Your browser does not support JavaScript!
 24 Nov 2016    08:00 WIB
OMG, 10 Hal Ini Ternyata Juga Bisa Sebabkan Kecanduan Lho!!!
Tahukah Anda bahwa bukan hanya obat-obatan terlarang saja yang bisa membuat seseorang kecanduan? Sebagian besar orang di dunia ini telah mengalami kecanduan akan berbagai hal lain. Di bawah ini Anda dapat melihat 10 hal yang ternyata juga bisa sebabkan kecanduan!   Telepon Genggam Anda tidak dapat berhenti memainkan telepon genggam Anda bukan? Anda selalu membawa telepon genggam Anda ke mana pun Anda pergi dan selalu memeriksanya setiap beberapa menit sekali. Anda bahkan tidak dapat mematikan telepon genggam Anda. Seringkali, Anda juga mendiamkan (cuekin) orang yang sedang makan malam bersama Anda karena ingin melihat pesan atau postingan terbaru dari orang yang berada ribuan km jauhnya dari Anda. Terdengar seperti Anda? Bila ya, maka kemungkinan besar Anda telah mengalami kecanduan gadget Anda tersebut.   Kafein Apakah Anda tidak dapat memulai seluruh aktivitas Anda bila tidak mengkonsumsi segelas kopi di pagi hari? Hal ini mungkin bukan merupakan gejala kecanduan. Akan tetapi, bila Anda merasa cemas dan mengalami nyeri kepala hebat bila Anda tidak mengkonsumsi segelas kopi di pagi hari, maka hal ini merupakan gejala kecanduan.   Cokelat dan Makanan Manis Lainnya Setiap orang pasti pernah merasa ingin sekali mengkonsumsi cokelat atau makanan manis lainnya dan bahkan sulit berhenti saat mulai memakannya. Tidak bisa berhenti makan cokelat atau makanan manis lainnya biasanya disebabkan oleh kandungan karbohidrat, lemak, dan gula yang akan mempengaruhi otak Anda seperti halnya obat-obatan terlarang. Dengan kata lain, Anda sedang mengalami gejala yang sama seperti seseorang yang kecanduan obat-obatan terlarang.   Belanja Semua orang pasti pernah membeli suatu barang yang sebenarnya tidak benar-benar ia butuhkan, bahkan cukup sering. Akan tetapi, terlalu sering belanja dan bahkan menyebabkan kesulitan keuangan serta kehidupan sosial dapat merupakan pertanda bahwa Anda sudah mengalami kecanduan belanja.   Berjudi Banyak sekali orang di dunia mengalami kecanduan yang satu ini. Baik bermain langsung di sebuah kasino atau secara online, baik itu mesin slot atau bermain poker; berjudi dapat membuat otak Anda melepaskan lebih banyak dopamin, yang akan membuat Anda merasa senang, untuk sementara waktu. Akan tetapi, bila Anda bukanlah orang yang cukup beruntung, maka berjudi dapat menyebabkan gangguan pada keuangan, pekerjaan, dan kehidupan keluarga Anda.   Operasi Plastik Sejumlah orang, khususnya para wanita banyak yang merasa tidak puas dengan bentuk wajah atau tubuhnya. Salah satu gangguan jiwa yang dikenal dengan nama gangguan dismorfik tubuh akan membuat penderitanya terobsesi dengan berbagai keburukan yang hanya dapat dilihatnya. Hal ini dapat membuatnya ingin mengubah atau memperbaiki keburukan wajahnya tersebut, misalnya dengan operasi plastik. Yang pada akhirnya akan membuatnya kecanduan melakukan operasi plastik karena terus merasa wajahnya belum cukup cantik atau kurus.   Baca juga: Tips Mengatasi Kecanduan Merokok   Tanning Kecanduan pada sinar matahari? Walaupun terdengan aneh, akan tetapi kecanduan yang satu ini benar-benar ada! Hal ini dikarenakan sinar UV matahari dapat memicu pelepasan suatu zat kimia di dalam tubuh, yang disebut dengan endorfin. Akibatnya, Anda pun akan merasa senang, walaupun kulit Anda terasa perih akibat terbakar sinar matahari. Terlalu sering tanning sangat berbahaya karena dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit.   Olahraga Berolahraga secara teratur memang dapat membantu menjaga kesehatan dan membuat Anda terlepas dari kecanduan, akan tetapi jangan sampai Anda justru mengalami kecanduan baru, yaitu kecanduan berolahraga. Berolahraga dapat membuat otak Anda belajar dengan lebih cepat, yang pada akhirnya akan mempercepat masa penyembuhan. Akan tetapi, Anda harus dapat mengatakan "tidak" untuk berolahraga bila Anda sedang sakit atau mengalami cedera.   Media Sosial Apakah Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda untuk melihat atau mengubah status Anda di Facebook dan Twitter? Berbagai posting baru yang masuk setiap menit atau bahkan detik akan mempengaruhi otak Anda seperti halnya kokain.   Seks Tidak dapat berhenti berhubungan intim atau menonton film porno? Ingin lebih sering berhubungan intim, tetapi tidak terlalu menikmatinya, dan rela mengambil resiko untuk mendapatkannya? Anda mungkin memiliki gairah seksual yang tinggi, akan tetapi berbagai hal tersebut juga dapat merupakan gejala dari kecanduan seks atau yang biasa dikenal dengan nama gangguan hiperseksual. Otak Anda akan mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh para pecandu obat-obatan terlarang atau berjudi.   Bagaimana Suatu Kecanduan Bermula? Segala sesuatu yang dapat mengubah mood Anda dapat membuat Anda mengalami kecanduan. Pada awalnya, kecanduan biasanya bermula dari suatu hal yang Anda perlu untuk membantu Anda mengatasi rasa nyeri atau kesal. Rasa senang yang Anda dapatkan saat melihat ada posting baru yang muncul, saat menemukan sepasang sepatu yang sempurna, atau mendapatkan kemenangan saat berjudi akan membuat Anda ingin kembali melakukannya. Hal ini bahkan akan menjadi sesuatu hal yang harus Anda lakukan untuk dapat bertahan hidup.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 23 Nov 2016    12:00 WIB
10 Alasan Mengapa Ponsel Berbahaya Bagi Kesehatan Anda!
  Telepon genggam atau ponsel telah menjadi suatu hal yang sangat penting di abad modern ini. Hampir setiap orang dewasa, bahkan remaja pun telah memiliki ponsel. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kecanduan bermain ponsel dapat merusak kesehatan Anda. Paparan jangka panjang terhadap radiasi elektromagnetik dari ponsel Anda dapat mengganggu kesehatan Anda dengan berbagai cara. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa dampak negatif dari ponsel terhadap kesehatan Anda.   Mengganggu Tidur Menggunakan ponsel di malam hari dapat mengganggu tidur nyenyak Anda. Lampu yang dipancarkan dari telepon genggam dapat mempengaruhi irama sirkadian (jam tubuh) tubuh Anda dan memicu produksi hormon yang berfungsi untuk membuat Anda tetap terjaga. Selain itu, jika Anda meletakkan ponsel Anda di atas ranjang, maka ada kemungkinan Anda akan terbangun di malam hari karena suara atau getaran ponsel Anda tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan bahwa penggunaan ponsel yang tinggi telah diketahui berhubungan dengan terjadinya stress dan depresi. Kurang tidur dan gangguan tidur telah diketahui memiliki hubungan langsung dengan sindrom metabolik, suatu kumpulan gejala yang terdiri dari obesitas, diabetes, hipertensi, kadar kolesterol yang tinggi, kadar trigliserida yang tinggi, dan lemak perut berlebih.   Menularkan Infeksi Jika Anda menggunakan ponsel Anda di dalam toilet, rumah sakit, pasar, atau area umum lainnya; maka kemungkinan besar ponsel Anda mengandung banyak sekali kuman. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan dari 400 ponsel yang diperiksa, sekitar 92% di antaranya mengandung bakteri. Penularan bakteri dari ponsel dapat dicegah dengan membersihkan tangan atau ponsel dengan menggunakan gel antimikroba.   Meningkatkan Resiko Gangguan Jantung Radiasi dari ponsel akan berdampak buruk bagi kesehatan jantung Anda. Energi elektromagnetik yang dipancarkan melalui ponsel dapat menyebabkan sel-sel membran mengalami oksidasi dan melemah. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa energi elektromagnetik yang dipancarkan dari ponsel sangat berbahaya bagi orang yang menderita gangguan jantung iskemik karena akan mengubah aktivitas elektrokardiografik di dalam jantung. Untuk mencegah dampak buruk ponsel pada jantung Anda, jangan letakkan ponsel Anda di dalam saku pakaian Anda, terutama bila Anda menggunakan alat pacu jantung.   Mempengaruhi Kesehatan Organ Reproduksi Radiasi ponsel juga dapat berdampak buruk pada organ reproduksi Anda lho, terutama bagi para pria. Paparan radiasi ponsel dapat menyebabkan sperma bergerak lebih lambat atau rusak dan menurunkan konsentrasi sperma. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menemukan bahwa penggunaan ponsel yang tinggi memiliki hubungan langsung dan cukup signifikan dengan rendahnya jumlah sperma dan kesuburan seorang pria secara keseluruhan. Para ahli menemukan bahwa paparan radiasi ponsel dapat menurunkan kualitas sperma dengan menurunkan jumlah sperma secara keseluruhan, menurunkan jumlah sperma yang bergerak, hidup, dan memiliki bentuk normal.   Baca juga: Kurangi Efek Radiasi Ponsel Dengan Tips Berikut Ini!   Meningkatkan Stress Jika Anda memiliki kebiasaan untuk memeriksa ponsel Anda setiap beberapa menit, maka hal ini dapat meningkatkan kadar stress Anda. Selain itu, memiliki ponsel yang sering berdering dan bergetar juga dapat meningkatkan kadar stress Anda. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan telah diketahui berhubungan dengan meningkatnya kadar stress seseorang. Selain itu, penggunaan ponsel berlebihan juga telah diketahui dapat menyebabkan gangguan tidur dan memicu timbulnya gejala-gejala depresi. Selain stress, penggunaan ponsel secara berlebihan juga dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan mental pada orang dewasa muda.   Mengganggu Pendengaran Radiasi ponsel ternyata juga dapat merusak jaringan rapuh di telinga bagian dalam lho. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan pendengaran, terutama pada suara dengan frekuensi tinggi. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa para pengguna ponsel seringkali mengalami gangguan pendengaran atau ketulian pada telinga yang dominan (telinga yang sering digunakan untuk menelepon). Oleh karena itu, bila Anda menyadari telinga Anda terasa panas, penuh, dan berdengung saat menggunakan ponsel, maka hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan pendengaran.   Mengganggu Penglihatan Mata merupakan organ tubuh yang sangat rentan terhadap efek panas dari gelombang radio yang dipancarkan oleh ponsel. Selain itu, paparan sinar ponsel dalam jangka waktu lama juga dapat meningkatkan resiko terjadinya degenerasi makula, yang merupakan penyebab kebutaan. Dan karena layar ponsel berukuran lebih kecil dari layar komputer, maka mata Anda pun perlu lebih menyipit untuk melihat apa yang tertulis pada ponsel Anda, akibatnya mata Anda pun akan menjadi lebih lelah. Selain itu, manusia juga cenderung akan mendekatkan ponselnya ke arah mata dan tidak berkedip cukup sering saat menulis atau membaca pesan. Kebiasaan buruk ini dapat membuat mata Anda semakin lelah. Sebuah penelitian di tahun 2010 menemukan bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya katarak dini. Selain itu, penggunaan ponsel berlebihan juga dapat mempengaruhi retina, kornea, dan bagian mata lainnya. Untuk melindungi kesehatan mata dan ketajaman penglihatan Anda, pastikan Anda melakukan pemeriksaan mata secara teratur dan jangan menatap ponsel Anda terlalu lama.   Menyebabkan Gangguan Bentuk Tulang Belakang Saat seseorang melihat ponselnya, maka ia akan cenderung mencondongkan kepalanya ke depan. Kebiasaan ini akan berakibat sangat buruk bagi tulang belakang dan postur tubuh Anda. Selain itu, bila Anda memiliki kebiasaan untuk meletakkan ponsel di antara leher dan bahu, sehingga Anda dapat melakukan berbagai pekerjaan lain, maka hal ini akan membuat otot leher dan punggung harus bekerja ekstra keras. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri leher dan nyeri punggung baik ringan atau berat, akut maupun kronik. Penggunaan ponsel secara berlebihan juga dapat menyebabkan peradangan jaringan ikat, terutama pada ibu jari tangan. Peradangan ini dapat menyebabkan ibu jari terasa nyeri dan kram. Nyeri yang dirasakan juga dapat cukup hebat. Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan terjadinya radang sendi pada ibu jari.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Kecelakaan Banyak hal dapat mengganggu konsentrasi Anda saat mengemudi, termasuk penggunaan ponsel. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa menggunakan ponsel saat mengemudi dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas hingga 70% dibandingkan dengan orang yang tidak menggunakan ponsel saat mengemudi. Gunakanlah earphone saat Anda menjawab telepon saat mengemudi.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Kanker Otak Menurut WHO, ponsel memang memancarkan suatu gelombang radio, yang mungkin bersifat karsinogenik. Hal ini dikarenakan radiasi ponsel akan memicu pemanasan jaringan otak, yang akan diserap oleh otak. Keadaan ini akan meningkatkan resiko terjadinya kanker otak. Resiko terjadinya kanker otak ini paling tinggi di antara orang-orang yang telah menggunakan ponsel selama lebih dari 20-25 tahun.   Untuk melindungi diri Anda dari bahaya radiasi ponsel, di bawah ini ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan seperti: Gunakan speaker phone saat berbicara Jangan terlalu lama berbicara menggunakan ponsel Bila Anda harus mengirim atau membaca pesan, pastikan Anda duduk dengan tegak dan jangan letakkan ponsel terlalu dekat dengan mata Anda. Saat Anda berada di daerah pedalaman atau sedang berpergian, batasi penggunaan ponsel Anda Jangan gunakan ponsel di dalam lift Letakkan ponsel Anda cukup jauh saat tidur Matikan ponsel Anda setiap kali Anda bisa Jangan gunakan ponsel Anda saat sedang discharge   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 11 Sep 2014    11:00 WIB
Alasan Mengapa Anda Harus Berhenti Menggunakan Ponsel Sebagai Alarm
Seringkali kita menggunakan ponsel pintar sebagai alarm. Tahukah Anda bahwa ada beberapa kekurangan yang Anda dapat bila Anda menggunakan ponsel sebagai alarm.  Simak hal-hal berikut ini: Melihat ponsel sebelum tertidur Apabila Anda memegang ponsel saat Anda akan tidur, Anda akan menghabiskan waktu beberapa menit untuk melihat layar ponsel yang menyala sebelum tidur. Hal ini akan mengganggu Anda, sehingga Anda akan menjadi sulit tidur. Para dokter mengatakan bahwa bila Anda melihat layar ponsel, hal ini akan mengganggu kesehatan mata dan psikologis Anda karena cahaya yang terlalu kuat dari layar ponsel.  Memegang ponsel di pagi hari  Pada saat pagi hari, apabila Anda menggunakan ponsel sebagai alarm, maka memegang ponsel adalah hal pertama yang Anda lakukan. Seringkali Anda akan melakukan hal lain selain mematikan alarm seperti memeriksa email yang mungkin tidak terlalu penting, bahkan sebelum Anda menggosok gigi. Hal ini akan menyita waktu Anda dan akan membuat Anda akan tergesa-gesa untuk pergi ke kantor.  Tidur larut malam karena menggunakan sosial media Saat Anda terbangun di tengah malam. Karena ponsel ada dalam jangkauan Anda, kemungkinan Anda akan meraih ponsel terlebih dahulu dan Anda akan menggunakan sosial media, melihat berita atau bahkan bermain game. Keadaan ini akan menstimulasi Anda sehingga Anda jadi tidak mengantuk. Sehingga waktu istirahat Anda terganggu dan Anda akan merasa lelah saat bangun pagi.  Saat akan tidur adalah waktu yang pribadi untuk bersama pasangan  Terlalu banyak pasangan yang lebih sering menggunakan ponsel pintar mereka. Apabila Anda lebih sering memegang ponsel Anda sekarang ganti kebiasaan tersebut dengan memeluk pasangan Anda untuk meningkatkan perasaaan antara Anda dan pasangan.  Ponsel bukanlah alarm yang terbaik Saat Anda menggunakan ponsel sebagai alarm, cahaya dan dering dari ponsel yang menyala akan sangat mengganggu. Namun sekali lagi apakah Anda ingin menggunakan ponsel sebagai alarm atau tidak tergantung kepada Anda. Sumber: apartmenttherapy