Your browser does not support JavaScript!
 21 Aug 2014    10:00 WIB
Cara Alami Tingkatkan Hormon Pria
Hormon yang memiliki peranan penting dalam kesehatan seorang pria yaitu hormon testosteron. Menjaga kepadatan massa otot, kepadatan tulang dan gairah seks. Untuk seorang pria, produksi testosteron paling tinggi saat mulai masa dewasa dan akan menurun secara perlahan seiring dengan pertambahan usia. Penyakit yang disebut hipogonadisme akan mengganggu produksi testosteron. Seorang pria yang mengalami hipogonadisme disarankan terapi hormon testosteron, tergantung pada kadar hormon testosteron yang dihasilkan. Tidak ada solusi yang ajaib yang dapat meningkatkan hormon testosteron secara langsung namun ada beberapa cara alami yang dapat membantu Anda: Tidur yang cukup Tidak ada yang lebih baik dalam membantu meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh selain tidur. Sebuah penelitian mengatakan bahwa seseorang yang mengalami pola tidur yang buruk akan menyebabkan gangguan pada produksi hormon testosteron. Berapa lama Anda tidur tergantung pada faktor kebutuhan Anda, namun National Sleep Foundation menyarankan agara seorang pria tidur sekitar 7-9 jam sehari. Turunkan berat badan Sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang calon penyakit kencing manis (prediabetes) yang mengalami penurunan badan sekitar 50 % terjadi kenaikan produksi hormon testosteron. Segera turunkan berat badan Anda dengan pola diet yang baik dan olahraga teratur. Konsumsi zinc yang cukup Seorang pria yang mengalami hipogonadisme biasanya mengalami kekurangan zinc. Sebuah penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan antara kecukupan zinc dengan produksi hormon testosteron. Berdasarkan Office of Dietary Supplements, seorang pria dewasa sebaiknya membutuhkan 11 mg zinc dan wanita membutuhkan 8 mg zinc setiap harinya. Makanan yang banyak mengandung zinc seperti tiram, daging merah, unggas, kacang-kacangan, kepiting, lobster dan gandum utuh. Kontrol kadar gula darah Berdasarkan sebuah penelitian dikatakan bahwa seseorang yang memiliki kadar gula darah terlalu tinggi dapat berpengaruh pada gangguan produksi hormon testosteron. Olahraga Olahraga dapat meningkatkan suasana hati dan merangsang kimia otak yang membantu Anda merasa lebih bahagia dan lebih percaya diri. Olahraga juga meningkatkan energi dan daya tahan tubuh dan membantu Anda tidur lebih baik. Semua hal tesebut dapat dapat membantu aktivitas seks Anda berlangsung dengan baik. Ahli kebugaran merekomendasikan latihan 30 menit setiap hari. Sumber: healthline
 13 Aug 2014    11:00 WIB
Faktor Risiko Kanker Payudara Pada Pria
Penyakit kanker payudara pada pria merupakan kasus yang jarang hanya sekitar 1 %. Namun tetap saja kejadian kanker payudara harus diwaspadai, karena untuk yang mengalami kanker payudara mempunyai stadium dan keparahan yang hampir sama dengan kanker payudara yang sama terjadi pada wanita. Sebagian besar kanker payudara pada pria terdeteksi pada usia 60-70 tahun.Terjadinya kanker payudara pada pria dan wanita hampir sama belum diketahui secara pasti. Namun keduanya dipengaruhi lingkungan dan genetik (diwariskan)Berikut adalah beberapa faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya kanker payudara:Terpapar RadiasiPaparan radiasi juga dikaitkan terjadinya kanker payudara pada pria. Seorang pria yang pernah menjalani terapi radiasi untuk mengobati kanker di daerah dada sebelumnya mempunyai risiko untuk terkena kanker payudara nantinyaHiperestrogen (peningkatan kadar estrogen dalam tubuh)Pada pria sebenarnya tidak memiliki kadar estrogen setinggi wanita. Namun pada beberapa kasus terjadi peningkatan estrogen, sehingga terjadi pembesaran payudara. Sebagian besar kanker payudara pada pria karena reseptor estrogen yang positif (yang berarti mereka memiliki reseptor pada permukaan sel yang dapat menerima dan mengangkat estrogen ke dalam sel). Kemudian beberapa kasus yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar estrogen dalam tubuh pada pria seperti sindrom klinefelter dan sirosis hati. Kegemukan dan beberapa macam obat seperti obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, obat-obatan untuk mengurangi asam lambung, valium, finasteride, obat-obatan untuk mengobati kanker prostat, dan lain-lain. Periksa efek samping dari obat-obatan yang Anda gunakan. Sindrom KlinefelterMerupakan kondisi genetik atau diturunkan yang mempengaruhi satu dari 1000 laki-laki. Seorang pria normal memiliki dua kromosom seks (X dan Y). Dia mewarisi kromosom X perempuan dari ibunya dan laki-laki kromosom Y dari ayahnya. Pria dengan sindrom Klinefelter ini telah mewarisi kromosom X perempuan ekstra, sehingga kromosom seks XXY bukan XY laki-laki normal. Pasien Klinefelter menghasilkan tingkat estrogen yang tinggi. Akan terjadi pembesaran payudara, rambut wajah dan tubuh yang sedikit, testis mengecil, dan ketidakmampuan untuk memproduksi sperma. Beberapa penelitian telah menunjukkan terjadi peningkatan risiko kanker payudara pada pria dengan kondisi ini. Risiko terjadinya kanker payudara meningkat tajam, hingga 50 kali lipat dari laki-laki normal.Sirosis Hati (terjadinya jaringan parut pada hati)Pada seseorang yang memiliki sirosis hati terjadi gangguan pada proses pengangkutan dan pengiriman hormon estrogen dalam aliran darah.  Sehingga pria yang mengalami sirosis hati memiliki kadar estrogen yang tinggi.Riwayat KeluargaPenelitian epidemiologi telah menunjukkan bahwa pria yang memiliki beberapa saudara perempuan dengan kanker payudara juga memiliki risiko terkena kanker payudara. Secara khusus, pria yang mewarisi mutasi gen BRCA-2 memiliki peningkatan risiko untuk terkena kanker payudara. BRCA-2 yang biasanya berfungsi dalam menekan pertumbuhan sel. Terjadinya mutasi pada gen ini akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
 26 May 2014    10:30 WIB
Benarkah Kemandulan Dapat Menyebabkan Kematian Dini Pada Pria?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa pria yang mengalami kemandulan akibat adanya kelainan pada air mani dan spermanya lebih sering mengalami kematian dini daripada pria yang memiliki air mani normal. Penelitian ini menemukan bahwa dalam waktu sekitar 8 tahun, pria yang memiliki 2 atau lebih kelainan pada air maninya memiliki resiko kematian yang lebih tinggi (lebih dari 2 kali lipat) daripada pria yang memiliki air mani yang sehat.  Pada penelitian ini, para peneliti memeriksa rekam medis sekitar 12.000 pria yang berusia di antara 20-50 tahun yang melakukan pemeriksaan kesuburan di the Stanford University School of Medicine atau the Baylor College of Medicine di Houston, Amerika. Pada kedua tempat tersebut, para dokter telah mencatat berbagai informasi, mulai dari kualitas air mani pasien, yang mencakup volume air mani, jumlah sperma, serta pergerakan dan bentuk sperma.  Para peneliti kemudian membandingkan data ini dengan data kematian para peserta, sambil tetap mempertimbangkan berbagai gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas air mani. Para peneliti menemukan bahwa seorang pria yang hanya memiliki 1 kelainan pada air maninya tidak mengalami peningkatan resiko kematian dini, akan tetapi terjadi peningkatan resiko kematian dini sebanyak 2.3 kali lipat pada pria yang memiliki 2 atau lebih kelainan pada air maninya dibandingkan dengan pria yang tidak memiliki kelainan apa pun pada air maninya. Semakin banyak kelainan pada air mani, maka semakin tinggi resiko kematian dini yang mungkin dialami. Beberapa hal yang berhubungan dengan peningkatan resiko kematian dini adalah: Jumlah air mani  Konsentrasi sperma atau jumlah sperma  Aktivitas sperma Jumlah total sperma Jumlah total sperma yang aktif Bentuk sperma yang abnormal tampaknya tidak memiliki hubungan dengan peningkatan resiko kematian selama waktu pengamatan. Satu hal yang perlu diingat bahwa penelitian ini tidak membuktikan bahwa kelainan air mani dapat menyebabkan peningkatan resiko kematian, tetapi hanya menunjukkan bahwa adanya suatu hubungan antara kelainan air mani dengan kematian dini. Para peneliti menduga bahwa terdapat beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab mengapa buruknya kualitas air mani memiliki hubungan dengan kematian dini, seperti: Jika tubuh Anda tidak dapat menghasilkan air mani yang normal, maka mungkin tubuh Anda juga tidak dapat menjalankan fungsi lainnya dengan normal Kelainan sperma juga dapat disebabkan oleh rendahnya kadar testosteron di dalam tubuh. Berbagai penelitian telah menemukan adanya hubungan antara testosteron dengan panjang umur Berdasarkan berbagai penelitian, pria yang memiliki anak biasanya memiliki umur yang lebih panjang dan angka kematian yang lebih rendah Walaupun penelitian ini hanya menyelidiki hubungan antara kemandulan pada pria dengan kematian dini, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa wanita pun memiliki resiko yang sama.   Sumber: newsmaxhealth