Your browser does not support JavaScript!
 04 Dec 2019    08:00 WIB
Apa Efek Samping Vaksin Rotavirus?
Rotavirus merupakan virus yang paling sering menyebabkan terjadinya diare, terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksin rotavirus bukan merupakan imunisasi wajib di Indonesia. Pemberian vaksin rotavirus dapat membantu mencegah terjadinya diare atau infeksi lainnya yang disebabkan oleh rotavirus. Akan tetapi, seperti halnya obat-obatan, vaksin juga memiliki efek samping. Efek samping akibat pemberian vaksin ini biasanya hanya merupakan efek samping ringan seperti reaksi alergi ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Pada beberapa kasus walaupun sangat jarang, dapat terjadi reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa. Sebagian besar bayi yang menerima vaksin rotavirus tidak mengalami efek samping apapun. Akan tetapi, beberapa orang bayi mungkin mengalami beberapa efek samping, mulai dari efek samping ringan hingga berat. Efek Samping Ringan Setelah pemberian vaksin rotavirus, bayi mungkin akan menjadi rewel atau mengalami diare ringan sementara atau muntah. Efek Samping Berat Setelah pemberian vaksin rotavirus, seorang bayi memiliki resiko untuk mengalami intususepsi (sangat jarang). Intususepsi merupakan suatu keadaan di mana terjadi penyumbatan saluran cerna yang membuat bayi memerlukan perawatan inap di rumah sakit dan mungkin juga memerlukan tindakan pembedahan untuk mengatasinya. Intususepsi merupakan suatu keadaan yang dapat terjadi secara alami pada bayi dan penyebabnya biasanya tidak diketahui. Intususepsi yang terjadi akibat pemberian vaksin rotavirus biasanya terjadi dalam waktu 1minggu setelah pemberian dosis pertama atau kedua vaksin. Sumber: cdc
 20 Aug 2014    14:00 WIB
Siapa yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Rotavirus?
Rotavirus merupakan virus yang paling sering menyebabkan terjadinya diare, terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksin rotavirus bukan merupakan imunisasi wajib di Indonesia. Pemberian vaksin rotavirus dapat membantu mencegah terjadinya diare atau infeksi lainnya yang disebabkan oleh rotavirus. Walaupun vaksin rotavirus cukup aman diberikan pada bayi, akan tetapi terdapat beberapa keadaan yang membuat seorang bayi tidak diperbolehkan menerima vaksin rotavirus. Beberapa keadaan tersebut adalah: • Seorang bayi yang pernah mengalami reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa setelah pemberian vaksin rotavirus • Seorang bayi yang pernah mengalami reaksi alergi berat pada berbagai komponen vaksin rotavirus •Seorang bayi yang menderita immunodefisiensi berat (severe combined immunodeficiency) • Seorang bayi yang menderita intususepsi • Seorang bayi yang sedang mengalami sakit sedang atau berat (misalnya sedang menderita diare sedang atau berat atau muntah-muntah) tidak diperbolehkan menerima vaksin rotavirus hingga sembuh • Seorang bayi dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena menderita HIV/AIDS atau berbagai penyakit yang mengganggu sistem kekebalan tubuh • Seorang bayi yang sedang menerima pengobatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seperti kemoterapi atau radiasi atau mengkonsumsi obat golongan steroid dalam jangka waktu lama • Seorang bayi yang menderita kanker Sumber: cdc