Your browser does not support JavaScript!
 23 Sep 2020    09:00 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Ginjal dan Mata
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama bila penderita juga menderita diabetes yang dapat semakin memperberat kerusakan pada dinding pembuluh darah.   KERUSAKAN PADA GINJAL Ginjal merupakan suatu organ penting yang berfungsi untuk memfiltrasi dan membuang cairan serta berbagai zat beracun dari dalam tubuh anda. Gangguan pada pembuluh darah yang memperdarahi ginjal maupun gangguan pada pembuluh darah di dalam ginjal itu sendiri dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. 1.      Gagal Ginjal Tekanan darah tinggi merupakan penyebab tersering dari gagal ginjal. Hal ini disebabkan oleh tekanan darah tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah besar yang menuju ke ginjal maupun pembuluh darah kecil di dalam ginjal (glomeruli). Kedua hal ini dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang lebih luas dan menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi ginjal. Bila hal ini sampai terjadi, maka langkah pengobatan yang dapat dilakukan adalah hemodialisa (cuci darah) atau transplantasi ginjal. 2.      Glomerulosklerosis Merupakan suatu kelainan pada ginjal yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut pada glomerulus ginjal. Glomerulus merupakan suatu kumpulan pembuluh darah kecil pada ginjal anda yang berfungsi untuk memfiltrasi cairan serta berbagai zat racun dari dalam tubuh anda. Glomerulosklerosis ini dapat menyebabkan gangguan fungsi filtrasi ginjal yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi ginjal. 3.      Aneurisma Arteri Ginjal Aneurisma merupakan suatu penonjolan pada dinding pembuluh darah besar yang menuju ke ginjal. Salah satu penyebabnya adalah aterosklerosis yang melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah. Tekanan darah tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan terbentuknya aneurisma pada dinding pembuluh darah yang lemah tersebut. Aneurisma dapat pecah kapan saja dan menyebabkan perdarahan hebat.   KERUSAKAN PADA MATA Mata memperoleh oksigen dan nutrisi melalui suatu pembuluh darah kecil. Gangguan pada pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gangguan fungsi kelihatan bahkan kebutaan. 1.      Retinopati Retinopati atau kerusakan dinding pembuluh darah mata disebabkan oleh kerusakan dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama. Gangguan ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan penglihatan, seperti perdarahan pada mata, penglihatan kabur, dan hilangnya penglihatan. Bila anda menderita tekanan darah tinggi dan diabetes, maka resiko anda mengalami retinopati menjadi lebih tinggi. 2.      Koroidopati Koroidopati merupakan suatu keadaan di mana terdapat cairan di belakang retina. Hal ini disebabkan oleh kebocoran pembuluh darah yang memperdarahi retina. Koroidopati dapat menyebabkan gangguan penglihatan. 3.      Neuropati Optikus Neuropati optikus merupakan kerusakan pada saraf optikus yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang menuju ke saraf tersebut. Hal ini dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf yang mengakibatkan perdarahan pada mata atau hilangnya penglihatan.  Baca juga: Turunkan Risiko Mata Minus Dengan Bahan Alami! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: mayoclinic
 10 Oct 2015    18:00 WIB
Kelainan Retina yang Dapat Mengakibatkan Kebutaan
Apa Itu Retina?Retina merupakan suatu jaringan saraf di bagian belakang mata, yang berfungsi untuk mengubah impuls cahaya menjadi impuls saraf dan mengirimkannya ke dalam otak. Di dalam retina, terdapat 2 macam sel yang berfungsi sebagai penerima impuls cahaya (fotoreseptor), yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang berjumlah lebih banyak dan lebih sensitif terhadap cahaya daripada sel kerucut. Sel batang tidak sensitif terhadap warna. Sel kerucut merupakan sel yang lebih sensitif pada warna. Sebagian besar sel kerucut terdapat pada bagian tengah retina, yaitu makula. Pada bagian tengah makula, terdapat suatu area yang disebut dengan fovea sentralis, yaitu suatu area pada mata yang hanya berisi sel kerucut dengan diameter sekitar 0.3 mm. Sel batang merupakan sel yang berfungsi untuk penglihatan di malam hari, pendeteksi gerakan yang paling sensitif, dan juga berfungsi sebagai penglihatan perifer (samping). Sel kerucut merupakan sel yang berfungsi untuk penglihatan di siang hari dan membedakan warna. Mata anda akan terus bergerak sehingga impuls cahaya dari benda yang anda lihat jatuh tepat pada fovea sentralis sehingga anda dapat melihat benda tersebut dengan jelas. Bila terjadi gangguan atau kerusakan pada retina, maka hal ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan seperti pada retinitis pigmentosa.Retinitis PigmentosaRetinitis pigmentosa merupakan suatu gangguan pada mata, di mana terjadi kerusakan pada retina. Retinitis pigmentosa dapat diturunkan dalam keluarga (herediter) dan dapat disebabkan oleh berbagai kelainan genetika. Bagian retina yang paling sering mengalami gangguan ini adalah sel-sel yang berfungsi untuk mengatur penglihatan pada malam hari (sel batang). Akan tetapi, pada beberapa kasus, sel-sel kerucut retinalah yang mengalami kerusakan terparah. Tanda utama retinitis pigmentosa adalah adanya bintik hitam pada retina. GejalaGejala pertama seringkali muncul di masa kanak-kanak, akan tetapi gangguan penglihatan berat biasanya baru mulai muncul saat memasuki masa dewasa. Gejala yang dapat ditemukan adalah:•  Penurunan penglihatan di malam hari atau saat redup•  Hilangnya penglihatan perifer (samping)•  Hilangnya penglihatan pada bagian tengah (pada tahap lanjut)DiagnosaUntuk menentukan diagnosa retinitis pigmentosa, terdapat beberapa pemeriksaan mata yang dapat dilakukan yaitu:•  Pemeriksaan buta warna•  Pemeriksaan retina dengan oftalmoskop•  Pemeriksaan tekanan intraocular (tekanan di dalam mata)•  Pemeriksaan elektroretinogram•  Pemeriksaan angiografi fluoresen•  Pemeriksaan refleks pupil•  Pemeriksaan refraksi atau ketajaman penglihatan•  Pemeriksaan lapang pandang•  Pemeriksaan slit lampPengobatanTidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan keadaan ini. Menggunakan kacamata hitam untuk melindungi retina dari paparan sinar UV matahari dapat membantu melindungi penglihatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi antioksidan (vitamin A) dosis tinggi dapat memperlambat perjalanan penyakit. Akan tetapi, mengkonsumsi vitamin A dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan hati berat. Kelainan ini akan terus berkembang, walaupun dengan perlahan. Kebutaan total jarang terjadi. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami kesulitan melihat di malam hari atau bila anda mengalami berbagai gejala penyakit ini. KomplikasiHilangnya penglihatan perifer dan sentral akan terjadi. Penderita retinitis pigmentosa seringkali mengalami katarak lebih cepat daripada biasanya atau pembengkakan retina (edema makular). Katarak dapat diatasi dengan tindakan pembedahan bila menyebabkan gangguan penglihatan.PencegahanTidak ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya retinitis pigmentosa. Akan tetapi, konseling dan pemeriksaan genetika dapat membantu memeriksa apakah anak anda memiliki resiko penyakit ini. Dengan demikian, dapat dilakukan penanganan dan pengobatan sedini mungkin. Baca juga: Cacing Yang Ada Dalam MataSumber: ncbi.nlm.nih, hyperphysics.phy-astr.gsu
 02 May 2014    14:00 WIB
Ketahui Resiko Gangguan Penglihatan Sedini Mungkin
Penelitian menemukan bahwa retinopati berat akibat prematuritas dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan motorik, gangguan mental, dan hilangnya pendengaran (tuli). Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa bayi prematur yang mengalami gangguan penglihatan yang dapat mengancam fungsi penglihatannya memiliki resiko yang lebih tinggi (3-4 kali) untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan berat lainnya saat berusia 5 tahun. Retinopati berat pada bayi prematur terjadi akibat paparan terhadap oksigen dosis tinggi saat bayi berada di dalam neonatal intensive care unit (NICU). Oksigen yang berlebihan ini menyebabkan kerusakan berat pada retina. Kerusakan pada retina dapat berupa perdarahan retina dan terlepasnya retina dari dasar mata, yang dapat menyebabkan terjadinya kebutaan. Anak-anak yang mengalami kerusakan retina berat memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan mental dan motorik serta gangguan pendengaran berat (3-4 kali lipat lebih tinggi). Dokter harus lebih berhati-hati dalam memberikan dosis oksigen bagi bayi prematur. Penelitian ini mengamati bayi yang lahir antara tahun 1999-2004, yang memiliki berat badan lahir antara 550-1.400 gram. Pengamatan dilakukan hingga anak berusia 5 tahun. Para peneliti menemukan bahwa di antara 1.600 bayi yang diamati, sekitar 40% bayi yang mengalami retinopati berat juga mengalami gangguan lainnya saat berusia 5 tahun. Sekitar 15% anak yang mengalami retinopati berat mengalami lebih dari 1 gangguan lain. Sumber: nlm.nih