Your browser does not support JavaScript!
 18 Mar 2021    20:00 WIB
Posisi Bercinta Terbaik Untuk Berapa Pun Usia Anda!
Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda dan pasangan, maka Anda dan pasangan mungkin tidak lagi dapat bercinta dengan posisi yang biasanya karena berbagai gangguan kesehatan yang dialami. Agar kehidupan seksual Anda tetap nikmat, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa posisi bercinta yang sesuai dengan usia Anda.   Usia 30 Tahun Sekitar 25% wanita hamil mengalami nyeri di daerah panggul dan sekitar 8% di antaranya masih mengalami keluhan ini hingga 2 tahun paska melahirkan. Akibatnya, banyak wanita yang berusia 30 tahun mengalami nyeri panggul saat berhubungan intim dengan posisi tertentu. Untuk mencegah nyeri panggul, dianjurkan untuk berhubungan intim dengan posisi doggy style karena posisi panggul Anda akan lebih netral. Selain doggy style, Anda juga dapat mencoba posisi spooning, terutama bila Anda baru saja melahirkan karena Anda dapat mengendalikan kecepatan dan kedalaman penetrasi penis.   Usia 40 Tahun Saat Anda berusia antara 30-40 tahun, nyeri pinggang akibat terjepitnya saraf di daerah pinggang sering terjadi. Posisi bercinta terbaik bagi Anda yang mengalami nyeri pinggang adalah doggy style dan spooning. Akan tetapi, bila Anda ingin sedikit "berpetualang", maka posisi reverse cowgirl juga dapat Anda lakukan. Pastikan saja tubuh Anda tegak saat melakukannya untuk mencegah semakin memburuknya nyeri pinggang yang Anda rasakan.   Baca juga:  Kurangi Nyeri Saat Bercinta Dengan Posisi Berikut Ini…   Usia 50 Tahun Saat Anda telah memasuki masa menopause, penurunan kadar hormon estrogen dapat membuat seks terasa lebih menyakitkan karena vagina yang mengering dan menipis. Posisi bercinta yang paling tepat bagi Anda yang telah berusia 50 tahun adalah posisi duduk. Duduklah di atas pangkuan pasangan Anda dengan saling berhadapan wajah. Posisi ini memungkinkan Anda untuk mengendalikan gerakan dan kedalaman penetrasi penis. Pilihan lainnya adalah berbaringlah terletak, kemudian letakkan sebuah bantal di bawah pinggul dan paha Anda sehingga vagina terbuka dan penis pun lebih mudah masuk.   Usia 60 Tahun Sekitar sepertiga pria dan wanita yang berusia 60 tahun menderita radang sendi. Jika Anda atau pasangan merupakan salah satu di antaranya, maka tidak dianjurkan untuk bercinta dengan posisi doggy style atau cowgirl. Posisi bercinta yang dianjurkan adalah posisi berdiri. Berdirilah membelakangi pasangan Anda (penetrasi dilakukan dari belakang), kemudian letakkan tangan Anda pada bangku atau meja atau perlengkapan rumah tangga lainnya untuk menjaga keseimbangan dan menyangga tubuh Anda. Akan tetapi, bila Anda mengalami nyeri punggung atau nyeri pinggang, maka posisi bercinta yang terbaik adalah posisi missionaris, dengan menyangga pinggang Anda dengan bantal.     Sumber: prevention
 17 Mar 2021    18:00 WIB
Posisi Saat Berhubungan Seks dan Kepribadian Seorang Pria
Anda tentunya telah mengetahui bahwa Anda dapat mengetahui banyak hal dari seorang pria dengan melihat sepatu yang digunakannya atau mobil yang dikendarainya atau dari caranya memperlakukan orang lain pada umumnya. Akan tetapi, bila Anda ingin mengetahui apa sebenarnya yang sedang ia pikirkan di dalam otaknya, maka cari tahu apa posisi favoritnya saat berhubungan seks. Di bawah ini terdapat beberapa contoh posisi saat berhubungan seksual dan apa artinya bila seorang pria menyukai posisi tersebut.   1.      Misionari (Pria di Atas) Pria yang menyukai posisi ini biasanya merupakan seseorang yang kurang kreatif dan mungkin meniru sebagian besar hal romantis yang pernah dilakukannya dari film yang pernah ditontonnya. Pria yang menyukai posisi ini biasanya memiliki pekerjaan sebagai seorang pengacara atau akuntan.   2.      Doggy Style Pria yang menyukai posisi ini biasanya merupakan pria yang menyukai dan menilai seorang wanita dari bentuk bokongnya.   3.      Berdiri Pria yang menyukai posisi ini biasanya merupakan seorang pria yang dapat memperhitungkan segala sesuatu dengan teliti, mulai dari sudut hingga derajat atau karena Anda memiliki tinggi badan yang sama dengannya.   4.      69 Pria yang menyukai posisi ini merupakan seseorang yang cukup pandai melakukan banyak pekerjaan sekaligus. Ia biasanya sering berkirim pesan singkat saat menyetir dan menggunakan laptopnya di dalam toilet.   5.      Cowgirl Pria yang menyukai posisi ini mungkin sedang mengalami nyeri pinggang atau punggung atau seorang pria yang malas atau keduanya. Ia biasanya selalu ingin Anda menyiapkan makanannya tetapi tidak pernah berniat untuk membantu Anda mencuci piring.   6.      Reverse Cowgirl Pria yang menyukai posisi ini sangat ingin pasangannya mencapai orgasme, tetapi ia tidak suka terlalu lama menunggu karena ia mungkin merasa bosan.   7.      Spooning Pria yang menyukai posisi ini mungkin sedang merasa sangat lelah hingga ingin melakukannya dengan perlahan dan tidak terlalu banyak bergerak.   8.      Lotus Pria yang menyukai posisi ini biasanya merupakan seseorang yang sangat percaya diri, terlalu banyak malah.   Sumber: womenshealthmag
 12 Mar 2021    20:00 WIB
10 Penyebab Disfungsi Ereksi
Untuk mencapai ereksi diperlukan kerja sama yang baik dari saraf, otot, dan pembuluh darah. T-Otak menerima rangsang dan kemudian meneruskannya kepada penis melalui serabut-serabut saraf. Setelah itu otot pada penis akan berelaksasi dan aliran darah pada penis pun meningkat, terjadilah ereksi. Terdapat berbagai penyakit dan efek samping obat yang dapat mengganggu proses tersebut dan pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.   1.      Diabetes Diabetes merupakan penyakit kronik yang seringkali menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah bila kadar gula darah tidak terkontrol. Kerusakan pada saraf dan pembuluh darah ini dapat menyebabkan gangguan ereksi. Resiko disfungsi ereksi meningkat menjadi dua kali lipat bila anda menderita diabetes yang tidak terkontrol.   2.      Penyakit Ginjal Gangguan ginjal dapat mengganggu berbagai hal yang diperlukan untuk mencapai ereksi, mulai dari saraf, pembuluh darah, hormon, dan bahkan energi serta gairah seksual anda. Berbagai obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit ginjal juga dapat menyebabkan gangguan ereksi.   3.      Gangguan Neurologis Untuk mencapai ereksi, diperlukan kerja saraf yang normal. Bila terdapat gangguan pada sistem penghantaran impuls saraf seperti pada stroke, sklerosis multipel, Alzheimer, dan Parkinson maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. 4.      Penyakit Pembuluh Darah Gangguan pada pembuluh darah dapat menyebabkan gangguan aliran darah yang mencapai penis dan pada akhirnya menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Aterosklerosis (pengerasan pada dinding pembuluh darah), tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol total yang tinggi merupakan faktor resiko terjadinya disfungsi ereksi. Kebocoran vena (pembuluh darah balik) pada penis juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Kebocoran vena ini dapat disebabkan oleh cedera atau suatu penyakit. Untuk mencapai ereksi, darah harus dapat tetap terkumpul pada penis dalam jangka waktu tertentu. Bila vena tidak mampu mempertahankan kontraksinya, maka darah yang terkumpul akan langsung mengalir kembali ke bagian tubuh atas dan menyebabkan ereksi tidak terbentuk atau hanya terbentuk sebentar.   5.      Kanker dan Pembesaran Prostat Kanker prostat tidak menyebabkan gangguan ereksi. Pengobatan kanker prostatlah yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi sementara atau permanen. Lain halnya dengan pembesaran prostat. Pembesaran prostat diduga berhubungan dengan kasus disfungsi ereksi pada pria usia lanjut.   6.      Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan pada prostat atau kandung kemih dapat merusak saraf dan jaringan yang diperlukan untuk mencapai ereksi. Disfungsi ereksi akibat proses pembedahan dapat bersifat sementara atau permanen. Biasanya keluhan akan menghilang dalam waktu 6-18 bulan. Bila keluhan masih berlanjut mungkin telah terjadi disfungsi ereksi permanen. Konsultasikan dengan dokter anda bila anda mengalami hal ini.   7.      Cedera Cedera pada panggul, kandung kemih, serabut saraf, dan penis yang memerlukan tindakan pembedahan juga dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.   8.      Gangguan Hormon Hormon testosteron merupakan hormon yang diperlukan untuk meningkatkan gairah seksual anda. Gangguan keseimbangan hormon dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal adalah tumor kelenjar pituitari, penyakit ginjal, penyakit hati, depresi, dan terapi hormon pada penderita kanker prostat.   9.      Rokok, Alkohol, dan Penggunaan Obat-obatan Terlarang Ketiga hal di atas dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah anda, yang kemudian mengganggu aliran darah pada penis anda, yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Merokok dapat meningkatkan resiko disfungsi ereksi bila anda juga menderita aterosklerosis.   10.  Obat-obatan Tertentu Banyak sekali obat-obatan yang mempunyai efek samping disfungsi ereksi. Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai obat-obatan yang akan anda gunakan.
 12 Mar 2021    18:00 WIB
Depresi Membuat Performa Anda di Kamar Tidur Menurun, Mengapa Demikian?
Tahukah Anda bahwa gangguan depresi telah mengenai sekitar 350 juta orang di dunia? Gangguan ini ternyata tidak hanya mempengaruhi kehidupan dan aktivitas Anda sehari-hari, akan tetapi juga mempengaruhi performa seorang pria di kamar tidur. Sangat disayangkan memang akan tetapi sebagian besar gangguan depresi dan penurunan gairah seksual terjadi pada pria. Bagi pria, menghindari hubungan seks dapat membuat mereka merasa tidak jantan atau membuat mereka cemas mengenai apa yang akan dipikirkan oleh pasangannya. Sebenarnya, seringkali para wanita tidak mengerti bahwa semua pria tidak selalu ingin berhubungan seks, bahkan walaupun mereka tidak menderita gangguan depresi. Seperti halnya wanita, pria pun kadang enggan untuk berhubungan seksual walaupun tidak menderita gangguan mood apapun. Sebenarnya terdapat beberapa alasan yang menyebabkan mengapa seorang pria mengalami penurunan gairah seksual. Hal pertama adalah masalah emosional. Jika seorang pria merasa ditolak dan tidak berharga, maka ia pun tidak akan merasa dirinya menarik (dalam hal hubungan seks). Ia pun mungkin akan menghindari berbagai kontak fisik, termasuk berciuman atau berdekatan dengan pasangannya. Hal kedua adalah akibat gangguan kesehatan fisik. Saat seorang pria mengalami gangguan depresi, maka ia pun cenderung mengalami peningkatan berat badan dan jarang berolahraga atau bahkan lebih sering mengkonsumsi minuman beralkohol, yang juga dapat mempengaruhi fungsi seksual seorang pria dan tentu saja kemampuannya di tempat tidur. Hal ketiga yang juga dapat mempengaruhi gairah seksual seorang pria adalah penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk obat anti depresi yang seringkali menyebabkan penurunan gairah seksual sebagai efek sampingnya. Banyak orang yang mengkonsumsi obat anti depresan melaporkan bahwa mereka mengalami penurunan gairah seksual atau penurunan respon terhadap stimulasi seksual.     Sumber: foxnews
 10 Mar 2021    20:00 WIB
Sering Berhubungan Seks Turunkan Resiko Terjadinya Kanker Prostat, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa berhubungan seks dengan lebih dari 20 orang wanita dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat pada pria hingga 28%. Sebaliknya, pria yang berhubungan seks dengan lebih dari 20 orang pria memiliki resiko yang lebih tinggi, hingga 2 kali lipat, untuk menderita kanker prostat dibandingkan dengan pria yang tidak pernah berhubungan seks dengan pria lain. Pada penelitian yang dilakukan di Kanada, para peneliti melakukan survei pada 3.208 orang pria yang berusia antara tahun 2005-2009. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berhubungan seks dapat melindungi pria dari kanker prostat dan semakin sering berhubungan seks, maka semakin rendah resiko seorang pria untuk menderita kanker prostat. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan sering berhubungan seks berarti juga sering berejakulasi, yang terbukti cukup efektif untuk melindungi seorang pria dari kanker prostat. Hal ini dikarenakan berhubungan seks dapat menurunkan konsentrasi zat karsinogenik di dalam cairan prostat. Akan tetapi, para peneliti masih tidak menemukan penyebab yang jelas mengapa pria yang berhubungan seks dengan lebih dari 20 orang pria lain justru memiliki resiko kanker prostat yang lebih tinggi. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan mereka lebih beresiko untuk mengalami infeksi saluran kemih berulang atau mungkin juga karena seks anal menyebabkan trauma fisik pada prostat.     Sumber: askmen
 09 Mar 2021    20:00 WIB
4 Jenis Gangguan Seks yang Dapat Mengenai Wanita di Segala Usia
Gangguan seksual dapat membuat seseorang menjadi saat stress, karena tidak hanya mempengaruhi kehidupan seks Anda, tetapi juga mempengaruhi hubungan Anda dan pasangan. Sekarang ini para peneliti sedang meneliti apa sebenarnya pengaruh usia terhadap berbagai jenis gangguan seksual seperti berkurangnya gairah seksual, kesulitan atau ketidakmampuan untuk mencapai orgasme, dan rasa nyeri saat berhubungan seks. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 15.048 wanita heteroseksual yang berusia antara 16-74 tahun dan meminta mereka untuk menjawaba sebuah survei online mengenai kehidupan seks mereka, khususnya mengenai ketiga hal di atas. Berbagai pertanyaan tersebut kemudian akan dinilai dengan cara demikian, yaitu: Nilai 0 berarti bahwa tidak ada permasalah seksual apapun Nilai 3 berarti terdapat gangguan seksual berat atau ekstrim Secara keseluruhan penelitian ini menemukan bahwa walaupun sebagian besar gangguan seksual meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang, akan tetapi beberapa gangguan seksual lainnya tetap ada di sepanjang hidup seorang wanita dan menyebabkan para wanita merasa stress. Di bawah ini terdapat beberapa gangguan seksual yang paling sering mengenai wanita di segala usia.  1.      Berkurangnya Gairah Seksual Pada sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa berkurangnya gairah seksual merupakan hal yang paling jarang terjadi pada wanita muda, akan tetapi bukan berarti tidak ada. Kurang dari 10% wanita yang berusia antara 20-24 tahun juga mengalami hal ini. Selain itu, sekitar 20% wanita yang berusia antara 25-29 tahun juga mengalaminya. Akan tetapi, wanita berusia 50-60 tahun merupakan kelompok yang paling sering mengalami hal ini. Mengapa wanita muda juga dapat mengalami gangguan ini? Hal ini dikarenakan oleh rasa lelah akibat pekerjaan, stress, masalah psikologis seperti merasa bentuk badan tidak bagus, masalah dalam hubungan dengan pasangan, penggunaan pil KB, dan penggunaan obat anti depresi.  2.      Kurangnya Pelumas Pada Vagina Hal menarik lainnya yang ditemukan para peneliti pada penelitian ini adalah bahwa masalah kurangnya pelumas ternyata dapat terjadi juga pada wanita muda, yaitu yang berusia antra 16-49 tahun. Kekeringan pada vagina dapat membuat Anda merasa nyeri saat berhubungan seks dan bukanlah masalah yang dapat Anda anggap remeh. Kekeringan vagina dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti dehidrasi, penggunaan obat-obatan tertentu, sedang menyusui, atau akibat perubahan hormonal saat memasuk masa menopause. Penggunaan pelumas saat berhubungan seks dapat membantu.  3.      Kesulitan Mencapai Orgasme Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa kesulitan mencapai orgasme banyak dialami oleh wanita berusia antara 20-24 tahun (sekitar 25.4%) dan berkurang saat mereka berusia akhir 20, 30, dan 40 tahun; kemudian kembali meningkat saat mereka berusia 50 tahun. Mengapa demikian? Hal ini mungkin dikarenakan saat berusia muda, para wanita ini masih berganti-ganti pasangan dan belum menemukan pasangan tetap. Sedangkan saat berusia pertengahan dan akhir 20an mereka biasanya telah menikah dan menemukan pasangan tetap,  yang tentu saja membuat merasa lebih nyaman dan telah mengetahui bagaimana caranya membuat sang wanita mencapai orgasme karena telah lama menikah.  4.      Nyeri Saat Berhubungan Seks Keluhan ini paling sering ditemukan pada wanita yang berusia antara 16-19 tahun (7.2%) dan paling jarang ditemukan pada wanita yang berusia antara 30-40 tahun, yang kembali meningkat saat wanita berusia 50 tahun, yang mungkin disebabkan oleh perubahan hormonal akibat memasuki masa menopause. Dispareunia atau nyeri saat berhubungan seks adalah nyeri pada daerah vagina, klitoris, atau labia (bibir vagina) saat berhubungan seksual. Hal ini dapat terjadi karena vagina kering, atau akibat penggunaan spiral, atau akibat trauma psikologis.       Sumber: womenshealthmag
 09 Mar 2021    18:00 WIB
9 Hal yang Membuat Seorang Pria Tidak Ingin Berhubungan Seks, Sekarang!
Setiap orang pasti pernah mengalami saat-saat di mana ia tidak menginginkan sesuatu yang disukainya, seperti kopi, coklat, dan seks. Banyak orang mengira bahwa pria selalu menginginkan seks setiap harinya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa hal ini ternyata tidak benar? Seperti halnya wanita, pria pun memiliki mood yang juga dapat berubah-ubah, yang kadangkala membuatnya tidak bergairah untuk berhubungan seks. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang paling sering membuat seorang pria enggan berhubungan seks (saat itu, bukan seterusnya).  1.      Salah Memilih Makanan Hari ini ia mungkin memilih menu makanan yang salah dan sekarang perutnya terasa tidak enak karena penuh dengan gas, yang dapat membuatnya buang gas kapan saja.  2.      Sedang Mabuk Mabuk dapat membuat performanya saat berhubungan seks menurun, yang tentu saja dapat membuatnya malu di hadapan Anda. Jangan khawatir, saat ia telah sadar kembali, ia tentu tidak akan menolak ajakan Anda.  3.      Sangat Mengantuk dan Lelah Saat si dia merasa sangat mengantuk dan lelah, seks mungkin dapat terlihat seperti suatu hal yang sangat berat untuk dilakukan. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda membiarkannya beristirahat terlebih dahulu.  4.      Sedang Marah Apakah Anda baru saja bertengkar dengannya? Rasa marah dapat membuatnya enggan berhubungan seks dengan Anda. Akan tetapi, jangan menduga bahwa ia selalu sedang marah terhadap Anda setiap kali ia menolak berhubungan seks. Walaupun demikian, bila Anda mencurigai ada hal lain yang disembunyikannya, jangan ragu untuk segera bertanya padanya.  5.      Nyeri Punggung Nyeri di bagian punggung, pinggang, maupun leher dapat membuat hubungan seks sangat menyiksa. Anda mungkin dapat mencoba untuk bertukar posisi dengannya.  6.      Merasa Badannya Bau Apakah ia baru saja selesai berolahraga dan belum sempat mandi sebelum pulang? Ia mungkin tidak ingin Anda mencium bau badannya yang sangat tidak sedap tersebut. Jadi, jangankan berhubungan seks, ia bahkan mungkin menolak untuk berdekatan dengan Anda hingga selesai mandi.  7.      Sedang Malas Pria tahu bahwa wanita membutuhkan waktu "pemanasan" yang lebih lama daripada pria. Oleh karena itu, bila ia sedang merasa lelah mungkin ia merasa malas harus melakukan semua "pemanasan" yang biasanya, walaupun sebenarnya ia ingin berhubungan seks dengan Anda sekarang.  8.      Sedang Asyik Menonton Televisi Apakah ia sedang seru menonton pertandingan bola atau bulu tangkis atau pertandingan olahraga lainnya atau justru sedang asyik menonton film? Jangankan pria, Anda pun mungkin akan menolak ajakannya untuk berhubungan seks saat sedang asyik nonton. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda menunggu hingga acara apa pun yang sedang ditonton oleh pasangan Anda selesai.  9.      Stress Apakah pekerjaannya membuatnya selalu merasa stress dan tertekan? Bila ya, maka hal ini mungkin dapat membuat gairahnya menurun. Jika Anda mengkhawatirkan keadaan ini, Anda dapat membantunya dengan memberinya pijatan yang dapat membuatnya rileks, dan mungkin juga, bergairah!     Sumber: womenshealthmag
 08 Mar 2021    20:00 WIB
Ingin Mencapai Orgasme? Coba Kiat Berikut
Ingat memperpanjang waktu ejakulasi Anda dan mendapatkan orgasme membutuhkan beberapa imajinasi dan usaha dari masing-masing pasangan. Jika Anda mampu menahan sedikit maka ada peluang untuk mencapai orgasme yang sempurna. Berikut adalah kiat yang dapat Anda ikuti untuk mendapatkan orgasme yang sempurna: Jangan lupakan satu hal yang paling penting yaitu foreplay. Apabila Anda menghabiskan waktu yang cukup untuk melakukan foreplay maka Anda akan mendapatkan orgasme yang menakjubkan Untuk Anda yang melakukan hubungan intim jangan terlalu terburu-buru dalam melakukannya, Anda dapat beristirahat dan berbaring selama satu atau dua menit. Foreplay berarti berciuman, memijat dan membelai bagian tubuh yang berbeda. Kedua pasangan harus berpartisipasi dan untuk pertama salah satu pasangan melakukannnya terlebih dahulu dan kemudian melakukannya secara bersamaan. Masukkan ke dalam vagina bila vagina pasangan Anda sudah sepenuhnya "basah" dan siap untuk dilakukan penetrasi. Bermain dengan puting payudara dan mengisap lembut puting dan payudara dapat membuat wanita lebih mudah terangsang, sehingga membuat vagina cepat terlubrikasi dan siap untuk melakukan hubungan seks Seks oral dapat merangsang alat kelamin wanita dan membuatnya siap untuk beraksi Lakukan hubungan intim dengan berbagai posisi yang berbeda Setelah Anda melakukan penetrasi kedalam vagina. Gesekkan kepala penis kepada klitoris wanita beberapa kali untuk terus merangsang pasangan Anda Apabila Anda merasa sudah siap untuk ejakulasi usahakan memperlambat beberapa detik. Berdiam sebentar, ubah posisi Anda apabila perlu Posisikan pasangan (wanita) diatas, kemudian belai tubuhnya untuk membuatnya kembali bersemangat Saran kami untuk Anda dan pasangan bereksperimenlah dan mencari tahu apa yang terbaik bagi Anda dan pasangan. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan seksual terbaik berlangsung antara 7 dan 13 menit. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan untuk foreplay semakin tinggi kemungkinan mendapatkan orgasme yang sempurna.   Sumber: medindia