Your browser does not support JavaScript!
 10 Jul 2019    08:00 WIB
Rambut Rontok Bikin Pusing? Kenali Dulu Penyebabnya
Rambut yang indah akan menunjang penampilan seseorang, namun bagaimana bila rambut Anda terus rontok. Rambut yang menipis menyebabkan masalah pada banyak orang. Kondisi tersebut memiliki berbagai macam penyebab hingga sering kali sulit untuk diidentifikasi mengapa rambut menjadi rontok. Obat atau tindakan medis lainnya mungkin bermanfaat untuk mengatasi penyebab utama. Namun untuk membantu mengatasi rambut yang menipis, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa saja penyebab rontok agar Anda mudah mengatasi masalah yang satu ini. Berikut adalah penyebab rambut rontok: 1.      Gangguan hormon Penyebab rambut rontok yang paling umum terjadi pada pria dan wanita adalah kondisi turun-temurun dimana hormon seks menyebabkan rambut rontok dengan pola tertentu. Meskipun kebotakan pria dan wanita bersifat permanen, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memperlambat dan menanganinya. Kerontokan rambut pada pria karena akar rambut yang terlalu peka terhadap salah satu jenis hormon testosteron yaitu dihidrotestosteron (DHT). Tingginya DHT membuat helai rambut menjadi lebih tipis dan lebih cepat rontok dari akarnya.  Kerontokan rambut pada pria ini dikenal dengan istilah medis "alopesia androgenetik" Turun naiknya kadar hormon dalam tubuh dapat memicu terjadinya kerontokan rambut tidak permanen seperti wanita hamil, wanita yang baru menggunakan atau berhenti menggunakan alat kontrasepsi atau wanita yang mengalami menopause bisa mengalami penipisan rambut secara temporer. Untuk membantu memperlambat penipisan rambut yang berhubungan dengan hormon yaitu dengan melakukan perawatan rambut dengan baik, menggunakan produk-produk rambut yang alami, dan mengubah gaya rambut. 2.      Gangguan kondisi medis Kondisi medis tertentu dapat menyebabkan kerontokan rambut, seperti: Masalah tiroid. Hormon tiroid yang kurang maupun yang berlebihan dapat  membuat Anda mengalami kerontokan rambut yang cukup parah. Infeksi kulit kepala dan gangguan pada kulit. Kerontokan rambut bisa merupakan akibat dari kondisi kulit seperti kurap. Mengatasi masalah infeksi pada kulit kepala dan kulit ini dapat membantu rambut tumbuh kembali. Alopesia areata adalah kondisi dimana sistem imun tubuh menyerang folikel rambut, sehingga terjadi kerontokan. Mengatasi kondisi-kondisi penyakit tersebut dapat membantu memperlambat atau menghentikan kerontokan rambut. Jika mengalami salah satu kondisi berikut, berkonsultasilah pada dokter untuk melakukan program terapi sehingga rambut mulai tumbuh kembali 3.      Obat yang dikonsumsi Obat-obatan tertentu dapat memicu terjadinya kerontokan rambut. Oleh karena itu sebaiknya Anda memeriksa obat-obatan yang sering Anda konsumsi. Apabila Anda memang mengonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya kerontokan  rambut. Anda bisa bertanya kepada dokter apakah ada obat lain sebagai pengganti namun tidak menyebabkan kerontokan pada rambut. Obat-obatan dibawah ini merupakan obat-obatan yang memiliki efek samping kerontokan rambut: Obat Kanker Obat antidepresi Obat untuk gangguan pada jantung Obat untuk mengatasi radang sendi Obat untuk menurunkan tekanan darah 4.      Stres Salah satu penyebab kerontokan rambut yang lain adalah stres. Kerontokan rambut bisa disebabkan karena adanya gangguan pada kondisi fisik Anda namun juga bisa disebabkan oleh karena adanya gangguan kondisi mental seperti stres yang berkepanjangan. Setiap kondisi yang mengganggu sistem pada tubuh dapat menyebabkan masalah pada kondisi tubuh Anda salah satunya adalah rambut rontok. Penyebab diatas adalah penyebab kerontokan rambut yang cukup parah ada baiknya, bila Anda mengalami semua hal diatas segera melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Baca juga: Cara Alami Atasi Rambut Rontok Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicinenet
 29 Jun 2019    16:00 WIB
Pusing Setelah Makan? Berikut Pencegahannya
Apa Anda pernah merasakan kepala pusing setelah makan. Ada beberapa penyebab mengapa bisa terjadinya pusing setelah makan yaitu salah satunya adalah gangguan sistem saraf yang gagal mengatur tekanan darah sehingga akan timbul rasa pusing. Berikut adalah cara untuk mencegah terjadinya pusing setelah makan: Hindari Minuman bersoda Usahakan untuk menghindari minuman bersoda karena minuman ini dapat menyebabkan rasa pusing. Minum air yang cukup Apabila tubuh terhidrasi dengan baik maka akan mencegah terjadinya pusing. Usahakan minum minimal 8 gelas setiap hari. Minumlah saat Anda merasa haus. Jaga pola makan yang baik Jangan melewatkan waktu makan yang normal, seperti sarapan, makan siang dan makan malam karena hal ini dapat menyebabkan penurunan gula darah dalam tubuh yang akan menimbulkan rasa pusing dan mual. Cobalah untuk menjaga pola waktu makan Anda dengan baik. Tambahkan gandum utuh dalam makanan Anda Jenis makan ini akan dimetabolisme secara perlahan dan menjaga kadar gula darah tetap normal dalam tubuh. Makan buah-buahan dan sayuran Buah-buahan dan sayuran merupakan antioksidan, selain itu mengandung banyak vitamin dan mineral untuk membantu Anda tetap sehat dan menjaga sistem tubuh Anda berfungsi secara optimal. Istirahat sejenak setelah makan Istirahat sejenak setelah makan akan memberikan waktu untuk tubuh Anda mencerna makanan. Apabila Anda merasa pusing setelah makan usahakan untuk beristirahat. Hindari konsumsi bumbu secara berlebihan Selain bumbu, saus, alkohol, teh kental, kopi, permen dan hindari merokok setelah makan   Sumber: newhealthguide
 12 Feb 2019    18:00 WIB
Beberapa Jenis Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya
Sakit kepala? Hampir dipastikan kalau semua orang pernah mengalaminya, mulai dari sakit kepala ringan sampai sakit kepala berat yang dapat mengganggu aktifitas harian. Sakit kepala yang dialami setiap orang ternyata berbeda-beda, misalnya berdasarkan lokasi sakitnya, terkadang di bagian depan, tengkuk atau hanya di satu sisi bagian kepala saja. Nah, Sakit kepala di bagian yang berbeda memiliki arti yang juga berbeda. Ketahui beberapa jenis sakit kepala di lihat dari lokasinya: Satu sisi kepala Biasa disebut juga dengan migrain. Migrain seringkali menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan biasanya terjadi berulang kali di sisi yang sama. Migrain juga sering disertai dengan gangguan penglihatan dan pendengaran, selain itu sering menimbulkan rasa mual dan muntah. Umumnya penyebab migrain adalah perubahan hormon pada wanita selama atau sebelum masa menstruasi, stres, kurang tidur, perubahan cuaca, konsumsi makanan yang mengandung pengawet, penyedap rasa dan pemanis buatan. Dahi dan mata Sakit kepala yang dirasakan di sekitar dahi dan mata disebabkan oleh adanya masalah pada pencernaan. Sakit kepala di bagian tersebut sering disertai dengan gangguan pada perut, ginjal, usus dan empedu. Sakit kepala yang satu ini disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan atau keracunan makanan. Tengkuk hingga kepala Merasakan rasa nyut-nyutan di tengkuk hingga kepala? Atasi dengan beristirahat atau berlibur karena sakit kepala yang satu ini akan terjadi bila ketika Anda merasakan stress yang berlebihan. Dahi, mata hingga batang hidung Penyebab utamanya adalah sinusitis. Suatu kondisi yang bisa terjadi apabila Anda mengalami influenza yang berkepanjangan dan tidak ditangani dengan baik. Jadi, sebaiknya segera periksakan diri bila sering mengalami sakit kepala di bagian tersebut. Jangan biarkan diri tersiksa lebih lama lagi dengan sakit kepala dan sinusitis yang bisa menjadi semakin parah. Dahi Sakit kepala yang hanya dirasakan di bagian dahi biasanya akan terjadi saat kamu sedang gelisah, takut, panik atau gugup. Cara mengatasinya adalah dengan selalu berpositif thinking, mendengarkan music yang Anda sukai, atau menghirup aromaterapi, agar tubuh menjadi lebih rileks.   Untuk membantu mengatasi rasa sakit kepala yang Anda rasakan: Pijat Lakukanlah pemijatan pada area pelipis, kepala, bahu dan punggung dengan lembut. Hal ini dapat mengurangi tingkat rasa sakit kepala. Meskipun beberapa saat kemudian sakit kepala akan kembali lagi, maka segera lakukan pemijatan ulang. Pemijatan sebaiknya dilakukan oleh orang lain agar lebih terasa efeknya. Jika memungkinkan, ambillah beberapa es batu dan simpan di dalam kain, kemudian tempelkan pada bagian pelipis, dan leher. Hal ini dapat mengurangi ketegangan penyebab sakit kepala. Minum air Meminum air yang banyak dapat membantu mengurangi racun di dalam tubuh kita. Selain itu, minum air yang banyak dapat mencegah terjadinya demam yang dapat memperparah rasa sakit kepala Istirahat Rasa sakit kepala yang dirasakan bisa timbul saat ada permasalahan di dalam tubuh Anda. Dengan beristirahat akan membantu mengembalikan stamina dan membuat pikiran menjadi lebih tenang.   Sakit kepala mempunyai gejala yang berbeda dan tentu saja penanganan yang berbeda. Apabila Anda merasakan sakit kepala yang tidak kunjung reda dan dirasakan semakin sering ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter. Baca juga: Tips Memilih Pembersih Untuk Wajah Berjerawat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: lifehack
 25 Sep 2018    08:00 WIB
8 Makanan Pemicu Sakit Kepala
Tahukah Anda bahwa bukan cuma cuaca panas dan pekerjaan yang menumpuk yang bisa bikin Anda sakit kepala? Makanan ternyata juga dapat membuat Anda mengalami sakit kepala. Alkohol, cokelat, dan kafein telah diketahui dapat memicu terjadinya nyeri kepala. Selain ketiga makanan di atas, ada berbagai makanan lain yang dapat memicu terjadinya sakit kepala, yang dapat berbeda-beda pada setiap orang. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala.   Cokelat Sebuah penelitian menemukan bahwa cokelat ternyata justru melindungi sel-sel saraf yang menjadi penyebab terjadinya nyeri kepala migrain. Akan tetapi, banyak juga orang yang menderita sakit kepala biasa (bukan migrain) setelah mereka mengkonsumci cokelat.   Baca juga: Berbagai Tipe Nyeri Kepala   Red Wine Sulfat yang banyak digunakan sebagai pengawet di dalam red wine telah terbukti berhubungan dengan terjadinya migrain. Selain itu, alkohol di dalam red wine juga dapat memicu peningkatan aliran darah ke dalam otak, yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Kedua hal ini dapat menjadi pemicu terjadinya migrain. Alkohol juga dapat memicu terjadinya sakit kepala pada orang yang menderita nyeri kepala cluster.   Kopi Jika Anda bergadang pada akhir pekan dan mengalami sakit kepala saat bangun, maka Anda mungkin mengalami gejala kecanduan kafein. Mengkonsumsi sedikit kafein justru dapat membantu mengatasi migrain. Akan tetapi, mengkonsumsi terlalu banyak kafein justru dapat memicu terjadinya sakit kepala bila Anda sudah lama tidak mengkonsumsi kafein. Penelitian menunjukkan bahwa bila seseorang mengkonsumsi sekitar 200 mg kafein (sekitar 2-3 gelas kopi) setiap harinya, maka ia dapat mengalami gejala kecanduan kafein bila ia melewatkan "dosis" kopinya tersebut.   Keju Walaupun belum banyak penelitian yang membuktikan bahwa keju dapat memicu terjadinya migrain, akan tetapi sebagian besar penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi keju tua dapat meningkatkan resiko terjadinya sakit kepala. Hal ini mungkin dikarenakan adanya tiramin, suatu zat yang terbentuk saat protein di dalam keju hancur seiring dengan semakin lamanya usia keju. Jadi, semakin tua usia keju, maka semakin tinggi kadar tiramin di dalamnya. Beberapa jenis keju yang sebaiknya Anda hindari bila Anda ingin menghindari sakit kepala adalah blue cheese, Swiss cheese, keju cheddar, keju gouda, dan keju parmesan.   Kecap Asin dan MSG Monosodium glutamate (MSG), yang ditemukan pada kecap asin dan micin telah diketahui dapat memicu terjadinya kram perut, diare, dan sakit kepala hebat pada sekitar 10-15% penderita migrain. Selain itu, karena kecap asin juga sangat asin, maka hal ini dapat memicu terjadinya dehidrasi, yang pada akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala.   Es Krim Sakit kepala menusuk yang Anda alami saat Anda mengkonsumsi es krim terlalu cepat sebenarnya merupakan reaksi tubuh terhadap dingin, bukan terhadap esk krim. Sakit kepala akibat mengkonsumsi es krim biasanya terjadi bila Anda mengkonsumsi terlalu banyak es krim atau terlalu cepat. Sakit kepala biasanya mencapai puncaknya dalam waktu 30-60 detik. Penderita migrain mungkin akan mengalami serangan migrain saat mengkonsumsi berbagai makanan dingin, termasuk es krim. Sakit kepala biasanya menghilang dengan cepat.   Pisang Walaupun jarang, akan tetapi pisang juga dapat memicu terjadinya migrain pada orang yang sensitif terhadap tiramin, zat yang sama seperti yang ditemukan di dalam keju. Penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki tiramin 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan daging pisang itu sendiri.   Daging Olahan Walaupun belum banyak penelitian yang menunjukkan bahwa daging olahan dapat memicu terjadinya sakit kepala, akan tetapi, nitrat dan nitrit yang digunakan sebagai pengawet di dalam sosis, bacon, dan daging olahan lainnya telah diketahui dapat melebarkan pembuluh darah dan memicu terjadinya sakit kepala pada beberapa orang.   Menurut the American Headache Society, penelitian saja tidak cukup untuk mengetahui makanan apa saja yang dapat memicu terjadinya sakit kepala pada setiap orang, karena setiap orang memiliki pemicu sakit kepala yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda, terutama pada penderita migrain memiliki jurnal makanan, yang berisikan makanan apa saja yang memicu terjadinya sakit kepala atau serangan migrain, sehingga dapat dihindari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: everydayhealth
 28 Aug 2018    11:00 WIB
Sering Sakit Kepala? Simak 7 Cara Ampuh Untuk Meredakannya
Apakah Anda sering menderita sakit kepala? Alasannya mungkin stres atau jam kerja yang panjang. Saat terserang sakit kepala rasanya akan terasa sangat menjengkelkan dan sangat mengganggu, sehingga seharusnya segera diatasi. Penyebab sakit kepala sebenarnya ada banyak, saat Anda terserang sakit kepala ada beberapa cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan sakit kepala dengan cepat.   Berikut adalah caranya: 1.      Ambil istirahat pendek Jika sakit kepala Anda terkait dengan pekerjaan, maka penting untuk mengambil istirahat pendek di sela-sela waktu bekerja. Seperti, tutup mata Anda dan beristirahat sekitar lima menit atau lebih. Anda dapat melakukannya dengan duduk di kursi Anda. Cukup mendengarkan lagu favorit Anda dan bersantai. istirahat pendek akan membantu untuk meredakan rasa stres yang memicu sakit kepala. Sehingga membuat Anda merasa lebih rileks dan merasa tenang.   2.      Makan makanan kecil Tanpa Anda sadari terkadang banyak orang mengalami sakit kepala karena gula darah yang sedang rendah. Mungkin Anda atau mereka lupa sarapan di pagi hari, sehingga kadar gula darah menurun tajam saat siang hari. Jadi saat Anda merasa sakit kepala, ambil camilan Anda untuk menjaga gula darah Anda kembali stabil. Usahakan makan camilan yang kaya protein dan magnesium agar tetap aktif dan fit. Makan camilan juga bisa membuat Anda merasa lebih tenang saat merasa sibuk bekerja.   3.      Pijat kepala Pijat kepala juga bisa menjadi cara yang ampuh untuk mencegah dan menyembuhkan sakit kepala Anda. Lakukan sebuah pijatan kepala selama lima belas menit dapat mengendurkan otot Anda. Anda dapat menggunakan minyak esensial untuk pijat kepala Anda. Pijat pada bagian yang tegang meredakan stres. Pijat bagian pelipis Anda. Pijatan harian akan membantu untuk meringankan sakit kepala.   4.      Minum cukup cairan Dehidrasi juga merupakan salah satu penyebab sakit kepala. Jika Anda tidak minum cukup air sepanjang hari, akan menyebabkan masalah dehidrasi. Dan yang pada gilirannya dapat menyebabkan sakit kepala. Jadi, usahakan untuk minum minimal dua liter air sepanjang hari. Anda juga bisa minum jus segar atau teh hijau untuk tetap terhidrasi. Tingkatkan asupan cairan Anda dalam diet Anda untuk mencegah sakit kepala.   5.      Istirahat melihat laptop atau pc Anda Ketegangan mata dan melihat layar untuk waktu yang lama dapat menyebabkan sakit kepala Jadi bila Anda merasa sakit kepala tutup sementara laptop atau pc Anda. Saat Anda bekerja dengan menggunakan pc atau laptop usahakan untuk melihat ke arah lain setiap lima sampai sepuluh menit. Melihat monitor untuk waktu yang lama juga dapat menyebabkan kekakuan otot di daerah leher, yang lagi-lagi menyebabkan sakit kepala. Jadi, istirahatlah sebentar untuk menghindari hal ini.   6.      Olahraga secara teratur Olahraga dapat membantu mencegah sakit kepala. Olahraga teratur membuat tubuh Anda menjadi lebih fleksibel. Jadi, Anda tidak menderita dari masalah kekakuan otot atau nyeri otot yang dapat menyebabkan sakit kepala yang sering terjadi. Berolahraga selama sekitar satu jam benar-benar dapat membantu mencegah sakit kepala karena olahraga akan meningkatkan suplai oksigen ke otak Anda.   7.      Kurangi merokok dan minum alkohol Merokok dan minum alkohol menyebabkan sakit kepala. Jadi lebih baik untuk mengurangi keduanya dari sekarang. Merokok berlebihan menyebabkan dehidrasi pada tubuh yang mengakibatkan sakit kepala. Minum alkohol juga menyebabkan masalah tekanan darah dalam tubuh. Hindari minum alkohol dan merokok untuk mencegah masalah sakit kepala. Sakit kepala adalah masalah yang sering ditemui, Anda bisa mencoba cara diatas untuk mengatasinya. Bila Anda sudah menggunakan cara diatas namun rasa sakit kepala yang Anda rasakan masih mengganggu maka segera hubungi dokter Anda.   Baca juga: Saat Sakit Kepala Menyerang, Tenang Aja Karena 7 Cara Ini Dijamin Bisa Mengatasinya   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: prevention
 27 Jun 2018    08:00 WIB
Mengenal Apa Itu Vertigo Posisional
Apakah vertigo posisional itu?Vertigo posisi atau Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) merupakan gangguan yang sering terjadi yang menimbulkan episode-episode singkat vertigo pada perubahan posisi kepala yang menstimulasi kanalis semisirkularis posterior di telinga bagian dalam. •  Seseorang tiba-tiba merasa dirinya atau lingkungan sekitarnya berputar ketika ia menggerakan kepalanya•  Seseorang dapat merasa mual dan muntah, serta bola matanya dapat bergerak abnormalVertigo merupakan suatu sensasi berputar yang khas. Seseorang dengan vertigo akan merasa dirinya, lingkungannya, atau keduanya bergerak atau berputar. Apakah penyebab dari vertigo posisional?Perubahan posisi kepala, terutama saat membalikkan kepala di bantal saat hendak bangun tidur pagi hari, atau saat mendongakkan kepala saat meraih rak tinggi, merupakan pemicu paling banyak terjadinya serangan ini. BPPV biasanya terjadi karena partikel kalsium yang normalnya terjapat pada bagian tertentu di telinga bagian dalam (utrikulus dan sakulus) berpindah ke bagian lain di telinga bagian dalam (yaitu ke kanalis semisirkularis posterior). Apa saja gejala dari vertigo posisional?Pada BPPV akan terjadi episode-episode singkat vertigo. Seseorang dengan vertigo akan merasa dirinya, lingkungannya, atau keduanya bergerak atau berputar. Vertigo jenis ini dapat menakutkan, tetapi biasanya tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya. Serangan dapat disertai dengan rasa mual, muntah, dan gerakan abnormal bola mata tertentu (nystagmus). Episode vertigo dimulai 5-10 detik setelah gerakan kepala dan berlangsung kurang dari satu menit. Serangan biasanya mereda dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Terkadang, serangan dapat menetap untuk beberapa bulan dan dapat menyebabkan dehidrasi karena adanya mual dan muntah. Tidak terjadi bising (tinitus) atau hilangnya pendengaran. Apa saja pengobatan untuk vertigo posisional?BPPV mudah untuk diobati. Partikel-partikel dapat dikeluarkan dari kanalis semisirkularis posterior dan kembali ke tempat asalnya. Reposisi partikel ini dibuat dengan melakukan manuver Epley. Manuver ini segera menyembuhkan vertigo pada sekitar 90% penderita. Pengulangan manuver ini dapat menyembuhkan sekitar 5% penderita lainnya. Pada beberapa orang, vertigo dapat muncul kembali. Jika hal ini terjadi, manuver ini dapat kembali dilakukan. Seseorang dapat diajari untuk melakukan manuver ini sendiri di rumah jika seandainya vertigo muncul kembali. Pada sekitar 5% penderita yang tidak sembuh dengan manuver ini, dapat diberikan obat-obatan. Pada kasus yang jarang, pembedahan diperlukan. Terkadang kanalis horizontal terkena, dan berguling seperti batang kayu dapat mengurangi gejala. Ingin mengetahui tentang pengobatan vertigo posisional menggunakan kursi epley? Silahkan baca di sini Baca juga: Latihan untuk mengatasi Vertigo Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 15 May 2018    16:00 WIB
Merasa Pusing? Coba Cek Yuk, Mungkin Anda Mengalami Salah Satu Dari 4 Kondisi Medis Ini
Apakah Anda pernah mengalami pusing secara tiba-tiba? Kebanyakan orang mungkin akan menjawab iya. Pusing adalah kondisi dimana seseorang mengalami rasa berkunang-kunang, limbung, mual, rasa terhuyung dan merasa lemas. Kondisi ini memang sering dirasakan, kemudian bila mengalami hal ini berarti kemungkinan Anda mengalami apa? Ada 4 kondisi medis yang dapat membuat Anda mengalami pusing. Agar Anda menjadi lebih tahu dibawah ini ada penjelasan mengenai kondisi medis yang membuat Anda mengalami pusing.   Berikut adalah kondisi medis tersebut: 1.      Flu Saat seseorang mengalami flu maka bisa mengalami pusing. Flu dapat disebabkan oleh infeksi virus. Dimana terjadi penumpukan lendir dan cairan lain yang dapat menyumbat saluran napas dan telinga bagian dalam. Hal ini dapat menyebabkan pusing dan gangguan keseimbangan. Jadi bila Anda mengalami kepala pusing, kemudian merasa hidung berair maka Anda akan mengalami flu. Untuk membantu mencegah flu segera istirahat, makan makanan yang sehat, banyak minum air putih. 2.      Tekanan darah rendah atau tinggi Saat Anda merasa pusing, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah. Karena tekanan darah rendah (Hipotensi) atau tekanan darah tinggi (Hipertensi) sama-sama dapat menyebabkan pusing. Secara umum, tekanan darah yang dianggap normal adalah 120 mmhg untuk sistol dan 80 mmhg untuk diastol. Kondisi tekanan darah tinggi biasanya dianggap lebih berbahaya dibanding dengan tekanan darah rendah. Karena bila seseorang mengalami masalah tekanan darah tinggi maka kemungkinan akan mengalami penyakit jantung dan stroke. Selain itu apabila Anda pernah mengalami serangan jantung atau stroke, darah yang beredar di otak Anda akan berkurang dan mengakibatkan pusing serta gejala lainnya. 3.      Kadar gula darah rendah atau tinggi Selain periksa tekanan darah, periksa juga kadar gula darah Anda. Apabila seseoraang mengalami kondisi gula darah rendah atau hipoglikemi bisa mengalami pusing dan juga bila mengalami kondisi gula darah tinggi atau hiperglikemi maka juga menimbulkan rasa pusing. Jadi bila Anda memiliki riwayat kencing manis jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan gula darah dengan rutin. Karena kapan saja Anda bisa mengalami perubahan kadar gula darah dalam tubuh, yaitu tiba-tiba tinggi atau tiba-tiba rendah. Perlu Anda ketahui gula darah adalah sumber energi utama dalam otak dan sebagian besar sel lain dalam tubuh. Kadar glukosa puasa normal adalah antara 70-100 mg/dl. 4.      Vertigo Apabila pusing yang Anda alami cukup berat dan sangat mengganggu, serta membuat tubuh terasa berputar-putar, Anda mungkin mengalami vertigo. Vertigo disebabkan oleh perubahan mekanisme keseimbangan di dalam telinga atau sistem vestibular atau pada jaringan penghubung mekanisme itu ke otak. Secara singkat, sistem vestibular mengira Anda sedang bergerak, padahal tidak, dan menciptakan sensasi berputar. Apabila vertigo terjadi cukup berat hingga menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, dan kehilangan keseimbangan selama berjam-jam.   4 kondisi diatas dapat menyebabkan Anda mengalami pusing, apabila Anda mengalami pusing secara terus menerus. Jangan merasa ragu untuk memeriksakan diri secara langsung ke dokter untuk mengetahui kondisi tubuh Anda yang sesungguhnya dan nantinya akan mendapatkan penanganan yang tepat.   Baca juga: Pusing Setelah Makan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang       Sumber: webmd