Your browser does not support JavaScript!
 17 Dec 2016    15:00 WIB
Diet Kaya Protein Dapat Membantu Mencegah Stroke
Diet kaya protein ternyata mampu menurunkan resiko terjadinya stroke, terutama daging tanpa lemak dan ikan. Menurut para peneliti orang yang banyak mengkonsumsi protein hewani sebagai menu dietnya ternyata mampu menurunkan resiko terkena stroke sebanyak 20% dibandingkan mereka yang hanya mengkonsumsi sedikit protein dalam menu dietnya. Setiap tambahan konsumsi 20 gram protein perhari mampu menurunkan resiko stroke sebanyak 26%. Menurut the American Academy of Neurology jika setiap orang mengkonsumsi protein pada tingkatan ini, maka diperkirakan akan menurunkan angka kematian dari stroke sebanyak 1,4 juta di seluruh dunia, sekaligus menurunkan resiko terjadinya kecacatan karena stroke. Para peneliti menyimpulkan bahwa protein hewani mampu mencegah timbulnya stroke dua kali lebih efektif dibandingkan protein nabati. Tetapi para ahli stroke mengingatkan untuk tidak menelan bulat-bulat hasil penelitian tersebut karena banyak sumber protein hewani mengandung lemak jenuh yang justru dapat meningkatkan resiko stroke. Tujuan dari studi ini bukanlah untuk mendorong orang-orang untuk mengkonsumsi burger dan daging merah. Tetapi diharapkan dengan penelitian ini orang-orang dapat memfokuskan diri untuk mengkonsumsi protein dari daging tanpa lemak dan juga protein dari sayur-sayuran. Dari tujuh penelitian yang diadakan di Jepang dan tiga penelitian yang diadakan di Swedia, dimana kebanyakan penduduknya cenderung lebih banyak makan ikan dibandingkan daging merah. Ikan, pada penelitian sebelumnya telah membuktikan dapat menurunkan resiko stroke, sementara konsumsi daging merah dapat meningkatkan resiko stroke. Dokter memang belum pasti mengetahui bagaimana cara protein hewani menurunkan resiko stroke. Nutrisi yang ada didalam protein hewani dapat mencegah terjadinya proses pengerasan dari dinding pembuluh darah arteri, tekanan darah tinggi dan diabetes, yang menjadi faktor resiko dari stroke. Pada penelitian ini para peneliti menemukan bahwa protein hewani dapet menurunkan resiko stroke sampai 29%, sementara protein nabati mampu menurunkan resiko sebanyak 12%. Tetapi para peneliti hanya menemukan hubungan antara konsumsi protein dengan resiko stroke karena tidak didesain untuk membuktikan hubungan sebab akibat. Protein ini diperkirakan lebih lengkap karena kandungan asam amino yang sangat dibutuhkan oleh manusia, sementara sumber protein nabati memerlukan jumlah yang lebih banyak untuk mampu mencukupi kebutuhan asam amino yang diperlukan oleh manusia. Dan secara umum, protein hewani mempunyai kualitas asam amino yang lebih baik dibandingkan protein nabati.   Sumber: medicinenet
 26 Sep 2015    20:00 WIB
Alasan Menjadi Vegetarian
Apakah yang menjadi alasannya itu lingkungan, etikal atau kesehatan, banyak orang yang memutuskan menjadi vegetarian saat ini. Tidak diragukan lagi, dengan menghilangkan daging dari daftar diet Anda akan mendatangkan beberapa keuntungan dari segi kesehatan. Jika Anda mempertimbangkan menjadi seorang vegetarian, berikut adalah alasan-alasan yang baik untuk Anda pertimbangkan. Penurunan berat badan Pada tahun 2013, sebuah studi mengungkapkan bahwa orang-orang yang tidak makan daging memiliki rata-rata BMI yang lebih rendah dibanding orang yang makan daging. Studi ini juga mengatakan bahwa orang-orang yang obesitas dan mengikuti pola diet vegetarian mengalami penurunan berat badan lebih banyak dibanding orang yang masih memakan daging, walaupun mereka makan dengan total jumlah kalori yang sama. Kulit lebih bercahaya Ketika Anda menjadi seorang vegetarian, Anda cenderung akan lebih banyak memakan buah-buahan, sayur-sayuran dan gandum yang kaya akan antioksidan. Antioksidan ini akan menetralkan zat radikal bebas yang dapat menyebabkan noda dan keriput di kulit. Kesehatan jantung Lemak saturasi merupakan penyebab utama peningkatan kadar kolesterol di dalam darah. Tingkat kolesterol yang tinggi dalam darah meningkatkan resiko terkena penyakit jantung. Dengan menjadi vegetarian, akan menurunkan jumalah saturasi lemak dalam darah yang otomatis akan menurunkan resiko terkena penyakit jantung. Mengurangi resiko diabetes Suatu studi menyimpulkan jika orang yang mengikuti diet vegetarian telah menurunkan resiko terkena gangguan metabolic syndrome, resiko terkena diabetes tipe 2, stroke dan penyakit jantung. Hasil studi menunjukkan orang-orang yang tidak makan daging memiliki tekanan darah dan kadar trigeliserida yang lebih rendah dibanding mereka yang masih mengkonsumsi daging. Tekanan darah yang lebih rendah Penelitian membuktika bahwa orang-orang vegetarian memiliki berat badan rata-rata yang lebih rendah, yang beraitan dengan kurangnya resiko terkena tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang makan daging. Baca juga: Cara Turunkan Hormon Pria  Sumber: healthmeup