Your browser does not support JavaScript!
 01 Sep 2019    08:00 WIB
Tanda Awal dan Penanganan Stroke
Setiap tahunnya lebih dari 795.000 orang Amerika mengalami stroke, menurut  Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Banyak penderita stroke meningga; disebabkan oleh komplikasi dari stroke.Stroke merupakan penyebab ketiga kematian di seluruh dunia, menurut Internet Stroke Center. Stroke juga menyebabkan kecacatan untuk jangka waktu yang lama. Secara umum stroke kebanyakan menyerang pria, berusia lanjut, dan perokok.Kemampuan mengenali stroke akan dapat menyelamatkan nyawa. Jika Anda melihat dan mencurugai seseorang akan terkena stroke, segera bawa ke unit gawat darurat terdekat. Apakah stroke itu?Stroke mengindikasikan adanya kekurangan aliran darah ke otak. Hal tersebut bisa disebabkan karena sumbatan didalam pembuluh darah atau karena pecahnya pembuluh darah.Jika disebabkan kerena sumbatan di pembuluh darah maka pasien memerlukan obat pengencer sumbatan dengan segera setelah terlihat tanda-tanda stroke. Tindakan dan pengobatan segera sangat diperlukan untuk meningkatkan kemungkinan pemulihan dari strokeTanda dari disfungsi otakStroke sering ditandai dengan kehilangan kemampuan untuk berbicara, ekspresi wajah yang datar dan kebingungan. Penderita stroke mengalami kesulitan untuk berbicara dan mengerti pembicaraan. Gejala lain yang menunjukkan adanya kerusakan pada otak adalah:    •    Pusing    •    Kehilangan koordinasi tubuh dan keseimbangan    •    Nyeri kepala tiba-tiba Stroke dapat menyerang beberapa bagian tubuh, seperti:    •    Mata: penurunan penglihatan baik pada satu mata atau keduanya    •    Wajah, tangan atau kaki: kelemahan dan rasa baal, lebih sering terjadi pada satu bagian tubuh    •    Perut: mual, muntah    •    Tubuh: merasa kelelahan yang luar biasa    •    Kaki: kesulitan berjalan Gejala yang dialami setiap orang bisa sangat bervariasi tergantung dari lokasi otak yang terkena serangan. Stroke sering hanya satu bagian dari kedua hemisfer otak (kanan dan kiri). Stroke di salah satu hemisfer akan mempengaruhi tubuh yang berada di posisi berlawanan. Apakah F.A.S.T itu?Jika Anda melihat seseorang memiliki kemungkinan terkena stroke, lakukanlah tiga tes sederhana berikut ini kemudian lakukan tindakan:    •    F – Face: mintalah orang tersebut untuk tersenyum, periksalah apakah salah satu sisi wajah ada yang terjatuh atau tidak simetris    •    A – Arms: mintalah orang tersebut untuk mengangkat tangan, lihatlah apakah salah satu tangan tertinggal    •    S – Speech: minta orang tersebut untuk mengulang kata-kata yang sederhana, lihatlah apakah ada kata aneh yang keluar    •    T – Time: jika Anda melihat tanda-tanda diatas, segera telfon 119 atau nomor gawat darurat lain.Sumber: Healthline
 10 Jul 2019    11:00 WIB
Usia Muda Bukan Berarti Terbebas dari Stroke
Walaupun stroke lebih sering mengenai orang lanjut usia, akan tetapi bukan berarti stroke tidak dapat mengenai orang yang berusia lebih muda (18-50 tahun). Sekitar sepertiga orang yang mengalami stroke sebelum berusia 50 tahun masih harus terus berjuang untuk mengatasi ketidakmampuan dan gangguan fungsi bahkan hingga 9 tahun kemudian. Sebuah penelitian di Belanda yang mengamati bagaimana kehidupan orang-orang yang mengalami stroke di usia muda menemukan bahwa banyak penderita stroke yang tidak lagi dapat hidup mandiri atau membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari, termasuk dalam mengatur keuangannya atau kebersihan dirinya. Penelitian ini menemukan bahwa 1 dari 8 orang penderita tidak lagi dapat hidup mandiri. Para ahli seringkali memprediksi bahwa penderita stroke di usia muda dapat memperoleh kesembuhan sempurna karena usianya yang masih muda, akan tetapi data yang diperoleh dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesembuhan sempurna sangat sulit atau bahkan mustahil tercapai. Berbagai Hal yang Mempengaruhi Kesembuhan Paska Serangan Stroke Beratnya Serangan dan Usia PenderitaOrang yang mengalami serangan stroke yang lebih berat memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk memperoleh kembali berbagai fungsi anggota geraknya, seperti halnya orang yang mengalami stroke di usia tuanya. Jenis Serangan StrokeJenis serangan stroke yang terjadi pun mempengaruhi kesembuhan penderitanya. Orang yang mengalami serangan stroke ringan (transient ischemic attack/TIA), di mana gejala terjadi dan menghilang dalam waktu singkat memiliki kemungkinan penyembuhan yang terbaik. Walaupun sekitar 11% di antaranya mengalami gangguan dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari, termasuk mengendarai mobil, berbelanja, memasak, mengurus rumah, dan menggunakan telepon. Sementara itu, sekitar 15% penderita stroke iskemik yaitu jenis serangan stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah tidak lagi dapat mengurus dirinya sendiri.Sedangkan sekitar 18% penderita stroke hemoragik, yaitu serangan stroke yang terjadi akibat perdarahan di dalam otak mengalami kelumpuhan.Faktor Resiko StrokeWalaupun orang berusia muda (18-50 tahun) memiliki resiko stroke yang lebih rendah, akan lebih baik bila mereka dapat menghindari berbagai faktor resiko stroke di bawah ini untuk mencegah terjadinya stroke di usia muda, yaitu:•    Merokok•    Menderita tekanan darah tinggi•    Menderita diabetes•    Obesitas•    Tidak atau kurang berolahragaSumber: npr
 31 May 2019    18:00 WIB
6 Pilihan Terapi Alternatif Untuk Stroke
Terapi alternatif untuk stroke dapat membantu melengkapi terapi yang diberikan diresepkan oleh dokter Anda untuk pulih dari stroke. Tetapi Anda harus memahami bahwa tidak satupun dari terapi ini dapat langsung mengobati stroke, tetapi pilihan terapi ini dapat membantu untuk program rehabilitasi dari stroke dan mencoba untuk mencegah kekambuhan dari stroke dan masalah kesehatan lain yang terkait. Belum ada bukti kuat yang membuktikan satupun dari terapi alternatif ini lebih baik dibandingkan terapi medis. Jadi jika Anda berniat melakukan salah satu dari terapi alternatif ini, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sehingga tidak ada pertentangan dengan terapi medis yang diberikan dokter Anda. Akupuntur Selama berabad-abad di budaya Asia, menusukkan jarum kecil ke titik spesifik tubuh dapat membantu meringankan nyeri dan mengobati kelumpuhan dan berbagai masalah otot lainnya yang disebabkan oleh stroke. Terapi yang hampir mirip, acupressure menggunakan titik sama dengan akupuntur, tetapi tidak menggunakan jarum. Perubahan diet Jika Anda mengalami stroke iskemik, yang melibatkan endapan dari darah, Anda akan diinstruksikan untuk memperhatikan lagi kadar kolesterol Anda, karena peningkatan kadar kolesterol jahat dapat menyebabkan emboli dan endapan yang akan mengganggu peredaran darah. Kadar kolesterol yang sehat dapat dicapai dengan melakukan olahraga yang teratur dan pola makan yang sehat. Hindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi, lemak jenuh, sodium dan zat berbahaya lain yang tidak baik untuk darah dan juga pembuluh darah. Selain itu Anda juga memerlukan pengobatan yang membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Pemijatan  Pemijatan merupakan terapi yang sering digunakan untuk meringankan berbagai gejala, salah satunya juga dapat membantu pasien stroke meningkatkan mood, menurunkan tekanan darah, meredakan kegugupan dan juga membuat tubuh lebih rileks. Selain itu pemijatan juga dapat mengobati masalah otot yang sering terjadi pada stroke dengan cara meningkatkan aliran darah didaerah yang lumpuh. Yoga Yoga dapat membantu pasien stroke dengan meningkatkan gerakan halus dari tubuh dan meningkatkan kemampuan bernafas. Selain itu yoga juga dapat meningkatkan aliran darah, tekanan darah dan kesehatan secara keseluruhan. Aromaterapi Aroma tertent dapat membantu seseorang untuk lebih tenang dan meredakan nyeri. Rosemary, lavender dan peppermint merupakan tiga jenis aromaterapi yang paling sering digunakan untuk meredakan nyeri yang sering muncul pada pasien stroke. Pengobatan herbal Beberapa jenis pengobatan herbal dapat digunakan untuk meningkatkan aliran darah ke otak, meningkatkan fungsi otak dan melindungi otak dari serangan stroke berikutnya. Tetapi Anda harus berhati-hati dengan penggunaannya dan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.   Sumber: healthline
 03 Mar 2019    11:00 WIB
Faktor Risiko dan Gejala Orang Terkena Stroke
  Guys, penyakit yang satu ini, juga merupakan penyakit yang banyak ditemui di Negara kita, Indonesia. Siapa yang tidak tahu penyakit stroke. Penyakit Stroke merupakan salah satu silent killer di dunia. Lalu apa penyebab penyakit Stroke? stroke disebabkan oleh pembekuan darah yang menyebabkan kurangnya sirkulasi ke daerah-daerah di dalam otak dan kematian sel; atau kebocoran darah dari pembuluh darah yang rusak yang menyebabkan kerusakan sel-sel otak secara lokal. Mayoritas stroke disebabkan oleh gumpalan. Hingga 30% orang yang mengalami stroke meninggal dalam waktu satu bulan. Dari mereka yang mengalami stroke, secara nasional 25% berada di bawah usia 65 tahun.   Stroke adalah masalah kesehatan utama bagi Negara Inggris dan merupakan pembunuh terbesar ketiga setiap tahun dengan 11% kematian disebabkan oleh stroke. Ini adalah penyebab kecacatan terbesar di Inggris namun secara tradisional tidak memiliki profil tinggi. Faktor-faktor risiko orang terkena stroke meliputi: Faktor keturunan. Tekanan darah tinggi, atau hipertensi menyebabkan stroke iskemik. Kolesterol tinggi, seperti Hipertensi dan Diabetes, dapat merusak arteri jantung, arteri karotis, dan otak. Kolesterol memiliki kecenderungan untuk menumpuk dan menyebabkan lengket di dalam pembuluh darah. Hal ini meningkatkan kemungkinan bekuan darah tersangkut di pembuluh darah dan mengganggu pasokan darah ke otak. Penyakit serebrovaskular. Penyakit arteri koroner (CAD). Denyut jantung yang tidak teratur, atau aritmia, dapat berkontribusi pada pembentukan gumpalan darah. Gumpalan darah ini dapat melakukan perjalanan ke otak dan terjebak dalam pembuluh darah kecil, mengakibatkan stroke iskemik. Gagal jantung. Setelah serangan jantung atau akibat tekanan berlebih pada jantung, otot jantung menjadi melemah, sehingga sulit untuk memompa darah secara efisien. Penyakit katup dapat bersifat bawaan (hadir saat lahir) atau dapat berkembang di kemudian hari. Ini juga dapat menyebabkan perubahan aliran darah ke seluruh tubuh, meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah dan berpotensi menyebabkan stroke iskemik. Penyakit Arteri Karotis. Cacat jantung yang hadir saat lahir dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk stroke. Peradangan dan infeksi jantung jarang terjadi, tetapi mereka dapat menyebabkan pembekuan darah, gagal jantung, serangan jantung, dan infeksi lebih lanjut atau peradangan yang dapat mempengaruhi otak. Gangguan pendarahan adalah sekelompok penyakit yang memiliki ketidakmampuan untuk membentuk pembekuan darah yang tepat secara umum. Hal ini menyebabkan pendarahan yang berlebihan dan berkepanjangan di bagian tubuh mana pun, termasuk otak, setelah semua jenis cedera. Gangguan Pembekuan Darah. Ketika pembekuan darah tidak normal, itu dapat mempengaruhi pembentukan gumpalan darah. Pada gilirannya, gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah dan perjalanan dan tinggal di otak atau di tempat lain di tubuh. Anemia sel sabit adalah kelainan genetik sel darah merah. Sel-sel abnormal itu kaku dan dapat menempel pada dinding pembuluh darah otak yang menyebabkan stroke. Bagi sebagian wanita, kehamilan dapat meningkatkan risiko pembekuan darah. Ada sedikit peningkatan risiko stroke selama kehamilan. Ini biasanya terkait dengan kelainan pembekuan darah yang mendasarinya atau kondisi peradangan. Beberapa gangguan autoimun dapat meningkatkan risiko stroke dengan predisposisi kita terhadap perkembangan penyakit pembuluh darah atau pembentukan gumpalan darah. Jika kita telah didiagnosis menderita penyakit autoimun seperti lupus, psoriasis, atau alopecia areata, ada sedikit peningkatan. Infeksi Parah. Infeksi dapat mempengaruhi pembentukan gumpalan darah, dehidrasi, atau gagal jantung. Hubungan antara infeksi dan stroke diyakini terkait dengan peningkatan peradangan yang dapat membuat stroke lebih mungkin terjadi. Aneurisma Otak. Kegemukan (obesitas). Gaya hidup yang tidak sehat. Malformasi Arteriovenous (AVM) adalah kelainan pembuluh darah yang, ketika pecah, menyebabkan stroke hemoragik. Stres dan Mood. Merokok. Stroke juga terbagi menjadi tiga tipe, yaitu: Stroke iskemik. Stroke hemoragik. Serangan iskemik sementara (peringatan atau "mini-stroke"). Selama stroke, setiap menit amat penting! Perawatan yang cepat dapat mengurangi kerusakan otak yang disebabkan oleh stroke. karena itu ketika mengetahui gejalanya, harus segera mengambil langkah perawatan, ke dokter atau ke rumah sakit. Dengan mengetahui tanda-tanda dan gejala-gejala stroke, kita dapat mengambil tindakan cepat dan mungkin menyelamatkan hidup — bahkan mungkin hidup kita sendiri. Gejala umum stroke pada umumnya adalah: Mati rasa atau kelemahan tiba-tiba di wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh. Kebingungan yang tiba-tiba, kesulitan berbicara, atau kesulitan memahami ucapan. Tiba-tiba kesulitan melihat di satu atau kedua mata. Tiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan, atau kurang koordinasi. Tiba-tiba sakit kepala parah tanpa sebab yang diketahui. Stroke biasanya dapat berhasil diobati dan juga dicegah. Makan makanan yang sehat, berolahraga teratur, minum alkohol dalam jumlah sedang dan tidak merokok akan secara dramatis mengurangi risiko terkena stroke. Menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol dengan obat-obatan juga menurunkan risiko stroke secara substansial. Terapi Trombolisis, (terapi Trombolitik) juga merupakan pengobatan untuk melarutkan gumpalan berbahaya dalam pembuluh darah, meningkatkan aliran darah, dan mencegah kerusakan pada jaringan dan organ. Rehabilitasi Stroke juga merupakan cara terbaik untuk menjadi lebih baik setelah stroke. Baiklah sahabat, demikianlah pembahasan kita hari ini tentang penyakit stroke. jika ada gejala sekecil apapun yang menyerupai stroke, segeralah pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat. Jangan ditunda karena bisa berbahaya. Salam sehat!!!   Sumber : www.stroke.org.uk, www.sciencedaily.com, www.medicalnewstoday.com, www.healthline.com, www.wwl.nhs.uk
 19 Nov 2018    11:00 WIB
Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke
Anda tentu sudah pernah mendengar pepatah "an apple a day keeps the doctor away", sebuah apel sehari dapat membuat dokter pergi. Ternyata hal itu bukanlah sebuah pepatah kosong. Para peneliti di the University of Oxford, membandingkan efek memakan sebuah apel dengan mengkonsumsi obat statin (obat yang biasa digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol) pada orang dewasa berusia 50 tahun ke atas di Inggris. Para peserta dalam penelitian ini diminta untuk tidak mengubah pola diet dan gaya hidupnya, kemudian peneliti akan mencatata tingkat kematian yang terjadi yang disebakan oleh penyakit serangan jantung dan stroke. Hasil dari studi tersebut diterbitkan oleh BMJ. Para peneliti menemukan jika orang-orang yang memakan apel setiap hari dengan orang-orang yang mengkonsumsi statin memiliki penurunan angka kematian yang sama. Para ilmuwan juga memperkirakan jika 70% penduduk usia 50 tahun keatas di Inggris secara rutin memakan sebuah apel setiap harinya maka sebanyak 8500 kematian yang disebabkan oleh serangan jantung dan stroke dapat dihindari. Dan jika 90% penduduk usia 50 tahun keatas di Inggris rutin memakan apel, jumlah nyawa bisa diselamatkan akan naik menjadi 11.000 per tahun. Para ilmuwan juga menemukan bahwa dengan peresepan obat statin pada pasien berusia 50 tahun keatas akan menyebabkan 1.200 kasus myopathy tambahan, 2.000 kasus rhabdomyolysis tambahan dan 12.300  kasus diabetes baru setiap tahunnya. Sedangkan jika orang hanya memakan sebuah apel setiap harinya tanpa mengkonsumsi statin, mampu mencegah serangan jantung dan stroke tanpa disertai resiko terjadi penyakit serius lainnya.  Baca juga: Tips Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: care2
 27 Sep 2018    11:00 WIB
Bagaimana Cara Mencegah Stroke?
Pencegahan terjadinya stroke hampir mirip dengan cara pencegahan terjadinya serangan jantung. Oleh karena itu, untuk mencegah stroke, milikilah gaya hidup yang dapat meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mencegah terjadinya pengerasan pembuluh darah akibat penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Kunci untuk melakukan gaya hidup sehat adalah dengan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, menjaga berat badan sehat, menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol, batasi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok. Beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke adalah: Pastikan Anda memperoleh pengobatan yang tepat bila menderita fibrilasi atrium atau gangguan jantung lainnya yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke Lakukan pengobatan untuk mengatasi gangguan tidur apnea Lakukan berbagai teknik yang dapat membantu mengatasi stress Olahraga secara teratur Jaga kadar gula darah Anda tetap stabil bila Anda menderita diabetes Batasi konsumsi minuman beralkohol Pastikan Anda memeriksakan diri secara teratur pada dokter Anda bila Anda memiliki resiko tinggi untuk menderita stroke karena menderita aterosklerosis berat, tekanan darah tinggi, memiliki riwayat penyakit jantung, atau pernah menderita stroke sebelumnya. Pada beberapa orang yang menderita sumbatan parsial (sebagian) pada arteri karotis (arteri yang terdapat di leher yang mensuplai darah ke otak), mungkin diperlukan sebuah tindakan pembedahan (karotis endarterektomi) untuk mencegah terjadinya stroke atau TIA (suatu serangan stroke ringan dengan gejala yang biasanya tidak permanen atau dapat membaik dengan sendirinya). Pada tindakan pembedahan ini, dokter akan membuang lemak dan plak lemak yang terbentuk di dalam arteri ini. Jika dapat diketahui sedini mungkin karena adanya berbagai gejala awal, aneurisma karotis juga dapat diperbaiki dan mencegah terjadinya stroke.  
 03 Jun 2018    16:00 WIB
Wow.. Konsumsi Coklat Dapat Turunkan Resiko Kematian Akibat Stroke
Penelitian lainnya mengenai coklat menemukan bahwa mengkonsumsi sedikit coklat setiap minggunya ternyata tidak hanya mampu menurunkan resiko terjadinya stroke, tetapi juga menurunkan resiko terjadinya kematian akibat stroke. Berdasarkan hasil 2 buah penelitian besar mengenai hubungan coklat dan resiko stroke, para peneliti menemukan bahwa coklat mungkin cukup bermanfaat untuk menurunkan resiko terjadinya stroke.   Pada penelitian pertama, para peneliti menemukan bahwa 44.489 orang yang mengkonsumsi 1 porsi coklat setiap minggunya memiliki resiko yang lebih rendah (22% lebih rendah) untuk menderita stroke dibandingkan dengan orang lain yang tidak mengkonsumsi coklat.   Pada penelitian kedua, para peneliti menemukan bahwa 1.169 yang mengkonsumsi 50 gram coklat sekali seminggu memiliki resiko yang lebih rendah (46% lebih rendah) untuk mengalami kematian akibat stroke dibandingkan dengan orang lain yang tidak mengkonsumsi coklat.   Sedangkan penelitian lainnya tidak menemukan adanya hubungan antara konsumsi coklat dengan resiko terjadinya kematian akibat stroke. Para peneliti mengatakan bahwa coklat, terutama dark coklat, mengandung banyak antioksidan yang disebut flavonoid, yang memang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Para peneliti mengatakan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah coklat benar-benar dapat menurunkan resiko terjadinya stroke atau apakah hasil penelitian ini dikarenakan orang-orang sehat lebih sering mengkonsumsi coklat dibandingkan dengan orang lainnya.       Sumber: webmd
 17 Apr 2018    12:30 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Otak
Selain menyebabkan berbagai gangguan dan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada otak dan ginjal akibat gangguan aliran darah yang menyebabkan sel otak dan ginjal kekurangan nutrisi dan oksigen yang penting bagi fungsi kedua organ tersebut.   1.      Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attack) Serangan iskemik sesaat atau serangan stroke ringan merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh gangguan aliran darah sementara ke otak. Serangan iskemik sesaat dapat disebabkan oleh aterosklerosis maupun bekuan darah pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyumbatan sementara pada pembuluh darah otak. Kedua hal ini dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. 2.      Stroke Stroke terjadi akibat adanya gangguan aliran darah dan nutrisi ke sel otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menyempit, robek, atau bocor. Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang kemudian dapat menyumbat pembuluh darah otak anda dan menyebabkan terjadinya serangan stroke. 3.      Demensia Demensia merupakan suatu kelainan pada otak yang menyebabkan gangguan dalam berpikir, berbicara, membuat keputusan, mengingat, penglihatan, dan pergerakan. Demensia dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebab demensia adalah gangguan pada pembuluh darah (demensia vaskular). Demensia jenis ini disebabkan oleh penyempitan dinding pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah ke otak. Penyebab demensia lainnya adalah suatu serangan stroke, yang juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Baik penyempitan dinding pembuluh darah maupun stroke, keduanya dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Penderita tekanan darah tinggi memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita demensia di kemudian hari daripada orang lain yang tidak menderita tekanan darah tinggi. 4.      Gangguan Kognitif Ringan Gangguan koginitif ringan merupakan suatu gangguan yang menyebabkan penurunan kemampuan seseorang dalam mengerti dan mengingat sesuatu, yang sering terjadi seiring dengan makin bertambahnya usia. Keadaan berat gangguan kognitif dapat ditemukan pada penderita Alzheimer. Gangguan ini juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.    Baca juga: Anak Muda Pun Bisa Mengalami Tekanan Darah Tinggi, Mengapa Demikian?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     sumber: mayoclinic
 21 Feb 2018    11:00 WIB
Berapa Banyak Kopi yang Boleh Anda Konsumsi Setiap Harinya?
Berdasarkan penelitian, kopi merupakan salah satu minuman yang dapat membantu mencegah terjadinya stroke dan bahkan dapat membuat anda lebih panjang umur. Akan tetapi, walaupun memiliki manfaat bagi kesehatan, kopi pun dapat membahayakan kesehatan anda bila dikonsumsi secara berlebihan. Batasi konsumsi anda setiap harinya, yaitu tidak lebih dari 3 gelas setiap harinya.   Sebuah penelitian lainnya melakukan pengamatan pada 45.000 orang yang berusia antara 20-87 tahun, mulai dari tahun 1979-1989, dan kematian yang terjadi (akibat apapun) hingga tahun 2003. Para peneliti mengamati bagaimana gaya hidup mereka mempengaruhi kesehatan mereka. Selama pengamatan tersebut, para peneliti menemukan bahwa orang yang berusia 55 tahun atau kurang yang mengkonsumsi lebih dari 28 gelas kopi setiap minggunya memiliki resiko kematian yang lebih tinggi (sekitar 2 kali lipat) daripada orang yang tidak mengkonsumsi kopi. Akan tetapi, hal ini bukan berarti anda tidak boleh mengkonsumsi kopi sama sekali. Anda hanya perlu membatasi jumlah kopi yang anda konsumsi setiap harinya.   Menurut seorang ahli, batasi konsumsi kopi anda setiap harinya, yaitu tidak lebih dari 4 gelas setiap harinya atau tidak lebih dari 28 gelas setiap minggunya, sehingga tidak terjadi peningkatan resiko kematian. Walaupun mengkonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan anda, akan tetapi para peneliti juga menemukan bahwa mengkonsumsi kopi secara teratur dapat mencegah terjadinya diabetes tipe 2, berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, dan bahkan beberapa jenis kanker.   Sumber: mensjournal
 29 Sep 2017    18:00 WIB
Tips Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke
1.  BerolahragaAnda tetap dapat berolahraga tanpa harus bergabung dengan sasana kesehatan (gym) manapun. Berjalan cepat selama 30 menit setiap harinya juga memiliki manfaat yang sama dengan berbagai olahraga berat lainnya. Berjalan dapat menurunkan tekanan darah anda, membantu memperbaiki kadar kolesterol anda, dan tentunya membakar kalori. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita yang berjalan kaki selama setidaknya 3-4 jam setiap minggunya memiliki resiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah (turun hingga 35%).2.  Konsumsi Lemak SehatLemak jenuh, yang terutama ditemukan pada daging dan produk susu tinggi lemak seperti mentega dan keju dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah anda. Lemak tidak jenuh seperti pada minyak sayuran dapat membantu menurunkan kadar kolesterol anda.Kurangilah konsumsi lemak daging dan gunakanlah minyak sayur sebagai pengganti mentega saat memasak. Makanlah setidaknya 2 porsi ikan setiap minggunya. Asam lemak omega 3 yang terdapat di dalam ikan (salmon dan sardin) juga telah terbukti dapat membantu mencegah terjadinya gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung.3.  Perbanyaklah Gandum, Sayuran, dan Buah-buahanGandum, buah, dan sayuran merupakan makanan tinggi serat dan rendah kalori sehingga merupakan makanan ideal untuk menjaga berat badan anda. Selain itu, ketiga makanan ini juga mengandung berbagai vitamin dan antioksidan yang dapat membantu mencegah penempelan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Sebuah penelitian menemukan bahwa anda dapat menurunkan resiko penyakit jantung hingga 81% dan penyakit stroke hingga 50% bila anda menjaga berat badan (tidak berlebih), berolahraga 3.5 jam atau lebih setiap minggunya, tidak merokok, dan mengkonsumsi banyak gandum, buah, dan sayuran.4.  Jaga Berat BadanMenurunkan berat badan dan menjaga berat badan anda tidak meningkat bukan merupakan hal yang mudah. Akan tetapi, menjaga berat badan anda tetap ideal merupakan salah satu cara menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke. Salah satu cara mencegah peningkatan berat badan adalah membatasi jumlah kalori yang anda konsumsi dan membakar kalori lebih banyak melalui olahraga.Jangan langsung patah semangat bila berat badan turun secara perlahan. Bahkan bila anda memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas, anda tetap dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke dengan berolahraga, diet sehat, dan berhenti merokok.5.  Berhenti MerokokSelain paru-paru, rokok juga dapat mengganggu kesehatan jantung anda. Rokok mengganggu fungsi jantung, merusak pembuluh darah, dan bahkan mempengaruhi sel-sel darah anda. Perokok memiliki resiko menderita penyakit jantung 2-4 lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Perokok juga memiliki resiko menderita stroke 2 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Berhenti merokok bukanlah hal yang mudah akan tetapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Berkonsultasilah dengan dokter anda untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal yang dapat membantu anda berhenti merokok.6.  Lakukanlah Pemeriksaan Kesehatan Secara TeraturLakukanlah pemeriksaan kesehatan secara teratur setiap tahunnya untuk mengetahui secara dini berbagai gangguan maupun faktor resiko yang anda miliki, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, dan resistensi insulin (tanda awal diabetes). Dengan demikian dokter anda dapat memberikan berbagai hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah ketiga faktor resiko di atas berkembang lebih jauh (penyakit jantung dan stroke). Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: webmd