Your browser does not support JavaScript!
 23 Mar 2021    10:00 WIB
Mengapa Menjadi Pendengar yang Aktif Dapat Menyelamatkan Hubungan Asmara Anda?
Hal terpenting dalam suatu hubungan adalah komunikasi, jadi bila Anda dan pasangan tidak memiliki komunikasi yang baik, maka kedua belah pihak dapat merasa frustasi, cemas, dan kesepian. Jika Anda merasa Anda dan pasangan telah mulai menjauh, maka mungkin sekarang merupakan saat yang tepat untuk mulai menjadi pendengar yang aktif. Jadi apa itu sebenarnya pendengar yang aktif? Menjadi seorang pendengar yang aktif adalah menjadi seseorang yang benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Bagaimana cara melakukannya? Di bawah ini terdapat beberapa cara untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan apa yang sedang dikatakan oleh orang lain pada Anda, yaitu: Menggunakan suara non verbal atau gerakan untuk menunjukkan bahwa Anda sedang mendengarkannya, sambil tetap membiarkan orang tersebut berbicara Mengulangi apa yang ia katakan untuk menunjukkan padanya bahwa Anda telah benar-benar mengerti dan tidak salah paham tentang apa yang dimaksud oleh orang tersebut Menanyakan suatu pertanyaan terbuka dan tidak memberikan suatu pernyataan atau nasehat Mengesampingkan kepercayaan, prinsip, pemikiran, pandangan, dan perasaan Anda untuk benar-benar memahami bagaimana keadaan emosi orang yang sedang berbicara dengan Anda Bila keadaan mendukung, Anda juga dapat menerima dan menyetujui perasaan orang tersebut   Mengapa Mendengarkan Orang Lain Penting? Setiap manusia cenderung untuk selalu disibukkan dengan pikiran dan perasaannya sendiri sehingga saat ada seseorang yang berbicara dengan Anda sangatlah mudah bagi Anda untuk teralihkan dan tidak lagi mendengarkan dengan benar apa sebenarnya yang sedang dikatakan oleh orang tersebut. Bukannya mendengarkan, Anda mungkin akan teralihkan oleh berbagai hal yang sedang terjadi di sekitar Anda atau teralihkan oleh berbagai hal lainnya atau bahkan oleh kata-kata yang akan Anda katakan pada orang tersebut. Hal ini tentu saja dapat merusak hubungan asmara Anda dengan si dia karena mendengarkan merupakan bagian penting dari proses komunikasi antara Anda dengan si dia. Mendengarkan pasangan Anda secara aktif dapat membantu mengurangi terjadinya kesalahpahaman, menciptakan suatu lingkungan yang aman untuk saling memberitahu perasaan masing-masing, dan membantu Anda dan pasangan untuk saling mengerti. Saat pasangan Anda datang kepada Anda untuk menceritakan permasalahan yang sedang dihadapinya, maka merupakan suatu hal yang wajar bila Anda ingin membantunya menemukan jalan keluar dan memberikan berbagai nasehat, akan tetapi kadangkala apa yang ia butuhkan bukanlah nasehat dari Anda, tetapi seseorang untuk mendengarkannya sehingga ia pun merasa lebih baik. Jadi, mendengarkan tidak selalu merupakan jalan bagi Anda dan pasangan untuk menemukan suatu jalan keluar tetapi untuk menciptakan suatu tempat "aman" di mana Anda dan pasangan dapat berbicara terus. Sumber: sheknows   Baca Juga: 5-hal-yang-dapat-menyelamatkan-hubungan-anda-dan-pasangan-dari-kebosanan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 19 Mar 2021    10:00 WIB
Kenapa Saya Ditinggal Pasangan Saya?
Saat Anda jatuh cinta pada seseorang, Anda tentu ingin selalu bersama dengannya apapun yang terjadi. Akan tetapi, pada beberapa orang, pria khususnya, mereka dapat meninggalkan wanita yang dicintainya karena berbagai alasan. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 alasan mengapa seorang pria meninggalkan wanita yang sebenarnya sangat dicintainya.   1.      Seks Kadangkala, suatu hubungan asmara yang tampaknya baik-baik saja dapat berakhir hanya karena seks. Bila salah satu atau kedua belah pihak merasa bahwa hubungan seks yang diperolehnya dari pasangannya tidak sehebat yang diharapkannya, maka ia mungkin akan memutuskan untuk meninggalkan pasangannya tersebut, walaupun sebenarnya ia sangat menyukainya.   2.      Ia Ingin Berhubungan Intim Dengan Orang Lain Mungkin kehidupan seksual Anda dan pasangan baik-baik saja. Akan tetapi, ia mungkin ingin mencoba melakukannya bersama dengan orang lain. Mengapa demikian? Hingga saat ini, para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti mengapa seorang pria selalu berkeinginan untuk berhubungan seks dengan wanita lain, walaupun sebenarnya ia mencintai pasangannya saat ini.   3.      Temannya Tidak Menyukai Anda Tahukah Anda bahwa teman-temannya ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan asmara Anda dengannya? Bila pasangan Anda merupakan seseorang yang mudah dipengaruhi, maka ia pun mungkin akan merasa bahwa apa yang dikatakan oleh temannya, misalnya saat temannya mengatakan bahwa ia bisa memperoleh pasangan yang lebih baik dari Anda, adalah benar.   Baca juga: 6 Cara Sederhana Untuk Membuat Si Dia Tetap Tertarik Pada Anda   4.      Ibunya Tidak Menyukai Anda Salah satu hal yang dapat membuat seorang pria meninggalkan wanita yang dicintainya adalah karena ibunya tidak menyukai pilihannya tersebut. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam bersikap dan berkata-kata saat Anda bertemu dengan orang tuanya nanti, karena hal ini mungkin akan menentukan masa depan hubungan asmara Anda dengan si dia.   5.      Atasannya Memaksa Ia Untuk Melakukannya Bagi beberapa orang pria, karirnya merupakan segalanya baginya. Jadi, bila ia harus memilih di antara Anda dan karirnya, maka ia pun akan langsung menjatuhkan pilihannya pada pekerjaannya tersebut. Akan lebih baik bagi Anda bila Anda tidak berhubungan dengan pria jenis ini.   6.      Ia Tidak Dapat Menjalin Hubungan Asmara Jarak Jauh Tidak semua orang dikaruniai kemampuan untuk menjalin hubungan asmara jarak jauh. Oleh karena itu, bila pasangan Anda tampaknya merupakan seseorang yang sulit menjalin hubungan jarak jauh, akan lebih baik bila Anda mengikutinya pindah atau bila hal tersebut tidak memungkinkan, berpisah mungkin adalah jalan yang terbaik bagi Anda dan pasangan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 17 Mar 2021    10:00 WIB
7 Hal yang Dapat Anda Pelajari dari Kegagalan Hubungan Anda di Masa Lalu
1. Semua Orang Butuh Waktu Pribadi Banyak orang mengira bahwa cinta sejati berarti Anda dan pasangan Anda harus menghabiskan 24 jam bersama setiap harinya. Hal ini hanya akan membuat Anda kehilangan identitas Anda. Ingatlah bahwa setiap orang membutuhkan waktu pribadi bagi dirinya sendiri dan untuk melakukan berbagai hal yang disukainya. 2. Nafsu Hanyalah Sementara Saat Anda jatuh cinta pada seseorang, maka Anda akan merasa sangat bahagia, Anda akan berusaha untuk membuatnya bahagia dan selalu ingin terlihat cantik di hadapannya serta terus ingin mengobrol dengannya hingga pagi. Akan tetapi, masa ini pun akan berlalu. Cinta adalah suatu masa di mana Anda dan pasangan harus sudah siap untuk menghadapi kebahagiaan dan kesedihan bersama-sama. Rasa cinta Anda baru akan benar-benar bertumbuh saat Anda telah dapat menerima berbagai hal yang baik dan buruk dalam diri pasangan Anda. 3. Dia Bukanlah Milik Anda Tidak perduli berapa lama Anda dan pasangan telah hidup bersama, Anda harus tahu bahwa pasangan Anda bukanlah barang kepunyaan Anda. Pasangan yang benar-benar saling mencintai akan selalu mengingat hal ini dan menghormati pasangannya. Jangan coba untuk mengendalikan setiap hal yang dilakukan oleh pasangan Anda. Kepercayaan merupakan salah satu hal penting yang diperlukan untuk menjaga kelanggengan hubungan Anda dan pasangan. 4. Tidak Ada Orang yang Sempurna Pasangan Anda memang seharusnya merupakan seseorang yang dapat membantu membuat hidup Anda lebih lengkap dan lebih baik. Akan tetapi, ingatlah bahwa tidak ada orang yang sempurna, termasuk pasangan Anda. Pasangan Anda mungkin tidak dapat melakukan berbagai hal sesuai dengan harapan Anda. 5. Jangan Coba Mengubah Pasangan Anda Anda mungkin dapat mengubah berbagai hal di dunia ini, akan tetapi mengubah pasangan Anda mungkin merupakan salah satu hal yang mustahil. Mengubah prinsip dan kebiasaan seseorang merupakan suatu hal yang sangat sulit. Anda hanya dapat memberitahukan pada pasangan Anda apa yang benar dan mendukungnya saat ia bertekad untuk berubah. Sebagian besar orang cenderung bersikap defensif saat ada orang lain yang sangat tidak menyukai hal yang dilakukannya. Oleh karena itu, cobalah untuk mengubah reaksi Anda saat pasangan Anda melakukan hal yang tidak Anda sukai. 6. Atasi Rasa Khawatir di Dalam Diri Anda Sikap dan perilaku Anda dalam suatu hubungan dapat merupakan suatu cerminan dari rasa takut dan cemas di dalam diri Anda, yang mungkin tidak Anda sadari. Jika Anda ingin memiliki hubungan yang sehat dengan pasangan Anda, Anda harus memulainya dengan menyembuhkan ketakutan dan masalah di dalam diri Anda. Mulailah dengan lebih mencintainya diri Anda sendiri, maka Anda pun dapat membagikan rasa cinta Anda pada orang lain. 7. Belajarlah Untuk Melepaskan Semua orang tentunya pernah mengalami hal buruk dalam hubungan yang membuat mereka harus mengakhiri hubungannya tersebut. Anda mungkin baru menyadari bahwa hubungan Anda tersebut hanya menghabiskan waktu dan tenaga Anda yang berharga. Hubungan yang tidak sehat hanya akan membuat Anda merasa tidak bahagia. Oleh karena itu, Anda pun perlu belajar untuk melepaskan jika memang itu yang terbaik bagi Anda.   Sumber: womanitely
 16 Mar 2021    18:00 WIB
8 Hal yang Dikira Wanita Tampak Seksi Bagi Pria, Walaupun Sebenarnya Tidak
1.      Berbicara Seperti Bayi Berbicara seperti bayi untuk tampak lebih imut di hadapan seorang pria, mungkin justru memberikan efek yang berbeda. Si dia mungkin akan kehilangan minatnya terhadap Anda karena hal tersebut akan membuatnya teringat pada bayi, sesuatu hal yang mungkin tidak ingin dipikirkannya saat ini karena ia belum mengajak Anda untuk menikah.   2.      Menggunakan Banyak Parfum Takut si dia mencium aroma tidak sedap dari tubuh Anda? Menggunakan parfum untuk mencegah terciumnya bau badan yang kurang sedap memang dapat membantu Anda, akan tetapi menggunakan terlalu banyak parfum dapat membuatnya justru tidak ingin berada di dekat Anda. Selain itu, beberapa orang pria justru lebih menyukai bau badan Anda yang sebenarnya daripada parfum.   3.      Memonyongkan Bibir Banyak wanita yang suka memfoto dirinya sendiri alias selfie memonyongkan bibirnya untuk membuat para pria merasa lebih tertarik, akan tetapi tahukah Anda bahwa sebagian besar pria justru tidak menyukai pose ini?   4.      Menggunakan Sepatu yang Tidak Nyaman Menggunakan sandal atau sepatu berhak tinggi memang dapat membuat seorang wanita tampak lebih seksi, akan tetapi bila Anda tampak tidak nyaman atau "tersiksa" atau sulit berjalan selama menggunakannya, maka pria tidak akan merasa Anda lebih seksi.   5.      Menggodanya Dengan Kata-kata "Nakal" Memberitahunya apa yang akan Anda lakukan padanya di kamar tidur tentunya memang dapat membuat si dia merasa bergairah, akan tetapi efek sebaliknya justru akan terjadi bila Anda mengatakan hal tersebut di depan anggota keluarganya. Selain berdampak buruk pada citra Anda di hadapan keluarganya, hal ini juga dapat membuat Anda mendapatkan poin minus dalam pandangan pasangan Anda.   6.      Menggunakan Glitter Para pria mungkin senang melihat tubuh seorang wanita berkerlap-kerlip, akan tetapi berjalan berdampingan dengan seorang wanita yang menggunakan gliter tidak membuat seorang pria nyaman karena glitter tersebut akan menempel pada baju, tubuh, dan rambut si dia.   7.      Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Untuk Membuatnya Kagum Anda tidak perlu mengikuti kebiasaan minum pasangan Anda hanya untuk membuatnya kagum, terutama bila Anda tidak memiliki toleransi yang baik terhadap alkohol. Apapun minuman yang Anda pesan; anggur, soda, atau bahkan air putih pun; dapat membuat Anda tampak lebih seksi bila Anda melakukannya dengan percaya diri.   8.      Meniru Gerakan di Dalam Film Porno Ingin terlihat seksi seperti para bintang film porno? Anda tidak perlu melakukan semua gerakan berlebihan atau aneh yang Anda lihat di dalam film porno. Hal ini tidak akan membuat Anda terlihat lebih seksi di hadapan pasangan Anda.   Sumber: womenshealthmag
 01 Mar 2021    14:00 WIB
7 Tips Untuk Membantu Anda Melanjutkan Hidup Setelah Dikhianati
Sembuh dari luka akibat dikhianati oleh seseorang yang Anda cintai mungkin bukan merupakan hal yang mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Hal terpenting yang diperlukan adalah kesabaran untuk menghadapi semua rasa marah dan sedih yang Anda rasakan saat mengetahui bahwa Anda telah dikhianati. Pengkhianatan tidak hanya dapat membuat Anda merasa sedih dan marah, tetapi juga dapat mempengaruhi rasa percaya diri Anda dan membuat Anda mengalami depresi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda sembuh dari luka akibat pengkhianatan tersebut. 1. Beritahu Dia Apa yang Anda Rasakan Salah satu langkah terpenting untuk sembuh dari pengkhianatan adalah dengan memberitahunya tentang rasa sakit Anda dan perasaan Anda. Jelaskan padanya bahwa ia telah menyakiti Anda dan Anda sekarang ini sedang mengalami kesulitan. Cobalah untuk mengendalikan perasaan Anda dan juga perilaku serta sikap Anda. Anda tentunya ingin agar orang yang mengkhianati Anda tahu apa kesalahan mereka dan bertanggung jawab. 2. Terimalah Semua Emosi yang Berkecambuk di Dalam Diri Anda Pengkhianatan seringkali membuat berbagai perasaan negatif muncul dalam diri seseorang, mulai dari rasa marah, bingung, sedih, dan sebagainya. Akan tetapi, Anda perlu menerima semua perasaan ini. Jika Anda tahu apa yang Anda rasakan maka Anda tentunya memiliki lebih banyak kesempatan untuk berpikir ulang dan melepaskan diri dari permasalahan tersebut. 3. Tenangkan Diri Jangan menangis dan jangan menghindari komunikasi dengan orang lain. Tentu saja Anda mungkin membutuhkan waktu untuk menyendiri dan berduka sebelum kembali melanjutkan hidup Anda. Hal ini dapat membantu Anda menjernihkan pikiran Anda dan membantu menenangkan diri Anda. 4. Tingkatkan Rasa Percaya Diri Rasa percaya diri merupakan salah satu hal yang paling Anda butuhkan untuk kembali melanjutkan hidup setelah dikhianati. Terus ingatkan diri Anda mengenai betapa istimewanya diri Anda. Fokuskan pikiran dan perhatian Anda pada berbagai hal positif dan pencapaian yang telah Anda peroleh. 5. Lakukanlah Berbagai Hal yang Anda Sukai Anda harus mencoba untuk menggantikan kesedihan Anda dengan berbagai perasaan positif. Ciptakanlah suasana positif di sekitar diri Anda untuk menghilangkan berbagai pikiran dan perasaan negatif dengan melakukan berbagai hal yang Anda sukai. Menonton film komedi atau berpergian bersama teman-teman atau keluarga Anda dapat membantu. Hal ini dapat membantu mengalihkan pikiran Anda dari berbagai hal negatif. 6. Kendalikan Amarah Anda Kemarahan merupakan salah satu pembunuh kesehatan fisik dan mental Anda. Rasa marah juga dapat mencuri rasa bahagia di dalam diri Anda dan membuat Anda terus berpikir negatif. Menyimpan dendam dan kemarahan hanya akan melukai diri Anda sendiri. Cobalah untuk mengendalikan amarah Anda dan urungkan niat Anda untuk membalas dendam. Hal ini dapat membantu Anda terhindar dari melakukan berbagai hal bodoh yang akan Anda sesali nantinya. 7. Memaafkan Memaafkan merupakan bagian penting dari proses pertumbuhan emosi. Langkah sulit ini dapat membantu Anda kembali melanjutkan hidup dan menjauhkan Anda dari rasa benci dan amarah. Memaafkan bukan berarti kalah. Sumber: womanitely
 11 Feb 2021    19:00 WIB
5 Tanda Kamu Lelah Hati
Sudah ngambil cuti berhari-hari tapi masih merasa lelah sekali? Padahal weekday mu tak begitu menghabiskan energi, tapi kenapa masih merasa sangat lelah? Rasa lelah itu hal wajar, terlebih kalau kamu sedang banyak kegiatan yang menuntut aktivitas fisik. Tapi, lelah itu tidak selamanya fisik lho. Ada kalanya yang lelah itu hatimu. Hal itulah yang membuatmu tetap merasa lelah meski kamu tidak melakukan sesuatu yang berat dan menguras tenaga. Berikut ini lima tanda kamu sudah lelah hati. Kamu gampang tersinggung karena hal sederhana Belakangan emosimu mudah sekali tersulut hanya karena hal-hal kecil yang kamu dengar dan kamu lihat. Contohnya seperti temanmu pergi makan siang sendirian, tapi kamu merasa ditinggalkan. Padahal mungkin kamu sedang sibuk dan temanmu tidak enak mengganggu. Pola tidur berantakan, sudah memejam mata tapi tidak terlelap juga Rasa lelah itu mulai mengganggu ritme tidurmu. Bila yang lelah adalah fisik, kamu akan segera lelap begitu tubuhmu menyentuh Kasur dan bantal. Tapi yang ini beda! Kamu perlu menghabiskan waktu berjam-jam berbaring tapi tidak terlelap juga. Merasa sangat lelah padahal aktivitas biasa saja Tanda inilah yang paling jelas dan mudah dilihat. Bila capekmu itu akibat lembur seminggu, mengurus acara kantor yang membuatmu mondar-mandir ke sana kemari selama berhari-hari, itu hal yang wajar. Tapi sesibuk apa aktivitasmu belakangan? Apakah hanya duduk seperti biasa dan pulang kantor di jam normal? Nah kalau begitu, kenapa kamu merasa kelelahan? Benci situasi saat ini, tapi tak bisa melakukan apa-apa Kamu membenci situasi yang kamu hadapi saat ini, namun kamu tidak tahu apa yang harus kamu lakukan untuk keluar dari situasi itu. Kalaupun ada, kamu tidak berani untuk mengambil keputusan. Setiap bangun pagi kamu bertanya-tanya "Aku harus begini lagi? Sampai kapan?" Kamu mulai mempertanyakan hidupmu setiap pagi, saat bangun tidur. Kegiatan yang sudah kamu lakukan sejak dulu, mendadak kehilangan esensinya di matamu. Hubungan yang kamu jalani bertahun-tahun, mendadak serba buram di matamu. Kamu mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya kamu lakukan, apa yang kamu inginkan, sampai kapan akan terus begini, dan apakah memang harus tetap begini? Yuk, coba berkomunikasi lebih baik lagi dengan hati. Mari mulai mencari solusi untuk situasi yang dihadapi. Entah itu pekerjaan-pekerjaan yang menyita tenaga, ataupun relasi-relasi lain yang membebani. Mungkin kamu hanya butuh sedikit liburan, atau mungkin memang kamu harus benar-benar melepaskan. Baca juga: Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan Lho! Sumber: Hipwee
 11 Feb 2021    15:00 WIB
Merekam Aktivitas Seks, Apa Tujuannya?
Belakangan ini publik dihebohkan dengan kemunculan video syur mirip artis, Gisella Anastasia atau yang kerap disapa Gisel. Menanggapi video yang viral itu, Gisel mengatakan kasus seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya, dan Gisel pun bingung mengklarifikasi hal itu dari sisi mana. Baiklah... Mari kita doakan semoga kasusnya cepat selesai dan yuk kita bahas hal lain yang lebih menarik, yaitu: "Mengapa ada orang yang suka merekam aktivitas seksual pribadinya?" Pakar hubungan dan seks dari Lovehoney, Annabelle Knight mengatakan, bahwa ada alasan yang sangat sederhana di balik ini. Yakni: KESENANGAN! "Sebagian orang merekam aktivitas seksnya dengan pasangan ya karena menyenangkan," ungkap Annabelle seperti yang dilansir dari Metro, Senin (9/11/2020). Kehidupan manusia saat ini begitu dekat dengan ponsel, oleh karenanya beberapa orang merasa terangsang ketika melihat dirinya sedang bercinta dari layar ponsel yang sedang merekam aktivitas tersebut. "Banyak pasangan yang melihat kembali rekaman video itu karena membuat mereka begitu bergairah. Terlebih saat bercinta mengenakan pakaian seksi, mungkin ia menginginkan cuplikan dari aksi panasnya itu," jelasnya. Berdasarkan studi yang dilakukan situs kencan untuk orang-orang yang ingin berselingkuh, Illicit Encounters, terungkap bahwa sepertiga dari pasangan memfilmkan diri mereka saat melakukan hubungan seks, dan tiga perempat peserta menyatakan bahwa mereka menggunakan ponsel mereka untuk "meningkatkan" kehidupan seks mereka, baik dengan mengambil foto atau menonton video erotis. Annabelle menyebut, hal itu tidak sepenuhnya ide buruk, asalkan.. Dilakukan bukan dalam kondisi mabuk atau tidak sadarkan diri, demi menjaga privasi video tersebut. Serta pastikan melakukannya dengan pasangan yang bisa Anda percaya. " Siapa yang tahu kemana rekaman ini mungkin akan berakhir? Anda tidak tahu dengan siapa mereka akan membagikannya," ujarnya. Senada dengan Annabelle, psikolog klinis dari Personal Growth, Diah Ayu mengatakan, bahwa faktor keamanan sangat perlu diperhatikan. Dalam hal ini keamanan dari video hasil rekaman. "Perlu diperhatikan juga dalam penyimpanan video atau rekaman aktivitas seksual tersebut. Simpan di tempat yang tidak diakses oleh orang lain," kata Diah seperti dikutip dari Kompas.com. "Jangan menyimpannya secara sembarangan, untuk mencegah penyalahgunaan dari oknum yang tidak bertanggungjawab," imbuhnya.
 09 Feb 2021    17:00 WIB
Pacaran Beda Agama, Harus Bagaimana?
Kamu yakin sama dia yang beda kepercayaan? Kalau sudah beda keyakinan, rasanya enggak mungkin bisa disatukan -- begitu anggapan orang banyak. Dalam menjalani sebuah hubungan, akan selalu ada tantangan yang harus dilewati. Dalam hal ini adalah perbedaan agama antara kamu dan pasangan. Tak sedikit yang akhirnya memutuskan berpisah karena perbedaan ini, namun ada juga yang berusaha bertahan. Saat ini kita bukan lagi mencari jawaban atas pertanyaan "Apakah pacaran beda agama itu salah?" BUKAN. Tapi kita akan membahas hal-hal yang mungkin akan kalian hadapi dan persiapkan ketika kalian memilih bertahan. Saat memutuskan pilihan untuk bertahan, kamu dan pasangan harus tahu bahwa perjalanan pacaran berbeda agama tak semudah menjalani hubungan dengan pasangan yang seagama denganmu. Berikut ini beberapa hal yang mungkin akan kalian hadapi kedepannya: Sulit Mendapat Restu Keluarga Apakah kamu siap menghadapi kemungkinan tersebut? Entah dengan cara halus ataupun keras, keluargamu mungkin akan menyuruhmu untuk memutuskan hubungan dengan pacarmu. Kalau sudah begitu, pilihanmu cuma dua: mengikuti perintah mereka dan memutuskan pacarmu atau berupaya sekuat tenaga agar keluargamu akhirnya bisa memberi restu. Ingat, tidak ada pilihan yang bebas dari konsekuensi, jadi kalian harus sama-sama siap menanggung akibat apapun yang muncul dari pilihan kalian. Tekanan Orang Sekitarmu Kamu mungkin berpikir, "Ya cuekin aja orang-orang kayak gitu!". Mengatakannya memang gampang, tapi melakukannya tidak semudah itu. Sebuah komentar negatif bisa sangat menyakitkan hati dan membuat stres. Kalaupun kamu kuat menghadapinya, apakah pacarmu sama kuatnya denganmu? Jangan egois, pikirkan juga perasaan pacarmu lalu putuskanlah apa yang terbaik bagi kamu dan dia. Keinginan yang Tak Bisa Terwujud, yaitu Beribadah Bersama Sekilas, hal itu kedengarannya bukan sebuah masalah besar. Tapi sewaktu-waktu dalam hatimu bisa muncul keinginan untuk beribadah bersama dengan pacar, yang sayangnya tidak bisa diwujudkan. Apakah kamu tahan menghadapi perasaan itu? Dan bagaimana dengan pacarmu? Renungkanlah baik-baik, supaya itu tidak menjadi beban pikiran bagi kalian. Dorongan untuk Berpindah Agama Pemikiran seperti itu sebenarnya sah-sah saja. Tidak ada salahnya mempelajari sebuah keyakinan baru dan membandingkannya dengan keyakinanmu yang sekarang. Justru hal itu bagus, karena itu berarti kamu ingin memeluk agama yang benar-benar kamu yakini, bukan semata-mata karena orang tua dan keluargamu menganut agama tersebut. Tapi hati-hati, kamu harus bisa memisahkan antara rasa cintamu pada pacar dengan keinginan untuk mempelajari keyakinan baru. Jika kamu memilih pindah agama karena benar-benar yakin, itu bagus. Tapi jangan pindah agama hanya demi menyenangkan pacarmu karena hal itu tidak akan bermanfaat bagimu ataupun baginya. --- Atas dasar kemauan dan komitmen, kamu dan pasangan berusaha untuk menghadapinya berdua. Lalu, apa yang bisa dilakukan? Hadapi pacaran beda agama dengan cara ini: Pahami perbedaan budaya yang akan dijalani Agama adalah prinsip atau pedoman hidup yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, rutinitas seseorang biasanya akan mengacu pada ajaran agama yang dianutnya. Dalam menjalani hubungan beda agama, kalian harus bisa memahami dan mengerti rutinitas masing-masing yang mengacu pada agama atau bagaimana kalian memaknai sebuah peristiwa hingga mengekspresikan emosi. Saling mendalami agama yang dianut Lakukan tanpa paksaan. Kalian bisa saling berbagi informasi soal agama masing-masing sehingga kamu dan si dia bisa lebih memahami pribadi masing-masing. Namun, sebaiknya kamu sudah mendalami agamamu lebih dulu sebelum membaginya dengan pasangan. Tidak mencoba mengubah keyakinan pasangan Jangan pernah berpikir untuk mengubah keyakinan pasangan demi membuat hubungan kalian lebih lancar, apalagi kalau si dia ternyata punya keyakinan yang cukup kuat. Bukan hanya hal ini hanya akan memicu konflik besar, kamu juga akan memberikan kesan tidak bisa menerima pasangan seutuhnya. Mendiskusikan masa depan Mungkin hubungan kalian sudah cukup serius. Ada baiknya untuk mendiskusikan soal masa depan, seperti bagaimana upacara pernikahan nanti? Mungkinkah upacara pernikahan dilakukan dalam dua agama? Bagaimana agama yang akan dianut oleh anak-anak kalian nanti? Pastikan kamu dan pasangan mendiskusikan hal ini agar tak ada "kejutan" di masa depan. Selain itu, kalian pun akan merasa lebih yakin dan aman saat menjalani hubungan berdua. Sumber: IDN Times & Herworld
 25 Jan 2021    11:00 WIB
Sudahkah Anda Pelukan Hari Ini?
Sebuah penelitian mengungkap bahwa manusia membutuhkan 4 pelukan dalam sehari untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk perawatan diri, dan 12 pelukan sehari untuk bisa tumbuh. Meski ungkapan tersebut belum didukung oleh fakta-fakta rinci yang jelas, namun tak perlu diragukan bahwa pelukan memang diperlukan manusia. Pelukan bisa memberikan banyak manfaat kesehatan yang sudah terbukti secara ilmiah. Menurut penelitian, berpelukan dapat meningkatkan system imunitas tubuh, menyembuhkan depresi, mengurangi stress. Berikut adalah beberapa manfaat pelukan: Merangsang oxytocin Oxytocin adalah senyawa penghubung pada otak yang bekerja dalam sistem limbik, pusat emosi pada otak yang berkaitan dengan perasaan manusia. Oxytocin bertugas untuk meredakan rasa cemas, stres, dan bahkan bisa membuat mamalia menjadi setiap pada pasangannya. Oxytocin sangat ampuh dalam mempengaruhi emosi wanita. Senyawa ini juga yang membuat wanita tak lagi merasakan sakit pada tubuh mereka ketika melihat bayi yang dilahirkannya untuk pertama kalinya. Penelitian terbaru dari University of California mengungkap bahwa senyawa ini juga yang mempengaruhi pria agar lebih menyayangi dan terikat pada pasangannya. Oxytocin juga diketahui bisa meningkatkan libido serta gairah seksual. Ketika berpelukan, otak akan melepaskan oxytocin dan menurunkan stres, tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit jantung. Membuat lebih tenang dan sabar Hubungan dan koneksi antar manusia membuat mereka menghargai satu sama lain. Pelukan adalah salah satu cara manusia untuk menunjukkan betapa mereka menghargai orang lain. Di era yang segalanya serba instan, cepat, dan sibuk, orang secara konstan terburu-buru untuk melakukan banyak tugas. Pelukan akan membuat seseorang lebih tenang dan tak lagi diburu-buru waktu sepanjang hari. Mereka akan lebih sabar dan menghargai hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Mencegah penyakit Penelitian yang dilakukan oleh Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine mengungkap bahwa sentuhan dan pelukan memiliki efek yang besar terhadap kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah mencegah penyakit, membuat bayi prematur lebih cepat tumbuh, meredakan rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker. Merangsang kelenjar timus Pelukan tak hanya bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun juga merangsang kelenjar timus yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan manusia. Kelenjar timus bagi remaja penting dalam mengatur pertumbuhan dan pubertas. Sementara pada orang dewasa, kelenjar timus berkaitan dengan produksi sel darah putih yang akan memperkuat kekebalan tubuh dan menangkal segala jenis penyakit. Produksi dopamine Semua hal yang dilakukan manusia bisa berpengaruh terhadap aliran dopamin pada tubuh. Dopamin yang rendah akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti penyakit Parkinson atau depresi. Dopamin berfungsi memberikan perasaan bahagia pada seseorang, sekaligus memberikan motivasi. Pelukan bisa memicu aliran dopamin dalam tubuh sehingga membuat seseorang lebih bahagia, termotivasi, dan jauh dari depresi. Merangsang serotonin Tak hanya dopamin, pelukan juga merangsang pelepasan endorphin dan serotonin pada pembuluh darah ke seluruh tubuh. Kedua hal ini akan memicu perasaan senang, meredakan rasa sakit mencegah perasaan sedih, serta menjaga kesehatan jantung. Selain itu, serotonin dan endoprhin juga membantu menghilangkan kelebihan lemak dan menambah harapan hidup. Uniknya, hal ini juga berlaku ketika seseorang memeluk hewan peliharaan mereka. Berpelukan meningkatkan jumlah serotonin dalam tubuh, menaikkan mood, menghilangkan stres, dan membuat bahagia. Keseimbangan sistem saraf Pelukan juga berfungsi untuk menyeimbangkan sistem saraf. Kulit mengandung jaringan yang bisa merasakan sentuhan dan berkaitan langsung dengan otak melalui saraf vagus. Respon yang terjadi pada tubuh ketika seseorang mendapatkan pelukan ini membuat sistem saraf parasimpatik menjadi semakin seimbang dan berfungsi dengan baik. Meningkatkan kepercayaan diri Berpelukan dapat meningkatkan ras percaya diri seseorang. Rangsang taktil sangat penting untuk perkembangan bayi karena bayi pertama kali mengenal orangtuanya melalui sentuhan. Sejak pertama kali, keluarga memberikan kita pelukan untuk menunjukkan bahwa kita special dan dicintai. Pelukan yang kita dapatkan dari orangtua bahkan tertanam sampai tingkat sel kita dan berhubungan denga kemampuan kita untuk mencintai diri sendiri Itulah beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan seseorang dengan berpelukan. Bayangkan, hal sederhana seperti berpelukan dengan orang yang Anda sayangi, bahkan dengan hewan peliharaan, bisa memberikan banyak keuntungan untuk tubuh. Jadi, sudahkah Anda memeluk seseorang hari ini? Baca juga: -  Pelukan, Obat Ajaib Yang Diperlukan Semua Orang                   -  8 manfaat berpelukan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 20 Jan 2021    11:00 WIB
Tanpa Anda Sadari Ini Hal yang Bisa Menghancurkan Hubungan
Anda merasa bahagia dengan pasangan yang sekarang namun seiring berjalannya waktu, tiba-tiba saja semua hal yang dilakukannya kerap membuat Anda kesal. Simak dulu hal-hal penghancur hubungan berikut sebelum Anda benar-benar melakukannya. Mengijinkan rasa sakit hati menghantui Kita semua pernah disakiti. Itu adalah suatu hal yang tak bisa dihindari, dan bukan inti dari permasalahan di sini. Intinya adalah bagaimana kita lupa mengakhiri rasa sakit hati. Aspek negatif yang dipendam ini hanya akan mengendap menjadi pemicu. Saat pasangan baru Anda melakukan atau mengucapkan hal yang mengingatkan Anda pada masa lalu yang buruk, Anda bisa saja langsung meledak tanpa disadari. Jika Anda tak bisa menyelesaikan rasa sakit hati itu, cari bantuan profesional. Tak mencintai diri sendiri Saat Anda masuk dalam sebuah hubungan dan berusaha untuk jadi orang lain (yang Anda anggap lebih baik), itu berarti Anda tak menghargai kualitas diri sendiri. Meski klise, ungkapan ini patut Anda telaah. Jika Anda tak bisa menghargai dan mencintai diri sendiri, bagaimana Anda bisa melakukannya pada orang lain? Tak ada orang yang sempurna, tapi cinta bukan untuk orang yang sempurna. Jangan berharap pada pasangan untuk memberikan rasa cinta dan penghargaan yang tidak Anda berikan pada diri sendiri. Itu adalah tanggung jawab Anda. Baca juga: Putus Cinta, Ini Reaksi Tubuh Mu Mengekang pasangan Jika Anda menciptakan hubungan baru dengan perasaan yang rapuh dan needy, lambat-laun Anda akan kerap menuntut. Coba pikir lagi, seberapa sering Anda bertanya, "Kenapa kamu pakai baju itu?", "Kamu mau pergi kemana?", dan "Tadi bicara dengan siapa?". Sah-sah saja jika Anda mempertanyakan hal-hal ini, namun saat pertanyaan ini keluar akibat dorongan rasa takut dan kegelisahan, Anda hanya akan menciptakan masalah baru. Pencemburu Merasa cemburu sangatlah normal dan bisa terjadi kapan saja. Namun saat hal ini mulai menguasai hubungan Anda, penting untuk menghentikannya sekarang. Ingat, rasa cemburu sebenarnya bukan soal "orang lain", namun lebih pada "diri sendiri". Buat keputusan positif yang dapat membuat Anda terlihat lebih tegar dan bahagia, dengan atau tanpa pria. Tak bisa mengatasi tekanan Setiap hubungan pasti akan diwarnai dengan tekanan. Masalahnya adalah kadang kita tidak tahu cara terbaik mengatasi momen bersitegang tersebut, yang akhirnya berujung pada pertengkaran. Sangat penting untuk mengatasi hal negatif dengan cara yang dewasa. Ini berarti berani bertanggung-jawab dengan memberikan kontribusi positif saat Anda bersitegang dengan pasangan, dan menganjurkan si dia untuk melakukan hal yang sama. Baca juga: Ini Cara Pasangan Bahagia Mengatasi Pertengkaran Sumber: Herworld