Your browser does not support JavaScript!
 21 Nov 2018    20:00 WIB
Air Mani Encer, Normalkah ?
Apakah Anda beberapa minggu belakangan ini sering berejakulasi dan menyadari bahwa cairan mani yang Anda keluarkan tampak lebih encer daripada biasanya? Anda tidak perlu merasa khawatir karena apa yang Anda alami dapat merupakan hal yang normal. Sering berejakulasi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya perubahan tekstur cairan mani. Pada keadaan normal, sperma membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menjadi matang di dalam buah zakar. Jadi, bila Anda berejakulasi cukup sering dalam satu hari, baik saat berhubungan intim atau pun masturbasi, maka buah zakar Anda mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk memproduksi sperma sehingga cairan mani Anda tidak putih dan kental seperti biasanya. Berkurangnya jumlah sperma di dalam cairan mani akan membuat cairan mani menjadi lebih encer.   Apakah Normal? Sebenarnya Anda tidak perlu merasa khawatir mengenai kualitas atau kuantitas cairan mani yang Anda keluarkan dari dalam penis, kecuali bila sama sekali tidak ada cairan mani yang keluar. Kekentalan cairan mani juga tidak akan mempengaruhi kesuburan Anda. Memang benar bahwa jumlah standar cairan mani yang dikeluarkan oleh seorang pria saat ia berejakulasi adalah sekitar 3-4 ml. Akan tetapi, bila cairan mani yang Anda keluarkan kurang dari 1.5 ml sekalipun, Anda tidak perlu merasa khawatir, karena hal ini merupakan hal yang normal. Yang terpenting bagi kesuburan seorang pria bukan kekentalan cairan mani yang dikeluarkannya tetapi kualitas sperma yang ada di dalamnya dan kemampuan sperma untuk berenang dan mencapai sel telur. Hal lain yang perlu Anda ketahui bahwa cairan bening yang keluar saat Anda merasa bergairah bukanlah cairan mani. Cairan ini merupakan prekum yang dihasilkan oleh kelenjar bulbouretral atau kelenjar Cowper. Cairan ini berfungsi untuk melumasi kepala penis saat Anda berhubungan intim. Cairan ini sama sekali tidak mengandung sperma.   Berbagai Hal yang Mempengaruhi Konsistensi Cairan Mani Makanan Makanan merupakan hal penting yang dapat menentukan tekstur cairan mani yang Anda hasilkan. Anda mungkin dapat menghasilkan cairan mani yang lebih encer bila kebutuhan gizi Anda tidak terpenuhi, misalnya Anda kurang mengkonsumsi protein. Banyak ahli meyakini bahwa protein merupakan salah satu nutrisi penting untuk membuat cairan mani menjadi lebih kental. Frekuensi Ejakulasi Seperti yang sudah dibahas di atas, kekentalan cairan mani yang Anda hasilkan tergantung pada seberapa sering Anda berejakulasi. Jika Anda sangat sering berejakulasi setiap harinya, maka hal ini akan membuat sperma tidak memiliki cukup waktu untuk matang atau untuk dihasilkan di dalam buah zakar. Hal ini berarti Anda memiliki lebih sedikit sperma di dalam cairan mani, yang akan membuat cairan mani yang Anda keluarkan menjadi lebih encer. Terlalu Sering Terpapar Panas Hal lain yang dapat membuat cairan mani Anda menjadi encer adalah buah zakar Anda terlalu sering terpapar oleh panas. Hal ini akan membuat produksi sperma di dalam tubuh Anda terganggu, yang berarti akan ada lebih sedikit sperma di dalam cairan mani Anda, yang akan membuat cairan mani yang Anda hasilkan menjadi lebih encer. Selain berendam dalam air panas, menggunakan pakaian yang terlalu ketat juga dapat meningkatkan suhu pada buah zakar Anda, terutama saat Anda berolahraga. Intinya adalah tidak ada yang perlu Anda khawatirkan bila cairan mani yang Anda hasilkan menjadi lebih encer daripada biasanya, kecuali bila Anda juga mengalami nyeri saat berejakulasi.   Baca juga: Kebiasaan Yang Dapat Menurunkan Jumlah Sperma   Apa yang Perlu Anda Khawatirkan? Walaupun perubahan konsistensi cairan mani tidak terlalu mengkhawatirkan, ada beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan seperti: Cairan mani berbau tidak sedap. Hal ini dapat merupakan gejala dari suatu infeksi Terjadi perubahan warna atau ada daerah di dalam cairan mani Cairan mani yang dihasilkan sangat sedikit Jumlah sperma yang terdapat di dalam cairan mani terlalu sedikit. Hal ini mungkin terjadi akibat suatu kondisi medis tertentu yang dikenal dengan nama ejakulasi retrograde, di mana cairan mani justru masuk ke dalam kandung kemih, bukannya keluar dari penis. Hal ini mungkin terjadi pada penderita diabetes, infeksi prostat, dan berbagai gangguan kesehatan lain Cairan mani terlalu kental. Hal ini mungkin dikarenakan Anda mengalami dehidrasi dalam waktu lama. Akan tetapi, kondisi ini biasanya hanya berlangsung sementara Cairan mani tampak kaku dan sangat kental. Hal ini dapat merupakan akibat dari rendahnya kadar hormon testosterone di dalam tubuh. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila gejala ini tidak juga membaik dalam waktu beberapa minggu   Perubahan Warna Cairan Mani = Bahaya Anda tentunya sudah mengetahui bahwa cairan mani seharusnya berwarna putih atau keputihan dan seharusnya menjadi jernih dan cair dalam waktu 30 menit. Jadi, perubahan warna cairan mani bukanlah suatu tanda yang baik. Jika cairan mani Anda tampak berwarna kemerahan, maka hal ini dapat merupakan gejala dari adanya suatu gangguan pada kelenjar prostat Anda. Jika cairan mani Anda berwarna merah terang atau kecokelatan, maka hal ini dapat merupakan akibat dari pecahnya pembuluh darah di dalam kelenjar prostat. Pada kasus ini, cairan mani biasanya akan kembali berwarna putih dalam waktu beberapa hari. Jika warna cairan mani tidak juga mengalami perubahan menjadi putih, maka hal ini dapat merupakan gejala dari suatu infeksi, trauma, atau kanker. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Selain itu, cairan mani yang berwarna kekuningan atau kehijauan juga dapat merupakan gejala dari suatu infeksi. Jika perubahan warna ini cukup mencolok, maka gonorea mungkin penyebabnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 16 Oct 2018    18:00 WIB
Pernah Cium Bau Aneh Setelah Bercinta, Kenapa Ya?
Setelah bercinta adalah saat yang romantis dimana Anda dan pasangan berpelukan dengan mesra sambil mengingat kegiatan bercinta sebelumnya yang luar. Bamun bagaimana bila disaat yang romantis ini terjadi Anda mencium bau yang  kurang sedap? Hal ini bisa saja mengganggu kemesraan Anda berdua. Kebanyakan orang menganggap bahwa ini adalah bau khas after sex. Lantas bau apakah ini? Ternyata bau ini adalah bau yang muncul dari tubuh. Setelah bercinta, terjadi pencampuran air mani, cairan lubrikasi dari vagina dan aroma ini bergabung dengan keringat dari tubuh Anda dan si dia. Air mani bersifat basa dan memiliki pH tinggi kemudian cairan vagina bersifat asam, pH rendah. Sebenarnya kedua bahan ini tidak dapat menyatu.Sehingga ketika asam dan basa menyatu, maka terjadi reaksi satu sama lain dan menimbulkan bau seperti cairan kimia yang baru. Selain itu ada beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya bau aneh setelah bercinta, seperti: Gaya bercinta Anda dengan pasangan Gaya bercinta yang kasar bisa membuat tubuh Anda dan pasangan menjadi lebih berkeringat. Penggunaan kondom Tercampurnya cairan mani, lubrikasi vagina dan bahan kondom terkadang juga bisa menimbulkan bau tidak sedap Pola hidup Pola hidup dan kebiasaan sehari-hari dapat mempengaruhi pH Anda dan pasangan. Cairan yang berubah pH nya dapat menimbulkan bau yang tidak sedap.  Makanan yang dimakan Makanan yang memiliki bau yang menyengat dapat menimbulkan bau tidak sedap pada daerah vagina. Terlebih makanan yang mempunyai bau amis dan menyengat. Infeksi vagina Apabila seorang wanita terkena infeksi bakteri vaginosis maka dapat merubah pH cairan vagina dan hal ini dapat meinumbulkan bau tidak sedap nantinya Baca juga: Bagaimana Cara Mencuci Vagina Yang Baik? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: cnn
 20 Sep 2018    11:00 WIB
Mengeluarkan Sperma di Air, Apakah Tetap Bisa Hamil ?
Mungkin Anda pernah mendengar mitos bahwa hati-hati bila berenang, karena bila ada yang mengeluarkan sperma kemudian sperma mengambang dan masuk ke dalam miss V, kemudian membuat Anda hamil? Bila iya maka percayalah bahwa ini adalah mitos. Karena memang tidak bisa hal tersebut terjadi.   Berikut Adalah Penjelasannya: Kolam Renang Perlu Anda ketahui bahwa hal tersebut adalah hal yang hamper tidak mungkin. Hal ini dikarenakan sperma hanya bertahan 1 jam setelah dikeluarkan, kemudian sperma akan menggumpal dalam waktu 1 menit diluar tubuh tanpa cairan semen hal ini dikarenakan saat melakukan ejakulasi di dalam kolam renang akan membuat cairan semen dan sperma terpisah. Bukan hanya itu zat klorin yang ada kolam renang juga akan membunuh sel sperma. Bak Air Lalu bagaimana bila bercinta di dalam bak air panas? Jika ejakulasi terjadi di air panas, atau air yang penuh dengan larutan bubble-bath, sperma tidak dapat bertahan lebih dari beberapa detik. Selain itu, air di bak mandi biasanya terlalu dingin bagi sperma untuk hidup. Dalam air hangat tanpa bahan kimia (seperti bak mandi), sperma hanya bisa bertahan beberapa menit setelah pria berejakulasi.   Selain itu sperma juga tidak  bisa berenang melalui air di bak mandi, kolam renang, atau jacuzzi untuk sampai ke dalam vagina Anda. Ada satu pengecualian untuk hal ini. Jika Anda dan pasangan Anda melakukan hubungan seks di air, ada kemungkinan Anda hamil jika tidak dia tidak "menarik keluar" pada waktunya atau jika dia mengeluarkan cairan pra-ejakulasi.   Baca juga: Ingin Kehidupan Seks Anda Meningkat? Pahamilah Dengan 3 Cara Ini   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang   Sumber: verywell
 11 Jul 2018    18:00 WIB
Tips Cepat Memiliki Momongan
Menikah, berkeluarga, dan memiliki anak mungkin adalah keinginan setiap orang. Jika anda dan pasangan telah siap untuk memiliki anak atau bahkan ingin secepatnya memiliki anak, di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat membantu anda.   1.      Lakukanlah Pemeriksaan Sebelum mencoba untuk hamil, lakukanlah beberapa pemeriksaan yang diperlukan. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, mulai dari vitamin yang diperlukan sampai pada konsultasi berbagai masalah kesehatan yang anda hadapi. Dianjurkan untuk mulai mengkonsumsi asam folat bahkan sebelum kehamilan, karena asam folat sangat penting bagi perkembangan sistem saraf anak anda, terutama pada masa awal kehamilan.   2.      Ketahui Siklus Menstruasi Anda Dengan mengetahui siklus menstruasi anda, maka anda dapat mengetahui kapan saat subur anda, yaitu saat terjadinya ovulasi. Ovulasi merupakan saat terbaik untuk berhubungan seksual dan terjadi kehamilan. Akan sangat membantu bila anda dapat menyadari tanda-tanda terjadinya ovulasi (terlepasnya sel telur dari dalam indung telur ke saluran telur untuk menunggu dibuahi oleh sperma), seperti perubahan pada cairan yang keluar dari vagian anda. Cairan ini merupakan cairan serviks (leher rahim) yang biasanya berubah menjadi lebih cair dan licin pada masa subur anda. Beberapa wanita juga dapat merasa nyeri berdenyut pada salah satu sisi perut. Wanita yang memiliki siklus menstruasi 28 hari, maka ovulasi biasanya terjadi pada hari ke 14. Akan tetapi, banyak wanita yang memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek atau lebih panjang.   3.      Posisi dan Kehamilan Tidak ditemukan bukti yang spesifik mengenai hubungan antara posisi saat melakukan hubungan seksual dan kemungkinan terjadinya kehamilan. Walaupun demikian, beberapa wanita memiliki posisi serviks (leher rahim) yang berbeda daripada posisi biasanya, kasus ini jarang sekali terjadi. Pada keadaan ini mungkin posisi tertentu saat berhubungan seksual mungkin berpengaruh. Selain itu, beberapa posisi yang berlawanan dengan gravitasi, seperti berdiri atau duduk saat berhubungan seksual mungkin dapat mempengaruhi kemampuan sperma untuk masuk ke dalam rahim.   4.      Tunggu Sebentar Sebaiknya menunggu selama 10-15 menit setelah berhubungan seksual sebelum anda mulai berdiri atau bahkan ke kamar mandi. Hal ini dikarenakan dalam waktu 10-15 menit ini, sperma mungkin telah berada di dalam rahim.   5.      Jangan Berlebihan Sperma dapat bertahan selama 72 jam setelah berhubungan seksual. Oleh karena itu, sangat dianjurkan agar anda berhubungan seksual lebih sering pada waktu sekitar masa ovulasi (sebelum, saat, dan setelah). Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan anda untuk hamil. Akan tetapi bukan berarti di luar waktu tersebut anda dan pasangan tidak boleh berhubungan seksual. Selain itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pria anda. Jangan menggunakan celana yang terlalu ketat dan terlalu lama berendam di air panas, karena hal ini dapat mengurangi jumlah sperma di dalam air mani. Berdasarkan penelitian, pria yang menggunakan earphone untuk menjawab telepon dan membiarkan telepon genggamnya tetap berada di dalam saku celana, yang mana dekat dengan testis (buah zakar) dapat mempengaruhi kualitas sperma. Hindarilah berbagai jenis makanan yang terbuat dari kedelai. Berdasarkan suatu penelitian, pria yang banyak mengkonsumsi makanan berbahan dasar kedelai memiliki konsentrasi sperma yang lebih sedikit daripada pria yang tidak mengkonsumsi kedelai.   6.      Atasi Stress Selain mempengaruhi gairah seksual, ternyata stress juga dapat mempengaruhi ovulasi anda. Jadi, atasi dan kurangi stress anda.   7.      Gaya Hidup Sehat Berolahraga merupakan kebiasaan baik yang dapat sangat membantu bagi kesehatan anda dan juga menjaga berat badan anda. Akan tetapi, berolahraga berlebihan dapat membuat ovulasi terhenti. Olahraga dianggap telah berlebihan bila mengganggu siklus menstruasi anda. Bukan berarti hal ini membuat menstruasi anda berhenti. Gejala awal yang dapat terjadi adalah menstruasi terjadi lebih awal daripada seharusnya (pada siklus menstruasi yang teratur). Jangan berolahraga terlalu berat, berjalan cepat selama 30 menit sehari sudah cukup untuk menjaga kesehatan sekaligus kesuburan anda. Berhenti merokok juga dapat meningkatkan kemungkinan anda untuk hamil. Merokok dapat menurunkan kesuburan, karena mempengaruhi kadar estrogen dan juga ovulasi.   Sumber: webmd
 23 Apr 2018    16:00 WIB
Makanan Bisa Merubah Rasa Air Mani?
Sperma merupakan bagian dari air mani, air mani memiliki rasa asin dan sedikit hangat. Namun bila Anda sedang ingin mencoba merubah rasa air mani Anda maka ternyata ada beberapa pilihan yang dapat Anda lakukan.   Makanan Yang Bisa Anda Makan Untuk Merubah Rasa Air Mani Menjadi Lebih Baik? Anda bisa memakan makanan yang banyak mengandung gula, makanan ini bisa membuat air mani terasa lebih manis. Kemudian Anda bisa mencoba seperti nanas, gandum, lemon yang dapat memperbaiki rasa air mani. Jus kayu manis dan peppermint juga bisa melakukannya.   Makanan Apa Yang Perlu Anda Hindari Bila Ingin Rasa Air Mani Lebih Baik? Sayangnya, ada juga beberapa makanan dan minuman yang dapat membuat rasa air mani menjadi mengerikan. Apabila Anda biasa minum alkohol dan obat-obatan terlarang, yang membuat rasa air mani menjadi pahit. Produk olahan susu membuat air mani menjadi  lebih pahit dana sin. Makanan seperti bawang merah dan bawang putih juga memberi rasa asin dan pahit. Makanan yang Anda makan akan mempengaruhi kesehatan Anda dan bau tubuh Anda. Makanan juga berpengaruh kepada air mani. Apabila Anda sedang ingin memiliki anak, maka pola makanan yang tepat bisa menambah jumlah sperma. Makanan yang disarankan seperti asparagus, bawang putih pisang, coklat, tiram, daging sapi tanpa lemak dan walnut akan membantu meningkatkan jumlah sperma. Selain makanan yang berbeda ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi rasa dari air mani Anda. Kesehatan Anda memiliki pengaruh penting. Apabila Anda sehat maka air mani Anda akan terasa hangat dana sin. Apabila rasa dan kualitas air mani berubah maka bisa jadi ini merupakan tanda agar Anda melakukan pemeriksaan ke dokter. Obat juga bisa mempengaruhi rasa air mani. Bila seperti ini maka Anda bisa meminum jus yang terdiri dari buah yang manis. Selain itu perbanyak minum air putih, dehidrasi membuat cairan berkurang dan  air mani berkurang. Pastikan Anda banyak minum air putih dan jus setiap harinya.   Baca juga: Dampak Rokok dan Alkohol Pada Sperma Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang     Sumber: medhealthdaily
 13 Apr 2018    16:00 WIB
Pernah Merasa Penasaran Dengan Rasa Sperma? Ternyata Ini Loh Rasanya Sperma...
Apakah Anda ingin tahu apa sih rasa dari sperma karena Anda belum pernah mencoba sebelumya, atau Anda mungkin ingin bertanya-tanya apakah rasanya normal atau tidak. Saat membicarakan topik mengenai seks dan sperma ada banyak orang yang terkadang merasa menjadi tidak nyaman untuk bertanya kepada teman atau pakarnya, Salah satu pertanyaan dalam hubungan intim adalah "seperti apa sih rasa sperma?". Apakah rasanya seperti air mani? Terkadang banyak orang yang sering salah mengartikan dan tidak membedakan antara air mani dan sperma. Air mani adalah cairan berwarna putih keruh yang diproduksi pria saat ejakulasi. Di dalam air mani, terkandung sel sperma dan beberapa bahan lain.   Jika Anda penasaran dengan rasa dari sperma, maka bacalah terus ulasan di bawah ini: Seperti Apa Rasa Sperma? Sebenarnya air mani terdiri dari sedikit sperma, sekitar 96% dari air mani adalah air. Hanya 2 % dari air mani mengandung sperma. 2% sisanya mengandung sodium bikarbonat, fruktosa, mineral dan vitamin C. Sodium bikarbonat ada dalam sperma untuk membantu melindungi sperma dari lingkungan asam miss V. Fruktosa membantu menyehatkan sperma. Vitamin c juga menjaga sperma tetap sehat. Mineral lain seperti magnesium, kalium, fosfor dan zinc juga terkandung di dalam sperma. Namun karena sperma merupakan bagian dari air mani, maka yang akan dirasakan adalah rasa dari air mani yang memang terdiri dari sperma. Rasa dari air mani berasal dari campuran beberapa mineral, protein dan enzim. Campuran bahan ini memberi rasa asin pada air mani. Karena ini berasal dari dalam tubuh, maka terasa lebih hangat. Dalam beberapa kasus, air mani mungkin tidak berasa atau memiliki sedikit rasa manis.   Baca juga: Dampak Rokok dan Alkohol Pada Sperma Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: medhealthdaily
 05 Apr 2018    18:00 WIB
Cara Mengatasi Sperma Kuning
Apabila tiba-tiba Anda melihat atau mengalami sperma Anda menjadi berwarna kuning, maka ada beberapa penyebab. Kemudian bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan dibawah ini ya.. Hidrasi Selalu pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan Anda, minum air putih yang cukup setiap hari. Dengan konsumsi air putih yang rutin akan membantu sel sperma dan air mani Anda tetap sehat dan memiliki warna yang baik. Kurangi konsumsi soda, kopi, minuman energi dan minuman kalengan lain yang mengandung gula tinggi. Cara ini bukan cuma mengurangi warna kuning namun juga menjaga Anda tetap sehat. Alkohol dan Merokok Segera hentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol. Racun ini akan menurunkan kualitas sperma Anda yang bisa menyebabkan perubahan warna dan bau. Konsumsi narkoba juga bisa mengganggu kesuburan. Hindari mengandalkan semua racun ini. Makanan Kurangi konsumsi makanan olahan, pewarna dan penambahan gula. Konsumsi produk hewani berlebihan memberikan efek negatif pada kesehatan tubuh, lebih baik perbanyak konsumsi protein nabati. Buah dan sayuran akan meningkatkan kesehatan sperma dan air mani. Pola makan makanan sehat akan membantu agar bau sperma menjadi lebih baik, dan buah membuatnya rasa tidak terlalu asin. Diet protein nabati tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan sperma dan air mani, juga menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan. Olahraga Olahraga rutin, akan membantu menjaga kadar hormon dan kimia dalam tubuh tetap stabil yang dapat menjernikan kembali warna urin. Olahraga teratur juga menjaga kadar testosterone tetap stabil untuk membantu membentuk otot. Kontrol ke Dokter Kunjungi dokter Anda yang akan membantu mendiagnosa apa penyebab dari air mani Anda berwarna kuning, setelah mendapat diagnosa maka mereka akan membantu memberi terapi yang tepat. Ceritakan keluhan yang Anda rasakan bila ada keluhan. Warna hijau bisa menjadi penanda adanya infeksi, warna oranye dan merah bisa jadi ada darah. Keluarnya air mani yang berlebihan bisa jadi tanda ejakulasi berlebihan atau ada penyebab lain. Dokter akan bertanya dan memeriksa Anda untuk mendapat diagnosa tepat.   Baca juga: Dampak Rokok dan Alkohol Pada Sperma Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: medhealthdaily
 04 Apr 2018    11:00 WIB
Sperma Berwarna Kuning? Jangan Panik Coba Cek Dulu Penyebabnya Karena Apa
Saat sperma berwarna putih, maka ini menandakan bahwa Anda sehat. Namun bila sperma Anda berubah warna menjadi kuning maka bisa jadi ada masalah pada kesehatan Anda. Mereka mengatakan bila sperma Anda berwarna kuning atau hijau tua, maka inilah saatnya untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu diagnosa dan melakukan terapi. Keluhan lain mungkin akan muncul maka ceritakan semua kepada dokter Anda.   Mengapa Sperma Berwarna Kuning? Perlu dicatat bahwa warna sperma bukan kuning. Cairan tempat sperma hidup disebut dengnan air mani. Warna air mani yang sehat adalah putih. Air manis yang sehat juga bisa mengalami perubahan warna yang samar seperti sedikit kuning atau abu-abu. Perhatian kepada kesehatan, makanan yang dimakan, pola hidup mempengaruhi warna air mani.   Beberapa Penyebab Sperma Berwarna Kuning: Urin Dehidrasi dan kekurangan cairan dapat menyebabkan warna urin menjadi kuning. Cairan ejakulasi bisa saja bercampur dengan urin yang kuning sehingga terlihat kuning dan kemungkinan akan berbau dan berwarna seperti urin. Untuk mengetahuinya apakah benar atau tidak maka perbanyak minum air putih. Bila hanya karena bercampur dengan urin yang kuning karena dehidrasi maka akan membuat warna putih kembali. Perhatikan untuk selalu perbanyak minum air putih yang akan meningkatkan kesehatan Anda.  Makanan Beberapa macam makanan bisa menyebabkan perubahan warna pada air mani. Sering kali perubahan warna diikuti dengan bau yang berbeda. Misal Anda banyak konsumsi bawang putih, bawang merah dan makanan yang memiliki bau menyengat maka bisa jadi carian ejakulasi Anda akan berwarna dan berbau. Pewarna, terutama yang ada di dalam permen dan soda, juga akan mempengaruhi warnanya. Membiasakan pola makan nabati dan berpantang dari makanan olahan akan membantu mengurangi penampilan kuning air mani Anda. Infeksi Infeksi ginjal, saluran kandung kemih dan beberapa organ yang saluran kemih bisa menyebabkan perubahan warna. Penyakit menular seksual juga dapat merubah warna air mani, di beberapa kasus bisa menyebabkan keluar cairan bukan cairan ejakulasi, rasa terbakar dan bau busuk. Apabila Anda merasakan sensasi yang tidak menyenangkan dan mungkin berhubungan dengan infeksi maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Infeksi yang tidak doatasi bisa menyebabkan komplikasi. Sementara hindari dahulu melakukan hubungan intim untuk mencegah menularkan kepada pasangan. Usia Saat seseorang bertambah tua, maka akan terjadi perubahan pada tubuh Anda. Salah satu perubahan yang ada adalah perubahan warna air mani. Apabila Anda berusia lebih dari 50 tahun dan melihat perubahan warna air mani, maka Anda bisa melakukan pemeriksaan. Dokter bisa memberikan terapi testosteron bila memang ada komplikasi. Kurang Olahraga Kurang olahraga ternyata juga bisa berpengaruh terhadap air mani. Kebiasaan pola hidup santai menurunkan produksi hormone yang bisa menyebabkan perubahan warna dan masalah kesehatan lain. Tapi perlu Anda ketahui juga bersepeda terlalu lama juga bisa melukai testis dan menurunkan jumlah sperma yang berakibat kepada kemandulan. Cari olahraga yang tidak terlalu memberi efek pada alat kelamin Anda. Ejakulasi Yang Tidak Teratur Apabila air mani Anda berubah warna, tebal dan lengket bisa jadi berhubungan dengan ejakulasi yang tidak teratur. Air mani ini sudah tua dan bercampur dengan urin. Tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan hal ini, karena tidak ada alasan biologis untuk sering melakukan ejakulasi. Jika Anda khawatir dengan reaksi pasangan saat berhubungan seksual, maka buanglah beberapa hari sebelum melakukan hubungan intim.   Baca juga: Dampak Rokok dan Alkohol Pada Sperma Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: medhealthdaily
 22 Mar 2018    18:00 WIB
Dari Mana Sih Asalnya Cairan Mani?
Anda mungkin sudah sering mendengar mengenai orgasme dan bagaimana cara seorang pria dapat mencapainya. Akan tetapi, apa yang Anda ketahui mengenai cairan kental berbau khas yang keluar saat seorang pria mencapai orgasme? Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya cairan misterius tersebut dan dari mana ia berasal.   Apa Perbedaan Ejakulasi dan Ejakulat? Ejakulasi merupakan suatu keadaan di mana cairan mani dikeluarkan dari dalam penis. Ejakulat merupakan cairan mani yang dikeluarkan saat seorang pria mengalami ejakulasi. 90% cairan mani atau ejakulat terdiri dari air. Cairan mani biasanya memiliki warna putih seperti susu dan bersifat kental. Warna cairan mani akan semakin putih seiring dengan semakin banyaknya sperma di dalamnya.   Dari Mana Cairan Mani Berasal? Sekitar 65% cairan mani berasal dari vesikula seminalis, 35% nya berasal dari kelenjar prostat (yang menyebabkan semen memiliki bau khasnya), dan 5% terdiri dari berbagai cairan lain. Saat seorang pria mengalami orgasme, maka ia biasanya akan mengeluarkan sekitar 1-5 ml cairan mani, dengan rata-rata 2-3 ml (satu sendok teh). Saat dikeluarkan, cairan mani dapat "berpergian" hingga jarak 90 cm atau lebih, akan tetapi rata-rata hanya mencapai 17-25 cm.   Baca juga: Tips Mudah Untuk Menaklukkan Ejakulasi Dini   Sebelum cairan mani dikeluarkan, tubuh biasanya akan mengeluarkan sekitar 1-2 tetes cairan basa yang berasal dari kelenjar Cowper (2 kelenjar kecil yang terletak di bawah kelenjar prostat) untuk menetralisir keasaman di dalam uretra (saluran kencing).   Seberapa Sering Seorang Pria Dapat Berejakulasi? Seberapa sering seorang pria dapat berejakulasi dapat berbeda-beda dan biasanya akan mulai berkurang segera setelah masa pubertas selesai. Dalam waktu 1-2 jam, sebagian besar pria dapat mengalami 1 kali ejakulasi. Sementara itu, sejumlah pria dapat mengalami 2-4 kali ejakulasi dalam kurun waktu tersebut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: menshealth