Your browser does not support JavaScript!
 19 Dec 2015    09:00 WIB
Berbagai Pengobatan Rematik Sendi
Kunci utama pengobatan rematik sendi atau artritis reumatoid adalah dengan mengendalikan proses peradangan yang terjadi karena peradangan inilah yang menyebabkan terjadinya nyeri sendi, pembengkakan sendi, dan kekakuan pada sendi. Pengobatan rematik sendi sedini mungkin memiliki peranan yang sangat penting terhadap perkembangan penyakit. Pengobatan artritis reumatoid ini terbagi dalam 2 kelompok, yaitu: Obat-obatan yang mengendalikan penyakit dan membatasi kerusakan sendi yang terjadi, yaitu DMARD (disease modifying anti rheumatic drugs) dan terapi biologis Obat-obatan untuk mengatasi nyeri dan peradangan akan tetapi tidak membatasi kerusakan sendi, yaitu kortikosteroid, NSAID (non steroidal anti inflammatory drugs) dan obat anti nyeri lainnya Tindakan pembedahan untuk mengganti sendi atau berbagai tindakan pembedahan lainnya digunakan untuk mengatasi kerusakan sendi berat. Para ahli biasanya menggunakan DMARD dan terapi biologis sebagai terapi lini pertama pada artritis reumatoid yang disertai dengan pengobatan steroid dan NSAID.   DMARD (Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs) Obat golongan DMARD yang paling sering digunakan adalah hidroksiklorokuin, leflunomide, methotrexate, dan sulfasalazine. Semua pengobatan ini dapat diberikan melalui mulut (pil), akan tetapi methotrexate kadang dapat juga diberikan melalui suntikan. Obat golongan DMARD ini dapat memperlambat atau menghentikan progresivitas (perkembangan) kerusakan sendi. Obat ini mungkin memerlukan waktu 4-6 minggu atau beberapa bulan untuk mulai menunjukkan efeknya dan mungkin memerlukan waktu yang lebih lama lagi untuk mencapai efek maksimalnya. Efek samping berat yang mungkin terjadi adalah infeksi, kerusakan ginjal, atau kerusakan hati. Methotrexate dan leflumomide dapat menyebabkan kelainan kongenital yang berat pada bayi. Berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat-obatan ini, terutama bila anda berencana untuk hamil.   Terapi Biologis Terapi biologis bekerja pada suatu bagian sistem kekebalan tubuh tertentu untuk membantu menghentikan atau mengurangi proses peradangan. Obat-obatan ini dapat mengurangi nyeri sendi dan pembengkakan sendi dengna cepat. Pada pengobatan jangka panjang, terapi biologis telah terbukti dapat memperlambat kerusakan sendi dan memperbaiki pergerakan sendi. Terapi biologis biasanya digunakan untuk mengobati artritis reumatoid sedang hingga berat yang tidak dapat dikendalikan lagi oleh DMARD atau bila tidak adanya respon apapun setelah memperoleh pengobatan DMARD selama 6-8 minggu. Terapi biologis dapat diberikan sebagai terapi tunggal atau dikombinasikan dengan obat golongan DMARS atau obat artritis reumatoid lainnya yang digunakan untuk mengendalikan gejala dan penyakit. Terapi biologis ini dapat diberikan melalui suntikan atau pil (diminum). Terapi biologis ini dapat bekerja melalui menghambat TNF (suatu zat kimia yang dibentuk oleh tubuh dan menyebabkan terjadinya peradangan), atau sel kekebalan tubuh atau berbagai zat kimia lainnya yang juga menyebabkan terjadinya peradangan. Karena terapi biologis ini memperlambat kerja sistem kekebalan tubuh anda, maka terapi ini juga menurunkan kemampuan anda dalam melawan infeksi. Anda mungkin dapat mengalami kekambuhan beberapa penyakit, seperti tuberkulosis. Selain itu, beberapa orang juga dapat mengalami suatu reaksi alergi pada bekas tempat suntikan. Reaksi alergi lainnya juga dapat timbul dan biasanya ringan, berupa nyeri dada, kesulitan bernapas, dan terbentuknya biduran. Setiap obat dalam terapi biologi memiliki efek sampingnya masing-masing, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakannya.   Kortikosteroid Obat golongan kortikosteroid merupakan suatu agen anti peradangan yang kuat yang dapat segera mengurangi gejala dan pembengkakan. Akan tetapi, obat ini tidak dapat memperlambat perkembangan artritis reumatoid ini. Dokter anda biasanya akan memberikan obat golongan ini untuk mengendalikan peradangan yang anda alami atau saat anda mengalami kekambuhan. Efek samping obat golongan steroid adalah peningkatan berat badan, penipisan tulang (meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis), memperburuk diabetes, dan meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Pemberian dosis obat yang lebih rendah dan menggunakannya dalam jangka waktu yang lebih singkat dapat mengurangi berbagai efek samping di atas.   NSAID (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) Yang termasuk obat golongan NSAID adalah celecoxib, ibuprofen, atau naproxen. Obat golongan NSAID ini dapat mengurangi peradangan dan membantu meredakan rasa nyeri. Akan tetapi, obat ini tidak memperlambat perkembangan penyakit maupun kerusakan sendi. Efek samping yang mungkin terjadi adalah gangguan lambung, termasuk peradarahan. Selain itu, penggunaan obat golongan NSAID ini juga telah dihubungkan dengan peningkatan resiko terjadinya penyakit jantung, dan diperlukan pengawasan khusus pada penderita penyakit jantung, ginjal, dan hati.   Penggantian Sendi Melalui Pembedahan Penggantian sendi melalui tindakan pembedahan dapat membantu penderita artritis reumatoid di mana kerusakan sendi yang dialaminya menyebabkan nyeri dan membatasi pergerakannya. Tindakan penggantian sendi ini dapat mengurangi rasa nyeri dan mengembalikan fungsi sendi yang terkena. Anda mungkin memerlukan fisioterapi setelah tindakan ini, berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai hal ini.   Sumber: webmd