Your browser does not support JavaScript!
 22 Feb 2021    11:00 WIB
Ini Tanda Kamu Harus Mengakhiri Hubungan
Memang sulit untuk memutuskan suatu hubungan, terlebih jika hubungan telah dijalin lama. Namun mempertahankan hubungan yang sudah tidak baik juga bukan ide bagus. Berikut ini beberapa tanda yang bisa kamu pertimbangkan untuk memutuskan hubunganmu dengan pasangan. Pertanyaan untuk putus terus muncul dalam pikiran mu Merupakan hal lumrah jika mengevaluasi hubungan ketika kamu dan pasangan sedang dalam fase kritikal. Tapi jangan abaikan "rengekan"  yang terus-menerus muncul dari dalam benak kamu. Sebab bisa jadi itu adalah sesuatu yang memang kamu inginkan atau mungkin butuhkan. Orang-orang terdekat khawatir denganmu Kadang orang lain memang lebih jeli memberikan penilaian ketimbang diri sendiri. Jika ternyata hampir semua orang terdekat kamu mengutarakan kekhawatiran mereka akan hubungan kamu, bisa jadi mungkin hubungan kamu memang bermasalah hingga bahkan orang lain pun dapat melihatnya. Kondisi emosional pasangan tidak menentu Ada saatnya pasangan bersikap sangat manis kepada kamu, namun di lain waktu ia begitu meledak-ledak ketika kamu lupa mengirimkan pesan singkat di pagi hari. Paranoid, over-protektif, dan moody adalah hal yang kamu anggap wajar jika ia melakukannya. Kamu tidak bisa menegurnya, dan hanya bisa pasrah dengan kondisi emosionalnya. Jika terjebak dengan pasangan seperti ini, hal terbaik dan pintar yang dapat kamu lakukan adalah keluar dari hubungan ini. Kamu dan pasangan tidak dapat menyelesaikan masalah Saat menghadapi masalah, yang kamu berdua lakukan hanyalah berargumentasi habis-habisan tanpa pernah benar-benar diselesaikan sampai tuntas. Atau sebaliknya, kamu berdua hanya mendiamkan masalah tersebut dan berharap akan selesai sendirinya. Ini tidak sehat. Kamu harus mulai belajar mencari solusi terhadap masalah, bukan sekadar memperdebatkannya atau malah mendiamkan. Jika tetap tidak bisa, mungkin inilah saatnya untuk mengakhiri hubungan. Baca juga: Putus Cinta, Ini Reaksi Tubuh Mu
 19 Feb 2021    19:00 WIB
Cara Menjadi Seksi Di Mata Pria
Sebagai wanita mungkin kita merasa punya banyak kekurangan. Mulai dari ukuran tubuh yang pendek, dada kurang berisi, hingga tumpukan lemak di perut maupun paha. Namun, pria tetap menganggap kita seksi, kok. Berikut beberapa momen yang membuat wanita terlihat seksi di mata pria: Kontak Mata Menguasai cara mempertahankan kontak mata adalah cara ampuh untuk terlihat seksi dan kuat sekaligus. Lain kali, saat Anda berbincang dengan pria, coba buat kontak mata yang kuat dengannya. Hal ini merupakan cara yang baik untuk menyampaikan sikap, "Hey, saya percaya diri dan saya tahu apa yang saya suka." Percayalah, bagi pria, sikap ini sangat attractive dan mampu membuatnya penasaran. Jadilah Seksi, bukan Slutty Seringkali orang berpikir bahwa untuk dianggap seksi, berarti harus berpakaian minim dan memperlihatkan segala "aset" Anda. Well, tentunya hal ini akan menarik perhatian pria, tapi untuk alasan yang salah. Tapi di sisi lain, penting bagi Anda untuk tetap memilih pakaian yang flattering untuk bagian-bagian tubuh terbaik Anda, semisal leher jenjang atau kaki panjang. Temukanlah keseimbangan yang tepat dalam berpakaian dan memilih make-up. Jangan Lupa untuk Menyentuh Bukan rahasia lagi bahwa penampilan Anda penting bagi pria. Tapi, sebagaimana diketahui setiap wanita, cara terbaik untuk menarik perhatian pria adalah dengan memberikan "sentuhan-sentuhan kecil". Perhatikan pula saat yang tepat untuk menyentuhnya, semisal saat Anda berusaha menyampaikan maksud Anda, saat Anda menyapa atau pun berpamitan dengannya, juga saat ia bercanda dan membuat Anda tertawa. Pelajari Cara Membangun "Sexual Tension" Caranya susah-susah gampang: Anda bisa menggodanya, play-fighting (alias berantem tapi tidak serius), atau bersenang-senang pada umumnya, sembari memastikan ia tahu betul bahwa Anda senang menghabiskan waktu bersamanya tapi tetap punya kesibukan dan hobi sendiri. That's very sexy to them! Baca juga: Fantasi Seks Kesukaan Pria
 18 Feb 2021    19:00 WIB
Mungkinkah Pria Bisa Mencintai Dua Wanita?
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan aplikasi Celebalike, ternyata pria bisa menyukai 2 hingga 3 wanita lain meski sedang menjalin hubungan. Survei yang dilakukan pada beberapa pria kantoran ini menunjukkan bahwa setidaknya ada 2 rekan kerja wanita yang menarik perhatian mereka. Tempat kerja memang dikenal jadi salah satu tempat paling umum di mana bibit perselingkuhan kerap muncul. Namun, kantor bukan jadi satu-satunya tempat, lho. Bahkan 1 dari 10 pria yang mengikuti survei menganggap tetangga wanita mereka lebih cantik, dan seperlimanya mengungkapkan bahwa mereka menyukai pasangan temannya. Peneliti dari aplikasi Celebalike mengungkapkan adanya stereotip umum bahwa pria lebih mudah tertarik pada wanita lain di luar hubungannya. Dari hasil penelitian tersebut pun menunjukkan bahwa kebanyakan pria memang memiliki rahasia yang disembunyikan dari pasangannya. Lalu, apakah hal ini normal? Sebenarnya, jika seorang pria atau wanita tertarik pada orang lain di luar hubungannya, hal itu adalah normal dan wajar. Namun, seharusnya perasaan itu tidak memengaruhi kualitas dan komitmen yang mereka miliki dalam hubungan saat ini. Sebut saja seperti pasangan Hollywood, Will Smith dan Jada Pinkett-Smith. Saat diwawancara oleh sebuah media, keduanya sangat terbuka akan ketertarikannya terhadap aktris Eva Mendes, setelah bekerja sama dalam film Hitch dan The Women. Bahkan, hal ini sempat menimbulkan rumor keretakan pernikahan mereka yang telah berusia 17 tahun. Baca juga: Mitos Seputar Perselingkuhan Hal lain yang mengkhawatirkan dari penemuan ini adalah 1 dari 10 pria yang merasa bahwa pasangan mereka tidak semenarik dulu. Inilah yang membuat mereka mencari pelampiasan pada orang lain.  Selain itu, 1 dari 4 pria juga mengungkapkan bahwa pacar mereka adalah sosok pencemburu sehingga mereka merasa "tidak nyaman" dalam hubungan tersebut. Well, jika pasangannya melihat berita ini, apakah mereka bisa disalahkan untuk merasa cemburu? Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa 43% pria akan main mata dengan wanita lain di belakang pasangan mereka, bahkan 1 dari 10 pria tersebut juga mengungkapkan bahwa hal itu adalah hal yang biasa dan terjadi sehari-hari. Ironisnya, hanya 1 dari 5 pria yang menunjukkan bahwa mereka memilih untuk setia dengan pasangannya saat ini. Bahkan mereka juga tak berniat atau punya keinginan untuk melirik wanita lain meski sedang tidak bersama pasangannya. Namun, walau hasil penelitian menunjukkan lebih banyak pria yang cenderung "tidak setia", mereka tetap berusaha untuk menjaga kepercayaan dan kesetiaan tersebut karena menghargai pasangan mereka. Selain itu, mereka juga sadar bahwa rasa ketertarikan yang dimiliki pada orang lain bisa menciptakan masalah dalam hubungan saat ini. Sikap ini pun akhirnya memicu banyak pertanyaan. Apakah kamu sebagai wanita keberatan jika pasanganmu menggoda wanita lain tanpa sepengetahuanmu? Atau kamu justru bisa menolerirnya karena itu hanya sebatas "godaan" yang tidak berujung pada fisik dan emosional? Pada akhirnya, arti "selingkuh" dalam setiap hubungan cukup beragam dan setiap pasangan memiliki batasannya masing-masing. Namun, tak ada salahnya untuk memikirkan apabila pasanganmu selingkuh, apakah kamu siap untuk memaafkannya? Baca juga: Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi Sumber: Herworld
 17 Feb 2021    17:00 WIB
5 Tanda Pernikahan Sehat
Sebenarnya bagaimana sih tanda pernikahan yang sehat itu? Pada dasarnya tergantung bagaimana Anda melihatnya. Standar pernikahan yang sehat bisa jadi tidak sama untuk semua pasangan suami istri, karena setiap pasangan memiliki kebutuhan yang berbeda. Kebutuhan spesifik seperti komunikasi, seks, kasih sayang dan sebagainya dapat berubah seiring jalannya waktu. Seperti dikutip dari Healthline, hubungan yang sehat adalah istilah luas karena apa yang membuat suatu hubungan berkembang tergantung pada kebutuhan pasangan itu sendiri. Tapi, disini ada 5 tanda yang bisa menjadi indikasi bahwa pernikahan yang sedang Anda dan pasangan jalani adalah hubungan pernikahan yang sehat. Simak yuk! Saling Percaya Kepercayaan melibatkan kejujuran dan integritas. Jika Anda dan pasangan saling percaya, maka akan merasa aman dan nyaman karena masing-masing tahu tidak akan menyakiti baik fisik ataupun emosi. Komunikasi Pernikahan yang sehat apabila suami dan istri dapat dengan mudah berkomunikasi dan berdiskusi tentang hal-hal yang terjadi dalam hidup. Anda dan pasangan merasa nyaman membicarakan apapun. Sekalipun Anda dan pasangan memiliki cara pandang yang berbeda, namun masing-masing akan tetap mendengarkan tanpa menghakimi dan kemudian membagi perspektif yang dia miliki. Intinya, komunikasi harus berjalan dua arah ya. Nyaman Berbagi Tugas Rumah Tangga Seringkali perbedaan gender menjadi panduan dalam berbagi tugas di rumah. Mentang-mentang laki-laki, lantas pekerjaan mencuci baju otomatis jadi pekerjaan istri. Karena sudah ada suami mencari nafkah, maka istri yang mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Sudah bukan jamannya lagi, sih, berpikir seperti ini. Berbagi tugas berarti meringankan pekerjaan masing-masing pasangan terutama ketika Anda memilih tidak punya ART di rumah.  Keintiman Fisik Nggak melulu soal hubungan seks. Walaupun hubungan pernikahan tentu nggak lepas dari hal tersebut dan tetap penting. Tapi keintiman fisik juga melibatkan kecupan di kening, peluk hangat, dan mengelus rambut. Apa pun jenis keintiman yang dibagi, hubungan dan ikatan fisik itu penting. Bercanda dan tertawa bersama Kalau Anda bisa bercanda dan tertawa bersama, itu pertanda baik. Apalagi pas mood lagi sama-sama enak. Terkadang tantangan atau kesusahan hidup dapat memengaruhi salah satu atau bahkan kedunya sehingga sangat mungkin faktor-faktor ini jadi mengubah nada bicara kita. Namun, bisa berbagi momen ringan yang membantu meredakan ketegangan, meski sebentar, memperkuat hubungan suami istri bahkan di masa sulit. Baca juga: Hal-hal Yang Perlu Dihindari Dalam Pernikahan Sumber: Mommies Daily
 16 Feb 2021    13:00 WIB
Ini Tanda Pria Bukan "Playboy"
Banyak anggapan bahwa pria adalah "playboy" yang sulit untuk berkomitmen. Mungkin memang ada banyak pria yang seperti itu, tapi enggak semua pria begitu lho. Sebenarnya, ketika seorang pria menemukan orang yang dia anggap tepat maka dia akan menghabiskan sisa hidup dengannya, dia akan bekerja sekuat tenaga untuk menjaga wanita yang cintai tetap di sisinya. Dia adalah pria yang tidak akan berhenti mencintai Anda.. Pria seperti ini adalah pria yang pantas menjadi pendamping hidup Anda. Berikut ini adalah ciri-cirinya: 1.      Dia berani berkomitmen Seorang pria yang mencintaiAnda, tidak akan mengganggap Anda sebagai mainan yang dengan didapatkan dan dengan mudah ditinggalkan. Namun dia akan menggangap Anda sebagai "berlian" yang akan dia perjuangkan dan tidak ingin ada pria lain mengambilnya. Sehingga dia akan berani untuk langsung memiliki komitemen dan menjalani hubungan yang serius. 2.      Dia tidak menghindari masalah. Memulai hubungan adalah hal yang mudah, namun mempertahankannya adalah hal yang tidak mudah. Dalam sebuah hubungan akan ada bermacam-macam masalah yang datang untuk menghancurkan sebuah hubungan. Seorang pria sejati yang mencintai Anda tidak akan menghindar dari setiap masalah yang ada, namun dia akan menggengam tangan Anda dan mencari solusi bersama-sama. 3.      Dia memperhatikan semua hal-hal kecil Pria yang mencintai Anda tidak akan ragu-ragu untuk mencari tahu semua hal-hal mengenai Anda bahkan hal yang kecil sekalipun. Seperti makanan kesukaan Anda, film kesukaan Anda, hobi Anda dan hal-hal yang tidak Anda sukai. Dia akan berusaha untuk menyenangkan Anda dan mengikuti kebiasaan-kebiasaan Anda tersebut. Karena baginya melihat Anda bahagia adalah kebahagiaan bagi dirinya. 4.      Dia menggangap masalah yang Anda hadapi adalah masalahnya Karena pria ini sangat mencintai Anda, maka dia akan selalu hadir di saat Anda membutuhkannya. Dia tidak akan ragu menjadi seorang "hero" untuk Anda. Dia akan mencoba mencari tahu masalah yang Anda hadapi dan akan membantu untuk menyelesaikannya. Dia akan melakukan yang terbaik untuk Anda dan akan selalu berdiri tegap untuk menjadi sandaran Anda. 5.      Anda adalah "ratunya" Pria yang mencintai akan selalu menggangap wanita yang dicintai adalah ratunya yang harus selalu dia hormati layaknya seorang ratu. Dia tidak akan menggangap Anda hanya sebagai objek mainan. Namun kehormatan Anda adalah segalanya, dia akan menghargai semua kelebihan Anda dan menerima Anda apa-adanya. Sumber: lifehack
 15 Feb 2021    13:00 WIB
Ingin Kembali Mesra dengan Suami? Ini Tipsnya!
1.  Pergi Kencan Lagi Anda telah menikah dan mempunyai beberapa orang anak, lalu bagaimana hubungan anda dan suami anda? Tetap mesra seperti dulu saat masih berpacarankah?Saat pertama kali berkencan atau saat anda pertama kali jatuh cinta pada suami anda, anda merasakan berbagai perasaan yang berbeda; bahagia, cemas, penuh harapan, dan sebagainya. Akan tetapi, kadangkala semua perasaan ini tidak lagi dapat anda rasakan setelah menikah cukup lama. Jangan biarkan kemesraan anda dan pasangan menghilang. Mulailah berkencan kembali dengan suami anda.Kembali menghabiskan waktu hanya berdua saja dengan pasangan anda dapat membantu menjaga kemesraan hubungan anda dan suami. Bila perlu, anda bahkan mungkin dapat bersiap-siap pergi kencan dari tempat yang berbeda dengan suami anda, seperti waktu masih berpacaran dulu.2.  Godalah Suami Anda Bukankah anda dulu seringkali memuji kecerdasan, kekuatan, dan kelucuan suami anda atau bahkan bagaimana ia dapat memuaskan anda saat berhubungan seks pertama kali setelah menikah? Apakah anda masih melakukannya sekarang?Memberitahunya bahwa ia dapat membuat anda sangat bergairah dapat membuat suami anda ingin kembali membuat anda merasakan hal tersebut. Pujilah pasangan anda, baik atas hal besar atau hal kecil yang dilakukannya.3.  Sapa Suami Anda Seperti Dulu Ingatlah kembali bagaimana cara anda menyapa suami anda saat pertama kali anda pergi berkencan dengannya. Tentunya ada rasa gembira saat menyapanya dan rasa rindu saat mengucapkan selamat tinggal usai berkencan. Walaupun sederhana, sapaan anda dapat membuat pasangan anda merasa bahagia sepanjang hari atau justru sebaliknya.Jangan lupa untuk memeluk dan mencium suami anda saat berpisah dan saat bertemu kembali di rumah. Pastikan anda menyapa pasangan anda terlebih dahulu.4.  Coba Hal Baru Pada saat pertama kali bertemu dan berkencan, segala sesuatunya adalah hal baru bagi anda dan suami anda, akan tetapi berbagai hal mungkin telah berubah menjadi suatu rutinitas setelah lama menikah.Lakukanlah berbagai hal baru dalam hubungan anda dan suami anda. Pergilah ke restoran yang berbeda saat pergi makan di luar atau gantilah seprai ranjang anda. Setiap hal kecil ini mungkin dapat menyegarkan kembali hubungan anda dan suami anda. Cobalah untuk melakukan suatu hal baru setidaknya satu kali sebulan.5.  Perbaiki Penampilan Anda Apakah anda tidak lagi memiliki waktu atau keinginan untuk menjaga penampilan anda di depan pasangan anda? Mungkin anda perlu berpikir ulang. Apakah anda akan pergi berkencan dengan suami anda dengan penampilan seperti itu saat pertama kali bertemu? Tentu saja tidak, bukan? Ubahlah penampilan anda, perhatikanlah diri anda juga seperti dulu.6.  Berolahraga Bersama Olahraga dapat meningkatkan kadar endorfin di dalam tubuh anda. Endorfin dapat membuat anda merasa senang dan tentunya menyegarkan kembali hubungan anda. Berolahragalah setidaknya 2 kali seminggu bersama pasangan anda. Berolahraga dapat membantu meningkatkan gairah seksual anda dan suami.7.  Berikan Kejutan Padanya Memberikan berbagai hadiah kecil yang tidak diduganya sesekali juga dapat membuat hubungan anda dan suami kembali mesra. Ingatlah berbagai kejutan yang anda berikan padanya saat masih berpacaran dulu.
 09 Feb 2021    17:00 WIB
Pacaran Beda Agama, Harus Bagaimana?
Kamu yakin sama dia yang beda kepercayaan? Kalau sudah beda keyakinan, rasanya enggak mungkin bisa disatukan -- begitu anggapan orang banyak. Dalam menjalani sebuah hubungan, akan selalu ada tantangan yang harus dilewati. Dalam hal ini adalah perbedaan agama antara kamu dan pasangan. Tak sedikit yang akhirnya memutuskan berpisah karena perbedaan ini, namun ada juga yang berusaha bertahan. Saat ini kita bukan lagi mencari jawaban atas pertanyaan "Apakah pacaran beda agama itu salah?" BUKAN. Tapi kita akan membahas hal-hal yang mungkin akan kalian hadapi dan persiapkan ketika kalian memilih bertahan. Saat memutuskan pilihan untuk bertahan, kamu dan pasangan harus tahu bahwa perjalanan pacaran berbeda agama tak semudah menjalani hubungan dengan pasangan yang seagama denganmu. Berikut ini beberapa hal yang mungkin akan kalian hadapi kedepannya: Sulit Mendapat Restu Keluarga Apakah kamu siap menghadapi kemungkinan tersebut? Entah dengan cara halus ataupun keras, keluargamu mungkin akan menyuruhmu untuk memutuskan hubungan dengan pacarmu. Kalau sudah begitu, pilihanmu cuma dua: mengikuti perintah mereka dan memutuskan pacarmu atau berupaya sekuat tenaga agar keluargamu akhirnya bisa memberi restu. Ingat, tidak ada pilihan yang bebas dari konsekuensi, jadi kalian harus sama-sama siap menanggung akibat apapun yang muncul dari pilihan kalian. Tekanan Orang Sekitarmu Kamu mungkin berpikir, "Ya cuekin aja orang-orang kayak gitu!". Mengatakannya memang gampang, tapi melakukannya tidak semudah itu. Sebuah komentar negatif bisa sangat menyakitkan hati dan membuat stres. Kalaupun kamu kuat menghadapinya, apakah pacarmu sama kuatnya denganmu? Jangan egois, pikirkan juga perasaan pacarmu lalu putuskanlah apa yang terbaik bagi kamu dan dia. Keinginan yang Tak Bisa Terwujud, yaitu Beribadah Bersama Sekilas, hal itu kedengarannya bukan sebuah masalah besar. Tapi sewaktu-waktu dalam hatimu bisa muncul keinginan untuk beribadah bersama dengan pacar, yang sayangnya tidak bisa diwujudkan. Apakah kamu tahan menghadapi perasaan itu? Dan bagaimana dengan pacarmu? Renungkanlah baik-baik, supaya itu tidak menjadi beban pikiran bagi kalian. Dorongan untuk Berpindah Agama Pemikiran seperti itu sebenarnya sah-sah saja. Tidak ada salahnya mempelajari sebuah keyakinan baru dan membandingkannya dengan keyakinanmu yang sekarang. Justru hal itu bagus, karena itu berarti kamu ingin memeluk agama yang benar-benar kamu yakini, bukan semata-mata karena orang tua dan keluargamu menganut agama tersebut. Tapi hati-hati, kamu harus bisa memisahkan antara rasa cintamu pada pacar dengan keinginan untuk mempelajari keyakinan baru. Jika kamu memilih pindah agama karena benar-benar yakin, itu bagus. Tapi jangan pindah agama hanya demi menyenangkan pacarmu karena hal itu tidak akan bermanfaat bagimu ataupun baginya. --- Atas dasar kemauan dan komitmen, kamu dan pasangan berusaha untuk menghadapinya berdua. Lalu, apa yang bisa dilakukan? Hadapi pacaran beda agama dengan cara ini: Pahami perbedaan budaya yang akan dijalani Agama adalah prinsip atau pedoman hidup yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, rutinitas seseorang biasanya akan mengacu pada ajaran agama yang dianutnya. Dalam menjalani hubungan beda agama, kalian harus bisa memahami dan mengerti rutinitas masing-masing yang mengacu pada agama atau bagaimana kalian memaknai sebuah peristiwa hingga mengekspresikan emosi. Saling mendalami agama yang dianut Lakukan tanpa paksaan. Kalian bisa saling berbagi informasi soal agama masing-masing sehingga kamu dan si dia bisa lebih memahami pribadi masing-masing. Namun, sebaiknya kamu sudah mendalami agamamu lebih dulu sebelum membaginya dengan pasangan. Tidak mencoba mengubah keyakinan pasangan Jangan pernah berpikir untuk mengubah keyakinan pasangan demi membuat hubungan kalian lebih lancar, apalagi kalau si dia ternyata punya keyakinan yang cukup kuat. Bukan hanya hal ini hanya akan memicu konflik besar, kamu juga akan memberikan kesan tidak bisa menerima pasangan seutuhnya. Mendiskusikan masa depan Mungkin hubungan kalian sudah cukup serius. Ada baiknya untuk mendiskusikan soal masa depan, seperti bagaimana upacara pernikahan nanti? Mungkinkah upacara pernikahan dilakukan dalam dua agama? Bagaimana agama yang akan dianut oleh anak-anak kalian nanti? Pastikan kamu dan pasangan mendiskusikan hal ini agar tak ada "kejutan" di masa depan. Selain itu, kalian pun akan merasa lebih yakin dan aman saat menjalani hubungan berdua. Sumber: IDN Times & Herworld
 04 Feb 2021    19:00 WIB
Dampak Buruk Suka Pamer Kemesraan di Media Sosial
Sebenarnya membagikan momen bahagia dengan pasangan itu sah-sah aja asal kamu tidak berlebihan membagikannya, karena berikut ada beberapa dampak yang akan timbul jika kamu terlalu sering atau berlebihan dalam mengunggah momen mesramu. Simak yuk! Kehilangan Momen Berharga Kita itu hidup di dunia nyata, bukan dunia maya. Nah kalau kamu terlalu fokus dan sampai menghabiskan waktu terlalu banyak untuk memposting berbagai hal di medsos, kita bisa kehilangan momen berharga yang sebenarnya lebih penting dengan pasangan kamu. Privasimu dan Pacarmu Tidak Lagi Terjaga Media sosial menjadi tempat berbagi jutaan orang di seluruh dunia. Bila kesenangan dan kesedihanmu bersama pasangan kamu unggah di sana, maka privasi kalian tidak lagi terjaga. Padahal tak semua orang ingin tahu dan peduli terhadap apa yang terjadi pada dirimu. Jadi mulai sekarang coba dipilih-pilih lagi ya mana yang mestinya dibagikan. Dicibir Banyak Orang Saat sedang bahagia, pasti yang kamu bagikan di media sosialmu adalah momen bahagia bersamanya. Tapi, bila sedang ada masalah yang kamu umbar hanyalah kata dengan penuh amarah. Beberapa orang mungkin akan peduli dengan hubunganmu tapi ada juga yang pasti akan mencibirmu. Sikapmu yang mengumbar masalah dengan pasangan di media sosial dianggap terlalu kekanak-kanakan. Bila terlalu drama, hubungamu juga tidak akan bertahan lama.​ Memicu Munculnya Masalah Baru "Eh, ini siapa sih yang comment? Mantan kamu ya? Kok, nggak kamu block sih?" Hayo lho, gimana kalau pasanganmu cemburu gara-gara foto yang kamu posting di medsos dikomentari oleh mantanmu. Atau bisa jadi ada mantannya yang ikutan menulis komentar di foto itu. Bisa-bisa bakal memicu masalah baru dalam hubungan. Kalau Putus, MALU Nah, ini yang harus diperhatikan. Ketika masih menjalin hubungan, kamu pasti mem-posting dengan kalimat-kalimat yang menunjukkan bahwa kamu tidak bisa hidup tanpanya. Namun,ketika hubungan kandas yang kamu lakukan hanyalah menghapus semua foto yang pernah kamu bagikan. Sudah dihapus, sih tapi rasa malunya itu lho yang sulit hilang karena semua orang sudah terlanjur melihatnya.​ Sumber: Liputan6
 20 Jan 2021    11:00 WIB
Tanpa Anda Sadari Ini Hal yang Bisa Menghancurkan Hubungan
Anda merasa bahagia dengan pasangan yang sekarang namun seiring berjalannya waktu, tiba-tiba saja semua hal yang dilakukannya kerap membuat Anda kesal. Simak dulu hal-hal penghancur hubungan berikut sebelum Anda benar-benar melakukannya. Mengijinkan rasa sakit hati menghantui Kita semua pernah disakiti. Itu adalah suatu hal yang tak bisa dihindari, dan bukan inti dari permasalahan di sini. Intinya adalah bagaimana kita lupa mengakhiri rasa sakit hati. Aspek negatif yang dipendam ini hanya akan mengendap menjadi pemicu. Saat pasangan baru Anda melakukan atau mengucapkan hal yang mengingatkan Anda pada masa lalu yang buruk, Anda bisa saja langsung meledak tanpa disadari. Jika Anda tak bisa menyelesaikan rasa sakit hati itu, cari bantuan profesional. Tak mencintai diri sendiri Saat Anda masuk dalam sebuah hubungan dan berusaha untuk jadi orang lain (yang Anda anggap lebih baik), itu berarti Anda tak menghargai kualitas diri sendiri. Meski klise, ungkapan ini patut Anda telaah. Jika Anda tak bisa menghargai dan mencintai diri sendiri, bagaimana Anda bisa melakukannya pada orang lain? Tak ada orang yang sempurna, tapi cinta bukan untuk orang yang sempurna. Jangan berharap pada pasangan untuk memberikan rasa cinta dan penghargaan yang tidak Anda berikan pada diri sendiri. Itu adalah tanggung jawab Anda. Baca juga: Putus Cinta, Ini Reaksi Tubuh Mu Mengekang pasangan Jika Anda menciptakan hubungan baru dengan perasaan yang rapuh dan needy, lambat-laun Anda akan kerap menuntut. Coba pikir lagi, seberapa sering Anda bertanya, "Kenapa kamu pakai baju itu?", "Kamu mau pergi kemana?", dan "Tadi bicara dengan siapa?". Sah-sah saja jika Anda mempertanyakan hal-hal ini, namun saat pertanyaan ini keluar akibat dorongan rasa takut dan kegelisahan, Anda hanya akan menciptakan masalah baru. Pencemburu Merasa cemburu sangatlah normal dan bisa terjadi kapan saja. Namun saat hal ini mulai menguasai hubungan Anda, penting untuk menghentikannya sekarang. Ingat, rasa cemburu sebenarnya bukan soal "orang lain", namun lebih pada "diri sendiri". Buat keputusan positif yang dapat membuat Anda terlihat lebih tegar dan bahagia, dengan atau tanpa pria. Tak bisa mengatasi tekanan Setiap hubungan pasti akan diwarnai dengan tekanan. Masalahnya adalah kadang kita tidak tahu cara terbaik mengatasi momen bersitegang tersebut, yang akhirnya berujung pada pertengkaran. Sangat penting untuk mengatasi hal negatif dengan cara yang dewasa. Ini berarti berani bertanggung-jawab dengan memberikan kontribusi positif saat Anda bersitegang dengan pasangan, dan menganjurkan si dia untuk melakukan hal yang sama. Baca juga: Ini Cara Pasangan Bahagia Mengatasi Pertengkaran Sumber: Herworld