Your browser does not support JavaScript!
 12 Jun 2018    13:00 WIB
Berapa Banyak Minyak Ikan yang Dapat Anda Konsumsi Setiap Harinya?
Minyak ikan memiliki beberapa dampak positif bagi kesehatan jantung anda dan mengandung 2 jenis omega 3, yaitu DHA dan EPA yang penting selama kehamilan dan menyusui. Akan tetapi, bukan berarti anda dapat mengkonsumsi minyak ikan sebanyak yang anda inginkan. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai berapa banyak dosis maksimum yang boleh anda konsumsi setiap harinya.Dosis Maksimum Minyak Ikan yang Masih Aman DikonsumsiBagi sebagian besar orang dewasa, termasuk ibu hamil dan menyusui, mengkonsumsi kurang atau sama dengan 3 gram minyak ikan setiap harinya masih aman bagi kesehatan anda. Walaupun komposisi atau kandungan omega 3 pada setiap suplemen minyak ikan berbeda-beda, sebagian besar suplemen minyak ikan mengandung 1 gram minyak ikan di setiap kapsulnya. Mengkonsumsi lebih dari 3 gram minyak ikan setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan. Minyak ikan juga dapat mengandung sedikit zat berbahaya seperti merkuri dan poliklorinasi bifenil (PCB) yang memiliki dampak negatif terhadap perkembangan janin dan anak-anak.Keadaan TertentuOrang-orang dengan beberapa gangguan kesehatan tertentu mungkin dapat memperoleh dampak positif saat mengkonsumsi suplemen minyak ikan dosis tinggi (harus dalam pengawasan dokter). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi 12 gram minyak ikan dapat membantu mengurangi gejala sindrom Raynaud. Selain itu, beberapa penelitian lainnya juga menemukan bahwa mengkonsumsi lebih dari 3 gram minyak ikan mungkin dapat memberikan dampak positif pada penderita rematik sendi, depresi, kadar trigliserida yang tinggi, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, dan kanker (harus dilakukan di bawah pengawasan dokter).Kebutuhan Minimal Omega 3Mengkonsumsi suplemen minyak ikan juga dapat membantu memenuhi kebutuhan omega 3 harian anda. The American Pregnancy Association menganjurkan agar semua orang dewasa mengkonsumsi setidaknya 500 mg kombinasi DHA dan EPA setiap harinya, dan setidaknya 300 mg DHA selama kehamilan dan menyusui. Alternatif LainSelain suplemen minyak ikan, anda dapat memenuhi kebutuhan omega 3 harian anda dengan mengkonsumsi ikan salmon, ikan tuna, ikan teri, dan ikan sardine yang mengandung sekitar 1 gram omega 3 per 3.5 onsnya.Sumber: healthyeating.sfgate
 18 Apr 2018    12:30 WIB
Sering Merasa Lelah Bisa Jadi Kurang Zat Besi, Kenali Gejala Akibat Kurang Zat Besi Dan Cara Mengatasinya...
Zat besi merupakan mineral yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen dalam sel darah merah Anda. Wanita yang premenopause atau menjelang masa menopause berada pada risiko tertinggi untuk memiliki kadar zat besi yang rendah dan dapat ditentukan dengan tes darah. Biasanya pemeriksaan yang dilakukan akan ditambahkan pemeriksaan feritin serum yang mengukur berapa banyak besi yang telah disimpan dalam tubuh Anda. Jika kadar ferritin Anda rendah, itu berarti kadar zat besi Anda juga rendah dan sebaliknya. Kadar normal ferritin serum normal adalah antara 20 dan 80 ng / ml, idealnya antara 40 dan 80, di bawah 20 Anda kekurangan zat besi dan di atas 80 adalah kelebihan zat besi.   Berikut adalah gejala zat besi yang rendah: Kelelahan Ini adalah gejala yang paling umum dari kekurangan zat besi tapi terkadang-kadang sulit untuk diidenitifikasikan. Biasanya karena kekurangan zat besi menyebabkan asupan oksigen yang mencapai jaringan tubuh Anda berkurang, sehingga tubuh Anda kekurangan energi yang dibutuhkan. Jika Anda merasa lemah, mudah tersinggung atau tidak dapat fokus maka bisa jadi Anda mengalami kekurangan zat besi. Kulit pucat Hemoglobin memberikan darah warna merah sehingga ketika kadar protein yang rendah dapat menyebabkan perubahan warna dari kulit Anda. Jika bagian dalam bibir Anda, gusi dan bagian dalam kelopak mata bawah Anda terlihat pucat, bisa jadi karena kadar zat besi yang rendah Sesak napas Jika kadar oksigen Anda rendah, Anda akan merasa kekurangan udara. Jika Anda hanya melakukan aktivitas berat sedikit saja misal naik tangga tetapi membuat Anda benar-benar seperti kehabisan napas dan sesak napas bisa jadi ini karena kekurangan zat besi. Sakit kepala Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kekurangan oksigen, termasuk aliran oksigen yang ke area otak sehingga menyebabkan sakit kepala, menurut National Headache Foundation. Merasa cemas Kekurangan zat besi dapat membuat Anda merasa cemas tanpa alasan. Kurangnya oksigen mempengaruhi sistem saraf simpatik tubuh Anda, yang seperti pedal gas dalam tubuh Anda. Kelenjar tiroid kurang aktif Kekurangan zat besi memperlambat fungsi tiroid tubuh Anda dan mempengaruhi proses metabolisme, menurut National Academy of Hypothyroidism. Kekurangan salah satu mineral seperti zat besi dan vitamin D dapat memiliki beberapa gejala dan efek samping.   Apa yang harus Anda lakukan jika Anda memiliki beberapa atau semua gejala di atas? Buatlah janji dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah. Meningkatkan jumlah daging merah dalam diet Anda. Sebaiknya pilih sapi yang tidak disuntik dengan hormon. Tambahan zat besi dari sumber berkualitas tinggi. Kebutuhan zat besi biasanya untuk wanita antara usia 19-50 tahun membutuhkan 18 mg per hari. Tergantung pada seberapa berat menstruasi Anda bila berat maka membutuhkan dosis yang lebih tinggi. Jika Anda sedang hamil maka Anda perlu 27 mg.   Baca juga: Terlalu Banyak Zat Besi Didalam Daging Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: healthstatus
 10 Mar 2018    10:00 WIB
3 Alasan Untuk Konsumsi Vitamin Anda
Mengonsumsi multivitamin setiap hari adalah cara yang hebat untuk mendapatkan nutrisi yang mungkin Anda perlukan.    Investasikan diri Anda. Kami percaya Anda akan selalu menjaga diri Anda dan hal ini adalah hal yang menyenangkan. Kesehatan dan kebahagiaan adalah 2 hal yang berkesinambungan, aktivitas sehari-hari dan kebiasaan akan membentuk Anda menjadi lebih baik. Mengonsumsi multivitamin setiap hari adalah cara yang tepat untuk memperoleh nutrisi yang mungkin Anda perlukan. Berikut adalah 3 alasan mengapa Anda perlu mengkonsumsi vitamin.   Sulitnya mengonsumsi menu diet yang seimbang Dengan jadwal kerja yang padat dan cara hidup yang cepat, mengonsumsi menu diet yang seimbang dan bervariasi hampir sulit untuk dilakukan. Apabila Anda seperti ini, bukan tidak mungkin Anda akan kekurangan nutrisi yang tubuh Anda butuhkan. Berita baiknya multivitamin ataupun suplemen dapat menggantikan hal tersebut.   Multivitamin mempunyai rasa yang enak Multivitamin yang besar dan sulit untuk diminum sudah tidak jaman. Carilah vitamin yang berbentuk gummies atau permen karet. Selain mempunyai rasa yang enak, multivitamin juga dilengkapi dengan perpaduan vitamin esensial, mineral dan rasa buah alami. Suplemen atau multivitamin akan memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Jika Anda seorang wanita, Anda dapat memilih vitamin yang di formulasi khusus untuk wanita, atau jika Anda sedang hamil Anda bisa memilih vitamin untuk masa kehamilan dan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.    Anda hanya memiliki satu tubuh, jadi perkaya tubuh Anda dengan vitamin  Anda tentu tidak perlu berpikir dua kali saat berinvestasi dalam membeli pakain cantik, meluangkan waktu Anda untuk membuat rambut Anda terlihat menakjubkan bukan? Oleh karena itu berikan hal yang sama untuk tubuh Anda, dan Anda akan merasakan dan melihat efek yang terbaik. Sekarang hadapi dunia dan bersinarlah!     Sumber : Womenshealth
 28 Jan 2018    13:00 WIB
Resiko Berbahaya Saat Mengkonsumsi Terlalu Banyak Suplemen Minyak Ikan
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, minyak ikan merupakan sumber asam lemak omega 3, yang dapat membantu menjaga kesehatan otak dan menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung. Beberapa jenis ikan yang merupakan sumber minyak ikan adalah ikan mackerel, halibut, salmon, herring, dan tuna. Walaupun minyak ikan memiliki berbagai manfaat baik bagi kesehatan anda, akan tetapi mengkonsumsi lebih dari 3 gram minyak ikan setiap harinya dapat menimbulkan efek samping yang dapat mengganggu bagi kesehatan anda. Meningkatkan Resiko PerdarahanJangan mengkonsumsi terlalu banyak suplemen omega 3 tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda, terutama bila anda menderita gangguan pembekuan darah atau obat pengencer darah seperti aspirin, warfarin, dan klopidogrel. Mengkonsumsi terlalu banyak omega 3 dapat meningkatkan resiko perdarahan. Resiko ini juga dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki gangguan pembekuan darah dan pada orang yang tidak mengkonsumsi obat lainnya. Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh dan Menimbulkan Reaksi AlergiMengkonsumsi terlalu banyak minyak ikan dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh anda, dengan cara menurunkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai infeksi dan penyakit.Penderita HIV/AIDS atau orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah harus berhati-hati saat mengkonsumsi suplemen ini. Selain itu, bila anda menderita alergi terhadap berbagai jenis seafood, termasuk ikan; maka anda mungkin juga mengalami reaksi alergi terhadap suplemen minyak ikan. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan benar tidaknya reaksi alergi dapat terjadi juga saat mengkonsumsi suplemen minyak ikan. Meningkatkan Resiko Kanker PankreasBerdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi suplemen minyak ikan dosis tinggi mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat. Sejumlah besar asam lemak omega 3 dapat memicu terjadinya stress oksidatif, yang dapat merusak DNA, yang ternyata dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat. Para peneliti menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi suplemen minyak ikan dosis tinggi atau mengkonsumsi banyak ikan berminyak mengalami peningkatan resiko kanker prostat hingga 43% dibandingkan dengan pria yang hanya mengkonsumsi sedikit suplemen minyak ikan maupun ikan. Dampaknya Terhadap Vitamin E dan LemakSebuah penelitian di tahun 1991 menemukan bahwa penggunaan suplemen minyak ikan dalam jangka panjang mungkin dapat mengganggu metabolisme vitamin E dan memicu terjadinya peroksidasi lemak, yang merupakan suatu proses yang seringkali terjadi sebagai efek berbahaya dari radikal bebas. Walaupun beberapa jenis suplemen minyak ikan juga mengandung vitamin E, para peneliti mengatakan bahwa jumlahnya tidak cukup untuk mencegah kerusakan oksidatif tersebut. Efek Samping LainSelain berbagai efek samping di atas, anda juga dapat mengalami berbagai gejala di bawah ini bila mengkonsumsi terlalu banyak suplemen minyak ikan, yaitu:•  Dada terasa seperti terbakar•  Mimisan•  Bau mulut•  Sendawa•  Timbulnya bercak kemerahan pada kulit•  Tinja yang lunak•  Mual Selain itu, suplemen minyak ikan ini juga dapat memperburuk gejala gangguan depresi dan gangguan bipolar. Sumber: healthyeating.sfgate
 05 Feb 2017    15:00 WIB
Keuntungan dan Kerugian Mengkonsumsi Suplemen Minyak Ikan
Suplemen minyak ikan mengandung asam lemak omega 3 yang berasal dari berbagai jenis ikan, seperti ikan herring, tuna, salmon, dan halibut. Suplemen minyak ikan juga mengandung sedikit vitamin E untuk membuatnya tahan lama. Suplemen ini mungkin juga mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, zat besi, dan kalsium. Keuntungan Konsumsi Suplemen Minyak Ikan 1.  Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Pembuluh DarahAsam eikosapentanoat (EPA) dan asam dokosaheksanoat (DHA) merupakan 2 jenis asam lemak omega 3 yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah. EPA dan DHA juga dapat menurunkan kadar trigliserida. Trigliserida dapat menyebabkan denyut jantung abnormal dan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung serta stroke. Selain itu, suplemen minyak ikan juga dapat memperlambat pembentukan plak lemak di dalam dinding pembuluh darah (aterosklerosis) yang dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah karena mengerasnya pembuluh darah tersebut. 2.  Membantu Mengatasi Rematik SendiSuplemen minyak ikan juga dapat membantu mengatasi suatu penyakit autoimun seperti rematik sendi, yang dapat mengganggu kesehatan tulang dan sendi anda. Suplemen ini dapat mengurangi inflamasi (peradangan) sendi, kekakuan sendi di pagi hari, dan mengurangi ketergantungan anda pada obat NSAID. Suplemen minyak ikan hanya dapat membantu mengurangi gejala rematik sendi dan tidak dapat menghentikan perkembangan penyakit. Dianjurkan agar anda berkonsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi suplemen apapun. Kerugian Konsumsi Suplemen Minyak Ikan 1.  Meningkatkan Resiko Terjadinya Stroke HemoragikBerdasarkan suatu penelitian di Amerika, mengkonsumsi lebih dari 3 gram asam lemak omega 3 (setara dengan 3 porsi ikan) setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke hemoragik. Stroke hemoragik merupakan stroke yang terjadi akibat pecahnya salah satu atau beberapa pembuluh darah yang menyebabkan terjadinya perdarahan di dalam otak. 2.  ToksisitasBerbagai jenis zat beracun di dalam air seperti arsen, timah, merkuri, dan kadmium dapat menumpuk di dalam ikan. Berbagai zat berbahaya ini mungkin sulit dibuang melalui berbagai proses pembuatan suplemen minyak ikan dan ikut tercerna. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan kognitif dan disfungsi sistem saraf.Sumber: healthyeating.sfgate
 28 Sep 2015    16:00 WIB
Berbagai Suplemen Untuk Membantu Mengatasi Rasa Nyeri
Benarkah konsumsi suplemen tertentu dapat membantu mengurangi rasa nyeri kronik? Menurut seorang dokter ahli di Scripps Center for Integrative Medicine, hal ini mungkin saja. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis suplemen yang sering digunakan untuk membantu mengurangi rasa nyeri.   Baca juga: Berbagai Suplemen Pencegah Jerawat   Tanaman Herbal Adanya proses peradangan kronik di dalam tubuh memiliki peranan yang cukup penting dalam terjadinya berbagai nyeri kronik di dalam tubuh, termasuk radang sendi (osteoartritis) dan nyeri punggung serta pinggang. Selain berbagai jenis obat golongan NSAID (non steroid anti inflammatory drugs) yang memang telah banyak digunakan untuk mengatasi rasa nyeri, terdapat beberapa jenis tanaman herbal yang ternyata memiliki cara kerja yang hampir sama dengan berbagai jenis obat golongan NSAID tersebut. Beberapa jenis tanaman herbal tersebut adalah kunyit, teh hijau, jahe, rosemary, cakar kucing (tanaman), cakar setan (tanaman), dan willow bark (tanaman). Menurut para ahli, di antara berbagai jenis tanaman herbal di atas, kunyit merupakan tanaman herbal terbaik untuk membantu mengatasi nyeri. Hal ini dikarenakan kunyit memiliki cara kerja yang sama dengan obat golongan NSAID. Oleh karena itu, suplemen kunyit pun memiliki efek samping yang sama dengan obat golongan NSAID, yaitu perdarahan dan nyeri lambung. Akan tetapi, efek samping ini biasanya tidak seberat efek samping NSAID. Bila Anda menggunakan obat pengencer darah, dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan berbagai jenis suplemen anti nyeri di atas.   Minyak Ikan Anda mungkin sudah familiar dengan suplemen minyak ikan. Suplemen minyak ikan merupakan salah satu jenis suplemen yang telah terbukti dapat membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan jantung dan pembuluh darah hingga depresi serta asma. Selain itu, minyak ikan juga telah terbukti dapat membantu mengurangi proses radang (inflamasi) dan nyeri yang disebabkan oleh berbagai jenis gangguan kesehatan kronik. Kandungan asam lemak omega 3 di dalam minyak ikan ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri kronik seperti nyeri kepala, nyeri punggung, nyeri pinggang, beberapa jenis nyeri saraf, dan nyeri akibat penyakit autoimun (radang sendi reumatoid/reumatoid artritis).   Vitamin D Berbagai penelitian telah berhasil menemukan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dengan peningkatan resiko terjadinya nyeri kronik. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 menemukan bahwa seorang penderita nyeri kronik yang juga memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam tubuhnya membutuhkan dosis obat anti nyeri yang lebih banyak, yaitu hingga 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan penderita nyeri yang tidak menderita kekurangan vitamin D. Para ahli menganjurkan pemberian suplemen vitamin D untuk membantu mengurangi rasa nyeri bila kadar vitamin D penderita kurang dari 50-70 nanogram/mL. Para ahli menemukan bahwa pemberian suplemen vitamin D ini dapat membantu mengatasi rasa nyeri pada penderita fibromialgia, nyeri tulang, dan nyeri sendi.   Capsaicin Anda dapat menemukan capsaicin di dalam berbagai jenis cabai. Capsaicin ini ternyata dapat membantu mengurangi rasa nyeri bila dioleskan langsung pada kulit. Pemberian capsaicin topikal (dioleskan langsung pada kulit) dapat membantu mengurangi segala jenis nyeri. Berbagai penelitian telah menemukan bahwa senyawa capsaicin ini dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi reumatoid, radang sendi, psoriasis, herpes, neuropati diabetikum, nyeri punggung, fibromialgia, dan nyeri kepala. Akan tetapi, satu hal yang perlu Anda ingat adalah rasa nyeri Anda mungkin akan memburuk selama beberapa hari sebelum mulai membaik bila Anda menggunakan capsaicin. Selain itu, penggunaan capsaicin secara langsung pada kulit juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit.   Glukosamin Sulfat Bila Anda menderita nyeri sendi, maka konsumsi suplemen glukosamin tampaknya adalah yang paling tepat bagi Anda. Berbagai penelitian telah menemukan bukti kuat bahwa suplemen glukosamin ini dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi di daerah lutut. Suplemen glukosamin biasanya dikombinasikan dengan kondroitin, yang juga bermanfaat untuk membantu mengatasi rasa nyeri sendi. Menurut berbagai penelitian, selain dapat membantu mengatasi rasa nyeri akibat radang sendi, glukosamin ternyata juga dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit tersebut.   Magnesium Beberapa penelitian telah menemukan bahwa suplemen magnesium dapat membantu mengatasi rasa nyeri yang disebabkan oleh beberapa hal seperti migrain, kram otot, dan fibromialgia.   Bromelain Enzim yang dapat ditemukan pada buah nanas ini ternyata dapat membantu mengurangi proses radang dan nyeri di dalam tubuh. Beberapa penelitian menemukan bahwa enzim bromelain dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi dan nyeri lutut. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu seberapa baik suplemen ini diserap oleh saluran pencernaan manusia.   Riboflavin (Vitamin B2) Menurut sebuah penelitian, riboflavin mungkin dapat membantu menurunkan frekuensi terjadinya migrain. Akan tetapi, sebuah penelitian lainnya tidak mendukung hasil penelitian di atas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: webmd