Your browser does not support JavaScript!
 02 Apr 2016    08:00 WIB
Dampak Sirosis (Pengerasan) Hati Pada Kesehatan
Apa Itu Sirosis?Sirosis merupakan suatu komplikasi dari berbagai gangguan hati yang ditandai dengan perubahan struktur hati (abnormal) dan gangguan fungsi hati. Sirosis atau pengerasan hati ini terjadi karena berbagai gangguan kesehatan yang terjadi melukai dan membunuh sel-sel hati, yang kemudian menyebabkan hati mengalami peradangan. Proses penyembuhan sel-sel hati yang mengalami kerusakan ini menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Sel-sel hati yang tidak mati akan memperbanyak dirinya untuk menggantikan sel-sel hati lainnya yang telah mati. Hal ini mengakibatkan terbentuknya kumpulan sel-sel hati baru (nodul regeneratif) di dalam jaringan parut hati. PenyebabTerdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya sirosis atau pengerasan hati ini yaitu: •  Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dalam jangka waktu lama•  Penumpukkan lemak pada hati (perlemakkan hati atau fatty liver)•  Efek samping obat-obatan•  Infeksi virus (biasanya akibat infeksi virus hepatitis B atau C kronik)•  Penumpukkan logam berat seperti zat besi dan tembaga pada hati akibat kelainan genetika•  Gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel hatiSirosis dan Dampaknya Pada KesehatanHati merupakan salah satu organ penting di dalam tubuh manusia, yang memiliki berbagai fungsi penting. Berbagai fungsi penting dari hati bagi tubuh adalah:•  Memproduksi zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh, seperti berbagai protein pembekuan darah yang diperlukan oleh tubuh untuk menghentikan perdarahan (proses pembekuan darah)•  Membuang berbagai zat beracun yang berbahaya bagi tubuh seperti berbagai jenis obat-obatan•  Mengatur suplai glukosa (gula) dan lemak yang berfungsi sebagai sumber tenaga bagi tubuh Untuk menjalankan berbagai fungsi penting di atas, sel-sel hati harus bekerja dengan normal dan memiliki hubungan yang baik dengan darah karena berbagai zat-zat di atas yang dihasilkan atau yang dibuang oleh hati akan menggunakan darah sebagai alat transportasi untuk keluar dan masuk ke dalam hati.Berbeda dengan berbagai organ tubuh lainnya, hati hanya memperoleh sedikit suplai dari pembuluh darah arteri. Sebagian besar suplai darah hati diperoleh dari pembuluh darah vena usus saat darah kembali ke dalam hati. Pembuluh darah utama yang membawa darah dari dalam usus ke dalam hati adalah vena porta. Di dalam hati, vena porta akan bercabang-cabang menjadi banyak pembuluh darah kecil. Pembuluh darah terkecil (sinusoid) dari percabangan vena porta inilah yang memiliki hubungan langsung dengan sel-sel hati. Sel-sel hati biasanya tersusun di sepanjang sinusoid. Melalui sinusoid inilah sel-sel hati dapat membuang dan memasukkan berbagai zat ke dalam darah yang kemudian akan terus mengalir ke pembuluh darah vena yang lebih besar hingga pada vena hepatika, yang membawa seluruh darah ini ke dalam jantung. Gangguan Aliran DarahPada sirosis, hubungan antara darah dan sel-sel hati mengalami gangguan, di mana walaupun sel-sel hati yang tidak mati berhasil memperbanyak diri dan membentuk sel-sel hati baru tetap tidak dapat membuang dan memasukkan berbagai zat ke dalam darah seperti sedia kala (normal) sehingga menyebabkan gangguan fungsi hati untuk memproduksi zat penting bagi tubuh dan membuang racun bagi tubuh. Selain itu, jaringan parut di dalam hati yang telah mengalami pengerasan (sirosis) dapat menyumbat aliran darah di dalam hati dan sel-sel hati. Akibatnya, terjadi peningkatan tekanan di dalam vena porta (hipertensi porta). Akibat penyumbatan aliran darah dan tingginya tekanan di dalam vena porta, maka darah akan mencari pembuluh darah vena lainnya untuk membawa darah kembali dalam jantung, yaitu vena dengan tekanan lebih rendah yang melewati hati. Akan tetapi, berbagai zat yang dihasilkan dan harus dibuang dari hati tidak dapat melalui pembuluh darah alternatif ini. Kombinasi dari berbagai hal seperti berkurangnya jumlah sel hati sehat, gangguan hubungan antara pembuluh darah yang melalui hati dan sel-sel hati, dan mengalirnya darah melalui pembuluh darah alternatif yang tidak dapat mengangkut zat-zat penting inilah yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai gangguan kesehatan. Gangguan Aliran Cairan EmpeduMasalah lainnya yang diakibatkan oleh sirosis hati adalah gangguan hubungan antara sel-sel hati dan pembuluh empedu. Cairan empedu merupakan suatu cairan yang dihasilkan oleh sel-sel hati yang memiliki 2 fungsi penting, yaitu:•  Membantu proses pencernaan•  Membuang dan mengeleminasi berbagai zat racun dari dalam tubuh Cairan empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati dikeluarkan melalui suatu saluran yang sangat kecil, yang berada di antara sel-sel hati di sepanjang sinusoid, yaitu kanalikuli, yang kemudian akan menuju saluran yang lebih besar dan masuk ke dalam usus halus untuk membantu proses pencernaan. Pada saat yang bersamaan, zat-zat beracun yang terdapat di dalam cairan mepedu akan masuk ke dalam usus dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui tinja. Pada sirosis, kanalikuli menjadi abnormal dan terdapat gangguan pada hubungan antara sel-sel hati dan kanalikuli sehingga hati tidak dapat mengeluarkan zat-zat beracun melalui usus sehingga menumpuk di dalam tubuh. Selain itu, juga terjadi penurunan proses pencernaan di dalam usus.Sumber: medicinenet
 09 Jan 2016    12:00 WIB
Dapatkah Kopi Menurunkan Angka Kematian Karena Penyakit Hati?
Sebuah penelitian terbaru menyatakan minum kopi dapat menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh berbagai tipe sirosis. Penelitian ini melibatkan 63.000 sukarelawan dari etnis Cina, berusia 45-74 tahun yang tinggal di Singapura. Penelitian ini dimulai dari tahun 1993, para sukarelawan memberikan informasi mengenai diet, gaya hidup, kebiasaan dan riwayat kesehatan mereka, kemudian para peneliri mengikuti mereka selama hampir 15 tahun. Diantara perjalanan waktu penelitian itu, 114 sukarelawan meninggal karena sirosis hati.Meminum dua atau lebih kopi dalam satu hari ternyata dapat menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh sirosis hati non-viral sebanyak 66%. Hal ini merupakan kesimpulan dari penelitian yang diterbitkan secara online di the Journal od Hepatology. Virus memang bertanggung jawab dalam banyak kasus hati, tetapi penyakit hati juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol, penggunaan obat terlarang atau disebabkan oleh sistem imunitas yang menyerang sel hati yang sehat. sementara hasil studi terbaru mengatakan bahwa konsumsi kopi tidak menurunkan resiko kematian sirosis hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Minum teh, jus buah atau soda tidak memiliki pengaruh apapun terhadap resiko kematian dari sirosis hati, sementara minum alkohol justru akan semakin meningkatkan kematian karena sirosis.Walaupun penelitain ini menemukan hubungan antara konsumsi kafein dengan penurunan resiko kematian karena sirosis hati pada pasien tertentu, tetapi tidak dapat membuktikan hubungan sebab akibat diantara keduanya. Sirosis hati tercatat sebagai penyebab kematian ke 11 di Amerika Serikat menurut WHO. Pada tahun 2004 WHO melaporkan bahwa sirosis menyebabkan angka kematian sebesar 1,3% dari seluruh dunia setiap tahunnya. Ingin mengetahui lebih lanjut tentang sirosis hati? Silahkan baca di siniBaca juga: 7 Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar IUD (Spiral)Sumber: cbsnews