Your browser does not support JavaScript!
 07 May 2021    10:00 WIB
7 Tanda Anda Mengalami Pertengkaran yang “Tidak Sehat” Dengan Pasangan
Memang bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk mengetahui perbedaan antara pertengkaran yang "sehat" dan "tidak sehat" dalam suatu hubungan. Dalam berhubungan, terdapat 2 jenis pertengkaran yang dapat terjadi. Jenis pertama merupakan pertengkaran yang dapat membantu Anda dan pasangan menyelesaikan berbagai permasalahan dan kesalahpahaman. Jenis kedua merupakan pertengkaran yang dapat merusak dan menghancurkan hubungan Anda dan pasangan. Pertengkaran yang sering terjadi, yang disebabkan oleh berbagai masalah sepele dapat merupakan penanda Anda dan pasangan masih mengalami masalah dalam hal komunikasi. Anda dan pasangan masih tidak mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang baik antara satu sama lain.   Di bawah ini terdapat beberapa tanda bahwa Anda dan pasangan sedang mengalami suatu pertengkaran yang "tidak sehat": 1. Anda Tidak Ingin Mendengar Penjelasan Pasangan Anda Jika Anda menolak untuk mendengar apa yang dikatakan oleh pasangan Anda, maka Anda telah bersikap tidak adil. Hal ini dikarenakan komunikasi yang baik adalah inti dalam sebuah hubungan yang sehat. Selain itu, komunikasi juga merupakan cara untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Oleh karena itu, dengarkanlah penjelasan pasangan Anda dan hargailah pendapat pasangan Anda. Jika Anda tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh pasangan Anda dan terus merasa bahwa hanya pendapat Anda yang benar, maka Anda akan merusak hubungan Anda dan pasangan.   2. Ingin Selalu Menang Memiliki suatu keinginan untuk selalu menang dalam sebuah pertengkaran merupakan tanda paling jelas bahwa Anda dan pasangan sedang mengalami suatu pertengkaran yang tidak sehat. Karena Anda terus ingin menang, maka Anda pun akan terus berusaha membuktikan bahwa Andalah yang paling benar. Hal ini akan membuat pasangan Anda merasa terpojok dan pertengkaran pun menjadi semakin sengit. Selain itu, bila Anda terus menunjukkan betapa pintarnya diri Anda dan menolak berdiskusi dengan pasangan Anda, maka pasangan Anda akan merasa tidak dihargai.   3. Menggunakan Amarah Saat Bertengkar Mengendalikan kemarahan Anda saat sedang bertengkar dengan pasangan Anda sangatlah penting. Bila tidak, Anda mungkin akan mengatakan berbagai hal yang akan Anda sesali nantinya. Amarah merupakan emosi yang merusak yang memiliki lebih banyak dampak negatif daripada positif. Untuk menghindari amarah tak terkendali, ingatlah bahwa yang perlu diselesaikan adalah permasalahan yang ada, bukan pasangan Anda. Amarah dapat membuat obrolan santai berubah menjadi suatu pertengkaran. Jika Anda sulit mengendalikan amarah Anda, maka akan lebih baik bila Anda berdiam diri daripada mengatakan berbagai hal yang akan menyakiti pasangan Anda.   4. Bertengkar Akibat Masalah yang Sama Jika Anda terus bertengkar mengenai suatu masalah yang sama, maka Anda mungkin harus melakukan pendekatan yang berbeda untuk menyelesaikan masalah tersebut, karena hal ini dapat membahayakan hubungan Anda dan pasangan. Seringkali masalah lama yang tidak terselesaikan kembali muncul saat Anda dan pasangan sedang bertengkar. Pasangan Anda mungkin telah merasa muak dan lelah mendengar hal yang sama setiap kali bertengkar dengan Anda. Ingatlah bahwa Anda tidak dapat mengubah masa lalu, oleh karena itu fokuskan perhatian Anda pada saat ini. Berusahalah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada daripada terus menundanya.   5. Anda Ingin Terus Didengarkan Anda tentunya tahu bagaimana caranya berkomunikasi, yaitu bila ada orang lain yang sedang berbicara pada Anda, maka Anda pun akan diam dan mendengarkan. Hal ini pun juga berlaku dalam suatu pertengkaran. Sangatlah penting untuk mendengarkan dan membiarkan pasangan Anda berbicara. Hal ini akan membantu Anda dan pasangan menjelaskan permasalahan dari sudut pandang masing-masing. Jika Anda merupakan seorang pemarah, maka kadangkala Anda pun harus belajar mengalah bila Anda benar-benar mencintai pasangan Anda.   6. Tidak Dapat Menerima Perbedaan Jika pertengkaran Anda disebabkan oleh suatu masalah yang rumit dan serius, maka Anda pun harus berusaha untuk menerima kenyataan bahwa Anda dan pasangan merupakan dua orang yang berbeda, yang tidak dapat sepakat dalam suatu hal tertentu. Jika Anda merasa tidak dapat menyelesaikan permasalahan tersebut sendiri, maka Anda mungkin membutuhkan bantuan orang lain seperti teman atau keluarga. Mereka dapat membantu melihat permasalahan yang Anda miliki dari sudut pandang yang berbeda dan membantu menemukan jalan keluarnya.   7. Intonasi Meninggi Saat Anda ingin membicarakan sesuatu masalah yang rumit dengan pasangan Anda, maka pastikan Anda dapat tetap mengendalikan diri Anda dan intonasi suara Anda. Meninggikan intonasi suara Anda hanya akan membuat pasangan Anda menjadi emosi dan berakhir dengan pertengkaran.   Baca Juga:  Tips Mengatasi Pertengkaran Dalam Pernikahan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womanitely
 04 May 2021    10:00 WIB
7 Kalimat Untuk Mengungkapkan Rasa Cinta Pada Pasangan Anda
Mendengar dan mengatakan kata "Aku Cinta Padamu" pada masa awal berpacaran mungkin akan terasa sangat spesial dan membahagiakan bagi Anda dan pasangan. Ketiga kata tersebut jugalah yang membuat Anda dan pasangan akhirnya memutuskan untuk menikah dan membangun keluarga bersama. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu, ketiga kata tersebut mungkin tidak lagi memiliki arti seperti dulu. Namun, bukan berarti Anda tidak lagi mencintai pasangan Anda. Anda hanya menemukan berbagai cara indah lainnya untuk menyatakan rasa cinta Anda pada pasangan. Di bawah ini Anda dapat melihat 7 kalimat romantis yang ternyata juga dapat membantu Anda mengungkapkan betapa Anda sangat mencintai pasangan Anda.   1.      "Terima Kasih Untuk Semua yang Telah Kamu Lakukan Untuk Kami" Mengucapkan terima kasih dan menghargai setiap hal yang dilakukan pasangan Anda merupakan resep bagi rumah tangga yang langgeng. Buatlah pasangan Anda merasa dihargai atas semua hal yang telah dilakukannya untuk keluarga dengan mengatakan hal ini. Dengan demikian, ia pun akan merasa dicintai dan diperlukan.   2.      "Aku Semakin Mencintaimu Setiap Harinya" Tetap saling mencintai dan menjaga hubungan asmara Anda dengan suami merupakan usaha yang perlu dilakukan setiap hari dan tidak berhenti hanya dengan mengatakan "Aku cinta padamu". Dengan mengatakan kalimat di atas, Anda secara tidak langsung mengingatkan pasangan Anda bahwa Anda masih jatuh cinta padanya dan bahwa Anda masih menginginkannya. Dengan demikian, rasa cinta di antara Anda dan pasangan pun tidak akan pernah pudar.   3.      "Ayo Kita Pergi Berlibur, Hanya Kita Berdua Saja" Memberitahu pasangan Anda bahwa Anda menginginkan waktu berduaan dapat merupakan godaan terbesar baginya. Mengetahui bahwa pasangan Anda mungkin memerlukan waktu untuk berhenti sejenak dari segala rutinitasnya akan membuat mereka merasa bahwa Anda sangat perhatian terhadap kebutuhan emosional mereka.   Baca juga: Tips Efektif Untuk Menghindari Konflik   4.      "Kamu Membuatku Merasa Bahagia" Pernyataan ini mungkin akan membuat mereka merasa terkejut! Tidak peduli berapa lama waktu telah berlalu atau seberapa banyak tekanan di dalam kehidupan Anda dan pasangan, menyatakan bahwa rasa cinta yang Anda berdua miliki sudah cukup untuk membuat Anda merasa bahagia merupakan pujian tertinggi yang dapat diperolehnya.   5.      "Semua Momen yang Kulalui Bersamamu Sangat Berharga Bagiku" Di antara berbagai kesibukan Anda dalam bekerja atau mengurus anak, sangat mungkin pasangan Anda merasa bahwa dirinya bukan lagi yang nomor satu dalam kehidupan Anda. Dengan mengatakan kalimat ini, Anda menunjukkan betapa Anda sangat menghargai setiap momen yang Anda habiskan bersama pasangan dan dapat digunakan sebagai pengingat agar tidak pernah membiarkan sebuah momen bersamanya berlalu begitu saja.   6.      "Nikmatilah Waktu Bersama Teman-temanmu, Kamu Pantas Mendapatkannya" Mendukung keinginan pasangan Anda untuk pergi bersama teman-temannya secara tidak langsung memberitahu pasangan Anda bahwa Anda percaya dan menghormatinya sebagai seorang individu.    7.      "Aku Bangga Menjadi Belahan Jiwamu" Merasa insecure seringkali muncul pada sebuah hubungan asmara, bahkan di saat Anda dan pasangan telah menikah. Dengan mengatakan kalimat di atas, Anda secara tidak langsung memberitahu pasangan Anda bahwa walaupun Anda dan pasangan memiliki banyak kesulitan dalam hidup, Anda tidak pernah memiliki keinginan untuk bersenang-senang dengan orang lain.   Hal yang lebih penting dari mengatakan "Aku cinta padamu" adalah menghargai setiap hal kecil yang dilakukan Anda dan pasangan untuk satu sama lain. Perhatikan apa yang ia butuhkan, baik dalam hal kepercayaan diri atau waktu menyendiri. Hal ini merupakan cara lain untuk mengatakan "Aku cinta padamu".   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sheknows
 22 Apr 2021    10:00 WIB
9 Kalimat Mematikan yang Bisa Buat Anda dan Pasangan Berpisah!
Jika Anda telah menikah atau telah berpacaran cukup lama dengan pasangan, Anda harus belajar untuk tidak mengatakan semua hal karena kata-kata ini dapat membahayakan hubungan asmara Anda bila salah sasaran. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa kalimat "mematikan" yang sebaiknya tidak pernah Anda katakan pada pasangan Anda bila Anda ingin hubungan Anda dan pasangan tetap langgeng.   1.      "Kapan Kamu Bakal Cuci Piring? Jangan Terus Membiarkannya di Sana!" Menuduh pasangan Anda dengan menggunakan kata "tidak pernah" atau "selalu" biasanya akan berakhir sama, yaitu pertengkaran. Daripada demikian, akan lebih baik bila Anda menerima bahwa semua orang pasti pernah lupa melakukan berbagai hal di dalam hidupnya. Oleh karena itu, berikanlah kelonggaran pada pasangan Anda saat ia melupakan beberapa tugasnya sehingga Anda pun tidak mengeluarkan kata tuduhan yang tidak seharusnya ia terima.   2.      "Perilakumu Sama Saja Seperti Ibumu" Saat Anda dan pasangan bertengkar, fokuskanlah hanya pada diri Anda dan pasangan. Jangan membandingkan pasangan Anda dengan mertua Anda. Hal ini justru akan membuat pertengkaran menjadi semakin buruk.   3.      "Kamu Menganggap Dirimu Lebih Baik Daripada Orang Lain" Jangan memberikan gagasan yang salah pada pasangan Anda karena Anda tidak pernah tahu apa sebenarnya yang sedang ia rasakan atau pikirkan saat itu. Jadi jangan beritahu asumsi Anda padanya. Pernyataan ini justru dapat membuat pertengkaran Anda dan pasangan semakin sengit karena ia merasa diperlakukan dengan tidak adil. Apa yang Anda katakan menunjukkan bahwa Anda tidak menghargai pasangan Anda. Hal ini akan memberikan rasa sakit hati ganda pada pasangan Anda.   4.      "Apakah Aku Terlihat Cantik?" Berbagai pertanyaan seputar berat badan dan penampilan merupakan penyebab tersering dari pertengkaran dalam kehidupan pernikahan, sejak zaman dahulu. Kecantikan tidak akan bertahan lama, jadi jangan pernah mengkritik mereka bila mereka tidak lagi secantik dan setampan dulu. Satu hal yang perlu diingat adalah kecantikan akan menghilang seiring dengan berlalunya waktu, tetapi tidak dengan kepribadian baik yang dimilikinya.   5.      "Aku Rasa Kamu Bertambah Gemuk" Perkataan negatif mengenai penampilan pasangan Anda merupakan hal yang tabu. Jika Anda menyadari bahwa pasangan Anda mengalami peningkatan berat badan, bantu mereka kembali kurus dan sehat kembali, misalnya dengan mengajaknya berolahraga. Bukannya mengkritik mereka hingga membuat mereka menjadi depresi.     6.      "Kamu Tidak Pandai Dalam Pekerjaanmu" Memberitahu pasangan Anda bahwa mereka tidak pandai dalam pekerjaannya, baik sebagai orang tua atau karyawan atau kekasih sangatlah salah. Kata-kata ini akan terdengar lebih kejam (bagi mereka) daripada yang Anda maksudkan. Hal ini dapat benar-benar menghancurkan pasangan Anda, tidak hanya perasaannya tetapi juga jati dirinya. Pernyataan ini juga menunjukkan bahwa Anda tidak menghargai pasangan Anda dan usaha yang dilakukannya.   7.      "Aku Paling Tidak Suka Kamu Melakukan Itu (terutama di hadapan orang lain)" Menghina pasangan Anda di hadapan orang lain merupakan hal paling tabu yang tidak boleh Anda lakukan. Hal ini akan membuat mereka merasa dipermalukan. Jika Anda benar-benar mencintai pasangan Anda, maka Anda akan menghargai dan bahkan membela pasangan Anda, terutama di masa-masa sulit. Walaupun tidak tampak demikian, pasangan Anda sangat mengandalkan Anda untuk membelanya di hadapan orang lain. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus menyukai setiap hal yang dilakukan oleh pasangan Anda. Namun, bukan berarti Anda boleh menghina mereka, apalagi di hadapan orang lain.   8.      "Berhenti Merasa Seperti Itu" Apapun yang pasangan Anda rasakan adalah suatu hal yang nyata baginya, jadi Anda tidak dapat serta merta menyuruhnya untuk berhenti untuk membuat mereka merasa lebih baik. Hal ini tidak akan berpengaruh baik bagi kelangsungan pernikahan Anda.    9.      "Kamu Tidak Perlu Menungguku" Sesekali tidur pada waktu yang berbeda mungkin tidak akan mengganggu pernikahan Anda, namun bila hal ini terus terjadi, maka dapat berpotensi menimbulkan bahaya. Bila Anda dan pasangan seringkali tidak tidur di waktu yang sama, hal ini dapat berdampak buruk pada keintiman di antara Anda dan pasangan. Jadi, bila pasangan Anda ingin menunggu Anda untuk tidur bersama, biarkanlah, hal ini juga merupakan salah satu caranya untuk menunjukkan rasa cintanya pada Anda.    Baca Juga: Percaya Diri Hilang Paska Berpisah? "Bakar" Kembali Percaya Diri Anda Dengan Cara Ini Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: datingtime
 15 Apr 2021    10:00 WIB
7 Hal yang Wajib Dibahas Para Pasangan Sebelum Menikah
Jika Anda dan pasangan sudah berencana untuk menikah, maka ada kemungkinan Anda dan pasangan akan bertengkar setelah hidup berumah tangga. Hal ini dikarenakan sangat mustahil Anda dan pasangan dapat selalu sepakat mengenai semua hal. Untuk menghindari pertengkaran yang berujung pada terjadinya perceraian, di bawah ini ada beberapa hal yang wajib dibahas para pasangan sebelum mereka memutuskan untuk menikah.  1.      Harapan dan Tujuan Seksual Mungkin saat Anda masih berpacaran, Anda dan pasangan selalu ingin untuk berdekatan dan bercumbu. Akan tetapi, hal ini mungkin akan mengalami perubahan setelah Anda dan pasangan menikah. Keadaan ini merupakan hal yang normal. Baik Anda maupun pasangan tidak dapat selalu sama-sama merasa bergairah. Oleh karena itu, sangat penting untuk membicarakan harapan dan tujuan seksual sebelum Anda dan pasangan memutuskan untuk menikah. Beritahu pasangan Anda mengenai berbagai fantasi atau kesukaan Anda. Jangan hanya berdiam diri dan berharap pasangan Anda akan tahu apa yang Anda inginkan. Anda harus memintanya!   2.      Kebiasaan Berbelanja Hal ini merupakan hal yang paling sering dipertengkarkan oleh pasangan suami istri. Uang merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, apalagi setelah Anda menikah. Jika salah satu pihak merupakan orang yang suka menabung sedangkan pihak yang lain merupakan orang yang suka berbelanja, maka diskusikanlah mengenai bagaimana Anda dan pasangan akan berkompromi mengenai kebiasaan masing-masing untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga Anda.   3.      Hubungan Dengan Keluarga Anda dan pasangan dibesarkan oleh keluarga yang berbeda, dengan orang tua dan saudara yang berbeda, dan mungkin tempat tinggal yang berbeda. Jadi, baik Anda dan pasangan pun akan memiliki hubungan yang berbeda dengan anggota keluarga masing-masing. Akan tetapi, setelah Anda dan pasangan menikah bagaimana interaksi Anda dengan anggota keluarga Anda yang lain dapat menyebabkan terjadinya pertengkaran atau ketidaknyamanan. Jika Anda dan pasangan memiliki keinginan yang berbeda mengenai seberapa banyak waktu yang perlu dihabiskan bersama anggota keluarga dan seberapa banyak informasi yang boleh diketahui anggota keluarga, maka hal ini dapat menyebabkan Anda dan pasangan bertengkar. Hal ini biasanya akan menjadi lebih sulit saat anak hadir di antara Anda dan pasangan. Jadi pastikan Anda dan pasangan memiliki pemikiran yang sama dan telah menemukan jalan keluar yang sesuai bagi Anda berdua.   Baca juga: Menikah Membuat Anda Gemuk?   4.      Pembagian Kewajiban Setelah Anda menikah, pengaturan rumah Anda mungkin tidak akan sama lagi seperti saat Anda masih single. Oleh karena itu, putuskan terlebih dahulu siapa yang akan menjalankan kewajiban rumah tangga yang sama. Jika Anda merupakan orang yang sangat rapi sedangkan pasangan merupakan orang yang sangat berantakan, maka hal ini dapat menyebabkan masalah besar saat Anda dan pasangan menikah nantinya. Untuk mengatasinya, berdiskusilah dan carilah jalan keluar terbaik mengenai bagaimana nantinya setelah Anda dan pasangan menikah. Bila Anda dan pasangan tidak dapat hidup bersama, maka kemungkinan besar pernikahan Anda pun tidak akan bertahan.   5.      Keseimbangan Pekerjaan dan Keluarga Sebelum Anda dan pasangan menikah, ada baiknya bila Anda dan pasangan berdiskusi mengenai waktu kerja dan waktu keluarga. Hal ini dapat menghindari terjadinya berbagai pertengkaran tidak perlu saat salah satu pihak terlambat pulang. Pastikan pekerjaan tidak menjadi penghalang di antara Anda dan pasangan. Bicarakan juga mengenai bagaimana jika salah satu pihak ingin pindah tempat kerja ke luar kota, apakah pihak lain bersedia untuk meninggalkan pekerjaan atau keluarganya. Mencari jawaban dari setiap pertanyaan dapat membantu Anda dan pasangan di masa depan saat situasi yang sama muncul.   6.      Memiliki dan Cara Membesarkan Anak Sebelum menikah, pastikan Anda dan pasangan telah berdiskusi mengenai keinginan untuk memiliki anak. Bila Anda dan pasangan sama-sama ingin memiliki anak, maka diskusikan juga mengenai cara mendidik, mendisiplinkan, dan bagaimana cara menghadapi pertengkaran di antara anak-anak Anda.   7.      Kehidupan Pernikahan Secara Keseluruhan Hal lain yang tidak kalah penting adalah mencari tahu apa sebenarnya arti pernikahan bagi Anda dan pasangan. Kedua belah pihak harus saling memberitahu apa yang ia inginkan dan harapkan dari sebuah pernikahan. Hal ini dapat membantu menentukan apakah benar Anda dan pasangan memang berjodoh atau tidak.     Baca juga: Hal Aneh yang Terjadi Pada Pria Setelah Menikah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag    
 14 Apr 2021    10:00 WIB
5 Alasan Mengapa Kencan Penting Bagi Kelangsungan Hubungan Anda dan Pasangan
Saat Anda dan pasangan disibukkan oleh berbagai hal seperti pekerjaan, sekolah, atau anak; Anda dan pasangan mungkin mulai jatuh ke dalam suatu rutinitias yang membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi semakin jauh. Ingatlah apapun kesibukkan Anda, hubungan Anda dan pasangan merupakan prioritas utama dalam kehidupan Anda. Di bawah ini terdapat beberapa alasan mengapa kencan tetap merupakan hal yang penting walaupun Anda dan pasangan telah menikah atau telah berhubungan cukup lama. 1. Hubungan Anda dan Pasangan Merupakan Prioritas Hubungan Anda dan pasangan merupakan prioritas utama Anda. Kesuksesan dalam pekerjaan memang penting, akan tetapi hubungan Anda dan pasangan merupakan hal utama dalam kehidupan Anda. Berbagai kesibukkan Anda, mulai dari hobi, pekerjaan, dan anak dapat membuat waktu berduaan dengan pasangan menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, kencan merupakan hal yang penting, yang dapat menandakan bahwa Anda tetap mengutamakan hubungan Anda dan pasangan.   2. Membuat Anda Tetap Ingin Menjaga Penampilan Waktu berkencan dapat menjadi salah satu cara yang dapat membantu mengingatkan Anda untuk tetap tampil menarik dan menjaga penampilan Anda. Anda tentunya ingin membuat pasangan Anda terkesan.   3. Menjaga Rasa Cinta Anda Pada Pasangan Kencan merupakan suatu hal penting dalam suatu hubungan, tidak perduli betapa sibuknya Anda dan pasangan. Kencan dapat menjadi salah satu cara untuk menyegarkan kembali hubungan Anda dan pasangan sehingga percikan cinta di antara Anda dan pasangan pun tidak pernah padam.   4. Beristirahat dari Rutinitas Kadangkala, baik Anda dan pasangan juga memerlukan waktu untuk beristirahat sejenak dari berbagai kesibukan dan rutinitas serta tanggung jawab harian Anda. Berlibur berdua bersama pasangan Anda dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi stress dan menjaga hubungan Anda dan pasangan tetap kuat.   5. Bersenang-senang Bersama Pasangan Kegagalan dalam suatu hubungan sebagian besar disebabkan oleh karena kedua pasangan menjadi semakin jauh dan tidak lagi memiliki kesamaan apapun. Saat berkencan, Anda dan pasangan dapat menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang dan melupakan berbagai kesibukan.   Baca juga: Mau Tampil Maksimal Saat Kencan Pertama? Ikuti Cara Ini Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter   Sumber: womanitely
 01 Apr 2021    10:00 WIB
Apakah Berbohong Justru Dapat Memperkuat Hubungan Anda Dengan Si Dia?
Semua orang tentunya telah mengetahui bahwa berbohong merupakan suatu hal yang buruk, bahkan sejak zaman dahulu kala. Berbohong dapat menghancurkan rasa percaya seseorang. Akan tetapi, sebuah penelitian baru menemukan bahwa "berbohong demi kebaikan" mungkin justru merupakan hal yang baik, yang dapat membantu memperkuat hubungan seseorang dengan orang lainnya. Tetapi, benarkah hal yang sama juga berlaku bagi hubungan asmara?   Baca juga: Kapan Boleh Berbohong Dalam Suatu Hubungan Asmara?   Banyak ahli menyetujui bahwa berbohong demi kebaikan, misalnya untuk menjaga agar perasaan pasangan Anda tidak terluka bukan merupakan suatu kesalahan. Misalnya saat si dia bertanya "apakah aku terlihat gendut?", maka menjawab dengan jujur mungkin dapat menyakiti perasaan pasangan Anda tersebut dan membuatnya menjadi defensif, yang pada akhirnya akan menyebabkan timbulnya pertengkaran. Walaupun kejujuran memang lebih baik, akan tetapi terdapat beberapa hal yang memang sebaiknya tidak pernah dikatakan. Pertanyaannya adalah apakah Anda berbohong untuk melindungi diri Anda sendiri atau pasangan Anda. Akan tetapi, bukan berarti berbohong itu selalu dapat dibenarkan. Para ahli setuju bahwa seseorang sebaiknya tidak pernah berbohong mengenai berbagai masalah yang lebih besar seperti masalah uang, kecanduan, masa lalu pernikahan, dan riwayat kriminal. Menurut seorang psikolog, Anda juga sebaiknya tidak berbohong mengenai berbagai hal yang dapat membuat pasangan Anda merasa malu atau dimarahi atau dikritik, misalnya saat ia akan pergi keluar dengan mengenakan suatu busana yang memalukan atau norak. Perlu diingat bahwa sesuatu yang Anda anggap sebagai sebuah "kebohongan kecil" belum tentu juga merupakan kebohongan kecil bagi orang lain atau pasangan Anda. Seiring dengan berlalunya waktu, semua "kebohongan kecil" yang Anda katakana akan menumpuk dan membuat pasangan Anda mengetahuinya. Jika berbohong menjadi kebiasaan Anda, maka hal ini mungkin dapat berdampak buruk bagi hubungan asmara Anda dengan pasangan dan merusak rasa percaya di antara Anda dan pasangan. Apa yang harus dilakukan bila pasangan Anda memergoki kebohongan kecil Anda? Beritahukanlah mengapa Anda melakukannya, tetapi jangan menuduh atau "menyerang" pasangan Anda. Dengan demikian, pasangan Anda pun mengetahui bahwa Anda memang masih ingin bersamanya.   Sumber: stylecaster
 30 Mar 2021    10:00 WIB
8 Hal yang Harus Diperhatikan Pria Saat Mencari Pasangan Hidup
  1.     Apakah Ia Mandiri? Setiap pria tentunya ingin memiliki pasangan yang mampu mengurus dirinya sendiri, tetapi tetap bersikap manja pada waktu-waktu tertentu. Akan tetapi, bila ia tampaknya tidak dapat melakukan berbagai hal tanpa Anda, maka Anda lama-kelamaan dapat merasa lelah dan kewalahan. Kemandirian juga merupakan salah satu kunci memiliki hubungan yang bahagia selain dari memiliki komunikasi yang baik, baik bagi pria maupun wanita.   2.     Apakah Ia Cerdas? Memiliki pasangan dengan tingkat kecerdasan yang sama akan memudahkan Anda dalam menjalin komunikasi satu sama lain. Anda dapat membicarakan berbagai hal dengannya tanpa perlu menjelaskan segala sesuatunya dari awal. Akan tetapi, hal ini bukan berarti bahwa ia harus mengetahui segala sesuatu. Seorang wanita yang cerdas dapat membuat Anda selalu terkejut akan apa yang diketahuinya dan membuat Anda tidak pernah merasa bosan.   3.     Apakah Ia Menghargai Anda? Salah satu hal penting lainnya dalam hubungan adalah apakah pasangan Anda menghargai Anda. Anda harus memiliki pasangan yang dapat menghargai Anda, sehingga Anda tidak perlu selalu bertanya-tanya pada diri Anda sendiri mengapa ia ingin bersama dengan Anda. Salah satu contohnya adalah saat Anda bertengkar dengannya, apakah ia memberikan kesempatan pada Anda untuk berbicara dan apakah ia mendengarkan apa yang Anda bicarakan. Ia pun akan selalu berusaha untuk tidak bertengkar di depan umum dan berusaha melihat segala sesuatu dari sudut pandang Anda (tentunya Anda pun harus melakukan hal yang sama). Kunci dalam suatu hubungan selain komunikasi adalah saling menghormati.   4.     Apakah Ia Memberikan Anda Waktu Pribadi? Setiap orang, baik pria maupun wanita pasti ingin memiliki waktu pribadinya masing-masing. Anda mungkin sedang ingin bermain video games, sedangkan pasangan Anda mungkin sedang ingin menonton serial drama Korea yang sedang populer saat ini.   5.     Apakah Ia Sering Mengambek Tanpa Alasan yang Jelas? Pertengkaran dalam suatu hubungan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari karena menyatukan dua orang yang berbeda; dengan sifat, keinginan, dan sudut pandang yang berbeda bukanlah suatu hal yang mudah. Akan tetapi, terus mengambek dan memaksa pasangan Anda untuk berubah bukanlah jawaban yang tepat. Seorang wanita harus tahu kapan ia harus marah dan kapan ia harus menerima. Demikian pula para pria harus mengetahui apa yang harus dilakukan agar pasangan Anda tidak marah. Memberikan kabar padanya bahwa Anda akan pulang terlambat tentunya akan jauh lebih mudah daripada harus mendengarkannya marah-marah saat Anda pulang.   6.     Apakah Ia Rukun Bersama Keluarga dan Teman Anda? Seorang pasangan yang baik akan berusaha untuk mengenal orang-orang di sekitar Anda, baik keluarga maupun teman-teman Anda. Selain itu, teman-teman Anda pun tidak akan merasa keberatan bila pasangan Anda datang untuk bergabung dengan mereka.   7.     Apakah Ia Benar-benar Mencintai Anda? Jika Anda berhasil menemukan seorang wanita yang benar-benar mencintai Anda apa adanya, maka jangan pernah lepaskan wanita tersebut. Walaupun sulit, ia akan berusaha untuk menerima semua sifat Anda, baik sifat baik maupun buruk, karena memang tidak ada orang yang sempurna di dunia ini.   8.     Apakah Ia Membuat Anda Ingin Menjadi Seorang Pria yang Lebih Baik? Setiap pria yang memiliki pasangan yang baik pasti akan berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi untuk pasangannya tersebut. Ia tidak perlu mengatakan atau melakukan sesuatu untuk membuat Anda ingin memberikan atau melakukan sesuatu hal yang terbaik untuknya. Anda melakukan hal tersebut karena Anda mencintainya.     Sumber: askmen
 29 Mar 2021    18:00 WIB
Ketahui Kepribadian Si Dia dari Posisi Bercinta Favoritnya…
Tahukah Anda bahwa posisi favorit Anda saat bercinta bukan hanya dapat membuat Anda mencapai kenikmatan dan kepuasan tertinggi tetapi juga dapat menunjukkan siapa diri Anda yang sebenarnya? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa posisi bercinta yang sering menjadi posisi favorit para pria dan apa hubungannya dengan kepribadian mereka.   Missionari Missionari merupakan posisi dasar dalam bercinta. Walaupun posisi ini merupakan posisi klasik saat bercinta, akan tetapi pria yang menyukai posisi ini biasanya merupakan pria yang sedikit insecure atau pria yang butuh diyakinkan dengan melihat reaksi pasangannya saat bercinta dengannya. Selain itu, Anda mungkin merupakan seorang pria yang senang untuk memiliki kontrol saat berhubungan intim. Memang benar bahwa missionari merupakan posisi yang romantis, tetapi tidak terlalu penuh dengan "petualangan".   Baca juga: 11 Hal yang Tidak Anda Ketahui Tentang Orgasme   Doggy Style Pria penyuka doggy style biasanya merupakan seorang pria yang mengikuti instingnya sebagai "raja hutan", tetapi juga menunjukkan bahwa ia merupakan seorang pria yang takut akan keintiman dan secara umum tidak romantis.   Woman On Top Keuntungan dari posisi ini adalah ada banyak cara untuk melakukannya, terserah pada pasangan Anda. Pria yang menyukai posisi ini biasanya sangat ingin membuat pasangannya merasa puas. Akan tetapi, pastikan Anda tidak selalu menggunakan posisi ini saat bercinta.   Spooning Spooning merupakan posisi bercinta yang paling intim, yang biasanya dilakukan oleh pria yang berhati lembut. Pria yang menyukai posisi ini bukanlah seorang pria yang "lembek", ia justru merupakan seorang pria yang penuh dengan kasih sayang dan selalu ingin menyenangkan pasangannya.   Standing Anda dapat melakukan posisi bercinta yang satu ini, kecuali di atas ranjang. Oleh karena itu, pria yang menyukai posisi ini merupakan pria yang suka bertualang dan sering merasa bergairah karena adanya pikiran "nakal". Pria penyuka posisi ini merupakan seorang pria "nakal", yang akan merasa senang saat terpergok dan ingin selalu bersenang-senang tanpa memikirkan akibatnya di kemudian hari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 23 Mar 2021    10:00 WIB
Mengapa Menjadi Pendengar yang Aktif Dapat Menyelamatkan Hubungan Asmara Anda?
Hal terpenting dalam suatu hubungan adalah komunikasi, jadi bila Anda dan pasangan tidak memiliki komunikasi yang baik, maka kedua belah pihak dapat merasa frustasi, cemas, dan kesepian. Jika Anda merasa Anda dan pasangan telah mulai menjauh, maka mungkin sekarang merupakan saat yang tepat untuk mulai menjadi pendengar yang aktif. Jadi apa itu sebenarnya pendengar yang aktif? Menjadi seorang pendengar yang aktif adalah menjadi seseorang yang benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Bagaimana cara melakukannya? Di bawah ini terdapat beberapa cara untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan apa yang sedang dikatakan oleh orang lain pada Anda, yaitu: Menggunakan suara non verbal atau gerakan untuk menunjukkan bahwa Anda sedang mendengarkannya, sambil tetap membiarkan orang tersebut berbicara Mengulangi apa yang ia katakan untuk menunjukkan padanya bahwa Anda telah benar-benar mengerti dan tidak salah paham tentang apa yang dimaksud oleh orang tersebut Menanyakan suatu pertanyaan terbuka dan tidak memberikan suatu pernyataan atau nasehat Mengesampingkan kepercayaan, prinsip, pemikiran, pandangan, dan perasaan Anda untuk benar-benar memahami bagaimana keadaan emosi orang yang sedang berbicara dengan Anda Bila keadaan mendukung, Anda juga dapat menerima dan menyetujui perasaan orang tersebut   Mengapa Mendengarkan Orang Lain Penting? Setiap manusia cenderung untuk selalu disibukkan dengan pikiran dan perasaannya sendiri sehingga saat ada seseorang yang berbicara dengan Anda sangatlah mudah bagi Anda untuk teralihkan dan tidak lagi mendengarkan dengan benar apa sebenarnya yang sedang dikatakan oleh orang tersebut. Bukannya mendengarkan, Anda mungkin akan teralihkan oleh berbagai hal yang sedang terjadi di sekitar Anda atau teralihkan oleh berbagai hal lainnya atau bahkan oleh kata-kata yang akan Anda katakan pada orang tersebut. Hal ini tentu saja dapat merusak hubungan asmara Anda dengan si dia karena mendengarkan merupakan bagian penting dari proses komunikasi antara Anda dengan si dia. Mendengarkan pasangan Anda secara aktif dapat membantu mengurangi terjadinya kesalahpahaman, menciptakan suatu lingkungan yang aman untuk saling memberitahu perasaan masing-masing, dan membantu Anda dan pasangan untuk saling mengerti. Saat pasangan Anda datang kepada Anda untuk menceritakan permasalahan yang sedang dihadapinya, maka merupakan suatu hal yang wajar bila Anda ingin membantunya menemukan jalan keluar dan memberikan berbagai nasehat, akan tetapi kadangkala apa yang ia butuhkan bukanlah nasehat dari Anda, tetapi seseorang untuk mendengarkannya sehingga ia pun merasa lebih baik. Jadi, mendengarkan tidak selalu merupakan jalan bagi Anda dan pasangan untuk menemukan suatu jalan keluar tetapi untuk menciptakan suatu tempat "aman" di mana Anda dan pasangan dapat berbicara terus. Sumber: sheknows   Baca Juga: 5-hal-yang-dapat-menyelamatkan-hubungan-anda-dan-pasangan-dari-kebosanan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 19 Mar 2021    10:00 WIB
Kenapa Saya Ditinggal Pasangan Saya?
Saat Anda jatuh cinta pada seseorang, Anda tentu ingin selalu bersama dengannya apapun yang terjadi. Akan tetapi, pada beberapa orang, pria khususnya, mereka dapat meninggalkan wanita yang dicintainya karena berbagai alasan. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 alasan mengapa seorang pria meninggalkan wanita yang sebenarnya sangat dicintainya.   1.      Seks Kadangkala, suatu hubungan asmara yang tampaknya baik-baik saja dapat berakhir hanya karena seks. Bila salah satu atau kedua belah pihak merasa bahwa hubungan seks yang diperolehnya dari pasangannya tidak sehebat yang diharapkannya, maka ia mungkin akan memutuskan untuk meninggalkan pasangannya tersebut, walaupun sebenarnya ia sangat menyukainya.   2.      Ia Ingin Berhubungan Intim Dengan Orang Lain Mungkin kehidupan seksual Anda dan pasangan baik-baik saja. Akan tetapi, ia mungkin ingin mencoba melakukannya bersama dengan orang lain. Mengapa demikian? Hingga saat ini, para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti mengapa seorang pria selalu berkeinginan untuk berhubungan seks dengan wanita lain, walaupun sebenarnya ia mencintai pasangannya saat ini.   3.      Temannya Tidak Menyukai Anda Tahukah Anda bahwa teman-temannya ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan asmara Anda dengannya? Bila pasangan Anda merupakan seseorang yang mudah dipengaruhi, maka ia pun mungkin akan merasa bahwa apa yang dikatakan oleh temannya, misalnya saat temannya mengatakan bahwa ia bisa memperoleh pasangan yang lebih baik dari Anda, adalah benar.   Baca juga: 6 Cara Sederhana Untuk Membuat Si Dia Tetap Tertarik Pada Anda   4.      Ibunya Tidak Menyukai Anda Salah satu hal yang dapat membuat seorang pria meninggalkan wanita yang dicintainya adalah karena ibunya tidak menyukai pilihannya tersebut. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam bersikap dan berkata-kata saat Anda bertemu dengan orang tuanya nanti, karena hal ini mungkin akan menentukan masa depan hubungan asmara Anda dengan si dia.   5.      Atasannya Memaksa Ia Untuk Melakukannya Bagi beberapa orang pria, karirnya merupakan segalanya baginya. Jadi, bila ia harus memilih di antara Anda dan karirnya, maka ia pun akan langsung menjatuhkan pilihannya pada pekerjaannya tersebut. Akan lebih baik bagi Anda bila Anda tidak berhubungan dengan pria jenis ini.   6.      Ia Tidak Dapat Menjalin Hubungan Asmara Jarak Jauh Tidak semua orang dikaruniai kemampuan untuk menjalin hubungan asmara jarak jauh. Oleh karena itu, bila pasangan Anda tampaknya merupakan seseorang yang sulit menjalin hubungan jarak jauh, akan lebih baik bila Anda mengikutinya pindah atau bila hal tersebut tidak memungkinkan, berpisah mungkin adalah jalan yang terbaik bagi Anda dan pasangan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag