Your browser does not support JavaScript!
 21 Nov 2020    13:00 WIB
Apa Yang Dimaksud Dengan Alergi Air Mani?
Alergi air mani adalah keadaan yang tidak biasa mempunyai gejala yang hampir sama dengan penyakit menular seksual. Seseorang yang alergi terhadap air mani akan mengalami reaksi alergi saat bersentuhan dengan air mani. Dalam dunia kedokteran hal ini dikenal dengan "seminal plasma hypersensitivity". Alergi ini dipicu oleh protein yang terdapat dalam air mani. Ada beberapa reaksi yang timbul akibat alergi terhadap air mani. Seorang wanita yang alergi dengan air mani akan menunjukkan gejala setelah bersentuhan dengan air mani pasca melakukan hubungan seksual melalui vagina, seperti: Pembengkakan pada vagina Kemerahan dan gatal Rasa terbakar di daerah vagina Gatal-gatal atau lecet Gejala-gejala ini biasanya terjadi dalam waktu 20 sampai 30 menit setelah terpapar air mani dan namun dapat terjadi setelah beberapa jam atau beberapa hari. Berdasarkan gejala seringkali keliru membedakan dengan penyakit menular seksual. Cara terbaik untuk mengetahui apakah gejala tersebut disebabkan oleh karena alergi air mani adalah dengan menggunakan kondom untuk meminimalkan kontak dengan air mani dan dapat dilihat apakah gejala tersebut menetap atau tidak.  Seorang wanita yang mempunyai alergi terhadap air mani akan menunjukkan gejala sejak pertama kali berhubungan seksual. Namun tidak jelas apakah wanita ini hanya alergi air mani terhadap pasangannya tersebut atau terhadap semua pria. Disarankan untuk wanita yang mempunyai alergi terhadap air mani disarankan agar menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual. Alergi terhadap air mani tidak hanya dialami oleh wanita saja. Namun ada beberapa kasus dimana seorang pria alergi terhadap air maninya sendiri. Orang-orang ini menunjukkan seperti gejala flu seperti demam, pilek, kelelahan atau mata terbakar segera setelah mereka mengalami  ejakulasi. Kondisi ini secara medis disebut disebut sebagai post orgasmic illness syndrome (POIS).  Untungnya gejala  tersebut dapat diobati melalui terapi hiposensitisasi atau imunoterapi alergen Meskipun gejala ini dapat dikendalikan, alergi terhadap air mani dapat menimbulkan masalah nyata bagi pasangan yang ingin mempunyai anak. Sensitivitas terhadap air mani selama hubungan seksual bisa sangat menghambat kemungkinan seorang wanita untuk dapat hamil. Namun masalah ini dapat diatasi, apabila pasangan tersebut untuk melakukan inseminasi buatan agar dapat memiliki anak. Proses tersebut akan dilakukan pencucian sperma sebelum dilakukan inseminasi. Sehingga membersihkan protein dari air mani tersebut yang menyebabkan alergi.  Sumber: healthmeup
 18 Nov 2020    17:00 WIB
Tips Meningkatkan Jumlah Sperma Anda
Masalah infertilitas pada pria telah menjadi perhatian khusus pada bidang pengobatan infertilitas. Saat ini semakin banyak pria yang mengalami masalah fertilitas karena jumlah sperma yang kurang. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan jumlah sperma rendah, dapat berupa faktor genetik, gaya hidup atau kebiasaan yang buruk. Apapun alasannya, masalah fertilitas yang disebabkan oleh jumlah sperma yang rendah harus menjadi perhatian yang serius oleh pasangan yang sudah lama ingin memiliki anak. Pernahkah Anda berpikir cara lain untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sperma Anda selain menggunakan obat-obatan? Jika belum, sekarang adalah saatnya untuk Anda mencoba beberapa tips untuk mengatasi masalah jumlah sperma Anda yang rendah Kebanyakan kondisi yang bersifat sementara yang menyebabkan jumlah sperma Anda menurun dapat diatasi dengan membuat sedikit perubahan pada pola hidup Anda sehari-hari. Beberapa kasus seperti terekspos panas, terekspos bahan kimia berbahaya, penggunaan pakaian dalam yang sangat ketat dan stress emosi dapat menyebabkan jumlah sperma yang rendah. Berikut beberapa tips untuk mengatasi jumlah sperma yang rendah: Diet sehatPola makan sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma Anda. Dengan mengikuti diet seimbang akan sangat penting untuk mengatasi masalah jumlah sperma yang kurang. Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah mengganti junk food yang biasa Anda makan dengan buah-buahan dan sayuran. Kebiasaan hidup yang bersih dan sehatSalah satu tips penting untuk memecahkan masalah jumlah sperma yang rendah adalah dengan kebiasaan hidup yang bersih dan sehat. merokok dan minum alkohol dapat langsung menyebabkan penurunan kualitas sperma Anda. Merokok merupakan penyebab utama dari kualitas sperma yang buruk, bahkan dapat menyebabkan kematian pada sperma juga. Jaga suhu tetap sejukSangat penting untuk menjaga skrotum Anda dalam suhu yang normal. Paparan panas terus menerus dapat menyebabkan timbulnya masalah infertilitas karena rendahnya jumlah sperma. Berendam dengan air dingin merupakan pemecahan masalah yang paling mudah. Menelaah kembali pekerjaan AndaPeriksa kembali apakah jenis pekerjaan Anda dapat meningkatkan resiko terjadinya masalah infertilitas karena turunnya jumlah sperma. Hindarilah lingkungan pekerjaan yang terpapar bahan kimia, radiasi dan panas. Tetap tenangJauhkan stress dan tekanan akan memberikan dampak yang baik untuk kesehatan Anda, bahkan untuk tingkat kesuburan Anda. Berlatihlah berbagai macam tehnik relaksasi yang akan membuat Anda lebih tenang sehingga dapat meningkatkan kualitas dan jumlah sperma Anda. Konsumsi asam folatMungkin Anda sudah tahu jika asam folat baik untuk ibu hamil. Ternyata tidak hanya itu, asam folat juga memainkan peranan penting dalam memperbaiki jumlah sperma Anda. Bicarakan masalah Anda dengan dokter dan gunakan asam folat dibawah pengawasan dokter. Sumber: boldsky
 04 Nov 2020    09:00 WIB
Ada Darah di Sperma
Darah di dalam air mani atau sperma disebut juga hematospermia. Bagi para pria muda yang sehat, hematospermia bukan merupakan indikator dari kondisi yang serius, seperti kanker prostat. Dalam kebanyakan kasus, gejalanya akan hilang dengan sendirinya, tanpa perlu pengobatan. Namun untuk pria yang berusia empat puluh tahun, hematospermia berisiko mengalami kondisi serius seperti kelainan darah atau kanker, dan ini sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi. Ada banyak faktor penyebab hematospermia, namun kebanyakan berkaitan dengan sistem reproduksi pria. Sistem reproduksi pria sangat erat kaitannya dengan sistem saluran kencing yang berhubungan dengan pembuangan limbah. Kandung kemih, rektum, prostat, uretra, dan testis tidak hanya berdekatan tetapi juga berbagi jalur yang sama. Maka, adanya darah dalam sperma dapat menunjukkan berbagai macam kondisi yang mempengaruhi sistem urogenital. Berikut ini adalah penyebab umum hematospermia: Infeksi Infeksi dapat mempengaruhi berbagai bagian dari sistem urogenital, terutama bagian yang bertanggung jawab untuk produksi dan perjalanan sperma. Pembuluh darah di uretra bermasalah Seperti urin, sperma juga melewati uretra, dan jika pembuluh darah di bagian tersebut bermasalah, maka darah bisa keluar. Untuk memastikannya, penderita harus menjalani beberapa prosedur pemeriksaan. Infeksi menular seksual IMS seperti klamidia dan gonore. Sistem urogenital juga rentan terhadap infeksi bakteri dan virus yang merupakan penyebab utama empat dari sepuluh kasus hematospermia. Penyebab lain yang mungkin termasuk adalah masturbasi atau aktivitas seksual yang berlebihan, herpes pada alat kelamin, hemofilia atau kondisi kurangnya kemampuan tubuh untuk membekukan darah, pembengkakan kelenjar prostat atau vasektomi. Sumber: docdoc, medicinenet
 31 Oct 2020    21:00 WIB
5 Cara Membuat Sperma Lebih Sehat
Tahukah Anda bahwa terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk memiliki momongan? Bagaimana keadaan kesehatan sperma Anda merupakan salah satunya. Kesuburan seorang pria dipengaruhi oleh berapa jumlah spermanya, bagaimana pergerakkannya, berapa jumlah sperma yang dapat bergerak dengan baik, dan bagaimana bentuk dan ukuran spermanya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membuat sperma Anda menjadi lebih kuat dan sehat, yang tentu saja akan membuat keinginan Anda untuk memiliki momongan menjadi lebih cepat terwujud. 1.      Turunkan Berat Badan Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas, maka menurunkan berat badan akan membuat organ reproduksi Anda berfungsi dengan lebih baik. Lemak berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron, yang tentu saja dapat mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk memproduksi sperma. Selain itu, lemak di daerah perut dan paha juga dapat meningkatkan suhu tubuh, yang dapat berpengaruh buruk bagi sperma Anda karena suhu tinggi dapat menurunkan jumlah sperma secara keseluruhan dan jumlah sperma yang bergerak serta dapat menyebabkan kerusakan DNA. 2.      Hentikan Konsumsi Kedelai Jika Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka hindarilah konsumsi edamame dan berbagai produk olahan kedelai lainnya. Hal ini dikarenakan kedelai dapat mempengaruhi produksi sperma.Kedelai mengandung fitoestrogen, yang menyerupakan hormon estrogen pada wanita. Memiliki kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh dapat membuat kadar hormon testosteron menurun, yang tentu saja akan mengganggu proses produksi sperma. Pada sebuah penelitian, para peneliti membandingkan jumlah sperma tikus percobaan yang diberi makanan tinggi kedelai dengan yang tidak diberi makan kedelai. Para peneliti menemukan bahwa tikus yang diberi makanan yang mengandung banyak kedelai memiliki jumlah sperma yang lebih rendah (25% lebih rendah) dan memiliki lebih sedikit anak (21% lebih sedikit) dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi makan kedelai. 3.      Periksa Kadar Gula Darah Peningkatan kadar gula darah dapat mempengaruhi kemampuan vesika seminalis untuk mendorong sperma keluar dari saluran reproduksi seorang pria. Oleh karena itu, pastikan Anda memeriksa kadar gula darah secara teratur sehingga diabetes pun dapat diketahui sedini mungkin. 4.      Berolahraga Secara Teratur Para peneliti di Amerika menemukan bahwa pria yang berolahraga selama sekitar 7 jam setiap minggunya memiliki jumlah sperma yang lebih banyak (48% lebih banyak) dibandingkan dengan pria yang berolahraga kurang dari 1 jam setiap minggunya. Selain dapat membantu menjaga berat badan Anda tetap ideal, olahraga juga dapat membantu mengurangi stress. Sebuah penelitian di Italia menemukan bahwa pria yang mengalami banyak stress dan sering merasa cemas memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah, memiliki jumlah sperma bergerak lebih rendah, dan lebih sering mengalami kerusakan DNA dibandingkan dengan pria yang memiliki kadar stress yang rendah. 5.      Diet Sehat dan Seimbang Satu hal utama yang mempengaruhi pergerakkan sperma Anda adalah mitokondria atau baterai atau sumber tenaga sel tubuh Anda. Pergerakkan sperma tergantung pada jumlah energi yang terdapat di dalam sperma Anda, yang ditentukan oleh mitokondria. Mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan jarang mengkonsumsi sayuran dapat meningkatkan kerusakan sel-sel di dalam tubuh akibat radikal bebas, yang tentu akan berdampak negatif pada mitokondria. Sebuah penelitian menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi paling banyak lemak memiliki jumlah sperma yang lebih rendah (43% lebih rendah) dibandingkan dengan pria yang mengkonsumsi lemak paling sedikit. Mengkonsumsi makanan tinggi antioksidan dalam jumlah banyak seperti buah, sayuran, dan gandum dapat membantu tubuh melawan efek radikal bebas dan memperbaiki kualitas serta kuantitas sperma Anda. Selain itu, mengkonsumsi suplemen L-carnitine juga telah terbukti dapat meningkatkan jumlah sperma dan memperbaiki pergerakan sperma. Beberapa jenis makanan yang mengandung L-carnitine adalah ungags, ikan, susu dan produknya, serta alpukat. Sumber: womenshealthmag
 26 Oct 2020    21:00 WIB
Berapa Lama Sperma Dapat Bertahan Hidup?
Banyak orang tahu bahwa pembuahan terjadi saat sel sperma bertemu dengan sel telur matang di dalam saluran telur. Akan tetapi, tahukah Anda bagaimana sebenarnya proses pembentukan sperma, berapa lama sperma dapat hidup di dalam organ reproduksi pria, dan berapa lama sel sperma dapat bertahan hidup setelah masuk ke dalam tubuh wanita? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta tersebut dan mempelajari berapa lama sebenarnya lama hidup sebuah sel sperma. Lama Hidup Sperma di Dalam Organ Reproduksi Pria Sel sperma diproduksi melalui sebuah proses yang disebut dengan spermatogenesis di dalam buah zakar pria. Selama proses pembentukan ini, sel-sel spermatogenik yang terdapat di dalam tubulus seminiferus akan terus membelah diri hingga menghasilkan spermatid. Spermatid merupakan sel sperma yang belum matang, yang kemudian akan dipindahkan ke dalam epididimis untuk dimatangkan. Di dalam epididimis, sel sperma akan dimatangkan selama 2-3 minggu. Setelah matang, sel sperma akan tetap "tinggal" di dalam epididimis hingga diejakulasikan keluar ke dalam organ reproduksi wanita saat seorang pria mencapai orgasme. Di dalam organ reproduksi pria, sel sperma yang sudah matang dapat bertahan hidup selama 74 hari. Jika sel sperma matang ini tidak dikeluarkan melalui ejakulasi dalam kurun waktu ini, maka sel sperma akan mati dan diserap kembali oleh tubuh. Ada berbagai hal yang turut berperan dalam menentukan sehat tidaknya sel-sel sperma yang dihasilkan oleh seorang pria dan berapa lama sperma dapat bertahan hidup setelah diejakulasikan. Lama Hidup Sperma di Luar Tubuh Pria Saat seorang pria berejakulasi, maka sperma akan bercampur dengan berbagai nutrisi dan cairan yang terutama dihasilkan oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis, dan kemudian dikeluarkan dari dalam penis. Cairan mani seorang pria biasanya mengandung sekitar 100-400 juta sperma. Saat sperma diejakulasikan ke luar tubuh, misalnya saat masturbasi, maka sperma biasanya hanya dapat bertahan hidup selama beberapa menit. Segera setelah cairan mani mengering, maka sel sperma di dalamnya pun akan mati. Sperma biasanya juga tidak dapat bertahan hidup lebih dari 20-60 menit setelah terpapar oleh lingkungan sekitar. Berapa Lama Sperma Dapat Hidup di Dalam Tubuh Wanita Tujuan utama sperma adalah untuk membuahi sel telur matang dan menyebabkan terjadinya pembuahan. Bagi pasangan yang sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka mengetahui secara pasti berapa lama sperma dapat hidup di dalam tubuh seorang wanita sangatlah penting. Karena keasaman cairan vagina, maka sel sperma biasanya tidak dapat bertahan hidup di dalam liang vagina seorang wanita selama lebih dari 6 jam. Sel sperma memiliki kemungkinan bertahan hidup yang lebih tinggi saat mereka berhasiil masuk ke dalam tubuh wanita melalui lubang serviks. Berapa lama sperma dapat hidup di dalam tubuh seorang wanita tergantung pada banyak hal. Kesehatan dan kekuatan sel sperma yang matang juga memiliki peran yang penting, salah satunya adalah kapasitas metabolisme internal sperma. Kualitas cairan serviks dan kemampuan sperma untuk keluar dari liang vagina dan masuk ke dalam rahim, kemudian menuju ke saluran telur juga menentukan seberapa besar kemungkinan terjadinya pembuahan. Bila sel sperma yang masuk ke dalam tubuh wanita berada dalam kondisi sehat, cairan serviks sedang ideal untuk pembuahan, dan lingkungan vagina serta rahim juga ideal; maka sebagian besar sel sperma dapat bertahan hidup selama 6-7 hari di dalam saluran telur wanita. Di saluran telur inilah peluang terjadinya pembuahan paling tinggi. Akan tetapi, karena tidak mungkin terjadi kondisi yang sangat ideal seperti di atas, maka rata-rata sel sperma dapat bertahan hidup selama 3-4 hari di dalam saluran telur. Pembuahan mungkin terjadi selama sel sperma hidup da nada di dalam organ reproduksi wanita. Pergerakan dan morfologi sperma akan menentukan apakah sperma dapat mencapai dan membuahi sebuah sel telur. Jika sperma yang dikeluarkan tidak dapat bergerak dengan cepat atau memiliki bentuk yang tidak sempurna, maka kemungkinan sel sperma tersebut untuk mati di dalam rahim tanpa membuahi sel telur akan meningkat. Jika pembuahan berhasil terjadi sekalipun, hanya akan ada 1 sel sperma yang dapat bertahan hidup cukup lama di dalam tubuh wanita, yaitu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur matang. Sel sperma lain pada akhirnya akan mati. Ingatlah bahwa sel sperma akan terus mati di dalam organ reproduksi wanita. Oleh karena itu, bila Anda dan pasangan sedang berusaha untuk memiliki momongan, dianjurkan untuk berhubungan intim setiap 2-3 hari sekali sehingga selalu ada sel sperma hidup di dalam organ reproduksi wanita yang siap membuahi sel telur matang. Sumber: increasespermvolume
 03 Oct 2020    17:00 WIB
Cairan Mani Berwarna Cokelat, Apa Penyebabnya?
Melihat adanya darah pada cairan maninya dapat membuat seorang pria merasa takut dan cemas. Untungnya, hal ini tidak selalu berarti Anda sedang menderita gangguan kesehatan berat. Bila Anda merupakan seorang pria yang berusia kurang dari 40 tahun, tidak mengalami gejala apapun, dan tidak memiliki faktor resiko apapun untuk menderita suatu gangguan kesehatan tertentu; maka darah di dalam cairan mani Anda biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, bila Anda merupakan pria yang telah berusia lebih dari 40 tahun, adanya darah di dalam cairan mani Anda membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan segera, apalagi bila Anda juga mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Telah beberapa kali menemukan adanya darah di dalam cairan mani Anda Memiliki berbagai gejala lain saat buang air kecil atau berejakulasi Memiliki resiko untuk menderita kanker, gangguan perdarahan, atau gangguan kesehatan lain Dalam dunia kedokteran, adanya darah di dalam cairan mani disebut dengan hematospermia atau hemospermia. Apa saja penyebabnya? Adanya darah di dalam cairan mani dapat disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini. Infeksi dan Radang Kedua hal ini merupakan penyebab tersering dari adanya darah di dalam cairan mani seorang pria. Darah dapat berasal dari infeksi atau radang dari kelenjar atau saluran manapun yang berfungsi untuk membentuk dan menyalurkan cairan mani dari dalam tubuh. Beberapa kelenjar dan saluran yang dimaksud adalah: Prostat (kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan cairan mani) Uretra (saluran yang berfungsi untuk mengeluarkan air kemih dan cairan mani dari dalam penis Epididimis dan vas deferens (saluran kecil yang berfungsi sebagai tempat pematang sperma sebelum ejakulasi) Vesika semilunaris (berfungsi untuk menambahkan cairan ke dalam cairan mani) Infeksi dan radang merupakan penyebab dari 4 di antara 10 kasus hematospermia. Menderita Penyakit Menular Seksual Adanya darah di dalam cairan mani juga dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual seperti gonorea atau klamidia atau infeksi virus atau bakteri lain. Trauma Atau Baru Saja Menjalani Tindakan Medis Tertentu Adanya darah di dalam cairan mani merupakan hal yang normal terjadi bila Anda baru saja menjalani tindakan medis tertentu, misalnya saat Anda baru saja menjalani biopsi prostat. Selain itu, berbagai tindakan medis yang dilakukan untuk mengatasi gangguan saluran kemih juga dapat menyebabkan terjadinya trauma ringan yang dapat memicu terjadinya perdarahan sementara. Hematospermia yang terjadi akibat tindakan medis biasanya akan menghilang dalam waktu beberapa minggu paska tindakan. Selain itu, terapi radiasi, vasektomi, dan penyuntikan wasir juga dapat menyebabkan hematospermia. Trauma fisik pada organ reproduksi akibat patah tulang pinggul, cedera pada buah zakar, melakukan hubungan intim atau masturbasi yang terlalu kasar, atau berbagai cedera lain juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Sumbatan Semua saluran kecil di dalam organ reproduksi seorang pria dapat tersumbat. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah robek dan menyebabkan keluarnya sedikit darah. Selain itu, pembesaran prostat jinak (BPH) yang menyebabkan prostat membesar dan menekan uretra juga dapat memicu terjadinya hematospermia. Tumor dan Polip Adanya tumor pada prostat juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Selain itu, kanker buah zakar, kanker kandung kembih, dan kanker pada organ reproduksi lainnya juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Oleh karena itu, pria, terutama yang telah berusia lanjut, yang juga memiliki resiko kanker harus segera melakukan pemeriksaan jika menemukan adanya darah di dalam cairan maninya. Selain tumor dan kanker, adanya polip pada organ reproduksi juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Gangguan Pembuluh Darah Karena seluruh organ reproduksi pria mengandung pembuluh darah, maka kerusakan pada pembuluh darah di bagian mana pun dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Gangguan Kesehatan Lain Menderita tekanan darah tinggi, HIV, gangguan jantung, leukemia, dan gangguan kesehatan lain juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Sekitar 15% kasus hematospermia tidak diketahui penyebabnya dan banyak di antaranya sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Pengobatan hematospermia dapat berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Dokter biasanya akan memberikan antibiotika bila penyebab hematospermia adalah infeksi. Obat anti radang bila penyebabnya adalah peradangan. Bila hematospermia disebabkan oleh tindakan medis tertentu, maka biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Pada pria yang masih muda, adanya darah di dalam cairan mani yang hanya terjadi 1 atau 2 kali tanpa gejala lain atau riwayat gangguan kesehatan lain biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Jika Anda mengalami hematospermia berulang yang disertai dengan rasa nyeri saat buang air kecil atau berejakulasi, maka dokter Anda biasanya akan merujuk Anda ke seorang dokter spesialis bedah urologi. Jika dokter mencurigai Anda menderita kanker prostat atau kanker lainnya, maka ia mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan biopsi prostat atau jaringan untuk memastikannya. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memperoleh pengobatan sedini mungkin. Sumber: webmd
 31 Jul 2020    18:00 WIB
8 Hal yang Tidak Anda Ketahui Mengenai Sperma
• Sperma Tinggal Lebih Lama Daripada Perkiraan Anda Sperma biasanya akan tetap berada di dalam tubuh hingga 48 jam setelah berhubungan seks, akan tetapi pada beberapa keadaan, sperma dapat bertahan hingga 5-7 hari di dalam tubuh, tergantung dari bagaimana keadaan cairan serviks Anda. Yang menarik adalah bahwa cairan serviks ternyata juga berfungsi untuk melindungi sperma dan membantu sperma dapat tinggal leibh lama di dalam tubuh hingga saatnya ovulasi, masa paling subur.   Sering Berhubungan Seks atau Masturbasi Tidak Akan Menurunkan Jumlah Sperma Walaupun banyak ahli yang mengatakan bahwa terlalu sering ejakulasi dapat mengurangi jumlah sperma, akan tetapi seorang ahli endokrinologi di Amerika mengatakan bahwa terlalu banyak ejakulasi tidak akan terlalu mempengaruhi jumlah sperma seseorang.   Jumlah Sperma Memang Dipengaruhi Oleh Suhu Lingkungan Ternyata jumlah sperma juga dipengaruhi oleh suhu lingkungan di sekitar Anda. Jumlah sperma biasanya akan mencapai jumlah terendahnya di musim panas dan mencapai jumlah tertinggi di musim dingin. Hal ini dikarenakan udara panas dapat mengurangi jumlah sperma. Akan tetapi, bukan hanya udara yang dapat mempengaruhi jumlah sperma Anda, meletakkan laptop di atas paha dan berendam di dalam bak berisi air panas ternyata juga dapat menurunkan jumlah sperma, terutama bila suhu air mencapai 40 derajat Celcius. Berkurangnya jumlah sperma ini dapat berlangsung selama beberapa bulan setelah paparan terhadap suhu yang sangat panas.   Nanas Tidak Mempengaruhi Rasa Cairan Mani Memang benar cairan mani mengandung fruktosa, suatu jenis gula, yang membuat cairan mani terasa sedikit manis, akan tetapi sampai saat ini belum ada penelitian yang memeriksa ada tidaknya hubungan antara apa yang dikonsumsi seorang pria dengan rasa cairan maninya.    Jumlah Sperma Pembawa Jenis Kelamin Perempuan dan Laki-laki Sama Di dalam sperma, terkandung suatu kromosom yang berguna untuk menentukan jenis kelamin, yaitu kromosom X dan kromosom Y dalam jumlah yang sama dan dengan kecepatan yang sama.   Alergi Terhadap Sperma Sangat Jarang Terjadi Walaupun sangat jarang, beberapa orang wanita ternyata dapat mengalami suatu reaksi alergi terhadap sperma, yang membuat vagina menjadi meradang dan merah. Bila Anda atau pasangan Anda merupakan salah satu dari wanita tersebut, maka penggunaan kondom dapat membantu mencegah terjadinya iritasi.   Sperma Butuh Waktu Lama Untuk Mencapai Tempatnya Dibutuhkan waktu sekitar dua setengah bulan bagi sperma untuk siap dan berada di tempatnya, menunggu untuk dikeluarkan. Sperma dibentuk di dalam buah zakar, kemudian akan bergerak menuju ke epididimis hingga matang. Setelah matang, sperma akan menuju ke vas deferens dan terus ke vesica seminalis, di mana sperma akan bercampur dengan cairan untuk membentuk cairan mani.   Kesehatan Seorang Pria Juga Mempengaruhi Keadaan Spermanya Seorang ahli mengatakan bahwa sperma seorang pria yang berusia kurang dari 40 tahun biasanya lebih sehat daripada sperma yang berasal dari pria yang berusia lebih dari 40 tahun. Selain itu, sperma Anda juga akan lebih sehat bila Anda tidak merokok, tidak mengkonsumsi diet tinggi lemak, dan tidak terpapar dengan berbagai racun lingkungan lainnya.       Sumber: womenshealthmag
 03 Jul 2020    11:00 WIB
Mau Lebih Subur ? Makang Kacang Saja
Jika kita ingin memiliki keturunan tentu hal yang penting adalah kesehatan sperma. Wah, mengapa kesehatan sperma bukankan masalah kehamilian melibatkan kedua belah pihak? Memang benar demikian, namun menurut Cleaveland Clinic ternyata faktor si pria yang menjadi penyebab utama atau setidaknya berkontribusi setengahnya dari lima juta pasangan di Amerika yang menghadapi masalah kesuburan ketika mencoba untuk hamil. Nah guys, tentu kita tidak asing dengan kacang. Makanan yang menjadi camilan atau kudapan ketika sedang bekerja atau lagi nonton bukan. Baru-baru ini sebuah penelitian yang berjudul "Pengaruh konsumsi kacang pada kualitas dan fungsionalitas air mani pada pria sehat" dipresentasikan pada pertemuan ESHRE 2018, yaitu European Society of Human Reproduction and Embryology yang diselenggarakan di Barcelona. Penelitian baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Spanyol ini ternyata menemukan bahwa dengan mengkonsumsi 60 gram berbagai kacang setiap hari selama 14 minggu dapat meningkatkan kualitas sperma pria secara signifikan. Penelitian ini dilakukan terhadap 119 pria dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menambahkan 60 gram kacang-kacangan ke dalam makanan mereka seperti almond, hazelnut, dan walnut sedangkan kelompok kedua tidak makan kacang apa pun. Setelah penelitian selama hampir 14 minggu ditemukan bahwa mereka yang makan kacang jumlah spermanya meningkat 16 persen lebih banyak daripada yang tidak makan. Selain itu, vitalitas, gerakan dan bentuk sperma juga mengalami peningkatan. Berbagai macam kacang memiliki kandungan seperti protein, kalsium, antioksidan semacam vitamin C dan E, omega 3, folat, dll. Mereka juga dianggap sebagai sumber serat dan lemak sehat yang baik (baik tak jenuh tunggal maupun tak jenuh ganda). Sebagimana penelitian ini dilakukan terhadap pria sehat, maka kalau sobat sehat ingin memiliki keturunan harus juga memiliki kehidupan sehat. Karena selain makanan, faktor lain juga bisa mempengaruhi infertilitas atau ketidak suburan seseorang seperti merokok, paparan radiasi, stres, berat badan dan banyak lagi. Hasil penelitian ini tentu masih diperlukan penelitian lanjutan. Sebab itu sobat sehat jika masih susah memiliki keturunan ada baiknya bisa datang ke dokter yang bersangkutan supaya bisa mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap. Salam sehat..   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicaldaily.com
 14 Mar 2020    18:00 WIB
8 Fakta Mengejutkan Mengenai Kesuburan Seorang Pria
1.      Penyakit Menular Seksual Merupakan Penyebab Tersering dari Gangguan Kesuburan Pria Penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonorea merupakan salah satu penyebab tersering dari terjadinya gangguan kesuburan pada pria yang sebenarnya dapat dihindari. Bila terlambat diobati, maka infeksi dapat menyebabkan peradangan dan penyumbatan pada vas deferens.   2.      Aluminum Berbahaya Bagi Sperma Sebuah penelitian baru menemukan bahwa cairan mani yang memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit mengandung lebih banyak aluminium.   3.      Suhu Panas Buruk Bagi Sperma Suhu panas merupakan musuh utama bagi sperma. Berendam di bak berisi air panas atau sauna dapat menurunkan jumlah sperma selama 1-4 bulan setelah paparan. Selain itu, memangku laptop juga dapat membahayakan bagi kesehatan sperma Anda karena panas yang keluar dari laptop. Oleh karena itu, hindarilah kontak langsung antara laptop dan buah zakar Anda (jangan pangku laptop Anda!).   4.      Penuaan Juga Mempengaruhi Kesuburan Pria Berbeda dengan wanita, pria memiliki waktu yang lebih lama untuk masalah kesuburan, akan tetapi bukan berarti kesuburan seorang pria tidak akan pernah berkurang. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria, maka kesuburannya pun akan semakin menurun, walaupun jauh lebih lambat daripada wanita.   5.      Menjadi Seorang Vegetarian Buruk Bagi Kesehatan Sperma Walaupun menjadi seorang vegetarian atau vegan baik bagi kesehatan Anda pada beberapa aspek tertentu, akan tetapi sebuah penelitian baru di Amerika menemukan bahwa pria yang tidak mengkonsumsi daging memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit dibandingkan dengan pria yang mengkonsumsi daging. Penurunan jumlah sperma ini juga cukup signifikan. Selain itu, para peneliti juga menemukan hanya sekitar sepertiga jumlah sperma dari seorang pria vegetarian yang aktif. Hal ini tentu saja berbeda jauh dengan jumlah sperma aktif yang ditemukan pada pria yang mengkonsumsi daging, yaitu sekitar 60%.   6.      Ganja Dapat Membahayakan Kesehatan Sperma Seperti halnya rokok biasa, merokok ganja juga berbahaya bagi kesehatan sperma Anda. Kandungan THC di dalam ganja dapat masuk ke dalam sel lemak tubuh dan menyebabkan terjadinya gangguan hormonal dan membuat sperma berbentu abnormal.   7.      Obat Anti Depresi Dapat Merusak DNA Sperma Sebuah penelitian menemukan bahwa obat anti depresi golongan SSRI dapat menyebabkan kerusakan DNA di dalam sperma. Hal ini bukan berarti seorang pria yang mengkonsumsi obat golongan SSRI tidak dapat membuat seorang wanita hamil, tetapi mereka beresiko tinggi memiliki anak yang menderita kelainan genetika. Setelah berhenti mengkonsumsi obat golongan SSRI, jumlah sperma seorang pria pun akan kembali normal.   8.      Obesitas Sangat Mempengaruhi Kesuburan Seorang Pria Semakin sehat keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan, maka semakin sehatlah keadaan sperma Anda. Jika seorang pria memiliki indeks massa tubuh lebih dari 35, maka akan terjadi penurunan kesuburan dan jumlah sperma yang cukup signifikan. Kabar baiknya adalah berolahraga secara teratur dan berdiet dapat membantu mengembalikan kesuburan pria dengan berat badan berlebih.   Sumber: womenshealthmag
 29 Dec 2019    18:00 WIB
10 Hal yang Dapat Membunuh Sperma Anda!
Sedang berusaha untuk memiliki momongan? Tahukah Anda bahwa terdapat banyak hal yang dapat mengganggu usaha Anda tersebut? Beberapa hal yang dapat mengganggu tersebut adalah alergi terhadap sperma, kualitas sel telur yang buruk, dan sperma yang tidak efektif. Rata-rata 1 di antara 10 orang pasangan yang sulit memiliki momongan, sekitar 30% di antaranya terjadi karena adanya gangguan kesuburan pada pihak pria. Walaupun seorang pria dapat menghasilkan berjuta-juta sperma setiap harinya, sedangkan seorang wanita hanya dapat menghasilkan 300-400 sel telur selama hidupnya; berbagai faktor eksternal seperti suhu dapat mengganggu kesehatan sperma yang dihasilkan oleh seorang pria. Dan karena sebuah sel sperma membutuhkan waktu sekitar 75 hari untuk matang, maka gangguan terhadap sperma ini tentu saja akan mempengaruhi kesuburan seorang pria. Di bawah ini Anda dapat melihat 10 hal tak terduga yang ternyata dapat mempengaruhi kesehatan sperma seorang pria. Baca juga: Menopause Pada Pria  1.      Suhu Tubuh Terlalu TinggiTestis atau buah zakar seorang pria tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya kecuali bila mereka bersuhu lebih rendah (lebih dingin) daripada bagian tubuh lainnya. Bila suhu buah zakar meningkat hingga mencapai 37 derajat Celcius, maka produksi sperma pun akan berhenti. Gangguan produksi sperma ini akan dapat mempengaruhi keadaan sperma Anda hingga berbulan-bulan setelahnya. Jika buah zakar tetap sering terpapar oleh suhu panas, maka hal ini akan membuat jumlah sperma menurun, perubahan bentuk sperma, dan mengganggu kemampuan sperma untuk bergerak. 2.      Sering Berendam di Dalam Air Hangat atau PanasBerdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007, berendam selama 30 menit di dalam Jacuzzi atau bak mandi yang berisi air panas dapat menyebabkan penurunan produksi sperma untuk sementara waktu.Walaupun hanya berlangsung sementara, penurunan produksi sperma ini akan menyebabkan gangguan pada jumlah sperma seorang pria secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan sperma membutuhkan waktu yang cukup lama untuk matang, sehingga dibutuhkan waktu setidaknya 3 bulan atau 6-9 bulan hingga jumlah sperma kembali normal. 3.      DemamMenderita demam tinggi dapat menimbulkan efek yang sama dengan berendam air panas pada sperma seorang pria. Menurut sebuah penelitian di tahun 2003, tergantung pada kapan demam ini terjadi selama proses pembentukan sperma, konsentrasi sperma dapat menurun hingga 35%. 4.      LaptopBerdasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan di State University of New York di Stony Brook, para peneliti menemukan adanya hubungan langsung antara penggunaan laptop pada posisi tertentu dan peningkatan suhu kantong zakar, yaitu hingga 1.7 derajat Celcius. Peningkatan suhu kantong zakar ini telah terbukti memiliki efek buruk bagi spermatogenesis (proses pembentukan sperma) seorang pria. Jadi, bila Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan bersama pasangan Anda saat ini, pastikan Anda hanya meletakkan laptop Anda di atas meja. 5.      Pakaian Dalam Terlalu KetatWalaupun penggunaan boxer dan celana dalam biasanya tidak menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan terhadap jumlah sperma seorang pria, akan tetapi para ahli tetap mengakui bahwa penggunaan boxer memang akan lebih baik dibandingkan celana dalam bila sang pria memang telah memiliki jumlah sperma yang sedikit. Akan tetapi, jenis pakaian dalam apa yang Anda gunakan biasanya tidak akan atau hanya sedikit berpengaruh bila jumlah sperma Anda normal. Sementara itu, penggunaan celana pendek untuk bersepeda untuk waktu lama merupakan ide yang buruk. Hal ini dikarenakan semakin ketat celana yang digunakan oleh seorang pria, maka semakin buruk pengaruhnya terhadap produksi spermanya. 6.      Varises VenaSekitar 15% orang pria mengalami varicocele, yaitu pelebaran pembuluh darah vena pada kantong zakar, yang biasanya terjadi pada sisi kiri buah zakar. Jika keadaan ini menyebabkan terjadinya penurunan jumlah sperma pria tersebut, maka dokter pun akan menganjurkan agar pria ini melakukan tindakan pembedahan atau embolisasi perkutaneus (non bedah) untuk memperbaiki varicocele. Walaupun tidak diketahui pasti, para ahli menduga varicocele dapat mengganggu proses produksi sperma dengan mengganggu aliran darah, membuat kantong zakar menjadi terlalu panas, atau membuat darah "menumpuk" di dalam pembuluh darah vena yang mensuplai buah zakar. Hingga saat ini para ahli hanya memiliki sedikit bukti bahwa kesuburan seorang pria akan membaik setelah tindakan embolisasi varicocele, akan tetapi beberapa orang dokter meyakini bahwa tindakan pembedahan dapat membantu meningkatkan kualitas sperma. 7.      Telepon GenggamSebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menemukan bahwa para pria yang paling sering menggunakan telepon genggam (lebih dari 4 jam setiap harinya) memiliki jumlah sperma yang lebih rendah, jumlah sperma bergerak yang lebih rendah, dan jumlah sperma normal yang lebih rendah. Oleh karena itu, para ahli menganjurkan agar seorang pria meletakkan telepon genggamnya di dalam tas atau ranselnya daripada di dalam kantong celananya untuk membatasi paparan radiasi. Akan tetapi, karena penelitian ini hanya mengamati sedikit peserta penelitian, maka masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan benar tidaknya pernyataan di atas. 8.      ObesitasObesitas telah banyak dihubungkan dengan peningkatan produksi hormon wanita (estrogen), penurunan jumlah sperma, disfungsi seksual, dan kemandulan. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009, dibandingkan dengan pria yang memiliki berat badan normal atau berlebih, pria yang mengalami obesitas mengalami penurunan fungsi buah zakar dan memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Menurut sebuah penelitian di tahun 2009, walaupun obesitas memang dapat menurunkan jumlah sperma, akan tetapi hanya pada kasus obesitas beratlah kesuburan seorang pria dapat terpengaruh. 9.      Gaya Hidup Tidak SehatMerokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan menghisap ganja dapat mengganggu fungsi seksual seorang pria. Oleh karena itu, pastikan Anda membatasi atau sama sekali menghindari konsumsi ketiganya bila sedang berusaha untuk memiliki anak. Penyalahgunaan minuman beralkohol dapat berdampak buruk pada kualitas air mani dan produksi sperma seorang pria. Sementara itu, menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010, merokok tembakau juga dapat mempengaruhi jumlah sperma yang dapat bergerak. Selain dapat memperlambat pergerakkan sperma, berbagai penelitian lainnya juga telah menemukan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan resiko terjadinya disfungsi ereksi.Menghisap ganja pun dapat berdampak buruk pada kesehatan sperma dan kesuburan seorang pria. Menghisap ganja telah terbukti dapat menurunkan jumlah sperma, fungsi sperma, dan kesuburan seorang pria secara keseluruhan. 10.  Faktor LainnyaMenurut seorang ahli, beberapa gangguan fisiologis juga dapat berpengaruh buruk terhadap sperma Anda. Beberapa gangguan fisiologis yang dimaksud di sini adalah sumbatan pada organ reproduksi pria, kelainan genetika, dan berbagai hal lainnya. Sumbatan para organ reproduksi pria yang membuat sperma tidak dapat masuk ke dalam cairan mani tentu saja akan mempengaruhi kesuburan seorang wanita. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya sumbatan pada organ reproduksi pria adalah kelainan bawaan, infeksi, trauma, atau vasektomi. Kelainan pada kromosom dapat menyebabkan produksi sperma sama sekali terhenti sehingga tidak ada sperma yang dihasilkan. Salah satu contoh kelainan genetik yang dimaksud adalah fibrosis kistik yang menyebabkan vas deferens tidak terbentuk. Berbagai hal lainnya yang juga dapat mempengaruhi kesuburan seorang pria adalah adanya antibodi terhadap sperma, gangguan keseimbangan hormonal, kanker buah zakar (kanker testis), buah zakar yang tidak turun, dan berbagai gangguan seksual lainnya yang dapat mempengaruhi sperma. Sumber: health