Your browser does not support JavaScript!
 26 Apr 2020    11:00 WIB
Berbagai Resiko Bagi Pengguna Vape
Saat ini adalah jamannya "e" seperti e-money, e-ktp, dsb. Terakhir yang menjadi trend di kalangan anak muda adalah e-rokok atau rokok elektronik atau yang lebih dikenal dengan nama vape. Perangkat ini dioperasikan dengan baterai yang memancarkan emisi uap yang mengandung nikotin maupun yang non-nikotin. Dengan demikian akan memberikan sensasi atau rasa seperti menghirup asap rokok tembakau. Vape sejak kemunculannya pertam kali pada tahun 2004 telah digunakan oleh jutaan orang di China. Di Amerika sendiri mengalami peningkatan pemakaian oleh siswa SMA dari tahun 2011-2015 sebanyak 900 persen. Pada tahun 2016 lebih dari 2 juta siswa SMP dan SMA telah mencoba vape. Kepopuleran dan peningkatan penggunaan vape ini karena adanya kebutuhan orang-orang yang ingin berhenti atau mengurangi rokok.  Alat ini memang dibuat menyerupai rokok namun tanpa membakar tembakau. Namun apakah menggunakan alat ini berarti aman? Cara kerja vape Vape sendiri terdiri dari corong atau katrid, elemen pemanas, baterai isi ulang, dan sirkuit elektronik. Ketika seorang menghisap corong, maka secara otomatis sesnsor panas akan diaktifkan. Kemudian panas ini akan membuat cairan atau larutan yang beraroma dalam katrid menguap sehingga dihasilkan aerosol yang kemudian dihisap atau divape. Larutan campuran yang digunakan ini disebut juga dengan e-liquid atau e-juice yang dibuat dengan mengekstrak nikotin dari tembakau yang dicampur dengan bahan dasar seperti propylene glycol (biasa digunakan untuk inhaler asma), dan juga penyedap yang memberikan rasa seperti mentol, semangka, dll. Manfaat M3enggunakan vape diklaim bisa mengurangi resiko kesehatan jika dibandingkan dengan merokok konvensional yang mengadung nikotin. Bahkan beberapa penelitian menemukan mereka yang menggunakan vape beberapa akhirnya berhenti merokok. Namun, pada tahun 2015, 58,8 persen pengguna dewasa terus merokok rokok biasa. Ada yang berpendapat bahwa orang muda lebih baik vaping daripada merokok pada awal kebiasaan mereka. Namun The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyimpulkan bahwa vape bermanfaat untuk perokok dewasa yang tidak dalam keadaan hamil asalkan mereka sepenuhnya tidak menggunakan nikotin atau produk tembakau lainnya. Namun pada tahun 2016 the Surgeon General menyatakan bahwa ternyata vape bukanlah produk yang bebas dari resiko penyakit, sebaliknya justru menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan. Sebab itu mari kita lihat lebih jauh mengenai resiko kesehatan yang bisa ditimbulkan. Resiko Berikut adalah beberapa resiko yang bisa ditimbulkan Vape masih mengandung nikotin yang membuat ketagihan dan memicu perubahan pada otak remaja. Bagi wanita hamil akan mempengaruhi perkembangan janin Aerosol mengandung pelarut, perasa, dan racun, yang menurut Surgeon General sebagai "berbahaya" atau "berpotensi membahayakan." Seperti halnya rokok konvensional, vape juga membahayakan paru-paru karena salah satu yagn digunakan adalah dicetyl yang dapat menyebabkan "paru-paru popcorn"yaitu penyakit paru-paru yang parah atau tidak bisa diperbaiki. Resiko keracunan karena tidak sengaja cairan yang di dalam tertelan Menggunakan vape seperti halnya rokok pada umumnya bisa memicu orang ingin mengkonsumsi bahan lainnya seperti kokain Menurut The National Institute on Drug Abuse (NIDA) atau Lembaga Nasional untuk Penyalagunaan Obat merujuk bahwa menghirup langsung dari larutan yang diteteskan ke elemen pemanas bisa menyebakan resiko mengalami gangguan tenggorokan yang lebih parah. Pada bulan Januari 2018 berdasarkan penelitian laboratorium terhadap tikus bahwa kandungan nitrosamine yang dipakai dalam vape bisa merusak DNA. Setelah paru-paru tikus terkena asap vape, kemampuan untuk memperbaiki paru-paru berkurang. Mereka menyimpulkan vape bisa beresiko terhadap kesehatan jantung dan juga bisa menimbulkan kanker paru-paru dan kandung kemih. Sampai saat ini vape masih terus menjadi perdebatan. Sobat sehat tentu ingin memiliki hidup yang sehat dan mungkin ada keinginan untuk berhenti merokok. Namu apakah vape menjadi solusinya? Jika sobat merasa bahwa tidak ada manfaat yang diberikan dan malah merasa adanya gangguan kesehatan, ada baiknya sobat segera konsultasikan dengan dokter yang berkompetensi. Tetaplah sehat dan semangat menjalani hidup ini.   Sumber : www.medicalnewstoday.com
 15 Sep 2014    13:00 WIB
Rokok Elektronik Ternyata Mengandung Logam Berat Berbahaya
Uap yang dihasilkan oleh rokok elektronik memang tidak seberbahaya asap yang dihasilkan dari rokok biasa, akan tetapi, uap ini ternyata juga mengandung racun. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menemukan bahwa memang uap yang dihasilkan oleh rokok elektronik mengandung lebih sedikit zat-zat berbahaya (10 kali lebih sedikit) dibandingkan dengan rokok biasa. Akan tetapi, bukan berarti uap rokok elektronik ini benar-benar bebas dari racun. Para peneliti menemukan bahwa uap rokok elektronik ini mengandung cukup banyak logam-logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Uap rokok elektronik memang tidak mengandung polisiklik hidrokarbon aromatik, suatu zat karsinogenik (dapat memicu terjadinya kanker) yang terdapat pada asap rokok biasa. Akan tetapi, uap rokok elektronik ini memang mengandung 4 kali lebih banyak kromium dan nikel dibandingkan dengan rokok biasa. Selain itu, para peneliti juga menemukan adanya timah dan seng pada uap rokok elektronik, akan tetapi dengan kadar yang lebih sedikit dibandingkan dengan rokok biasa. Para peneliti pada penelitian ini berkesimpulan bahwa memang benar rokok elektronik tidaklah seberbahaya rokok biasa (dalam hal kesehatan), akan tetapi uap rokok elektronik memang mengandung lebih banyak logam berat beracun seperti nikel dan kromium dibandingkan dengan asap rokok biasa. Hal ini membuat para ahli khawatir mengenai dampaknya pada para perokok pasif dan perokok itu sendiri.     Sumber: newsmaxhealth  
 10 Sep 2014    10:00 WIB
6 Fakta Seputar Rokok Elektronik yang Perlu Anda Diketahui
Hampir semua orang tentunya telah mengetahui berbagai dampak buruk tembakau atau merokok bagi kesehatannya. Akan tetapi, di luar semua pengetahuan mengenai dampak buruk rokok tersebut, masih banyak orang yang terus merokok. Rokok elektronik atau lebih dikenal dengan nama e-cigarettes sekarang ini telah banyak digunakan untuk membantu para perokok menghentikan kebiasaan merokoknya tersebut. Walaupun banyak orang mengatakan bahwa rokok elektronik merupakan pilihan yang lebih baik daripada merokok, akan tetapi para ahli masih ragu mengenai benarkah rokok elektronik lebih baik daripada rokok biasa. Di bawah ini terdapat beberapa fakta menari seputar rokok elektronik yang perlu Anda ketahui sebelum mulai mencobanya. Berhenti merokok sama sekali tetap lebih baik daripada beralih ke rokok elektronik ini.   1.     Tidak Memerlukan Api Anda tidak perlu merasa khawatir saat Anda tidak dapat menemukan korek api Anda saat ingin merokok, karena rokok elektronik tidak memerlukan api untuk menyalakannya. Rokok elektronik memiliki sebuah baterai litium dan suatu alat uap serta sebuah tabung yang berisi cairan. Saat Anda menghisap rokok elektronik seperti saat merokok, maka baterai litium di dalamnya akan menyala dan memanaskan cairan di dalam tabung tersebut hingga menguap. Karena rokok elektronik tidak membakar tembakau secara langsung; maka tidak ada asap, bau, ataupun karbonmonoksida yang dihasilkan, hanya uap.   2.     Mengandung Nikotin Cair Rokok elektronik memang bebas asap dan tembakau, tetapi tidak bebas nikotin. Cairan yang terdapat di dalam tabung rokok elektronik merupakan kombinasi nikotin, perasa (misalnya rasa permen karet atau semangka), propilen glikol, dan berbagai zat adiktif lainnya. Jumlah nikotin yang terdapat di dalam rokok elektronik tergantung dari campuran berbagai zat di dalam cairan tersebut. Beberapa jenis rokok elektronik mengandung cukup banyak tembakau yang sama dengan rokok biasanya, sedangkan jenis lainnya mungkin memiliki jumlah nikotin yang sama dengan rokok yang lebih ringan. Selain itu, terdapat pula rokok elektronik yang tidak mengandung nikotin.   3.     Beracun Rokok mengandung lebih dari sekitar 7.000 zat kimia, di mana 69 di antaranya telah diketahui dapat menyebabkan kanker (bersifat karsinogenik). Akan tetapi, tidak hanya rokok biasa saja yang berbahaya bagi kesehatan Anda, rokok elektronik pun dapat berbahaya bagi kesehatan Anda karena mengandung nikotin. Nikotin cair di dalam rokok elektronik diekstrak dari tembakau, akan tetapi tidak seperti daun tembakau, nikotin cair dapat menyebabkan kematian. Nikotin cair dapat sangat berbahaya bila dihirup atau tercerna atau diserap oleh tubuh melalui kulit. Bahkan nikotin cair dalam jumlah yang sangat sedikit juga berbahaya. Kurang dari 1 sendok makan nikotin cair dapat membunuh orang dewasa, sedangkan 1 sendok teh nikotin cair dapat membunuh anak kecil. Keracunan akibat nikotin cair ini telah mulai meningkat, terutama pada anak-anak balita. Selain itu, tidak hanya nikotin cair di dalam rokok elektronik yang dapat berbahaya bagi kesehatan Anda. Beberapa jenis alat rokok elektronik juga dapat melepaskan beberapa jenis logam berat yang merupakan racun bagi tubuh Anda dan atau bersifat karsinogenik.   4.     Dapat Digunakan Kembali Karena rokok elektronik menggunakan baterai sebagai sumber tenaganya, maka selama baterai tersebut terisi penuh, maka rokok elektronik dapat terus Anda gunakan, seperti halnya telepon genggam Anda.   5.     Tetap Menghasilkan Asap Campuran Saat Anda merokok rokok biasanya, maka rokok akan menghasilkan suatu asap campuran yang dapat berpengaruh buruk pada orang-orang di sekitar Anda. Banyak perokok pasif yang meninggal karena terlalu banyak menghirup asap rokok campuran ini. Walaupun rokok elektronik tidak seberbahaya rokok biasa, akan tetapi rokok elektronik ini tetap menghasilkan suatu asap (uap) yang tetap berbahaya bagi orang-orang di sekitarnya. Uap rokok elektronik ini memang hanya mengandung nikotin 10 kali lebih rendah daripada rokok biasa. Selain itu, uap yang dihasilkan tidak mengandung karbonmonoksida atau bahan beracun lainnya.   6.     Dapat Menyebabkan Kerusakan Paru-paru Merokok telah dikenal banyak orang sebagai salah satu penyebab terjadinya kanker, terutama kanker paru. Seorang perokok memiliki resiko kanker paru sebanyak 15-30 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Walaupun para pembuat rokok elektronik ini mengatakan bahwa produknya lebih aman daripada rokok biasa, para peneliti menemukan bahwa penggunaan rokok elektronik dapat menyebabkan penurunan fungsi paru, gangguan pada saluran napas, dan perubahan bentuk sel; tanpa mempertimbangkan apakah mereka juga pernah atau sedang mengkonsumsi rokok biasa. Selain itu, para penelitian di laboratorium, sel-sel tubuh tetap mengalami perubahan yang tidak sehat saat terpapar dengan uap rokok elektronik, sama seperti saat sel terpapar dengan asap rokok. Bagi Anda yang menggunakan rokok elektronik bebas nikotin, Anda juga tidak terbebas dari resiko terjadinya gangguan pada saluran napas dan tanda-tanda peradangan lainnya di dalam tubuh.     Sumber: howstuffworks
 09 May 2014    11:00 WIB
Berbagai Fakta Mengenai Rokok Elektronik
Rokok elektronik atau E-cigarettes diperkenalkan sebagai produk nikotin yang lebih aman dan lebih murah. Rokok elektronik terlihat dan terasa seperti rokok biasa tetapi tidak seperti rokok biasa, rokok elektronik dikabarkan tidak memiliki bahaya seperti rokok biasa. Pada suatu penelitian, hampir 70% perokok mengungkapkan bahwa mereka mempertimbangkan untuk berhenti merokok dan lebih dari 42% mengatakan mereka sudah berusaha untuk berhenti sejak tahun lalu. Saat ini semakin banyaknya orang yang mencoba rokok elektronik ini dan menjadikan rokok elektronik sebagai pengganti rokok biasa yang lebih nyaman. Sebelum Anda juga memutuskan untuk memilih produk ini, berikut adalah fakta mengenai rokok elektronik yang harus Anda ketahui.•  Rokok elektronik sama sekali tidak sama dengan rokok yang biasa Anda gunakan. Dengan bahasa yang lebih mudah rokok elektronik ini adalah suatu nikotin vaporiser. Alat ini memerlukan batere sebagai sumber tenaganya, yang akan menghangatkan cairan nikotin didalamnya dan mengubah cairan itu menjadi berbentuk asap yang dapat Anda hirup.•  Tidak diperlukan api seperti pada rokok biasa untuk menghidupkannya. Selain dari nikotin, produk ini tidak mengandung bahan kimia berbahaya lainnya seperti karbon dioksida atau tar yang biasanya terdapat di rokok biasa.•  Rokok elektronik tidak akan membahayakan lingkungan disekitar perokok, karena tidak ada asap yang dihasilkan saat Anda menghirupnya.•  Cairan yang ada didalam rokok elektronik ini merupakan kombinasi dari nikotin dan zat perasa seperti permen karet atau semangka, media penyampur dan beberapa zat tambahan lainnya. jumlah nikotin tergantung pada cartridge yang terinstal pada alat tersebut.•  Walaupun rokok elektronik ini tidak sepenuhnya bebas nikotin, tetapi nikotin yang dihasilkan mempengaruhi lingkungan pada level yang rendah dan tidak mempunyai efek samping apapun.•  Rokok elektronik tidaklah sepenuhnya aman seperti yang sudah diiklankan. Beberapa produk rokok elektronik mengandung bahan berbahaya yang toksik dan bersifat karsinogenik, yang dapat mematikan. Jadi bacalah dengan baik bahan yang terkandung dalam rokok elektronik sebelum Anda memutuskan untuk menggunakannya.•  Banyak badan kesehatan yang tidak menyetujui penggunaan rokok elektronik sebagai alternatif pengganti rokok biasa karena belum ada konfirmasi mengenai efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan.•  Rokok elektronik tidak dijual secara perorangan. Contol gratis dan penjualan menggunakan mesin sangat dilarang.Sumber: healthmeup