Your browser does not support JavaScript!
 24 Feb 2019    16:00 WIB
Apa Beda Stress dan Depresi?
Tahukah anda apa perbedaan antara stress dan depresi? Sebagian besar orang mungkin menganggap bahwa keduanya merupakan hal yang sama. Akan tetapi, terdapat suatu perbedaan besar antara stress dan depresi.Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya stress dan depresi. Baik stress maupun depresi dapat mempengaruhi kesehatan anda, baik fisik, emosional, maupun jiwa anda. Apa Itu Stress?Stress merupakan suatu respon terhadap berbagai kejadian atau hal yang membuat anda menyebabkan perubahan atau mengancam kehidupan anda. Stress terjadi akibat pikiran anda dan apa yang anda rasakan mengenai suatu hal. Stress biasanya dicirikan dengan adanya suatu rasa kewalahan. Hal ini dapat diakibatkan oleh telah terlewatinya batas ketahanan anda atau akibat tertekan dalam waktu yang terlalu lama. Kadangkala, rasa stress dapat membantu anda menyelesaikan berbagai pekerjaan atau hal yang harus anda lakukan, akan tetapi terlalu banyak rasa stress yang anda rasakan juga dapat membuat anda merasa tertekan dan kelelahan.Apa Itu Depresi?Depresi merupakan suatu gangguan mood. Diagnosa depresi seringkali ditegakkan saat anda mengalami suatu perasaan sedih dan putus asa pada sebagian besar waktu yang seringkali juga diikuti dengan hilangnya minat untuk melakukan sesuatu hal yang biasanya anda sukai. Anda juga mungkin mengalami gangguan tidur, perubahan nafsu makan, merasa bersalah, tidak ada motivasi hidup, dan menarik diri dari lingkungan. Depresi yang terjadi dapat bervariasi, dari ringan hingga berat (psikosis). Depresi juga dapat terjadi dalam jangka waktu pendek (sebentar) atau dalam waktu lama (gangguan jiwa jangka panjang).Depresi merupakan gangguan yang lebih berat dan berlangsung lebih lama daripada stress, dan memerlukan penanganan yang berbeda.Beda Depresi dan StressBaik depresi maupun depresi memiliki gejala yang hampir mirip. Akan tetapi, gejala depresi biasanya jauh lebih berat dan berlangsung selama setidaknya 2 minggu. Depresi juga menyebabkan perubahan besar pada mood, seperti merasa sangat sedih dan putus asa. Anda juga dapat merasa lelah dan tidak dapat melakukan pekerjaan apapun. Gejala StressBeberapa gejala stress yang dapat ditemukan adalah:•  Sulit tidur•  Merasa kewalahan•  Gangguan daya ingat•  Kesulitan berkonsentrasi•  Perubahan kebiasaan makan•  Merasa gugup atau cemas•  Merasa marah, mudah tersinggung, atau mudah merasa frustasi•  Merasa sangat lelah akibat belajar atau tugas sekolah•  Merasa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari Gejala DepresiBeberapa gejala depresi yang dapat ditemukan adalah:•  Menarik diri dari pergaulan atau lingkungan•  Merasa sedih dan putus asa•  Merasa tidak bertenaga, kurang semangat dan kekurangan motivasi•  Kesulitan membuat keputusan•  Merasa gelisah, mudah marah, dan mudah tersinggung•  Makan lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Tidur lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Kesulitan berkonsentrasi•  Gangguan daya ingat•  Merasa bersalah atau merasa diri sangat buruk•  Dipenuhi oleh amarah•  Merasa bahwa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan atau masalah di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari•  Adanya pikiran  untuk bunuh diri Baca juga: Hobi Tepat Atasi Stress Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mentalhealthamerica, kayefrank
 12 Dec 2018    18:00 WIB
Terlalu Stress Untuk Berhubungan Seksual?
Bagaimana cara Anda menghadapi stress? Banyak orang beralih ke makanan, minum atau olahraga untuk melepaskan stress. Ternyata seks juga dapat menjadi salah satu cara melepaskan stress. Tetapi terkadang stress yang Anda rasakan justru mengekang keinginan berhubungan seksual. Antara pekerjaan, keluarga dan kebutuhan hidup lainnya, seks sering kali menjadi nomor terakhir dalam daftar prioritas seseorang. Bahkan pada pasangan dapat mengalami stress karena kelelahan dan semakin lama semakin tidak memperhatikan kehidupan seksual mereka. Stress memang mempengaruhi pria dan wanita dengan cara yang berbeda. Para antropologis percaya jika para wanita cenderung untuk pergi dengan teman-temannya saat menghadapi stress. Dahulu kala saat para pria pergi untuk berburu, para wanita akan tetap di rumah bersama anak-anak dan bila ada bahaya muncul, misalnya serangan binatang buas, para wanita tidak akan ikut bertarung tetapi berkumpul bersama kelompok wanita di kaumnya. Apakah hubungannya dengan masa kini? Saat menghadapi stress, para pria cenderung lari dari situasi yang menyebabkan stress, mungkin pergi bersembunyi ke dalam kamar, bermain game atau olahraga. Kebanyakan pria melepaskan stress dengan melakukan aktifitas fisik, misalnya dengan aktifitas seksual.Sementara wanita lebih tertarik untuk meringkuk di sofa, ingin bertambah dekat dengan keluarga. Mereka mungkin akan bersama teman-temannya untuk membicarakan masalah mereka. Apapun pilihan para wanita, seks sering menjadi pilihan terakhir mereka dalam menghadapi stress. Terlebih saat mereka merasa pada titik terendah dalam kehidupannya. Tentu saja penjabaran diatas tidak sepenuhnya benar. Contohnya, jika pria cenderung melepaskan stress dengan melakukan hubungan seksual, ada beberapa tipe stress yang membuat mereka tidak bernafsu untuk berhubungan seksual. Sebagai contoh, saat pria sedang khawatir mengenai pekerjaan atau keuangan, mereka menjadi tidak berminat terhadap seks. Banyak pria mendefinisikan maskulinitas sebagai kemampuan untuk menjaga keluarganya. Sesaat mereka berpikir mereka tidak mempu memenuhi tanggung jawabnya akan sangat mempengaruhi kemampuannya di tempat tidur. Berikut adalah beberapa hal yang harus diingat saat berhadapan dengan stress dan seks:•  Jangan menunggu sampai hari berakhir untuk berhubungan seksual, cobalah waktu-waktu lain untuk menikmati seks. Daripada menunggu sampai jam 11 malam, saat Anda sudah merasa lelah dan ingin segera tidur, cobalah seks di pagi hari sebelum Anda pergi bekerja.•  Jangan paksakan seks jika memang Anda tidak berminat. Tetapi bukan berarti Anda menghabiskan waktu dengan melewati sepanjang hari dengan berciuman dan lain sebagainya. Walaupun hal tersebut tidak selalu berakhir dengan seks, tetapi hubungan yang Anda buat haruslah karena ikatan yang kuat dan siap melakukan seks saat waktunya tepat.•  Perhatikan kesehatan Anda. sangat mudah untuk Anda berpaling ke alkohol atau makanan sebagai pelampiasan stress Anda. tetapi dengan melakukan hal tersebut malah akan memperburuk kemampuan seksual Anda. Daripada merusak tubuh dengan alkohol, alihkanlah stress Anda dengan sesuatu yang menyehatkan, misalnya dengan olahraga dengan benar, makan makanan sehat. seks juga dapat menjadi bagian penting untuk kesehatan Anda. Seks tidak hanya dapat membakar kalori, tetapi juga dapat menurunkan tingkat stress Anda.Sumber: foxnews
 28 Nov 2018    11:00 WIB
Bumil Tidak Boleh Stres. Ini Dampak Stres Pada Janin Dan Cara Mengatasinya
Stres, hal ini bisa dialami oleh siapa saja. Masalah pekerjaan, sekolah, kehidupan asmara dan beberapa hal lain bisa membuat Anda mengalami stres. Namun stres bisa menyebabkan banyak masalah pada kesehatan, terutama bila Anda sedang hamil. Saat hamil maka adalah saat yang paling membahagiakan untuk para ibu hamil, namun bukan berarti Anda tidak bisa mengalami stres. Berikut adalah dampak stres pada kehamilan dan janin Anda: 1. Berat Badan Lahir Rendah dan Kelahiran Prematur Hal ini didukung oleh fakta bahwa ketika stres, tubuh Anda melepaskan hormon stres epinefrin dan norepinefrin. Hormon-hormon ini menyebabkan pembuluh darah yang memasok darah dan oksigen ke janin yang sedang berkembang mengalami menyempit, sehingga aliran darah tidak lancar dan menyebabkan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur. 2. Kelahiran Prematur Peningkatan kadar corticotropin-releasing hormone (CRH) juga diproduksi karena tingginya tingkat stres dan kecemasan. Dengan demikian dapat menyebabkan kelahiran prematur. 3. Keguguran dan Gangguan Saraf Stres selama trimester pertama kehamilan juga diketahui menyebabkan keguguran dan peningkatan risiko gangguan motorik. Masalah saraf dapat berkembang jika ibu berada dalam keadaan stres ketika otak bayi berkembang, yaitu sekitar kehamilan 19-26 minggu. Apa Penyebab Stres Selama Masa Kehamilan? Kehamilan itu sendiri adalah waktu yang menantang dimana akan terjadi perubahan emosional dan fisik, semua hal tersebut dapat menyebabkan stres. Stres emosional dapat mencakup: Pikiran apakah akan mampu menjadi ibu yang baik atau tidak? Apakah janin yang dikandung sehat atau tidak? Sering mengalami perubahan suasana hati Berhubungan dengan kedekatan Anda dengan atau lingkungan sekitar Anda Kekhawatiran akan masalah biaya Kekhawatiran tentang pekerjaan Anda Stres fisik dapat mencakup: Kelelahan, nyeri tubuh Kurang tidur, kehilangan nafsu makan Mengalami perubahan fisik yang signifikan Sebisa mungkin untuk Anda para ibu hamil harus mampu membuang stres dan beristirahat sebanyak mungkin. Selama hamil, sistem kekebalan tubuh ibu biasanya akan menurun sehingga mudah sakit. Terproduksinya hormon stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang dapat memperburuk kesehatan ibu dan juga mempengaruhi pertumbuhan bayi. Cara Mengatasi Stres Selama Hamil Lakukan Pemeriksaan Rutin Ke Dokter Dengan melakukan pemeriksaan rutin akan membantu untuk memantau pertumbuhan dan detak jantung janin. Sehingga setiap Anda mengalami masalah Anda bisa mengkonsultasikan dengan dokter Anda apa langkah terbaik untuk mengatasinya. Bicara Dengan Pasangan Anda Orang yan paling Anda butuhkan saat ini adalah suami Anda, karena dia adalah ayah dari janin yang Anda kandung dan juga harus ikut bertanggung jawab. Jadi bila Anda merasa stres maka Anda harus membicarakan hal ini dengan pasangan agar dia bisa membantu Anda dalam mengatasi stres yang Anda alami. Menerima Bantuan Dari Suami dan Orang Terdekat Anda Saat ini Anda sedang hamil, maka Anda sedang wajib diperlakukan dengan istimewa. Tidak ada salahnya bila Anda menerima bantuan secara fisik atau dukungan moril dari suami dan orang terdekat Anda. Hal ini akan membantu Anda menjadi lebih tenang. Melakukan Hal Yang Menyenangkan Cobalah untuk terlibat dalam hal-hal yang memberikan kebahagiaan dan membuat Anda lupa akan stres. Membaca buku, menonton TV, mendengarkan lagu yang menenangkan atau berbicara dengan keluarga dan teman-teman, hal ini akan membantu Anda merasa lebih tenang. Apabila kondisi kehamilan Anda baik, Anda bisa meminta agar suami Anda mengajak jalan-jalan. Beristirahat Sebanyak Mungkin Apabila dulu Anda adalah wanita yang sibuk harus bekerja atau mengurus rumah tangga. Maka saat inilah suami Anda harus berperan biarkan dia yang melakukan semua tugas rumah tangga sehingga Anda bisa beristirahat sebanyak mungkin. Tidur Dengan Benar Karena tubuh Anda membutuhkan banyak istirahat maka perlu tidur yang benar. Gunakan bantal untuk mendapatkan posisi yang nyamam dan pijat tubuh sebelum tidur. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang berkualitas. Olahraga Meski sedang hamil bukan berarti Anda tidak boleh melakukan olahraga. Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti berenang, yoga yang akan membantu melepaskan stres Anda. Berjalan, berenang dll dapat dilanjutkan sampai trimester terakhir. Namun sebelum berolahraga coba tanyakan dahulu pada dokter Anda, olahraga apa yang tepat untuk Anda dan apakah kehamilan Anda memungkinkan untuk berolahraga. Manjakan diri Anda sebanyak yang Anda bisa Anda boleh melakukan manicure, pedicure, body massage, hair spa atau kegiatan memanjakan diri lainnya yang membuat Anda menjadi lebih santai dan tenang. Latihan Pernapasan Cara ini dapat menenangkan ketika Anda merasa stres, biasanya hal ini akan diajarkan pada sesi senam hamil Makan Makanan Yang Sehat Usahakan untuk makan makanan yang sehat dan menghindari alkohol atau produk yang berbahaya bagi Anda dan janin Anda Stres juga dapat menyebabkan masalah jangka panjang seperti peningkatan tekanan darah, kecemasan atau depresi. Cobalah untuk melawan stres Anda dan memiliki pandangan positif terhadap kehidupan, buang jauh semua pikiran negatif yang menakut-nakuti Anda. Selalu tetap bahagia dan menjaga diri demi kelahiran janin yang sehat. Baca juga: Kehamilan & Vitamin Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 20 Nov 2018    16:00 WIB
10 Tanda Tersembunyi Mengalami Stress Kronik
Merasa enggan masuk kerja atau stress di hari Senin merupakan hal yang normal dan pasti pernah dialami oleh setiap orang. Akan tetapi, bila Anda terus merasa stress dalam jangka waktu lama (stress kronik), misalnya akibat pekerjaan yang sangat sibuk atau karena kehidupan pribadi yang tidak berjalan sesuai dengan kemauan Anda, maka gejala stress yang Anda alami mungkin berbeda dengan orang lain yang hanya mengalami stress sesekali. Bila Anda mengalami salah satu dari gejala stress kronik di bawah ini, maka luangkanlah waktu sejenak untuk berjalan kaki atau mematikan telepon genggam Anda dan menikmati waktu Anda. Dengan demikian, rasa stress Anda mungkin akan sedikit berkurang.   Sakit Kepala di Akhir Pekan Stress dapat menyebabkan terjadinya migrain atau sakit kepala. Untuk mengatasi dan mencegah terjadinya serangan migrain kembali, dianjurkan agar Anda tidur cukup setiap harinya dan makan dengan teratur.   Nyeri Perut Hebat Saat Menstruasi Wanita yang sedang stress biasanya akan mengalami nyeri menstruasi 2 kali lipat lebih parah dibandingkan dengan wanita yang tidak stress. Para ahli menduga hal ini dikarenakan stress menyebabkan gangguan keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh. Berolahraga dapat membantu mengatasi kram perut dan stress karena olahraga akan mengurangi aktivitas sistem saraf simpatik.   Rahang Terasa Nyeri Rahang yang terasa nyeri dapat merupakan akibat dari kebiasaan menggeretakkan gigi (bruxism), yang biasanya terjadi saat Anda tidur. Bruxism dapat semakin parah bila Anda sedang stress. Untuk mencegah kerusakan gigi, buatlah mouth guard. Sekitar 70% orang yang menggunakan mouth guard di malam hari lebih jarang atau bahkan tidak lagi mengalami bruxism.   Mengalami Mimpi Aneh Mimpi biasanya akan semakin indah saat Anda tidur, sehingga Anda akan terbangun dengan mood yang lebih baik dibandingkan dengan saat Anda akan tidur malam sebelumnya. Akan tetapi, saat Anda sedang stress, maka Anda akan lebih sering terbangun dan membuat mimpi buruk terus terjadi sepanjang malam. Untuk menghindari hal ini, tidurlah selama 7-8 jam setiap malamnya dan jangan mengkonsumsi minuman berkafein atau beralkohol berdekatan dengan waktu tidur.   Gusi Berdarah Menurut analisis dari berbagai penelitian, orang yang sedang merasa stress memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan gusi. Kadar hormon stress yang terus tinggi dalam waktu lama dapat mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh dan membuat bakteri dapat masuk ke dalam gusi. Untuk mengatasinya, atasilah stress Anda.   Jerawat Muncul Mendadak Stress dapat meningkatkan resiko terjadinya peradangan, yang akan memicu terbentuknya jerawat. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengoleskan salep berisi asam salisilat atau benzoil peroksida atau antibiotik pada jerawat. Pastikan juga kulit Anda tidak terlalu kering karena hal ini juga dapat memicu timbulnya jerawat.   Baca juga: Tips Untuk Mengatasi Stress di Tempat Kerja   Ngidam Makanan Manis Selain akan menstruasi, stress juga dapat membuat Anda ingin mengkonsumsi makanan manis atau cokelat.   Kulit Gatal Sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang menemukan bahwa gatal kronik (pruritis) lebih sering terjadi pada orang yang sedang stress. Merasa cemas dan stress juga dapat memperburuk gejala dermatitis, eksim, dan psoriasis. Hal ini kemungkinan dikarenakan respon stress oleh tubuh akan mengaktivasi serat-serat saraf dan menyebabkan timbulnya rasa gatal.   Gejala Alergi Semakin Parah Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 oleh para ahli dari Ohio State University College of Medicine, reaksi alergi akan semakin parah bila penderita sedang merasa stress. Hal ini dikarenakan hormon stress dapat menstimulasi pembentukan IgE, suatu protein yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi.   Sakit Perut Cemas dan stress dapat menyebabkan nyeri perut, sakit kepala, nyeri punggung, dan insomnia. Sebuah penelitian menemukan bahwa stress dapat membuat resiko seseorang untuk mengalami sakit perut meningkat hingga 3 kali lipat. Hingga saat ini para ahli belum dapat menentukan penyebab pastinya, akan tetapi mereka menduga bahwa hal ini dikarenakan otak dan usus dipersarafi oleh jalur saraf yang sama. Jadi, bila otak merasa stress, maka usus pun akan mengalami hal yang sama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 08 Sep 2018    16:00 WIB
Cegah Depresi Sebelum Terlambat Dengan Tips Berikut
Ada banyak cara untuk mencegah terjadinya depresi yang mengganggu hidup Anda. Depresi adalah suatu kondisi yang serius yang dapat dialami oleh jutaan orang di dunia. Depresi dapat menimbulkan masalah dalam setiap aspek kehidupan seseorang. Itulah mengapa kita memerlukan berbagai cara untuk mencegah terjadinya depresi: Berusaha optimis Dengan optimis akan menimbulkan rasa percaya diri untuk mengatasi semua masalah yang sedang dihadapi. Tidur yang cukup Pola tidur yang buruk akan berefek terjadinya depresi. Tidur 8 jam sehari akan membantu Anda untuk menghindarkan Anda dari depresi.  Olahraga Olahraga sangat efektif untuk mencegah terjadinya depresi. Olahraga akan merangsang pengeluaran endorfin. Endorfin akan membuat pikiran menjadi lebih tenang dan membantu melawan depresi. Olahraga juga akan membantu tubuh tetap sehat. Dalam keadaan sehat akan membantu seseorang mencegah terjadinya depresi. Senyum Dengan tersenyum akan membuat Anda menjadi lebih bahagia dapat membantu untuk melawan depresi. Dukungan dari orang terdekat Dukungan dari orang-orang terdekat yang menyayangi Anda adalah kekuatan yang dapat membantu Anda melawan depresi, seperti keluarga, saudara dan teman-teman terdekat Anda. Tertawa Tertawa adalah salah satu hal yang efektif melawan depresi dan akan membuat Anda jauh lebih bahagia. Bersenang-senang Untuk Anda yang sibuk jangan lupakan hal yang satu ini. Bersenang-senanglah, jalan-jalan dengan teman ataupun belanja bareng akan membantu Anda melawan depresi. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk melawan depresi. Jangan biarkan masalah Anda membuat Anda semakin terpuruk dan depresi.  Baca juga: Hobi Tepat Atasi Stress Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: allwomenstalk
 29 Jul 2018    16:00 WIB
Perut Buncit, Kenapa Ya?
Beberapa orang memiliki jumlah lemak di perut yang normal, namun ada juga yang berlebihan. Mungkin Anda bertanya-tanya alasan mengapa Anda memiliki lemak berlebihan di perut alias perut buncit? Berikut adalah alasan mengapa Anda memiliki lemak berlebihan di perut: Genetik Para ilmuwan telah menemukan bahwa jumlah sel-sel lemak Anda berkembang sepenuhnya tergantung pada gen Anda. Apabila orang tua Anda atau kakek-nenek memiliki kelebihan lemak perut, Anda juga kemungkinan memiliki lemak perut yang sama. Metabolisme yang lemah Setiap orang memiliki metabolisme yang berbeda. Metabolisme adalah tingkat kecepatan tubuh membakar energi. Metabolisme dipengaruhi oleh genetik, aktivitas fisik, makanan yang Anda makan, kadar lemak tubuh, olahraga dan keseluruhan pola hidup yang Anda lakukan. Perubahan hormonal Bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan hormon sehingga terjadi penumpukan lemak di daerah perut. Stres Stres meningkatkan kadar kortisol dalam darah dan menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. Otot yang kendur Apabila otot-otot di sekitar daerah perut Anda kendor, maka akan menyebabkan penumpukan lemak perut. Postur tubuh yang buruk Membungkuk adalah alasan utama di balik penumpukan lemak di tubuh. Duduk dengan punggung melengkung dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan lemak di sekitar daerah perut Anda. Gaya hidup Gaya hidup yang santai juga bisa menjadi penyebab utama penumpukan lemak di daerah perut. Terlalu banyak makan Semakin banyak makanan yang Anda makan terutama makanan yang tidak sehat maka akan memperbesar penumpukan lemak di daerah perut. Sumber: stylecraze
 24 Jul 2018    11:00 WIB
Hati-hati! Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan!
Pada umumnya orang kalau lagi stress justru tidak ada nafsu makan. Tetapi guys, ternyata ada sebagian orang yang justru kalau lagi stress, nafsu makan semakin bertambah atau dengan kata lain makanan menjadi pelampiasannya. Saat bosan, kripik berbungkus-bungkus bisa habis dimakan sendiri. Kalau lagi kesal makanan atau kue yang ada bisa dihabiskan. Tentu hal ini bukanlah jalan untuk menenangkan emosi kita yang baik. Sebaliknya kebiasaan seperti ini justru akan berpengaruh negatif kepada kesehatan dan tentu berat badan kita. Stress bukanlah satu-satunya yang menyebabkan emosi kita untuk makan, namun ada pemicu lainnya seperti: Kebosanan : ini adalah pemicu umum kita melampiaskan emosi atau kebosanan dengan makan terutama mereka yang biasa aktif dan bersemangat dalam aktifitas. Kebiasaan : ini didasari atau didorong dari kebiasaan masa kecil. Misalnya makan es krim setelah nilai di raport sekolah baik atau membuat kue bersama nenek. Kelelahan : ini terjadi kapankala kelelahan terjadi karena melakukan sesuatu atau tugas yang tidak menyenangkan. Pengaruh sosial : entah sedang atau setelah mengalami keadaan sulit atau merayakan hari bahagia, teman-teman mengajak kita untuk keluar makan. Biasanya kalau rame-rame makan kita bisa banyak betul tidak? Srategi mengatasinya Langakah pertama tentu sobat harus mengenali atau mengidentifikas apa yang menjadi pemicu emosi yang kita membuat kita ingin makan tapi bukan karena lapar. Sobat bisa mencatatnya di buku harian, journal atau gadget yang sobat punya. Langkah berikutnya sobat coba cari ide-ide baru sebagai pelampiasan emosi yang dirasakan selain ke makanan. Bisa saja sobat temukan atau membangun hobi yang baru dan menyenangkan bahkan menantang. Sobat bisa menenangkan diri dengan membaca buku, kegiatan out door, ataupun olah raga. Mereka yang makan karena emosi bisa jadi bukan hanya karena mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka namun juga ada faktor lainnya : Perkembangan pada masa kanak-kanak Untuk sebagian orang, makan yang disebabkan emosi bisa jadi karena kebiasaan yang dipelajari dari kecil. Orang tua untuk menghibur atau menenangkan anak seringkali menggunakan media makanan. Selain itu juga makanan bisa menjadi hadiah atau reward karena berlaku baik. Ketika dewasa akhirnya tertanam di dalam setelah melewati hari yang berat atau melelahkan maka untuk melapaskan hal itu atau sebagai rewardnya lari kepada makanan. Dampak fisik dari stress Stres dan emosi yang kuat dapat menyebabkan seseorang untuk makan berlebihan juga bisa disebabkan oleh faktor fisik berikut ini : Tingkat kortisol yang tinggi:  Awalnya, stres menyebabkan nafsu makan menurun sehingga tubuh dapat menghadapi situasi yang dihadapi. Namun jika stressnya tidak berhenti, hormon lain yang disebut kortisol dilepaskan. Kortisol meningkatkan nafsu makan dan dapat menyebabkan seseorang ingin makan berlebihan. Mengidam: kadar kortisol yang tinggi dari stres dapat meningkatkan keinginan makanan untuk makanan manis atau berlemak. Stres juga dikaitkan dengan peningkatan hormon kelaparan, yang juga dapat berkontribusi untuk mengidam makanan yang tidak sehat. Jenis Kelamin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung menggunakan makanan untuk mengatasi stres dibandingkan pria, sementara pria lebih cenderung merokok atau minum minuman alkohol dibandingkan wanita. Perbedaan ingin makan karena lapar atau karena emosi Waktu terjadinya : rasa lapar karena emosi munculnya tiba-tiba dan terasa mendesak sedangkan lapar fisik munculnya perlahan kecuali memang sudah lama belum makan. Jenis makanan : lapar emosi biasanya ingin makan junk food atau sesuatu yang tidak sehat dan makanan yang diinginkan spesifik misal kentang goreng atau pizza. Sedangkan kalau lapar fisik makanan apa saja yang ada dimakan. Sumbernya : lapar emosi dari kepala alias terpikir ingin sesuatu yang ingin di makan. Kalau lapar fisik dari perut seperti perat berasa keroncongan. Jadi sobat sehat kalau mengalami hal ini semoga bisa mengendalikan nafsu makan yang berlebih karena emosi. Kalau makanan yang kita makan secara berlebihan tersebut tidak sehat tentu akan menambah masalah  kesehatan yang kita hadapi, sehingga bukannya tambah tenang yang ada malah tambah stress di kemudian hari. Jika sobat sehat merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi atau makanan yang dimakan, ada baiknya sobat segera temui dokter yang berkompeten. Stay cool, stay healthy Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 05 Jul 2018    08:00 WIB
Gampang Depresi ? Mungkin Ini Penyebabnya
Guys pernah kepikir tidak bahwa ternyata kesukaan kita bangun entah di pagi atau siang hari ternyata mempengaruhi keadaan mental kita? Ternyata suatu studi menunjukan bahwa preferensi atau kesukaan kita tidur dan bangun mempengaruhi kebugaran dan keadaan mentalitas kita. Entahkah kita ini jenis burung yang suka tidur dan bangun lebih awal ataukan kita ini jenis burung hantu (kalau di masyarakat Indonesia ada yang menyebut sebagai kalong/kelelawar) yang tidur dan bangun telat ternyata berdampak pada kemungkinan berkembangnya kesehatan mental seperti depresi. Penelitian ini dilakukan oleh beberapa lembaga seperti the University of Colorado Boulder, the Channing Division of Network Medicine di Brigham, dan Women's Hospital di Boston. Tim peneliti melakukan penelitian atas 32.470 perempuan yang usia rata-ratanya 55 tahun. Tim ini juga meneliti hal-hal yang mempengaruhi siklus tidur-bangun seseorang seperti paparan sinar matahari dan jadwal kerja. Selain itu juga mencatat faktor lain yang berhubungan dengan depresi seperti berat badan, akttivitas fisik, penyakit kronis dan tentu saja durasi tidur juga. Dari peserta yang diteliti teridentifikasi 37 persen adalah mereka yang bangun pagian, 10 persennya adalah yang tipe "burung hantu", dan 53 persen adalah diantaranya dua kategori ini. Nah hasil yang di dapat ternyata mereka suka suka tidur terlambat dan bangun siang ada kecenderungan lebih suka hidup menurut maunya, cenderung mau menikah, cenderung memiliki kebiasaan merokok dan pola tidurnya tidak teratur. Mereka yang bangun lebih pagian dibandingkan dengan rata-rata orang memiliki resiko mengalami depresi lebih rendah sekitar 12-27 persen. Sedangkan mereka yang termasuk tipe burung hantu atau kalong ini 6 persen lebih tinggi kemungkinannya mengalami gangguan mood atau suasana hati. Jadi sobat sekalian kalau kita suka galau, gelisah tidak menentu mungkin ada baiknya kita coba untuk bangun bagi, Hindari hang out hingga malam atau pagi hari yang tidak perlu supaya kita bisa istirahat cukup dan bangun lebih pagi dengan tubuh dan otak yang lebih segar….selamat belajar bangun pagi!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : www.medicalnewstoday.com