksi Folat, yang membantu pembelahan sel Zat besi, yang berguna bagi pembentuk sel darah dan membantu perkembangan otak Protein dan karbohidrat, yang berguna sebagai sumber tenaga dan pertumbuhan Seng, yang membantu pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh Selain berbagai nutrisi penting di atas, bayi anda juga memerlukan berbagai vitamin, seperti: Vitamin A, yang berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit, rambut, penglihatan, dan sistem kekebalan tubuh Vitamin B1 (tiamin), yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi tenaga Vitamin B2 (riboflavin), yang berfungsi untuk mengubah makanan menjadi tenaga dan melindungi sel dari kerusakan Vitamin B3 (niasin), yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi tenaga dan membantu tubuh menggunakan lemak serta protein bagi pertumbuhan bayi anda Vitamin B6, yang berfungsi untuk menjaga kesehatan otak dan sistem kekebalan tubuh bayi anda Vitamin B12, yang berfungsi menjaga kesehatan saraf dan sel-sel darah, serta membuat DNA (suatu materi genetik yang terdapat di dalam setiap sel tubuh) Vitamin C, yang berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap infeksi, pertumbuhan tulang dan otot, serta membantu penyembuhan luka Vitamin D, yang berfungsi untuk membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan dan menjaga kesehatan tulang dan gigi bayi anda Vitamin E, yang berfungsi untuk melindungi berbagai sel tubuh dari kerusakan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Vitamin K, yang berfungsi dalam proses pembekuan darah   Kandungan Nutrisi Dalam Susu Formula Sebagian besar susu formula bayi sekarang ini diperoleh dari susu sapi, yang telah melalui diperkaya dengan berbagai nutrisi penting agar menyerupai dengan kandungan nutrisi dalam ASI dan memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi anda bagi pertumbuhannya. Sebagian besar susu formula mengandung berbagai nutrisi di bawah ini, yaitu: Karbohidrat yang biasanya terdapat dalam bentuk laktosa Zat besi Protein Berbagai mineral, seperti kalsium dan seng Vitamin A, C, D, E, dan berbagai vitamin B Selain berbagai nutrisi di atas, beberapa susu formula juga menambahkan berbagai hal di bawah ini, yaitu: Asam lemak esensial, seperti ARA dan DHA yang sangat penting bagi otak dan fungsi penglihatan bayi anda. Asam lemak esensial ini biasanya ditemukan di dalam ASI Nukleotida yang penting bagi pembentukan RNA dan DNA. Nukleotida ini juga dapat ditemukan pada ASI. Nukleotida diduga dapat meningkatkan sistem kekebalan bayi dan membantu perkembangan berbagai organ pencernaan bayi anda Prebiotik dan probiotik. Probiotik merupakan bakteri baik yang berfungsi untuk melindungi bayi anda dari infeksi bakteri jahat. Prebiotik merupakan suatu materi yang berfungsi untuk mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus bayi anda. Berbagai susu formula yang mengandung pre dan probiotik ini dapat membantu mencegah bayi anda dari berbagai gangguan kulit seperti eksim, tetapi tidak terlalu membantu dalam mencegah terjadinya diare atau nyeri perut kolik   Nutrisi Bagi Bayi Prematur atau Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah Bayi prematur merupakan bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Bayi dengan berat badan lahir rendah adalah bayi yang memiliki berat badan kurang dari 2.500 gram saat lahir. Kedua keadaan di atas membuat bayi anda membutuhkan nutrisi tambahan untuk membantu mengejar ketinggalan pertumbuhannya. Bayi dengan keadaan di atas memerlukan tambahan nutrisi lainnya di dalam susunya. Bila anda memberikan ASI, maka nutrisi tambahan yang dibutuhkan adalah: Tambahan kalori Tambahan lemak Protein Vitamin Mineral Bila anda tidak dapat memberikan ASI pada bayi anda, maka bayi anda memerlukan susu formula khusus yang memang dibuat bagi bayi prematur. Susu formula ini mengandung kalori yang lebih tinggi, serta mengandung tambahan protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh bayi anda.   Hal-hal yang Perlu Dihindari Jangan berikan susu sapi murni tanpa proses sebelum bayi anda berumur 12 bulan, karena susu sapi ini tidak mengandung zat besi, vitamin E, dan asam lemak esensial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi anda. Selain itu, susu sapi murni juga mengandung terlalu banyak protein, natrium, dan kalium yang belum dapat diserap oleh bayi anda dan bahkan dapat membahayakan kesehatan bayi anda. Tunggulah hingga bayi anda berumur 1 tahun sebelum mencoba memberikan susu sapi murni. Satu hal lagi yang perlu anda perhatikan adalah jangan memberikan susu kedelai atau susu formula buatan rumahan pada bayi anda, karena kedua susu tersebut tidak memiliki kandungan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi anda.   Sumber: webmd  
 10 Dec 2015    12:00 WIB
Para Ibu Berikanlah ASI Untuk Buah Hati Anda, Karena ada Segudang Manfaat Yang Didapat
Apabila Anda baru menjadi seorang ibu, Anda mungkin bertanya-tanya apakah akan memberikan ASI atau lebih memilih memberi buah hati Anda susu formula. Apakah dengan memberikan ASI pada buah hati Anda akan memberikan banyak manfaat dalam jangka waktu dekat dan lama? Apabila pertanyaan tersebut muncul dalam pikiran Anda maka simak ulasan dibawah ini mengenai manfaat dari menyusui untuk anak kesayangan Anda. Berikut adalah manfaat dari menyusui: Mengurangi risiko SIDS. Sudden Infant Death Syndrom (SIDS) adalah kematian mendadak pada bayi sehat berusia di bawah 1 tahun tanpa ada gejala apapun sebelumnya. Ada beberapa penyebab terjadinya hal ini, diperkirakan adanya ketidakmampuan otak dalam mengontrol pernapasan, sehingga ketika pernafasan terganggu karena selimut menutup hidung atau mulut bayi, bayi tersebut akan mengalami SIDS. Namun dengan memberikan ASI, maka kemampuan otak dalam mengontrol pernapasan menjadi lebih baik. IQ anak yang lebih tinggi. DHA berperan penting dalam  pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan jaringan otak. Produsen susu formula bayi sudah mulai memasukkan nutrisi penting ini dan nutrisi lainnya, namun belum menunjukkan efek yang sama seperti pemberian ASI. Mengurangi risiko kencing manis Keperawatan, dikombinasikan dengan menunda pengenalan susu sapi mengurangi risiko kencing manis saat remaja dan mengatur proses kerja insulin pada bayi. Apabila Anda atau keluarga berisiko mengalami kencing manis sebaiknya pikirkan untuk memberikan ASI pada anak Anda. Rasa ASI cocok untuk bayi Anda tidak harus melakukan uji terhadap rasa ASI, namun rasa manis ASI ternyata sangat disukai oleh para bayi. Meningkatkan kekebalan tubuh ASI Anda dikemas dengan mengandung immunoglobulin A dan sel darah putih, yang keduanya melawan infeksi dan kuman dari lingkungan sekitar. Komunitas medis mengakui bahwa bayi yang diberikan ASI dengan teratur memiliki insiden mengalami setiap jenis penyakit menular. Kulit sehat. Kulit yang lembut, lebih halus, mungkin dikaitkan dengan konsentrasi DHA dan asam lemak omega-3 yang tinggi. Hal ini yang akan menjaga kondisi kulit bayi, biasanya bayi tersebut jarang mengalami eksim. Nutrisi maksimal Nutrisi dalam ASI mudah diserap oleh tubuh bayi. Jadi meski susu formula mengandung nutrisi yang baik namun tubuh bayi lebih mudah menyerap nutrisi dalam kandungan ASI Indera yang tajam ASI dikaitkan dengan fungsi pendengaran yang lebih baik, selain itu nantinya memiliki selera yang lebih baik. ASI memiliki rasa, sehingga bayi Anda akan belajar mengenai rasa makanan sebelum makan padat nantinya. ASI lebih mudah diterima sistem pencernaan bayi Susu formula memiliki konsistensi yang lembut dan mudah dicerna namun tetap tidak bisa dibandingkan dengan ASI. Karena sistem pencernaan bayi biasanya sangat sensitif. Pernapasan bayi yang lebih baik Menyusui bayi dapat membantu ruang hidung menjadi lebih besar, yang dapat mengurangi masalah mendengkur di kemudian hari. Bahkan jika bayi Anda mulai mendengkur, menyusui dapat membuat perbaikan dari waktu ke waktu. Melihat banyaknya manfaat yang didapat dari menyusui untuk buah hati Anda. Anda tidak akan ragu kan untuk memberikannya ASI eksklusif? Baca juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: organicbabyresource
 03 Sep 2015    09:00 WIB
Mau Mental Anak Baik? Minum Ini!
Anda tentunya familiar dengan istilah ASI eksklusif bukan? ASI eksklusif merupakan suatu keadaan di mana bayi baru lahir hanya diberikan ASI selama 6 bulan pertama kehidupannya, tanpa makanan tambahan atau bantuan susu formula. Proses menyusui ini biasanya dimulai segera setelah bayi lahir atau yang biasa disebut dengan inisiasi dini, yaitu segera setelah bayi lahir, bayi akan diletakkan pada dada ibu sehingga kulit ibu dan bayi saling menempel. Proses ini biasanya dilakukan selama minimal 1 jam. Selain untuk membentuk ikatan yang kuat antara ibu dan bayinya, inisiasi dini juga bertujuan untuk menghangatkan tubuh bayi dan menstabilkan denyut jantung serta pernapasan bayi baru lahir. Pemberian ASI eksklusif sendiri sebenarnya memiliki beberapa manfaat. Selain dapat membuat bayi Anda menjadi lebih sehat dan lebih jarang sakit, pemberian ASI eksklusif ini ternyata juga dapat membantu menjaga kesehatan mental anak Anda lho! Menurut sebuah penelitian; semakin lama seorang anak disusui, maka resiko terjadinya gangguan mental pada anak tersebut pun akan semakin rendah. Penelitian lainnya juga menemukan bahwa anak yang diberikan ASI saat masih bayi biasanya akan tumbuh menjadi anak yang lebih cerdas dan memiliki nilai IQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak lainnya yang tidak pernah memperoleh ASI. Selain bermanfaat bagi sang bayi, pemberian ASI eksklusif sendiri juga memberikan manfaat tersendiri bagi para ibu. Karena proses pembentukan ASI juga membutuhkan kalori, maka ibu yang menyusui biasanya akan mengalami penurunan berat badan yang lebih cepat dibandingkan dengan para ibu yang tidak menyusui paska melahirkan.   Baca Juga: Trik Jitu Menyetok ASI   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: IPMG
 27 Aug 2015    20:00 WIB
Botol Susu Tepat untuk Anak Sehat
Para ibu sebaiknya teliti ya dalam memilih botol susu. Karena salah dalam memilih botol susu dapat berakibat buruk bagi kesehatan anak. Peneliti asal Amerika dan Kanada pada tahun 2008 menyebutkan bahwa telah ditemukannya botol susu bayi yang berbahaya karena mengandung plastik polikarbonat. Polikarbonat merupakan plastik kaku yang dapat menghasilkan produk samping saat dipanaskan berupa Bisphenol-A (BPA). Jadi, secara otomatis BPA yang terbentuk sangat berpotensi untuk larut dalam susu yang diminum anak Apa efek samping BPA? Paparan BPA terhadap anak dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan seperti gangguan hormon, gangguan sistem reproduksi, gangguan saraf, dan sistem daya tahan tubuh yang berpengaruh pada proses perkembangan anak. Bahaya tersebut dapat dihindari dengan memilih botol susu yang aman, tepat, dan terjaga kualitasnya Lalu bagaimana cara memilih botol susu yang aman? Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus pemilihan botol susu dalam dunia kesehatan.Yang harus Anda perhatikan adalah dari segi keamanan. Banyaknya botol susu yang beredar di pasaran dengan berbagai merk, bentuk, dan keunggulannya sering membuat para ibu menjadi bingung dalam memilih. Dalam artikel ini akan dibahas, bagaimana cara memilih botol susu yang aman dan baik untuk bayi Anda. Ayo disimak! Berikut ini adalah kriteria dalam memilih dan menggunakan botol susu dengan aman: Bahan botol susu Botol kaca Botol kaca biasanya tidak mengandung bahan kimia yang berpotensi terserap oleh susu dan tertelan bayi. Namun botol kaca lebih mudah pecah dan retak terutama saat proses sterilisasi. Botol juga bisa pecah ketika dipegang bayi dan akan sangat berbahaya jika pecahan kaca masuk ke dalam makanan. Untuk orang tua yang memilih botol kaca, sebaiknya gunakan botol kaca saat anak sudah mampu memegang botol dengan baik atau orang tua yang memegang botol saat pemberian makan. Lakukan dengan benar proses sterilisasi sesuai petunjuk agar botol tidak pecah atau retak Botol plastik Nilai plus yang dimiliki adalah ringan, kuat, dan tidak mudah pecah. Namun, dalam proses pembuatannya, botol susu bayi mengandung senyawa kimia yang disebut Bisphenol A (BPA). Senyawa ini biasa digunakan untuk memproduksi compact disk dan juga pembuatan kaleng. Untuk orang tua yang memilih botol plastik, pastikan Anda memilih botol yang aman. Botol plastik yang aman adalah botol dengan lambang #2HDPE, #4LDPE, dan #5PP. Plastik tergolong aman karena terbuat dari polypropylene atau polyethylene. Bahan tersebut diketahui tidak melarutkan kasinogen atau zat penyebab kanker. Ukuran Pilihlah botol susu dengan ukuran yang sesuai mulut bayi dan tahap perkembangannya. Tujuannya agar bayi merasa nyaman ketika minum susu dari dot, seperti pada payudara ibu. Bila Anda memberikan ukuran dot dan botol susu yang tidak sesuai bisa membuat bayi tersedak dan mengganggu pernapasan. Selalu baca dan ikuti petunjuk yang ada pada kemasan botol. Sesuaikan dengan usia bayi Anda Mudah dibersihkan Pilihlah botol susu yang mudah dibersihkan. Botol yang mudah dibersihkan akan memudahkan pekerjaan Anda. Jangan lupa selalu sterilkan botol menggunakan air mendidih atau peralatan steril elektronik untuk membunuh bakteri dan kuman yang mungkin tertinggal pada sisa - sisa susu yang telah diberikan. Setelah memilih botol susu dengan tepat, Anda tidak perlu khawatir buah hati tersayang akan terpapar zat kimia berbahaya. Lengkapi selalu kebutuhan nutrisi bayi Anda. Namun yang harus Anda ketahui bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi kesehatan serta tumbuh kembang bayi. Baca juga: Susu Formula Membuat Bayi Keracunan Arsenik, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: baby