Your browser does not support JavaScript!
 08 Jul 2018    13:00 WIB
Stop Pil KB, Kapan Bisa Hamil Lagi?
Saat ini banyak wanita menggunakan kontrasepsi atau KB untuk mencegah terjadinya kehamilan. Terdapat berbagai jenis kontrasepsi non permanen yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan seperti pil KB, kondom, KB suntik atau implan, dan pemasangan IUD (spiral). Akan tetapi, apa yang terjadi bila anda telah siap hamil dan berhenti menggunakan kontrasepsi apapun? Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar anda dapat hamil setelah berhenti menggunakan KB? Banyak wanita menemukan bahwa dirinya sulit hamil walaupun telah berhenti menggunakan kontrasepsi apapun.Akan tetapi, tidak semua wanita sulit hamil setelah berhenti menggunakan kontrasepsi. Beberapa wanita dapat hamil hanya 1 atau 2 minggu setelah berhenti menggunakan pil KB. Bila anda menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon, seperti pil KB atau KB suntik atau KB implan, maka selesaikanlah penggunaannya sebelum berusaha untuk hamil. Setelah anda menyelesaikan program KB anda, akan lebih baik bila anda menunggu hingga menstruasi anda kembali normal sebelum berusaha untuk hamil. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perdarahan atau menstruasi yang tidak teratur. Secara umum, pertengahan bulan merupakan waktu terjadinya ovulasi yaitu pelepasan sel telur dari indung telur menuju ke tuba falopii (saluran telur, tempat terjadinya pembuahan), yang merupakan masa subur seorang wanita di mana kehamilan lebih mudah terjadi. Oleh karena itu, 2 minggu setelah anda berhenti menggunakan kontrasepsi merupakan saat paling subur bagi anda. Jika anda pernah hamil atau pernah mengalami keguguran sebelumnya, maka berikanlah tubuh anda waktu selama setidaknya 3 bulan untuk memulihkan dirinya sebelum kembali berusaha untuk hamil. Bila anda menggunakan IUD (spiral), maka anda harus mengangkat spiral tersebut sebelum berusaha untuk hamil. Bila anda menggunakan kondom untuk mencegah kehamilan, maka berhentilah menggunakan kondom bila anda telah siap untuk hamil Baca juga: Efek Konsumsi Pil KB Dalam Jangka Panjang Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 18 May 2018    16:00 WIB
9 Penyebab Meningkatnya Kadar Gula Darah
1.      Kafein Kadar gula darah dapat meningkat setelah mengkonsumsi kopi, bahkan kopi hitam yang sama sekali tidak mengandung kalori, karena adanya kafein. Selain itu, teh hitam, teh hijau, minuman energi lainnya juga dapat mengganggu kadar gula darah penderita diabetes. Akan tetapi, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda, jadi sebaiknya anda mengenali reaksi tubuh anda terhadap berbagai makanan dan aktivitas. Sebenarnya, berbagai zat lain di dalam kopi dapat membantu mencegah terjadinya diabetes tipe 2 pada orang yang sehat.   2.      Makanan Bebas Gula Banyak makanan yang bertuliskan bebas gula juga dapat meningkatkan kadar gula darah anda karena makanan tersebut masih mengandung berbagai jenis karbohidrat, seperti tepung, lemak, dan serat. Periksalah jumlah karbohidrat pada bungkus makanan anda sebelum mengkonsumsinya. Selain itu anda juga harus mewaspadai gula lainnya seperti sorbitol dan xylitol. Keduanya merupakan pemanis dengan kadar karbohidrat yang lebih rendah daripada gula (sukrosa), tetapi tetap dapat meningkatkan kadar gula darah anda.   3.      Mengkonsumsi "Chinese Food" Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak lemak dapat menyebabkan kadar gula darah anda tetap tinggi lebih lama daripada biasanya. Pizza, kentang goreng, chinese food, dan berbagai makanan lain yang mengandung banyak karbohidrat dan lemak juga memiliki efek yang sama. Periksalah kadar gula darah anda sekitar 2 jam setelah makan untuk mengetahui bagaimana makanan tersebut mempengaruhi kadar gula darah anda.   4.      Menderita Flu Berat Kadar gula darah anda akan meningkat saat tubuh anda berusaha untuk melawan berbagai infeksi. Konsumsilah cukup air putih dan berbagai jenis cairan lainnya untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami diare atau muntah selama lebih dari 2 jama atau bila anda telah sakit selama 2 hari dan tidak membaik. Berbagai jenis obat-obatan seperti antibiotika dan dekongestan untuk mengatasi sinusitis (radang sinus) juga dapat mempengaruhi kadar gula darah anda.   5.      Stress Rasa stress, tidak bahagia, dan lelah juga dapat mempengaruhi kadar gula darah anda. Saat stress, tubuh anda akan melepaskan hormon yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Hal ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan penderita diabetes tipe 1. Belajarlah melakukan yoga atau meditasi untu mengurangi rasa stress anda.   6.      Mengkonsumsi Buah Kering Buah-buahan memang baik bagi kesehatan anda, akan tetapi waspadai buah-buahan kering. Buah kering mengandung lebih banyak karbohidrat walaupun dalam porsi kecil. 2 sendok teh kismis atau cranberi kering atau chery kering mengandung karbohidrat yang sama dengan buah kecil. 3 butir kurma mengandung sekitar 15 g karbohidrat.   7.      Menggunakan Obat Golongan Steroid dan Diuretika Obat golongan kortikosteroid seperti prednison dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan bahkan dapat memicu terjadinya diabetes pada beberapa orang. Obat golongan steroid sering digunakan untuk mengatasi alergi, radang sendi, asma, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Obat golongan diuretika yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan kadar gula darah anda bila anda menderita diabetes. Beberapa jenis antidepresan juga dapat meningkatkan atau menurunkan kadar gula darah anda.   8.      Pengunaan Obat Flu Dekongestan yang terdiri dari pseudoefedrin atau fenilefrin dapat meningkatkan kadar gula darah anda. Beberapa jenis obat flu kadang juga mengandung gula atau alkohol.   9.      Penggunaan Pil KB Pil KB yang mengandung estrogen dapat mempengaruhi respon tubuh anda terhadap insulin. Akan tetapi, wanita penderita diabetes tetap dapat menggunakan pil KB. KB suntik dan implan juga dapat digunakan oleh penderita diabetes, walaupun dapat mempengaruhi kadar gula darah anda.   Hal ini bukan berarti anda tidak boleh mengkonsumsi karbohidrat sama sekali, anda hanya perlu membatasi jumlahnya agar tidak terjadi peningkatan kadar gula darah yang terlalu tinggi.   Baca juga: Terapi Magnet Membantu Mengatasi Bekuan Darah Lebih Cepat, Benarkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: medicinenet
 24 Oct 2017    15:00 WIB
5 Alasan Anda Harus Mengunjungi Dokter Kandungan
Idealnya Anda harus memeriksakan diri ke dokter kandungan setiap tahun sekali untuk memeriksakan organ reproduksi wanita dan melakukan deteksi dini jika ada kelainan yang terjadi dan melakukan terapi yang diperlukan. Sayangnya banyak wanita sering tidak memperdulikan perlunya kunjungan ke dokter kandungan atau terkadang para wanita merasa malu, beberapa lagi ada yang merasa takut. Jika Anda salah satu diantaranya, berikut adalah 5 alasan mengapa Anda perlu melakukan kunjungan ke dokter kandungan: 1.  Siklus menstruasi yang tidak teraturSiklus menstruasi Anda menggambarkan kesehatan reproduksi Anda. Jika siklus menstruasi Anda berhenti atau tidak teratur kemungkinan disebabkan oleh masalah kesehatan Anda. Saat Anda membiarkan hal ini terjadi, kemungkinan besar Anda akan mengalami masalah reproduksi di kemudian hari. Untuk itu penting untuk Anda mengunjungi dokter kandungan saat hal ini terjadi. 2.  Pemeriksaan payudaraSetiap wanita memiliki resiko terkena kanker payudara karena memang tidak ada situasi khusus yang menyebabkan timbulnya penyakit ini. Deteksi dini dan pengobatan dini merupakan langkah terbaik yang harus dilakukan untuk mengalahkan penyakit ini. Kunjungan rutin ke dokter kandungan dapat Anda lakukan untuk memastikan tidak ada pertumbuhan abnormal atau benjolan di payudara Anda. 3.  Munculnya keputihan yang tidak normalKeputihan merupakan fenomena normal yang harus dihadapi wanita. Keputihan ini dianggap normal saat berwarna putih, tidak kental dan tidak berbau. Tetapi saat Anda menyadari adanya perubahan pada keputihan Anda misalnya berubah warna menjadi kuning atau kehijauan, berbau, Anda harus segera mengunjungi dokter kandungan karena keputihan abnormal tersebut mungkin saja tanda infeksi vagina 4.  Program KBSaat Anda sudah aktif secara seksual maka Anda harus segera berkunjung ke dokter kandungan untuk berdiskusi tentang penggunaan alat KB yang cocok untuk Anda, terlebih jika Anda memang tidak ingin segera hamil. Tidak hanya untuk mencegah kehamilan tetapi juga agar aman dari penyakit menular seksual. 5.  Test paps smearTes paps smear sangat penting Anda lakukan untuk memastikan organ kewanitaan Anda dalam kondisi sehat. idealnya setiap wanita yang berusia 21 tahun keatas harus melakukan tes paps smear minimal tiga sampai lima tahun sekali untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kanker muncul.Sumber: healthmeup
 06 Aug 2017    08:00 WIB
Penelitian Terbaru Mengenai Hubungan Antara Pil KB dan Kanker Payudara
Anda mungkin sudah pernah mendengar mengenai adanya hubungan antara pil KB dan kanker payudara. Walaupun banyak penelitian menunjukkan bahwa pil KB dapat sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, akan tetapi berbagai penelitian ini juga menunjukkan bahwa resiko ini akan hilang bila Anda tidak lagi menggunakan pil KB selama 10 tahun. Sedangkan beberapa penelitian lainnya tidak menemukan adanya hubungan signifikan antara penggunaan pil KB dengan peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa hormon estrogen yang terdapat di dalam pil KB merupakan kunci penting yang menghubungan antara penggunaan pil KB dengan peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Para peneliti menemukan bahwa para wanita yang mengkonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara. Pada penelitian ini, para peneliti memeriksa riwayat penggunaan obat dari 1.102 orang wanita yang telah didiagnosa menderita kanker payudara. Para peneliti kemudian membandingkan jenis pil KB yang mereka gunakan selama satu tahun terakhir dengan jenis pil KB yang digunakan oleh 21.952 orang wanita lainnya yang tidak menderita kanker payudara. Para peneliti membagi pil KB dalam 3 kategori, yaitu pil KB yang hanya mengandung sedikit estrogen sintetik (sekitar 20 mcg etinil estradiol), pil KB yang mengandung estrogen sintetik dalam jumlah sedang (sekitar 30-35 mcg etinil estradiol atau 50 mcg mestranol), dan pil KB yang mengandung banyak estrogen sintetik (sekitar 50 mcg etinil estradiol atau 80 mcg mestranol). Para peneliti kemudian menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi pil KB dengan kadar estrogen yang tinggi dalam 1 tahun terakhir memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker payudara (2.7 kali lipat).  Sementara itu, wanita yang mengkonsumsi pil KB dengan kadar estrogen sedang dalam 1 tahun terakhir memiliki resiko menderita kanker payudara yang lebih rendah (1.6 kali lipat). Sedangkan wanita yang mengkonsumsi pil KB dengan kadar estrogen rendah sama sekali tidak mengalami peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan hormon seks wanita, yaitu estrogen merupakan salah satu hormon yang turut berperan dalam pertumbuhan jaringan payudara dan para peneliti menduga bahwa dosis dan jenis estrogen yang terdapat di dalam pil KB dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara. Selain itu, hormon progestin yang juga terdapat di dalam pil KB mungkin juga memiliki peranan. Sumber: womenshealthmag
 20 Aug 2016    11:00 WIB
Atasi Jerawat Anda Dengan Pil KB
Selain mencegah kehamilan, pil KB ternyata juga dapat membantu para wanita mengatasi masalah kulitnya, yaitu jerawat. Penggunaan pil KB untuk mengatasi jerawat hanya dianjurkan jika jerawat anda tidak berespon terhadap berbagai pengobatan lainnya. Jerawat terbentuk dari gabungan antara sebum dan sel kulit mati di dalam folikel rambut. Bakteri pun turut berperan dengan memicu terjadinya infeksi dan peradangan. Pil KB dapat mengatasi jerawat dengan cara mengurangi sebum, yaitu suatu zat berminyak yang berfungsi sebagai pelumas pada rambut dan kulit anda. Akan tetapi, karena pil KB ini hanya dapat mengatasi salah satu penyebab jerawat, yaitu sebum yang berlebihan, maka akan lebih baik bila anda juga menggunakan obat anti jerawat lainnya, seperti salep anti jerawat yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat.Anda mungkin harus mengkonsumsi pil KB selama beberapa bulan sebelum merasakan efeknya pada kulit anda. Kulit anda pun dapat menjadi lebih buruk dulu sebelum akhirnya membaik.Efek SampingPil KB biasanya aman dan efektif bagi sebagian besar orang. Akan tetapi, pada beberapa orang lainnya, pil KB dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti:•    Nyeri kepala•    Perubahan siklus menstruasi•    Payudara mengencang•    Meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan pembentukan bekuan darah, walaupun hanya sedikit Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakan pil KB untuk mengatasi jerawat anda. Jangan menggunakan pil yang mengandung kombinasi estrogen dan progestin bila anda:•    Berusia 35 tahun atau lebih dan merokok•    Memiliki riwayat penyakit jantung•    Memiliki riwayat kanker payudara, kanker rahim, atau kanker hati•    Pernah mengalami pembentukan bekuan darah pada kaki atau paru-paru Baca juga: Oatmeal Bukan Hanya Untuk Dimakan, Namun Juga Untuk Jerawat Dan....... Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: webmd
 26 Dec 2014    09:00 WIB
7 Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Mengganti Pil KB Anda Sekarang!
      Sering Lupa Mengkonsumsi Pil KB Harian Berdasarkan berbagai penelitian mengenai pil kontrasepsi, banyak wanita yang menggunakan pil KB harian ini mengaku bahwa mereka sering lupa mengkonsumsi pil KBnya, rata-rata 4 hari dalam sebulan. Sesekali lupa mengkonsumsi pil KB atau terlambat mengkonsumsinya bukanlah suatu masalah besar. Akan tetapi, bila Anda melupakannya selama lebih dari 1 baris, maka Anda pun dapat mengalami kegagalan atau dengan kata lain hamil. Bila Anda sering lupa mengkonsumsi pil KB, maka Anda mungkin harus mengganti alat kontrasepsi Anda dengan alat kontrasepsi lainnya yang tidak perlu dikonsumsi setiap hari.  2.      Sering Mengalami Perdarahan Perdarahan dapat terjadi saat Anda baru mulai menggunakan alat kontrasepsi baru, akan tetapi hal ini biasanya akan berhenti dengan sendirinya. Bila perdarahan ini terus berlangsung, maka berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengganti alat kontrasepsi Anda.  3.      Mengalami Perubahan Mood yang Berat Mood yang berubah-ubah merupakan hal yang biasa dialami akibat penggunaan pil KB yang mengandung hormon. Hal ini mungkin dikarenakan adanya progestin di dalamnya. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa semua jenis pil KB mengandung kadar progestin yang sangat berbeda. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengganti pil KB Anda bila pil yang Anda gunakan sekarang menyebabkan perubahan mood yang berat.  4.      Perut Kembung yang Terasa Tidak Nyaman Semua pil KB mengandung estrogen, yang dapat membuat air tertahan di dalam tubuh. Hal ini dapat membuat Anda merasa kembung.  5.      Mengalami Penurunan Gairah Seksual Pil KB dapat menghambat ovulasi, akan tetapi juga dapat menghentikan produksi hormon testosteron di dalam indung telur, yang dapat menyebabkan penurunan gairah seksual walaupun tidak dialami oleh semua wanita. Jika Anda mengalami penurunan gairah seksual, berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengganti pil KB Anda.  6.      Berjerawat Hampir semua jenis pil KB dapat membantu mengatasi jerawat karena menghambat terjadinya ovulasi dan produksi testosteron yang dapat membuat kulit Anda tampak lebih indah. Akan tetapi, kadangkala jerawat dapat tetap bertahan walaupun Anda telah mengkonsumsi pil KB. Berkonsultasilah dengan dokter Anda jika jerawat tidak juga menghilang setelah Anda mengkonsumsi pil KB selama beberapa waktu.  7.      Mengalami Migrain Berat dan Aura Jika Anda mengkonsumsi pil KB dan mengalami migrain, maka pastikan Anda memberitahu dokter Anda, terutama jika Anda juga mengalami aura (perubahan ketajaman penglihatan yang kemudian disertai dengan migrain). Para peneliti menunjukkan bahwa para wanita yang mengkonsumsi pil KB dan mengalami migrain, terutama migrain dengan aura, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami pembekuan darah dan stroke.     Sumber: womenshealthmag
 18 Dec 2014    12:00 WIB
Bercak Darah Di Antara Waktu Menstruasi
Semua wanita ingin memiliki tubuh yang sehat. Salah satu permasalahan kesehatan yang dialami adalah masalah saat menstruasi. Ada beberapa macam gangguan menstruasi salah satunya adalah timbulnya bercak darah diantara waktu menstruasi. Berikut adalah penyebab adanya bercak di luar masa menstruasi: Pil KB Efek samping menggunakan pil KB adalah adanya bercak darah diluar siklus menstruasi, khususnya pada bulan pertama penggunaan pil KB Polip serviks Adanya pertumbuhan berlebihan dari jaringan di saluran leher rahim yang disebut dengan polip serviks yang dapat menonjol ke dalam vagina. Polip serviks bukanlah jenis kanker namun dapat menyebabkan perdarahan Penyakit menular seksual Organ reproduksi yang terinfeksi juga dapat menyebabkan perdarahan vagina yang tidak teratur. Perdarahan dan peradangan terjadi setelah infeksi. Kehamilan Saat seseorang sedang hamil juga terkadang bisa keluar bercak perdarahan Hipotiroid Hipotiroid dapat menyebabkan keluarnya bercak perdarahan dari vagina Kanker Kanker serviks/ kanker leher rahim adalah bentuk kanker ganas yang mempengaruhi leher rahim. Perdarahan vagina abnormal merupakan gejala umum dari penyakit ini. Kanker rahim juga merupakan sumber perdarahan yang tidak teratur. Biasanya wanita mengalami kanker setelah menopause. Kanker endometrium juga dapat menyebabkan bercak perdarahan diluar siklus menstruasi, dan 93% dari pasien yang terkena adalah wanita berusia di atas 50 tahun.   Mengalami bercak perdarahan setelah melalui menopause, adalah tanda kanker, dan memberitahu dokter dengan segera adalah tindakan terbaik. Penyebab lain: Wasir Stres Ketidakseimbangan hormon Cedera pada vagina saat berhubungan seks Sumber: newhealthguide
 06 Nov 2014    09:00 WIB
Ingin Menunda Kehamilan Setelah Melahirkan?
Untuk pasangan yang baru mempunyai anak, maka sebaiknya Anda merencanakan kelahiran selanjutnya. Usia kehamilan yang terlalu dekat bukan saja tidak baik bagi kesehatan ibu, namun juga akan mempengaruhi kondisi bayi yang masih membutuhkan perawatan dari ibunya. Untuk Anda yang sedang merencanakan atau menunda kehamilan yang berikut Anda dapat menggunakan metode yang Anda sukai, namun yang perlu Anda ingat dengan menyusui bukanlah suatu metode untuk menunda kehamilan. Berikut adalah hal yang dapat Anda jadikan pertimbangan dalam rangka menunda kehamilan setelah melahirkan: Pil KB Pil ini mengandung estrogen dan progestin adalah salah satu cara yang mudah untuk menunda kehamilan. Namun Anda harus berhati-hati karena kandungan estrogen dapat mempengaruhi pasokan air susu ibu. Sebaiknya gunakan minipil yang hanya mengandung progestin. Sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter untuk pil KB yang terbaik. Metode Barrier Kondom dan diafragma yang memiliki efek spermisida (mematikan sel sperma) adalah alternatif lain dari kontrasepsi hormonal, terutama bagi ibu menyusui. Pilihan lain Setelah masa menyusui, Anda akan memiliki segudang pilihan lain untuk menunda kehamilan. Selain itu ada pilihan yang bersifat permanen. Seperti tubektomi ataupun vasketomi untuk pasangan Anda. Apapun pilihan Anda sebaiknya Anda mendiskusikan terlebih dahulu dengan pasangan Anda dan dokter ataupun tenaga medis yang berkompeten. Sumber: newhealthguide
 20 Oct 2014    10:00 WIB
Benarkah Pakai Pil KB Beresiko lebih besar Kanker Payudara
Sebuah penelitian di tahun 2010 yang mengamati lebih dari 116.000 orang wanita menemukan bahwa para wanita yang menggunakan pil KB memang memiliki resiko menderita kanker payudara yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan wanita lainnya. Akan tetapi, penelitian ini pun hanya memusatkan perhatian pada penggunaan pil KB dalam 1 tahun terakhir. Oleh karena itu, peningkatan resiko menderita kanker payudara mungkin tidak akan dialami oleh para wanita yang telah lama tidak lagi menggunakan pil KB. Sebuah metaanalisis dari 54 penelitian di tahun 1996 menemukan bahwa peningkatan resiko terjadinya kanker payudara akibat penggunaan pil KB akan menghilang bila seorang wanita tidak lagi menggunakan pil KB selama 10 tahun. Selain itu, hanya sedikit sekali wanita, yaitu hanya sekitar 0.5% wanita di dunia yang menggunakan pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi. Pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada seorang wanita hingga 2.7 kali lipat. Saat ini, dengan kemajuan ilmu kedokteran dan teknologi, para ilmuwan telah berhasil membuat pil KB yang hanya mengandung estrogen dosis rendah, yang memiliki lebih sedikit efek samping.  Pil KB dengan kadar estrogen tinggi biasanya hanya diberikan pada seorang wanita bila pil KB lainnya tidak berhasil mengendalikan siklus menstruasi seorang wanita atau bila wanita tersebut menggunakan obat-obatan lainnya yang dapat berinteraksi dengan pil KB seperti obat anti kejang. Hal ini dikarenakan obat anti kejang dapat menurunkan efektivitas pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah. Pada sebagian besar wanita, kekurangan terbesar dari pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah adalah perdarahan di luar masa menstruasi.  Walaupun pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah ini juga cukup efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan (bila digunakan dengan benar) seperti halnya pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi, akan tetapi bila seorang wanita tidak mengkonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah selama 1 hari, maka kemungkinan terjadinya kehamilan lebih besar daripada bila wanita tersebut lupa mengkonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai pil KB mana yang tepat untuk Anda. Dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk menggunakan pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah terlebih dahulu baru kemudian dosis ditingkatkan secara bertahap hingga ditemukan jenis dan dosis pil KB yang sesuai untuk Anda. Apapun pilihan pil KB Anda, para peneliti sepakat bahwa bagi sebagian besar wanita, pil KB memiliki lebih banyak dampak positif bagi kesehatan dibandingkan dengan resikonya. Berdasarkan data dari the American Center Society, 1 dari 8 orang wanita beresiko mengalami kanker payudara, di mana sekitar 1 dari 36 orang wanita meninggal karenanya, akan tetapi wanita muda biasanya memiliki resiko yang lebih rendah. Akan tetapi, berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2010, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi pil KB selama 15 tahun dapat menurunkan resiko terjadinya kanker indung telur dan kanker endometrium hingga 50%. Selain itu, penggunaan pil KB juga dapat membantu mengatasi gejala sindrom ovarium polikistik dan endometriosis. Keduanya merupakan gangguan organ reproduksi wanita yang dapat menyebabkan kemandulan, di mana diduga mengenai sekitar 10% wanita di dunia.     Sumber: womenshealthmag
 31 May 2014    14:30 WIB
Berbagai Fakta Penting Mengenai Pil Kontrasepsi
Dengan banyaknya kesalahan persepsi mengenai pil kontrasepsi yang beredar dipasaran dapat membuat Anda tidak memahami sepenuhnya mengenai kegunaan dan manfaat dari pil kontrasepsi. Anda tentu tidak ingin hamil karena ketidaktahuan Anda bukan? Berikut adalah berbagai penjelasan mengenai mitos tentang pil kontrasepsi Apakah pil kontrasepsi itu? Pil kontrasepsi adalah pil yang dikonsumsi harian dan berisi hormon yang akan mengubah cara tubuh bekerja dan untuk menghindari terjadinya kehamilan. Kandungan hormon didalam pil berguna untuk mengontrol indung telur dan rahim. Pil kontrasepsi merupakan jenis pil kombinasi yang berisi kombinasi dari estrogen dan progesteron untuk menghindari terjadinya ovulasi. Seorang wanita yang mengkonsumsi pil kontrasepsi secara teratur tidak akan hamil karena tidak mengalami ovulasi karena sel telur dibuat menjadi fertil. Ketersediaan Pil kontrasepsi tersedia di semua toko obat dan farmasi dan bisa diperoleh tanpa resep dokter. Bagaimana pil kontrasepsi bekerja? Sebenarnya pil kb bekerja tergantung dari siklus menstruasi wanita untuk mulai mengkonsumsinya. Jika dikonsumsi pada hari pertama menstruasi, maka wanita itu biasanya akan terproteksi dalam waktu sehari. Ini artinya wanita tersebut tidak akan mengalami ovulasi sampai pertengahan siklus dan pil tersebut akan mencapai efek puncak pada masa ovulasi (untuk mencegah terjadinya ovulasi). Jika wanita tersebut mulai minum di pertengan siklus atau mendekati masa ovulasi, pil tersebut mungkin tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mencegah ovulasi sehingga Anda mungkin saja hamil.  Efek samping dari pil kontrasepsi: Siklus menstruasi dapat menjadi tidak teratur, dan biasanya menjadi masalah untuk penggunanya. Pada beberapa kasus mereka mungkin berhenti mengkonsumsi pil kontrasepsi tersebut Anda mungkin bisa mengalami nyeri payudara Bisa terjadi perubahan mood Mual, muntah, nyeri kepala, pusing, depresi dan perubahan berat badan   Sumber: healthmeup