Your browser does not support JavaScript!
 12 Oct 2020    19:00 WIB
5 Penyebab Hilangnya Gairah Seksual Pada Wanita
Penurunan atau hilangnya gairah seksual seringkali dialami oleh wanita beberapa tahun sebelum dan setelah menopause. Hilangnya gairah seksual ini dapat mencapai puncaknya pada saat wanita berusia 35-64 tahun. Akan tetapi, tidak semua wanita mengalaminya, beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual setelah memasuki masa menopause ini.   1.      Perubahan Kadar Hormon Estrogen Sebelum memasuki masa menopause, gairah seksual anda biasanya mencapai puncaknya beberapa saat sebelum dan setelah ovulasi (terlepasnya sel telur dari indung telur). Akan tetapi, saat anda tidak lagi mendapat menstruasi dan kadar hormon estrogen anda menurun, maka menurun pula gairah seksual anda. Wanita yang telah menopause kurang bereaksi terhadap sentuhan dan lebih sulit merasa terangsang. Selain itu, penurunan kadar hormon estrogen pun menyebabkan berkurangnya aliran darah ke vagina dan membuat vagina menjadi lebih kering. Oleh karena itu, anda mungkin dapat merasa nyeri saat berhubungan seksual. Hal ini juga dapat membuat anda semakin enggan berhubungan seksual. Apa yang Harus Dilakukan? Bila anda sering merasa nyeri saat berhubungan seksual, cobalah untuk menggunakan pelumas berbahan dasar air. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter anda mengenai penggunaan obat untuk mengatasi kekeringan pada vagina. Terapi sulih hormone biasanya dapat membantu anda mengatasi berbagai gejala peri menopause yang anda alami, seperti badan terasa panas dan berbagai gejala lainnya yang membuat anda kurang percaya diri.   2.      Stress Saat memasuki masa paruh baya, sebagian besar wanita disibukkan oleh berbagai hal, mulai dari pernikahan, pekerjaan, anak, dan merawat orang tuanya. Hal ini dapat membuat para wanita paruh baya merasa stress. Stress dapat menurunkan gairah seksual anda. Penurunan gairah seksual mungkin membuat anda enggan berhubungan seksual dengan pasangan anda dan mungkin dapat membuat hubungan anda dan pasangan menjadi kurang harmonis. Apa yang Harus Dilakukan? Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba untuk melakukan "pemanasan" lebih lama dan membuat variasi lainnya saat berhubungan seksual dengan pasangan anda. Bila hal ini tidak membantu, lakukanlah konseling dengan seorang ahli untuk membantu anda.   3.      Perubahan Kadar Hormon Androgen Baik pria maupun wanita pasti akan mengalami penurunan gairah seksual seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Akan tetapi, wanita biasanya 2-3 kali lebih sering mengalami penurunan gairah seksual ini. Hal ini dapat pula disebabkan oleh penurunan kadar hormon androgen (hormon pria) pada wanita. Apa yang Harus Dilakukan? Bila anda mengalami penurunan hormon ini maka dokter mungkin tidak akan menyarankan anda untuk memperoleh terapi sulih hormone karena efek samping yang mungkin ditimbulkan seperti jerawat, peningkatan berat badan, dan peningkatan pertumbuhan rambut wajah. Diet sehat, waktu tidur yang cukup, dan berolahraga dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda.   4.      Depresi Menopause tidak mneyebabkan depresi, akan tetapi wanita lebih sering mengalami depresi dibandingkan pria. Hal ini mencapai puncaknya saat wanita berusia 40-59 tahun, yang secara tidak sengaja terjadi bersamaan dengan menopause. Depresi tentunya dapat membuat anda kehilangan gairah seksual, di samping hilangnya minat akan banyak hal lainnya. Pengobatan depresi dengan pemberian obat anti depresi juga tidak dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda karena beberapa obat anti depresi juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual. Apa yang Harus Dilakukan? Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan dan konseling untuk mengatasi masalah anda. Terdapat beberapa obat anti depresi yang tidak terlalu menimbulkan gangguan seksual.   5.      Penyebab Lainnya Berbagai perubahan pada tubuh anda, mulai dari memutihnya rambut, nyeri otot, hingga kulit kering dapat membuat anda merasa "tua" dan kehilangan rasa percaya diri sehingga membuat anda tidak lagi merasa seksi. Beberapa hal lainnya selain menopause yang juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual adalah gangguan kandung kemih, hipotiroidisme (rendahnya kadar hormon tiroid di dalam darah), dan anemia defisiensi besi. Apa yang Harus Dilakukan? Lakukanlah pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahunnya. Selain itu, tetap percaya diri juga merupakan salah satu hal penting bagi gairah seksual anda.   Sumber: webmd
 19 Sep 2020    13:00 WIB
Perbaiki Kesehatan dengan Memelihara Binatang
Tahukah anda bahwa memelihara binatang dapat menangkal depresi, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh ? Menghabiskan waktu bersama hewan peliharaan anda, seperti anjing, kucing, atau binatang lainnya dapat memperbaiki mood anda dan juga berpengaruh baik bagi kesehatan anda. Memiliki binatang peliharaan juga dapat melawan stress.   1.      Miliki Jantung yang Lebih Sehat Dengan memiliki anjing sebagai binatang peliharaan anda, anda dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Hal ini dikarenakan bila anda memiliki anjing, maka anda memiliki lebih banyak kesempatan untuk berjalan saat menemani anjing anda berjalan-jalan dan dengan demikian dapat menurunkan tekanan darah anda sehingga resiko anda untuk mengalami penyakit jantung pun menjadi lebih rendah. Berdasarkan penelitian, walaupun anda telah memiliki penyakit jantung, memelihara anjing tetap dapat memberikan pengaruh yang baik bagi jantung dan kesehatan anda secara keseluruhan.   2.      Pereda Stress Bermain bersama binatang peliharaan anda atau sekedar mengelus-elus badan binatang peliharaan anda dapat membuat anda merasa lebih baik. Dengan melakukan ini, tekanan darah anda dapat menurun, membuat tubuh mengeluarkan hormon relaksasi, dan juga menurunkan kadar hormon stress. Selain bermanfaat bagi kesehatan anda, hal ini pun baik bagi kesehatan binatang peliharaan anda.   3.      Membantu Kehidupan Sosial Anda Saat anda berjalan-jalan dengan anjing anda akan lebih mudah bagi orang lain untuk menyapa dan bahkan berbincang-bincang dengan anda. Bila anda sedang berjalan sendirian dan ada seseorang yang mengajak anda berbicara, anda tentunya akan merasa canggung. Akan tetapi, saat anda bersama anjing atau binatang peliharaan anda, maka hal ini dapat memudahkan orang lain untuk memulai perbincangan dengan anda tanpa membuat anda atau orang lain tersebut merasa canggung.   4.      Memperbaiki Mood Orang yang memiliki binatang peliharaan biasanya merasa lebih bahagia, lebih mudah mempercayai orang lain, dan tidak merasa terlalu kesepian, serta lebih jarang sakit. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya perasaan bahwa anda diperlukan dan selalu ada yang menunggu anda dan menyambut anda dengan senang saat anda pulang ke rumah.   5.      Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Beberapa penelitian menemukan bahwa bayi yang terlahir dalam keluarga yang memelihara binatang peliharaan memiliki resiko yang lebih rendah terhadap asma dan berbagai jenis alergi. Efek ini hanya terjadi bila paparan terjadi saat bayi berusia di bawah 6 bulan. Sebuah penelitian lainnya menunjukkan bahwa bayi yang terlahir dalam keluarga yang memiliki anjing atau kucing lebih jarang mengalami demam dan infeksi telinga selama satu tahun pertama kehidupannya daripada bayi yang terlahir dalam keluarga yang tidak memiliki hewan peliharaan.   6.      Membantu Anak Dengan Autisme Seorang ahli menemukan bahwa anak-anak akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan temannya yang menderita autisme saat terdapat binatang peliharaan di dalam kelas. Hal ini mungkin disebabkan oleh anak-anak akan bereaksi secara lebih positif dan dapat bekerja sama dengan lebih baik dengan satu sama lain saat ada hewan peliharaan di antara mereka.   Sumber: webmd
 17 Sep 2020    13:00 WIB
Stres Mengganggu? Usir dengan Cara Ini!
Stres merupakan suatu reaksi terhadap berbagai hal. Stres dapat membuat Anda menjadi tegang, lelah, emosi, bahkan dapat menyebabkan gangguan tidur. Berikut ini adalah tanda-tanda jika Anda mengalami stres: Depresi Gangguan tidur Tegang Cemas Berbagai kesalahan dalam bekerja Gangguan konsentrasi Apatis Jika Anda mengalami stres dan tidak menangani hal ini dengan baik, maka dapat terjadi gangguan pada kesehatan Anda. Lalu bagaimana cara penanganannya, di bawah ini terdapat beberapa tips untuk mengurangi stres sehingga Anda dapat tidur lebih nyenyak. Keluarga, teman dan pasangan Orang terdekat adalah salah satu penghilang stress terbaik, terutama bila stress yang anda alami disebabkan oleh pekerjaan atau teman sekerja anda. Menceritakan permasalahan anda dapat membuat anda merasa lebih baik. Cari penyebabnya Anda harus mengetahui apa penyebabnya. Apakah karena keadaan fisik, pekerjaan, atau hubungan Anda. Setelah mengetahui apa penyebab stres Anda, maka Anda dapat mencari beberapa jalan keluar yang dapat dilakukan. Ubah cara berpikir Seringkali, Anda atau orang terdekat mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap diri Anda. Hal ini bisa menjadi penyebab Anda mengalami stres, terlebih jika Anda mengalami kegagalan dan tidak sesuai dengan ekspektasi. Oleh karena itu, ubahlah cara berpikir Anda dalam beberapa hal menjadi lebih positif, sehingga Anda tidak cepat merasa stres terhadap semua kegagalan dan kesulitan yang dialami. Olahraga Berolahraga dan melemaskan otot-otot yang terasa kaku dan nyeri akibat stres juga dapat mengurangi rasa stres Anda. Akan tetapi, bila Anda berusia di atas 50 tahun atau memiliki suatu penyakit kronik tertentu, sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai olahraga apa yang sebaiknya Anda lakukan.
 10 Sep 2020    17:00 WIB
Bukti Bahwa Wanita Lebih Mampu Menghadapi Stress Daripada Pria!
Berdasarkan pada sebuah penelitian baru, stress ternyata memiliki efek sosial yang berbeda di antara pria dan wanita. Para peneliti di Austria menemukan bahwa saat dihadapkan dengan situasi yang penuh dengan tekanan, para pria akan berubah menjadi lebih egois, sedangkan wanita justru menjadi lebih dapat berempati dan memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Para peneliti menemukan bahwa kemampuan interaksi sosial seorang wanita justru akan meningkat saat sedang berada di bawah tekanan, sedangkan pria justru akan berubah menjadi defensif dengan melakukan respon "lawan atau kabur" saat berada di bawah tekanan, yang bertujuan untuk menyimpan tenaga mereka untuk menghadapi konfrontasi yang mereka takutkan akan terjadi. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 64 orang peserta penelitian. Para peneliti kemudian mengamati bagaimana reaksi mereka terhadap stress dengan cara membuat para peserta penelitian melakukan sebuah tugas yang membuat mereka merasa tertekan atau stress seperti berpidato. Para peneliti kemudian meminta para peserta penelitian untuk melakukan tugas lainnya yang mengharuskan para peserta penelitian untuk berempati terhadap orang lain seperti menghibur orang lain atau mengikuti suatu instruksi atau mengikuti gerakan orang lain. Hasilnya adalah para pria yang stress menunjukkan penurunan kemampuan untuk mengerti pikiran dan perasaan orang lain, sedangkan para wanita justru dapat lebih mengerti perasaan dan pikiran orang lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita menunjukkan reaksi psikologis yang sama saat stress, hanya saja metode mereka untuk bertahan dari stress tersebut berbeda. Jadi, mengapa wanita dan pria memiliki metode yang berbeda saat menghadapi stress? Salah satu teorinya adalah karena seorang wanita memiliki kadar oksitosin (hormon yang berhubungan dengan perilaku sosial) yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Hal ini berarti, secara kimiawi, seorang wanita cenderung akan mencari dukungan dari orang lain saat stress, sedangkan seorang pria justru akan menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Apapun penyebabnya, perbedaan metode pertahanan diri terhadap stress di antara pria dan wanita ini justru dapat menyebabkan terjadinya kesalahpahaman dan justru membuat mereka menjadi lebih stress. Jadi, ingatlah hal ini saat Anda dan pasangan sedang berada dalam situasi penuh tekanan nantinya. Mengertilah saat si dia marah atau tiba-tiba tidak mengacuhkan Anda. Hal ini mungkin merupakan caranya bertahan menghadapi situasi penuh tekanan yang sedang ia alami saat ini. Sumber: sheknows
 05 Sep 2020    17:00 WIB
Tiga Tanda Anda Butuh Konseling
Jika Anda merasa bahwa berbagai permasalahan Anda telah membuat Anda kewalahan dan Anda merasa bahwa Anda membutuhkan bantuan seorang terapis, maka jangan ragu untuk segera menghubungi seorang terapis (psikolog atau psikiater) untuk membantu Anda mengatasi berbagai permasalahan Anda. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang menAndakan bahwa Anda sebaiknya segera melakukan kegiatan konseling dengan seorang ahli. Memiliki Masalah yang Menyebabkan Gangguan Signifikan Pada Kehidupan Anda Jika salah satu masalah Anda mulai mempengaruhi atau mengganggu kehidupan Anda sehari-hari, baik dalam hal pekerjaan maupun hubungan Anda dengan orang lain, maka Anda mungkin harus segera mencari pertolongan seorang hali. Jika Anda merasa cemas, depresi, atau bila Anda merasa Anda tidak lagi sama seperti biasanya; maka Anda harus melakukan sesuatu seperti konseling dengan seorang ahli untuk memperbaiki keadaan kesehatan mental Anda. Mengalami Suatu Peristiwa Traumatis Hal lainnya yang merupakan penAnda bahwa Anda sebaiknya melakukan konseling adalah bila sesuatu yang bersifat traumatis telah terjadi pada diri Anda. Jika Anda baru saja mengalami kecelakaan kendaraan bermotor atau menjadi korban kekerasan atau berbagai trauma lainnya dan berbagai hal ini menyebabkan gangguan signifikan pada kehidupan Anda, maka Anda sebaiknya segera mencari pertolongan seorang ahli untuk membantu Anda mengatasi keadaan ini. Merasa Semua yang Telah Dilakukan Tidak Dapat Membantu Mengurangi Kecemasan Siapapun yang sedang mengalami suatu permasalahan yang membuat hidup mereka terasa sangat sulit tentunya selalu mencari berbagai cara baru untuk mengatasi permasalahan mereka tersebut untuk mengurangi atau menghilangkan rasa khawatir, depresi, dan berbagai perasaan lainnya yang membuat mereka tidak merasa bahagia. Akan tetapi, bila Anda merasa bahwa semua yang Anda lakukan tampaknya tidak dapat membuat Anda merasa lebih baik, maka Anda mungkin harus mulai mencari pertolongan dari ahlinya.
 15 Jun 2020    16:00 WIB
Tips Mengatasi Stress Saat Baru Memiliki Bayi
1.  Berdiskusi Dengan Pasangan AndaPara calon orang tua harus mendiskusikan bagaimana mereka akan menghadapi berbagai masalah, termasuk bagaimana anda dan pasangan akan membagi waktu untuk mengunjungi keluarga masing-masing, siapa yang akan bangun di malam hari saat bayi anda menangis, dan sebagainya.Menyamakan pikiran dan perasaan anda dapat membuat segala sesuatu dalam kehidupan baru anda berjalan lebih lancar. Diskusikanlah berbagai masalah sebelum anda memiliki bayi yang dapat membuat anda merasa lelah, baik secara fisik maupun emosional.2.  Hindari Aktivitas Fisik BeratHindari berbagai aktivitas fisik berat, termasuk olahraga berat, baik anda maupun pasangan anda. Anda memerlukan beberapa waktu untuk beradaptasi dan kerja sama tim yang baik. Bila anda tidak dapat bekerja sama dengan baik dengan pasangan anda, maka hal ini dapat membuat hubungan anda dan pasangan menjadi renggang dan mempengaruhi keluarga baru anda secara keseluruhan dalam beberapa tahun mendatang.3.  Belajar Untuk BeradaptasiPara orang tua baru harus mulai belajar beradaptasi, terutama pada tahun pertama kehidupan anak anda. Belajarlah untuk menghadapi dan mengatasi setiap masalah yang timbul, dengan demikian anda dan pasangan dapat menjadi lebih mandiri.4.  Mintalah Pasangan Anda Untuk Membantu MemasakMintalah pasangan anda untuk membantu anda memasak atau menggantikan anda memasak saat anda sibuk mengurus anak. Anda juga dapat menyiapkan makanan lebih banyak di saat anda memiliki waktu lebih.5.  Carilah Informasi yang Anda ButuhkanAnda dapat bertanya pada orang tua anda atau mertua anda atau teman-teman anda yang telah lebih dulu memiliki bayi mengenai berbagai hal yang dapat membantu anda merawat anak anda. Selain itu, anda juga dapat mencari berbagai informasi yang anda butuhkan melalui internet.6.  Jaga Keintiman Dengan PasanganTentukanlah waktu khusus untuk berpergian berdua dengan pasangan anda atau untuk berduaan dengan pasangan anda. Bicarakanlah berbagai hal lainny selain anak anda di waktu ini, dengan demikian anda dapat menjaga agar hubungan anda dan pasangan tetap intim dan mesra.7.  Berhenti Membandingkan Bayi Anda Dengan Bayi LainnyaLawanlah keinginan anda untuk membandingkan anak anda dengan anak lainnya. Setiap anak memiliki tahap perkembangan dan pertumbuhannya sendiri. Hal ini hanya akan membuat anda merasa stress saat bayi anda tidak berkembang atau bertumbuh sepesat bayi lainnya.8.  NikmatilahNikmatilah waktu-waktu yang anda dan pasangan lalui saat merawat bayi anda yang baru lahir ini. Jangan selalu merasa stress. Belajarlah untuk tetap tertawa di saat-saat susah. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 12 Jun 2020    18:00 WIB
7 Dampak Buruk dari Rasa Marah
Rasa marah ternyata memiliki efek samping yang buruk dilihat dari sisi medis, psikologis, mental dan emosional. Rasa marah yang berlebihan tidak hanya berdampak buruk unruk kesehatan tetapi juga dapat merusak kehidupan sosial dan hubungan interpersonal. Arikel berikut kami coba jabarkan apa saja dampak buruk dari rasa marah. 1.  Kemarahan dapat Menyebabkan Stress dan SedihOrang yang sedang marah cenderung mengalami stress dan sedih dibandingkan orang lain. Orang yang marah lebih mudah terganggu dan sedikit saja ada hal yang tidak disukainya dapat menyebabkan kemarahan bertambah. Stress yang dirasakan saat sedang marah dapat menyebabkan tekanan mental dan emosional. 2.  Rasa Marah dapat Menyebabkan Peningkatan Tekanan DarahMarah dan stress diketahui sebagai faktor penyebab peningkatan tekanan darah dan juga dapat mempengaruhi metabolisme. Saat seseorang marah, mereka secara alami bereaksi seperti mengepalkan tinju atau keluar banyak keringat. Reaksi tersebut dapat merupakan tanda dari peningkatan tekanan darah. 3.  Rasa Marah dapat Menyebabkan Seseorang Terisolasi Secara SosialEfek samping kemarahan dilihat dari sisi medis adalah seseorang dengan rasa marah dapat mengalami isolasi sosial. Masyarakat tentu saja akan menjauhi seseorang yang diketahui memiliki rasa marah, moody dan temperamental. Sesaat Anda memiliki reputasi sebagai seorang yang pemarah maka kemungkinan orang lain menjauh dari Anda akan semakin besar. 4.  Kemarahan Cenderung membuat Anda Mengalami Inflamasi dan Nyeri OtotSecara ilmu medis, pelepasan hormon kortisol yang terjadi saat Anda sedang marah dapat menyebabkan otot menjadi lentur dan menerima gempuran energi selama beberapa detik. Sementara orang dengan rasa marah yang berlebihan dapat merasakan gempuran energi yang lebih banyak lagi pada ototnya karena pelepasan kortisol berulang-ulang. Kortisol juga menyebabkan efek samping lain yaitu membuat tubuh mudah menjadi nyeri. 5.  Rasa Marah Memperburuk Kondisi JantungPernahkah Anda meraskan peningkatan detak jantung secara tiba-tiba saat Anda sedang marah? Menurut para ahli, rasa marah dapat menyebabkan jantung berdetak sampai 180 kali permenit. Pada situasi tersebut, jantung akan membutuhkan oksigen lebih banyak dan nafas menjadi lebih cepat dan pendek. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan dan kelemahan pada jantung. 6.  Kemarahan dapat Menimbulkan Kecanduan dan Kebiasaan Buruk LainnyaStudi yang sudah lama dilakukan menunjukan bahwa orang yang selalu merasakan kemarahan didalam hidupnya lebih mudah jatuh ke dalam kecanduan obat-obatan, merokok, alkohol dan lain sebagainya. Orang dengan rasa marah akan mencari pelampiasan dari kemarahannya untuk memuaskan perasaanya. 7.  Rasa Marah dapat Menurunkan Imunitas TubuhAnda tentu pernah mendengar pepatah mengatakan didalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat. Orang dengan tubuh yang sehat tentu berhubungan juga dengan perasaannya yang selalu senang. Orang yang memiliki kondisi kejiwaan yang baik tentu akan berpengaruh terhadap kadar imunitas tubuhnya dan rasa marah merupakan salah satu energi negatif yang dapat merusak sistem imunitas tubuh. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: magforwomen
 10 Jun 2020    16:00 WIB
7 Penyebab Tidak Terduga Mengapa Berat Badan Anda Meningkat
Ini dia penyebab tiba-tiba berat Anda meningkat, diantaranya: 1.  Kurang TidurSalah satu penyebab peningkatan berat badan adalah kurangnya tidur. Saat anda kurang tidur, terdapat perubahan biokimia di dalam tubuh anda yang menyebabkan peningkatan rasa lapar, menyimpan lemak lebih banyak, atau bahkan membuat anda merasa tidak terlalu kenyang setelah makan. Selain itu, bila anda tidur lebih malam setiap harinya, ada kemungkinan anda ingin makan atau mengemil di malam hari yang juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan.2.  StressSemua orang tentunya pernah mengalami rasa stress, yang sebenarnya baik bagi anda bila dalam jumlah kecil. Akan tetapi, bila anda terus-menerus mengalami stress, maka tubuh anda akan memproduksi kortisol, suatu hormon stress, yang dapat meningkatkan nafsu makan anda. Selain itu, rasa stress juga dapat membuat metabolisme tubuh anda melambat dan menyebabkan peningkatan berat badan di daerah perut.3.  Mengerjakan Banyak Hal SekaligusBanyak orang mengira bahwa mereka dapat melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan, akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi semua orang. Beberapa orang justru tidak dapat bekerja seefektif biasanya bila harus melakukan banyak pekerjaan sekaligus. Hal ini dapat memperlambat pekerjaan anda, membuat anda melakukan banyak kesalahan, dan membuat anda stress. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengerjakan banyak hal sekaligus dapat membuat anda sulit mengendalikan diri di sekitar makanan. Hal ini karena otak anda harus bekerja ekstra keras untuk menyelesaikan semua pekerjaan tersebut dan membuat anda lebih tergoda untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan.4.  Terobsesi Untuk Menjadi KurusSemakin anda terobsesi untuk menjadi kurus, maka anda akan merasa semakin sulit untuk mencapainya dan justru membuat anda lebih sering mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.5.  Efek Samping Obat-obatanBila anda mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan seperti obat anti depresi, obat anti kejang, obat migrain, obat anti psikosis, obat anti hipertensi (beta blocker), obat anti diabetes, obat antihistamin, berbagai jenis hormon (pil KB), obat anti kanker, dan obat penurun kolesterol; maka anda mungkin dapat mengalami peningkatan berat badan akibat efek samping berbagai jenis obat-obatan tersebut.6.  Sering BerpergianSebuah penelitian menemukan bahwa orang yang berpergian lebih dari 20 hari setiap bulannya, memiliki resiko peningkatan berat badan yang lebih tinggi, yaitu hingga 92%. Konsumsilah makanan sehat, tetap berolahraga, dan cukup tidur dapat mencegah peningkatan berat badan akibat sering berpergian.7.  Kekurangan Nutrisi TertentuJika tubuh anda kekurangan nutrisi tertentu seperti vitamin D, magnesium, atau zat besi; maka hal ini dapat mempengaruhi kesehatan tubuh anda, termasuk memperlambat metabolisme tubuh anda. Menurut sebuah penelitian di Amerika, jika seseorang merasa lelah atau tidak bertenaga, maka orang tersebut cenderung mengatasinya dengan mengkonsumsi gula, kopi, atau berbagai karbohidrat sederhana lainnya yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan.Sumber: allwomenstalk