Your browser does not support JavaScript!
 24 Oct 2017    11:00 WIB
6 Tips Agar Konsultasi Dengan Dokter Maksimal
Setiap orang pasti pernah berkunjung ke dokter, untuk melakukan pemeriksaan atas dirinya atau sekadar mengantar kerabat yang sakit. Banyak orang berharap agar konsultasi dengan dokter berjalan maksimal dan berhasil mendapat informasi yang dibutuhkan, tetapi hal itu seringkali tidak terjadi. Beberapa pasien terbiasa pulang dalam keadaan yang kurang puas dan kebingungan dengan kondisinya. Seperti yang kita ketahui, profesi dokter adalah profesi yang sangat sibuk. Untuk bertemu dengan satu dokter, pasien harus antri beberapa menit sampai berjam-jam, atau membuat janji sehari sebelumnya. Sayangnya, ketika tiba giliran untuk berkonsultasi, dokter hanya menemui pasien selama 5 menit. Waktu yang sangat sedikit dibandingkan dengan pengorbanan pasien menunggu. Kurangnya pengetahuan dan persiapan pasien saat mengunjungi dokter, juga membuat banyak dokter meminta pasien melakukan berbagai prosedur test, untuk membantu menegakkan diagnosis. Tentu hal ini akan menyebabkan biaya yang lebih besar untuk sekali pemeriksaan. Agar konsultasi dengan dokter berjalan maksimal, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan: 1.       Mencari tahu gejala yang Anda rasakan Internet bisa membantu Anda mengenali gejala yang Anda rasakan. Pasien bisa membuka beberapa situs kesehatan terpercaya, yang bisa mengarahkan mereka ke beberapa kondisi kesehatan yang berhubungan dengan mereka. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari gelaja-gejala penyakit yang Anda rasakan di Cek Gejala Penyakit http://www.dokter.id/cek-sakit-anda yang akan membantu Anda untuk mencari diagnosa-diagnosa yang terkait dengan gejala penyakit Anda. Mengetahui kondisi fisik berdasarkan pencarian di internet memang kadangkala menumbuhkan kekhawatiran pasien. Namun, dengan sedikit bekal informasi yang dimiliki, dokter akan mencoba melakukan analisa lebih mendalam. Dokter juga akan membantu untuk meluruskan persepsi pasien atas masalahnya, untuk mengurangi kekhawatiran pasien. 2.       Siapkan rekam medis Anda Mungkin Anda pernah melakukan pemeriksaan kesehatan sebelumnya, atau pernah didiagnosa menderita penyakit tertentu, atau pernah mengkonsumsi obat-obat tertentu dalam waktu panjang atau sedang mengkonsumsi obat-obatan pada saat ini. Agar konsultasi dengan dokter berjalan maksimal, bawa semua berkas informasi penting ini ke dokter. Dokter akan mempelajari penyakit Anda dengan melihat perjalanan kesehatan Anda sebelumnya. Jika Anda kurang memahami kondisi fisik Anda saat ini, setidaknya rekam medis Anda akan membantu menjelaskan semuanya kepada dokter, tanpa Anda perlu kesulitan untuk menjelaskan. 3.       Memahami kondisi fisik Anda Pasti ada beberapa alasan mengapa akhirnya Anda memutuskan berkunjung ke dokter, salah satunya perasaan tidak enak di badan yang menggangu Anda. Sebelum berkunjung ke dokter, catat gejala apa saja yang Anda rasakan. Jika demam, catat seberapa tinggi temperatur tubuh Anda. Jika alergi, catat seberapa luas ruam merah di kulit akibat alergi tersebut, atau ada bentuk alergi lainnya. Anda juga perlu mengingat makanan apa yang dikonsumsi sebelum sakit. Ada baiknya Anda membuat catatan obat-obatan apa yang Anda konsumsi sebelum memutuskan pergi ke dokter. Informasi ini mungkin berguna untuk dokter dalam mencari tahu faktor penyebab penyakit Anda. 4.       Fokus pada masalah Anda Untuk membantu Anda tetap fokus selama melakukan kunjungan ke dokter, maka siapkan catatan kecil mengenai hal-hal yang ingin Anda ketahui. Catatan kecil ini akan membantu agar konsultasi dengan dokter berjalan maksimal, dan Anda dapat pulang dengan informasi yang Anda butuhkan. Jawablah semua pertanyaan dokter sesuai dengan apa yang dirasakan, dengan begitu Anda telah membantu dokter dalam menegakkan diagnosa atas penyakit Anda. 5.       Bertanya dua kali jika kurang jelas Banyak pasien yang malu mengulang pertanyaan kepada dokter, padahal informasi yang ia terima belum sepenuhnya ia mengerti. Jika perlu, mintalah kepada dokter untuk mencatat informasi dan intruksi yang penting untuk Anda jalani selama masa perawatan. 6.       Ajak keluarga Ajaklah keluarga atau teman dekat saat anda ke klinik pelayanan kesehatan sehingga keluarga atau teman anda tersebut dapat membantu memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang anda terima sudah aman dan tepat. 6 Hal ini terbilang sangat sederhana, namun bisa membantu Agar konsultsi dengan dokter berjalan maksimal dan sesuai harapan Anda. Jika Anda sudah bisa melakukannya, maka Anda pun akan lebih mudah menjalankan terapi yang terbaik untuk mesalah kesehatan Anda. Ulangi tips ini setiap kali Anda akan berkunjung ke dokter.   Sumber: persify  
 27 Sep 2015    09:00 WIB
Stadium dan Gejala Kontraktur Dupuytren
Kontraktur Dupuytren merupakan suatu kelainan tangan yang tidak menimbulkan rasa nyeri. Kelainan ini biasanya menyebabkan perubahan progresif lambat pada telapak tangan. Pada kontraktur Dupuytren, terbentuk suatu jaringan parut di bagian bawah kulit telapak tangan. Seiring dengan perkembangan penyakit, jaringan parut ini akan mengkerut dan menarik jari-jari tangan secara perlahan hingga menekuk. Keadaan ini disebut dengan kontraktur. Seiring dengan berlalunya waktu dan semakin berkembangnya penyakit, maka kontraktur ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Jari manis dan jari kelingking merupakan jari yang paling sering terkena. Penderita biasanya masih dapat melakukan aktivitas hariannya secara normal bila kelainan ini masih berada pada tahap awal.   Kontraktur Dupuytren Stadium Dini Pada sebagian besar kasus, kontraktur Dupuytren terjadi pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun. Tanda awal kelainan ini adalah adanya suatu benjolan di dlaam telapak tangan anda. Selain benjolan, beberapa penderita kontraktur ini juga merasakan gatal, terbakar, atau kulit telapak tangan terasa keras selama beberapa waktu tertentu. Beberapa penderita mengatakan bahwa rasa keras ini menyerupai bekas luka yang akan segera menyembuh. Kelainan ini juga seringkali salah didiagnosa sebagai suatu tendonitis (radang tendon). Pada kontraktur Dupuytren, kelainan mengenai suatu lapisan jaringan tepat di bawah lapisan kulit dan tidak mengenai tendon. Pada tahap ini, benjolan keras yang terdapat pada telapak tangan disebut dengan nodul. Benjolan ini dapat menghilang dengan sendirinya pada sebagian kecil penderita. Akan tetapi, pada sebagian besar lainnya, maka kelainan ini akan terus berkembang. Benjolan ini dapat menetap selama beberapa bulan sampai beberapa tahun sampai gejala lainnya muncul. Beberapa pengobatan telah terbukti dapat mengatasi kelainan ini pada tahap awal, seperti suntikan kortikosteroid kerja panjang ke dalam benjolan dapat menghentikan perkembangan penyakit untuk sementara waktu. Kadang diperlukan beberapa kali suntikan untuk memperoleh efek terbaik.   Kontraktur Dupuytren Stadium Lanjut Kontraktur Dupuytren cenderung lebih cepat berkembang pada pria daripada pada wanita, dan juga lebih cepat memburuk bila mengenai kedua telapak tangan. Seiring dengan perkembangan kontraktur, nodul akan menebal dan terasa seperti ada tali di bagian bawah kulit. Lalu kulit di daerah tersebut akan mengkerut. Proses terjadinya kontraktur Dupuytren sebenarnya mirip dengan proses penyembuhan luka pada kulit. Adanya luka memicu tubuh untuk membentuk suatu jaringan parut dan proses pengkerutan, kemudian ujung kulit akan ditarik menyatu dan luka pun tertutup. Pada kontraktur Dupuytren, proses penyembuhan ini terjadi tanpa adanya pemicu atau luka. Gangguan pada aktivitas sehari-hari biasanya mulai terjadi saat kulit telah mengkerut dan menyebabkan terjadinya kontraksi yang membatasi pergerakan jari tangan.    Pengaruh Kontraktur Dupuytren Pada Kehidupan Anda Semakin berat kontraktur maka semakin terganggulah aktivitas anda sehari-hari. Penderita biasanya akan merasa kaku saat harus meluruskan telapak tangannya. Penderita yang berprofesi sebagai musisi yang memainkan piano biasanya merupakan yang paling dulu merasakan kekakuan ini. Seiring dengan semakin menekuknya jari-jari anda, maka anda akan merasa semakin sulit melakukan kegiatan anda, mulai dari mengambil sesuatu dari dalam kantong celana jeans anda, keramas, hingga mencuci wajah anda. Saat jari anda telah menekuk hingga 135°, maka anda akan mengalami kesulitan untuk mengeringkan kulit di daerah tersebut dan memudahkan infeksi jamur yang dapat menimbulkan bau tidak sedap. Baca juga: Hal Yang Sisiapkan Saat AKan Meditasi  Sumber: webmd