Your browser does not support JavaScript!
 27 Sep 2017    18:00 WIB
Pertolongan Pertama Pada Penderita Pingsan
Pingsan  atau sinkop terjadi saat aliran darah ke otak tidak mencukupi sesaat, sehingga menyebabkan hilangnya kesadaran. Pingsan biasanya bersifat sesaat dan sementara. Pingsan dapat saja tidak berkaitan dengan masalah medis atau merupakan penyebab dari suatu gangguan serius. Sehingga penanganan terhadapa kehilangan kesadaran ini merupakan bagian gawat darurat sampai didapat tanda-tanda kesadaran dan penyebab pingsan. Diskusikan penyebab pingsan pada dokter anda jika terjadi pingsan berulang. Jika anda merasa akan pingsan : Berbaring atau duduk, untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pingsan, jangan bangun cepat-cepat Letakkan kepala anda diantara lutut saat anda duduk. Jika orang lain pingsan : Baringkan orang tersebut tidur terlentang. Jika orang tersebut bernafas, untuk memulihkan aliran darah ke otak, naikkan kakinya lebih tinggi dari permukaan jantung, sekitar 12 inchi atau 30cm. jika memungkinkan kendurkan ikat pinggangm kerah dan pakaian lain yang ketat. Untuk mengurangi kemungkinan pingsan, minta orang tersebut untuk tidak bangun cepat-cepat. Jika orang tersebut tidak sadar dalam waktu 1 menit, hubungi gawatdarurat segera. Pastikan aliran udara orang tersebut tetap bersih, jaga jika terjadi muntah Periksa tanda-tanda sirkulasi (nafas, batuk atau pergerakan). Jika tidak terlihat tanda-tanda sirkulasi segera lakukan resusitasi jantung paru (RJP). Hubungi juga gawat darurat atau bantuan lain. Lanjutkan RJP sampai bantuan datang atau ada respon dari orang tersebut atau orang tersebut mulai bernafas. Jika orang tersebut pingsan dengan disertai cedera, obati segera benjolan, memar, luka yang terjadi secara baik dan benar. Kontrol perdarahan dengan tekanan langsung (direct pressure). Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang  Baca juga: Pertolongan pertama henti jantung Sumber : mayoclinic
 19 Sep 2016    18:00 WIB
Pertolongan Pertama Pada Henti Jantung
Kematian mendadak akibat berhentinya fungsi jantung merupakan salah satu hal yang semakin sering terjadi. Kematian mendadak ini sering terjadi pada orang dewasa dan resikonya meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Kematian mendadak akibat henti jantung lebih sering terjadi pada pria daripada wanita dan jarang pada anak-anak. Kematian mendadak akibat henti jantung dapat dicegah bila orang tersebut mendapat pertolongan secepatnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah: Hubungi atau panggil petugas kesehatan terdekat Melakukan tindakan RJP (resusitasi jantung paru) Defibrilasi merupakan suatu tindakan mengembalikan irama jantung normal. Sebagian besar kematian mendadak akibat henti jantung terjadi akibat fibrilasi ventrikel. Alat defibrilasi berupa AED dapat ditemukan pada berbagai tempat umum untuk digunakan pada kasus gawat darurat, seperti di mal atau bandara Bila tindakan defibrilasi berhasil mengembalikan denyut jantung, maka diperlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit terdekat Keempat langkah di atas dapat membantu meningkatkan angka ketahanan hidup hingga 90% jika dilakukan pada beberapa menit setelah henti jantung terjadi dan menurun sebanyak 10% setiap menitnya.   Apa Itu RJP ? RJP atau resusitasi jantung paru merupakan suatu tindakan pertama pada henti jantung dan atau henti napas. Pada henti jantung, sirkulasi darah di dalam seluruh tubuh berhenti dan menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Oleh karena itu, tindakan RJP merupakan tindak pertama yang sangat penting pada beberapa menit pertama setelah henti jantung dan atau henti napas. Cara melakukan RJP adalah dengan memberikan penekanan pada dada sebanyak 30 kali kemudian dilanjutkan dengan memberikan napas buatan melalui mulut sebanyak 2 kali. Tindakan ini dapat diulang sampai jumlah yang diperlukan. Tindakan RJP ini berfungi untuk menjaga sirkulasi darah ke seluruh tubuh tetap berlangsung selama henti jantung. RJP merupakan tindakan pertolongan pertama untuk menjaga sirkulasi darah, bukan untuk mengembalikan fungsi jantung. RJP biasanya dilakukan sampai tindakan defibrilasi dapat dilakukan.   Apa Itu AED ? AED atau automatic external defibrillator merupakan suatu alat defibrilasi yang bekerja secara otomatis. Alat ini berfungsi untuk mengalirkan arus listrik melalui dinding dada ke jantung. AED dapat menunjukkan irama jantung seseorang dan menentukan apakah orang tersebut memerlukan tindakan defibrilasi dan bila tindakan defibrilasi diperlukan, maka alat ini akan langsung mengalirkan arus listrik. AED merupakan suatu alat defibrilasi yang dibuat agar dapat digunakan oleh semua orang karena dapat membaca irama jantung dan menentukan keperluan defibrilasi. Kombinasi tindakan RJP dan defibrilasi oleh AED ataupun defibrilasi manual dapat sangat membantu orang yang mengalami henti jantung. Perlu diingat bahwa baik AED maupun defibrilasi hanya dapat diberikan pada orang yang mengalami kelainan irama jantung dan bukan pada henti jantung. Pertolongan yang dapat dilakukan pada keadaan henti jantung adalah RJP. Baca juga: Ketahui Empat Gejala Awal Jantung yang Tidak Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: webmd  
 16 Sep 2014    14:00 WIB
Pertolongan Pertama Macam-macam Keracunan Pada Anak
Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan pada anak. Apa yang harus Anda lakukan apabila anak Anda mengalami keracunan? Simak penjelasan dibawah ini: Bagaimana bila Anda mengalami keracunan melalui kulit? • Buka pakaian anak Anda • Segera bilas kulit anak Anda dengan air hangat • Apabila kulit terlihat seperti terbakar, lanjutkan pembilasan setidaknya selama 15 menit • Hubungi pusat penanganan racun segera. Sentra Informasi Keracunan (SIKer) Nasional. No telp: 500533 Bagaimana bila mata anak Anda terkena percikan sesuatu yang beracun? • Segera basuh mata anak Anda dengan air hangat. Hal ini mungkin tidak mudah apabila anak Anda marah atau takut oleh karena itu minta bantuan orang dewasa lain untuk bantu memegang anak Anda. sementara Anda membersihkan mata anak Anda • Apabila Anda sendirian, maka bungkus anak Anda dengan erat menggunakan handuk atau selimut dan memeluknya dibawah satu lengan. • Bilas mata anak Anda dengan menuangkan air hangat dengan lembut ke sudut dalam mata. • Cobalah untuk menahan kelopak mata anak Anda agar terbuka. Usahakan agar Anda melakukan pembilasan mata selama 15 menit. • Apabila bahan beracun tersebut juga mengenai tubuh anak Anda maka sebaiknya Anda langsung memandikannya • Hubungi pusat penanganan racun segera. Sentra Informasi Keracunan (SIKer) Nasional. No telp: 500533 Bagaimana jika anak Anda terkena asap beracun? • Usahakan agar anak Anda mendapatkan udara segar sesegera mungkin. • Longgarkan pakaian lalu bersihkan lubang hidung dan rongga mulut dari berbagai kotoran atau sisa bahan racun dengan kain bersih • Apabila anak Anda tidak bernapas usahakan segera lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru bagi Anda yang dapat melakukannya). Jika memungkinkan, mintalah orang lain untuk menelepon 112 • Apabila Anda sendirian, lakukan RJP selama satu menit, kemudian memanggil 112 Lanjutkan RJP segera dan terus lakukan sampai bantuan tiba atau anak Anda mulai bernapas sendiri. • Segera bawa ke rumah sakit tersebut • Ceritakan secara detail kepada dokter di rumah sakit kemungkinan anak Anda terkena racun apa, agar dokter dapat langsung melakukan penanganan yang tepat. • Asap beracun di rumah bisa berasal dari asap mobil di garasi tertutup, gas bocor, kompor kayu yang tidak bekerja dengan baik, oven, kompor, atau pemanas air. Keracunan apa lagi yang harus Anda waspadai? Keracunan timbal. Apabila rumah Anda dibangun sebelum tahun 1980 maka kemungkinan anak Anda akan menghirup racun timbal. Keracunan timbal dapat menyebabkan anemia, serta masalah yang berhubungan dengan perkembangan dan perilaku kognitif dan fisik. Keracunan karbon monoksida Bertanggung jawab atas banyak kematian akibat keracunan. Karbon monoksida adalah zat yang tidak berwarna, tidak berbau, yang dapat merembes melalui rumah Anda dari sebuah alat yang rusak atau tidak terpasang dengan baik. Anak-anak biasanya menunjukkan gejala keracunan karbon monoksida sebelum dewasa. Gejala-gejala awal adalah sakit kepala, pusing, dan mengantuk. Apabila terpapar terus menerus maka akan mengalami mual, muntah, jantung berdebar, pingsan, dan bahkan kematian. Sebuah ide yang baik untuk mendeteksi kebocoran karbon monoksida di dalam rumah Anda secara teratur. Sumber: babycenter