Your browser does not support JavaScript!
 28 Nov 2018    11:00 WIB
Bumil Tidak Boleh Stres. Ini Dampak Stres Pada Janin Dan Cara Mengatasinya
Stres, hal ini bisa dialami oleh siapa saja. Masalah pekerjaan, sekolah, kehidupan asmara dan beberapa hal lain bisa membuat Anda mengalami stres. Namun stres bisa menyebabkan banyak masalah pada kesehatan, terutama bila Anda sedang hamil. Saat hamil maka adalah saat yang paling membahagiakan untuk para ibu hamil, namun bukan berarti Anda tidak bisa mengalami stres. Berikut adalah dampak stres pada kehamilan dan janin Anda: 1. Berat Badan Lahir Rendah dan Kelahiran Prematur Hal ini didukung oleh fakta bahwa ketika stres, tubuh Anda melepaskan hormon stres epinefrin dan norepinefrin. Hormon-hormon ini menyebabkan pembuluh darah yang memasok darah dan oksigen ke janin yang sedang berkembang mengalami menyempit, sehingga aliran darah tidak lancar dan menyebabkan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur. 2. Kelahiran Prematur Peningkatan kadar corticotropin-releasing hormone (CRH) juga diproduksi karena tingginya tingkat stres dan kecemasan. Dengan demikian dapat menyebabkan kelahiran prematur. 3. Keguguran dan Gangguan Saraf Stres selama trimester pertama kehamilan juga diketahui menyebabkan keguguran dan peningkatan risiko gangguan motorik. Masalah saraf dapat berkembang jika ibu berada dalam keadaan stres ketika otak bayi berkembang, yaitu sekitar kehamilan 19-26 minggu. Apa Penyebab Stres Selama Masa Kehamilan? Kehamilan itu sendiri adalah waktu yang menantang dimana akan terjadi perubahan emosional dan fisik, semua hal tersebut dapat menyebabkan stres. Stres emosional dapat mencakup: Pikiran apakah akan mampu menjadi ibu yang baik atau tidak? Apakah janin yang dikandung sehat atau tidak? Sering mengalami perubahan suasana hati Berhubungan dengan kedekatan Anda dengan atau lingkungan sekitar Anda Kekhawatiran akan masalah biaya Kekhawatiran tentang pekerjaan Anda Stres fisik dapat mencakup: Kelelahan, nyeri tubuh Kurang tidur, kehilangan nafsu makan Mengalami perubahan fisik yang signifikan Sebisa mungkin untuk Anda para ibu hamil harus mampu membuang stres dan beristirahat sebanyak mungkin. Selama hamil, sistem kekebalan tubuh ibu biasanya akan menurun sehingga mudah sakit. Terproduksinya hormon stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang dapat memperburuk kesehatan ibu dan juga mempengaruhi pertumbuhan bayi. Cara Mengatasi Stres Selama Hamil Lakukan Pemeriksaan Rutin Ke Dokter Dengan melakukan pemeriksaan rutin akan membantu untuk memantau pertumbuhan dan detak jantung janin. Sehingga setiap Anda mengalami masalah Anda bisa mengkonsultasikan dengan dokter Anda apa langkah terbaik untuk mengatasinya. Bicara Dengan Pasangan Anda Orang yan paling Anda butuhkan saat ini adalah suami Anda, karena dia adalah ayah dari janin yang Anda kandung dan juga harus ikut bertanggung jawab. Jadi bila Anda merasa stres maka Anda harus membicarakan hal ini dengan pasangan agar dia bisa membantu Anda dalam mengatasi stres yang Anda alami. Menerima Bantuan Dari Suami dan Orang Terdekat Anda Saat ini Anda sedang hamil, maka Anda sedang wajib diperlakukan dengan istimewa. Tidak ada salahnya bila Anda menerima bantuan secara fisik atau dukungan moril dari suami dan orang terdekat Anda. Hal ini akan membantu Anda menjadi lebih tenang. Melakukan Hal Yang Menyenangkan Cobalah untuk terlibat dalam hal-hal yang memberikan kebahagiaan dan membuat Anda lupa akan stres. Membaca buku, menonton TV, mendengarkan lagu yang menenangkan atau berbicara dengan keluarga dan teman-teman, hal ini akan membantu Anda merasa lebih tenang. Apabila kondisi kehamilan Anda baik, Anda bisa meminta agar suami Anda mengajak jalan-jalan. Beristirahat Sebanyak Mungkin Apabila dulu Anda adalah wanita yang sibuk harus bekerja atau mengurus rumah tangga. Maka saat inilah suami Anda harus berperan biarkan dia yang melakukan semua tugas rumah tangga sehingga Anda bisa beristirahat sebanyak mungkin. Tidur Dengan Benar Karena tubuh Anda membutuhkan banyak istirahat maka perlu tidur yang benar. Gunakan bantal untuk mendapatkan posisi yang nyamam dan pijat tubuh sebelum tidur. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang berkualitas. Olahraga Meski sedang hamil bukan berarti Anda tidak boleh melakukan olahraga. Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti berenang, yoga yang akan membantu melepaskan stres Anda. Berjalan, berenang dll dapat dilanjutkan sampai trimester terakhir. Namun sebelum berolahraga coba tanyakan dahulu pada dokter Anda, olahraga apa yang tepat untuk Anda dan apakah kehamilan Anda memungkinkan untuk berolahraga. Manjakan diri Anda sebanyak yang Anda bisa Anda boleh melakukan manicure, pedicure, body massage, hair spa atau kegiatan memanjakan diri lainnya yang membuat Anda menjadi lebih santai dan tenang. Latihan Pernapasan Cara ini dapat menenangkan ketika Anda merasa stres, biasanya hal ini akan diajarkan pada sesi senam hamil Makan Makanan Yang Sehat Usahakan untuk makan makanan yang sehat dan menghindari alkohol atau produk yang berbahaya bagi Anda dan janin Anda Stres juga dapat menyebabkan masalah jangka panjang seperti peningkatan tekanan darah, kecemasan atau depresi. Cobalah untuk melawan stres Anda dan memiliki pandangan positif terhadap kehidupan, buang jauh semua pikiran negatif yang menakut-nakuti Anda. Selalu tetap bahagia dan menjaga diri demi kelahiran janin yang sehat. Baca juga: Kehamilan & Vitamin Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 20 Nov 2018    16:00 WIB
10 Tanda Tersembunyi Mengalami Stress Kronik
Merasa enggan masuk kerja atau stress di hari Senin merupakan hal yang normal dan pasti pernah dialami oleh setiap orang. Akan tetapi, bila Anda terus merasa stress dalam jangka waktu lama (stress kronik), misalnya akibat pekerjaan yang sangat sibuk atau karena kehidupan pribadi yang tidak berjalan sesuai dengan kemauan Anda, maka gejala stress yang Anda alami mungkin berbeda dengan orang lain yang hanya mengalami stress sesekali. Bila Anda mengalami salah satu dari gejala stress kronik di bawah ini, maka luangkanlah waktu sejenak untuk berjalan kaki atau mematikan telepon genggam Anda dan menikmati waktu Anda. Dengan demikian, rasa stress Anda mungkin akan sedikit berkurang.   Sakit Kepala di Akhir Pekan Stress dapat menyebabkan terjadinya migrain atau sakit kepala. Untuk mengatasi dan mencegah terjadinya serangan migrain kembali, dianjurkan agar Anda tidur cukup setiap harinya dan makan dengan teratur.   Nyeri Perut Hebat Saat Menstruasi Wanita yang sedang stress biasanya akan mengalami nyeri menstruasi 2 kali lipat lebih parah dibandingkan dengan wanita yang tidak stress. Para ahli menduga hal ini dikarenakan stress menyebabkan gangguan keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh. Berolahraga dapat membantu mengatasi kram perut dan stress karena olahraga akan mengurangi aktivitas sistem saraf simpatik.   Rahang Terasa Nyeri Rahang yang terasa nyeri dapat merupakan akibat dari kebiasaan menggeretakkan gigi (bruxism), yang biasanya terjadi saat Anda tidur. Bruxism dapat semakin parah bila Anda sedang stress. Untuk mencegah kerusakan gigi, buatlah mouth guard. Sekitar 70% orang yang menggunakan mouth guard di malam hari lebih jarang atau bahkan tidak lagi mengalami bruxism.   Mengalami Mimpi Aneh Mimpi biasanya akan semakin indah saat Anda tidur, sehingga Anda akan terbangun dengan mood yang lebih baik dibandingkan dengan saat Anda akan tidur malam sebelumnya. Akan tetapi, saat Anda sedang stress, maka Anda akan lebih sering terbangun dan membuat mimpi buruk terus terjadi sepanjang malam. Untuk menghindari hal ini, tidurlah selama 7-8 jam setiap malamnya dan jangan mengkonsumsi minuman berkafein atau beralkohol berdekatan dengan waktu tidur.   Gusi Berdarah Menurut analisis dari berbagai penelitian, orang yang sedang merasa stress memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan gusi. Kadar hormon stress yang terus tinggi dalam waktu lama dapat mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh dan membuat bakteri dapat masuk ke dalam gusi. Untuk mengatasinya, atasilah stress Anda.   Jerawat Muncul Mendadak Stress dapat meningkatkan resiko terjadinya peradangan, yang akan memicu terbentuknya jerawat. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengoleskan salep berisi asam salisilat atau benzoil peroksida atau antibiotik pada jerawat. Pastikan juga kulit Anda tidak terlalu kering karena hal ini juga dapat memicu timbulnya jerawat.   Baca juga: Tips Untuk Mengatasi Stress di Tempat Kerja   Ngidam Makanan Manis Selain akan menstruasi, stress juga dapat membuat Anda ingin mengkonsumsi makanan manis atau cokelat.   Kulit Gatal Sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang menemukan bahwa gatal kronik (pruritis) lebih sering terjadi pada orang yang sedang stress. Merasa cemas dan stress juga dapat memperburuk gejala dermatitis, eksim, dan psoriasis. Hal ini kemungkinan dikarenakan respon stress oleh tubuh akan mengaktivasi serat-serat saraf dan menyebabkan timbulnya rasa gatal.   Gejala Alergi Semakin Parah Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 oleh para ahli dari Ohio State University College of Medicine, reaksi alergi akan semakin parah bila penderita sedang merasa stress. Hal ini dikarenakan hormon stress dapat menstimulasi pembentukan IgE, suatu protein yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi.   Sakit Perut Cemas dan stress dapat menyebabkan nyeri perut, sakit kepala, nyeri punggung, dan insomnia. Sebuah penelitian menemukan bahwa stress dapat membuat resiko seseorang untuk mengalami sakit perut meningkat hingga 3 kali lipat. Hingga saat ini para ahli belum dapat menentukan penyebab pastinya, akan tetapi mereka menduga bahwa hal ini dikarenakan otak dan usus dipersarafi oleh jalur saraf yang sama. Jadi, bila otak merasa stress, maka usus pun akan mengalami hal yang sama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 08 Sep 2018    16:00 WIB
Cegah Depresi Sebelum Terlambat Dengan Tips Berikut
Ada banyak cara untuk mencegah terjadinya depresi yang mengganggu hidup Anda. Depresi adalah suatu kondisi yang serius yang dapat dialami oleh jutaan orang di dunia. Depresi dapat menimbulkan masalah dalam setiap aspek kehidupan seseorang. Itulah mengapa kita memerlukan berbagai cara untuk mencegah terjadinya depresi: Berusaha optimis Dengan optimis akan menimbulkan rasa percaya diri untuk mengatasi semua masalah yang sedang dihadapi. Tidur yang cukup Pola tidur yang buruk akan berefek terjadinya depresi. Tidur 8 jam sehari akan membantu Anda untuk menghindarkan Anda dari depresi.  Olahraga Olahraga sangat efektif untuk mencegah terjadinya depresi. Olahraga akan merangsang pengeluaran endorfin. Endorfin akan membuat pikiran menjadi lebih tenang dan membantu melawan depresi. Olahraga juga akan membantu tubuh tetap sehat. Dalam keadaan sehat akan membantu seseorang mencegah terjadinya depresi. Senyum Dengan tersenyum akan membuat Anda menjadi lebih bahagia dapat membantu untuk melawan depresi. Dukungan dari orang terdekat Dukungan dari orang-orang terdekat yang menyayangi Anda adalah kekuatan yang dapat membantu Anda melawan depresi, seperti keluarga, saudara dan teman-teman terdekat Anda. Tertawa Tertawa adalah salah satu hal yang efektif melawan depresi dan akan membuat Anda jauh lebih bahagia. Bersenang-senang Untuk Anda yang sibuk jangan lupakan hal yang satu ini. Bersenang-senanglah, jalan-jalan dengan teman ataupun belanja bareng akan membantu Anda melawan depresi. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk melawan depresi. Jangan biarkan masalah Anda membuat Anda semakin terpuruk dan depresi.  Baca juga: Hobi Tepat Atasi Stress Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: allwomenstalk
 29 Jul 2018    16:00 WIB
Perut Buncit, Kenapa Ya?
Beberapa orang memiliki jumlah lemak di perut yang normal, namun ada juga yang berlebihan. Mungkin Anda bertanya-tanya alasan mengapa Anda memiliki lemak berlebihan di perut alias perut buncit? Berikut adalah alasan mengapa Anda memiliki lemak berlebihan di perut: Genetik Para ilmuwan telah menemukan bahwa jumlah sel-sel lemak Anda berkembang sepenuhnya tergantung pada gen Anda. Apabila orang tua Anda atau kakek-nenek memiliki kelebihan lemak perut, Anda juga kemungkinan memiliki lemak perut yang sama. Metabolisme yang lemah Setiap orang memiliki metabolisme yang berbeda. Metabolisme adalah tingkat kecepatan tubuh membakar energi. Metabolisme dipengaruhi oleh genetik, aktivitas fisik, makanan yang Anda makan, kadar lemak tubuh, olahraga dan keseluruhan pola hidup yang Anda lakukan. Perubahan hormonal Bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan hormon sehingga terjadi penumpukan lemak di daerah perut. Stres Stres meningkatkan kadar kortisol dalam darah dan menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. Otot yang kendur Apabila otot-otot di sekitar daerah perut Anda kendor, maka akan menyebabkan penumpukan lemak perut. Postur tubuh yang buruk Membungkuk adalah alasan utama di balik penumpukan lemak di tubuh. Duduk dengan punggung melengkung dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan lemak di sekitar daerah perut Anda. Gaya hidup Gaya hidup yang santai juga bisa menjadi penyebab utama penumpukan lemak di daerah perut. Terlalu banyak makan Semakin banyak makanan yang Anda makan terutama makanan yang tidak sehat maka akan memperbesar penumpukan lemak di daerah perut. Sumber: stylecraze
 24 Jul 2018    11:00 WIB
Hati-hati! Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan!
Pada umumnya orang kalau lagi stress justru tidak ada nafsu makan. Tetapi guys, ternyata ada sebagian orang yang justru kalau lagi stress, nafsu makan semakin bertambah atau dengan kata lain makanan menjadi pelampiasannya. Saat bosan, kripik berbungkus-bungkus bisa habis dimakan sendiri. Kalau lagi kesal makanan atau kue yang ada bisa dihabiskan. Tentu hal ini bukanlah jalan untuk menenangkan emosi kita yang baik. Sebaliknya kebiasaan seperti ini justru akan berpengaruh negatif kepada kesehatan dan tentu berat badan kita. Stress bukanlah satu-satunya yang menyebabkan emosi kita untuk makan, namun ada pemicu lainnya seperti: Kebosanan : ini adalah pemicu umum kita melampiaskan emosi atau kebosanan dengan makan terutama mereka yang biasa aktif dan bersemangat dalam aktifitas. Kebiasaan : ini didasari atau didorong dari kebiasaan masa kecil. Misalnya makan es krim setelah nilai di raport sekolah baik atau membuat kue bersama nenek. Kelelahan : ini terjadi kapankala kelelahan terjadi karena melakukan sesuatu atau tugas yang tidak menyenangkan. Pengaruh sosial : entah sedang atau setelah mengalami keadaan sulit atau merayakan hari bahagia, teman-teman mengajak kita untuk keluar makan. Biasanya kalau rame-rame makan kita bisa banyak betul tidak? Srategi mengatasinya Langakah pertama tentu sobat harus mengenali atau mengidentifikas apa yang menjadi pemicu emosi yang kita membuat kita ingin makan tapi bukan karena lapar. Sobat bisa mencatatnya di buku harian, journal atau gadget yang sobat punya. Langkah berikutnya sobat coba cari ide-ide baru sebagai pelampiasan emosi yang dirasakan selain ke makanan. Bisa saja sobat temukan atau membangun hobi yang baru dan menyenangkan bahkan menantang. Sobat bisa menenangkan diri dengan membaca buku, kegiatan out door, ataupun olah raga. Mereka yang makan karena emosi bisa jadi bukan hanya karena mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka namun juga ada faktor lainnya : Perkembangan pada masa kanak-kanak Untuk sebagian orang, makan yang disebabkan emosi bisa jadi karena kebiasaan yang dipelajari dari kecil. Orang tua untuk menghibur atau menenangkan anak seringkali menggunakan media makanan. Selain itu juga makanan bisa menjadi hadiah atau reward karena berlaku baik. Ketika dewasa akhirnya tertanam di dalam setelah melewati hari yang berat atau melelahkan maka untuk melapaskan hal itu atau sebagai rewardnya lari kepada makanan. Dampak fisik dari stress Stres dan emosi yang kuat dapat menyebabkan seseorang untuk makan berlebihan juga bisa disebabkan oleh faktor fisik berikut ini : Tingkat kortisol yang tinggi:  Awalnya, stres menyebabkan nafsu makan menurun sehingga tubuh dapat menghadapi situasi yang dihadapi. Namun jika stressnya tidak berhenti, hormon lain yang disebut kortisol dilepaskan. Kortisol meningkatkan nafsu makan dan dapat menyebabkan seseorang ingin makan berlebihan. Mengidam: kadar kortisol yang tinggi dari stres dapat meningkatkan keinginan makanan untuk makanan manis atau berlemak. Stres juga dikaitkan dengan peningkatan hormon kelaparan, yang juga dapat berkontribusi untuk mengidam makanan yang tidak sehat. Jenis Kelamin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung menggunakan makanan untuk mengatasi stres dibandingkan pria, sementara pria lebih cenderung merokok atau minum minuman alkohol dibandingkan wanita. Perbedaan ingin makan karena lapar atau karena emosi Waktu terjadinya : rasa lapar karena emosi munculnya tiba-tiba dan terasa mendesak sedangkan lapar fisik munculnya perlahan kecuali memang sudah lama belum makan. Jenis makanan : lapar emosi biasanya ingin makan junk food atau sesuatu yang tidak sehat dan makanan yang diinginkan spesifik misal kentang goreng atau pizza. Sedangkan kalau lapar fisik makanan apa saja yang ada dimakan. Sumbernya : lapar emosi dari kepala alias terpikir ingin sesuatu yang ingin di makan. Kalau lapar fisik dari perut seperti perat berasa keroncongan. Jadi sobat sehat kalau mengalami hal ini semoga bisa mengendalikan nafsu makan yang berlebih karena emosi. Kalau makanan yang kita makan secara berlebihan tersebut tidak sehat tentu akan menambah masalah  kesehatan yang kita hadapi, sehingga bukannya tambah tenang yang ada malah tambah stress di kemudian hari. Jika sobat sehat merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi atau makanan yang dimakan, ada baiknya sobat segera temui dokter yang berkompeten. Stay cool, stay healthy Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 05 Jul 2018    08:00 WIB
Gampang Depresi ? Mungkin Ini Penyebabnya
Guys pernah kepikir tidak bahwa ternyata kesukaan kita bangun entah di pagi atau siang hari ternyata mempengaruhi keadaan mental kita? Ternyata suatu studi menunjukan bahwa preferensi atau kesukaan kita tidur dan bangun mempengaruhi kebugaran dan keadaan mentalitas kita. Entahkah kita ini jenis burung yang suka tidur dan bangun lebih awal ataukan kita ini jenis burung hantu (kalau di masyarakat Indonesia ada yang menyebut sebagai kalong/kelelawar) yang tidur dan bangun telat ternyata berdampak pada kemungkinan berkembangnya kesehatan mental seperti depresi. Penelitian ini dilakukan oleh beberapa lembaga seperti the University of Colorado Boulder, the Channing Division of Network Medicine di Brigham, dan Women's Hospital di Boston. Tim peneliti melakukan penelitian atas 32.470 perempuan yang usia rata-ratanya 55 tahun. Tim ini juga meneliti hal-hal yang mempengaruhi siklus tidur-bangun seseorang seperti paparan sinar matahari dan jadwal kerja. Selain itu juga mencatat faktor lain yang berhubungan dengan depresi seperti berat badan, akttivitas fisik, penyakit kronis dan tentu saja durasi tidur juga. Dari peserta yang diteliti teridentifikasi 37 persen adalah mereka yang bangun pagian, 10 persennya adalah yang tipe "burung hantu", dan 53 persen adalah diantaranya dua kategori ini. Nah hasil yang di dapat ternyata mereka suka suka tidur terlambat dan bangun siang ada kecenderungan lebih suka hidup menurut maunya, cenderung mau menikah, cenderung memiliki kebiasaan merokok dan pola tidurnya tidak teratur. Mereka yang bangun lebih pagian dibandingkan dengan rata-rata orang memiliki resiko mengalami depresi lebih rendah sekitar 12-27 persen. Sedangkan mereka yang termasuk tipe burung hantu atau kalong ini 6 persen lebih tinggi kemungkinannya mengalami gangguan mood atau suasana hati. Jadi sobat sekalian kalau kita suka galau, gelisah tidak menentu mungkin ada baiknya kita coba untuk bangun bagi, Hindari hang out hingga malam atau pagi hari yang tidak perlu supaya kita bisa istirahat cukup dan bangun lebih pagi dengan tubuh dan otak yang lebih segar….selamat belajar bangun pagi!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : www.medicalnewstoday.com
 04 Jul 2018    11:00 WIB
Perbaiki Kesehatan dengan Memelihara Binatang
Tahukah anda bahwa memelihara binatang dapat menangkal depresi, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh ? Menghabiskan waktu bersama hewan peliharaan anda, seperti anjing, kucing, atau binatang lainnya dapat memperbaiki mood anda dan juga berpengaruh baik bagi kesehatan anda. Memiliki binatang peliharaan juga dapat melawan stress.   1.      Miliki Jantung yang Lebih Sehat Dengan memiliki anjing sebagai binatang peliharaan anda, anda dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Hal ini dikarenakan bila anda memiliki anjing, maka anda memiliki lebih banyak kesempatan untuk berjalan saat menemani anjing anda berjalan-jalan dan dengan demikian dapat menurunkan tekanan darah anda sehingga resiko anda untuk mengalami penyakit jantung pun menjadi lebih rendah. Berdasarkan penelitian, walaupun anda telah memiliki penyakit jantung, memelihara anjing tetap dapat memberikan pengaruh yang baik bagi jantung dan kesehatan anda secara keseluruhan.   2.      Pereda Stress Bermain bersama binatang peliharaan anda atau sekedar mengelus-elus badan binatang peliharaan anda dapat membuat anda merasa lebih baik. Dengan melakukan ini, tekanan darah anda dapat menurun, membuat tubuh mengeluarkan hormon relaksasi, dan juga menurunkan kadar hormon stress. Selain bermanfaat bagi kesehatan anda, hal ini pun baik bagi kesehatan binatang peliharaan anda.   3.      Membantu Kehidupan Sosial Anda Saat anda berjalan-jalan dengan anjing anda akan lebih mudah bagi orang lain untuk menyapa dan bahkan berbincang-bincang dengan anda. Bila anda sedang berjalan sendirian dan ada seseorang yang mengajak anda berbicara, anda tentunya akan merasa canggung. Akan tetapi, saat anda bersama anjing atau binatang peliharaan anda, maka hal ini dapat memudahkan orang lain untuk memulai perbincangan dengan anda tanpa membuat anda atau orang lain tersebut merasa canggung.   4.      Memperbaiki Mood Orang yang memiliki binatang peliharaan biasanya merasa lebih bahagia, lebih mudah mempercayai orang lain, dan tidak merasa terlalu kesepian, serta lebih jarang sakit. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya perasaan bahwa anda diperlukan dan selalu ada yang menunggu anda dan menyambut anda dengan senang saat anda pulang ke rumah.   5.      Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Beberapa penelitian menemukan bahwa bayi yang terlahir dalam keluarga yang memelihara binatang peliharaan memiliki resiko yang lebih rendah terhadap asma dan berbagai jenis alergi. Efek ini hanya terjadi bila paparan terjadi saat bayi berusia di bawah 6 bulan. Sebuah penelitian lainnya menunjukkan bahwa bayi yang terlahir dalam keluarga yang memiliki anjing atau kucing lebih jarang mengalami demam dan infeksi telinga selama satu tahun pertama kehidupannya daripada bayi yang terlahir dalam keluarga yang tidak memiliki hewan peliharaan.   6.      Membantu Anak Dengan Autisme Seorang ahli menemukan bahwa anak-anak akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan temannya yang menderita autisme saat terdapat binatang peliharaan di dalam kelas. Hal ini mungkin disebabkan oleh anak-anak akan bereaksi secara lebih positif dan dapat bekerja sama dengan lebih baik dengan satu sama lain saat ada hewan peliharaan di antara mereka.   Sumber: webmd
 05 Jun 2018    11:00 WIB
Stress Ternyata Memperburuk Gejala Alergi
Stress ternyata dapat memicu munculnya gejala alergi pada orang-orang. Hal ini merupakan hasil penelitian terbaru yang diterbitkan di Annals of Allergy, Asthma & Immunology. Penelitian diikuti oleh 179 orang dengan alergi serbuk selama 12 minggu dan menemukan sebanyak 39% dari mereka memiliki gejala yang lebih buruk dari yang lain. Pasien tersebut memiliki tingkat stress yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami gejala alergi selama periode waktu penelitian.64% dari partisipan dengan tingkat stress lebih tinggi mengalami gejala alergi selama 14 hari periode penelitian. Memang tidak ada hubungan signifikan antara stress dan beratnya gejala alergi di hari yang sama, tetapi jumlah orang yang mengalami alergi diikuti stress semakin banyak setiap harinya. Stress dapat menyebabkan beberapa pengaruh negatif terhadap tubuh, termasuk gejala alergi. Para peneliti juga menyebutkan jika beratnya gejala alergi yang terjadi dapat membawa mood yang negatif yang akan memperburuk gejala yang terjadi. Gejala seperti bersin, hidung berair dan mata berair dapat terjadi karena stress dan juga dapat menjadi akar penyebab stress. Sementara menurunkan kadar stress memang tidak mengobati alergi, tetapi dapat mempercepat proses pemulihan alergi. Cara mengurangi dan menurunkan stress termasuk meditasi dan mengambil nafas dalam-dalam, meluangkan waktu untuk bersenang-senang dan relaksasi. Makan dengan benar, tidur cukup dan menjaga kesehatan dengan baik akan membantu Anda mengurangi tingkat stress.Sumber: webmd
 31 May 2018    08:00 WIB
7 Manfaat Pijatan Untuk Kesehatan Tubuh
Sampai saat ini mungkin Anda berpikir bahwa pijat hanya memiliki satu manfaat saja yaitu membuat tubuh Anda terasa lebih rileks. Padahal pijat mempunyai banyak sekali manfaat untuk tubuh Anda. Berikut adalah beberapa manfaat dari pijat untuk kesehatan Anda.   1.  Meningkatkan sirkulasi darahSebuah pijatan dapat meningkatkan sirkulasi darah, sehingga membantu jantung dalam memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak oksigen dan nutrisi penting yang disalurkan ke organ vital dan jaringan lain. 2.  Meredakan stressPijat dapat menjadi pilihan terbaik untuk meredakan stress. Menurut penelitian, kortisol yang merupakan hormon penyebab stress dapat mengalami penurunan setelah menjalani sesi pemijatan. 3.  Meningkatkan imunitasSeperti yang disebutkan diatas, hormon penyebab stress (kortisol) akan mengalami penurunan setelah Anda melakukan pemijatan. Kortisol ini juga bertanggung jawab dalam rusaknya sel imunitas. Dengan menurunkan kadar kortisol maka sistem imunitas tubuh dapat bekerja dengan lebih baik lagi dan juga dengan pemijatan dapat meningkatkan sel darah putih yang baik untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. 4.  Mengatur tekanan darahPemijatan juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Hal ini terjadi karena pemijatan membantu menstimulasi sel-sel pengatur tekanan darah pada otak sehingga dapat mengatur tekanan darah dengan lebih baik. 5.  Mengurangi nyeriTujuan utama dari pemijatan adalah untuk meredakan nyeri yang Anda rasakan dan membuat tubuh terasa lebih tenang. Dengan pemijatan yang baik Anda dapat menghilangkan berbagai nyeri misalnya saja kram perut, nyeri karena penggunaan otot secara perlebihna, spasme otot. Selain itu pijat juga dapat meredakan nyeri sendi dan meningkatkan fleksibilitas sendi. Dengan pemijatan dapat melepaskan hormon endorfin yang merupakan hormon alami yang dapat menghilangkan nyeri dan memberikan rasa tenang pada tubuh. 6.  Meredakan kecemasan dan tekananPemijatan dapat membuat Anda merasa lebih baik. Hal ini terjadi karena proses pemijatan yang baik dapat melepaskan berbagai zat kimia seperti endorfin dan oksitosin yang membuat tubuh terasa lebih tenang dan terbebas dari berbagai tekanan , kecemasan dan depresi. 7.  Sangat membantu pasien radang sendiOrang pengidap radang sendi arthritis ataupun osteoarthritis dapat meredakan nyeri yang mereka rasakan dengan menjalankan sesi pemijatan. Hal ini terjadi karena dengan pemijatan akan membantu menurunkan kekakuan dari otot, meredakan nyeri dan membuat gerakan sendi lebih baik.   Sumber: magforwomen
 29 May 2018    08:00 WIB
Persiapan Untuk Liburan Yang Sehat
Saat bepergian untuk wisata adalah saat yang menyenangkan. Anda dapat melupakan sejenak rutinitas harian. Tidak peduli kemanapun Anda pergi, kapanpun Anda pergi dengan siapa Anda pergi satu hal yang paling penting adalah kesehatan. Apabila Anda berwisata dalam keadaan sakit tentu Anda tidak dapat menikmati perjalanan Anda.   Berikut adalah tips persiapan yang dapat dilakukan untuk Anda agar tetap sehat selama perjalanan: 1. Periksa kesehatan Anda Sebelum Anda melakukan perjalanan wisata Anda, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.   2. Bawa resep Anda Apabila Anda mengkonsumsi obat rutin pastikan untuk membawa obat Anda, agar cukup selama perjalanan Anda. Sebaiknya Anda membawa resep Anda apabila Anda kehabisan obat tersebut masih dapat membeli di tempat wisata Anda, tanyakan kepada dokter ataupun apoteker obat yang diresepkan mengandung apa, apabila di tempat wisata tidak ada obat dengan merek yang sama Anda dapat mengganti dengan obat yang kegunaannya sama Ada baiknya Anda membawa laporan medis Anda yang penting, yang mungkin dibutuhkan.   3. Periksa Asuransi perlindungan perjalanan Anda Pastikan Anda membawa polis asuransi Anda, kartu dan formulir klaim. Cek pada perusahaan asuransi Anda apakah akan menanggung biaya saat Anda jatuh sakit atau cedera diluar negeri Bila perlu mungkin Anda membeli asuransi tambahan.   4. Pastikan untuk membawa kotak P3K   Baca juga: Sulam Bibir, Aman atau Tidak?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: webmd