Your browser does not support JavaScript!
 18 Nov 2017    16:00 WIB
Pemicu Kambuhnya Infeksi Herpes Pada Kemaluan
1.  Hubungan SeksualBeberapa penderita menemukan bahwa gesekan saat berhubungan seksual dapat mengiritasi kulit di daerah kemaluan dan menyebabkan terjadinya kekambuhan infeksi herpes.Gunakanlah pelumas berbahan dasar air untuk membantu mengurangi iritasi pada kulit. Jangan menggunakan pelumas atau kondom yang mengandung spermisida nonoksinol-9. Nonoksinol-9 dapat mengiritasi lapisan mukosa pada vagina.Hindari juga penggunaan pelumas berbahan dasar minyak karena dapat melemahkan lateks sehingga kondom lebih mudah bocor.Walaupun gesekan saat berhubungan seksual dapat memicu timbulnya gejala (kekambuhan), akan tetapi hal ini mungkin tidak akan menyebabkan terjadinya kekambuhan setiap kali anda berhubungan seksual.   2.  Udara Dingin dan Sinar MatahariUdara dingin dan sinar matahari merupakan pemicu terjadinya kekambuhan herpes oral (infeksi herpes pada mulut), walaupun belum ada bukti bahwa kedua hal ini juga dapat memicu terjadinya kekambuhan herpes genital (infeksi herpes pada kemaluan). Hindarilah paparan langsung terhadap udara dingin maupun sinar matahari untuk mencegah terjadinya kekambuhan.   3.  Perubahan HormonalBerbagai perubahan hormonal, seperti saat menstruasi dapat menyebabkan kekambuhan herpes genital. Para ahli masih tidak mengetahui mengapa perubahan hormonal ini dapat memicu kekambuhan.   4.  Tindakan PembedahanBerbagai trauma pada tubuh, seperti saat anda melakukan tindakan pembedahan, dapat membuat gejala infeksi herpes kembali muncul (kambuh).   5.  Sistem Kekebalan Tubuh yang LemahMemiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat membuat infeksi herpes lebih sering kambuh, misalnya penderita HIV lebih sering mengalami kekambuhan infeksi herpes daripada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik.   6.  StressRasa stress dapat membuat infeksi herpes lebih sering kambuh, bahkan rasa khawatir akan infeksi herpes yang anda alami juga dapat memicu kekambuhan. Walaupun stress berat dapat menyebabkan terjadinya kekambuhan, adanya rasa stress ringan dalam kehidupan anda sehari-hari tampaknya tidak memicu terjadinya kekambuhan.   7.  Pemicu LainnyaMerokok dan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan diduga juga dapat memicu terjadinya kekambuhan. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki pemicu yang berbeda. Sumber: webmd
 13 Nov 2017    08:30 WIB
9 Hal yang Tidak Kita Ketahui Tentang Stress Paska Trauma
Stress paska trauma atau post traumatic stress disorder (PTSD) biasanya terjadi pada seseorang yang telah mengalami hal menakutkan atau mengejutkan dan kesulitan mengatasi trauma tersebut. Walaupun sering ditemukan pada tentara, akan tetapi PTSD juga dapat ditemukan pada semua orang yang pernah mengalami suatu trauma dalam kehidupannya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta mengenai PTSD yang mungkin belum Anda ketahui.   Gejalanya Dapat Muncul Bertahun-tahun Kemudian Paska Trauma Gejala PTSD dapat berbeda-beda pada tiap penderitanya. Akan tetapi, seseorang didiagnosa menderita PTSD bila gejala berlangsung terus-menerus selama setidaknya 1 bulan. Walaupun beberapa penderita langsung mengalami flashback trauma atau depresi segera setelah kejadian traumatik terjadi, akan tetapi ada juga penderita yang baru mengalami gejala beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun setelah kejadian traumatik. Beberapa orang penderita mungkin akan mengalami flashback dan mimpi buruk mengenai peristiwa traumatik yang dialaminya, sedangkan beberapa orang lainnya akan mengalami mati rasa secara emosional dan bersikap apatis. Gejala lain yang dapat ditemukan adalah tidak dapat tidur, merasa gelisah, dan sulit berkonsentrasi.   Wanita Lebih Sering Mengalaminya Karena gangguan ini seringkali terjadi pada para tentara, banyak orang tidak menyadari bahwa wanita sebenarnya lebih sering mengalami PTSD dibandingkan pria. Hal ini mungkin dikarenakan trauma seksual lebih sering menyebabkan terjadinya PTSD daripada trauma lainnya termasuk perang. Selain itu, hal ini mungkin juga terjadi karena wanita lebih sering menunjukkan respon emosional terhadap suatu trauma daripada pria. Para pria lebih sering mengalami penyalahgunaan zat atau menunjukkan perilaku kekerasan saat berhadapan dengan suatu trauma.   PTSD Bukanlah Sesuatu yang Dapat Sembuh Dengan Sendirinya Sebagian besar orang yang mengalami gangguan mental pasti sering mendengar keluarga atau temannya berkata untuk melupakan traumanya dan melanjutkan hidup. Akan tetapi, seperti halnya depresi atau cemas, PTSD bukan sesuatu yang mudah dilupakan dan diatasi. Terapi konseling merupakan salah satu pengobatan PTSD.   Gejalanya Tidak Selalu Jelas Walaupun beberapa gejala PTSD cukup jelas, akan tetapi ada juga gejala yang tidak jelas. Pada beberapa kasus, PTSD dapat terlihat seperti depresi dan menyebabkan penderita tidak ditangani dengan baik. Penderita lainnya mungkin akan mengalami penghindaran, di mana mreka tidak mau memikirkan atau membicarakan trauma yang dialaminya.   Terapi Dapat Membantu Menyembuhkan Memang benar bahwa obat-obatan sangat membantu pengobatan PTSD, akan tetapi pada beberapa kasus, terapi konseling tampaknya lebih efektif.   Baca juga: 4 Pekerjaan Di RS Yang Buat Stress   Ada Berbagai Jenis Flashback Beberapa orang penderita PTSD mungkin akan mengalami flashback yang sangat jelas. Pada flashback ekspilit ini, penderita akan benar-benar kembali pada momen di mana mereka mengalami trauma. Akan tetapi, beberapa orang lainnya mungkin tidak akan pernah mengalami flashback. Pada flashback implisit, penderita tetap memiliki perasaan negatif mengenai kejadian traumatik yang dialaminya tetapi ia tidak benar-benar merasakan kembali kejadian traumatik tersebut.   Olahraga Dapat Membantu Olahraga ternyata tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik Anda, tetapi juga bagi kesehatan mental Anda. Olahraga dapat membantu mengatasi stress atau depresi atau PTSD Anda. Seorang ahli menemukan bahwa penderita PTSD yang berolahraga 3 kali seminggu selama 2 minggu akan mendapatkan manfaat yang sama seperti penderita yang menghadiri 12 sesi terapi mingguan.   Semua Orang Memiliki Kemampuan Menahan Stress yang Berbeda Karena kemampuan setiap orang untuk menahan dan mengatasi stress berbeda-beda, maka tidak semua orang mengalami PTSD saat mereka diutus bersama ke medan perang.   Anak-anak Juga Dapat Mengalami PTSD Seperti halnya orang dewasa, setiap hal yang bersifat traumatik bagi orang dewasa juga dapat bersifat traumatik bagi anak-anak. Berbagai peristiwa seperti bencana alam, kecelakaan mobil, pelecahan seksual, dan penelantaran dapat menyebabkan terjadinya PTSD pada aank. Pada anak-anak yang berusia antara 5-12 tahun, mereka mungkin akan menunjukkan traumanya melalui permainan mereka, misalnya mereka berpura-pura memegang senjata api karena mereka pernah melihat seseorang menembak orang lain. Anak remaja biasanya akan mengalami gejala yang sama dengan orang dewasa dan mereka cenderung menunjukkan perilaku agresif atau marah. Dukungan keluarga sangat diperlukan untuk mengatasi PTSD pada anak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 24 Aug 2017    11:00 WIB
Ibu Hamil Banyak Jalan Kaki Yuk, Supaya........
Untuk Anda para ibu hamil, rutinitas apa saja yang Anda lakukan? Saat seorang wanita hamil memang terjadi perubahan pada bentuk. Bentuk tubuh yang makin membesar, perut yang makin membesar kadang membuat ibu menjadi malas untuk bergerak. Namun bukan berarti ini adalah alasan untuk bermalas-malasan. Dibandingkan hanya berdiam diri lebih baik melakukan olahraga. Olahraga yang dianjurkan untuk ibu hamil Saat hamil bukan berarti Ibu hanya bermalas-malasan di rumah tanpa melakukan kegiatan apapun, termasuk berolahraga. Justru saat sedang hamil, Ibu dianjurkan untuk tetap berolahraga agar tetap sehat. Namun, tak semua olahraga boleh dilakukan oleh Ibu hamil. Nah, salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Ibu hamil adalah jalan kaki. Berikut ini adalah manfaat jalan kaki untuk Ibu hamil: Mencegah kegemukan Biasanya ibu hamil akan mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis, karena mereka beranggapan harus makan dua porsi untuk janin. Terlebih kebiasaan ngidam dan ingin makan ini dan itu. Padahal kenaikan berat badan yang berlebihan bukanlah hal yang baik, karena bisa membahayakan ibu dan calon bayi. Untuk menjaga agar kenaikan berat badan tidak berlebihan, para ibu hamil bisa berjalan kaki. Dengan jalan kaki semua otot tubuh bergerak dan membantu membakar kalori. Mengurangi risiko masalah kehamilan Dengan rutin berjalan kaki setiap pagi, maka para ibu hamil dapat menurunkan risiko kehamilan seperti preeklamsia dan kencing manis. Menghindari stres Para ibu hamil dilarang untuk stres, karena stres saat hamil dapat menimbulkan banyak dampak negatif untuk ibu dan juga janin, seperti salah satunya adalah perkembangan janin akan berjalan tidak baik. Karena itulah, jalan kaki dapat menjernihkan pikiran dan relaksasi sehingga dapat mengurangi stres. Merangsang kontraksi Melakukan jalan kaki pada pagi hari secara teratur menjelang persalinan ternyata dapat membantu Ibu untuk merangsang kontraksi. Selain melakukan jalan kaki dengan rutin, usahakan untuk menjaga makanan yang dikonsumsi setiap hari dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan untuk selalu menjaga kesehatan ibu dan calon bayi yang kehadirannya selalu dinantikan. Baca juga: Olahraga yang Dihindari Saat Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 29 May 2017    08:00 WIB
Tips Mengatasi Peningkatan Berat Badan Akibat Stress
Saat anda merasa stress, anda mungkin merasa lebih sulit untuk melakukan diet sehat, terutama saat anda sedang merasa stress berat, anda mungkin akan menggunakan makanan sebagai salah satu cara pelampiasan anda. Selain itu, saat stress anda mungkin akan lebih memilih untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan tinggi kalori, bahkan di saat anda tidak merasa lapar. Untuk mencegah peningkatan berat badan akibat stress dan menurunkan resiko terjadinya obesitas, maka mengatasi stress anda merupakan salah satu cara terbaik. Saat rasa stress anda berkurang, maka anda pun akan merasa lebih mudah untuk melakukan diet sehat dan berolahraga secara teratur. Oleh karena itu, atasilah stress anda untuk mencegah terjadinya peningkatan berat badan akibat stress. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengatasi stress, yaitu:•    Kenali tanda awal stress seperti merasa cemas, mudah marah, dan nyeri atau ketegangan otot•    Tanyakanlah pada diri anda, apakah anda benar-benar merasa lapar atau merasa stress dan cemas sehingga anda makan•    Alihkanlah perhatian anda bila anda merasa tergoda untuk makan atau mengemil di saat anda tidak merasa lapar•    Jangan melewatkan waktu makan, terutama sarapan•    Cari tahu mengenai jenis makanan apa yang biasanya dapat membuat anda merasa lebih baik saat stress dan jangan menyimpan makanan tersebut di rumah atau kantor anda•    Catatlah perilaku dan kebiasaan makan anda sehingga anda dapat menemukan pola dan hubungan di antara keduanya sehingga dapat mencari jalan keluar untuk mengatasinya•    Lakukanlah berbagai kegiatan relaksasi seperti yoga, pijat, atau meditasi untuk mengurangi rasa stress anda•    Berolahragalah secara teratur•    Pastikan anda memiliki waktu tidur yang cukup•    Mintalah keluarga dan sahabat anda untuk mendukung anda Jika berbagai hal di atas tidak dapat membantu mengatasi rasa stress anda, maka segera hubungi dokter anda. Melakukan konseling juga dapat membantu mengatasi rasa stress anda.Sumber: webmd
 16 Apr 2017    12:00 WIB
5 Cara Stress Dapat Membuat Hidup Lebih Baik
Semua orang dapat mengubah stress menjadi sesuatu yang lebih baik. Terbenam dalam stress bias menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti peningkatan berat badan dan depresi. Tetapi ketika kita fokus untuk melawan stress baik di pekerjaan, di hubungan dan dimana saja ternyata dapat memberikan sesuatu yang baik untuk kehidupan kita. Terdengar aneh? Berikut adalah beberapa manfaat dari stress yang bisa membuat hidup Anda lebih baik1.  Menjadi Pendorong KreativitasTanyalah para penulis dan seniman tentang proses kreatif mereka. Kebanyakan dari para pekerja kreatif akan menjawab bahwa hasil karya mereka itu berasal dari kegelisahan hati mereka atau dari situasi tak nyaman yang mereka rasakan. Larina Kase seorang psikolog yang tinggal di Pennsylvania dan penulis buku "The Confident Leader: How the Most Successful People Go from Effective to Exceptional" mengatakan bahwa stres itu biasanya mengiringi atau memicu inovasi-inovasi kreatif. 2.  Meningkatkan Kekebalan TubuhMark Goulston seorang psikiater klinis dan penulis buku "Get Out of Your Own Way: Overcoming Self-Defeating Behavior" menyebutkan bahwa stres dalam jangka waktu pendek penting juga untuk sistem imun atau sistem kekebalan tubuh. Ia menambahkan bahwa saat stres dan hormon kortisol diproduksi lagi, maka kekebalan tubuh akan meningkat. Tetapi kita harus lebih berhati-hati lagi agar tidak stres secara berlebihan. Stres yang berlebihan akan membuat produksi kortisol berlebihan, akibatnya bisa membuat perut buncit atau obesitas pada bagian perut. 3.  Membuat Lebih SehatTahukah Anda apa saja jenis stres yang baik untuk tubuh? Angkat beban, lari, atau bersepeda hingga berkeringat selama 45 menit adalah jenis stres yang baik untuk tubuh. Stres yang dihasilkan dari kegiatan olahraga ringan itu bisa cukup menyehatkan dan memberikan efek yang positif. Dengan berolahraga, jumlah hormon endorfin juga akan meningkat dan membuat tubuh kita terasa lebih bahagia dan nyaman. 4.  Dapat membantu memecahkan masalahApakah Anda mengalami stress dari dilema kehidupan atau ketika Anda harus mengambil keputusan besar dalam hidup? Dr kase mengatakan Stress dapat membuat nilai dari kehidupan Anda menjadi lebih jelas. Jika kita tidak peduli terhadap sesuatu maka kita tentu tidak akan memikirkannya. Maka dengarkanlah apa yang membuat Anda menjadi stress. Dengarkanlah intuisi Anda saat Anda akan memutuskan sesuatu. 5.  Membuat anak lebih amanMenurut pada peneliti, ibu yang merasa lebih stress saat menjaga anak jauh dari bahaya akan membuat si anak lebih aman. Bagaimanapun ketika Anda khawatir jika anak Anda menjadi korban penculikan, Anda tentu akan menjaganya dengan lebih ketat bukan? Bahkan penelitian dari John Hopkins University mengatakan anak dari ibu yang menunjukkan peningkatan hormon kortisol lebih tinggi selama masa kehamilan akan mengalami perkembangan lebih baik dibanding anak yang berasal dari ibu yang menghindari stress. Semua orang tahu ibu hamil yang terlalu stress akan berakibat tidak baik, tetapi sedikit stress akan cukup aman dan alami. Jika stress dapat meningkatkan kewaspadaan Anda berarti hal itu cukup baik.Sumber: womensday
 05 Mar 2017    15:00 WIB
6 Alasan Mengapa Pria Menolak Berhubungan Seksual
Berbeda dengan anggapan sebagian besar orang, pria pun dapat mengalami penurunan gairah seksual seperti halnya wanita. Faktanya, menurut sebuah penelitian, sekitar 14.4% pria mengalami penurunan ketertarikkan seksual yang dapat berlangsung selama setidaknya 2 bulan. 1.  Kurangnya Kepercayaan Diri Pria yang merasa ereksinya tidak terlalu bagus atau tidak bertahan cukup lama lebih sering mengalami penurunan gairah seksual. Disfungsi ereksi dapat membuat pria kehilangan kepercayaan dirinya dan membuatnya enggan berhubungan seksual. Jangan memaksa pasangan anda untuk tetap berhubungan seks dengan anda. Bila disfungsi ereksi yang terjadi cukup berat, segera hubungi dokter anda. 2.  Stress Akibat PekerjaanMenurut sebuah penelitian, salah satu penyebab tertinggi mengapa para pria menolak atau enggan berhubungan seksual adalah saat ia sedang stress akibat pekerjaannya. Saat stress tubuh akan menghasilkan hormon kortisol yang membuatnya sulit rileks apalagi memiliki keinginan untuk bersenang-senang.Bila hal ini terjadi, maka mulailah hubungan seks anda dengan melakukan pemanasan yang lama dan perlahan yang dapat membuatnya merasa lebih rileks seperti mandi air hangat bersama atau saling memijat.3.  Ada Masalah Dengan PasangannyaTernyata tidak hanya wanita yang mengutamakan kedekatan dan hubungannya dengan pasangan untuk membuatnya bergairah, pria pun demikian. Bila seorang pria sedang memendam suatu masalah atau amarah pada pasangannya, maka tubuhnya pun tidak terlalu bereaksi terhadap berbagai rangsangan dan dapat membuat gairah seksualnya menurun.Akan lebih baik bila anda menyelesaikan permasalahan anda dan pasangan dengan berdiskusi dengan pasangan anda. Karena berhubungan seksual untuk berbaikan mungkin tidak akan selalu berhasil.4.  Merasa BosanAlasan lainnya mengapa pria enggan berhubungan seksual adalah karena ia merasa bosan akan aktivitas seksual yang sama selama bertahun-tahun. Hal ini biasanya lebih sering terjadi pada pasangan yang telah menikah cukup lama akibat kurangnya variasi saat berhubungan seksual. Akan tetapi, ingatlah bahwa bukan karena pasangan anda merasa bosan dengan anda. Hal ini terjadi akibat rutinitas seksual. Oleh karena itu, variasikan hubungan seksual anda. Jangan hanya menunggu pasangan anda untuk memulai inisiatif, anda pun dapat melakukannya. 5.  Ia Telah Melakukan MasturbasiPada beberapa pria, terutama bila mereka telah cukup tua, maka mereka pun tidak memiliki gairah seksual yang cukup besar bila mereka telah bermasturbasi. Untuk mengatasinya, anda dapat memberitahu pasangan anda untuk memberitahu anda saat ia sedang bergairah.6.  Ia Tidak Merasa SeksiJika pria tidak merasa dirinya cukup tampan atau cukup seksi, maka bukan hanya percaya dirinya yang akan menurun, gairah seksualnya pun akan ikut menurun. Untuk mengatasinya, lakukanlah pemanasan yang lebih lama, kadangkala bila anda telah merasa bergairah, maka tubuh anda pun akan melakukan sisanya untuk anda.Sumber: womenshealthmag
 04 Nov 2016    15:00 WIB
Merasa Stress Bila Tidak Berolahraga, Normalkah Aku???
Seperti halnya berdiet, ada banyak sekali godaan dan gangguan yang akan menghalangi Anda untuk berolahraga. Apakah ada suatu kelainan pada diri Anda bila Anda merasa stress dan panik saat tidak dapat berolahraga? Pada sebagian besar kasus, merasa cemas karena melewatkan waktu olahraga Anda merupakan hal yang normal dan bahkan patut dipuji. Akan tetapi, bila tidak berolahraga membuat Anda merasa kecewa karena menjadi orang yang gagal atau Anda mulai mengalami berbagai keluhan fisik seperti jantung terasa berdebar-debar atau sesak napas, maka hal ini dapat merupakan pertanda ada suatu gangguan di dalam diri Anda.   Baca juga: Tanda Anda Melakukan Olahraga Terlalu Banyak   Tanda bahaya lainnya adalah bila Anda lebih memilih pergi berolahraga daripada pergi ke suatu acara sosial penting yang Anda miliki. Kedua hal ini dapat merupakan gejala dari suatu gangguan cemas yang tidak diketahui. Menurut sebuah penelitian, Anda mungkin sudah mengalami kecanduan olahraga bila Anda menggunakan olahraga sebagai sarana untuk mengatasi suasana hati yang buruk atau untuk meningkatkan rasa percaya diri, bukannya untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh Anda. Bila Anda merasa ragu benarkah Anda telah mengalami kecanduan olahraga, berkonsultasilah dengan seorang dokter. Dokter dapat membantu mengatasi kecanduan Anda tersebut melalui terapi perilaku atau konseling.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 22 Sep 2016    18:00 WIB
Benarkah Stress Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Serangan Jantung?
Stress dapat menyebabkan berlebihannya produksi sel darah putih, yang turut berperan dalam pembentukan sumbatan di dalam pembuluh darah yang merupakan salah satu faktor resiko terjadinya serangan jantung.  Sel darah putih sebenarnya merupakan bagian penting dari tubuh yang berfungsi untuk melawan berbagai jenis infeksi dan membantu proses penyembuhan. Akan tetapi, bila Anda memiliki terlalu banyak sel darah putih di dalam tubuh Anda atau bila sel darah putih berada di tempat yang salah, maka hal ini justru dapat membahayakan kesehatan Anda. Para peneliti menemukan bahwa stress ternyata dapat menyebabkan pembentukan sel darah putih yang berlebihan. Sel darah putih yang berlebihan ini dapat menempel pada dinding pembuluh darah dan menyebabkan gangguan aliran darah serta membantu pembentukan bekuan darah yang menyebabkan terbentuknya sumbatan pada pembuluh darah di seluruh tubuh. Hal inilah yang membuat para ahli berpikir bahwa mungkin ada hubungan antara stress kronik dengan terjadinya serangan jantung. Para ahli ini kemudian melakukan penelitian dengan cara mengamati 29 orang residen yang bekerja pada ruang ICU di rumah sakit, yang merupakan tempat bekerja dengan banyak tekanan.  Para peneliti kemudian mengambil contoh darah dari para residen pada hari kerja dan pada hari libur. Para peneliti juga meminta para peserta penelitian untuk menjawab beberapa pertanyaan seputar kadar stress yang mereka alami.  Para peneliti menemukan bahwa terjadi peningkatan kadar sel darah putih pada para residen. Para peneliti kemudian melakukan percobaan pada tikus yang memberikan hasil serupa.  Walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini, Anda juga perlu mempertimbangkan berbagai hal lain yang dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung seperti tekanan darah, faktor genetika, kadar kolesterol yang tinggi, dan kebiasaan merokok.   Sumber: time