Your browser does not support JavaScript!
 23 Nov 2020    15:00 WIB
Jatuh Cinta Kembali Pada Suami
Bingung mengapa Anda tidak lagi merasa tertarik pada suami Anda, padahal dulu Anda begitu mencintainya??? Setelah bertahun-tahun hidup bersama pasangan, Anda dan pasangan pastinya akan mulai merasa nyaman satu sama lain. Selain itu, kelelahan akibat pekerjaan dan adanya anak dapat membuat waktu berduaan dengan pasangan Anda semakin berkurang. Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk mengembalikan rasa cinta dan gairah yang dulu pernah ada? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu Anda kembali jatuh cinta pada suami Anda. Bersikaplah Lebih Baik Terhadap Pasangan Anda Tidak ada orang di dunia ini yang tidak ingin diperlakukan dengan lebih baik dan lebih dihargai oleh pasangannya bukan? Jadi, bila Anda ingin memperbaiki hubungan Anda dengan pasangan, ada baiknya bila Anda memulainya dengan menjadi seseorang yang lebih baik dan lebih menghargai pasangan Anda. Selain itu, jangan ragu untuk menunjukkan rasa sayang Anda pada pasangan. Karena setiap orang ingin merasa dihargai dan dicintai. Mulailah Terlebih Dahulu Memang sulit untuk bersikap baik pada seseorang yang menyebalkan. Akan tetapi, bila Anda benar-benar ingin memperbaiki hubungan Anda dengan suami, tidak ada salahnya bila Anda berbesar hati dan memulai bersikap lebih baik terlebih dahulu. Jangan Mudah Menyerah Apakah Anda telah mencoba menjadi orang yang lebih baik terhadap pasangan Anda tetapi tidak juga berhasil? Lalu apa yang harus Anda lakukan? Teruslah mencoba! Jangan langsung menyerah karena gagal pada percobaan pertama. Bukalah hati Anda untuk lebih mencintai pasangan Anda. Dengan terus "memasukkan" energi positif di dalam hubungan Anda dan pasangan, pasti Anda akan merasakan perbedaan nantinya. Prioritaskan Waktu Bersama Pasangan Bila Anda sedang berusaha untuk kembali mencintai pasangan Anda, maka jadikanlah waktu berduaan dengan pasangan sebagai prioritas utama Anda. Jangan hanya pergi makan malam di luar, tetapi pergilah berkencan. Selain itu, bila Anda berencana untuk pergi liburan bersama, pilihlah tempat yang romantis. Jangan berhenti menggoda pasangan Anda hanya karena Anda telah menikah cukup lama dengannya. Ikuti Konseling Jika Anda memiliki permasalahan dengan pasangan yang tidak dapat juga selesai, termasuk masalah seksual atau masalah lainnya; jangan ragu untuk meminta bantuan pada seorang terapis. Jika Anda dan pasangan memiliki keinginan yang kuat untuk mempertahankan rumah tangga Anda, maka tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Intinya adalah jangan hanya mengeluh dan mulailah melakukan sesuatu bila Anda tidak lagi merasa tertarik pada pasangan Anda. Hal ini dikarenakan seperti halnya tanaman yang membutuhkan pupuk dan air untuk bertumbuh, begitu pula rasa cinta perlu diberi pupuk dan makanan agar terus bertumbuh. Sumber: thestir
 23 Nov 2020    11:00 WIB
7 Tanda Si Dia Telah Memikirkan Mengenai Pernikahan
Adalah sesuatu yang sangat indah bila Anda dapat mengetahui bahwa pasangan Anda (pria) telah siap menikahi Anda. Kadangkala Anda mungkin sudah mulai bertanya-tanya pada diri Anda sendiri tetapi merasa enggan untuk bertanya langsung padanya. Bila demikian, maka di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa si dia memang telah mulai berpikir untuk menikahi Anda.  1.      Ia Mendadak Tampak Lebih Bertanggung JawabKadangkala, seorang pria akan tampak menjadi lebih bertanggung jawab saat ia mulai memikirkan tentang pernikahan. Perubahan ini biasanya tidak terlalu jelas yang membuat Anda mungkin lebih sulit menyadarinya. Walaupun si dia ternyata belum berpikir mengenai pernikahan, akan tetapi hal ini dapat berarti bahwa si dia telah menganggap hubungan asmaranya dengan Anda merupakan sesuatu hal yang sangat serius. 2.      Ia Mulai Mengatur KeuangannyaPerubahan yang satu ini biasanya merupakan salah satu perubahan yang dapat dengan mudah Anda sadari. Si dia mungkin tampak lebih berhati-hati dengan pengeluarannya. Seorang pria yang berpikir untuk segera menikah biasanya akan lebih berhati-hati mengenai keadaan keuangannya karena ia ingin agar masa depannya bersama Anda terjamin. 3.      Ia Membicarakan Masa Depannya Bersama Dengan AndaMendengar si dia membicarakan masa depannya dan Anda ternyata turut ada di dalamnya merupakan sesuatu hal yang sangat membahagiakan. Hal ini berarti bahwa pasangan Anda ingin tetap bersama dengan Anda, bahkan di masa depannya. Walaupun si dia mungkin sama sekali tidak pernah menyinggung mengenai pernikahan, akan tetapi bukan berarti ia tidak memikirkannya. 4.      Ia Mulai Membicarakan Pernikahan (Secara Umum)Membicarakan mengenai suatu pernikahan secara umum merupakan hal yang umum terjadi saat hubungan asmara di antara sepasang kekasih telah memasuki tahap yang lebih serius. Hal ini biasanya dimulai dengan membicarakan pernikahan orang lain atau pernikahan secara umum. Saat inilah merupakan saat yang tepat bagi Anda untuk mulai memberitahu si dia pernikahan seperti apa yang Anda inginkan. 5.      Ia Mulai Ingin BerbagiSaat hubungan Anda dengan si dia mulai memasuki tahap yang lebih serius, maka ia mungkin akan mulai membicarakan tentang "harta bersama". Ia mungkin akan memberikan kunci rumahnya pada Anda atau mengatakan benda milikinya sebagai milik bersama. 6.      Ia Mulai Jarang Pergi Bersama Dengan Teman-teman PrianyaJika Anda memperhatikan pasangan Anda mulai jarang berpergian bersama dengan teman-teman prianya dan justru lebih banyak menghabiskan waktu bersama Anda, maka hal ini merupakan suatu tanda positif. Hal ini menunjukkan bahwa Anda sekarang adalah prioritas utamanya. 7.      Ia Ingin Melihat Cincin PernikahanJika pasangan Anda mengajak Anda untuk melihat-lihat cincin pernikahan maka tentu saja ini merupakan suatu pertanda pasti bahwa si dia memang sudah memiliki keinginan untuk menikah dengan Anda. Melalui hal ini si dia sedang memberitahu Anda bahwa ia ingin menjadikan Anda sebagai istrinya. Sumber: allwomenstalk
 21 Nov 2020    11:00 WIB
Dikhianati Pasangan, Perlukah Diberi Kesempatan Kedua?
Salah satu keputusan paling sulit yang perlu Anda lakukan dalam hidup Anda adalah apakah Anda harus memberikan kesempatan kedua pada pasangan yang sudah mengkhianati Anda. Sebelum menentukan keputusan Anda, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Beberapa pertanyaan yang perlu Anda ajukan pada diri Anda sendiri sebelum membuat keputusan adalah: Apakah ini kali pertama si dia berselingkuh? Apakah ia mengerti rasa sakit hati yang telah ia sebabkan? Apakah ia mengakui bahwa perselingkuhan yang dilakukannya adalah masalah? Apakah ia bersedia bertanggung jawab karena sudah bersikap tidak setia? Apapun alasannya berselingkuh, apakah ia mau menerima bahwa ia perlu mengubah sikapnya? Apakah ia sudah meminta maaf pada Anda Apakah Anda percaya bahwa pasangan Anda memang benar-benar menyesal karena sudah mengkhianati Anda? Apakah pasangan Anda bersedia untuk mengikuti konseling pernikahan dan konseling pribadi? Apakah ia sudah memutuskan semua hubungan dengan selingkuhannya? Bila pasangan selingkuhnya adalah rekan kerja, apakah Anda sudah membahas bagaimana pasangan Anda akan bersikap di tempat kerjanya? Apakah Anda merasa bahwa Anda dan pasangan dapat memiliki pernikahan yang langgeng dan bahagia nantinya? Apakah Anda dapat mempercayai pasangan Anda lagi nantinya? Apakah Anda merasa bahwa pernikahan Anda layak diselamatkan? Bila ya, kenapa? Apakah ketidaksetiaan pasangan Anda akan terus menghantui pikiran dan hati Anda selamanya? Apakah Anda dapat memaafkan pasangan Anda? Apakah Anda dan pasangan sama-sama mau berusaha untuk memperbaiki rumah tanggan dan belajar bagaimana cara menyelesaikan masalah yang ada dengan baik? Bila pada akhirnya Anda memutuskan untuk memberikannya kesempatan, pastikan Anda membuatnya menyadari bahwa kesempatan ini adalah kesempatan terakhirnya. Anda tidak akan pernah memaafkannya lagi bila ia melakukannya lagi. Beritahukan hal ini dengan tegas sejak awal. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 alasan mengapa Anda sebaiknya tidak pernah memberikan kesempatan kedua pada pasangan yang sudah mengkhianati Anda: Bila ia berselingkuh dengan mantan pacarnya Ia sudah lama berselingkuh Si dia tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan dan bahkan tidak meminta maaf pada Anda Ia berselingkuh sejak awal hubungan asmara Anda dengannya Ia sudah sering berselingkuh Jika Anda merupakan pihak yang berselingkuh dan berhasil mendapatkan kesempatan kedua, pastikan Anda menjelaskan pada pasangan Anda mengapa Anda berselingkuh dan minta maaflah pada pasangan Anda. Ingatlah untuk selalu bersikap jujur dan selalu menepati janji Anda. Ketahuilah bahwa Anda akan menerima banyak pertanyaan dari pasangan Anda mengenai apakah Anda akan kembali mengulangi hal yang sama dan bersabarlah bila ia sulit mempercayai Anda kembali.
 20 Nov 2020    15:00 WIB
6 Hal Tentang Hubungan Intim yang Harus Dibicarakan Dengan Pasangan
Hubungan intim yang berkualitas adalah hal yang sangat penting dalam keluarga. Namun kebanyakan pasangan merasa hal ini merupakan hal yang tabu, sehingga sering memendam keinginan-keinginan "liar" atau merasa tidak nyaman yang mungkin ada di dalam benak masing-masing orang. Kebiasaan memendam perasaan ini dapat berdampak buruk dalam sebuah hubungan. Sehingga bisa saja timbul rasa bosan, hambar dan tidak lagi menikmati hubungan seksual. Padahal kalau bukan pasangan Anda, siapa lagi yang harus mengerti masalah yang satu ini. Oleh karena itu sangat penting melakukan percakapan mengenai hubungan intim. Berikut adalah hal-hal yang harus dibahas dalam percakapan tersebut: 1.      Fantasi seks Pada beberapa orang sebenarnya memiliki fantasi seks yang ingin dituangkan saat melakukan hubungan intim. Namun hal ini takut dilakukan karena takut menyinggung perasaan pasangan. Oleh karena itu sebaiknya Anda bicarakan dengan pasangan mengenai keinginan yang satu ini. Tidak pernah ada yang tahu, mungkin saja Anda dan pasangan memiliki fantasi yang hampir sama dan bisa mulai mempraktekannya malam ini. Namun bila pasangan Anda merasa keberatan coba tanyak mengapa dia merasa keberatan, coba dengarkan dan hargai pendapatnya. Mungkin dia memang memiliki alasan kuat untuk tidak melakukan hal itu. 2.      Batas Batas ini berhubungan dengan fantasi seks dan hal-hal lain yang berhubungan dengan seks seperti penggunaan sex toys, berapa lama Anda akan melakukan hubungan intim dan sampai batas mana Anda dan pasangan bisa melakukan hal-hal yang mungkin saja terlalu liar. Jangan sampai Anda atau pasangan melakukan hal yang kelewat bmatas yang membuat Anda atau pasangan merasa tidak nyaman atau malah tertekan 3.      Waktu yang tepat Terkadang saat merasa terlalu lelah, seseorang menjadi malas untuk berhubungan intim. Perasaan malas dan tidak mood akan berimbas pada hubungan intim. Sudah dapat dipastikan jadi sulit menikmati dan anti klimaks. Jadi jangan ragu untuk mengatakan bahwa Anda sedang tidak ingin melakukannya, bicara dengan perlahan berikan senyuman manis padanya bahwa saat ini memang Anda tidak bisa melakukannya namun saat dalam keadaan santai, Anda pasti akan melakukan yang terbaik untuk Anda. Dengan begitu dia tidak akan merasa tersinggung dan tetap merasa dicintai oleh Anda. 4.      Membuat Perencanaan Hubungan intim yang spontan akan membuat hubungan intim menjadi lebih romantis dan menyenangkan. Namun untuk Anda yang sibuk, tidak ada salahnya bila Anda merencanakan kegiatan bercinta. Tanyakan pada pasangan Anda kapan waktu yang tepat bercinta. Ingat dalam hubungan intim yang paling penting adalah kualitas bukan kuantitas 5.      Disfungsi seksual Masalah yang satu ini bisa saja mengganggu kualitas hubungan intim. Masalah ejakulasi dini dan disfungsi ereksi bisa menimbulkan ketidakpuasan pasangan ketika bercinta. Namun masalah yang satu ini sangat sensitif bagi pria, sehingga ada baiknya Anda mencari waktu dan tempat yang tepat untuk membicarakan hal ini. Bahwa yang ingin Anda lakukan adalah untuk mencari solusi dan untuk mempertahankan keharmonisan rumah tangga. 6.      Anak Salah satu masalah penting dalam hubungan intim adalah jumlah anak yang ingin dimiliki.. Semakin sering melakukan hubungan intim maka semakin besar kemungkinan memiliki anak. Sebaiknya Anda dan pasangan membicarakan hal ini apakah memang ini menambah momongan atau tidak, menggunakan alat KB yang mana, karena pada beberapa pasangan sering merasa terganggu bila menggunakan metode kontrasepsi tertentu. Percakapan tentang hubungan intim mungkin dapat membuat Anda dan pasangan merasa tidak nyaman, untuk menjaga agar pembicaraan lebih lancar sebaiknya dilakukan saat Anda dan pasangan dalam keadaan santai dan lebih tenang.
 17 Nov 2020    18:00 WIB
Hubungan Langgeng dengan "Me Time"
Dalam sebuah hubungan, kebersamaan setiap hari adalah hal yang menyenangkan. Banyak melakukan kegiatan bersama-sama akan mempererat ikatan dalam sebuah hubungan. Namun bukan berarti Anda harus selalu bersama dengan pasangan, ada kalinya mereka membutuhkan "me time".  Waktu tersebut berguna untuk memberikan kesempatan dirinya melakukan banyak hal-hal penting yang bisa dilakukan tanpa Anda. Selain itu apabila Anda selalu menempel ke manapun ia pergi, maka hubungan bisa menjadi membosankan dan nantinya dapat mengarah ke perpisahan. Berikut adalah alasan mengapa setiap pasangan kekasih butuh waktu sendiri: Hilangnya Ketertarikan Teleponan dengan pasangan memang sangat diperlukan, karena komunikasi akan mempertahankan sebuah hubungan. Namun bila menelepon sampai puluhan kali, bahkan Anda menyuruhnya untuk selalu melapor keadaaannya. Maka hal ini dapat berdampak buruk pada hubungan. Karena dia akan merasa tidak lagi menemukan keseruan dalam sebuah hubungan. Hal ini bisa membuat seseorang jadi bosan dan hilang ketertarikan. Pria menjadi frustasi Menghabiskan waktu dengan pasangan memang menyenangkan namun bila Anda dan pasangan selalu menghabiskan waktu bersama, bahkan Anda ikuti mendampingi saat dia berolahraga maka bisa membuatnya merasa frustasi. Pria juga butuh waktu sendiri dan bersenang-senang bersama teman-teman prianya, tanpa diikuti terus oleh kekasihnya. Tidak Berkembang Selalu bersama-sama dan hampir tidak punya kehidupan pribadi bisa membuat seseorang menjadi tidak berkembang. Terlebih untuk seorang pria, suatu saat dia harus menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab pada kehidupan keluarganya, salah satunya masalah ekonomi. Dia tidak bisa bila hanya terus bersama Anda dan tidak punya waktu untuk mengurus pekerjaan atau bisnis lainnya. Tentu, setiap individu memiliki hak untuk mengembangkan diri dan mencapai kehidupan yang lebih baik. Si Dia Bisa Semakin Jauh Pernahkah Anda mendengar sebuah filosofi pasir di tangan. Saat Anda mengenggam pasir, maka pasir akan keluar dari sela-sela jari. Begitu pula dengan pria, bila Anda terus berada didekatnya dan mengekangnya maka ia bisa keluar dari hidup Anda dan menjauh. Sang pria bisa merasa muak dengan hubungan yang terlalu dekat dan dihantui oleh Anda yang posesif. Anda mengekangnya, dia juga akan mengekang Anda Apabila Anda memiliki kebiasaan untuk mengekang pasangan dan melarangnya melakukan ini itu, maka dia bisa melakukan hal yang sama dengan Anda. Pada saat seperti ini Anda baru akan sadar bahwa hidup yang terlalu dikekang dan selalu serba Anda akan terasa menyebalkan. Hubungan akan bertahan lama dan berjalan lancar, apabila Anda dan pasangan mau bersama-sama untuk saling menghargai. Dengan memberikannya "me time" akan membuat pasangan ingin selalu bertahan dengan Anda bukan karena paksaan namun karena merasa nyaman dengan Anda. Bukankah hal ini lebih baik??? Sumber: magforwomen
 14 Nov 2020    09:00 WIB
8 Manfaat Berpelukan
Setiap orang pasti menikmati momen hangat ketika mereka mendapatkan pelukan, meski barang satu atau dua menit. Apalagi jika pelukan itu datang dari orang yang mereka sayangi. Sebuah penelitian mengungkap bahwa manusia membutuhkan 4 pelukan dalam sehari untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk perawatan diri, dan 12 pelukan sehari untuk bisa tumbuh. Meski ungkapan tersebut benar-benar terbukti dan belum didukung oleh fakta-fakta rinci yang jelas, namun tak perlu diragukan bahwa pelukan memang diperlukan manusia. Pelukan bisa memberikan banyak manfaat kesehatan yang sudah terbukti secara ilmiah. Menurut penelitian, berpelukan dapat meningkatkan system imunitas tubuh, menyembuhkan depresi, mengurangi stress. Berikut adalah beberapa manfaat pelukan sekaligus alasan mengapa Anda membutuhkannya setiap hari. 1.       Merangsang oxytocin Oxytocin adalah senyawa penghubung pada otak yang bekerja dalam sistem limbik, pusat emosi pada otak yang berkaitan dengan perasaan manusia. Oxytocin bertugas untuk meredakan rasa cemas, stres, dan bahkan bisa membuat mamalia menjadi setiap pada pasangannya. Oxytocin sangat ampuh dalam mempengaruhi emosi wanita. Senyawa ini juga yang membuat wanita tak lagi merasakan sakit pada tubuh mereka ketika melihat bayi yang dilahirkannya untuk pertama kalinya. Penelitian terbaru dari University of California mengungkap bahwa senyawa ini juga yang mempengaruhi pria agar lebih menyayangi dan terikat pada pasangannya. Oxytocin juga diketahui bisa meningkatkan libido serta gairah seksual. Ketika berpelukan, otak akan melepaskan oxytocin dan menurunkan stres, tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit jantung. 2.       Membuat lebih tenang dan sabar Hubungan dan koneksi antar manusia membuat mereka menghargai satu sama lain. Pelukan adalah salah satu cara manusia untuk menunjukkan betapa mereka menghargai orang lain. Di era yang segalanya serba instan, cepat, dan sibuk, orang secara konstan terburu-buru untuk melakukan banyak tugas. Pelukan akan membuat seseorang lebih tenang dan tak lagi diburu-buru waktu sepanjang hari. Mereka akan lebih sabar dan menghargai hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. 3.       Mencegah penyakit Penelitian yang dilakukan oleh Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine mengungkap bahwa sentuhan dan pelukan memiliki efek yang besar terhadap kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah mencegah penyakit, membuat bayi prematur lebih cepat tumbuh, meredakan rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker. 4.       Merangsang kelenjar timus Pelukan tak hanya bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun juga merangsang kelenjar timus yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan manusia. Kelenjar timus bagi remaja penting dalam mengatur pertumbuhan dan pubertas. Sementara pada orang dewasa, kelenjar timus berkaitan dengan produksi sel darah putih yang akan memperkuat kekebalan tubuh dan menangkal segala jenis penyakit. 5.       Produksi dopamine Semua hal yang dilakukan manusia bisa berpengaruh terhadap aliran dopamin pada tubuh. Dopamin yang rendah akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti penyakit Parkinson atau depresi. Dopamin berfungsi memberikan perasaan bahagia pada seseorang, sekaligus memberikan motivasi. Pelukan bisa memicu aliran dopamin dalam tubuh sehingga membuat seseorang lebih bahagia, termotivasi, dan jauh dari depresi. 6.       Merangsang serotonin Tak hanya dopamin, pelukan juga merangsang pelepasan endorphin dan serotonin pada pembuluh darah ke seluruh tubuh. Kedua hal ini akan memicu perasaan senang, meredakan rasa sakit mencegah perasaan sedih, serta menjaga kesehatan jantung. Selain itu, serotonin dan endoprhin juga membantu menghilangkan kelebihan lemak dan menambah harapan hidup. Uniknya, hal ini juga berlaku ketika seseorang memeluk hewan peliharaan mereka. Berpelukan meningkatkan jumlah serotonin dalam tubuh, menaikkan mood, menghilangkan stres, dan membuat bahagia. 7.       Keseimbangan sistem saraf Pelukan juga berfungsi untuk menyeimbangkan sistem saraf. Kulit mengandung jaringan yang bisa merasakan sentuhan dan berkaitan langsung dengan otak melalui saraf vagus. Respon yang terjadi pada tubuh ketika seseorang mendapatkan pelukan ini membuat sistem saraf parasimpatik menjadi semakin seimbang dan berfungsi dengan baik. 8.       Meningkatkan kepercayaan diri Berpelukan dapat meningkatkan ras percaya diri seseorang. Rangsang taktil sangat penting untuk perkembangan bayi karena bayi pertama kali mengenal orangtuanya melalui sentuhan. Sejak pertama kali, keluarga memberikan kita pelukan untuk menunjukkan bahwa kita special dan dicintai. Pelukan yang kita dapatkan dari orangtua bahkan tertanam sampai tingkat sel kita dan berhubungan denga kemampuan kita untuk mencintai diri sendiri Itulah beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan seseorang dengan berpelukan. Bayangkan, hal sederhana seperti berpelukan dengan orang yang Anda sayangi, bahkan dengan hewan peliharaan, bisa memberikan banyak keuntungan untuk tubuh. Jadi, sudahkah Anda memeluk seseorang hari ini? Sumber: dailyhealthpost  
 11 Nov 2020    17:00 WIB
Hal-hal yang Membuat Pria Tertekan Dalam Pernikahan
1.      Menceritakan Hal yang Tidak Berhubungan Dengannya Seringkali para wanita bercerita tentang berbagai kejadian yang dialaminya pada hari itu pada suaminya. Kejadian di kantor atau apa yang dialami teman sekantor anda. Akan tetapi, bila suami anda tidak mengenal teman kantor anda, maka hal ini dapat membuatnya kehilangan minat dan bosan setiap kali anda menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan teman sekantor anda. Hal ini bukan berarti suami anda tidak menghargai atau mencintai anda. Bila anda tetap merasakan adanya keinginan untuk menceritakan hal-hal ini, maka ceritakanlah pada teman atau keluarga anda sesama wanita yang juga mengenal teman sekantor anda tersebut. Jika anda bermaksud untuk menanyakan pendapatnya mengenai sesuatu hal, pastikan untuk memberitahukan hal tersebut sebelum anda mulai bercerita tentang apa yang dialami teman anda tersebut. 2.      Kurangnya Kebersamaan Walaupun pasangan anda mungkin tidak merasa terganggu dengan kurangnya kebersamaan atau tidak begitu ambil pusing mengenai kegiatan anda atau di mana anda berada, pandangan orang lain tentang hal ini dapat membuatnya merasa tertekan. Memberikan ruang bagi pasangan anda memang penting, akan tetapi bila hal tersebut telah membuat anda atau pasangan anda merasa sebagai dua orang asing yang tinggal dalam satu rumah, maka anda harus waspada dan mulai membangun kembali komunikasi dan kedekatan anda bersama pasangan anda. Anda tidak harus memulainya dengan mengajak pasangan anda berkencan. Mengajak pasangan anda untuk menemani anda berbelanja kebutuhan sehari-hari atau berbagai kegiatan lainnya yang sering anda lakukan bersama sebelum menikah dapat kembali mendekatkan hubungan anda dan pasangan. Anda tidak perlu menunggu pasangan anda untuk mengajak anda terlebih dahulu, ajaklah pasangan anda untuk pergi bersama anda. 3.      Memasang Fotonya Tanpa Ijin Bila anda menganggap ekspresi atau foto pasangan anda sangat menawan dan berkeinginan untuk memasang foto tersebut di facebook atau bbm anda sebaiknya mintalah ijinnya terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan pasangan anda belum tentu merasa percaya diri mengenai ekspresinya tersebut dan tidak ingin fotonya ini dilihat oleh orang lain selain anda. Yang terutama adalah pasangan anda akan merasa lebih dihargai. 4.      Memperoleh Nasehat dari Mertua Tanpa Diminta Ibu anda mungkin mengetahui apa yang terbaik bagi anda, akan tetapi akan lebih baik bagi anda dan pasangan anda bila ibu anda menyimpan pendapatnya untuk dirinya sendiri. Beritahukan secara perlahan dan lembut pada ibu anda walaupun ibu anda mungkin tahu apa yang terbaik bagi anda dan pasangan anda, tetapi anda dan pasangan anda sedang berusaha menyelesaikan masalah yang anda alami berdua. Hal ini mungkin tidak dapat mengurungkan niat ibu anda untuk ikut campur dalam permasalahan anda, tetapi dengan menegaskan kembali keinginan anda maka perlahan-lahan ibu anda akan mengerti dan membiarkan anda dan pasangan anda menyelesaikan permasalahan yang anda alami. Bahkan bila apa yang dikatakan oleh ibu anda memang benar, membiarkan pasangan anda menemukan sendiri jawaban ini akan membuatnya lebih dapat menerimanya. 5.      Akhir Minggu Tidak Seromantis Dulu Bila sebelum menikah anda dan pasangan anda dapat menikmati akhir minggu dengan santai bersama atau berpergian atau bermesraan, kemudian setelah menikah akhir minggu menjadi hari untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah, maka pasangan anda mungkin akan merasa tertekan. Lakukanlah kegiatan yang menyenangkan atau berbeda dengan pasangan anda bila anda atau pasangan telah mulai merasa tertekan. 6.      Sering Ditanya Mengenai Kapan Memiliki Momongan Seringnya ditanya kapan memiliki momongan tidak hanya dapat membuat anda tertekan, pasangan anda pun dapat merasa tertekan dan terganggu, terutama bila anda atau pasangan belum memiliki keinginan untuk segera memiliki momongan atau telah lama berusaha namun belum juga membuahkan hasil. Tanyakanlah pada pasangan anda setidaknya setahun sekali mengenai arah rumah tangga anda dan pasangan anda, sehingga baik anda maupun pasangan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai gosip atau perkataan orang lain di belakang anda. 7.      Suami Berperan Sebagai Ibu Rumah Tangga Mungkin suami anda memang senang memasak dan ingin melakukannya. Akan tetapi, apa yang dibicarakan oleh orang lain di belakang andalah yang dapat mengganggu anda dan pasangan, apalagi bila orang lain menyimpulkan bahwa anda tidak dapat berperan sebagai istri sebagaimana mestinya. Hal ini mungkin dapat membuat pasangan anda merasa jengkel. Sediakanlah waktu bagi anda dan pasangan anda untuk membicarakan mengenai apa yang anda dan pasangan anda rasakan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang tidak diinginkan. 8.      Terlalu Banyak Pertemuan Keluarga yang Harus Dihadiri Setelah menikah, anda tidak lagi hanya memiliki keluarga anda, anda pun memiliki sebuah keluarga lainnya, yaitu keluarga pasangan anda. Mungkin baik keluarga anda atau pasangan anda merasa harus didahulukan. Hal ini dapat membuat anda dan pasangan harus menghadiri berbagai acara, terutama pada saat liburan tertentu, seperti lebaran, natal, tahun baru, dan lain sebagainya. Bila permasalahan ini telah membuat anda dan pasangan anda bertengkar, maka tibalah waktunya bagi anda dan pasangan anda untuk duduk bersama dan membicarakan masalah ini. Acara manakah yang harus dihadiri, apakah yang tidak anda atau pasangan anda sukai saat bertemu dengan keluarga dan lain sebagainya. Hal ini dapat membuat anda dan pasangan anda lebih mengerti apa yang diinginkan oleh anda dan pasangan anda. Sumber: redbookmag
 24 Oct 2020    13:00 WIB
Naksir Mantannya Teman, Boleh Gak Sih?
Seringkali naksir apalagi memacari mantan pacar teman merupakan hal yang tabu dan melanggar norma pria. Namun, kadangkala situasi ini tidak terhindarkan. Bila Anda mengalami hal ini, maka ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk memacari mantan teman Anda tersebut. Pertimbangkan Berbagai Faktor Pada sebagian besar situasi, keputusan yang tepat bagi Anda tergantung pada pandangan, moral, hubungan pribadi, dan nilai Anda sendiri. Sebelum Anda memutuskan untuk memacari mantan teman Anda, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan, yaitu: Berapa lama Anda sudah berteman dengannya dan seberapa dekat Anda dengan teman Anda tersebut Seberapa penting hubungan persahabatan Anda dengan teman Anda dan seberapa besar keinginan Anda untuk mempertahankannya Apa yang menyebabkan teman Anda dan mantannya putus Berapa lama sudah berlalu sejak teman Anda dan mantannya putus, apakah mereka sekarang bermusuhan Seberapa baik dan berapa lama Anda sudah mengenal mantan teman Anda Persiapkan Diri Anda Akan Konsekuensinya Bila Anda merasa ingin menjalin hubungan dengan mantan teman Anda, maka sangat penting untuk bersikap jujur pada diri Anda sendiri dan teman Anda. Sebelum Anda melangkah lebih jauh, Anda harus bertanya pada diri Anda sendiri terlebih dahulu, apakah mantan teman Anda tersebut benar-benar lebih berharga daripada hubungan persahabatan Anda dengan teman Anda. Bila Anda tetap berkeinginan untuk menjalin hubungan asmara dengan mantan teman Anda, maka bersiaplah oleh berbagai kemungkinan terburuk, termasuk teman Anda merasa dikhianati. Ketahui Bagaimana Cara Memberitahu Teman Anda Pada awalnya, memberitahu teman Anda mengenai hal ini mungkin akan terasa sangat menakutkan. Akan tetapi, bagaimana cara Anda memberitahu teman Anda dapat memberikan perbedaan pada hasilnya. Daripada hanya bertanya "apakah boleh", akan lebih baik bila Anda bertanya "apakah Kamu akan merasa tidak nyaman bila Aku mengencani mantanmu". Pertanyaan ini akan membuat teman Anda berpikir dan membuat Anda dapat berdiskusi dengan teman Anda. Saat Anda memutuskan untuk memberitahu teman Anda, ada beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda, seperti: Beritahu maksud Anda. Beritahu teman Anda bahwa persahabatan Anda dengannya sangat berarti bagi Anda dan Anda ingin tetap berteman dengannya. Dan apa yang ingin Anda sampaikan akan membuatnya merasa sedikit tidak nyaman. Bertanyalah padanya apakah sekarang waktu yang tepat untuk berbicara Beritahu bahwa Anda merasa rentan, misalnya dengan mengatakan bahwa "Aku merasa bahwa Aku semakin ingin dekat dengan mantanmu dan Aku khawatir bagaimana perasaanmu mengenai hal ini" Biarkan teman Anda berbicara dan memberitahu Anda apa yang ia pikirkan. Dengarkanlah ia Pastikan Anda berterima kasih pada teman Anda atas waktunya dan kesediaannya untuk mendengarkan Anda Perlakukan Teman Anda Dengan Lembut, Tetapi Ingat Bahwa Anda Tidak Memerlukan Izinnya Walaupun memang langkah terbaik adalah dengan mendekati dan berbicara baik-baik dengan teman Anda sebelum melangkah lebih jauh, akan tetapi sebenarnya Anda tidak membutuhkan izin dari teman Anda untuk berpacaran dengan mantannya. Pastikan saja Anda berterus terang pada teman Anda dan jangan memberitahunya secara mendadak.   Sumber: cheatsheet