Your browser does not support JavaScript!
 01 Aug 2019    08:00 WIB
Ini Cara Membersihkan Pusar Yang Tepat
Tahukah Anda bahwa kotoran pada pusar Anda ternyata merupakan campuran antara bakteri, kotoran, keringat, sabun, lotion, dan serat pakaian? Hal ini berarti pusar Anda merupakan bagian tubuh yang juga perlu dibersihkan setiap harinya. Pusar Anda tidak tampak terlalu kotor jadi tidak perlu dibersihkan bukan? Menurut sebuah penelitian dari North Carolina State University, walaupun pusar Anda tidak tampak terlalu kotor, akan tetapi sebagian besar pusar "dipenuhi" dengan 67 jenis bakteri yang berbeda. Pusar yang jarang dibersihkan dapat mengeluarkan bau tidak sedap dan bahkan dapat mengalami infeksi. Infeksi pada pusar biasanya akan membuat kulit di area pusar dan sekitarnya menjadi kemerahan, gatal, dan tampak bersisik. Proses pembersihan ini sangat penting, terutama bagi Anda yang memiliki anting tindik di daerah pusar. Selain itu, walaupun sangat jarang, terkadang dapat terjadi pertumbuhan suatu jaringan pada pusar yang berbentuk seperti batu. Jaringan ini disebut dengan omfalolit atau umbolit. Jaringan ini dapat tumbuh besar hingga menutupi seluruh pusar dan dapat mengalami infeksi, meradang, bahkan menjadi luka terbuka (ulkus).   Baca juga: Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga!   Jadi bagaimana cara tepat membersihkan pusar Anda setiap harinya agar terhindar dari infeksi dan bau tidak sedap? Bila pusar Anda tampak menonjol keluar, maka yang Anda perlukan hanyalah mandi secara teratur setiap harinya atau membersihkan pusar Anda dengan handuk bersih yang telah dibasahi dengan campuran air dan sabun. Akan tetapi, bila pusar Anda tampak masuk ke dalam, maka Anda mungkin perlu membersihkannya setidaknya 1 kali seminggu dengan menggunakan cotton bud yang telah dibahasi dengan campuran air dan sabun atau Anda juga dapat menggunakan alkohol. Bila cara di atas tidak juga berhasil membersihkan kotoran atau mengurangi bau tidak sedap pada pusar Anda, maka Anda mungkin perlu segera mencari pertolongan medis dengan mengunjungi seorang dokter terdekat, karena pusar Anda mungkin telah mengalami infeksi dan perlu pengobatan yang tepat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag
 05 Sep 2017    15:00 WIB
Kencangkan Kulit Dengan 7 Cara Mudah
Proses kehidupan seperti kehamilan, pertambahan usia, berat badan yang naik turun dapat menyebabkan kulit menjadi kendur dan kehilangan elastisitasnya. Kulit yang kendur tentu dapat mengganggu penampilan Anda dan membuat Anda terlihat lebih tua. Agar kulit Anda tetap kencang dan terlihat awet muda ada beberapa tips yang dapat Anda ikuti. Ayo disimak! 1.  Lulur Lulur dilakukan untuk proses eksfoliasi kulit. Eksfoliasi kulit berguna untuk menyingkirkan sel-sel kulit mati. Cara ini dapat memperlancar sirkulasi darah sehingga kulit mendapatkan oksigen dan nutrisi-nutrisi penting yang dibutuhkan untuk proses regenerasi kulit kulit. Cara melakukan lulur yang baik: Gunakan lulur mineral dan lulur garam yang bagus untuk mengencangkan kulit. Pilih produk lulur yang memiliki butiran pengelupas yang halus yaitu berbentuk bulat sehingga tidak menimbulkan iritasi akibat gesekan. Lakukan peluluran sebelum mandi atau saat kulit dalam kondisi kering. Bila dilakukan setelah mandi, saat kulit basah, permukaan kulit yang licin akan mempersulit proses eksfoliasi. Mulai melulur dari tubuh bagian atas  lalu ke bawah. Bila dilakukan sebaliknya, tubuh bagian bawah yang sudah dilulur akan terkena kotoran lulur tubuh bagian atas. Melulur dengan gerakan tangan maju mundur atau melingkar melawan gravitasi mirip dengan teknik memijat. Dengan teknik tersebut, selain bersih, kulit juga menjadi kencang. Fokuskan pada daerah dimana kulit Anda yang kendur. Jangan lupakan perut dan bokong Anda. 2.  Gunakan minyak Setelah mandi, usapkan minyak ke sekujur tubuh untuk membantu menjaga kelembapan kulit Anda, yang meningkatkan elastisitas kulit Anda. Anda bisa menggunakan baby oil, minyak buah jarak dan minyak almond juga bagus untuk kulit Anda. Tambahkan sedikit minyak ke dalam air mandi Anda. Kulit Anda akan menyerap minyak saat Anda bersantai. 3.  Cobalah krim atau losion pengencang kulit. Untuk membantu mengencangkan kulit carilah produk-produk yang mengandung vitamin A, vitamin E, dan kolagen, yang mana semua itu membantu mengencangkan kulit. Lidah buaya merupakan pengencang kulit alami yang baik carilah losion yang mengandung lidah buaya, atau oleskan lidah buaya murni pada kulit Anda. Gunakan krim atau losion tersebut setidaknya sekali dalam sehari, fokuskan pada daerah yang memerlukan pengencangan. 4.  Gunakan masker kulit. Anda dapat menggunakan masker wajah untuk kulit tubuh Anda. Gunakan pada paha, perut, lengan Anda, di mana daerah tersebut yang mudah mengalami pengenduran. Gunakan satu atau dua kali dalam seminggu pada daerah yang ingin Anda kencangkan. Bahan masker yang bermanfaat untuk mengencangkan kulit seperti berbahan dasar kopi, bengkuang, madu. 5.  Lakukan pemijatan. Pemijatan sangat baik untuk meningkatkan sirkulasi, yang berhubungan dengan pengencangan kulit. Mintalah pramu pijat untuk memfokuskan pada daerah yang ingin Anda kencangkan. 6.  Hindari sabun yang keras. Produk perawatan kulit yang mengandung natrium lauril sulfat dan bahan kimia sejenisnya dapat merusak kulit Anda dan membuatnya kering. Apabila Anda ingin mengencangkan kulit Anda, hindari pembersih yang sangat kuat dan keras. Pilihlah, produk alami yang lembut untuk membersihkan diri Anda. Pembersih yang terbuat dari minyak adalah pilihan terbaik untuk mengencangkan kulit. 7.  Lindungi kulit Anda dari sinar matahari. Terpapar sinar matahari secara terus menerus dapat merusak kulit, merampas minyak alami kulit, menganggu kelembaban kulit dan mendorong kerusakan kolagen. Yang bertanggung jawab atas keelastisan kulit Anda. Gunakan selalu tabir surya yang mengandung SPF minimal 30. Merawat keindahan kulit sejak dini sama seperti berinvestasi. Semakin dini Anda melakukan perawatan maka kesehatan dan keindahan kulit lebih terjaga dan menghindari Anda dari proses penuaan dini. Baca juga: Perawatan Mudah Untuk Si Kulit Kering Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: allwomenstalk
 19 Mar 2016    18:00 WIB
5 Alasan Berhenti Menggunakan Sabun Antibakteri
Beberapa minggu yang lalu, FDA (Food and Drug Administration) mengumumkan bahwa produsen sabun antibakteri harus mencantumkan jika penggunaan sabun konvensional dan air sama aman dan efektifnya untuk membunuh kuman dengan sabun antibakteri. Jika mereka tidak melakukannya maka dalam beberapa tahun kedepan ijin produksinya akan dicabut. Sekitar 75% dari sabun cair dan 30% dari sabun batangan menggunakan bahan kimia yang disebut Triclosan sebagai bahan aktifnya. Triclosan sebenarnya merupakan bahan yang hanya dipergunakan untuk penggunaan di Rumah Sakit, telah diadopsi dan dipakai oleh pabrik pembuat sabun dan industri rumahan lainnya pada tahun 1990, bahkan diperkirakan industri tersebut bernilai jutaan dolar. Selain sabun, kita juga mulai menggunakan bahan kimia tersebut pada tissue basah, hand gels, penutup matras dan lainnya karena kita ingin memusnahkan bakteri yang terdapat di rumah kita. Penggunaan triclosan untuk penggunaan sehari-hari di rumah belum pernah dievaluasi oleh FDA walaupun sudah ada permintaan untuk penggunaannya sejak tahun 1972. Tahun lalu FDA sudah mengeluarkan draft akhirnya, yang menyatakan bahwa biaya produksi untuk sabun antibakteri lebih besar daripada manfaat yang dihasilkan, tetapi pihak produsen memaksa untuk membuktikan sebaliknya. Berikut adalah alasan mengapa kita harus berhenti menggunakan sabun antibakteri dalam jangka waktu yang lama: 1.       Sabun antibakteri tidak lebih efektif untuk membunuh kuman dibanding sabun biasa dan air Selama 42 tahun penelitian oleh FDA dan juga badan penelitian independen lainnya menghasilkan tidak adanya bukti jika triclosan menyediakan untungan lain dibandingkan sabun biasa. Pihak produsen mengatakan mereka mempunyai bukti jika triclosan mempunyai keungulan, tetapi muncul perselisihan dari penggunaan berbagai macam metode pengujian. Tes menunjukkan jumlah bakteri pada tangan pengguna menunjukkan bahwa triclosan hanya membunuh bakteri sedikit lebih banyak dibanding sabun biasa 2.       Sabun antibakteri dapat menimbulkan resistensi antibiotik Alasan FDA meminta produsen membuktikan keungulan dari triclosan ini karena timbulnya resiko kesehatan yang diasosiasikan oleh triclosan dan kemungkinan timbulnya resistensi bakteri. Penggunaan antibiotik yang berlebihan resistensi, yang menghasilkan populasi bakteri bermutasi dan dapat mempertahankan diri dari paparan bahan kimia. Jika bahan kimia tersebut sering digunakan, memang dapat membunuh bakteri, tetapi juga dapat membuat bakteri tersebut bermutasi. Jika ini terjadi terus menerus dan dalam skala besar, maka besar kemungkinan bahan kimia tersebut menjadi tidak berguna untuk melawan bakteri. 3.       Sabun antibakteri dapat mengganggu endokrin Beberapa studi menemukan, pada tikus dan katak, triclosan dapat mengintervensi regulasi hormone tiroid dalam tubuh. Jika hal ini terjadi pada manusia maka dikhawatirkan dapat menimbulkan problem kesehatan seperti infertilitas, pubertas dini, obesitas dan kanker. Efek yang dijelaskan tersebut belum pernah ditemukan pada manusia, tetapi FDA mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut patut diperhatikan. 4.       Sabun antibakteri juga dapat menimbulkan gejala kesehatan lainnya Terdapat bukti yang cukup pada anak yang terpapar triclosan pada waktu yang lama dapat menderita alergi, seperti alegi kacang dan alergi terhadap serbuk. Para ilmuwan berspekulasi jika alergi ini muncul karena kurangnya paparan dengan bakteri, yang menyebabkan sistem imunitas tidak berkembang dengan baik. 5.       Sabun antibakteri tidak baik untuk lingkungan Ketika kita menggunakan banyak triclosan, artinya semakin banyak triclosan yang terbuang di saluran air. Triclosan dapat merusak pertumbuhan alga di air karena triclosan menghambat proses fotosintesa. Kerusakan alga ini dapat merusak keseimbangan alam. Pada tahun 209, para peneliti melakukan survey terhadap lumba-lumba mulut botol di South Carolina dan Florida, dan mereka menemukan tingkat kandungan kimia yang cukup berbahaya pada darah mereka.   Sumber: salon