Your browser does not support JavaScript!
 04 Feb 2015    14:00 WIB
Tes Resiko Stroke Anda Dengan Melakukan Hal Ini!
Sebuah penelitian di Jepang menemukan bahwa bila seseorang tidak dapat menjaga keseimbangannya saat berdiri dengan 1 kaki selama setidaknya 20 detik, maka orang tersebut beresiko untuk terkena stroke. Kesulitan berdiri dengan satu kaki dapat merupakan salah satu petunjuk bahwa telah terjadi stroke kecil atau perdarahan kecil di dalam otak, yang merupakan salah satu resiko terjadinya serangan stroke yang lebih berat. Peneliti menganjurkan agar orang yang menunjukkan tanda-tanda kesulitan menjaga keseimbangan saat berdiri dengan satu kaki dan kesulitan berjalan untuk lebih memperhatikan keadaan kesehatannya secara keseluruhan karena hal ini dapat merupakan pertanda adanya abnomalitas di dalam otak dan penurunan fungsi mental. Stroke merupakan suatu gangguan kesehatan yang terjadi karena adanya gangguan aliran darah di dalam otak akibat adanya suatu sumbatan atau perdarahan. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 1.400 oragn pria dan wanita, yang rata-rata berusia 67 tahun. Para peneliti kemudian meminta seluruh peserta penelitian untuk berdiri dengan satu kaki selama 1 menit. Selain itu, para peneliti juga melakukan pemeriksaan MRI otak untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan di dalam pembuluh darah kecil otak yang dapat menyebabkan terjadinya stroke tersembunyi atau perdarahan kecil. Para peneliti menemukan bahwa ketidakmampuan untuk menjaga keseimbangan saat berdiri dengan 1 kaki selama 20 detik berhubungan dengan adanya stroke “kecil” atau perdarahan kecil di dalam otak. Gangguan keseimbangan ini juga berhubungan dengan penurunan kemampuan berpikir dan daya ingat. Seorang ahli di Amerika mengatakan bahwa penyempitan atau sumbata pada pembuluh darah kecil di dalam otak dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke “kecil” atau perdarahan kecil. Stroke “kecil” ini merupakan salah satu penyebab utama terjadinya penurunan fungsi mental dan demensia (pikun), serta juga berhubungan dengan terjadinya kesulitan berjalan dan kesulitan menjaga keseimbangan serta kemungkinan untuk jatuh pada seseorang. Peneliti mengatakan bahwa di antara orang yang memiliki 2 atau lebih stroke “kecil”, sekitar sepertiganya mengalami kesulitan menjaga keseimbangan dan pada orang yang pernah mengalami stroke, sekitar 16% di antaranya mengalami kesulitan menjaga keseimbangan. Selain itu, sekitar 30% orang yang mengalami 2 atau lebih perdarahan kecil juga mengalami kesulitan untuk menjaga keseimbangan. Sedangkan pada orang yang hanya memiliki 1 perdarahan kecil di dalam otak, sekitar 15% di antaranya juga mengalami kesulitan menjaga keseimbangan. Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang mengalami kerusakan pembuluh darah otak biasanya berusia lebih tua, menderita tekanan darah tinggi, dan memiliki pembuluh darah karotis yang lebih tebal dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengalami stroke atau perdarahan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa orang yang kesulitan menjaga keseimbangannya saat berdiri dengan 1 kaki selama sejangka waktu juga berhubungan dengan penurunan kemampuan daya ingat dan berpikir.   Sumber: newsmaxhealth
 10 Jun 2014    13:00 WIB
Berbagai Pilihan Pengobatan Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang berbahaya yang dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, kegagalan jantung atau penyakit ginjal. Tujuan utama dari pengobatan hipertensi adalah menurunkan tekanan darah dan melindungi organ-organ penting seperti otak, jantung dan ginjal dari kerusakan. Pengobatan dari hipertensi telah diasosiasikan dengan penurunan kejadian stroke (menurun sampai 35%-40%), serangan jantung (20%-25%), dan gagal jantung (lebih dari 50%), menurut para peneliti. Untuk mencegah tekanan darah, setiap orang perlu didorong untuk membuat modifikasi didalam hidupnya seperti makan lebih sehat, berhenti merokok dan lebih banyak berolahraga. Terapi dengan obat-obatan direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah dari 140/90 pada orang muda dan 150/90 untuk orang yang lebih tua. Mengobati tekanan darah Anda melibatkan kombinasi dari gaya hidup sehat dan kemungkinan terapi obat-obatan. Perubahan gaya hidup untuk mengobati hipertensi Langkah kritikal yang harus Anda lakukan untuk mencegah dan mengobati tekanan darah adalah gaya hidup sehat. Anda dapat menurunkan tekanan darah dengan melakukan perubahan gaya hidup berikut ini: Turunkan berat badan jika Anda obesitas Berhenti merokok Makan makanan sehat, termasuk melakukan diet DASH (makan lebih banyak buah, sayuran dan produk rendah lemak, kurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak saturasi tinggi) Mengurangi konsumsi sodium menjadi kurang dari 1.500mg perhari jika Anda menderita hipertensi. Orang dewasa sehat harus membatasi asupan sodium tidak lebih dari 2.300 mg (kurang lebih 1 sendok teh garam perhari) Melakukan olahraga secara teratur, yang paling baik adalah aerobik (misalnya jalan cepat selama 30 menit perhari, beberapa kali seminggu) Batasi konsumsi alkohol  Obat-obatan yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, termasuk: Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors Angiotensin II receptor blockers (ARBs) Diuretics Beta-blockers Calcium channel blockers Alpha-blockers Alpha-agonists Renin inhibitors Obat kombinasi Diuretik merupakan obat yang paling sering direkomendasikan sebagai lini pertama untuk terapi orang dengan hipertensi. Tetapi dokter mungkin dapat mengawali pengobatan dengan obat selain diuretik sebagai lini pertama jika Anda memiliki masalah kesehatan lainnya. Sebagai contoh ACE inhibitor banyak digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita diabetes. Jika satu obat tidak dapat menurunkan tekanan darah sampai ke angka yang diharapkan maka diperlukan alternatif obat lain atau kombinasi beberapa jenis obat.   Sumber: webmd
 15 Jan 2010    11:00 WIB
Tips Gaya Hidup Sehat Pencegah Stroke
Jika Anda pernah mengalami serangan stroke, maka mencegah terjadinya serangan kedua merupakan prioritas utama Anda. Hal ini dikarenakan resiko terjadinya stroke akan meningkat hingga 10 kali lipat pada seseorang yang pernah mengalami serangan stroke sebelumnya. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya serangan stroke kedua biasanya adalah dengan mencari tahu apa penyebab terjadinya serangan stroke pertama, misalnya fibrilasi atrial (irama jantung abnormal yang menyebabkan terbentuknya bekuan darah) atau penyempitan pembuluh darah karotis di leher. Selain itu, pengobatan serangan stroke juga ditujukan untuk mengatasi berbagai faktor resiko lainnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kadar kolesterol yang tinggi. Perubahan gaya hidup merupakan hal yang sangat penting bila Anda ingin menurunkan resiko stroke Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat hal-hal apa saja yang perlu Anda ubah dan perhatikan untuk mencegah berulangnya serangan stroke pada diri Anda.   Obat yang Dapat Digunakan Untuk Mencegah Serangan Stroke Berulang Obat anti platelet dan obat pengencer darah dapat membantu menurunkan resiko terjadinya serangan stroke iskemik berulang. Kedua obat ini dapat mengganggu proses pembentukan bekuan darah sehingga bekuan darah tidak dapat terbentuk. Konsumsilah kedua obat ini sesuai dengan anjuran dokter. Tanyakan juga mengenai obat atau makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya serangan stroke kedua.   Periksa Tekanan Darah Anda Secara Teratur Tekanan darah tinggi akan menyebabkan dinding pembuluh darah arteri terus tertekan. Jika tidak segera diobati, tekanan ini akan merusak dan melemahkan pembuluh darah Anda tersebut, membuatnya menjadi lebih muda membentuk bekuan darah atau robek dan menyebabkan terjadinya stroke. Tekanan darah tinggi adalah hal yang paling sering menyebabkan terjadinya stroke. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat juga dapat menurunkan resiko terjadinya stroke dan menjaga tekanan darah Anda tetap stabil. Anda juga harus mengkonsumsi obat anti darah tinggi setiap hari. Segera beritahu dokter Anda bila obat darah tinggi yang Anda konsumsi menimbulkan efek samping tertentu. Tanyakan pada dokter Anda mengenai berapa target tekanan darah yang dianjurkan. Periksalah tekanan darah Anda secara teratur di rumah untuk mengetahui apakah obat yang Anda konsumsi cukup efektif bagi Anda.   Berhentilah Merokok Berhenti merokok merupakan langkah penting yang perlu Anda lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya serangan stroke berulang. Efek berhenti merokok pun dapat dengan cepat Anda rasakan. Hanya dalam waktu 5 tahun, resiko stroke Anda akan menjadi sama seperti seseorang yang tidak pernah merokok. Jika Anda sedang berusaha untuk berhenti merokok, jauhilah orang-orang yang merokok. Selain dapat membuat Anda merasa tergoda, menghirup asap rokok juga tidak baik bagi kesehatan Anda.   Ubah Pola Makan Anda Memperbaiki pola makan Anda juga dapat mengatasi beberapa faktor resiko stroke seperti memiliki berat badan berlebih. Mulailah mengganti makanan tinggi lemak dengan makanan rendah lemak dan gantilah makanan manis dengan makanan berserat seperti buah dan sayuran. Perubahan ini akan membuat tubuh Anda mendapatkan antioksidan yang berfungsi sebagai pelindung bagi jantung Anda dan meningkatkan kadar serat di dalam makanan Anda. Meningkatkan kadar serat dapat membuat Anda menjadi lebih kenyang dan lebih puas serta dapat menurunkan kadar kolesterol Anda. Walaupun banyak pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk makan dengan lebih sehat, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa anjuran yang mungkin dapat memudahkan proses perubahan pola makan Anda: Belilah berbagai jenis buah dan sayuran segar Belilah roti gandum, sereal, beras, dan pasta Pilihlah daging unggas, ikan, dan daging tanpa lemak Tambahkan kacang-kacangan dan biji-bijian di dalam makanan Anda beberapa kali dalam seminggu Pilihlah susu rendah lemak atau susu tanpa lemak Gunakan lemak sehat seperti minyak zaitun, minyak kanola, dan minyak sayur lain Jangan tambahkan garam saat memasak Baca label makanan Anda dan hindari makanan yang mengandung banyak gula, garam (natrium), lemak jenuh, dan lemak trans Cobalah untuk tidak mengkonsumsi daging selama sehari penuh setiap minggunya untuk membatasi asupan kolesterol dan lemak yang tidak sehat Untuk membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan, pastikan Anda selalu sarapan setiap harinya, makanlah dengan porsi yang lebih kecil, minum banyak air putih, dan belajarlah untuk memilih makanan yang sehat saat makan di luar.   Baca juga: Cuaca dan Peningkatan Resiko Stroke   Berolahraga Secara Teratur Sebelum mulai berolahraga, berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai olahraga apa yang boleh Anda lakukan karena Anda pernah terkena serangan stroke sebelumnya. Jika Anda mengalami kecacatan akibat stroke, berkonsultasilah dengan dokter atau terapis Anda mengenai olahraga apa yang paling cocok bagi Anda. Bagi sebagian besar orang, berjalan kaki selama 20-30 menit setiap harinya merupakan olahraga yang ideal. Jika Anda tidak dapat berjalan kaki selama itu, bagilah waktu berjalan kaki Anda menjadi 2 atau 3 (10 menit setiap kalinya). Secara perlahan dan bertahap tingkatkan kemampuan dan intensitas olahraga Anda. Beberapa olahraga dengan intensitas sedang yang dapat Anda lakukan adalah berjalan cepat, berkebun, aerobik air, dan bergerak dengan kursi roda Anda bila Anda duduk di atas kursi roda. Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan (lebih dari 1-2 gelas setiap harinya) dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke hingga 69% pada orang yang belum pernah menderita stroke sebelumnya. Selain itu, mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Jangan Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Secara Berlebihan Mengkonsumsi 2 gelas minuman beralkohol bagi pria dan 1 gelas minuman beralkohol bagi wanita sebenarnya justru dapat membantu melindungi Anda dari stroke. Lebih dari jumlah ini, Anda justru dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke. Akan tetapi, jangan mulai mengkonsumsi minuman beralkohol bila Anda sebelumnya tidak pernah mengkonsumsinya. Jika Anda ingin mengurangi jumlah minuman beralkohol yang Anda konsumsi; jangan simpan minuman beralkohol di dalam rumah Anda, cobalah untuk tidak mengkonsumsi alkohol setiap harinya, dan belajarlah untuk menikmati minuman beralkohol yang Anda konsumsi (jangan langsung ditelan). Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd