Your browser does not support JavaScript!
 01 Oct 2020    09:00 WIB
Ini Ciri-ciri Si Penimbun Barang
Kebiasaan menimbun barang dapat terjadi pada siapa saja dan ternyata cukup sering dialami oleh banyak orang. Akan tetapi, bila kebiasaan ini telah sangat berlebihan, maka Anda mungkin telah mengalami suatu gangguan psikologis. Hal ini bukan berarti Anda memiliki terlalu banyak pakaian atau buku.  Tidak hanya buku, seorang penimbun akan menyimpan setiap benda yang ditemukannya, dalam jumlah yang sangat banyak hingga ia sendiri pun tidak dapat mengingat barang apa saja yang disimpannya. Bila Anda telah menimbun cukup banyak barang, maka Anda bahkan mungkin mengalami kesulitan untuk memasuki suatu ruangan di rumah Anda atau kesulitan untuk melihat perabotan rumah Anda karena tertutup oleh timbunan barang yang Anda kumpulkan tersebut. Menyimpan Barang Untuk Berjaga-jaga Menyimpan barang karena Anda mungkin membutuhkan suatu hari nanti bukanlah pertAnda bahwa Anda adalah seorang penimbun barang. Akan tetapi, hal pernyataan ini seringkali merupakan alasan yang digunakan oleh penimbun barang untuk terus menyimpan barang-barang yang ditemukannya. Seorang penimbun barang akan tetap menyimpan suatu barang, walaupun barang tersebut telah rusak dengan alasan ia mungkin akan membutuhkannya suatu hari nanti. Menumpuk Barang Secara Berlebihan Orang dengan pemikiran dan kepribadian pragmatis seringkali membeli barang-barang yang belum diperlukannya saat ini karena ia mungkin akan memerlukannya nanti, akan tetapi bila hal ini terus berlangsung hingga Anda kesulitan menemukan ruang kosong di dalam rumah atau kamar Anda atau mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, maka Anda mungkin telah menjadi seorang penimbun barang dan bukannya seorang pragmatis. Marah atau Menjadi Emosional Saat Kehilangan Suatu Barang  Amarah adalah salah satu tAnda adanya kecanduan, termasuk pada seorang penimbun barang. Penimbun biasanya merasakan hal ini saat mereka harus membuang atau memberikan suatu barang pada orang lain. Merasa emosional saat harus membuang suatu barang yang penuh dengan kenangan merupakan hal yang normal, akan tetapi bila suatu respon emosi tertentu membuat Anda tidak dapat membuang atau memberikan suatu barang, maka hal ini merupakan suatu tAnda adalah seorang penimbun barang. Sering Menyimpan Berbagai Jenis Barang yang Telah Rusak Menyimpan berbagai jenis barang yang telah rusak bukan berarti Anda pasti adalah seorang penimbun barang. Akan tetapi, bila Anda menyimpan barang yang telah rusak dengan berlebihan, maka Anda mungkin telah menjadi seorang penimbun barang.  Sumber: allwomenstalk
 21 Sep 2020    17:00 WIB
Sudahkah Anda Pelukan Hari Ini?
Sebuah penelitian mengungkap bahwa manusia membutuhkan 4 pelukan dalam sehari untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk perawatan diri, dan 12 pelukan sehari untuk bisa tumbuh. Meski ungkapan tersebut belum didukung oleh fakta-fakta rinci yang jelas, namun tak perlu diragukan bahwa pelukan memang diperlukan manusia. Pelukan bisa memberikan banyak manfaat kesehatan yang sudah terbukti secara ilmiah. Menurut penelitian, berpelukan dapat meningkatkan system imunitas tubuh, menyembuhkan depresi, mengurangi stress. Berikut adalah beberapa manfaat pelukan: Merangsang oxytocin Oxytocin adalah senyawa penghubung pada otak yang bekerja dalam sistem limbik, pusat emosi pada otak yang berkaitan dengan perasaan manusia. Oxytocin bertugas untuk meredakan rasa cemas, stres, dan bahkan bisa membuat mamalia menjadi setiap pada pasangannya. Oxytocin sangat ampuh dalam mempengaruhi emosi wanita. Senyawa ini juga yang membuat wanita tak lagi merasakan sakit pada tubuh mereka ketika melihat bayi yang dilahirkannya untuk pertama kalinya. Penelitian terbaru dari University of California mengungkap bahwa senyawa ini juga yang mempengaruhi pria agar lebih menyayangi dan terikat pada pasangannya. Oxytocin juga diketahui bisa meningkatkan libido serta gairah seksual. Ketika berpelukan, otak akan melepaskan oxytocin dan menurunkan stres, tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit jantung. Membuat lebih tenang dan sabar Hubungan dan koneksi antar manusia membuat mereka menghargai satu sama lain. Pelukan adalah salah satu cara manusia untuk menunjukkan betapa mereka menghargai orang lain. Di era yang segalanya serba instan, cepat, dan sibuk, orang secara konstan terburu-buru untuk melakukan banyak tugas. Pelukan akan membuat seseorang lebih tenang dan tak lagi diburu-buru waktu sepanjang hari. Mereka akan lebih sabar dan menghargai hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Mencegah penyakit Penelitian yang dilakukan oleh Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine mengungkap bahwa sentuhan dan pelukan memiliki efek yang besar terhadap kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah mencegah penyakit, membuat bayi prematur lebih cepat tumbuh, meredakan rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker. Merangsang kelenjar timus Pelukan tak hanya bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun juga merangsang kelenjar timus yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan manusia. Kelenjar timus bagi remaja penting dalam mengatur pertumbuhan dan pubertas. Sementara pada orang dewasa, kelenjar timus berkaitan dengan produksi sel darah putih yang akan memperkuat kekebalan tubuh dan menangkal segala jenis penyakit. Produksi dopamine Semua hal yang dilakukan manusia bisa berpengaruh terhadap aliran dopamin pada tubuh. Dopamin yang rendah akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti penyakit Parkinson atau depresi. Dopamin berfungsi memberikan perasaan bahagia pada seseorang, sekaligus memberikan motivasi. Pelukan bisa memicu aliran dopamin dalam tubuh sehingga membuat seseorang lebih bahagia, termotivasi, dan jauh dari depresi. Merangsang serotonin Tak hanya dopamin, pelukan juga merangsang pelepasan endorphin dan serotonin pada pembuluh darah ke seluruh tubuh. Kedua hal ini akan memicu perasaan senang, meredakan rasa sakit mencegah perasaan sedih, serta menjaga kesehatan jantung. Selain itu, serotonin dan endoprhin juga membantu menghilangkan kelebihan lemak dan menambah harapan hidup. Uniknya, hal ini juga berlaku ketika seseorang memeluk hewan peliharaan mereka. Berpelukan meningkatkan jumlah serotonin dalam tubuh, menaikkan mood, menghilangkan stres, dan membuat bahagia. Keseimbangan sistem saraf Pelukan juga berfungsi untuk menyeimbangkan sistem saraf. Kulit mengandung jaringan yang bisa merasakan sentuhan dan berkaitan langsung dengan otak melalui saraf vagus. Respon yang terjadi pada tubuh ketika seseorang mendapatkan pelukan ini membuat sistem saraf parasimpatik menjadi semakin seimbang dan berfungsi dengan baik. Meningkatkan kepercayaan diri Berpelukan dapat meningkatkan ras percaya diri seseorang. Rangsang taktil sangat penting untuk perkembangan bayi karena bayi pertama kali mengenal orangtuanya melalui sentuhan. Sejak pertama kali, keluarga memberikan kita pelukan untuk menunjukkan bahwa kita special dan dicintai. Pelukan yang kita dapatkan dari orangtua bahkan tertanam sampai tingkat sel kita dan berhubungan denga kemampuan kita untuk mencintai diri sendiri Itulah beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan seseorang dengan berpelukan. Bayangkan, hal sederhana seperti berpelukan dengan orang yang Anda sayangi, bahkan dengan hewan peliharaan, bisa memberikan banyak keuntungan untuk tubuh. Jadi, sudahkah Anda memeluk seseorang hari ini?
 10 Sep 2020    17:00 WIB
Bukti Bahwa Wanita Lebih Mampu Menghadapi Stress Daripada Pria!
Berdasarkan pada sebuah penelitian baru, stress ternyata memiliki efek sosial yang berbeda di antara pria dan wanita. Para peneliti di Austria menemukan bahwa saat dihadapkan dengan situasi yang penuh dengan tekanan, para pria akan berubah menjadi lebih egois, sedangkan wanita justru menjadi lebih dapat berempati dan memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Para peneliti menemukan bahwa kemampuan interaksi sosial seorang wanita justru akan meningkat saat sedang berada di bawah tekanan, sedangkan pria justru akan berubah menjadi defensif dengan melakukan respon "lawan atau kabur" saat berada di bawah tekanan, yang bertujuan untuk menyimpan tenaga mereka untuk menghadapi konfrontasi yang mereka takutkan akan terjadi. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 64 orang peserta penelitian. Para peneliti kemudian mengamati bagaimana reaksi mereka terhadap stress dengan cara membuat para peserta penelitian melakukan sebuah tugas yang membuat mereka merasa tertekan atau stress seperti berpidato. Para peneliti kemudian meminta para peserta penelitian untuk melakukan tugas lainnya yang mengharuskan para peserta penelitian untuk berempati terhadap orang lain seperti menghibur orang lain atau mengikuti suatu instruksi atau mengikuti gerakan orang lain. Hasilnya adalah para pria yang stress menunjukkan penurunan kemampuan untuk mengerti pikiran dan perasaan orang lain, sedangkan para wanita justru dapat lebih mengerti perasaan dan pikiran orang lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita menunjukkan reaksi psikologis yang sama saat stress, hanya saja metode mereka untuk bertahan dari stress tersebut berbeda. Jadi, mengapa wanita dan pria memiliki metode yang berbeda saat menghadapi stress? Salah satu teorinya adalah karena seorang wanita memiliki kadar oksitosin (hormon yang berhubungan dengan perilaku sosial) yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Hal ini berarti, secara kimiawi, seorang wanita cenderung akan mencari dukungan dari orang lain saat stress, sedangkan seorang pria justru akan menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Apapun penyebabnya, perbedaan metode pertahanan diri terhadap stress di antara pria dan wanita ini justru dapat menyebabkan terjadinya kesalahpahaman dan justru membuat mereka menjadi lebih stress. Jadi, ingatlah hal ini saat Anda dan pasangan sedang berada dalam situasi penuh tekanan nantinya. Mengertilah saat si dia marah atau tiba-tiba tidak mengacuhkan Anda. Hal ini mungkin merupakan caranya bertahan menghadapi situasi penuh tekanan yang sedang ia alami saat ini. Sumber: sheknows
 05 Sep 2020    17:00 WIB
Tiga Tanda Anda Butuh Konseling
Jika Anda merasa bahwa berbagai permasalahan Anda telah membuat Anda kewalahan dan Anda merasa bahwa Anda membutuhkan bantuan seorang terapis, maka jangan ragu untuk segera menghubungi seorang terapis (psikolog atau psikiater) untuk membantu Anda mengatasi berbagai permasalahan Anda. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang menAndakan bahwa Anda sebaiknya segera melakukan kegiatan konseling dengan seorang ahli. Memiliki Masalah yang Menyebabkan Gangguan Signifikan Pada Kehidupan Anda Jika salah satu masalah Anda mulai mempengaruhi atau mengganggu kehidupan Anda sehari-hari, baik dalam hal pekerjaan maupun hubungan Anda dengan orang lain, maka Anda mungkin harus segera mencari pertolongan seorang hali. Jika Anda merasa cemas, depresi, atau bila Anda merasa Anda tidak lagi sama seperti biasanya; maka Anda harus melakukan sesuatu seperti konseling dengan seorang ahli untuk memperbaiki keadaan kesehatan mental Anda. Mengalami Suatu Peristiwa Traumatis Hal lainnya yang merupakan penAnda bahwa Anda sebaiknya melakukan konseling adalah bila sesuatu yang bersifat traumatis telah terjadi pada diri Anda. Jika Anda baru saja mengalami kecelakaan kendaraan bermotor atau menjadi korban kekerasan atau berbagai trauma lainnya dan berbagai hal ini menyebabkan gangguan signifikan pada kehidupan Anda, maka Anda sebaiknya segera mencari pertolongan seorang ahli untuk membantu Anda mengatasi keadaan ini. Merasa Semua yang Telah Dilakukan Tidak Dapat Membantu Mengurangi Kecemasan Siapapun yang sedang mengalami suatu permasalahan yang membuat hidup mereka terasa sangat sulit tentunya selalu mencari berbagai cara baru untuk mengatasi permasalahan mereka tersebut untuk mengurangi atau menghilangkan rasa khawatir, depresi, dan berbagai perasaan lainnya yang membuat mereka tidak merasa bahagia. Akan tetapi, bila Anda merasa bahwa semua yang Anda lakukan tampaknya tidak dapat membuat Anda merasa lebih baik, maka Anda mungkin harus mulai mencari pertolongan dari ahlinya.
 14 Jul 2020    11:00 WIB
7 Cara Bijak Untuk Menghilangkan Kebiasaan Mengeluh
Mengeluh merupakan kebiasaan buruk yang dapat membuat hidup Anda tidak bahagia. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kebiasaan mengeluh dapat mempengaruhi otak Anda, kesehatan fisik Anda, dan kesehatan mental Anda secara negatif. Kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan Anda selalu merasa tidak puas dalam hidup Anda dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya gangguan cemas, depresi, dan berbagai gangguan emosi lainnya.   Jangan Terus Memikirkan Berbagai Hal yang Tidak Dapat Anda Kendalikan Atau Ubah Di dunia ini terdapat banyak hal yang tidak dapat Anda ubah atau kendalikan, tidak perduli seberapa keras usaha Anda. Anda tidak dapat mengubah cuaca ataupun apa keputusan atasan Anda; oleh karena itu berhentilah memikirkan berbagai hal ini dan jangan biarkan diri Anda menjadi depresi.   Bersyukurlah Atas Apa yang Anda Miliki Banyak orang seringkali mengeluhkan berbagai hal yang tidak mereka miliki tanpa menyadari berbagai hal lainnya yang mereka miliki. Bersyukurlah atas apa yang telah Anda miliki di dalam hidup Anda. Daripada terus mengeluhkan sesuatu, belajarlah untuk mengambil tindakan dan hidup Anda pun akan berubah.   Berpikir Positif Bersikap dan berpikir positif bukanlah sesuatu hal yang mudah jika Anda seringkali mengeluh. Belajarlah untuk menerima kenyataan dan ketahuilah bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia. Kesalahan dan kegagalan yang Anda alami justru dapat membantu Anda memiliki kehidupan yang lebih baik bila Anda tidak terus berkubang dalam kegagalan dan kesalahan Anda tersebut dan melanjutkan hidup.   Belajarlah Untuk Beradaptasi  Hidup selalu penuh dengan perubahan sehingga belajar bagaimana beradaptasi terhadap berbagai perubahan tersebut merupakan suatu hal yang penting. Berusahalah untuk selalu mencari sisi positif dari sesuatu hal atau situasi yang Anda alami.   Belajar Menjadi Orang yang Lebih Tegas Jika Anda ingin menghentikan kebiasaan mengeluh yang Anda miliki, maka Anda pun harus belajar menjadi seseorang yang tegas. Belajarlah untuk membela diri Anda sendiri sambil tetap menghormati orang lain. Berhentilah mengeluh, tunjukkan rasa percaya diri Anda, tetapi pastikan Anda tetap bersikap sopan dan hargailah orang lain.   Berhenti Menghakimi Orang Lain Kadangkala Anda mengeluhkan sesuatu hal yang dilakukan oleh orang lain terhadap Anda tanpa mengetahui mengapa ia melakukan hal tersebut atau mengapa ia bersikap demikian. Sebagian besar orang seringkali menghakimi orang lain tanpa alasan, yang justru membuat situasi semakin buruk. Cobalah tempatkan diri Anda pada posisi orang tersebut, mungkin dengan demikian Anda dapat mengerti mengapa ia melakukan hal tersebut.   Jadilah Teladan Jika Anda ingin orang-orang di sekitar Anda berhenti mengeluh sepanjang waktu, maka Anda pun harus mulai menghentikan kebiasaan mengeluh Anda terlebih dahulu. Jika seseorang mengeluh tentang sesuatu hal, gantilah topik pembicaraannya dan buatlah ia menyadari bahwa mengeluh merupakan suatu kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatannya, baik fisik maupun mental.   Sumber: womanitely
 26 Jun 2020    18:00 WIB
Uang Menjadi Penyebab Pertengkaran Anda dan Pasangan? Cegah Dengan Tips Berikut Ini!
•    Jangan Sembunyikan HutangHampir setiap orang pasti pernah mengalami kesulitan keuangan. Hutang kartu kredit yang besar dapat sangat mempengaruhi hubungan Anda dan pasangan. Oleh karena itu, kesampingkanlah rasa malu Anda dan beritahukan pada pasangan Anda mengenai jumlah hutang yang Anda miliki.     •    Buat Anggaran BelanjaJika Anda ingin menghindari pertengkaran dengan pasangan akibat uang, maka Anda dan pasangan harus sama-sama membuat suatu anggaran belanja. Dengan demikian, Anda dan pasangan akan sama-sama mengetahui ke mana saja penghasilan Anda dan pasangan dibelanjakan. Selain itu, dengan membuat anggaran belanja, maka Anda dan pasangan dapat mengetahui berapa banyak uang yang dapat Anda belanjakan dan berapa banyak uang yang dapat Anda tabung.    •    Jangan Sembunyikan Pembelian AndaSebelum mulai membuat anggaran belanja bersama, akan lebih baik bila Anda memberitahukan pada pasangan Anda semua pembelanjaan Anda. Kepercayaan merupakan hal yang penting dalam membangun suatu hubungan.    •    Buatlah Rencana Pembelajaan BersamaJika Anda akan membeli suatu barang yang cukup mahal atau ada pengeluaran besar yang harus dikeluarkan, maka jangan lupa untuk memberitahu pasangan Anda dan mendapatkan persetujuannya sebelum melakukan pembelanjaan tersebut. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya pertengkaran di antara Anda dan pasangan.    •    Carilah Penghasilan SendiriJika Anda memiliki penghasilan sendiri, maka Anda mungkin tidak perlu memberitahukan semua pembelanjaan kecil Anda pada pasangan Anda. Akan lebih baik bila Anda dan pasangan sama-sama memiliki suatu dana yang memang dikhususkan untuk pembelanjaan pribadi.     •    Saling MenghormatiSetiap orang pastinya pernah melakukan pembelanjaan yang salah atau impulsif (tanpa pertimbangan). Jika pasangan Anda pernah melakukan hal ini, maka jangan pernah mengkritik mereka, tidak perduli siapa yang lebih baik dalam mengatur pengeluaran. Cobalah untuk lebih menghargai keputusan dan pilihan pasangan Anda.   Sumber: womanitely
 13 Jun 2020    18:00 WIB
5 Hal yang Dapat Membuat Pria Tertarik Pada Wanita
1.  Tawa AndaPria biasanya tertarik pada tawa seorang wanita. Tawa anda menyimpan suatu keunikan tersendiri bagi diri anda yang dapat membuat lawan jenis anda tertarik untuk mengenal anda lebih jauh. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku bila tawa anda terdengar seperti seorang penyihir atau bila anda mendengus atau mengorok saat tertawa. Kedua hal ini justru dapat membuat pria menjauhi anda.2.  Gigi yang RapiSenyuman indah dan susunan gigi yang rapi di dalam mulut anda dapat membuat lawan jenis anda merasa tertarik pada anda. Pria biasanya menyukai kesesuaian antara lebar mulut dan wajah anda, serta susunan gigi anda. Walaupun tidak semua pria tertarik pada kesempurnaan susunan gigi anda, akan tetapi semua orang bahkan anda sendiri tentunya akan lebih tertarik dengan orang yang memiliki higienitas mulut yang baik.3.  Kebiasaan atau Hobi Aneh AndaSalah satu hal yang dapat membuat pria tertarik pada wanita adalah justru keanehan anda. Meskipun terdengar aneh, pria seringkali menyukai hal-hal aneh atau berbagai hal yang tidak anda sangka akan disukai oleh pria seperti tingkah laku anda yang aneh atau kebiasaan anda yang aneh atau hobi anda yang aneh dan sebagainya. 4.  Kecanggungan AndaSetiap wanita tentunya pernah mengalami suatu saat di mana ia tampil canggung, tidak anggun, dan tidak sempurna. Akan tetapi, tahukah anda bahwa hal ini justru dapat membuat seorang pria tertarik pada anda? Jadilah diri anda dan jangan berusaha untuk selalu tampil sempurna, karena tidak ada orang yang sempurna, dan pria pun menyukai ketidaksempurnaan anda ini.5.  Keramahan AndaBiasanya, wanita memiliki kemampuan yang lebih baik daripada pria dalam hal keramahan, simpati, toleransi, dan empati. Pria biasanya merasa lebih tertarik pada seorang wanita yang ramah dan memiliki rasa empati yang tinggi daripada seorang wanita yang tidak ramah.Sumber: allwomenstalk
 10 Jun 2020    08:00 WIB
Tidak Dapat Hidup Tanpa Ponsel? Awas Nomophobia
Nomophobia merupakan rasa takut tidak dapat selalu terhubung dengan ponsel setiap saat. Kebanyakan orang tidak dapat membayangkan hidupnya tanpa ponsel, terutama smartphone, dan mereka secara konstan memeriksa ponselnya untuk memastikan apakah ada notifikasi atau email masuk ke ponselnya. Mereka yang menderita nomophobia akan menganggap ponsel sebagai bagian terpenting dari hidupnya agar tetap terhubung dengan orang lain, dengan demikian mereka akan merasa lebih tenang dan merasa lebih dekat dengan kenalannya yang jauh. Secara umum mereka yang menderita nomophobia akan merasa cemas, gugp dan juga tingkat stress akan meningkat tajam saat menyadari betere handphonenya habis atau saat masuk ke daerah dimana tidak ada sinyal. Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan diatas maka Anda menderita nomophobia. Apakah nomophobia baik atau buruk?Fobia ini sebenarnya timbul karena kecanduan yang menyebar ke seluruh dunia seperti api. Nomophobia dapat memberi pengaruh yang tidak baik untuk kesehatan tubuh dan juga kehidupan sosial seseorang. Fobia itu sendiri sudah berasosiasi buruk. Dengan pertumbuhan jalur komunikasi dan tehnologi yang semakin canggih di seluruh penjuru dunia membuat kita bergantung pada penggunaan ponsel agar tetap terhubung dengan orang lain sepanjang hari. Masalah yang timbul saat Anda mengalami nomophobiaNomophobia dapat berpengaruh pada kesehatan Anda dan juga pada kehidupan sosial Anda. Telah diketahui jika penggunaan tehnologi secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti kanker, carpal tunnel sindrom, gangguan syaraf pusat. Juga sudah banyak kasus terjadinya kecelakaan yang berhubungan dengan penggunaan ponsel saat berkendara. Sama seperti internet, ponsel juga membuat kemampuan sosial kita berkurang dan dapat memberikan masalah sosial terhadap keseimbangan kehidupan kita di tengah masyarakat.Sumber: healthmeup
 19 Apr 2020    11:00 WIB
Menggigit Kuku Bisa Mengganggu Kesehatan
Kebiasaan menggigiti kuku atau yang juga dikenal dengan nama onikofagia, merupakan kebiasaan yang diderita oleh banyak orang bahkan tanpa ia sadari. Kebiasaan ini biasanya dimulai sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga mereka menjadi orang dewasa. Tanpa disadari, seseorang dapat menggigiti kukunya saat mereka sedang melakukan aktivitas lainnya seperti membaca, menonton televisi, berbicara, atau menelepon. Kebiasaan ini akan semakin sering dilakukan saat ia mengalami stress atau sedang bahagia atau sedang merasa bosan. Kadangkala, kebiasaan menggigiti kuku juga dapat merupakan gejala dari gangguan kesehatan lain yang lebih berbahaya seperti gangguan obsesif-kompulsif atau gangguan depresi. Jika Anda merupakan salah satu orang yang sering menggigiti kukunya, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk berhenti karena selain efek kosmetik, kebiasaan menggigiti kuku ternyata juga berbahaya bagi kesehatan lho! Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa dampak berbahaya dari kebiasaan menggigiti kuku bagi kesehatan.   Menyebarkan Kuman ke Dalam Mulut Tangan dan kuku Anda dipenuhi oleh bakteri, jamur, dan berbagai kuman berbahaya lainnya. Saat Anda memasukkan tangan dan kuku yang belum dicuci ke dalam mulut Anda, maka resiko terjadinya infeksi pun akan meningkat. Kuku merupakan lokasi paling ideal bagi tempat tinggal bakteri seperti salmonella dan E.coli. Selain itu, kebiasaan menggigiti kuku juga meningkatkan resiko terjadinya kutil dan infeksi herpes. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007, anak-anak yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku memiliki lebih banyak bakteri Enterobacteriaceae di dalam mulutnya dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.   Memicu Terjadinya Gangguan Pencernaan Saat Anda menggigiti kuku, maka berbagai jenis kuman penyakit berbahaya pun akan berpindah dari kuku Anda ke dalam mulut Anda, yang kemudian akan masuk ke dalam usus Anda. Begitu sampai di dalam perut, berbagai kuman penyakit ini dapat menyebabkan berbagai jensi gangguan pencernaan yang dapat memicu terjadinya diare dan nyeri perut. Anak-anak yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai jenis gangguan pencernaan seperti cacingan karena daya tahan tubuhnya yang lebih lemah.   Menyebabkan Infeksi Kuku Menggigiti kuku juga dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi pada kuku. Saat Anda menggigiti kuku, maka robekan atau luka lecet kecil dapat terjadi pada daerah di sekitar kuku Anda. Bakteri berbahaya, jamur, dan berbagai kuman penyakit lainnya dapat masuk melalui luka kcil ini dan menyebabkan infeksi. Infeksi dapat menyebabkan daerah kulit di sekitar kuku membengkak, merah, dan bernanah; yang akan sulit diobati bila Anda masih saja menggigiti kuku.   Merusak Bantalan Kuku Selain membuat kuku Anda lebih rentan terhadap infeksi, menggigiti kuku juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan serius pada bantalan kuku, kutikel kuku, dan kulit di sekitar kuku. Menggigiti kuku dalam waktu lama juga dapat menyebabkan terjadinya pemendekan kuku yang tidak dapat diperbaiki lagi.   Baca juga: Hubungan Antara Bentuk Kuku dan Kepribadian Anda   Menyebabkan Gangguan Gigi Menggigiti kuku juga tidak baik bagi kesehatan gigi Anda. Kebiasaan ini dapat mengganggu oklusi gigi dan membuat gigi Anda tergeser dari tempatnya semula. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga dapat membuat gigi depan menjadi retak atau bahkan patah, apalagi bila Anda menggunakan kawat gigi. Selain berdampak buruk pada gigi, menggigiti kuku juga dapat merusakan jaringan gusi Anda.   Menyebabkan Terjadinya Bruxism Seseorang yang menggigiti kukunya saat merasa stress memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami bruxism. Hal ini dikarenakan mereka yang memiliki kebiasaan buruk ini dapat menggigiti pensil atau menggeretakkan gigi saat merasa stress atau cemas saat tangan mereka disibukkan oleh aktivitas lainnya. Menggeretakkan gigi dapat membuat seseorang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami bruxism. Bruxism dapat menyebabkan terjadinya nyeri wajah, nyeri rahang, otot tegang, nyeri kepala kronik, dan gigi sensitif.   Mengganggu Kualitas Hidup Kebiasaan menggigiti kuku sebenarnya berhubungan dengan keadaan emosional seseorang dan merupakan kebiasaan yang sering dilakukan saat seseorang merasa stress, cemas, dan bosan.   Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan menggigiti kuku: Potonglah kuku jari tangan Anda secara teratur dan pastikan kuku Anda tetap pendek. Anda tidak akan merasa tergoda untuk menggigiti kuku yang pendek Gunakan pemulas kuku yang pahit untuk membuat Anda enggan menggigiti kuku Coba lakukan perawatan manicure Saat menonton televisi atau membaca buku, tutupi kuku Anda dengan selotip atau stiker atau gunakan sarung tangan Saat Anda merasa stress atau tegang, genggamlah bola kecil untuk membuat tangan Anda tetap sibuk dan jauh dari mulut Anda Konsumsi makanan sehat untuk membantu proses perbaikan dan pertumbuhan kuku Berkonsultasilah ke seorang dokter untuk membantu menghentikan kebiasaan Anda tersebut   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 15 Apr 2020    16:00 WIB
Takut Pada Lubang Kecil? Anda Mungkin Menderita Fobia!
Takut atau merinding saat melihat lubang-lubang kecil seperti pada pori-pori kulit? Anda mungkin menderita suatu jenis fobia! Tripofobia merupakan suatu keadaan di mana seseorang merasa takut berlebihan saat melihat lubang-lubang kecil pada suatu area asimetris (batas tidak beraturan). Penderita tripofobia biasanya tidak menyadari bahwa mereka memiliki fobia tersebut. Penderita biasanya merasa takut, merinding, gatal, atau tidak nyaman saat melihat lubang-lubang kecil seperti sarang lebah, jamur, biji bunga teratai, gelembung, atau bahkan terumbu karang. Sebagian besar penderita tripofobia akan mulai merasa tidak nyaman, aneh, merinding, dan bahkan gatal di seluruh tubuh saat mereka melihat lubang-lubang kecil. Saat melihat lubang kecil pada pori-pori kulit, penderita juga dapat menjadi sangat stress karena mereka yakin bahwa lubang tersebut akan melebar dan menjadi lebih besar. Pada beberapa kasus, penderita tripofobia dapat menjadi sangat ketakutan saat digigit oleh serangga karena mereka percaya bahwa lubang bekas gigitan serangga tersebut akan membesar. Pihak American Psychiatric Associations serta Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders tidak mengakui kondisi tersebut sebagai fobia yang sesungguhnya. Menurut para ahli di bidang psikologi, gejala yang ditemukan pada penderita terjadi akibat rasa takut terhadap suatu penyakit tertentu yang tidak disadari oleh penderita, misalnya saat seseorang sakit cacar air, maka akan timbul suatu bintik-bintik kecil pada kulit yang dianggap sangat menjijikan.   Baca Juga: 10 Jenis Fobia Ekstrim dan Aneh   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang .   Sumber: cbsnews