Your browser does not support JavaScript!
 10 Apr 2016    08:00 WIB
Kebiasaan Yang Dapat Menurunkan Jumlah Sperma
Saat ini jumlah pria yang mengalami infertilitas semakin meningkat. Walaupun mereka menikmati saat berhubungan dan tidak ada kesulitan saat berhubungan, masalah mulai timbul saat mereka ingin memiliki anak. Jumlah sperma yang rendah merupakan salah satu masalah infertilitas yang sering terjadi pada pria. Ada banyak sekali faktor penyebab dari penurunan jumlah sperma, misalnya saja hal-hal berikut: Memakai pakaian dalam yang ketatTemperatur pada testis haruslah pada suhu yang ideal yaitu lebih rendah sedikit dibandingkan suhu tubuh. Hal ini akan memastikan testis memproduksi sperma dalam kualitas dan kuantitas terbaik. Dengan memakai pakaian dalam yang ketat akan meningkatkan suhu di sekitarnya, dan menyebabkan penurunan jumlah sperma. Sauna yang panasPenelitian mengatakan sauna juga dapat menyebabkan suhu di testis meningkat dan menurunkan jumlah sperma. Tidak akan ada perbedaan apakah Anda mengunjungi sauna sesekali atau rutin, hasilnya akan sama. Tetapi pria yang mengunjungi sauna lebih sering tentu harus lebih waspada. Tidak berhubungan seksualBerhubungan seksual sebenarnya dapat meningkatkan jumlah sperma. Ini artinya jika Anda absen berhubungan seksual akan mempengaruhi jumlah sperma Anda. Peneliti mengatakan absen berhubungan seksual dapat menyebabkan perubahan bentuk pada sperma yang mengindikasikan kualitas dan kuantitas sperma yang menurun. StressStress tidak hanya mempengaruhi Anda secara mental, tetapi juga dapat merusak tubuh Anda secara keseluruhan. Apakah itu stress yang berhubungan dengan pekerjaan, atau kecemasan akan hubungan seksual, stress akan mempengaruhu jumlah sperma Anda. AlkoholAlkohol dapat memberi pengaruh buruk terhadap kadar testosteron Anda, yang dapat berakibat pada penurunan jumlah sperma Anda. Banyak mengkonsumsi produk kedelaiWalaupun kedelai dikenal sebagai salah satu bahan makanan diet yang berguna untuk tubuh. Kedelai ternyata dapat memberi efek sebaliknya jika berhubungan dengan kesehatan seksual, karena produk kedelai mengandung isoflavones yang dapat mempengaruhi jumlah sperma, produksi dan kualitas dari sperma.Sumber: healthmeup
 05 May 2015    18:00 WIB
Mengapa Pria Sebaiknya Jangan Terlambat Menikah?
Tahukah Anda bahwa ternyata pria pun memiliki batasan umur untuk menikah seperti halnya wanita? Bagi wanita, sebagian besar dokter menyarankan agar mereka tidak memiliki anak lagi bila mereka telah berusia lebih dari 35 tahun karena hal ini dapat mempengaruhi kesehatan anak dan ibunya. Para pria pun ternyata memiliki permasalahan yang sama. Seorang pria yang baru menikah di usia 40 tahun atau lebih dan berencana untuk memiliki anak dianjurkan agar lebih berhati-hati. Hal ini dikarenakan keadaan sperma mereka tidaklah sesehat seperti saat mereka masih muda, sehingga dapat mempengaruhi kesehatan anaknya nanti. Seiring dengan semakin bertambahnya usia, seorang pria pun akan mengalami perubahan pada tubuh dan sistem reproduksinya seperti halnya wanita. Walaupun produksi sperma tidak berhenti, tetapi jumlah sperma yang diproduksi dan sistem transportasi sperma akan menurun seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria.   Baca Juga: 5 Tips Untuk Meningkatkan Kesehatan Sperma Anda   Meningkatnya resiko terjadinya infeksi dan semakin banyaknya paparan racun akibat asap rokok seiring dengan semakin bertambahnya usia, dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada DNA sperma seorang pria. Dan bila DNA sebuah sperma rusak hingga lebih dari 40%, maka resiko terjadinya keguguran setelah proses pembuahan terjadi pun akan meningkat. Bila Anda merupakan seorang pria yang berusia lebih dari 40 tahun,  maka resiko terjadinya keguguran pada istri Anda saat hamil akan meningkat hingga 8 kali lipat. Selain itu, anak-anak yang dilahirkan pun biasanya memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap autisme dan dwarfisme. Jadi, jika Anda merupakan pria yang berusia 40 atau lebih dan ingin memiliki keturunan, sebaiknya jangan menunda lebih lama lagi.   Sumber: married tips
 03 Nov 2014    10:00 WIB
Apa Dampak Konsumsi Minuman Beralkohol Pada Kesuburan Seorang Pria?
Sebuah penelitian yang baru dilakukan di Inggris menemukan bahwa para pria yang mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan (binge) saat berusia 20 tahunan mungkin juga turut merusak kesehatan spermanya. Pada penelitian ini, para peneliti bertanya pada lebih dari 1.000 orang pria yang berusia antara 18-28 tahun mengenai kebiasaan mereka dalam mengkonsumsi minuman beralkohol. Selain itu, para peneliti juga meminta para peserta penelitian ini untuk memberikan mereka contoh darah dan cairan mani. Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak minuman beralkohol yang dikonsumsi oleh seorang pria setiap minggunya, maka semakin buruk juga hasil pemeriksaan kesehatan sperma mereka. Hasil ini tidak akan terjadi bila Anda hanya mengkonsumsi segelas anggur atau sekaleng bir biasa atau segelas minuman beralkohol lainnya. Sebuah penelitian yang dilakukan di Denmark menemukan bahwa penurunan kualitas sperma terbesar terjadi bila seorang pria mengkonsumsi sekitar 25 gelas minuman beralkohol setiap minggunya. Seorang pria yang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, yaitu sekitar 40 gelas setiap minggunya mengalami penurunan kualitas sperma hingga sepertiganya dan jumlah sperma yang tampak normal pun akan menurun hingga 51%. Hal ini mungkin dikarenakan mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol dapat menurunkan jumlah hormon seks (terutama hormon seks yang mengikat globulin/SHBG) di dalam tubuh Anda, yang berperanan penting bagi proses produksi sperma sehat. Semakin banyak alkohol yang Anda konsumsi, maka kadar SHBG Anda pun akan semakin rendah.     Sumber: menshealth