Your browser does not support JavaScript!
 20 Jan 2021    11:00 WIB
Tanpa Anda Sadari Ini Hal yang Bisa Menghancurkan Hubungan
Anda merasa bahagia dengan pasangan yang sekarang namun seiring berjalannya waktu, tiba-tiba saja semua hal yang dilakukannya kerap membuat Anda kesal. Simak dulu hal-hal penghancur hubungan berikut sebelum Anda benar-benar melakukannya. Mengijinkan rasa sakit hati menghantui Kita semua pernah disakiti. Itu adalah suatu hal yang tak bisa dihindari, dan bukan inti dari permasalahan di sini. Intinya adalah bagaimana kita lupa mengakhiri rasa sakit hati. Aspek negatif yang dipendam ini hanya akan mengendap menjadi pemicu. Saat pasangan baru Anda melakukan atau mengucapkan hal yang mengingatkan Anda pada masa lalu yang buruk, Anda bisa saja langsung meledak tanpa disadari. Jika Anda tak bisa menyelesaikan rasa sakit hati itu, cari bantuan profesional. Tak mencintai diri sendiri Saat Anda masuk dalam sebuah hubungan dan berusaha untuk jadi orang lain (yang Anda anggap lebih baik), itu berarti Anda tak menghargai kualitas diri sendiri. Meski klise, ungkapan ini patut Anda telaah. Jika Anda tak bisa menghargai dan mencintai diri sendiri, bagaimana Anda bisa melakukannya pada orang lain? Tak ada orang yang sempurna, tapi cinta bukan untuk orang yang sempurna. Jangan berharap pada pasangan untuk memberikan rasa cinta dan penghargaan yang tidak Anda berikan pada diri sendiri. Itu adalah tanggung jawab Anda. Baca juga: Putus Cinta, Ini Reaksi Tubuh Mu Mengekang pasangan Jika Anda menciptakan hubungan baru dengan perasaan yang rapuh dan needy, lambat-laun Anda akan kerap menuntut. Coba pikir lagi, seberapa sering Anda bertanya, "Kenapa kamu pakai baju itu?", "Kamu mau pergi kemana?", dan "Tadi bicara dengan siapa?". Sah-sah saja jika Anda mempertanyakan hal-hal ini, namun saat pertanyaan ini keluar akibat dorongan rasa takut dan kegelisahan, Anda hanya akan menciptakan masalah baru. Pencemburu Merasa cemburu sangatlah normal dan bisa terjadi kapan saja. Namun saat hal ini mulai menguasai hubungan Anda, penting untuk menghentikannya sekarang. Ingat, rasa cemburu sebenarnya bukan soal "orang lain", namun lebih pada "diri sendiri". Buat keputusan positif yang dapat membuat Anda terlihat lebih tegar dan bahagia, dengan atau tanpa pria. Tak bisa mengatasi tekanan Setiap hubungan pasti akan diwarnai dengan tekanan. Masalahnya adalah kadang kita tidak tahu cara terbaik mengatasi momen bersitegang tersebut, yang akhirnya berujung pada pertengkaran. Sangat penting untuk mengatasi hal negatif dengan cara yang dewasa. Ini berarti berani bertanggung-jawab dengan memberikan kontribusi positif saat Anda bersitegang dengan pasangan, dan menganjurkan si dia untuk melakukan hal yang sama. Baca juga: Ini Cara Pasangan Bahagia Mengatasi Pertengkaran Sumber: Herworld
 19 Jan 2021    11:00 WIB
Perlukah Melakukan Konseling Pernikahan?
Setiap pasangan yang menikah tentunya berharap pernikahannya akan berlangsung awet dan langgeng sampai maut memisahkan. Namun, ketika hubungan dihadapkan pada banyak tekanan dan masalah hidup, tidak sedikit pasangan yang menjadi goyah dan mempertimbangkan untuk bercerai. Sejatinya, mendatangi terapi pernikahan tidak selalu berarti bahwa rumah tangga Anda sedang di ujung tanduk. Bantuan profesional juga bisa membantu Anda mengenali kepribadian Anda sendiri secara lebih dalam dan membuka pola pikir dari berbagai sisi. Pertimbangkan untuk ikut serta konseling pernikahan jika salah satu dari keadaan di bawah ini kerap ditemui di dalam keseharian rumah tangga Anda. Tidak Lagi Berkomunikasi Jika Anda atau pasangan, atau bahkan kalian berdua, terlalu sibuk dengan rutinitas masing-masing sehingga interaksi menjadi terbatas dan jarang berkomunikasi, hal ini bisa menjadi pertanda hubungan yang meregang. Menurut psikolog Enlightmind, Rini Hapsari Sentosa, komunikasi yang tidak sehat ditandai oleh prilaku tidak merespon, memberhentikan pembicaraan, pergi dari rumah, dan mengisolasi diri. Jika salah satu dari hal ini sering terjadi, sebaiknya Anda mencari bantuan dari pihak ketiga, yaitu psikolog pernikahan. Hubungan Seks Anda dan Pasangan Semakin Jarang "Perasaan bosan bisa menyebabkan meredupnya hubungan intim," ujar Rini kembali. Sayangnya, tidak jarang pasangan menghindari pembicaraan soal ini walaupun mereka menyadari masalah tersebut bisa mengancam hubungan pernikahan. Hal ini diungkapkan Tracy K. Ross, konsultan pernikahan dan keluarga dari New York. "Terapi bisa membantu pasangan menavigasi tantangan dan percakapan yang dianggap tabu, serta menemukan solusi untuk keduanya," ungkap sang psikolog. Perselingkuhan Hadirnya orang ketiga di dalam rumah tangga merupakan salah satu sinyal merah dalam pernikahan. "Pengkhianatan emosional, seperti berhubungan dekat dengan orang lain di luar pernikahan sampai menyita keseharian, patut diwaspadai," saran Ross. Walaupun prilaku tersebut baru sebatas kata-kata menggoda, namun hal tersebut bisa berujung lebih buruk, yaitu hubungan fisik terlarang. Selalu Bertengkar Apakah Anda semakin sulit berbicara baik-baik kepada pasangan dan setiap kata yang keluar selalu berujung perdebatan? Jika obrolan suami-istri berangsur-angsur menjadi sebuah tantangan, bahkan berkesan negatif dan satu arah, mulailah mempertimbangkan untuk bergabung dengan sesi konseling pernikahan. Gail Saltz, psikiater dan penulis buku The Power of Different: The Link Between Disorder and Genius, mendukung hal tersebut. "Jangan abaikan pertanda awal. Anggap hal itu seperti sebuah gejala penyakit yang harus dicegah sebelum semakin parah," sarannya. Ingin Memiliki Pasangan yang Lebih Baik Psikolog Kasandra Putranto mengakui jika permasalahan dalam pernikahan yang telah berjalan lama sering sekali dimulai dari pemikiran "suami/istri saya telah berubah" atau "dia bukanlah lagi seperti orang yang kukenal dulu." Hal seperti ini bisa membuat sang suami atau istri berimajinasi soal pasangan/pernikahan yang lebih baik. Jika Anda sendiri yang memendam perasaan ini, hal ini menjadi pertanda jika pernikahan Anda butuh bantuan profesional. Baca juga: Hal-hal yang Membuat Pria Tertekan Dalam Pernikahan Sumber: Bridestory
 09 Jan 2021    17:00 WIB
Pacaran Beda Agama, Harus Bagaimana?
Kamu yakin sama dia yang beda kepercayaan? Kalau sudah beda keyakinan, rasanya enggak mungkin bisa disatukan -- begitu anggapan orang banyak. Dalam menjalani sebuah hubungan, akan selalu ada tantangan yang harus dilewati. Dalam hal ini adalah perbedaan agama antara kamu dan pasangan. Tak sedikit yang akhirnya memutuskan berpisah karena perbedaan ini, namun ada juga yang berusaha bertahan. Saat ini kita bukan lagi mencari jawaban atas pertanyaan "Apakah pacaran beda agama itu salah?" BUKAN. Tapi kita akan membahas hal-hal yang mungkin akan kalian hadapi dan persiapkan ketika kalian memilih bertahan. Saat memutuskan pilihan untuk bertahan, kamu dan pasangan harus tahu bahwa perjalanan pacaran berbeda agama tak semudah menjalani hubungan dengan pasangan yang seagama denganmu. Berikut ini beberapa hal yang mungkin akan kalian hadapi kedepannya: Sulit Mendapat Restu Keluarga Apakah kamu siap menghadapi kemungkinan tersebut? Entah dengan cara halus ataupun keras, keluargamu mungkin akan menyuruhmu untuk memutuskan hubungan dengan pacarmu. Kalau sudah begitu, pilihanmu cuma dua: mengikuti perintah mereka dan memutuskan pacarmu atau berupaya sekuat tenaga agar keluargamu akhirnya bisa memberi restu. Ingat, tidak ada pilihan yang bebas dari konsekuensi, jadi kalian harus sama-sama siap menanggung akibat apapun yang muncul dari pilihan kalian. Tekanan Orang Sekitarmu Kamu mungkin berpikir, "Ya cuekin aja orang-orang kayak gitu!". Mengatakannya memang gampang, tapi melakukannya tidak semudah itu. Sebuah komentar negatif bisa sangat menyakitkan hati dan membuat stres. Kalaupun kamu kuat menghadapinya, apakah pacarmu sama kuatnya denganmu? Jangan egois, pikirkan juga perasaan pacarmu lalu putuskanlah apa yang terbaik bagi kamu dan dia. Keinginan yang Tak Bisa Terwujud, yaitu Beribadah Bersama Sekilas, hal itu kedengarannya bukan sebuah masalah besar. Tapi sewaktu-waktu dalam hatimu bisa muncul keinginan untuk beribadah bersama dengan pacar, yang sayangnya tidak bisa diwujudkan. Apakah kamu tahan menghadapi perasaan itu? Dan bagaimana dengan pacarmu? Renungkanlah baik-baik, supaya itu tidak menjadi beban pikiran bagi kalian. Dorongan untuk Berpindah Agama Pemikiran seperti itu sebenarnya sah-sah saja. Tidak ada salahnya mempelajari sebuah keyakinan baru dan membandingkannya dengan keyakinanmu yang sekarang. Justru hal itu bagus, karena itu berarti kamu ingin memeluk agama yang benar-benar kamu yakini, bukan semata-mata karena orang tua dan keluargamu menganut agama tersebut. Tapi hati-hati, kamu harus bisa memisahkan antara rasa cintamu pada pacar dengan keinginan untuk mempelajari keyakinan baru. Jika kamu memilih pindah agama karena benar-benar yakin, itu bagus. Tapi jangan pindah agama hanya demi menyenangkan pacarmu karena hal itu tidak akan bermanfaat bagimu ataupun baginya. --- Atas dasar kemauan dan komitmen, kamu dan pasangan berusaha untuk menghadapinya berdua. Lalu, apa yang bisa dilakukan? Hadapi pacaran beda agama dengan cara ini: Pahami perbedaan budaya yang akan dijalani Agama adalah prinsip atau pedoman hidup yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, rutinitas seseorang biasanya akan mengacu pada ajaran agama yang dianutnya. Dalam menjalani hubungan beda agama, kalian harus bisa memahami dan mengerti rutinitas masing-masing yang mengacu pada agama atau bagaimana kalian memaknai sebuah peristiwa hingga mengekspresikan emosi. Saling mendalami agama yang dianut Lakukan tanpa paksaan. Kalian bisa saling berbagi informasi soal agama masing-masing sehingga kamu dan si dia bisa lebih memahami pribadi masing-masing. Namun, sebaiknya kamu sudah mendalami agamamu lebih dulu sebelum membaginya dengan pasangan. Tidak mencoba mengubah keyakinan pasangan Jangan pernah berpikir untuk mengubah keyakinan pasangan demi membuat hubungan kalian lebih lancar, apalagi kalau si dia ternyata punya keyakinan yang cukup kuat. Bukan hanya hal ini hanya akan memicu konflik besar, kamu juga akan memberikan kesan tidak bisa menerima pasangan seutuhnya. Mendiskusikan masa depan Mungkin hubungan kalian sudah cukup serius. Ada baiknya untuk mendiskusikan soal masa depan, seperti bagaimana upacara pernikahan nanti? Mungkinkah upacara pernikahan dilakukan dalam dua agama? Bagaimana agama yang akan dianut oleh anak-anak kalian nanti? Pastikan kamu dan pasangan mendiskusikan hal ini agar tak ada "kejutan" di masa depan. Selain itu, kalian pun akan merasa lebih yakin dan aman saat menjalani hubungan berdua. Sumber: IDN Times & Herworld
 01 Jan 2021    13:00 WIB
Tiga Tanda Anda Butuh Konseling
Jika Anda merasa bahwa berbagai permasalahan Anda telah membuat Anda kewalahan dan Anda merasa bahwa Anda membutuhkan bantuan seorang terapis, maka jangan ragu untuk segera menghubungi seorang terapis (psikolog atau psikiater) untuk membantu Anda mengatasi berbagai permasalahan Anda. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang menAndakan bahwa Anda sebaiknya segera melakukan kegiatan konseling dengan seorang ahli. Memiliki Masalah yang Menyebabkan Gangguan Signifikan Pada Kehidupan Anda Jika salah satu masalah Anda mulai mempengaruhi atau mengganggu kehidupan Anda sehari-hari, baik dalam hal pekerjaan maupun hubungan Anda dengan orang lain, maka Anda mungkin harus segera mencari pertolongan seorang hali. Jika Anda merasa cemas, depresi, atau bila Anda merasa Anda tidak lagi sama seperti biasanya; maka Anda harus melakukan sesuatu seperti konseling dengan seorang ahli untuk memperbaiki keadaan kesehatan mental Anda. Mengalami Suatu Peristiwa Traumatis Hal lainnya yang merupakan penAnda bahwa Anda sebaiknya melakukan konseling adalah bila sesuatu yang bersifat traumatis telah terjadi pada diri Anda. Jika Anda baru saja mengalami kecelakaan kendaraan bermotor atau menjadi korban kekerasan atau berbagai trauma lainnya dan berbagai hal ini menyebabkan gangguan signifikan pada kehidupan Anda, maka Anda sebaiknya segera mencari pertolongan seorang ahli untuk membantu Anda mengatasi keadaan ini. Merasa Semua yang Telah Dilakukan Tidak Dapat Membantu Mengurangi Kecemasan Siapapun yang sedang mengalami suatu permasalahan yang membuat hidup mereka terasa sangat sulit tentunya selalu mencari berbagai cara baru untuk mengatasi permasalahan mereka tersebut untuk mengurangi atau menghilangkan rasa khawatir, depresi, dan berbagai perasaan lainnya yang membuat mereka tidak merasa bahagia. Akan tetapi, bila Anda merasa bahwa semua yang Anda lakukan tampaknya tidak dapat membuat Anda merasa lebih baik, maka Anda mungkin harus mulai mencari pertolongan dari ahlinya. Baca juga: Stres Mengganggu? Usir dengan Cara Ini!
 31 Dec 2020    19:40 WIB
5 Tanda Kamu Lelah Hati
Sudah ngambil cuti berhari-hari tapi masih merasa lelah sekali? Padahal weekday mu tak begitu menghabiskan energi, tapi kenapa masih merasa sangat lelah? Rasa lelah itu hal wajar, terlebih kalau kamu sedang banyak kegiatan yang menuntut aktivitas fisik. Tapi, lelah itu tidak selamanya fisik lho. Ada kalanya yang lelah itu hatimu. Hal itulah yang membuatmu tetap merasa lelah meski kamu tidak melakukan sesuatu yang berat dan menguras tenaga. Berikut ini lima tanda kamu sudah lelah hati. Kamu gampang tersinggung karena hal sederhana Belakangan emosimu mudah sekali tersulut hanya karena hal-hal kecil yang kamu dengar dan kamu lihat. Contohnya seperti temanmu pergi makan siang sendirian, tapi kamu merasa ditinggalkan. Padahal mungkin kamu sedang sibuk dan temanmu tidak enak mengganggu. Pola tidur berantakan, sudah memejam mata tapi tidak terlelap juga Rasa lelah itu mulai mengganggu ritme tidurmu. Bila yang lelah adalah fisik, kamu akan segera lelap begitu tubuhmu menyentuh Kasur dan bantal. Tapi yang ini beda! Kamu perlu menghabiskan waktu berjam-jam berbaring tapi tidak terlelap juga. Merasa sangat lelah padahal aktivitas biasa saja Tanda inilah yang paling jelas dan mudah dilihat. Bila capekmu itu akibat lembur seminggu, mengurus acara kantor yang membuatmu mondar-mandir ke sana kemari selama berhari-hari, itu hal yang wajar. Tapi sesibuk apa aktivitasmu belakangan? Apakah hanya duduk seperti biasa dan pulang kantor di jam normal? Nah kalau begitu, kenapa kamu merasa kelelahan? Benci situasi saat ini, tapi tak bisa melakukan apa-apa Kamu membenci situasi yang kamu hadapi saat ini, namun kamu tidak tahu apa yang harus kamu lakukan untuk keluar dari situasi itu. Kalaupun ada, kamu tidak berani untuk mengambil keputusan. Setiap bangun pagi kamu bertanya-tanya "Aku harus begini lagi? Sampai kapan?" Kamu mulai mempertanyakan hidupmu setiap pagi, saat bangun tidur. Kegiatan yang sudah kamu lakukan sejak dulu, mendadak kehilangan esensinya di matamu. Hubungan yang kamu jalani bertahun-tahun, mendadak serba buram di matamu. Kamu mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya kamu lakukan, apa yang kamu inginkan, sampai kapan akan terus begini, dan apakah memang harus tetap begini? Yuk, coba berkomunikasi lebih baik lagi dengan hati. Mari mulai mencari solusi untuk situasi yang dihadapi. Entah itu pekerjaan-pekerjaan yang menyita tenaga, ataupun relasi-relasi lain yang membebani. Mungkin kamu hanya butuh sedikit liburan, atau mungkin memang kamu harus benar-benar melepaskan. Baca juga: Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan Lho! Sumber: Hipwee
 31 Dec 2020    17:00 WIB
Tips Mencapai Resolusi Tahun Baru
Di tahun yang baru semua orang pasti ingin kehidupannya lebih baik. Beberapa diantaranya ada yang membuat resolusi agar bisa mencapai berbagai keinginannya. Tapi enggak cukup hanya bikin resolusi lho, kita juga harus punya cara agar resolusi bisa berjalan mulus dan terwujud. Berikut ini ada beberapa tips untuk menetapkan tujuan dan pencapaian di awal tahun 2021 nanti. Simak yuk! Beritahu Orang Terdekat Tentang Resolusimu Dengan memberi tahu orang-orang terdekat tentang resolusi kamu, maka kamu akan secara sadar berkomitmen. Karena secara tidak langsung kamu tidak hanya membuat komitmen kepada diri sendiri melainkan juga orang yang sudah kamu beri tahu tentang resolusi tersebut. Manfaat bagus lainnya yaitu dukungan orang terdekat. Saat orang dekat mu mengetahuinya, mereka akan mendukung kamu untuk mencapainya. Mereka bisa menjadi pemacu ketika kamu merasa tidak bisa melakukannya. Perjelas Resolusimu Resolusi Tahun 2021: Lebih Banyak Membaca Buku. Resolusi itu terlalu luas. Sebaiknya kamu tambahkan seperti "Membaca tiga buku setiap minggu". Hal itu bisa menjadi cara agar resolusi membaca banyak buku tercapai. Berhenti Fokus Pada Hasil Akhir Ketika kita berkomitmen pada suatu tujuan, kita harus berkomitmen pada prosesnya. Tujuan sering kali terasa seperti kita memegangnya erat-erat. Seolah kita harus mencapainya dan kita selesai. Padahal, untuk mencapai tujuan itu ada proses yang harus dilewati, perjalanan yang mungkin panjang. Tahu Kapan Harus Istirahat Kehabisan tenaga adalah kemungkinan yang sangat nyata bila kamu tidak istirahat. Cari waktu untuk menenangkan pikiran. Tidak ada tujuan atau resolusi yang menguras pikiran mu dari saat bangun hingga kembali tertidur. Istirahat yang efektif bisa meningkatkan produktivitas kita. Paksa Dirimu Manusiawi jika ada semua kemandekan dalam kemajuan kamu untuk mencapai resolusi. Akan ada titik di mana kamu tidak yakin bahwa kamu benar-benar bisa mencapai apa yang telah kamu rencanakan. Di sinilah kamu perlu mendorong dirimu sendiri. Katakan pada dirimu bahwa kamu akan berhasil dan mampu mencapai apa yang telah kamu rencanakan. Beri Reward untuk Diri Sendiri Staycation, pergi ke gunung atau lari ke pantai, berikan dirimu penghargaan atas apa yang tengah tercapai. Hal ini bisa menjadi energi tambahan untuk dirimu agar lebih semangat mengejar rencana. Baca juga: 4 Hal Ini Bisa Menjadi Resolusi Agar Hidup Lebih Sehat
 30 Dec 2020    18:00 WIB
Kenali Gejala Ejakulasi Dini
Ejakulasi dini terjadi saat seorang pria mengalami ejakulasi yang terlalu cepat saat berhubungan seksual. Ejakulasi dini adalah permasalahan seksual yang sering dialami. Diperkirakan sebanyak 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini dalam beberapa waktu. Apabila seseorang mengalami ejakulasi dini tidak terlalu sering, hal ini tidak perlu dikuatirkan. Namun bila terjadi terus menerus hal ini yang harus diperhatikan. Apa saja kriteria diagnosa ejakulasi dini: Selalu atau hampir selalu mengalami ejakulasi dalam waktu satu menit melakukan penetrasi. Hampir selalu tidak dapat menunda ejakulasi selama berhubungan seksual  Merasa tertekan dan frustasi dan akhirnya cenderung menghindari untuk berhubungan seksual. Faktor psikologis dan biologis dapat mempengaruhi terjadinya ejakulasi dini. Meskipun banyak pria merasa malu untuk berbicara mengenai hal ini. Ejakulasi dini adalah kondisi yang sering dialami oleh pria dan dapat diatasi. Obat-obatan, konseling dan teknik seksual dapat mengatasi ejakulasi dini dan dapat meningkatkan kehidupan seksual Anda dengan pasangan. Gejala utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi selama lebih dari satu menit setelah penetrasi. Namun masalah ejakulasi dini tidak hanya terjadi selama saat berhubungan seksual namun juga bisa terjadi saat masturbasi. Baca juga: Sulit Mencapai Ereksi, Apa Penyebabnya? Ejakulasi dini dapat diklasifikasikan:  Primer Sekunder (didapat)  Ejakulasi dini yang primer adalah ejakulasi dini yang dialami seorang pria hampir setiap atau setiap akan melakukan hubungan seksual.  Ejakulasi dini sekunder (yang didapat) adalah keadaan dimana seorang belum pernah mengalami ejakulasi dini pada awalnya kemudian mengalami ejakulasi dini saat berhubungan seksual. Apabila Anda mempunyai masalah ejakulasi dini dan hal ini sudah mengganggu kehidupan Anda. Anda dapat segera melakukan konsultasi kepada dokter. Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda mengalami ejakulasi lebih cepat dari yang Anda inginkan hampir setiap melakukan hubungan seksual.  Yang sering terjadi adalah pria sering merasa malu saat membahas masalah kesehatan seksual, tapi jangan biarkan hal ini mencegah Anda berbicara dengan dokter Anda. Karena Ejakulasi dini adalah masalah yang sering terjadi  dan dapat diobati.   Bagi sebagian pria, percakapan dengan dokter dapat membantu meringankan rasa kekhawatiran tentang ejakulasi dini. Sebagai contoh, seseorang akan merasa lebih tenang apabila sudah mendengar bahwa saat melakukan hubungan seksual sampai terjadinya ejakulasi sekitar lima menit masih dianggap normal. Baca juga: Ingin Ereksi Semakin Maksimal? Ini Caranya! Sumber: mayoclinic
 29 Dec 2020    13:00 WIB
Putus Cinta? Jangan Lakukan 5 Hal Ini Ya, Ladies!
Ketika hubungan percintaan mu berakhir, rasanya memang sedih dan galau. Hal itu lumrah kok saat kamu kehilangan seseorang yang sudah bersama dalam waktu yang cukup lama. Tapi... ada beberapa hal yang sebaiknya kamu tidak lakukan ketika kamu putus cinta ya. Apa saja itu? Yuk kita bahas. Meminta atau Memohonnya Agar Tak Putus dengan Anda BIG NO! Saat-saat baru putus adalah masa di mana Anda masih amat vulnerable, hingga emosi dan pikiran pun seringkali "kacau" - dan tak hanya Anda saja, ini pun bisa dialami oleh si mantan. Kalau pun ia setuju untuk kembali berpacaran dengan Anda, biasanya yang terjadi adalah masa-masa "balikan" ini bersifat temporer. Akuilah kenyataan bahwa jika ia (kasarnya) "dipaksa" untuk kembali berpacaran dengan Anda, maka fondasi awal hubungan Anda juga sudah tak baik. Menghubunginya Demi mendapatkan pikiran jernih dan perspektif baru yang Anda butuhkan, maka Anda harus berhenti berhubungan dengan mantan Anda. Hal ini berarti: tak ada telepon, SMS, chat, e-mail, bahkan saling stalking lewat media sosial. Pokoknya, absolutely nothing! Jika Anda ingin move on dengan hidup Anda, maka Anda tak akan membuatnya lebih mudah dengan menghubungi si mantan. Menjelek-jelekan Mantan di hadapan Orang Lain Ah, poin yang satu ini memang "menggoda" sekali. Amat mudah, dan juga therapeutic, jika Anda bisa curhat kepada teman-teman dan membeberkan segala keburukan dari sang mantan. Selain membuat lega, Anda juga pasti mendapatkan simpati dari teman-teman, belum lagi kalau Anda bisa sekalian merencanakan skenario "balas dendam" dengan mereka. Well, honey, don't do it. Anda tentu lebih classy dari itu. Percayalah bahwa karma itu ada, dan bisa menimpa Anda berdua. Jadi jika ia benar-benar menyakiti Anda, just grit your teeth and let it go. Tetap Berhubungan dengan Teman-temannya Poin yang satu ini memang sulit, apalagi jika Anda sendiri sudah berteman dekat dengan teman-temannya. Namun, jika Anda benar-benar ingin melanjutkan hidup dan tak terpaku pada mantan, maka hal ini terpaksa dilakukan agar tak menghambat progres Anda. Jika perlu, Anda bisa menjelaskan kepada mereka, dan mereka akan mengerti. Jika Anda sudah move on, barulah Anda bisa kembali menghubungi mereka. Mencari Pelarian Satu lagi poin yang menggoda. Anda rindu sang mantan, ingin menghubunginya, dan merasa kesepian. Solusinya: mencari pria terdekat yang bisa dijadikan fling sementara, dan... hello, rebound guy! Ketahuilah bahwa Anda tidak sedang berpikir secara logis dan lebih gegabah dalam membuat keputusan. Jangan jadikan pria tak bersalah sebagai korban atas perasaan Anda yang tersakiti. Bila memang Anda butuh "distraction", maka tunggulah beberapa bulan, dan biarkan prospek cinta baru mendekati Anda... siapa tahu, ia akan jadi pacar Anda yang berikutnya! Baca juga: Ciri-ciri Mantan yang Belum Bisa Move On Sumber: Herworld
 28 Dec 2020    10:00 WIB
Ciri-ciri Mantan yang Belum Bisa Move On
Habis putus pasti gak bisa langsung move on dong, alias masih keinget-inget kenangan bersama mantan. Stalking media sosialnya, ini pasti jalan ninja mu ya hehe.. Yuk deh kita bahas ciri-ciri mantan ataupun kamu yang masih belum bisa Move On! 'Ngeganggu' di Media Sosial Baru upload foto atau status di Facebook ataupun Instagram, langsung dia like, love atau pun komentar. Hal ini memungkinkan kalau kalian berdua putusnya baik-baik dan masih saling follow ya. Kalau ternyata putusnya tidak baik-baik, bisa jadi dia sedang menjadi stalker handal yang tahu segalanya tentangmu lewat media sosial. Hehe.. Kamu kangen ya? Mencari banyak alasan dan berusaha berkomunikasi dengan kita Ada yang tiba-tiba minta temenin cariin daster buat ibunya yang lagi ulang tahun.. Eeeaa.. Segudang alasan dan cara dikeluarin supaya bisa berkomunikasi sama kita lagi. Ini sih jelas banget ya dia masih mau balikan sama kita. Hehe.. Kamu masih jomblo ya? 'Kode' teruss... Dulu boro-boro bikin status, ngeliat media sosial pun gak pernah. Eh giliran putus, medsosnya hidup banget. Mulai dari status sampai upload-upload quotes sedih tentang kejombloan. Eaa.. Dan biasanya ini didukung sama teman-temannya yang suka iseng mention akun kita. Si Pemberani, langsung bilang "aku rindu" Ini bukan kode-kode-an lagi tapi sudah dari lubuk hati yang paling dalam. Belum bisa move on tingkat dewa. Mungkin dia masih sayang dan ingin balikan sama kita ya. Itulah beberapa ciri kalau mantan kalian belum move on ya, Ladies. Kalau memang putusnya kalian hanya persoalan sepele, mungkin tidak ada salahnya kembali lagi. Tapi kalau memang di balik putusnya kalian itu persoalan yang besar, lebih baik menjadi sahabat. Baca juga: Bolehkah Berteman Dengan Mantan? Sumber: Cewekbanget
 25 Dec 2020    21:00 WIB
Pacar Kamu Posesif? Tinggalin!
Posesif sebenarnya salah satu sifat yang umum dimiliki siapapun. Tapi jika sifat ini sudah dilakukan berlebihan dan didiamkan saja, sifat posesif ini akan membatasi kebebasan dan membawa efek negatif pada hubungan kalian lho! Nah daripada kamu terjebak sama pasangan posesif, yuk lihat ciri-ciri dari pacar posesif berikut ini: Doyan Periksa Handphone dan Media Sosialmu Ini adalah salah satu tanda pacar posesif. Ia harus tahu password di handphone dan semua akun media sosialmu. Bahkan, ia selalu membaca pesanmu. Ia juga selalu mengecek update foto dan status yang kamu buat setiap waktu, atau memantau dengan siapa saja kamu berinteraksi. Meski kalian adalah pasangan dan tak perlu ada yang harus disembunyikan, sikap posesifnya itu tidak boleh dibiarkan. Dalam hubungan, kalian harus tetap memiliki batasan dan privasi. Alih-alih jadi pasangan, ia justru lebih terlihat bak seorang stalker. Cemburu pada Semua Orang Dekatmu Mengawasimu tidak cukup, ia bahkan mudah marah dan cemburu terhadap semua orang yang berada di dekatmu. Rasa cemburu ini juga sering muncul tanpa alasan jelas. Bahkan, akibat cemburunya itu, ia bisa meneror semua orang, termasuk sahabat dekatmu. Wajib Lapor Pasanganmu selalu memantau gerak-gerikmu dan memintamu untuk melapor setiap waktu. Meski aturan ini tidak tertulis di atas kertas, ia selalu bertanya dengan siapa kamu berinteraksi dan ke mana saja kamu pergi saat sedang tidak bersamanya. Bukannya terkesan ingin tahu, sikapnya ini justru lebih mirip interogasi. Serius deh, kamu enggak membutuhkan sosok "satpam" dalam hubungan, melainkan orang yang bisa memercayaimu. Baca juga: Kenali Tanda-tanda Kekerasan Dalam Hubungan Anda Enggak Percaya Sama Kamu Tanda pacar posesif bisa juga terlihat dari rasa percaya yang mulai memudar. Entah apa yang ia pikirkan, namun ia mulai tidak memercayaimu. Saat kalian sedang tidak bersama, ia selalu meminta dikirimkan foto atau mengajakmu Facetime sebagai bukti keberadaanmu dan apa yang sedang kamu lakukan. Mengatur dengan Siapa Kamu Harus Berteman Pasangan mulai mengatur dengan siapa kamu boleh berteman. Tanpa disadari, semakin lama kamu akan semakin jauh dari teman-teman dan keluargamu karena alasan yang tidak logis. Ini adalah salah satu akibat paling mengerikan yang bisa terjadi saat berpacaran dengan sosok yang posesif. Masih kuat bertahan sama orang macam gini? Yang harus diingat, hubungan yang sehat memang perlu kerja keras tapi tetap harus saling mengutamakan kebahagiaan dan kenyamanan satu sama lain yaa...