Your browser does not support JavaScript!
 30 Jun 2019    16:00 WIB
Meletakkan Telepon Genggam Di Kantong Celana Bisa Mempengaruhi Sperma?
Menurut penelitian di University of Exeter pria yang sering menyimpan telepon genggamnya di kantong celana bisa menurunkan tingkat kesuburan dari sperma mereka. Kebanyakan pria usia produktif yang tinggal di negara maju maupun berkembang saat ini mempunyai telepon genggam dan sebanyak 14% pasangan di negara industri memiliki kesulitan untuk memiliki anak. Dan ternyata infertilitas pada pria mempunyai peranan hampir 40% dari kasus ketidaksuburan tersebut. Penelitian ini menghasilkan pendapat bahwa terekspos radiasi elektromagnetik yang berasal dari telepon genggam yang disimpan di saku celanan bisa memperburuk kualitas dari sperma dan penelitian lebih lanjut akan segera dilakukan untuk implikasi klinis pada masyarakat umum. Penelitian sebelumnya sudah mengatakan bahwa radiasi elektromagnetik yang berasal dari telepon genggam dapat mempengaruhi kesuburan pria. Paparan dari telepon genggan terkait dengan beberapa percobaan menggunakan hewan percobaan ternyata terbukti mengurangi jumlah dan motilitas (kemampuan sperma untuk bergerak menuju sel telur) dari sperma walaupun hasil yang didapat belumlah konsisten. Pada manusia, penggunaan telepon genggam yang berkepanjangan sangat terkait dengan penurunan motilitas sperma, konsentrasi dari sperma (jumlah sperma per unit semen) dan viabilitas (proporsi sperma saat hidup). Tetapi bukti-bukti yang didapat masih belum memuaskan. Untuk mencoba menglarifikasi peranan paparan telepon genggam terhadap sperma, Dr Mathews dari Biosciences di the University of Exeter mengadakan analisa sistematik dari 10 penelitian yang mencakup 1.492 sampel. Partisipan yang ikut pada studi ini mengikuti klinik fertilitas dan juga penelitian fertilitas, kemudian kualitas dari sperma diukur berdasarkan 3 cara yaitu: motilitas, viabilitas dan konsentrasi. Pada grup kontrol, sebanyak 50%-85% memiliki pergerakan yang normal. Para peneliti menemukan sebanyak 8% partisipan memiliki gangguan sperma karena radiasi elektromagnetik dari telepon genggam.  Dr Mathews mengatakan diperlukan penelitian dengan skala lebih besar untuk mengetahui dengan pasti apa dampak radiasi telepon genggan terhadapa kualitas dari sperma, karena jumlah penelitian yang ada saat ini masih sangat terbatas. Lebih jauh diperlukan juga implikasi klinis penuh baik untuk pria yang tidak subur dengan pria yang tidak mengalami masalah kesuburan secara umum.   Sumber: webmd
 15 Dec 2018    16:00 WIB
Mengenali Perbedaan Antara Autisme dan Retardasi Mental
Apa Itu Autisme?Autisme merupakan suatu keadaan di mana anak mengalami perubahan perilaku sosial, sering melakukan gerakan yang sama berulang-ulang, dan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, baik komunikasi verbal maupun non verbal. Apa Itu Retardasi Mental?Retardasi mental merupakan suatu gangguan fungsi kognitif yang diikuti dengan penurunan IQ, yaitu kurang dari 70.Perbedaan PenyebabPenyebab terjadinya autisme tidak diketahui dengan jelas, akan tetapi faktor genetika diduga memiliki peranan penting. Sementara itu, retardasi mental biasanya disebabkan oleh kelainan kongenital seperti sindrom Down, sindrom Klinefelter, hipoksia (kekurangan oksigen) selama persalinan, terpapar oleh zat racun tertentu (alkohol dan rokok) selama kehamilan, atau kekurangan iodium. Perbedaan GejalaAutismeAnak yang menderita autis biasanya lebih suka bermain sendirian dan mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan anak-anak lainnya dan orang dewasa. Anak autis biasanya jarang melakukan kontak mata saat berbicara dan sering melakukan gerakan yang sama secara berulang-ulang. Perubahan apapun pada lingkungan sekitarnya cenderung membuat anak merasa terganggu. Sebagian besar anak autis memiliki IQ normal dan beberapa anak lain bahkan memiliki IQ yang tinggi. Anak autis kurang dapat menunjukkan emosinya dan sulit membangun suatu hubungan atau kedekatan dengan orang lain. Baik anak autis maupun anak penderita retardasi mental menyukai musik dan keduanya pun cenderung menarik diri dari lingkungan sekitarnya, akan tetapi anak autis mengalami kesulitan berkomunikasi akibat keterlambatan penyampaian impuls, sementara anak penderita retardasi mental mengalami kesulitan berkomunikasi akibat adanya gangguan fungsi otak yang berperan dalam proses perkembangan keterampilan. Anak autis seringkali mengulang kata-kata yang sama dan melakukan suatu gerakan yang sama berulang-ulang. Retardasi MentalAnak yang menderita retardasi mental cenderung mengalami keterlambatan perkembangan, termasuk dalam perkembangan berbicara dan berjalan. IQ yang rendah membuat anak memiliki kemampuan daya ingat dan kemampuan belajar serta kemampuan menganalisis yang lebih rendah daripada anak-anak lainnya. Seringkali, anak yang mengalami retardasi mental juga mengalami fase vegetatif total yang membatasi perilaku dan pergerakan anak. Selain itu, anak penderita retardasi mental juga membutuhkan perhatian khusus dan seringkali tidak dapat hidup mandiri. Berbeda dengan anak autis, anak dengan retardasi mental mudah menjalin ikatan atau kedekatan dengan orang lain. Perbedaan PengobatanBagi anak penderita autis, diperlukan terapi konseling dan pendidikan khusus yang membuat mereka lebih dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak lainnya. Anak autis seringkali juga mengalami kesulitan untuk menunjuk suatu benda tertentu sehingga diperlukan pendidikan khusus agar mereka mampu menunjuk benda yang tepat. Untuk merawat anak penderita retardasi mental, diperlukan kesabaran dan kasih sayang serta perhatian yang lebih karena mereka memiliki kecepatan belajar yang lebih lambat daripada anak-anak lainnya. Anak penderita retardasi mental akan mengalami kesulitan saat harus melakukan sesuatu yang membutuhkan kemampuan berpikir, logika, dan analisa. Oleh karena itu, pendidikan khusus yang diberikan lebih bertujuan untuk mengajar suatu keterampilan khusus sehingga mereka dapat hidup mandiri, baik dalam segi keuangan maupun berkomunikasi. Sumber: differencebetween
 13 Sep 2018    11:00 WIB
Mengenal Kanker Payudara dan Penyebabnya
Payudara normal terdiri dari kelenjar susu yang terhubungkan dengan permukaan kulit pada puting susu melalui suatu saluran kecil. Kelenjar dan saluran ini disanggah oleh jaringan ikat yang terbentuk dari lemak dan fibrosa. Pembuluh darah, saraf, dan kelenjar limfe juga terdapat di dalam payudara. Jaringan payudara ini terletak di bawah kulit dan di atas otot dada. Seperti halnya kanker lainnya, jaringan abnormal yang menyebabkan terjadinya kanker payudara berasal dari sel anda sendiri yang membelah diri secara tidak terkontrol. Sel-sel ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan disebut dengan kanker metastasis. Kanker payudara berkembang pada jaringan payudara, terutama pada saluran atau kelenjar susu. Kanker payudara biasanya berawal dari pembentukan benjolan kecil dengan batas tegas atau suatu deposit kalsium (mikrokalsifikasi) dan kemudian menyebar dari dalam payudara ke kelenjar limfe atau melalui darah ke berbagai organ tubuh lainnya. Benjolan ini dapat tumbuh dan menginvasi jaringan di sekitar payudara, seperti pada kulit atau dinding dada. Terdapat berbagai jenis kanker payudara dengan kecepatan penyebaran yang berbeda-beda pula. Beberapa jenis kanker payudara memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menyebar ke bagian tubuh lainnya, sedangkan yang lainnya dapat menyebar dalam waktu singkat. Tidak semua benjolan pada payudara anda merupakan sel kanker. Benjolan ini dapat merupakan sebuah tumor jinak, akan tetapi dapat pula merupakan suatu lesi pra kanker (dapat berubah menjadi keganasan setelah beberapa lama). Cara terbaik untuk menentukan apakah benjolan pada payudara anda merupakan suatu keganasan atau tumor jinak adalah melalui pemeriksaan biopsi (dokter akan mengambil sedikit jaringan dari benjolan di payudara anda untuk kemudian memeriksanya di bawah mikroskop).   Siapa Saja yang Beresiko? Kanker payudara tidak hanya dapat terjadi pada wanita, pria pun dapat mengalaminya walaupun jarang (hanya sekitar 1% dari seluruh penderita kanker payudara). Pada wanita, kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi dan merupakan penyebab kematian kedua tersering setelah kanker paru-paru. Sekitar dua pertiga wanita mengalami kanker payudara setelah berumur 50 tahun dan sisanya menderita kanker payudara pada usia 39-49 tahun. Selain itu, wanita Afrika-Amerika memiliki resiko mengalami kanker payudara yang lebih tinggi sebelum menopause daripada wanita Kaukasia.   Penyebab Penyebab pasti dari kanker payudara masih belum diketahui. Beberapa faktor resiko terjadinya kanker payudara adalah: Usia Adanya anggota keluarga yang mengalami kanker payudara Memiliki benjolan atau tumor jinak pada payudara Pernah menderita kanker payudara atau kanker endometrium atau kanker ovarium (indung telur) atau kanker usus besar (kanker colon) sebelumnya Seorang wanita yang ibu atau saudara perempuannya atau anaknya menderita kanker payudara memiliki resiko menderita kanker payudara 2-3 kali lebih tinggi, terutama bila lebih dari 1 anggota keluarga dekat menderita kanker payudara. Keadaan ini biasanya menyebabkan terjadinya kanker payudara saat anda memasuki masa pramenopause atau mengalami kanker payudara pada kedua payudara. Terdapat dua gen yang dapat menyebabkan terjadinya kanker payudara pada anggota keluarga yang sama, yaitu BRCA 1 dan BRCA 2. Gen ini meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara dan kanker ovarium. Selain itu, gen ini juga berhubungan dengan terjadinya kanker pankreas, melanoma (kanker kulit), kanker payudara pada pria (gen BRCA 2). Selain gen BRCA 1 dan BRCA 2, terdapat beberapa gen lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, yaitu gen PTEN, gen ATM, gen TP53, dan gen CHEK 2.   Hormon dan Kanker Payudara Sementara itu, semakin sering anda terpapar dengan hormon estrogen maka semakin tinggi resiko terjadinya kanker payudara. Estrogen menyebabkan pembelahan sel, semakin banyak pembelahan sel terjadi, maka semakin tinggi kemungkinan pembelahan sel ini menjadi abnormal (keganasan). Paparan estrogen dan progesteron tergantung pada beberapa hal, seperti: Usia saat pertama kali mendapat menstruasi Usia saat terjadinya menopause Berapa lama jarak di antara menstruasi Usia saat melahirkan anak pertama Seorang wanita memiliki resiko menderita kanker payudara yang lebih tinggi bila: Menstruasi pertama kali terjadi sebelum berusia 12 tahun Melahirkan anak pertamanya di usia lebih dari 30 tahun Berhenti mengalami menstruasi setelah berusia lebih dari 55 tahun Tidak menyusui anaknya Hubungan antara pil KB dan terjadinya kanker payudara masih kontroversial. Beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan pil KB tidak meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara dan bahkan melindungi anda terhadap terjadinya kanker payudara. Akan tetapi, beberapa penelitian lainnya menemukan bahwa penggunaan pil KB dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Hal ini tidak tergantung dari berapa lama anda telah menggunakan pil KB. Beberapa penelitian menemukan bahwa terapi sulih atau terapi penggantian hormon estrogen dan progesteron juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.   Radiasi dan Kanker Payudara Radiasi dosis tinggi seperti paparan nuklir atau terapi radiasi yang biasa digunakan untuk mengatasi kanker kelenjar limfe (limfoma Hodgkin) juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara setelah berusia 15-20 tahun.   Makanan dan Kanker Payudara Obesitas, terutama saat anda menopause merupakan salah satu faktor resiko terjadinya kanker payudara. Obesitas menyebabkan perubahan pada metabolisme estrogen anda. Selain itu, mengkonsumsi minuman beralkohol, terutama bila lebih dari 1 gelas sehari juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Beberapa penelitian menemukan bahwa wanita yang memiliki pola makan tinggi lemak, baik lemak yang berasal dari daging atau susu memiliki resiko kanker payudara yang lebih tinggi. Diet rendah lemak dapat mencegah terjadinya kanker payudara.   Pengobatan Pada Kanker Payudara Kanker payudara dapat diatasi bila diketahui sedini mungkin. Kanker yang belum menyebar biasanya dapat diatasi dengan tindakan pembedahan. Apabila sel kanker telah menyebar ke orang tubuh lainnya, maka pengobatan pun menjadi lebih sulit. Tingkat kekambuhan kanker payudara pun cukup tinggi.   Sumber: webmd  
 23 Nov 2016    12:00 WIB
10 Alasan Mengapa Ponsel Berbahaya Bagi Kesehatan Anda!
  Telepon genggam atau ponsel telah menjadi suatu hal yang sangat penting di abad modern ini. Hampir setiap orang dewasa, bahkan remaja pun telah memiliki ponsel. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kecanduan bermain ponsel dapat merusak kesehatan Anda. Paparan jangka panjang terhadap radiasi elektromagnetik dari ponsel Anda dapat mengganggu kesehatan Anda dengan berbagai cara. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa dampak negatif dari ponsel terhadap kesehatan Anda.   Mengganggu Tidur Menggunakan ponsel di malam hari dapat mengganggu tidur nyenyak Anda. Lampu yang dipancarkan dari telepon genggam dapat mempengaruhi irama sirkadian (jam tubuh) tubuh Anda dan memicu produksi hormon yang berfungsi untuk membuat Anda tetap terjaga. Selain itu, jika Anda meletakkan ponsel Anda di atas ranjang, maka ada kemungkinan Anda akan terbangun di malam hari karena suara atau getaran ponsel Anda tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan bahwa penggunaan ponsel yang tinggi telah diketahui berhubungan dengan terjadinya stress dan depresi. Kurang tidur dan gangguan tidur telah diketahui memiliki hubungan langsung dengan sindrom metabolik, suatu kumpulan gejala yang terdiri dari obesitas, diabetes, hipertensi, kadar kolesterol yang tinggi, kadar trigliserida yang tinggi, dan lemak perut berlebih.   Menularkan Infeksi Jika Anda menggunakan ponsel Anda di dalam toilet, rumah sakit, pasar, atau area umum lainnya; maka kemungkinan besar ponsel Anda mengandung banyak sekali kuman. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan dari 400 ponsel yang diperiksa, sekitar 92% di antaranya mengandung bakteri. Penularan bakteri dari ponsel dapat dicegah dengan membersihkan tangan atau ponsel dengan menggunakan gel antimikroba.   Meningkatkan Resiko Gangguan Jantung Radiasi dari ponsel akan berdampak buruk bagi kesehatan jantung Anda. Energi elektromagnetik yang dipancarkan melalui ponsel dapat menyebabkan sel-sel membran mengalami oksidasi dan melemah. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa energi elektromagnetik yang dipancarkan dari ponsel sangat berbahaya bagi orang yang menderita gangguan jantung iskemik karena akan mengubah aktivitas elektrokardiografik di dalam jantung. Untuk mencegah dampak buruk ponsel pada jantung Anda, jangan letakkan ponsel Anda di dalam saku pakaian Anda, terutama bila Anda menggunakan alat pacu jantung.   Mempengaruhi Kesehatan Organ Reproduksi Radiasi ponsel juga dapat berdampak buruk pada organ reproduksi Anda lho, terutama bagi para pria. Paparan radiasi ponsel dapat menyebabkan sperma bergerak lebih lambat atau rusak dan menurunkan konsentrasi sperma. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menemukan bahwa penggunaan ponsel yang tinggi memiliki hubungan langsung dan cukup signifikan dengan rendahnya jumlah sperma dan kesuburan seorang pria secara keseluruhan. Para ahli menemukan bahwa paparan radiasi ponsel dapat menurunkan kualitas sperma dengan menurunkan jumlah sperma secara keseluruhan, menurunkan jumlah sperma yang bergerak, hidup, dan memiliki bentuk normal.   Baca juga: Kurangi Efek Radiasi Ponsel Dengan Tips Berikut Ini!   Meningkatkan Stress Jika Anda memiliki kebiasaan untuk memeriksa ponsel Anda setiap beberapa menit, maka hal ini dapat meningkatkan kadar stress Anda. Selain itu, memiliki ponsel yang sering berdering dan bergetar juga dapat meningkatkan kadar stress Anda. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan telah diketahui berhubungan dengan meningkatnya kadar stress seseorang. Selain itu, penggunaan ponsel berlebihan juga telah diketahui dapat menyebabkan gangguan tidur dan memicu timbulnya gejala-gejala depresi. Selain stress, penggunaan ponsel secara berlebihan juga dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan mental pada orang dewasa muda.   Mengganggu Pendengaran Radiasi ponsel ternyata juga dapat merusak jaringan rapuh di telinga bagian dalam lho. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan pendengaran, terutama pada suara dengan frekuensi tinggi. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa para pengguna ponsel seringkali mengalami gangguan pendengaran atau ketulian pada telinga yang dominan (telinga yang sering digunakan untuk menelepon). Oleh karena itu, bila Anda menyadari telinga Anda terasa panas, penuh, dan berdengung saat menggunakan ponsel, maka hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan pendengaran.   Mengganggu Penglihatan Mata merupakan organ tubuh yang sangat rentan terhadap efek panas dari gelombang radio yang dipancarkan oleh ponsel. Selain itu, paparan sinar ponsel dalam jangka waktu lama juga dapat meningkatkan resiko terjadinya degenerasi makula, yang merupakan penyebab kebutaan. Dan karena layar ponsel berukuran lebih kecil dari layar komputer, maka mata Anda pun perlu lebih menyipit untuk melihat apa yang tertulis pada ponsel Anda, akibatnya mata Anda pun akan menjadi lebih lelah. Selain itu, manusia juga cenderung akan mendekatkan ponselnya ke arah mata dan tidak berkedip cukup sering saat menulis atau membaca pesan. Kebiasaan buruk ini dapat membuat mata Anda semakin lelah. Sebuah penelitian di tahun 2010 menemukan bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya katarak dini. Selain itu, penggunaan ponsel berlebihan juga dapat mempengaruhi retina, kornea, dan bagian mata lainnya. Untuk melindungi kesehatan mata dan ketajaman penglihatan Anda, pastikan Anda melakukan pemeriksaan mata secara teratur dan jangan menatap ponsel Anda terlalu lama.   Menyebabkan Gangguan Bentuk Tulang Belakang Saat seseorang melihat ponselnya, maka ia akan cenderung mencondongkan kepalanya ke depan. Kebiasaan ini akan berakibat sangat buruk bagi tulang belakang dan postur tubuh Anda. Selain itu, bila Anda memiliki kebiasaan untuk meletakkan ponsel di antara leher dan bahu, sehingga Anda dapat melakukan berbagai pekerjaan lain, maka hal ini akan membuat otot leher dan punggung harus bekerja ekstra keras. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri leher dan nyeri punggung baik ringan atau berat, akut maupun kronik. Penggunaan ponsel secara berlebihan juga dapat menyebabkan peradangan jaringan ikat, terutama pada ibu jari tangan. Peradangan ini dapat menyebabkan ibu jari terasa nyeri dan kram. Nyeri yang dirasakan juga dapat cukup hebat. Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan terjadinya radang sendi pada ibu jari.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Kecelakaan Banyak hal dapat mengganggu konsentrasi Anda saat mengemudi, termasuk penggunaan ponsel. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa menggunakan ponsel saat mengemudi dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas hingga 70% dibandingkan dengan orang yang tidak menggunakan ponsel saat mengemudi. Gunakanlah earphone saat Anda menjawab telepon saat mengemudi.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Kanker Otak Menurut WHO, ponsel memang memancarkan suatu gelombang radio, yang mungkin bersifat karsinogenik. Hal ini dikarenakan radiasi ponsel akan memicu pemanasan jaringan otak, yang akan diserap oleh otak. Keadaan ini akan meningkatkan resiko terjadinya kanker otak. Resiko terjadinya kanker otak ini paling tinggi di antara orang-orang yang telah menggunakan ponsel selama lebih dari 20-25 tahun.   Untuk melindungi diri Anda dari bahaya radiasi ponsel, di bawah ini ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan seperti: Gunakan speaker phone saat berbicara Jangan terlalu lama berbicara menggunakan ponsel Bila Anda harus mengirim atau membaca pesan, pastikan Anda duduk dengan tegak dan jangan letakkan ponsel terlalu dekat dengan mata Anda. Saat Anda berada di daerah pedalaman atau sedang berpergian, batasi penggunaan ponsel Anda Jangan gunakan ponsel di dalam lift Letakkan ponsel Anda cukup jauh saat tidur Matikan ponsel Anda setiap kali Anda bisa Jangan gunakan ponsel Anda saat sedang discharge   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 18 Sep 2015    18:00 WIB
Kurangi Efek Radiasi Ponsel Dengan Tips Berikut Ini!
Benarkah radiasi dari telepon genggam yang Anda gunakan setiap hari berbahaya bagi otak Anda? Hingga saat ini para ahli masih berdebat mengenai jawaban dari pertanyaan di atas. Radiasi telepon genggam diduga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan; mulai dari nyeri kepala, kemandulan, hingga kanker. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang benar-benar dapat menguatkan pernyataan di atas. Radiasi telepon genggam sendiri sebenarnya merupakan suatu gelombang elektromagnetik yang sangat kuat, yang diduga dapat menyebabkan terganggunya fungsi berbagai sel dan sistem saraf pada tubuh manusia. Untuk menghindari berbagai bahaya yang mungkin ditimbulkan dari radiasi telepon genggam Anda, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu mengurangi paparan radiasi dari telepon genggam Anda tersebut.   Gunakan Pengeras Suara Tahukah Anda bahwa dari seluruh radiasi gelombang yang dipancarkan oleh telepon genggam, sekitar 97-99% di antaranya akan diserap masuk ke dalam otak, terutama ke bagian otak yang berdekatan dengan tempat Anda menggunakan telepon genggam Anda? Lobus temporal merupakan bagian otak yang menerima paling banyak radiasi telepon genggam. Bagian otak yang satu ini berfungsi untuk mengatur pendengaran, memproses suara, membentuk ingatan jangka panjang, berbicara, dan melihat. Untuk mengurangi efek radiasi pada otak Anda, maka dianjurkan agar saat Anda menelepon seseorang atau menerima telepon dari orang lain, gunakanlah pengeras suara. Bila tidak memungkinkan, Anda dapat menggunakan headphone atau earphone (headphone atau earphone tanpa kabel lebih baik karena telepon genggam tidak harus diletakkan di kantong celana yang tetap berdekatan pada tubuh).   Gunakan telepon di Ruangan Terbuka Karena radiasi telepon genggam akan menjadi lebih tinggi di ruangan tertutup maka dianjurkan agar Anda lebih sering bertelepon di ruangan terbuka.   Jangan Terlalu Dekat, Terlalu Lama, Terlalu Sering Saat Anda meletakkan telepon genggam Anda, pastikan Anda tidak meletakkannya terlalu dekat dengan Anda karena radiasi yang Anda terima akan semakin tinggi. Selain itu, jangan gunakan telepon genggam Anda terlalu sering, terutama bila Anda sedang hamil.   Pesan Singkat Lebih Baik Daripada Telepon Saat Anda ingin menghubungi seseorang, bila memungkinkan, gunakanlah pesan singkat daripada meneleponnya secara langsung untuk mengurangi efek radiasi ke otak Anda. Hal ini dikarenakan efek radiasi telepon genggam ke otak manusia ternyata dapat memicu timbulnya berbagai gangguan pada otak atau organ lain di kepala. Menurut berbagai penelitian, radiasi telepon genggam dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan di bawah ini, yaitu: Kanker otak. Resiko terjadinya glioma dan neuroma akustik akan meningkat 50-90% Tumor kelenjar air liur. Sebuah penelitian di Israel menemukan bahwa orang yang sering menggunakan telepon genggam memiliki resiko tumor kelenjar air liur yang lebih tinggi yaitu hingga 50-60% Gangguan perilaku. Sebuah penelitian yang dilakukan di Denmark menemukan bahwa anak-anak yang sering menggunakan telepon genggam memiliki resiko lebih tinggi (hingga 80%) untuk menderita gangguan emosional dan perilaku hiperaktif. Keadaan ini terutama terjadi pada anak-anak yang ibunya sering menggunakan telepon genggam saat hamil Migrain dan vertigo. Menurut sebuah penelitian yang juga dilakukan di Denmark, orang dewasa yang sering menggunakan telepon genggam lebih sering (10-20%) menderita migrain dan vertigo dibandingkan dengan orang yang lebih jarang menggunakan telepon genggamnya   Gunakan Hanya Bila Sinyal Baik Saat sinyal telepon kurang baik, maka telepon genggam Anda pun akan mengeluarkan “tenaga” ekstra untuk mendapatkan sinyal. Hal ini berarti akan lebih banyak radiasi yang akan dipancarkan ke dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, bila sinyal telepon genggam Anda sedang kurang baik, tunggulah sebentar hingga sinyalnya membaik sebelum menelepon atau menggunakan telepon genggam Anda.   Baca Juga: Dampak Telepon Genggam Pada Otak Anak-anak   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: bodyecology