Your browser does not support JavaScript!
 19 Jan 2020    08:00 WIB
7 Hal yang Dapat Menghambat Seseorang Mencapai Cita-citanya
Semua orang mulai dari anak kecil hingga orang dewasa pasti memiliki cita-cita, bukan? Menjadi dokter, pilot, artis, bahkan menjadi orang kaya merupakan cita-cita yang biasa kita lontarkan saat masih kanak-kanak. Namun saat usia sudah beranjak dewasa rasanya semakin banyak hal yang menghalangi kita untuk menggapai cita-cita. Berikut dokter.id sudah rangkumkan hal apa saja yang bisa membuat kita urung untuk menggapai cita-cita:    Rasa Kurang Percaya Diri Salah satu hal yang seringkali membuat Anda sulit mencapai cita-cita atau impian Anda adalah kurangnya rasa percaya diri. Anda tidak percaya bahwa Anda dapat mencapai impian Anda tersebut. Untuk mengatasi hal ini, tidak ada orang lain yang dapat membantu Anda, Anda harus mulai mempercayai diri Anda sendiri terlebih dahulu.   Kurangnya Ambisi Bila Anda kekurangan ambisi maka impian Anda akan lebih sulit tercapai. Anda harus mempunyai keinginan untuk mencapai impian Anda, kemudian barulah Anda dapat mulai mengejar impian Anda tersebut. Anda harus menghadapi rasa puas diri dan rasa malas Anda terlebih dahulu dan kejarlah impian Anda!.    Pendapat Orang Lain Hal yang dikatakan oleh orang lain seringkali menghambat seseorang untuk mencapai impiannya, terutama jika Anda membiarkannya. Cara mengatasi hal yang satu ini adalah buatlah suatu keputusan dan jangan biarkan pendapat orang lain menghalangi Anda. Jadilah diri Anda sendiri dan beranikan diri Anda untuk mengejar apa yang Anda inginkan!.   Takut Akan Kegagalan Rasa takut akan gagal juga dapat menghambat Anda. Memang Anda mungkin harus menghadapi beberapa kegagalan sebelum akhirnya berhasil, akan tetapi mungkin juga Anda justru langsung berhasil tanpa harus menghadap kegagalan. Anda tidak akan pernah tahu apa yang dapat Anda capai tanpa mencobanya. Lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak pernah mencobanya sama sekali dan menyesal nantinya.   Kendala Keuangan Kadangkala, impian Anda mungkin sulit tercapai karena kendala dalam hal keuangan. Akan tetapi, justru saat inilah Anda harus lebih kreatif. Jika Anda tidak dapat langsung memperoleh impian Anda, lakukan berbagai hal kecil yang membuat Anda semakin dekat dengan cita-cita Anda tersebut.   Terlalu Sibuk Kadangkala Anda terlalu sibuk dengan pekerjaan atau keluarga atau pendidikan Anda sehingga Anda tidak memiliki cukup waktu untuk mengejar apa yang Anda inginkan. Anda dapat memulainya dengan menyisihkan sedikit dari waktu Anda untuk membuat Anda lebih dekat dengan impian Anda tersebut.   Tidak Tahu Harus Memulai Dari Mana Banyak orang memiliki impian yang besar atau luar biasa, akan tetapi mereka tidak mengetahui dari mana mereka harus memulai untuk mencapai impian mereka tersebut. Mulailah dengan mencari berbagai informasi seputar impian Anda tersebut dan cara mencapainya. Jika Anda tetap merasa bingung, mulailah dengan melakukan sesuatu apapun itu daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali.   Nah dengan mengetahui hambatan apa yang menghalangi Anda untuk menggapai cita-cita yang sudah diidamkan, maka ada baiknya untuk membuat evaluasi diri dan bertekad kuat untuk menggapainya. Jangan pernah menyerah ya, Sobat karena dimana ada kemauan disitu ada jalan!    Sumber: allwomenstalk
 09 Jan 2020    18:00 WIB
Penyebab dari Impotensi
Ada satu kondisi yang paling tidak diharapkan pria, yaitu disfungsi ereksi. Ketidakmampuan seorang pria untuk memperoleh dan mempertahankan ereksi sering dihubungkan dengan kejantanan dan maskulinitas. Ketidakmampuan ini akan sangat mempengaruhi kepercayaan diri pria. Untuk mencegah munculnya impotensi, maka sangat penting untuk Anda bisa mengerti apa yang menyebabkan kondisi tersebut. Impotensi dapat disebabkan oleh banyak alasana dan kondisi baik secara fisik maupun psikologis. The University of Maryland Medical Center (UMMC) melaporkan sebanyak 85% kasus disfungsi ereksi terjadi karena alasan fisik. hal ini terjadi karena banyak kondisi medis yang dapat menimbulkan masalah yang sama yaitu: ketidakmampuan pembuluh darah untuk mengalirkan darah secara normal. Tetapi sebanyak 15% dari kejadian disfungsi ereksi juga dapat terjadi karena alasan psikologis. Jaga jantung AndaBerbagai kondisi di jantung dapat menjadi penyebab dari disfungsi ereksi, termasuk:    •    Tekanan darah tinggi    •    Kolesterol tinggi    •    Sumbatan pembuluh darah (atherosklerosis)    •    Penyakit jantungBahkan pria yang memiliki masalah disfungsi ereksi memiliki kemugkinan lebih besar untuk terkena serangan jantung atau stroke. Diabetes, yang juga sering dihubungkan dengan penyakit jantung , juga merupakan faktor resiko dari impotensi. Otak dan hormon AndaBeberapa kondisi sistem syaraf pusat dan neurologi juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi, yaitu:    •    Stroke    •    Parkinson    •    Multiple sklerosis Sementara kondisi hormonal yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi adalah kerusakan di kelenjar pituitary yang dapat menyebabkan peningkatan dari hormon prolaktin dan penurunan hormon testosteron. Penurunan hormon testosteron inilah yang menyebabkan disfungsi ereksi.Pengaruh cedera Beberapa tipe trauma dan cedera terutama yang terjadi didaerah pelvis atau saraf tulang belakang dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Beberapa jenis operasi yang dapat menurunkan resiko terjadinya disfungsi ereksi setelah cedera adalah:    •    Operasi ortopedi    •    Operasi fistu;a    •    Operasi untuk prostat, kolon atau rektal kanker Obat-obatanBerbagai jenis obat yang terkait dengan disfungsi ereksi adalah:    •    Antidepresan    •    Antihistamin    •    Antihipertensi    •    Antiparkinson Tetapi obat-obatan ini tidak mempunyai pengaruh yang sama pada setiap pria.Sumber: healthline
 10 Sep 2019    18:00 WIB
Mengenang Masa Lalu Dapat Membuat Lebih Fokus, Benarkah?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa mengenang masa lalu mungkin sebenarnya dapat membantu Anda lebih berkonsentrasi. Pada penelitian ini paraa peneliti menemukan bahwa para peserta dalam penelitian ini dapat mencocokkan foto para selebritis dengan lebih cepat dan akurat dibandingkan dengan saat mereka diminta untuk mencocokkan foto orang-orang tidak dikenal. Hal ini dikarenakan foto para selebriti ini memicu aktivasi daya ingat jangka panjang para peserta penelitian, yang juga memicu kemampuan daya ingat jangka pendek para peserta penelitian, yang ternyata juga berhubungan dengan peningkatan aktivitas di bagian otak yang mengatur proses imajinasi atau daya ingat. Dengan kata lain, memikirkan sesuatu hal di masa lalu dapat membantu Anda memecahkan masalah di saat ini. Pada penelitian ini, para peneliti membuktikan bahwa seseorang dapat menggunakan informasi dari masa lalu (daya ingat jangka panjang) untuk menyelesaikan suatu tugas yang harus dilakukan pada masa kini (daya ingat jangka pendek), bahkan dengan lebih baik. Memang benar bahwa mengenang masa lalu mengenai berbagai hal lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lakukan saat ini memang justru dapat memperburuk kinerja Anda dan mengganggu konsentrasi Anda dalam bekerja. Akan tetapi, bila Anda menggunakan daya ingat jangka panjang yang berhubungan dengan pekerjaan Anda saat ini, maka hal ini mungkin dapat meningkatkan performa kerja Anda, misalnya dengan mengingat kesalahan yang pernah Anda lakukan pada pekerjaan Anda terdahulu, maka Anda pun dapat melakukan pekerjaan Anda dengan lebih baik saat ini. Sumber: menshealth
 03 May 2019    08:00 WIB
Pasangan Anda Sering Selfie, Anda Mungkin Harus Waspada
Memang bukanlah suatu hal yang mudah untuk mengetahui apakah Anda mengencani seorang pria yang baik atau seorang narsis atau bahkan seorang psikopat. Akan tetapi, sebuah penelitian baru menemukan bahwa seberapa sering seorang pria melakukan foto selfie dan bagaimana ia mengedit fotonya tersebut dapat menentukan bagaimana sebenarnya kepribadian pria tersebut. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 800 orang pria yang berusia antara 18-40 tahun. Melalui sebuah survei, para pria ini diminta untuk menjawab seberapa sering mereka menggunakan facebook, twitter, Instagram, tumblr, dan pinterest setiap harinya; seberapa sering mereka memfoto dirinya sendiri dan mengunggah fotonya tersebut di berbagai media sosial pada beberapa minggu belakangan, dan seberapa sering mereka mengedit foto selfienya tersebut. Selain itu, para peserta penelitian juga diminta untuk menjawab sebuah kuesioner mengenai kepribadian untuk mengetahui apakah mereka seorang narsis, psikopat, atau menderita gangguan kepribadian lainnya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa semakin sering para pria tersebut mengunggah foto dirinya sendiri ke berbagai media sosial, maka kemungkinan bahwa pria tersebut seorang narsis dan psikopat pun semakin tinggi. Selain itu, pria yang mengedit fotonya sendiri sebelum mengunggah foto tersebut ke media sosial juga memiliki nilai yang lebih tinggi dalam tes psikopat. Para peneliti juga menemukan bahwa seorang pria narsis dan psikopat cenderung lebih mudah merasa cemburu, tidak aman, dan berselingkuh dalam suatu hubungan asmara. Akan tetapi, bukan berarti setiap pria yang memfoto dirinya sendiri pasti memiliki suatu gangguan kepribadian. Hal ini dikarenakan semua data diperoleh dari para peserta penelitian sendiri sehingga kebenaran data yang diperoleh tidak dapat dipastikan.   Sumber: womenshealthmag
 01 Mar 2019    11:00 WIB
Takut Pada Lubang Kecil? Anda Mungkin Menderita Fobia!
Takut atau merinding saat melihat lubang-lubang kecil seperti pada pori-pori kulit? Anda mungkin menderita suatu jenis fobia! Tripofobia merupakan suatu keadaan di mana seseorang merasa takut berlebihan saat melihat lubang-lubang kecil pada suatu area asimetris (batas tidak beraturan). Penderita tripofobia biasanya tidak menyadari bahwa mereka memiliki fobia tersebut. Penderita biasanya merasa takut, merinding, gatal, atau tidak nyaman saat melihat lubang-lubang kecil seperti sarang lebah, jamur, biji bunga teratai, gelembung, atau bahkan terumbu karang. Sebagian besar penderita tripofobia akan mulai merasa tidak nyaman, aneh, merinding, dan bahkan gatal di seluruh tubuh saat mereka melihat lubang-lubang kecil. Saat melihat lubang kecil pada pori-pori kulit, penderita juga dapat menjadi sangat stress karena mereka yakin bahwa lubang tersebut akan melebar dan menjadi lebih besar. Pada beberapa kasus, penderita tripofobia dapat menjadi sangat ketakutan saat digigit oleh serangga karena mereka percaya bahwa lubang bekas gigitan serangga tersebut akan membesar. Pihak American Psychiatric Associations serta Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders tidak mengakui kondisi tersebut sebagai fobia yang sesungguhnya. Menurut para ahli di bidang psikologi, gejala yang ditemukan pada penderita terjadi akibat rasa takut terhadap suatu penyakit tertentu yang tidak disadari oleh penderita, misalnya saat seseorang sakit cacar air, maka akan timbul suatu bintik-bintik kecil pada kulit yang dianggap sangat menjijikan.   Baca Juga: 10 Jenis Fobia Ekstrim dan Aneh   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang .   Sumber: cbsnews
 25 Feb 2019    08:00 WIB
Kupas Tuntas Kepribadian Ganda
Gangguan kepribadian disosiatif (DID) atau yang lebih dikenal dengan kepribadian ganda diduga terjadi akibat adanya trauma berat di masa kanak-kanak. Trauma biasanya berupa kekerasan fisik atau emosional atau seksual berulang yang cukup parah.   Apa Sebenarnya D.I.D itu? Sebagian besar manusia di dunia sebenarnya pernah mengalami disosiasi ringan, misalnya saat melamun atau membayangkan sesuatu yang membuat orang tersebut terhanyut dari berbagai kegiatan yang sedang dilakukannya. Akan tetapi, pada DID, disosiasi ini biasanya lebih parah. Keadaan ini membuat penderita tidak dapat menghubungkan pikiran, ingatan, perasaan, tindakan, atau identitasnya sendiri. Para ahli menduga bahwa DID terjadi akibat penderita mengalami suatu trauma. Jadi, DID sebenarnya merupakan suatu mekanisme yang dilakukan oleh penderita untuk bertahan atau melindungi dirinya dari berbagai situasi atau pengalaman yang penuh dengan kekerasan, traumatis, atau menyakitkan.   Apa Saja Gejala dari D.I.D? Karakteristik DID adalah adanya 2 atau lebih kepribadian yang berbeda yang terus mempengaruhi perilaku seseorang. Penderita biasanya juga mengalami gangguan ingatan yang tampaknya terlalu parah untuk disebut sebagai lupa. Dengan kata lain, penderita biasanya tidak dapat mengingat tindakan atau perilakunya saat dirinya "dikuasai" oleh kepribadian yang lain. Selain itu, penderita mungkin juga memiliki ingatan yang berbeda, tergantung pada kepribadiannya saat itu. Kepribadian lainnya biasanya memiliki umur, jenis kelamin, atau rasnya sendiri. Kesemua kepribadian tersebut memiliki postur, bahasa tubuh, dan gaya berjalan yang berbeda. kepribadian ini tidak hanya berupa manusia tetapi juga dapat berupa hewan. Pergantian di antara berbagai kepribadian tersebut dapat berlangsung selama beberapa detik, menit, atau bahkan hari. Saat dihipnotis, kepribadian lain yang dimiliki oleh penderita dapat menjadi sangat responsif terhadap berbagai permintaan terapis. Selain berbagai hal di atas, penderita DID biasanya juga mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Depresi Perubahan mood Kecenderungan untuk bunuh diri Gangguan tidur seperti insomnia, terror malam, dan berjalan saat tidur Mengalami gangguan cemas, serangan panik, dan fobia (mengalami flashback karena bereaksi terhadap stimulus atau pemicu) Menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan terlarang Kejang dan melakukan gerakan ritual (gerakan yang sama berulang kali) Mengalami berbagai gejala seperti psikosis seperti halusinasi dengar dan halusinasi penglihatan Mengalami gangguan makan Gejala lainnya yang mungkin dialami oleh seorang penderita DID adalah nyeri kepala, hilang ingatan, merasa waktunya hilang, merasa seperti kesurupan, dan merasa berada di luar tubuhnya. Beberapa penderita juga cenderung membunuh dirinya sendiri, mensabotase dirinya sendiri, dan bahkan melakukan tindakan kekerasan baik terhadap dirinya atau orang lain. Selain itu, penderita mungkin merasa bingung karena mereka melakukan berbagai hal yang tidak biasa mereka lakukan seperti mengebut, mengemudi sembarangan, atau mencuri uang dari temannya dan merasa tidak dapat menghentikan dirinya dari melakukan hal tersebut.   Apa Perbedaan Antara D.I.D Dengan Skizofrenia? Memang benar bahwa banyak orang agak sulit membedakan antara skizofrenia dengan DID walaupun keduanya sebenarnya sangat berbeda. Skizofrenia adalah gangguan mental berat yang berupa episode psikosis kronik atau berulang, yang karakteristik utamanya adalah mendengar atau melihat sesuatu hal yang tidak nyata (halusinasi) dan berpikir atau menyakini sesuatu hal yang tidak nyata (delusi). Berbeda dengan kepercayaan banyak orang, penderita skizofrenia tidak memiliki banyak kepribadian. Bunuh diri merupakan resiko yang dimiliki oleh penderita skizofrenia dan kepribadian ganda, di mana penderita kepribadian ganda biasanya lebih sering melakukan usaha bunuh diri dibandingkan penderita gangguan jiwa lainnya.   Bagaimana D.I.D Mengubah Hidup Penderitanya? Ada beberapa cara DID mengubah kehidupan penderitanya seperti: Depersonalisasi. Keadaan ini sering disebutkan penderita sebagai seperti berada di luar dari tubuhnya sendiri Derealisasi. Penderita merasa bahwa dunia itu tidak nyata atau terlihat kabur atau jauh sekali Amnesia. Penderita tidak dapat mengingat informasi personal yang signifikan. Ketidakmampuan mengingat ini sangat parah sehingga tidak dapat disebut lupa. Selain itu, penderita juga mungkin tidak dapat mengingat berbagai situasi atau pembicaraan yang pernah dilakukannya Kebingungan identitas atau penggantian identitas. Penderita dapat merasa bingung mengenai siapa sebenarnya dirinya. Contohnya adalah penderita tidak dapat menjelaskan apa sebenarnya ketertarikan mereka dalam hidup, apa kepercayaannya, apa pandangan sosial atau politiknya, atau apa sebenarnya orientasi seksualnya, atau apa ambisi mereka dalam pekerjaannya. Selain berbagai hal di atas, penderita juga dapat merasa bingung akan waktu, tempat, dan situasi Ironisnya adalah penderita kepribadian ganda seringkali tidak menyadari bahwa mereka menderita kepribadian ganda.   Apa Sebenarnya Peran dari Berbagai Kepribadian Lainnya? Kepribadian yang berbeda-beda biasanya memiliki peran yang berbeda-beda yang bertujuan untuk membuat si penderita bertahan dari berbagai masalah dalam kehidupannya. Perubahan kepribadian ini dapat dipicu oleh lingkungan atau peristiwa tertentu dalam kehidupan penderita.   Siapa yang Dapat Menderita D.I.D? Walaupun para ahli masih tidak dapat menentukan apa sebenarnya penyebab pasti dari DID, akan tetapi berbagai penelitian mengindikasikan bahwa DID merupakan suatu respon psikologis seseorang terhadap trauma atau stress lingkungan, terutama yang dialami selama masa kanak-kanak, di mana penelantaran emosional atau kekerasan dapat mengganggu perkembangan kepribadian anak. Sekitar 99% penderita DID mengakui bahwa mereka pernah mengalami peristiwa traumatis berulang yang cukup berat dan seringkali membahayakan jiwanya pada masa kanak-kanak, biasanya sebelum mereka berusia 9 tahun. DID juga dapat terjadi bila seorang anak sering ditelantarkan atau mengalami kekerasan emosional, walaupun ia tidak pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual. Selain itu, para ahli juga menemukan bahwa memiliki orang tua yang menakutkan dan tidak terduga juga dapat memicu terjadinya DID pada anak.   Baca juga: Pengobatan Penyakit Jiwa Paling Mengerikan di Dunia Part I   Bagaimana Menegakkan Diagnosa D.I.D? Biasanya dibutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan bertahun-tahun untuk menegakkan diagnosa pasti DID. Di bawah ini Anda dapat melihat kriteria diagnosa DID berdasarkan pada DSM-5 (buku manual untuk diagnosa gangguan jiwa): Diketahui memiliki 2 atau lebih kepribadian yang berbeda, di mana masing-masing kepribadian memiliki pemicu kemunculan yang berbeda-beda dan memiliki pemikirannya masing-masing Penderita mengalami amnesia, di mana penderita tidak dapat mengingat apa saja yang telah dilakukannya, tidak dapat mengingat informasi personal yang cukup penting, dan tidak dapat mengingat kejadian traumatis yang dialaminya Penderita mengalami kesulitan menjalankan berbagai aktivitasnya sehari-hari karena kepribadian lain yang dimilikinya Munculnya kepribadian baru ini tidak berhubungan dengan ritual budaya atau keagamaan Munculnya kepribadian baru tidak berhubungan dengan penyalahgunaan zat atau penggunaan obat-obatan   Pengobatan Apa yang Dapat Dilakukan? Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan DID. Dibutuhkan pengobatan jangka panjang untuk membantu mengatasi gangguan psikologisyang satu ini. Beberapa terapi yang dianggap cukup efektif untuk mengobati DID adalah terapi bicara atau psikoterapi, hipnoterapi, dan terapi tambahan seperti seni atau olahraga. Karena DID seringkali disertai oleh berbagai gangguan psikologis lainnya seperti depresi dan cemas, maka dokter mungkin akan memberikan obat anti cemas dan anti depresi selain psikoterapi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 10 Jan 2019    16:00 WIB
Stop Bertengkar Di Depan Anak! Kesalahan Yang Anda Buat Ini Bisa Membuat Buah Hati Menjadi...
Dalam kehidupan pernikahan, tidak hanya ada kebahagiaan. Masalah juga bisa datang menghadang. Dari yang awalnya masalah kecil sampai menjadi masalah besar, dalam kondisi ini pertengkaran bisa saja terjadi. Namun ada hal yang perlu Anda waspadai yaitu jangan sampai bertengkar di depan anak. Karena anak adalah buah hati Anda yang harusnya tumbuh dalam kasih sayang dan keinginannya yang ingin selalu melihat hubungan kedua orangtuanya baik-baik saja. Apabila Anda dan pasangan sering bertengkar di hadapan anak, mungkin buah hati Anda akan mengalami hal dibawah ini: Merasa kesepian Anak-anak tidak hanya membutuhkan ibu, tidak hanya membutuhkan ayah. Namun dia membutuhkan keduanya. Keharmonisan yang Anda dan pasangan tunjukkan adalah hal yang penting dan akan memberinya kehangatan. Namun pertengkaran yang Anda dan pasangan lakukan bisa membuat anak Anda merasa kesepian dimana tidak ada lagi tempat yang nyaman baginya. Menjadi agresif Anak-anak yang sering melihat orang tua bertengkar, dimana mereka mungkin akan mengatakan kata-kata kasar, terlebih bila ada aksi kekerasan. Hal ini bisa membuat anak menjadi lebih agresif. Setiap ada orang yang mendekat secara tidak sadar ada keinginan dari anak untuk melawan dan melakukan seperti apa yang orang tuanya lakukan saat bertengkar. Merasa ketakutan Saat Anda dan pasangan bertengkar maka akan ada suara keras atau mungkin ada barang-barang yang terlempar. Kondisi seperti ini bisa memberikan rasa ketakutan kepada anak. Anak akan tumbuh dalam kondisi mentalnya yang tertekan dan selalu merasa terintimidasi Merasa tidak bahagia Kehidupan anak yang harusnya penuh kebahagian akan rusak apabila Anda dan pasangan sering bertengkar di depan matanya. Maka akan hilang semua kebahagiaan anak Anda, dia akan merasa rumah bukan lagi tempat dia untuk pulang. Karena sudah tidak ada kebahagiaan. Anak adalah anugrah terindah yang dapat Anda miliki. Berikanlah masa kanak-kanak yang penuh kebahagiaan untuk mereka. Keharmonisan yang Anda dan pasangan tunjukkan akan menjadi modal terbaik baginya untuk menjadi pribadi yang hebat. Apabila Anda dan pasangan memang memiliki masalah sebaiknya cari tempat yang jauh dari anak Anda, selesaikan dengan baik tanpa anak-anak Anda harus menjadi saksinya. Baca juga: Makanan Untuk Perkembangan Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: magforwomen
 09 Jan 2019    18:00 WIB
3 Jenis Air Mata dan Manfaatnya Bagi Kesehatan
Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya air mata itu dan di mana air mata dihasilkan? Air mata merupakan suatu cairan yang dihasilkan oleh kelenjar air mata atau kelenjar lakrimal, yang terletak di antara bola mata dan kelopak mata.   Tergantung dari caranya terbentuk, air mata ternyata terdiri dari beberapa jenis. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis air mata tersebut.   AIR MATA BASAL Air mata basal merupakan jenis air mata yang berfungsi untuk melindungi dan melumasi kornea mata sehingga tidak menjadi kering dan terlindung dari berbagai benda asing. Air mata basal ini diproduksi setiap hari dan mengandung protein yang dapat membuat mata tetap lembab dan terhindar dari berbagai jenis infeksi.   AIR MATA REFLEKS Air mata jenis ini diproduksi saat ada rangsangan dari luar, misalnya saat mata terkena debu, asap, saat mengiris cabai atau bawang, atau akibat terkena sesuatu benda secara tidak sengaja. Air mata ini terbentuk sebagai bentuk pertahanan mata terhadap bahaya dari luar.   AIR MATA EMOSIONAL Air mata jenis ini terbentuk tatkala Anda merasa sedih ataupun bahagia. Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa kajian tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun! Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya dari mata.   Selain dapat membuang racun, air mata jenis ini juga mengandung sejenis zat kimia yang dapat membuat Anda menjadi lebih rileks dan lebih lega setelah menangis. Menangis ternyata juga dapat menurunkan denyut jantung yang akan membuat Anda merasa lebih baik setelah menangis. Baca juga: Mengapa Air Mata Keluar Saat Memotong Bawang?  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: interestingthings
 05 Dec 2018    08:00 WIB
7 Cara Bijak Untuk Menghilangkan Kebiasaan Mengeluh
Mengeluh merupakan kebiasaan buruk yang dapat membuat hidup Anda tidak bahagia. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kebiasaan mengeluh dapat mempengaruhi otak Anda, kesehatan fisik Anda, dan kesehatan mental Anda secara negatif. Kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan Anda selalu merasa tidak puas dalam hidup Anda dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya gangguan cemas, depresi, dan berbagai gangguan emosi lainnya.   Jangan Terus Memikirkan Berbagai Hal yang Tidak Dapat Anda Kendalikan Atau Ubah Di dunia ini terdapat banyak hal yang tidak dapat Anda ubah atau kendalikan, tidak perduli seberapa keras usaha Anda. Anda tidak dapat mengubah cuaca ataupun apa keputusan atasan Anda; oleh karena itu berhentilah memikirkan berbagai hal ini dan jangan biarkan diri Anda menjadi depresi.   Bersyukurlah Atas Apa yang Anda Miliki Banyak orang seringkali mengeluhkan berbagai hal yang tidak mereka miliki tanpa menyadari berbagai hal lainnya yang mereka miliki. Bersyukurlah atas apa yang telah Anda miliki di dalam hidup Anda. Daripada terus mengeluhkan sesuatu, belajarlah untuk mengambil tindakan dan hidup Anda pun akan berubah.   Berpikir Positif Bersikap dan berpikir positif bukanlah sesuatu hal yang mudah jika Anda seringkali mengeluh. Belajarlah untuk menerima kenyataan dan ketahuilah bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia. Kesalahan dan kegagalan yang Anda alami justru dapat membantu Anda memiliki kehidupan yang lebih baik bila Anda tidak terus berkubang dalam kegagalan dan kesalahan Anda tersebut dan melanjutkan hidup.   Belajarlah Untuk Beradaptasi  Hidup selalu penuh dengan perubahan sehingga belajar bagaimana beradaptasi terhadap berbagai perubahan tersebut merupakan suatu hal yang penting. Berusahalah untuk selalu mencari sisi positif dari sesuatu hal atau situasi yang Anda alami.   Belajar Menjadi Orang yang Lebih Tegas Jika Anda ingin menghentikan kebiasaan mengeluh yang Anda miliki, maka Anda pun harus belajar menjadi seseorang yang tegas. Belajarlah untuk membela diri Anda sendiri sambil tetap menghormati orang lain. Berhentilah mengeluh, tunjukkan rasa percaya diri Anda, tetapi pastikan Anda tetap bersikap sopan dan hargailah orang lain.   Berhenti Menghakimi Orang Lain Kadangkala Anda mengeluhkan sesuatu hal yang dilakukan oleh orang lain terhadap Anda tanpa mengetahui mengapa ia melakukan hal tersebut atau mengapa ia bersikap demikian. Sebagian besar orang seringkali menghakimi orang lain tanpa alasan, yang justru membuat situasi semakin buruk. Cobalah tempatkan diri Anda pada posisi orang tersebut, mungkin dengan demikian Anda dapat mengerti mengapa ia melakukan hal tersebut.   Jadilah Teladan Jika Anda ingin orang-orang di sekitar Anda berhenti mengeluh sepanjang waktu, maka Anda pun harus mulai menghentikan kebiasaan mengeluh Anda terlebih dahulu. Jika seseorang mengeluh tentang sesuatu hal, gantilah topik pembicaraannya dan buatlah ia menyadari bahwa mengeluh merupakan suatu kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatannya, baik fisik maupun mental.   Sumber: womanitely